cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 08532982     EISSN : 25492659     DOI : 10.5614/jts
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala setiap tiga bulan, yaitu April, Agustus dan Desember. Jurnal Teknik Sipil diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1990 dengan membawa misi sebagai pelopor dalam penerbitan media informasi perkembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia. Sebagai media nasional, Jurnal Teknik Sipil diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Teknik Sipil di Indonesia. Dalam perkembangannya, Jurnal Teknik Sipil telah terakreditasi sebagai jurnal ilmiah nasional sejak tahun 1996 dan saat ini telah terakreditasi kembali (2012-2017). Dengan pencapaian ini maka Jurnal Teknik Sipil telah mengukuhkan diri sebagai media yang telah diakui kualitasnya. Hingga saat ini Jurnal Teknik Sipil tetap berusaha mempertahankan kualitasnya dengan menerbitkan hanya makalah-makalah terbaik dan hasil penelitian terbaru.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 23 No 2 (2016)" : 8 Documents clear
Karakteristik Kayu Kelapa di Berbagai Zona di Indonesia Timur Berdasarkan Sifat Fisis dan Mekanisnya Jeanely Rangkang; Fery Sondakh; Enteng Jolly Saerang
Jurnal Teknik Sipil Vol 23 No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2016.23.2.1

Abstract

Abstrak. Sifat fisis dan mekanis kayu kelapa dievaluasi pada tulisan ini. Tulisan ini bertujuan untuk menetukan karakteristik kayu kelapa dari beberapa lokasi di Sulawesi Utara (pada 4 daerah) dan Maluku Utara (pada 2 daerah). Penelitian dilaksanakan melalui uji laboratorium, dengan metode pengujian didasarkan pada ASTM (American Society for Testing and Materials). Hasil pengujian menunjukkan bahwa bagian batang kelapa bawah luar memberikan performa yang lebih baik (unggul) dibandingkan dengan bagian batang kelapa lainnya. Lebih lanjut, nilai dari hampir semua jenis pengujian, yang meliputi: berat jenis, kadar air, kuat tekan sejajar serat, kuat tekan tegak lurus serat, kekerasan, kuat geser sejajar serat, kuat tarik sejajar serat, penyusutan volumetris dan  kuat lentur kayu kelapa, cenderung memberikan trend yang sama. Fenomena tersebut terlihat pada semua kayu kelapa dari berbagai daerah (lokasi pengambilan) yang diuji. Pada bagian akhir tulisan ini diberikan rekomendasi sehubungan dengan penggunaan kayu kelapa sebagai bahan konstruksi alternatif.Abstract. The mechanical properties and phisical properties of coconut tree is evaluated in this paper. The aim of this paper is to determine the characteristics of coconut trees from several location in North Sulawesi (at 4 regions) and North Maluku (at 2 regions). This research was conducted through laboratory testing, which is based on ASTM (American Society for Testing and Materials). Test results showed that the outer bottom part of the coconut tree gives the superior perfomance than that of coconut tree from other parts. Moreover, the values of most types of  testing i.e. specific gravity, moisture content, compressive strength parallel to grain, compressive strength perpendicular to grain, hardness, shear strength parallel to grain, tensile strength parallel to grain, skrinkage in volume, and bending strength of coconut tree, tends to give the same trend.
Studi Eksperimental tentang Pengaruh Dinding Bata Merah Terhadap Ketahanan Lateral Struktur Beton Bertulang Jafril Tanjung; Maidiawati Maidiawati
Jurnal Teknik Sipil Vol 23 No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2016.23.2.2

