cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 08532982     EISSN : 25492659     DOI : 10.5614/jts
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala setiap tiga bulan, yaitu April, Agustus dan Desember. Jurnal Teknik Sipil diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1990 dengan membawa misi sebagai pelopor dalam penerbitan media informasi perkembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia. Sebagai media nasional, Jurnal Teknik Sipil diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Teknik Sipil di Indonesia. Dalam perkembangannya, Jurnal Teknik Sipil telah terakreditasi sebagai jurnal ilmiah nasional sejak tahun 1996 dan saat ini telah terakreditasi kembali (2012-2017). Dengan pencapaian ini maka Jurnal Teknik Sipil telah mengukuhkan diri sebagai media yang telah diakui kualitasnya. Hingga saat ini Jurnal Teknik Sipil tetap berusaha mempertahankan kualitasnya dengan menerbitkan hanya makalah-makalah terbaik dan hasil penelitian terbaru.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 18 No 3 (2011)" : 8 Documents clear
Studi Eksperimental Penggunaan Tulangan Pengekang Tidak Standar yang Dimodifikasi pada Kolom Persegi Beton Bertulang Anang Kristianto; Iswandi Imran; Made Suarjana
Jurnal Teknik Sipil Vol 18 No 3 (2011)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2011.18.3.1

Abstract

Abstrak. Salah satu persyaratan penting untuk konstruksi tahan gempa yang terkait dengan pengekangan adalah pemasangan tulangan pengekang dengan kait gempa 1350 pada sengkang. Dalam pelaksanaannya banyak pelaksana konstruksi menggunakan tulangan pengekang dengan kait 900 atau dengan konfigurasi dobel C (tidak sesuai standar). Berdasarkan beberapa hasil penelitian dan beberapa catatan dari kejadian gempa di Indonesia akhir-akhir ini, pemasangan tulangan pengekang yang tidak sesuai standar untuk kolom beton bertulang menghasilkan kinerja yang buruk sebagai struktur tahan gempa. Makalah ini memaparkan hasil eksperimen yang bertujuan mengembangkan elemen tambahan (pen-binder) untuk meningkatkan efektivitas pengekangan kolom beton dengan tulangan pengekang yang tidak sesuai standar. Efektivitas dari tambahan elemen untuk meningkatkan kinerja pengekangan pada beberapa konfigurasi tulangan pengekang yang tidak standar ini diuji dengan beban aksial dan lateral siklis. Benda uji berjumlah 5 buah kolom, dimensi penampang 260 mm x 260 mm dan tinggi 1500 mm. Variabel pengujian adalah jenis material pen-binder,level beban aksial dan sudut kait yang digunakan dalam tulangan pengekang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa modifikasi terhadap tulangan pengekang tidak standar efektif mengekang inti beton, meningkatkan daktilitas dan kemampuan disipasi energikolom benda uji.Abstract. One of the important requirements for earthquake resistant buildings associated with confinement is the use of seismic hook (135-degree hook) in hoop. Therefore, in practice many construction workers use confining reinforcement 90-degree hook or with double C configuration (code non-compliance). Based on some research and some records of recent earthquakes in Indonesia, the use of the code non-compliance confining reinforcement for reinforced concrete columns can result in structures with poor seismic performance. This paper presents the results of experimental study with an objective to develop an additional element (pen-binder) expected to improve the effectiveness of concrete columns confined with non-compliance confining reinforcement. The effectiveness of  this additional element in improving the performance of some configuration of non-compliance confining reinforcement in columns under axial and lateral cyclic loading was investigated in this study.The specimens tested in the study were 5 column specimens, with 260 mm x 260 mm in cross section and 1500 mm in height. The test variables were types of pen-binder material, level of axial load, angle of hook applied. The test results indicate that confining reinforcement modification can be effective in confining the core concrete, improving ductility and dissipation energy of column specimens.
Perkuatan Pelat Jembatan Dek Baja dengan Overlay Beton Bertulang Made Sukrawa; I K. Sudarsana; I Wayan Dana
Jurnal Teknik Sipil Vol 18 No 3 (2011)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2011.18.3.2

