cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
fondasi@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl. Jenderal Sudirman KM.3, Cilegon, 42435, Telephone (0254)395502 Ext. 19 Phone: (0254)395502 Ext.19
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Fondasi: Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 23024976     EISSN : 25031511     DOI : http://dx.doi.org/10.36055/jft.v9i1.7440
Core Subject : Engineering,
Terbitan berkala yang mempublikasikan hasil penelitian yang berkaitan dengan pengembangan sains dan teknologi dalam bidang teknik sipil (Struktur, Transportasi, Geoteknik, Sumber Daya Air dan Manajemen Konstruksi) sebagai bentuk kekayaan intelektual. Diterbitkan sebanyak 2 kali dalam satu tahun yakni pada Bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2016)" : 10 Documents clear
ANALISA KAPASITAS DUKUNG PONDASI CEMENT SILO DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM GEO5 (Studi Kasus Proyek Pembangunan Prabik Semen Merah Putih Bayah Provinsi Banten) Enden Mina; Rama Indera Kusuma
Jurnal Fondasi Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1544.373 KB) | DOI: 10.36055/jft.v5i1.1250

Abstract

Berat bangunan dari silo semen yang cukup besar yang harus ditahan oleh struktur bawah dan lokasi yang jauh dari perkotaan yang tidak memungkinkan untuk mendistribusikan secara terus menerus untuk mengangkut pondasi dalam, maka pondasi bored piledipilih untuk diaplikasikan pada proyek pembangunanSemen Merah Putih di Bayah Banten. Pondasi Bore Pile memungkinkan untuk mendesain sendiri ukuran dimensi yang dipakai untuk meningkatkan efisiensi dalam jumlah tiang.Penelitian ini dilakukan dengan menganalisa kapasitas dukung dari pondasi bored pile pada bangunan silo semen, kapasitas dukung pondasi menggunakan beberapa metode diantaranya yaitu teori menurut Skempton (1966) dan teori dari O’neill and Reese (1989). Serta menggunakan bantuan program Geo 5.Berdasarkan hasil analisa daya dukung pondasi diperoleh bahwa daya dukung pondasi tunggal diameter 1m adalah 1876.97 ton. Sedangkan daya dukung pondasi tunggal diameter 1.2 m adalah 2121.76 ton dengan safety faktor terkecil 4,37. Hasil perhitungan daya dukung kelompok tiang dengan jumlah 4 tiang dan diameter 1.2 m diperoleh daya dukung 5567.50 ton dengan safety faktor terkecil 3.8. Haasil analisa penurunan pondasi diperoleh besarnya penurunan total adalah 1,39 cm lebih kecil dari penurunan yang disyaratkan. Perhitungan menggunakan software GEO5 menunjukkan bahwa daya dukung pondasi kelompok adalah 15502 ton dengan safety faktor 8.6
Container Port Development Projects on The Java Sea, Indonesia Bambang Adhi Priyambodho
Jurnal Fondasi Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.117 KB) | DOI: 10.36055/jft.v5i1.1245

Abstract

Port Development Projects have a some positive and constructive conclusions, combined with certain recommendations, but only if I am familiar with, and have explored, all kinds of values in port development. I will explain the underpinning a potential problem in more detail and how it can be used, and of value, in world port cities where several common problems occur: particularlymatters relating to economic growth, climate change and urbanisation.First, economic growth and development are two of the essentials of the world’s economy. They allow developing countries to trade abroad the commodities of their homeland and raise their economic standards. Fundamentally, the development of an economy and its accompanying population usually goes along with the increasing of quantities and infrastructures of ports[1]. This commercial advancement potential forms opportunities for port expansion, so allowing the port owner (s) to gain an increased number of benefits. In addition, since the port serves as a backbone of economic growth, it is very important to address this capacity problem in order to enlarge the growth of the national economy. Economic growth has several values over and above economics, such as reputational and societal.Second, climate change is a big challenge to ports, both in developing and developed countries. The threat of flooding is imminent to those countries which are located in low-lying areas and deltas. Climate change engenders several effects, such as increased sea water levels (SWL), river floods, high waves, atmospheric greenhouse gases and tropical cyclone activities; all of whichcould devastate coastal areas and transportation systems. These effects will increase the number of climate-related risks, causing loss of life, social disruption and decreased economic standards and levels of activity. However, recent research revealed t hat, at this moment, a few port authoritieshave started to handle, or at least confront, the issue of climate change [1,2]. Climate change impacts have several dimensions such as safety, sustainability and accessibility.Third, the process of urbanisation is very important. This process, in fact, will increase the excess of water surface run off, including maximum and minimum flows. The first indicators have shown that increasing land use is causing a decrease in water infiltration. This influence is crucial to be recognized as it will greatly impact water quality and ecosystems [3-5], urbanisation’s embrace and impact several values such as safety, societal and accessibility.In this paper will be on the Indonesia’s port cities, and the potential conflicts arising between the port and city. One of the major challenges now, and in the future, is to balance and reconcile different values, as well as to find innovations which satisfactorily cover more than one value at a time. The aim of this research is to investigate how to effectively balance and reconcile different identified values and the conflicts which arise between port and city. In section 3-6, I will explaining what theory and references are used in this paper
STABILISASI TANAH DENGAN MENGGUNAKAN FLY ASH DAN PENGARUHNYA TERHADAP NILAI KUAT TEKAN BEBAS (Studi Kasus Jalan Raya Bojonegara, Kab. Serang) Rama Indera Kusuma; Enden Mina
Jurnal Fondasi Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.123 KB) | DOI: 10.36055/jft.v5i1.1251

