cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 08532982     EISSN : 25492659     DOI : 10.5614/jts
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala setiap tiga bulan, yaitu April, Agustus dan Desember. Jurnal Teknik Sipil diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1990 dengan membawa misi sebagai pelopor dalam penerbitan media informasi perkembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia. Sebagai media nasional, Jurnal Teknik Sipil diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Teknik Sipil di Indonesia. Dalam perkembangannya, Jurnal Teknik Sipil telah terakreditasi sebagai jurnal ilmiah nasional sejak tahun 1996 dan saat ini telah terakreditasi kembali (2012-2017). Dengan pencapaian ini maka Jurnal Teknik Sipil telah mengukuhkan diri sebagai media yang telah diakui kualitasnya. Hingga saat ini Jurnal Teknik Sipil tetap berusaha mempertahankan kualitasnya dengan menerbitkan hanya makalah-makalah terbaik dan hasil penelitian terbaru.
Arjuna Subject : -
Articles 974 Documents
Pengoperasian dan Umur Guna Waduk (Studi Kasus : Waduk Cimeta Padalarang) Sri Legowo; Iwan Kridasantausa Hadihardaja; Susi Rabuanawati
Jurnal Teknik Sipil Vol 13 No 4 (2006)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2006.13.4.4

Abstract

Abstrak. Metode simulasi dan optimasi merupakan dua metode yang sering digunakan dalam pengelolaan sumberdaya air. Dalam penulisan jurnal ini metode tersebut digunakan untuk memperoleh suatu metode pemanfaatan sumberdaya air dari Waduk Cimeta pada Sungai Cimeta - Jawa Barat. Metode simulasi yang digunakan adalah untuk mencoba berbagai pemanfaatan kebutuhan air diantaranya air minum, irigasi dan industri mulai dari tahun 2005 sampai 2030. Dari optimasi dengan program linier untuk fungsi tujuan memaksimalkan release dan keuntungan menghasilkan keuntungan untuk tahun 2005 (Rp. 5,341,963,401.29), tahun 2010 (Rp. 5,502,992,697.29), tahun 2020 (Rp. 6,220,765,679.09) dan tahun 2030 (Rp. 7,508,548,171.86). Peningkatan keuntungan tersebut terjadi karena adanya peningkatan kebutuhan air. Hasil perhitungan optimasi dengan program linier didapatkan bahwa Waduk Cimeta hanya mencapai optimum pada tahun 2010 karena release yang dihasilkan belum mampu memenuhi kebutuhan air minum, irigasi dan industri pada tahun 2020 dan 2030. Metode yang digunakan untuk menentukan umur guna Waduk Cimeta adalah metode dengan Trap Effisiency yang tergantung pada perbandingan antar kapasitas tampungan waduk (C) dan inflow (I) tahunan dari waduk yang bersangkutan. Effisiency tangkapan suatu waduk akan berkurang sejalan dengan umurnya, karena kapasitas waduk akan dikurangi oleh tumpukan sedimen. Dengan diketahuinya kapasitas storage (0.7996 x 106 m3) dan inflow sedimen tahunan (0.0777 x 106 m3) maka penentuan umur guna waduk terhadap kapasitas tampungan pada elevasi + 735 dengan berbagai nilai Trap Effisiensi pada beberapa persentase penurunan volume storage (ΔV= 5%, 10%, 20% dan 80%) menunjukkan bahwa umur guna waduk berdasarkan waktu pengisian tampungan oleh sedimen adalah 21.49 tahun dengan ΔV= 5%, 21.337 tahun dengan ΔV=10%, 20.641 tahun dengan ΔV=20% dan 19.038 tahun dengan ΔV=80%. Jadi pada berbagai tahap persentase volume tampungan (ΔV) yang dipakai adalah pada tahap penurunan yang paling besar yaitu ΔV=5% dengan umur guna waduk adalah 21.49 tahunAbstract. Simulation and optimation methods is often used in management of water resources. In this journal, the methods are used to get method exploiting of water resources from accumulating Cimeta reservoir at River of Cimeta - West Java. Method Simulation is used to try various exploiting of amount of water required among others drinking water, irrigation and industrial start from year 2005 until 2030. From optimation method with linear program to target function of maximizing advantage and release yield advantage for year 2005 (Rp. 5,341,963,401.29), year 2010 (Rp. 5,502,992,697.29), year 2020 (Rp. 6,220,765,679.09) and year 2030 (Rp. 7,508,548,171.86). The increasing of benefit is got because there is increasing of water demand. The result of calculation optimation method with linear program is got that Cimeta reservoir is only reach optimum in 2010 because release is produced by Waduk Cimeta is not good enough to meet the demand water for domestic, irrigation and industry in 2020 and 2030. The method is used to determine the useful age of Cimeta reservoir is Trap Efficiency method which depend on comparison between capacity of storage reservoir (C) and inflow (I) annual of the reservoir.Capture efficiency of reservoir will decrease in line with the age, because capacity of reservoir will decreased by sediment filled. As known that capacity of storage (0.7996 x 106 m3) and annual sediment inflow (0.0777 x 106 m3) then determination useful age of reservoir to capacity of storage at elevation + 735 by various value Trap Efficiency at some percentages degradation volume of storage (ΔV= 5%, 10% , 20% dan 80%) indicate that the useful ofage is based on the time of filling storage by sedimen is 21.49 years at ΔV=5%, 21.337 years with ΔV= 10%, 20.641 years with ΔV= 20% and 19.038 years with ΔV=5%. So at various phase of persentage volume storage (ΔV) which is used is the biggest degradation phase that is ΔV= 5% with the useful age of reservoir is 21.49 years.
Studi Penurunan Kekuatan Geser Tanah Lempung Indramayu Akibat Pupuk Kimia Ilyas Suratman; M. Asrurifak
Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 1 (2007)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2007.14.1.1