Abstract

Abstrak. Penelitian tentang metode perkuatan pelat jembatan komposit dek baja bergelombang (CSD) telah dilakukan dengan mempertebal pelat menggunakan overlay beton bertulang. Pengujian Laboratorium dalam skala 1:2 dilakukan dengan membuat dan menguji 12 komponen pelat komposit tebal 95 mm, lebar 500 mm dan panjang 2 kali 700 mm berupa pelat menerus satu arah. Tiga pelat kontrol dan 9 pelat dengan perkuatan diuji sampai runtuh, delapan pelat diberikan pembebanan awal sampai terjadi retak awal pada daerah tumpuan tengah untuk menirukan pelat yang sudah retak. Analisis dengan model elemen hingga (MEH) menggunakan program LUSAS v 13.57 juga dilakukan sebagai perbandingan. Perilaku lentur pelat akibat dua beban garis diamati dalam bentuk grafik beban-lendutan pada umur beton overlay 3, 7 dan 28 hari, dengan bahan accelerator pada beton overlay. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kekuatan dan kekakuan lentur pelat dengan overlay beton meningkat secara meyakinkan dengan nilai masing-masing 45% dan 100% pada umur overlay 3 hari. Pada umur overlay 3 dan 7 hari kekuatan pelat komposit hampir mencapai kekuatan pelat pada umur 28 hari. Model Elemen Hingga memberikan kekuatan dan kekakuan pelat yang lebih besar dari hasil pengujian laboratorium, namun perilaku kedua pelat mirip, dimana, pada pembebanan yang lebih tinggi kekakuan pelat menurun. Abstract. Research on strengthening method of bridge deck with corrugated steel deck by increasing its thickness using reinforced concrete overlay was conducted by casting and testing 12 slab specimens with total thickness of 95 mm, width 500 mm and length 2 times 700 mm, which is a 1:2 scale of continuous one way slab. Three control slabs and 9 strengthened slabs were tested until failure, 8 slabs were preloaded until initial crack occurs on the middle support region to simulate cracked deck. Finite element model (FEM) using LUSAS v 13.57 was also done as comparison. Slab behavior under two strip loadings was recorded as load-deformation graph at concrete overlay age of 3, 7, and 28 days, with accelerator in concrete overlay. Test result showed that the strength and stiffness of deck with concrete overlay improved by 45% and 100%, respectively, at concrete overlay age of 3 days. Interestingly enough, at the overlay age of 3 and 7 days, the strength of composite slab almost reach its 28 days strength. Finite Element Model showed that the deck strength and stiffness are larger than those of the test results, however, their behavior is similar in which, at higher load level, the stiffness of the slab reduce noticeably.
Deagregasi Hazard Kegempaan Provinsi Sumatera Barat Delfebriyadi Delfebriyadi
Jurnal Teknik Sipil Vol 18 No 3 (2011)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2011.18.3.3

Abstract

Abstrak. Suatu studi analisis hazard kegempaan dilakukan berdasarkan kriteria desain yang disyaratkan dalam SNI 03-1726-2002, yaitu untuk umur bangunan 50 tahun dan nilai probabilitas terlampaui 10%. Deagregasi hazard dibutuhkan dalam analisis hazard kegempaan untuk menetapkan kendali jarak dan magnitude gempa dalam periode ulang tertentu. Informasi jarak dan magnitude ini merupakan bagian informasi pemilihan kriteria riwayat waktu dengan karakteristik yang mendekati kondisi yang diinginkan. Analisis tersebut dilakukan berdasarkan teori probabilitas total dengan menggunakan pemodelan sumber gempa 2-D. Hasil akhir yang diperoleh adalah peta deagregasi hazard untuk wilayah provinsi Sumatera Barat dengan periode ulang 500 tahun.Abstract. Seismic hazard analysis for any site is performed based on SNI 03-1726-2002 implementing spectral hazard for 10% probability of exceedance in design time period of 50 year. Hazard deaggregation is required in seismic hazard analysis in order to determine the controlling magnitudes and distances for particular return periods of earthquakes. The values of these magnitude and distance give the information about a criteria of certain engineering decisions on predicting acceleration time history. The analysis was performed using the total probability theorm with 2D seismic source model. The final result of this study are deaggregation hazard maps of province West Sumatera for return period of 500 years.
Development of Pre-consolidation Pressure Dependence of Mixed Hardening Multisurface Hyperplasticity Model for Better Prediction of Earthquakes Ground Response Analysis Dedi Apriadi; Halida Yunita; Suched Likitlersuang; Thirapong Pipatpongsa
Jurnal Teknik Sipil Vol 18 No 3 (2011)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2011.18.3.4