Abstract

Tanah merupakan dasar dari suatu konstruksi bangunan sipil yang menerima dan menahan beban dari suatu struktur di atasnya. Terdapat beberapa masalah yang harus dihadapi oleh seorang insinyur sipil di lapangan, dimana sering dihadapkan pada kenyataan bahwa lokasi memiliki karakteristik tanah yang kurang baik, sehingga untuk menambah kekuatan dan memperbaiki daya dukungnya perlu dilakukan upaya stabilisasi pada tanah di lokasi tesebut. Salah satu cara yang digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalahmenstabilkan tanah dengan meningkatkan daya dukung tanah asli dan mengurangi kembang susutnya. Penambahan fly ash merupakan salah satu cara stabilisasi tanah ekspansif yang efektif, karena fly ash bersifat pozzolan sehingga dapat mengikat mineral tanah menjadi padat, sehingga mengurangi kembang susut tanah dan menambahkan niai kekuatan tanah.Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui klasisifikasi tanah, indeks plastisitas tanah dan mengetahui pengaruh penambahan fly ash terhadap sifat fisik tanah, serta mengetahui nilai kuat tekan bebas tanah dalam kondisi eksisting dan setelah dicampurkan fly ash. Kadar air benda uji diambil dari hasil pemadatan proctor standar dengan variasi campuran fly ash 0%, 10%, 20%,dan 30%.Dari hasil pengujian diperoleh, tanah yang di stabilisasi dengan fly ash pada variasi 0%, 10%, 20%, dan 30% menunjukkan adanya peningkatan nilai daya dukung,batas plastis, dan batas cair tanah serta penurunan nilai berat jenis tanah yang. Nilai UCT terbesar terdapat pada tanah campuran dengan kadar fly ash sebesar 20% dengan pemeraman selama 21 hari yaitu sebesar2,55 kg/cm2.penambahan fly ash meningkatkan nilai batas plastis dan batas cair serta menurunkan nilai berat jenis.
ANALISIS KINERJA TIGA RUAS JALAN UTAMA KOTA CILEGON Muhammad Fakhruriza Pradana; Rindu Twidi Bethary
Jurnal Fondasi Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.26 KB) | DOI: 10.36055/jft.v5i1.1246