Abstract

Abstrak. Revolusi hijau yang dimulai tahun 1960 dan masuk ke Indonesia tahun 1972, telah dapat menanggulangi ancaman kekurangan pangan global, tapi efek samping dari pelaksanaannya juga bisa dirasakan saat ini yaitu keseimbangan ekosistim alam. Pemberian pupuk kimia yang terus-menerus dan tidak terkontrol telah banyak merubah komposisi tanah sehingga perilaku tanah juga ikut berubah. Untuk itulah penelitian ini dibuat, yaitu mengetahui pengaruh kandungan pupuk kimia dalam tanah terhadap kuat geser tanah. Contoh tanah diambil dari salah satu daerah rawan longsor di Jawa Barat yaitu Indramayu. Jenis tanah adalah lempung dengan kadar halloysite 45,92 montmorillonite 25,34%, specific gravity 2,58, batas cair (LL) 74,26% dan Indeks Plastisitas 46,39%. Contoh tanah yang diuji dibuat dengan kadar air optimum dan jenis pupuk kimia yang digunakan adalah Urea, TSP dan NPK dengan kadar 0,01%, 0,1%, 0,5% dan 1%, serta masa pemeraman 0, 1, 3, 7, dan 14 hari. Pengujian kuat geser tanah yang dipakai adalah kuat tekan bebas (UCS) dan sebagai kontrolnya digunakan triaxial UU. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa dengan adanya kandungan pupuk kimia dalam tanah telah mempengarui plastisitas dan kuat geser tanah. Pengaruh kuat geser tanah yang terjadi akibat pupuk kimia ini adalah semakin banyak kandungan pupuk kimia dalam tanah maka semakin menurun nilai kuat geser tanah tersebut dan penurunan ini bertambah seiring dengan bertambahnya waktu pemeraman. Penurunan nilai kuat tekan bebas (qu) terbesar terjadi pada tanah yang mengandung pupuk TSP, disusul oleh tanah yang mengandung pupuk Urea, kemudian tanah yang mengandung pupuk NPK. Abstract. Green revolution which is started on 1960 and came into Indonesia on 1972, have earned to overcome threat lacking of global food, but side effects of its execution also can be felt in this time that is balance of natural ecosystem. Using of chemical fertilizer continuously without controlled have been changed soil composition so that behavior of the soil also follow to change. To that's this research is made, that is knowing effects of chemical fertilizer content in the soil to shear strength of soil. Samples of soil taken from land one of the gristle slide area in West Java that is Indramayu's clay. Type of soil is clay with rate 45,.92% Halloysite, 25,34% montmorillonite, specific gravity 2,58, liquid limit (LL) 74,26% and Plasticity Index 46,39%. Samples of soil made with optimum water content and chemical fertilizer type used are Urea, TSP and NPK with rate 0,01%, 0,1%, 0,5% and 1%, and period of curing 0, 1, 3, 7 and 14 day. Shear strength test for samples used unconfined compression test (UCS) and UU Triaxial test used as control. Resulting from this research indicate that with existence of chemical fertilizer content in the soil have change plasticity and strength of soil. Shear strength effect of soil that happened from this chemical fertilizer is more chemical fertilizer content in soil more reduce value of shear strength progressively and this degradation increase along with increasing time of curing. Degradation of value of qu biggest happened on soil with TSP, caught up by soil with Urea, then soil with NPK.
Estimasi Respon Tanah Sedang di Beberapa Lokasi di Kota Medan Akibat Skenario Terburuk Gempa Sumatera Ade Faisal
Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 1 (2007)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2007.14.1.2