Abstract

Abstract. It was known that soil behavior is dependent upon the history of loading and exhibits hardening behavior when deformed plastically. This paper presents a formulation of mixed hardening multisurface hyperplasticity model with stiffness factors of the kinematic hardening of the yield surfaces proportional to the pre-consolidation pressure to represent the history of loading. Formulation is emphasized for describing the cyclic loading behavior of clay soils. The advantages of this approach are that it can reproduce smooth transitions from elastic to plastic behavior and allows the stress-reversal history to be memorized by the internal variable function. The Modified Cam Clay yield function is selected as a key model to simulate the stress-strain response. The incremental stress"“strain response is calculated based on a rate-dependent formulation. Finally, this paper describes the importance of development of the formulated soil model to improve current constitutive models for evaluating the effects of local soil conditions on earthquake ground response analysis. Further results of numerical implementation and simulations and also model verification employing the proposed mathematical model formulation will be reported in a future publication. Abstract. Telah diketahui bahwa perilaku tanah akan tergantung dari sejarah pembebanannya dan juga memperlihatkan perilaku hardening apabila tanah mengalami deformasi secara plastik. Tulisan ini menyajikan sebuah formulasi model tanah mixed hardening multisurface hyperplasticity dengan faktor kekakuan kinematik hardening proporsional terhadap tekanan pra-konsolidasi guna merepresentasikan sejarah pembebanan yang terjadi pada tanah. Formulasi ditekankan untuk mendeskripsikan perilaku pembebanan siklik pada tanah lempung. Kelebihan dari pendekatan model hyperplasticity ini adalah dapat menghasilkan transisi dari perilaku elastik ke plastik secara smooth serta mampu "mengingat" sejarah perubahan tegangan yang terjadi pada tanah dengan menggunakan fungsi variabel internal. Fungsi leleh Modified Cam Clay dipilih sebagai model utama untuk mensimulasikan respons tegangan-regangan. Selanjutnya, respons tegangan-regangan dihitung berdasarkan sebuah formulasi rate-dependent. Terakhir, tulisan ini mendeskripsikan pentingnya pengembangan model ini guna memperbaiki analisis respons tanah akibat gempa. Hasil-hasil lebih lanjut berupa implementasi dan simulasi numerik serta juga verifikasi model yang diusulkan akan disajikan dalam publikasi berikutnya.
The Analysis Slope Stability Reservoir Keuliling with Finite Element Methods Abdul Jalil
Jurnal Teknik Sipil Vol 18 No 3 (2011)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2011.18.3.5