Abstract

Kota Cilegon adalah sebuah kota di provinsi Banten, Indonesia. Cilegon berada di ujung barat laut pulau jawa, di tepi Selat Sunda. Kota Cilegon dikenal sebagai Kota Baja mengingat kota ini menghasilkan 6 juta ton baja setiap tahunnya di kawasan industri Krakatau steel.. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa kinerja ruas-ruas jalan utama kota cilegon, terutama pada ruas jalan Jendral sudirman, Jendral ahmad yani, dan jalan Raya cilegon, serta mengetahui karakteristik pergerakan kendaraan yang mel ewati ketiga ruas jalan tersebut yang dilengkapi dengan perbandingan volume kendaraan total pada setiap ruas yang di analisa. Metode yang digunakan untuk melakukan penelitian dengan analisis kinerja ruas jalan perkotaan sesuai dengan yang terdapat pada MKJI 1997 serta peraturan mentri perhubungan yang berlaku, dimulai denganpengumpulan data survey kendaraan, pengolahan data dengan panduan MKJI 1997 serta hasil penelitian yang di tampilkan dengangrafik, dari metode diatas. Hasil yang diperoleh Analisis kinerja ruas pada masingmasing ruas yang diteliti memiliki Tingkat pelayanan yang baik secara menyeluruh. Namun kinerja ruas terburuk didapat pada ruas jalan Jendral Sudirman pada hari kerja yang memiliki nilai DS (derajat kejenuhan) sebesar 0,84 dengan tingkat pelayanan D.Pergerakan yang terjadi dimulai pada ruas jalan jendral sudirman menuju jalan jendral ahmad yani sampai ke jalan raya cilegon memiliki jenis pergerakan yang sama. Dimana ruas jalan jendral sudirman selalu memiliki volume tertinggi untuk pergerakan kendaraan yang terjadi.Untuk pergerakan jenis kendaraan terdapat beberapa hasil yang didapat dimana untuk kendaraan jenis sepeda motor dan mobil penumpang dipengaruhi oleh faktor kenyamanan sedangkan untuk kendaraan berat dipengaruhi oleh kebutuhan pengiriman barang dan jasa
ANALISA PENGEMBANGAN GEOMETRI LANDASAN (Studi Kasus Bandara Husein Sastranegara) Rindu Twidi Bethary; Muhammad Fakhruriza Pradana
Jurnal Fondasi Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.294 KB) | DOI: 10.36055/jft.v5i1.1247

Abstract

Kota Bandung sebagai pusat perekonomian dan juga sebagai ibukota dari Provinsi Jawa Barat harus didampingi dengan infrastruktur yang memadai. Permintaan terhadap transportasi udara dari dan menuju Kota Bandung dan sekitarnya dari tahun ke tahun juga semakin meningkat. Oleh karena itu, Bandar Udara Husein Sastranegara yang ada di Kota Bandung diharapkan dapat melayani penerbangan pesawat jenis besar untuk menampung permintaan (demand) yang semakin meningkat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan geometri runway dan taxiway Bandara Husein Sastranegara untuk kondisi 5 tahun kedepan dengan menggunakan metode FAA (Federal Aviation Administration) dan SKEP77 (Surat Keputusan Pemerintah tentang Persyaratan Teknis Pengoprasian BandarUdara). Dengan langkah awal adalah menganalisis pergerakan pesawat dan penumpang saat ini dan 5 tahun kedepan untuk mendapatkan pesawat rencana. Selanjutnya, menghitung geometri landasan berdasarkan pesawat rencana dan membandingkan dengan kondisi eksisting.Dari hasil analisis didapatkan, panjang runway yang dibutuhkan pesawat rencana Boeing 787-900 Dreamliner menurut aturan FAA adalah 3746 m dan menurut aturan SKEP77 adalah 3800 m sedangkan, runway eksisting hanya 2220 m. Untuk lebar runway menurut aturan FAA dan SKEP77 dapat diambil sebesar 45 m, lebarnya sama dengan kondisi eksisting. Panjang taxiway yang dibutuhkan adalah 276 m, sedangkan eksistingnya hanya 150 m dan 100 m. Untuk lebar taxiway, FAA dan SKEP77 menentukan sebesar 25 m dimana lebar taxiway eksisting mempunyai lebar 26 m dan 25 m. Kesimpulannya, panjang runway dan taxiway masih belum mampu melayani pesawat rencana tersebut.
Normalisasi Sungai Ciliwung Menggunakan Program HEC-RAS 4.1 (Studi Kasus Cililitan - Bidara Cina) Restu Wigati; Soedarsono Soedarsono
Jurnal Fondasi Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.411 KB) | DOI: 10.36055/jft.v5i1.1242

Abstract

Sungai Ciliwung merupakan salah satu sungai yang melintasi wilayah Kota Jakarta.Sungai Ciliwung yang melintasi banyak pemukiman penduduk seringkali dikaitkan dengan masalah banjir yang terjadi di Kota Jakarta.Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi terjadinya banjir di Sungai Ciliwung pada ruas Cililitan sampai dengan Bidara Cina dengan Q50 dan Q.Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data tinggi muka air selama 11 tahun dari Stasiun M.T. Haryono, peta DAS Ciliwung serta gambar penampang melintang dan memanjang Sungai Ciliwung. Analisis debit banjir rencana menggunakan Metode Rating Curve dan Analisis Regional. Perhitungan debit rencana tersebut digunakan untuk menganalisis banjirmenggunakan program HEC-RAS pada 150 profil. Hasil penelitian menunjukkan besar debit banjir Q50 sebesar 261,397 m3/s dan Q100 sebesar 307,012 m3/s dimana pada semua lokasi titik tinjauan mengalami banjir. Berdasarkan hasil analisis dari program HECRAS pada lokasi yang terjadi banjir, maka perlu adanya pendimensian ulang atau normalisasi pada penampang sungai dan peninggian tanggul sungai.
Analisis Kapasitas Dan Tingkat Kinerja Simpang Bersinyal Pada Simpang Palima Arief Budiman; Dwi Esti Intari
Jurnal Fondasi Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.551 KB) | DOI: 10.36055/jft.v5i1.1248