Abstract

Abstrak. Kota Medan terletak ~80 km dari patahan strike-slip Sumatera dan ~300 km dari pertemuan lempeng Indo-Australian dan Eurasian. Kota ini pernah bergetar hebat tahun 1936 akibat gempa  Kutacane (segmen patahan Tripa) MS=7,2 yang menyebabkan sejumlah bangunan rumah rusak. Karena tidak sepenuhnya aman, studi ini melakukan sejumlah kajian skenario gempa terhadap Kota Medan berdasarkan mekanisme dan magnitude gempa, jarak terdekat dan kondisi geoteknik. Skenario gempa di kawasan Nias berkekuatan Mw=9,3 dan gempa Mw=7,8 di segmen Tripa/Renun digunakan sebagai skenario terburuk, bersama dengan gempa Aceh 26/12/2004, Nias 28/03/2005 dan Renun 01/04/1921. Kemudian tiga lokasi tanah di Medan dianalisa dengan memakai riwayat waktu percepatan gempa yang berasal dari 21 rekaman nyata gempa-gempa subduksi dan patahan aktif di belahan dunia lain. Percepatan batuan dasar diperoleh sebesar 0,1002 g dan 0,1420 g, masing-masing akibat gempa subduksi Nias dan segmen patahan Tripa/Renun. Sebanyak 153 respon spektrum percepatan tanah dihasilkan, terdiri dari 81 spektrum akibat gempa subduksi dan 72 spektrum akibat gempa patahan. Respon tanah ini menunjukkan gejala yang harus diwaspadai karena melampaui spektrum rencana tanah sedang dan mencapai nilai atas spektrum rencana tanah lunak SNI-1726-2003 Wilayah 3, pada hampir seluruh perioda waktu. Abstract. Medan is located ~80 km away from Sumatran strike-slip fault and ~300 km away from boundary of Indo-Australian and Eurasian plates. Medan has been experienced tremor causing damage of some buildings in 1936 due to Ms=7,2 earthquake sourced from Kutacane (Tripa fault segment). Since the city was not fully safe, this study conducts an investigation to the effect of worst scenario earthquakes for Medan based on source mechanism, magnitude, closest source-to-site distance, and geotechnical condition. The subduction earthquakes of Mw=9,3 in Nias region and Mw=7,8 in Tripa/Renun fault segments are employed as the worst scenario earthquakes for Medan. The earthquakes of Aceh 26/12/2004, Nias 28/03/2005, and Renun 01/04/1921 are took into account as well. Three locations in Medan are then assessed using 21 synthetic time histories accelerations sourced from ground motion record of subduction and strike-slip earthquakes from other countries. The bedrock peak ground accelerations (PGA) found for Nias subduction region and Tripa/Renun fault segment reach 0,1002 g and 0,1420 g, respectively. This study results 153 soil surface spectrum response accelerations that consist of 81 spectrums and 72 spectrums affected by subduction and transform faults earthquakes. The soil responses due to worst scenario earthquakes show apprehensive trend, which beyond the design spectrum of medium soil in Zone 3 of SNI-1726-2003. It almost reaches soft soil design spectrum at all over periods as well.
Persamaan Korelasi Sifat Mekanik Beton Mutu Tinggi dengan Agregat Alami dan Slag Nikel Saptahari Sugiri; Saloma Saloma; Ria Catur Yulianti
Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 1 (2007)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2007.14.1.3