Abstract

Abstrak. Bata merah umum digunakan sebagai dinding pada struktur bangunan beton bertulang di negara berkembang dan rawan bencana gempa bumi seperti Indonesia. Dalam proses prencanaan, dinding bata merah biasanya diperlakukan sebagai komponen non-struktur, dimana interkasi antara dinding dan struktur beton bertulang diabaikan. Fakta hasil observasi lapangan pasca bencana gempa bumi Sumatera Barat menunjukkan bahwa dinding bata merah dapat membantu mengurangi kerentanan struktur beton bertulang yang dikenai beban lateral. Dalam makalah ini, hasil serangkaian pengujian laboratorium struktur portal beton bertulang akan dibahas untuk menentukan pengaruh dinding bata merah terhadap ketahanan lateral struktur beton bertulang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dinding bata mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap ketahanan lateral struktur beton bertulang. Peningkatan ketahanan lateral juga diperoleh dengan penggunaan ukuran bata merah yang lebih besar dan penggunaan plesteran pada kedua sisi dinding.Abstract. Reinforced-Concrete (R/C) frame structures with unreinforced clay brick masonry (URM) infill walls are commonly used in developing countries with regions of high seismicity. The walls are usually treated as non-structural components, and their interaction with the bounding frames is often ignored in designing process. Field evidences after West Sumatera earthquake have shown that URM infill walls can help reduce the vulnerability of the R/C frame structures against lateral load. In the present paper, it is an attempt to highlight the series laboratory experimental results of the R/C frame structures with URM infill walls. Results of the experimental studies which have indicated URM infill walls can have a significant influence on the lateral resistance of the R/C frame structures. Increasing the lateral resistance is also observed on the R/C frame structures uses larger size of the clay brick masonry and uses mortar on the infill walls' surfaces.
Pengaruh Penggunaan Serat Baja Terhadap Flexural Toughness Reactive Powder Concrete Widodo Kushartomo; Daniel Christianto; Jenny Suryani
Jurnal Teknik Sipil Vol 23 No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2016.23.2.3

Abstract

Abstrak. Penelitian ini menjelaskan perilaku flexural toughness dari reactive powder concrete berpenguat serat baja lokal dengan fraksi volume dan aspek rasio yang berbeda-beda. Contoh uji berbentuk prisma dengan ukuran 100 x 100 x 350 mm yang dibuat dengan serat baja dan tanpa serat baja. Serat baja yang digunakan 0% (kontrol), 1,0%, 1,5%, dan 2,0% terhadap volume dan aspek rasio 75, 100, 125. Contoh uji dikelurkan dari cetakan setelah 24 jam kemudian direndam dalam air selama 3 hari, setelah itu contoh uji dirawat dengan penguapan selama 8 jam pada temperatur 90°C. Pengujian Flexural toughness dilakukan ketika prisma telah berumur 28 hari. Hasil penelitian memperlihatkan, volume dan aspek rasio serat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap flexural toughness reactive powder concrete.Abstract. This research present flexural toughness behavior of local steel fiber reinforced reactive powder concrete produced with different steel fibers volume fraction and aspect ratio. Prismatic concrete specimens of 100 x 100 x 350 mm were prepared with and without steel fiber. Steel fiber was used of 0% (control), 1,0%, 1,5%, and 2,0% by volume and 75, 100 and 125 as aspect ratio. Specimens were de-molded after 24 hours and cured in water until 3 days, after that the speciments were cure by steam curing for 8 hours at 90°C. Flexural toughness of the prisms has beendefined at 28 day old. The result show that the effects of fibre volume and aspec ratio on flexural toughness of reactive powder concrete are very significant.
Perilaku Struktur Bangunan dengan Ketidakberaturan Vertikal Tingkat Lunak Berlebihan dan Massa Terhadap Beban Gempa Bambang Budiono; Eko Budi Wicaksono
Jurnal Teknik Sipil Vol 23 No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2016.23.2.4