Abstract

Simpang Palima adalah simpang dengan empat lengan yang dilengkapi dengan sinyal lampu lalu lintas. Simpang yang terletak di Kota Serang, Banten ini menghubungkan antara Jalan Raya Serang – Pandeglang, Jalan Raya Palka, dan Jalan Syekh Moh. Albantani.Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis berapa besar kapasitas dan tingkat kinerja simpang bersinyal di Simpang Palima, mengetahui faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi kapasitas simpang bersinyal, dan mengetahui bagaimana alternatif pemecahan masalah pada kinerja Simpang Palima tersebut. Penelitian simpang bersinyal ini menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997.Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kapasitas Simpang Palima pada pendekat utara yaitu sebesar 803 smp/jam, pendekat Selatan yaitu 1087 smp/jam, pendekat Barat yaitu 369 smp/jam, dan pendekat Timur yaitu 826 smp/jam. Berdasarkan hasil penelitian pada Simpang Palima dapat diketahui bahwa simpang mendekati jenuh dikarenakan pada pendekat Utara menghasilkan derajat kejenuhan (ds) sebesar 0,96 (ds > 0,75 ; jenuh), sedangkan pendekat Selatan, Barat dan Timur menghasilkan derajat kejenuhan (ds)masing – masing sebesar 0,52, 0,21, 0,31 (ds < 0,75 ; tidak jenuh). Panjang antrian tertinggi 97 m, besar nilai angka henti seluruh pada simpang adalah 0,75 stop/smp, dan tundaan rata – rata simpang yang dihasilkan adalah 41,96 det/smp dan masuk tingkat pelayanan simpang (LOS) dengan tingkat E (40 – 60 det/smp). Untuk meningkatkan kinerja Simpang Palima dilakukan alternatif perbaikan jangka pendek dengan melakukan koordinasi lampu hijau dimana hasil derajat kejenuhan yang dihasilkan untuk pendekat Utara = 0,37, pendekat Selatan = 0,25, pendekat Barat = 0,14, dan pendekat Timur = 0,21. Tingkat pelayanan simpang meningkat menj adi B (5 – 15 detik)
ANALISIS BANJIR MENGGUNAKAN SOFTWARE HEC-RAS 4.1 (Studi kasus sub DAS Cisimeut hilir HM 0+00 Sampai dengan HM 69+00 ) Restu Wigati; Soedarsono Soedarsono
Jurnal Fondasi Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1428.589 KB) | DOI: 10.36055/jft.v5i1.1243

Abstract

Sungai merupakan salah satu sumber daya air yang banyak dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air baku sehingga keberadaannya sangat penting dalam menunjang kebutuhan manusia. Seiring dengan perubahan kondisi di wilayah sungai, perubahan tataguna lahan dan pertumbuhan penduduk membuat sungai tidak berfungsi optimal sebagaimana mestinya, sehingga mengakibatkan banyak kerugian dan merugikan masyarakat.Banjir juga dapat merusak bangunan, lahan pertanian, sarana dan prasarana, lingkungan hidup serta merusak tata kehidupan masyarakat di wilayah Banten, khususnya di Sub-DAS Cisimeut. Banjir terjadi karena meluapnya sungai, dan berkurangnya luas daerah resapan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya banjir yang ada di Kecamatan Lebak, yang didasarkan pada daya tamping dengan debit yang terjadi, memberi solusi alternatif dari permasalahan banjir tersebut, dan mengetahui mampu atau tidaknya kondisi segmen DAS Cisimeut Hilir menampung debit aliran sungai untuk kala ulang50 tahun. Pada Penelitian ini data yang digunakan adalah data sekunder berupa Curah hujan harian selama 19 tahun dan data dimensi tampang lintang Sub-DAS Cisimeut. Hasil hitungan hujan rencana dengan kala ulang 50 tahun yaitu = 128,26 mm, hujan jam-jaman dengan metode ABM (Alternatif Block Methode),berdurasi 6 jam dengan durasi puncak pada jam ke 3 yaitu = 69.96 mm Sedangkan debit rencana dengan metode Snyder didapat nilai debit puncak sebesar 1566,439 m3/s, adapun dengan menggunakan metode metode SCS didapat nilai debit puncak sebesar 1217,22 m3/s, setelah nilai debit diketahui, hitungan dilanjutkan menggunakan software untuk mengetahui kapasitas tampung sungai menggunakan aliran Steady flow dan aliran Unstaedy flow.Sub-DAS Cisimeut tidak dapat menampung debit aliran yang terjadi, oleh karenanya perlu adanya normalisasi Sungai, atau alternatif lain sehingga aliran air dapat ditampung oleh sungai Cisimeut
ESTIMASI BIAYA PADA PROYEK PERUMAHAN (Studi Kasus Proyek Pembangunan Citra Serang Residence) Andi Maddeppungeng; Irma Suryani
Jurnal Fondasi Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.518 KB) | DOI: 10.36055/jft.v5i1.1249