Abstract

Abstrak. Beton merupakan material konstruksi bangunan yang sering digunakan karena mudah pada waktu pelaksanaan konstruksi dan biaya pemeliharaan yang relatif murah dibandingkan material lainnya. Dengan maraknya pembangunan dimana aspek lingkungan harus diperhatikan, maka agregat kasar dan halus yang berasal dari sumber daya alam sebaiknya dibatasi, bila memungkinkan diganti dengan agregat produk limbah dari industri. Perkembangan ilmu pengetahuan di bidang teknologi beton memungkinkan penggunaan limbah menjadi bahan dasar pembentuk beton, sehingga di satu sisi penggunaan bahan alam yang merusak lingkungan dapat diatasi dan di sisi lain bahan limbah dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk bahan dasar pembentuk beton. Dalam setiap minggu, PT. INCO menghasilkan limbah padat berupa terak nikel dalam jumlah relatif besar, yaitu 77.441 ton. Sehingga dapat dilakukan penelitian mengenai penggunaan limbah padat tersebut sebagai bahan dasar pembentuk beton, baik sebagai agregat kasar maupun halus. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mendapatkan persamaan korelasi sifat mekanik beton kinerja tinggi (high performance concrete) dengan agregat alami dan slag nikel. Terhadap seluruh bahan pembentuk beton dilakukan pengujian mengikuti standar ASTM. Bahan dasar pembentuknya terdiri dari semen, agregat kasar, agregat halus, air dan bahan tambahan lainnya. Semua pengujian sifat mekanik beton juga mengikuti standar ASTM dan dilakukan untuk umur beton 3, 7, 14, 21, 28 dan 56 hari dengan masing-masing umur sebanyak tiga sampel. Seluruh data hasil penelitian yang telah diperoleh dilakukan analisis regresi nonlinier. Selanjutnya dibahas berbagai model korelasi sifat mekanik beton yang telah diuji. Berdasarkan analisis model korelasi diperoleh bentuk persamaan sebagai berikut :y = abttcfc28 , dimana untuk :Kuat tekan beton :                 a = 0,389       b = 0,996       c = 0,323Modulus elastisitas :               a = 353         b = 1,001       c = 0,083Kuat tarik tidak langsung :      a = 0,03        b = 1,002        c = 0,115Kuat lentur :                          a = 0,052       b = 0,998       c = 0,224Adapun kelebihan persamaan korelasi yang diusulkan dibandingkan persamaan dalam peraturan yang ada adalah dapat menganalisis sifat mekanik beton kinerja tinggi berdasarkan fungsi waktu 0 < t ≤ 56 dan mempunyai nilai standar error yang lebih kecil. Abstrack. Concrete is construction material of building that is often is applied by easy to when realization of construction and maintenance cost that is cheap relative compared to other material. With the hoisterous of development where environmental aspect to paid attention, hence fine and coarse aggregate coming from natural resources better be limited, if possible is changed with waste product aggregate from industry. Development of science in concrete technology area enables usage of waste becomes concrete former base material, so that in one usage sides of nature material destroying area can be overcome and on the other side waste material is exploited as optimal as possible for concrete former base material. In each week, PT. INCO yields solid waste in the form ofnickel slag in number relative big, that is 77.441 tons. So can be done research about usage of the solid waste as component of concrete former basis, either as fine and coarse aggregate. Purpose of principal of this research is to get correlation equation of high performance concrete with natural aggregate and nickel slag. To all concrete former material is done assaying to follow ASTM standard. Its the former base material consisted of cements, coarse aggregate, fine aggregate, water and other admixture. All assayings of concrete mechanical property also follows ASTM standard and done for concrete age 3, 7, 14, 21, 28 and 56 days, in which three sample specimens were tested for each age. All research result data which has been obtained done by regression analysis nonlinier. Here in after is studied various correlation models of concrete mechanical property which has been tested. Based on correlation model analysis is obtained form of equation as follows : y = abttcfc28, where for :1. Compressive strength :      a = 0,389      b = 0,996       c = 0,323    2. Modulus of elasticity :        a = 353         b = 1,001       c = 0,083         3. Indirect tensile strength :   a = 0,03        b = 1,002       c = 0,1154. Modulus of Rupture :         a = 0,052      b = 0,998      c = 0,224  The advantage of this correlation equation over the standard equation is the ability to analyze the mechanical properties of high performance concrete by function of time 0 < t ≤ 56 and has a smaller standard error
Kajian Sistim Pengendalian Banjir Wilayah Tengah DKI-Jakarta Terhadap Beban Hidrograf Banjir Akibat Hujan Merata Muhammad Syahril Badri Kusuma; Dedi Tjahjadi; Bagus Bagus; Farid Farid
Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 1 (2007)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2007.14.1.4