Abstract

Abstrak. Keruntuhan timbunan tanggul dapat menyebabkan tidak stabilnya lereng baik dihulu maupun di hilir. Keruntuhan permukaan lereng terjadi karena aliran air di dalam tubuh bendung dan tanah pondasi. Kondisi kritis terjadi di lereng hulu waduk pada saat selesai konstruksi dan penurunan muka air tiba-tiba. Tahapan kritis pada hilir bendung pada saat selesai konstruksi dan terjadi rembesan ketika ketinggian air waduk penuh. Penelitian ini difakuskan pada analisa stabilitas lereng Waduk Keuliling di Kabupaten Aceh Besar. Analisa ini menggunakan elemen segitiga dengan 15 titik nodal metoda elemen hingga dan bantuan program Plaxis 7.1.1. Angka keamanan yang dihasilkan dalam analisa ini adalah 2,3 - 2,5 pada sta 0+500 sampai sta 0+600. Pada kondisi jangka panjang selesai konstruksi dihasilkan angka keamanan sebesar 2,78 - 2,88 dan kondisi penurunan muka air tiba-tiba dihasilkan angka keamanan 2,2 - 2,4. Abstract. Failure of an embankment dam can be caused by instability of either the upstream or downstream slopes. The failure surface may lie within the embankment or may pass through the embankment and the foundation soil. The critical stages in an upstream slope are at the end of construction and during rapid drawdown. The critical stages for the downstream slope are at the end of construction and during steady seepage when the reservoir is full. This paper is focused on analyzing the slope stability of dam Waduk Keuliling located in Kabupaten Aceh Besar. All of the analyses were performed based on finite element method with the help of a computer program Plaxis 7.1.1. The triangle element with 15 nodes were used in the analyses. The result of the slope stability analysis show that the safety factor at the end of construction of sta 0+500 to sta 0+600 is2.3- 2.5.The safety factor obtain of the long construction is 2.78- 2.88 and the dam condition during rapid drawdown is 2.2 "“ 2.4.
Prosedur Umum Perhitungan Hidrograf Satuan Sintetis dengan Cara ITB dan Beberapa Contoh Penerapannya Dantje K. Natakusumah; Waluyo Hatmoko; Dhemi Harlan
Jurnal Teknik Sipil Vol 18 No 3 (2011)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2011.18.3.6

Abstract

Abstract. Metode hidrograf satuan sintetis adalah metoda yang populer digunakan dan memainkan peranan penting dalam banyak perencanaan di bidang sumber daya air khususnya dalam analisis debit banjir DAS yang tidak terukur. Metode ini sederhana, karena hanya membutuhkan data-data karakteristik DAS seperti luas DAS dan panjang sungai dan dalam beberapa kasus dapat juga mencakup karakteristik lahan digunakan. Oleh karena itu, metode ini merupakan alat berguna untuk mensimulasikan aliran dari DAS tidak terukur dan daerah aliran sungai mengalami perubahan penggunaan lahan. Untuk mengembangkan hidrograf satuan sintetis, beberapa metoda telah tersedia. Beberapa metoda hidrograf satuan sinteteis seperti cara Nakayasu, Snyder-Alexeyev, SCS, dan GAMA-1 sangat populer dan umum digunakan di Indonesia untuk menghitung debit puncak dan bentuk hidrograf banjir. Makalah ini menyajikan suatu pendekatan sederhana untuk menentukan hidrograf satuan tak-berdimensi yang konsisten berdasarkan prinsip konservasi massa. Hidrograf satuan dapat dibuat dengan menggunakan satu fungsi tunggal sederhana (HSS ITB-1) atau menggunakan dua fungsi sederhana (HSS ITB-2) yang dikombinasikan dengan faktor debit puncak yang dapat disesuaikan secara otomatis berdasarkan rasio antara luas DAS dan luas hidrograf satuan yang dihitung secara numerik menggunakan prosedur  tabulasi sederhana. Abstract. Synthetic unit hydrograph methods are popular and play an important role in many water resources design especially in the analysis of flood discharge of ungagged watersheds. These methods are simple, requiring only watershed characteristics such as area and river length and in some cases it may also include land use characteristics. Therefore, these methods serve as useful tools to simulate runoff from ungagged watersheds and watersheds undergoing land use change. To develop a synthetic unit hydrograph, several techniques are available. Several most popular unit hydrographs methods such as Nakayasu, Snyder-Alexeyev, SCS, and GAMA-1 are popular and commonly used in Indonesia for computing both peak discharge rate and the shape of flood hydrograph. This paper presents a simple approach for determining a consistent dimensionless unit hydrograph based on mass conservation principles. The unit hydrographs are synthesized by using either a simple single function (ITB-1) or using two simple functions (ITB-2) combined with an automatic adjustable peak rate factors based on the ratio between catchment area and area of unit hydrograph computed numerically using a simple tabulation procedure.
The Influence of Railway Station on Residential Property Values-Spatial Hedonic Approach The Case of Serpong’s Railway Station Ibnu Syabri
Jurnal Teknik Sipil Vol 18 No 3 (2011)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2011.18.3.7