Abstract

Abstrak. Variasi geometri struktur bangunan dapat menghasilkan sistem ketidakberaturan struktur. Dua macam ketidakberaturan yang sering dijumpai adalah ketidakberaturan lateral tingkat lunak berlebihan dan ketidakberaturan massa. Penelitian ini akan dipaparkan respon struktur non-linier akibat ketidakberaturan kekakuan lateral tingkat lunak dan massa berlebihan pada struktur bangunan beton bertulang dengan ketinggian 20 lantai dibandingkan dengan struktur bangunan regular dengan gempa kuat. Struktur beton bertulang sistem ganda didesain berdasarkan persyaratan struktur tahan gempa dengan SNI-1726-2012 dan SNI-2847-2002. Beban gempa kuat yang ditinjau adalah El-Centro N-S 1940 yang diskalakan terhadap beban gempa nominal lokasi Jakarta dengan kelas situs SE. Ketidak-beraturan vertikal kekakuan tingkat lunak berlebihan didesain dengan variabel satu lantai memiliki kekakuan lantai kurang dari 60% kekakuan lantai diatasnya, sedangkan ketidakberaturan massa direncanakan dengan variabel satu lantai memiliki massa 150% lebih besar dibanding massa di lantai yang lain. Respon struktur non-linier dianalisis berdasarkan evaluasi kinerja struktur dengan menggunakan analisis riwayat waktu non-linier dan analisis statik push-over, dengan bantuan piranti lunak Perform 3D. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur bangunan dengan ketidak-beraturan vertikal kombinasi antara kekakuan tingkat lunak Abstract. Configuration Variation of building structures may result in systems irregularities of the structures. Two types irregularities which are often encountered are the excessive lateral soft stories and masses. Structural responses due to the excessive lateral soft storey and mass irregularities of 20-storey reinforced concrete structures are compared with the response of the similar building but structurally regular subjected to large earthquake motion. The dual systems of RC structures are designed comply with The Indonesian Standard SNI-1726-2012 and SNI-2847-2002 for earthquake resistant design. The major earthquake considered is the El-Centro 1940 N-S which is scaled match the design earthquake of Jakarta site class E. The excessive soft storey lateral irregularity is designed using variable of one story having 60% less stiffness compared with the above stories while the variable of mass irregularity is assigned to one particular floor having 150% larger mass compared to any other stories. The structural responses are analyzed using Performance Based Design under Non-Linear Analysis with Perform3D software. It was found that the building with the vertical soft stories combined with mass irregularities located in the first story showed the poorest performance.
Analisa Keandalan Tampungan Waduk di Embung Tambak Pocok Bangkalan Lily Montarcih Limantara; Whima Regianto Putra
Jurnal Teknik Sipil Vol 23 No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2016.23.2.5

Abstract

Abstrak. Kebutuhan air domestik dihitung berdasarkan jumlah penduduk dan standar kebutuhan air di wilayah administratif yang akan dilayani. Untuk mengestimasi ketersediaan air dalam studi ini digunakan analisa debit Model NRECA dan F.J Mock. Untuk keperluan analisa keandalan tampungam, berdasarkan data debit hasil simulasi F.J Mock dan NRECA selama 20 tahun, dilakukan perpanjangan data debit dengan menggunakan metode Thomas-Fiering. Hasil simulasi keandalan embung dengan melakukan proses simulasi tiap data debit hasil bangkitan sepanjang 20 tahun dengan masa proyeksi selama 20 tahun dengan asumsi tidak ada perubahan parameter DAS, terdapat indikasi bahwa data debit untuk NRECA mengalami kegagalan pada debit tahun 2004, terjadi peluang keandalan 100% pada tahun 2007, dan 25% pada tahun 2026. Sedangkan untuk data debit hasil dari F.J Mock, peluang keandalan 100% terjadi pada tahun 2007 sampai dengan tahun 2026 untuk semua simulasi data debit. Dikarenakan tidak adanya data debit di lapangan, maka pemilihan data debit dilakukan dengan mengambil Qmin untuk masingmasing data debit. Dari 2 metode tsb didapatkan untuk Qmin hasil dari F.J Mock embung memiliki tingkat keandalan 100% pada tahun 2007 sampai dengan 2026, sedangkan untuk Qmin NRECA embung hanya mampu melayani seluruh penduduk (100%) pada tahun 2007, sedangkan untuk tahun-tahun berikutnya mengalami penurunan hingga 25% pada tahun 2026.Abstract. Domestic water demand is analyzed based on the number of population and the standard of water demand in served administrative region. To estimate the water supply, this study used the models of NRECA and F.J. Mock. For analyzing reservoir reliability based on the simulation discharge result of F.J. Mock and NRECA during 20 years there was needed discharge data generated by using Thomas Fiering method. Simulation result of small-dam reliability by carrying out the simulation process every discharge data of generated result along 20 years with the projection during 20 years indicated that discharge result of NRECA was failure in 2004 and it assumes that there is no parameter change in catchment, it had the possibility of reliability on 100% in 2007 and 25% in 2026.  however, discharge result of F.J. Mock had the possibility of reliability on 100% and it was happened in 2007, and 25% in 2026 for the whole simulation of discharge. There was no discharge data in study location, so minimum discharge was the optional one. Based on the two methods, the Qmin of F.J. Mock has the reliability level of 100% in 2007 until 2026. However Qmin of NRECA has only the ability to serve the whole population (100%) in 2007 but for the next years there was decreasing until 25% in 2026.
Analisis Pengaruh Intersepsi Lahan Kelapa Sawit terhadap Ketersediaan Air di Kabupaten Nagan Raya (Studi Kasus pada Sub DAS Krueng Isep) Meylis Safriani; Alfiansyah Yulianur; Azmeri Azmeri
Jurnal Teknik Sipil Vol 23 No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2016.23.2.6