Abstract

Abstrak. Sistem Pengendalian Banjir Wilayah Tengah DKI-Jakarta terdiri dari jaringan saluran terbuka, pompa, pintu pengendali dan waduk retensi. Makalah ini menyajikan hasil studi model matematik 1 dimensi mengenai perilaku hidraulis dari sistem pengendalian tersebut diatas terhadap beban banjir rencana yaitu Q100 dan debit banjir yang terjadi pada banjir 2002. Perilaku hidraulis didefinisikan sebagai kombinasi pengoperasian bangunan pengontrol untuk memanfaatkan kapasitas system pengendalian tersebut terhadap beban banjir. Beban banjir diperhitungkan sebagai hidrograf banjir akibat hujan merata yang ditempatkan pada tiap inlet system tersebut. Perilaku hidraulik sistem tata air yang ada diketahui dari hasil pengukuran lapangan dan data sekunder. Hasil kajian menyimpulkan bahwa Kapasitas Sistem pengendalian Banjir Wilayah Tengah Jakarta lebih kecil dari debit banjir Q100 dan hanya hanya mampu melayani beban banjir dari system drainase setempat. Genanganpada beberapa daerah mulai terjadi pada saat debit banjir mencapai besaran Q25 dan meningkat drastis pada saat mendapat limpahan banjir dari hulu.Abstract. The flood control system of middle Jakarta consists of open channels system, gates, pumping station and small reservoir. This paper presents mathematical model study on the hydraulic behavior of the above flood control system due to the design flood of Q100 and to the highest expected flood discharges (Q1000) as it was recorded in 2002. The hydraulic behavior is defined as a combination of control structure operation for maximizing the system capacity in responding the flood. The flood discharge is defined as a flood hydrograph generated in each inlet sub-system by a well distributed (homogeneous) rain fall. Lay out and canal dimension of the existing flood control was determined by field investigation and available secondary data. Based on this study, it is found that the flood control capacity is smaller than Q100 and capable only for the flood discharge of the local drainage system. The inundation has already started when the flood discharge due the Q25 is achieved and significantly increased when the upstream flood discharge is entered to the channel system.
Pemodelan Dinamika Gelombang dengan Mengerjakan Persamaan Kekekalan Energi Syawaluddin Hutahean
Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 1 (2007)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2007.14.1.5

Abstract

Abstrak. Paper ini menyajikan pengerjaan hukum kekekalan energi pada pemodelan hidrodinamika gelombang pendek. Pengerjaan hukum kekekalan energi dilakukan dengan mensuperposisikan persamaan kontinuitas yang dihasilkan dari kekekalan masa dengan persamaan kekekalan energi dan menghasilkan persamaan kontinuitas baru yang sesuai dengan hukum kekekalan masa dan kekekalan energi. Penelitian secara numeris menunjukkan bahwa persamaan dapat digunakan untuk memodelkan gelombang dengan tinggi gelombang terbesar pada periodanya. Persamaan juga dapat memodelkan refraksi, difraksi dan shoaling dengan baik. Abstract. This paper presents application of energy conservation law for short wave modelling. The application is done by superimposing continuity equation that resulted from mass conservation and the equation of energy conservation. The superimposing gives a new form of continuity equation that agree with the mass and energy conservation law. The new equation can model wave with the height as high as the real wave in nature. The model also can simulate other wave dynamic such as refraction-diffraction and shoaling by bathymetry and diffraction in breakwater gap.
Pengaruh Strength Reduction Tanah Clay-Shale Akibat Pelaksanaan Pemboran Terhadap Nilai Daya Dukung Pondasi Tiang di Jembatan Suramadu Berdasarkan Analisis Hasil Tes OC Masyhur Irsyam; Andhika Sahadewa; Atyanto Boesono; Soebagyo Soebagyo
Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 2 (2007)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2007.14.2.1