Abstract

Abstract. Urban area management in developed countries such as the United States and Japan which have implemented “Transit Oriented Development” (TOD), shows that TOD seems capable of increasing the property values and and reducing household expenditure for transportation costs. However, applying the TOD concept in Indonesian cities such as Jakarta, Surabaya, and Medan, is a unique and considerable challenge, considering urban transportation condition in Indonesia that is far different from the conditions in urban areas in developed countries. One of important infrastructure policy issues for Jakarta and other rapidly growing cities in Indonesia is how to raise fiscal revenues through “value capture”, in which the increase the property values is due to better access and services from the existances of the railway stations. The research is based on a case study in Serpong, a neighborhood in Jakarta Metropolitan Area (JMA), Indonesia. The focus of this study is to test the basic viewpoint of TOD strategy which is how transport infrastructure such as railway stations influence the property values of a neighborhood. Following Anselin and Lozano-Gracia’s (2009) framework, this paper uses a spatial hedonic pricing model that allows to measure both “direct and in-direct effects” or “externality spillovers” from the existence of the railway stations. Abstrak. Pengelolaan kawasan perkotaan di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, dan lain-lain yang telah menerapkan konsep "Pembangunan berorientasi Transit" atau lazim disebut dengan istilah “transit oriented development” (TOD), menunjukkan bahwa TOD tampaknya mampu meningkatkan nilai properti dan dan mampu mengurangi pengeluaran rumah tangga untuk biaya transportasi. Namun demikian, menerapkan konsep TOD di kota-kota Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan, merupakan tantangan yang unik dimana kondisi tataruang kota dan transportasi perkotaan di Indonesia yang jauh berbeda dari kondisi di daerah perkotaan di negara-negara maju. Salah satu isu kebijakan infrastruktur penting untuk Jakarta dan kota-kota berkembang pesat di Indonesia adalah bagaimana memberikan jastifikasi meningkatkan pendapatan fiskal melalui konsep "value capture", di mana nilai properti meningkat karena akses dan layanan yang baik dari keberadaan stasiun kereta api. Penelitian ini didasarkan pada studi kasus di Serpong, sebuah lingkungan di Jakarta Metropolitan Area (JMA), Indonesia. Fokus dari penelitian ini adalah untuk menguji sudut pandang dasar strategi TOD yaitu bagaimana infrastruktur transportasi, seperti stasiun kereta api, mempengaruhi nilai properti yang ada disekitarnya. Dengan menggunakan kerangka metodoologi yang sama dengan Anselin dan Lozano-Gracia (2009),”spatial hedonic pricing models” studi ini mampu mengukur baik "efek langsung” maupun “tidak langsung" dari "limpahan eksternalitas" keberadaan stasiun kereta api.
Technical Notes Shear-Wave Velocity of Cemented Soils of Jakarta Widjojo A. Prakoso
Jurnal Teknik Sipil Vol 18 No 3 (2011)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2011.18.3.8

Abstract

Abstrak. Dalam rangka pengembangan korelasi antara kecepatan rambat gelombang geser vs dan tahanan penetrasi standar N-SPT untuk tanah Indonesia, hasil dari uji penetrasi standar dan uji seismic downhole dari tiga lokasi di daerah Jakarta dikumpulkan dan dianalisis. Fokus dari makalah ini adalah tanah tersementasi. Hasil dari kedua jenis pengujian digunakan untuk mengembangkan korelasi vs "“ N-SPT. Korelasi tersebut kemudian dibandingkan dengan korelasi yang terdapat di dalam literatur. Abstract. To initiate the development of shear-wave velocity vs and standard penetration resistance N-SPT correlations of soils from Indonesia, the results of standard penetration tests and seismic down hole tests from three locations in Jakarta area are compiled and analyzed. The focus of the present paper is on cemented soils. The results of the tests are used to develop a vs "“ N-SPT correlation. The results and the associated correlation are then compared to existing correlations available in the literature.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2011 2011