Abstract

Abstrak. Perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Nagan Raya mengalami perkembangan pesat dalam hal perluasan lahan dalam lima tahun terakhir sejak tahun 2009 hingga tahun 2013. Pada tahun 2009, luas total perkebunan sawit 27.434 hektar menjadi 40.216 hektar di tahun 2013. Perubahan tata guna lahan ini perlu diperhatikan karena dapat berpengaruh terutama pada ketersediaan air pada suatu DAS. Salah satu proses yang mempengaruhi hasil air pada suatu DAS adalah proses intersepsi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh intersepsi lahan kelapa sawit terhadap ketersediaan air pada sub DAS Krueng Isep dimana sub DAS ini merupakan catchment area untuk perencanaan PDAM serta sumber air untuk DI Jeuram. Metode penelitian ini dengan pengukuran secara langsung di lapangan untuk mendapatkan nilai curah hujan, air lolos, dan aliran batang. Lokasi penelitian berada di perusahaan perkebunan Kelapa Sawit di PT. Sucfindo yang terletak di Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa ketersediaan air pada sub DAS Krueng Isep dengan kondisi lahan kelapa sawit ditanami seluruhnya tidak mampu memenuhi kebutuhan air minum dan air irigasi (kebutuhan air total). Namun, pada saat sub DAS dengan kondisi lahan kelapa sawit dibatasi masih mampu memenuhi kebutuhan air total. Batasan maksimum yang diperbolehkan atau diizinkan penanaman kelapa sawit pada sub DAS Krueng Isep adalah seluas 95,94 km2.Abstract. Palm plantations in Nagan Raya experienced rapid development in terms of expansion in the last five years from 2009 to 2013. In 2009, the total area of palm plantations from 40. 216 hectares to 27. 434 hectares in 2013. Changes in land use should be noted because it can influence mainly on the availability of water in a watershed. One of the processes that affect the outcome of water in a watershed is the interception process. This study was conducted to determine the effect of palm oil interception against the water availibity in the Krueng Isep sub watershed which is a sub-watershed catchment area for planning taps and water sources for DI Jeuram. This research method with direct measurements in the field to get the rainfall, throughfall, and stemflow.The research location is in the palm plantation company PT. Sucfindo located in Kuala Pesisir Subdistrict, Nagan Raya District. The results obtained show that the water availability of the Krueng Isep sub watershed with the condition of land planted with palm wholly unable to supply the water drinking and irrigation demand (total water requirements). However, when sub-watershed with oil palm land conditions is limited still able to supply the total water requirements. The maximum limits allowed or permitted the planting of oil palm in Krueng Isep sub watershed is an area of 95,94 km2.
Model Optimasi Pola Tanam untuk Meningkatkan Keuntungan Hasil Pertanian dengan Program Linier (Studi Kasus Daerah Irigasi Rambut Kabupaten Tegal Provinsi Jawa Tengah) Dina Septyana; Dhemi Harlan; Winskayati Winskayati
Jurnal Teknik Sipil Vol 23 No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2016.23.2.7