Abstract

Abstrak. Jembatan Suramadu yang akan menghubungkan kota Surabaya dengan Madura memiliki bentang total sepanjang 5.438 m. Mengingat lokasi pembangunan yang berada di laut dan beban rencana yang besar pada tiang pondasi, maka uji pembebanan statik konvensional tidak mungkin untuk dilakukan di jembatan utama. Alternatif tes pembebanan tiang yang dapat dilakukan adalah Tes OC yang mengikuti  prosedur Osterberg Cell Test. Tes ini dilengkapi dengan load cell, telltale, dan strain gauge sehingga dapat diperoleh kurva load-displacement untuk tahanan ujung dan tahanan selimut pada berbagai kedalaman. Hasil penyelidikan tanah menunjukkan keberadaan lapisan tanah clay-shale yang mengandung montmorillonite pada lokasi tiang bor. Jenis tanah ini sensitif terhadap berkurangnya tegangan lateral akibat pemboran dan terhadap weathering process sehingga dapat terjadi strength reduction. Strength reduction tanah menyulitkan predikasi tahanan ujung dan tahanan selimut pondasi tiang bor. Hasil Tes OC digunakan sebagai acuan dalam menentukan pengaruh strength reduction terhadap tahanan ujung dan tahanan selimut dengan cara membandingkan hasil pengukuran dengan hasil prediksi berdasarkan korelasi empiris yang umum dipakai. Untuk tahanan ujung, hasil Tes OC menunjukkan harga yang relatif dekat dengan hasil prediksi sehingga strength reduction untuk tahanan ujung akibat pemboran relatif kecil selama kondisi dasar pondasi bersih. Sedangkan untuk tahanan selimut, hasil pengukuran nilainya jauh lebih kecil dibanding hasil prediksi. Untuk meningkatkan daya dukung, maka dilakukan grouting melalui ujung tiang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa setelah dilakukan grouting pada pondasi terjadi kenaikan nilai tahanan ujung dan tahanan selimut. Dibandingkan dengan tahanan ujung, tahanan selimut memiliki peningkatan kekuatan yang lebih besar dan setelah dilakukan grouting nilainya mendekati nilai prediksi. Abstract. Suramadu Bridge, which will connect Surabaya and Madura, is designed to have 5,438 m total span. Considering bridge construction that is above sea and huge design load on its pile foundations, conventional static loading test can not be performed at the main bridge. Alternative pile load test that can be performed is OC Test, which followed Osterberg Cell Test procedure. Equipped with load cell, telltale, and strain gauge, this test can provide load-displacement curve of end bearing and skin friction at any depth. Soil investigation result shows existence of clay-shale layer, which contains montmorillonite, at bore pile's location. This soil is sensitive to lateral pressure reduction caused by boring and weathering process so that strength reduction can occur. Strength reduction of soil makes end bearing and skin friction difficult to be predicted. Strength reduction effect toward end bearing and skin friction are determined by means of comparing OC Test result to prediction result based on common empirical correlation. For end bearing, OC Test result shows value that close to prediction result's. Therefore, strength reduction of end bearing caused by boring is relative small. On the other hand, skin friction measurement result shows that its value is much smaller than prediction result's. For increasing bearing capacity, grouting through the pile base was conducted. Test result shows increasing of value either end bearing and skin friction after grouting through the pile base. Compared to end bearing's value, skin friction's value rise more and close to prediction value.
Perbandingan Kinerja Pendekatan Simulasi dan Analitis pada Kasus Perhitungan Dampak Konsumsi Float Aktivitas Nonkritis dalam Penjadwalan Proyek Andreas Wibowo
Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 2 (2007)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2007.14.2.2

Abstract

Abstrak. Tulisan ini membandingkan hasil perhitungan menggunakan pendekatan simulasi dan analitik dampak konsumsi waktu ambang aktivitas nonkritis terhadap skedul dan biaya proyek. Dasar teori yang digunakan untuk analisis adalah teori reliabilitas yang populer dikombinasikan dengan beberapa pendekatan seperti probabilistic network evaluation technique (PNET) dan transformasi Rosenblatt. Kedua pendekatan menghasilkan kesimpulan bahwa pengunduran aktivitas nonkritis meski belum melebihi waktu ambang total yang dimiliki tetap berpengaruh negatif terhadap jadwal dan biaya proyek. Secara probalistik konsumsi waktu ambang yang bertambah mengakibatkan waktu penyelesaian proyek bertambah yang pada gilirannya meningkatkan biaya total proyek. Hasil perbandingan menunjukkan meski tidak ada perbedaan yang signifikan di antara keduanya, dalam beberapa hal pendekatan analitik berkinerja lebih baik daripada pendekatan simulasi dalam kekonsistenan menjelaskan hubungan yang terjadi antara jadwal, biaya, dan konsumsi waktu ambang.Abstract. This paper compares the computational results of using simulation and analytical approaches on the impact of float consumption on the total project cost and schedule. The base theories employed for analysis are wellknown reliability theories combined with approximation methods such as probabilistic network evaluation technique (PERT) and Rosenblatt transformation. The two approaches arrive at a conclusion that delay in an noncritical activity despite not exceeding total float remains to severely affect the project schedule and cost. Probabilistically, an increase in float consumption escalates the time completion of project which in turn increases the total project cost. The comparison results exhibit that although substantial difference is not observable, insome respects the analytical approach outperforms the simulation one in terms of consistency of explaining the relationship among schedule, cost, and float consumption.
Analisis Kehandalan Anjungan Lepas Pantai Tipe Jacket Berdasarkan Kapasitas Fatigue pada Sambungan Ricky Lukman Tawekal; Rony Heriana
Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 2 (2007)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2007.14.2.3