Abstract

Pelaku pembangunan proyek konstruksi pembangunan perumahan di Indonesia pada umumnya tidak melakukan identifikasi biaya tidak langsung (Inderect Costs) secara detail serta diyakini tidak memiliki mekanisme yang akurat dalam menentukan besarnya masing-masing variabel biaya tidak langsung. Akibatdari tidak memiliki mekanisme yang akurat dalam estimasi biaya (estimated cost), terlebih dalam estimasi biaya tidak langsung sehingga keuntungan yang diperoleh tidak optimal bahkan tidak jarang mengalami kerugian. Oleh karena itu, penelitian ini akan membahas tentang estimasi biaya pada proyek perumahan di proyek pembangunan Perumahan Citra Serang Residence.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui estimasi biaya, besaran persentase biaya tidak langsung serta pola rantai pasok (Supply Chain) material dan pekerja pada proyek Perumahan Citra Serang Residence.Penelitian ini menggunakan metode observasi langsung dan penyebaran kuesioner kepada responden yang terlibat pada proyek tersebut, kemudian data yang diperoleh diolah mengggunakan softwareSPSS.20 untuk mengetahui karakteristik dari biaya tidak langsung tersebut.Dari hasil pembahasan diperoleh rata-rata nilai persentase Inderect Cost pada proyek perumahan sebesar 12.13 % dan pada proyek pembanding pada proyek konstruksi jalan adalah sebesar 6.59 %. Serta diperoleh kesimpulan bahwa estimasi biaya tidak langsung pada proyek perumahan sangat penting untukdilakukan.
ANALISIS PERBANDINGAN SIMPANGAN HORISONTAL ( DRIFT ) PADA STRUKTUR GEDUNG TAHAN GEMPA DENGAN 3) MENGGUNAKAN PENGAKU LATERAL (BRACING ) BERDASARKAN SNI 03-1726-2002 DAN SNI 03-1726-2012 Soelarso Soelarso; Baehaki Baehaki
Jurnal Fondasi Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.47 KB) | DOI: 10.36055/jft.v5i1.1244

Abstract

Indonesia sering dikejutkan dengan berbagai macam bencana alam, terutama gempa.Hal ini terjadi karena Indonesia berada di pertemuan lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik.Solusi yang digunakan untuk meningkatkan kinerja struktur bangunan akibat menahan gempa lateral yang ditimbulkan akibat gempa salah satunya adalah dengan penambahan pengaku lateral (bracing) pada elemen struktur portal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan perubahan simpangan horizontal padagedung kontruksi baja yang menerima beban gempa dan beban angin setelah menggunakan V-Bracing dan Inverted V-Bracing dan mengetahui perbedaan hasil simpangan horizontal antara SNI 2002 dengan SNI 2012.Hasil dari analisis menunjukan bahwa beban gempa dipengaruhi oleh faktor respons gempa. SNI 2012 memiliki faktor respon gempa dan kombinasi pembebanan lebih besar daripada SNI 2002 sehingga simpangan gedung antar lantai yang terjadi berdasarkan SNI 1726-2012 lebih besar dibandingkan denganSNI 1726-2002. Penambahan pengaku lateral (bracing) pada struktur gedung, bresing Inverted V lebih unggul mengurangi simpangan horizontal (drift) akibat gaya gempa statik ekuivalen hingga mencapai 74,65% pada arah X dan 75,06% pada arah Ydibandingkan dengan bresing V

Page 1 of 1 | Total Record : 10