Abstract

Abstrak. Daerah irigasi Rambut merupakan jaringan irigasi teknis yang berada di Kabupaten Tegal melayani areal seluas 7.634 Ha. Pola tanam yang diterapkan pada peraturan bupati Tegal tahun 2014/2015 yaitu padi/tebu-padi/palawija/tebu-tebu dengan awal tanam November I, namun karena kekurangan air realisasi tanam pada tahun 2014/2015 tidak sesuai dengan pola tanam yang direncanakan. Untuk memenuhi kebutuhan air di Daerah Irigasi Rambut, dilakukan optimasi dengan mengoptimalkan ketersediaan air yang ada termasuk suplesi yang berasal dari saluran suplesi Cacaban Rambut. Optimasi bertujuan agar dapat menyusun pola tanam yang tepat serta meningkatkan keuntungan hasil pertanian yang maksimal. Metode optimasi yang digunakan yaitu dengan menggunakan program linier melalui model matematis yang diselesaikan dengan metode simpleks. Skenario optimasi pola tanam terdiri dari 3 (tiga) skenario yaitu : (1) luas tanaman tebu 1500 Ha, (2) luas tanaman tebu 888 Ha dan (3) tanpa batasan luas tanaman tebu. Pada setiap skenario disimulasikan dengan 4 (empat) alternatif pola tanam dengan mengubah jadwal tanam yaitu November I, November II, Desember I dan Desember II. Berdasarkan hasil optimasi, keuntungan tertinggi pada masing-masing skenario hasil optimasi diberikan pada alternatif 1, awal tanam November I. Pola tanam hasil optimasi untuk skenario I dan II yaitu padi/palawija/tebu-palawija/tebu-palawija/tebu sedangkan untuk skenario III dengan pola tanam padi/palawija-palawija-palawija. Abstract. The 7634 Ha of Rambut irrigation scheme is technical irrigation network located in Tegal District. The cropping pattern applied to the regulation of Tegal regency in 2014/2015 was rice plant/ sugar cane-rice plant/ crops/sugar cane-sugar cane which beginning in November I, but due to water shortage, it wasn't applied in 2014/2015. Therefore, optimization of existing available water including suppletion derived from Cacaban Rambut suppletion channels is needed to prepare appropriate cropping patterns and to increase benefit of agriculture outcome to the maximum. Optimization was done by using linear programming through mathematical model solved by simplex method. Cropping pattern optimization consists of three scenarios, which are: (1) the sugar cane area 1500 Ha, (2) the sugar cane area 888 Ha and (3) without limitation of sugar cane area. Every scenario is simulated by four cropping patterns alternative by changing planting schedules existing from November I, November II, December I and December II. Based on the results, the highest profits for each scenario is the alternative 1, start planting on November I. The cropping pattern obtained from optimization is rice plant/crops/sugar cane - crops/sugar cane - crops/sugar cane for scenario I and II, while for scenario III is rice plant/crops- crops - crops.
Analisis Tekuk Lateral Pipa Gas Bawah Laut Fitrotul Laeli Hidayaturrohmah; Ricky Lukman Tawekal
Jurnal Teknik Sipil Vol 23 No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2016.23.2.8