Abstract

Abstrak. Konsep dasar dari analisis kehandalan menyatakan bahwa kapasitas dan faktor beban adalah suatu besaran statistik dengan nilai rata-rata, standar deviasi, dan memiliki bentuk probabilitas tertentu (misalnya bentuk probabilitas normal, log normal, dan lain-lain). Ketika kapasitas dan beban tersebut diekspresikan dalam bentuk fungsi performansi, maka terdapat suatu probabilitas dimana beban melebihi kapasitas struktur; probabilitas ini adalah probabilitas kegagalan (Pf) dan kehandalan dinyatakan dengan (1- Pf). Dalam makalah ini diuraikan konsep dasar dan aplikasi analisis kehandalan berdasarkan kapasitas fatigue (kelelahan) pada sambungan, dengan mengambil studi kasus anjungan lepas pantai tipe jacket. Pembahasan difokuskan pada evaluasi persamaan fungsi performansi akhir dengan pendekatan semi probabilitas.Abstract. The fundamental concept for reliability analysis is that resistance and load factors are statistical quantities with mean value, variance and some form of distribution (probability density function, e.g. Normal, Log Normal, etc). When combined together via an expression to describe the limit state, there will be a finite probability that the load will exceed the resistance; this defines the probability of failure (Pf) and since reliability is equal to (1- Pf). This paper will discuss the basic consideration involved in a reliability based on joint's fatigue capacity approach for the design and analysis of jacket offshore structure. Emphasis will be placed on a systematic semiprobabilistic approach in evaluation of fatigue limit state function.
Model Pemilihan Moda Angkutan Penumpang Pesawat Terbang dan Kapal Cepat dengan Data SP (Stated Preference) (Studi Kasus: Rute Palembang - Batam) Ade Sjafruddin; Harun Al Rasyid Sorah Lubis; Bambang Setiawan
Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 2 (2007)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2007.14.2.4

Abstract

AbstrakPenelitian ini dimaksudkan untuk membangun model pemilihan moda angkutan penumpang antara pesawat terbang dan kapal cepat rute Palembang "“ Batam melalui pengetahuan atas preferensi pengguna jasa terhadap atribut perjalanan moda yang kemudian dimodelkan untuk memperoleh nilai utilitas dan probabilitas pemilihan masing-masing moda. Perumusan perilaku individu dalam memilih moda angkutan ke dalam model pemilihan moda dilakukan dengan memanfaatkan data SP (Stated Preference). Penelitian ini menggunakan 5 (lima) atribut perjalanan yang dianggap berpengaruh besar dalam perilaku pemilihan moda, yaitu biaya perjalanan, total waktu perjalanan, aksesibilitas menuju Bandara/Pelabuhan, frekuensi keberangkatan, dan tingkat pelayanan/fasilitas di dalam moda. Dari hasil analisis diperoleh persamaan selisih utilitas pesawat terbang dan kapal cepat sebagai berikut:UPT "“ UKC = -6,727088 "“ 0,000010 X1 "“ 1,502469 X2 + 2,363855 X5yang mana :UPT = utilitas pesawat terbangUKC = utilitas kapal cepatX1 = Selisih biaya perjalanan pesawat terbang dan kapal cepatX2 = Selisih total waktu perjalanan pesawat terbang dan kapal cepatX5 = Selisih tingkat pelayanan pesawat terbang dan kapal cepatDan, probabilitas memilih masing-masing moda adalah :     PKC = 1 / 1+exp (UPT "“U KC  )PPT = 1 - PKCyang mana :        PPT      = Probabilitas pemilihan pesawat terbangPKC      = Probabilitas pemilihan kapal cepatBerdasarkan analisis sensitivitas, waktu perjalanan merupakan atribut yang paling sensitif mempengaruhi probabilitas pemilihan pesawat terbang dan kapal cepat.Abstract. The objective of the research is to develop mode choice models of passenger transportation between aeroplane and high speed ferry on the Palembang "“ Batam route by means of travellers' preference of mode attributes to obtain the utility and choice probability of each mode. The mode choice model was developed based on individual mode choice behaviour which was estimated by applying SP (Stated Preference) data. This research considered five travel service attributes assumed to influence mode choice significantly, namely cost, journey time, accessibility, service frequency, and quality of services.  The resulting difference of utilities between aeroplane and high speed ferry is:UPT "“ UKC = -6,727088 "“ 0,000010 X1 "“ 1,502469 X2 + 2,363855 X5whereUPT = utility of aeroplaneUKC = utilitas of high speed ferryX1 = Cost difference of aeroplane and high speed ferryX2 = Journey time difference of aeroplane and high speed ferryX5 = Service quality difference of aeroplane and high speed ferryAnd, the probability of mode choices are :PKC = 1 / 1+exp (UPT "“U KC  )PPT = 1 - PKCwhere:    PPT        = Probability of choosing aeroplanePKC        = Probabilitas of choosing high speed ferryAccording to the sensitivity analysis, journey time is the most sensitive attribute which influences the probability of mode choice. 