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 3 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 32 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 32 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 31 No 3 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 31 No 2 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 31 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 30 No 3 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 3 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 3 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020) Vol 27 No 2 (2020) Vol 27, No 1 (2020) Vol 27 No 1 (2020) Vol 26, No 3 (2019) Vol 26 No 3 (2019) Vol 26, No 2 (2019) Vol 26 No 2 (2019) Vol 26 No 1 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25 No 3 (2018) Vol 25, No 2 (2018) Vol 25 No 2 (2018) Vol 25 No 1 (2018) Vol 25, No 1 (2018) Vol 24, No 3 (2017) Vol 24 No 3 (2017) Vol 24 No 2 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24, No 1 (2017) Vol 24 No 1 (2017) Vol 23 No 3 (2016) Vol 23, No 3 (2016) Vol 23, No 2 (2016) Vol 23 No 2 (2016) Vol 23 No 1 (2016) Vol 23, No 1 (2016) Vol 22, No 3 (2015) Vol 22 No 3 (2015) Vol 22 No 2 (2015) Vol 22, No 2 (2015) Vol 22, No 1 (2015) Vol 22 No 1 (2015) Vol 21, No 3 (2014) Vol 21 No 3 (2014) Vol 21 No 2 (2014) Vol 21, No 2 (2014) Vol 21, No 1 (2014) Vol 21 No 1 (2014) Vol 20, No 3 (2013) Vol 20 No 3 (2013) Vol 20 No 2 (2013) Vol 20, No 2 (2013) Vol 20, No 1 (2013) Vol 20 No 1 (2013) Vol 19 No 3 (2012) Vol 19, No 3 (2012) Vol 19 No 2 (2012) Vol 19, No 2 (2012) Vol 19, No 1 (2012) Vol 19 No 1 (2012) Vol 18 No 3 (2011) Vol 18, No 3 (2011) Vol 18 No 2 (2011) Vol 18, No 2 (2011) Vol 18, No 1 (2011) Vol 18 No 1 (2011) Vol 17 No 3 (2010) Vol 17, No 3 (2010) Vol 17, No 2 (2010) Vol 17 No 2 (2010) Vol 17 No 1 (2010) Vol 17, No 1 (2010) Vol 16, No 3 (2009) Vol 16 No 3 (2009) Vol 16, No 2 (2009) Vol 16 No 2 (2009) Vol 16 No 1 (2009) Vol 16, No 1 (2009) Vol 15, No 3 (2008) Vol 15 No 3 (2008) Vol 15, No 2 (2008) Vol 15 No 2 (2008) Vol 15 No 1 (2008) Vol 15, No 1 (2008) Vol 14 No 4 (2007) Vol 14, No 4 (2007) Vol 14 No 3 (2007) Vol 14, No 3 (2007) Vol 14 No 2 (2007) Vol 14, No 2 (2007) Vol 14, No 1 (2007) Vol 14 No 1 (2007) Vol 13, No 4 (2006) Vol 13 No 4 (2006) Vol 13, No 3 (2006) Vol 13 No 3 (2006) Vol 13, No 2 (2006) Vol 13 No 2 (2006) Vol 13, No 1 (2006) Vol 13 No 1 (2006) Vol 12, No 4 (2005) Vol 12 No 4 (2005) Vol 12 No 3 (2005) Vol 12, No 3 (2005) Vol 12 No 2 (2005) Vol 12, No 2 (2005) Vol 12, No 1 (2005) Vol 12 No 1 (2005) Vol 11 No 4 (2004) Vol 11, No 4 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11 No 3 (2004) Vol 11, No 2 (2004) Vol 11 No 2 (2004) Vol 11, No 1 (2004) Vol 11 No 1 (2004) Vol 10 No 4 (2003) Vol 10, No 4 (2003) Vol 10 No 3 (2003) Vol 10, No 3 (2003) Vol 10, No 2 (2003) Vol 10 No 2 (2003) Vol 10, No 1 (2003) Vol 10 No 1 (2003) More Issue