Abstract

Abstrak. Untuk mencegah terjadinya penggumpalan, biasanya hydrocarbon ditransfer dalam keadaan bertekanan tinggi dan bertemperatur tinggi. Tekanan dan temperatur yang tinggi ini memicu timbulnya tegangan aksial di sepanjang pipa. Interaksi antara tanah dan permukaan pipa menimbulkan gaya tahanan yang menahan gaya aksial pada pipa dan dapat menyebabkan terjadinya tekuk global. Menurut DNV RP F110, tekuk global dapat terjadi pada beberapa arah, salah satunya yaitu pada arah lateral. Tekuk arah lateral biasanya hanya terjadi pada pipa yang tidak dipendam. Tekuk lateral terjadi saat gaya tekan pada pipa dibebaskan pada satu titik imperfection sehingga kelebihan gaya pada slip zone berubah menjadi tekuk. Menurut DNV RP F 110 (2007) terdapat 3 metode analisis yang dapat digunakan untuk melakukan analisis tekuk lateral pada pipa, yaitu metode Hobbs, Van gaf, dan Spinazle. Pada makalah ini, analisis tekuk lateral dilakukan pada pipa gas bawah laut sepanjang 7.67 km  dengan menggunakan metode Hobbs dan didapatkan kesimpulan bahwa pipa berpotensi mengalami tekuk lateral. Pemodelan dengan menggunakan perangkat lunak ABAQUS dilakukan untuk mendapatkan lokasi terjadinya tekuk lateral, yaitu lokasi dimana terdapat tegangan yg lebih dari tegangan yg diijinkan. Abstract. To prevent solidification on the pipeline, hydrocarbon is transferred in high temperature and high pressure. High presure and temperature lead to axial tension appearence along the pipeline. Interaction between soil and the surface of pipeline trigering frictional resistance which holding axial force on the pipeline and could cause the occurence of global buckling. According to DNV RP F110, global buckling may occur in several directions which one of them is in the lateral direction. Lateral buckling usually occurs only in the exposed pipe which occurs when the compressive force on the pipe imperfection released at one point so that the excess force in the slip zone turn into buckling. According to DNV RP F 110, there are three methods of analysis that can be used to perform the analysis of lateral buckling the pipe. Those are methods of Hobbs, Van GAF, and Spinazle. In this paper, lateral buckling analysis performed on a 7.67 km subsea gas pipeline by using Hobbs method which concluded that the pipeline has the potential to lateral buckling. Analysis by using software ABAQUS was also carried out to determine the location of the lateral buckling which is the location where overstressed occur.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 3 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 32 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 32 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 31 No 3 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 31 No 2 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 31 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 30 No 3 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 3 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 3 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020) Vol 27 No 2 (2020) Vol 27, No 1 (2020) Vol 27 No 1 (2020) Vol 26, No 3 (2019) Vol 26 No 3 (2019) Vol 26, No 2 (2019) Vol 26 No 2 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 26 No 1 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25 No 3 (2018) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25 No 2 (2018) Vol 25, No 2 (2018) Vol 25 No 1 (2018) Vol 25, No 1 (2018) Vol 24, No 3 (2017) Vol 24 No 3 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24 No 2 (2017) Vol 24, No 1 (2017) Vol 24 No 1 (2017) Vol 23 No 3 (2016) Vol 23, No 3 (2016) Vol 23, No 2 (2016) Vol 23 No 2 (2016) Vol 23 No 1 (2016) Vol 23, No 1 (2016) Vol 22 No 3 (2015) Vol 22, No 3 (2015) Vol 22, No 2 (2015) Vol 22 No 2 (2015) Vol 22, No 1 (2015) Vol 22 No 1 (2015) Vol 21 No 3 (2014) Vol 21, No 3 (2014) Vol 21 No 2 (2014) Vol 21, No 2 (2014) Vol 21, No 1 (2014) Vol 21 No 1 (2014) Vol 20, No 3 (2013) Vol 20 No 3 (2013) Vol 20 No 2 (2013) Vol 20, No 2 (2013) Vol 20 No 1 (2013) Vol 20, No 1 (2013) Vol 19, No 3 (2012) Vol 19 No 3 (2012) Vol 19 No 2 (2012) Vol 19, No 2 (2012) Vol 19, No 1 (2012) Vol 19 No 1 (2012) Vol 18 No 3 (2011) Vol 18, No 3 (2011) Vol 18 No 2 (2011) Vol 18, No 2 (2011) Vol 18, No 1 (2011) Vol 18 No 1 (2011) Vol 17 No 3 (2010) Vol 17, No 3 (2010) Vol 17, No 2 (2010) Vol 17 No 2 (2010) Vol 17, No 1 (2010) Vol 17 No 1 (2010) Vol 16, No 3 (2009) Vol 16 No 3 (2009) Vol 16, No 2 (2009) Vol 16 No 2 (2009) Vol 16 No 1 (2009) Vol 16, No 1 (2009) Vol 15, No 3 (2008) Vol 15 No 3 (2008) Vol 15, No 2 (2008) Vol 15 No 2 (2008) Vol 15 No 1 (2008) Vol 15, No 1 (2008) Vol 14 No 4 (2007) Vol 14, No 4 (2007) Vol 14, No 3 (2007) Vol 14 No 3 (2007) Vol 14 No 2 (2007) Vol 14, No 2 (2007) Vol 14, No 1 (2007) Vol 14 No 1 (2007) Vol 13, No 4 (2006) Vol 13 No 4 (2006) Vol 13, No 3 (2006) Vol 13 No 3 (2006) Vol 13, No 2 (2006) Vol 13 No 2 (2006) Vol 13, No 1 (2006) Vol 13 No 1 (2006) Vol 12 No 4 (2005) Vol 12, No 4 (2005) Vol 12, No 3 (2005) Vol 12 No 3 (2005) Vol 12 No 2 (2005) Vol 12, No 2 (2005) Vol 12, No 1 (2005) Vol 12 No 1 (2005) Vol 11 No 4 (2004) Vol 11, No 4 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11 No 3 (2004) Vol 11, No 2 (2004) Vol 11 No 2 (2004) Vol 11, No 1 (2004) Vol 11 No 1 (2004) Vol 10 No 4 (2003) Vol 10, No 4 (2003) Vol 10, No 3 (2003) Vol 10 No 3 (2003) Vol 10 No 2 (2003) Vol 10, No 2 (2003) Vol 10 No 1 (2003) Vol 10, No 1 (2003) More Issue