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 3 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 32 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 32 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 31 No 3 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 31 No 2 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 31 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 30 No 3 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 3 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 3 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020) Vol 27 No 2 (2020) Vol 27 No 1 (2020) Vol 27, No 1 (2020) Vol 26, No 3 (2019) Vol 26 No 3 (2019) Vol 26, No 2 (2019) Vol 26 No 2 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 26 No 1 (2019) Vol 25 No 3 (2018) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25, No 2 (2018) Vol 25 No 2 (2018) Vol 25 No 1 (2018) Vol 25, No 1 (2018) Vol 24, No 3 (2017) Vol 24 No 3 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24 No 2 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24, No 1 (2017) Vol 24 No 1 (2017) Vol 23, No 3 (2016) Vol 23 No 3 (2016) Vol 23 No 2 (2016) Vol 23, No 2 (2016) Vol 23, No 1 (2016) Vol 23 No 1 (2016) Vol 22 No 3 (2015) Vol 22, No 3 (2015) Vol 22, No 2 (2015) Vol 22 No 2 (2015) Vol 22, No 1 (2015) Vol 22 No 1 (2015) Vol 21 No 3 (2014) Vol 21, No 3 (2014) Vol 21, No 2 (2014) Vol 21 No 2 (2014) Vol 21 No 1 (2014) Vol 21, No 1 (2014) Vol 20 No 3 (2013) Vol 20, No 3 (2013) Vol 20, No 2 (2013) Vol 20 No 2 (2013) Vol 20 No 1 (2013) Vol 20, No 1 (2013) Vol 19, No 3 (2012) Vol 19 No 3 (2012) Vol 19, No 2 (2012) Vol 19 No 2 (2012) Vol 19 No 1 (2012) Vol 19, No 1 (2012) Vol 18, No 3 (2011) Vol 18 No 3 (2011) Vol 18 No 2 (2011) Vol 18, No 2 (2011) Vol 18 No 1 (2011) Vol 18, No 1 (2011) Vol 17, No 3 (2010) Vol 17 No 3 (2010) Vol 17 No 2 (2010) Vol 17, No 2 (2010) Vol 17, No 1 (2010) Vol 17 No 1 (2010) Vol 16, No 3 (2009) Vol 16 No 3 (2009) Vol 16 No 2 (2009) Vol 16, No 2 (2009) Vol 16 No 1 (2009) Vol 16, No 1 (2009) Vol 15 No 3 (2008) Vol 15, No 3 (2008) Vol 15, No 2 (2008) Vol 15 No 2 (2008) Vol 15, No 1 (2008) Vol 15 No 1 (2008) Vol 14 No 4 (2007) Vol 14, No 4 (2007) Vol 14, No 3 (2007) Vol 14 No 3 (2007) Vol 14, No 2 (2007) Vol 14 No 2 (2007) Vol 14, No 1 (2007) Vol 14 No 1 (2007) Vol 13, No 4 (2006) Vol 13 No 4 (2006) Vol 13 No 3 (2006) Vol 13, No 3 (2006) Vol 13 No 2 (2006) Vol 13, No 2 (2006) Vol 13, No 1 (2006) Vol 13 No 1 (2006) Vol 12 No 4 (2005) Vol 12, No 4 (2005) Vol 12, No 3 (2005) Vol 12 No 3 (2005) Vol 12, No 2 (2005) Vol 12 No 2 (2005) Vol 12, No 1 (2005) Vol 12 No 1 (2005) Vol 11, No 4 (2004) Vol 11 No 4 (2004) Vol 11 No 3 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11, No 2 (2004) Vol 11 No 2 (2004) Vol 11, No 1 (2004) Vol 11 No 1 (2004) Vol 10, No 4 (2003) Vol 10 No 4 (2003) Vol 10 No 3 (2003) Vol 10, No 3 (2003) Vol 10, No 2 (2003) Vol 10 No 2 (2003) Vol 10 No 1 (2003) Vol 10, No 1 (2003) More Issue