cover
Contact Name
Harina Fitriyani
Contact Email
harina.fitriyani@pmat.uad.ac.id
Phone
+6285726496551
Journal Mail Official
harina.fitriyani@pmat.uad.ac.id
Editorial Address
Kantor Program Studi Pendidikan Matematika, Lantai 7, Kampus 4 UAD, Jl. Ringroad Selatan, Tamanan, Kec. Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55191, Indonesia
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
AdMathEduSt: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika
Core Subject : Education,
The aim of the Ahmad Dahlan Mathematics Education Students (AdmathEduSt), p-ISSN 2355-8199, e-ISSN 2775-5746, is to provide an academics forum for the sharing, dissemination, and discussion of result research, experience, and perspectives across a wide range of mathematics education, applied Mathematics and Mathematical Sciences. The Journal invites original research articles and not simultaneously submitted to another journal or conference. The whole spectrum of research in mathematics education are welcome, which includes but is not limited to the following topics: ICT, desaign/development reserach, mathematics ability, affective in mathematics education, etc. Research in applied mathematics includes Mathematics Modelling, Numerical Methods, graphs and Combinatorics Statistics, and research in mathematics science are Geometry, Algebra and analysis.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2024)" : 6 Documents clear
PROFIL KEMAMPUAN PENALARAN SPASIAL SISWA SMP MUHAMMADIYAH DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIKA Dharu Ari Kurniawan; Harina Fitriyani
AdMathEduSt: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/admathedust.v11i2.28655

Abstract

Matematika menjadi salah satu mata pelajaran wajib disekolah, karena matematika merupakan ilmu yang mendasari semua bidang untuk membentuk kemampuan siswa. Kemampuan matematika mempunyai peranan yang sangat penting dalam pelajaran matematika. Salah satu kemampuan matematika adalah penalaran spasial. Dalam penelitian ini, berguna untuk mengetahui profil penalaran spasial siswa ditinjau dari kemampuan kemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yang akan memberikan gambaran yang terperinci dan mendalam mengenai profil penalaran spasial siswa dalam memecahkan masalah matematika dan menggunakan instrumen tes, wawancara, dan data skunder sebagai teknik analisis data. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas kelas VIII SMP Muhammadiyah Banguntapan. Hasil dari penelitian ini adalah siswa dengan kemampuan matematika tinggi memiliki skor yang tinggi dalam semua aspek penalaran spasial seperti visualisasi spasial, rotasi mental dan orientasi spasial. Siswa dengan kemampuan spasial sedang memiliki keterampilan yang baik dalam memvisualisasikan objek, memiliki pemahaman kuat terhadap orientasi spasial dan memiliki kemampuan untuk menganalisis yang baik terhadap suatu objek. Namun, pada kemampuan matematika yang rendah memiliki visualisasi spasial yang baik dalam memvisualisasikan objek objek, memiliki kemampuan yang baik untuk melakukan perputaran terhadap objek, namun memiliki kesulitan dalam menghubungkan antar objek. Oleh karena itu, dalam penelitian ini menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan matematika tinggi dan sedang memiliki penalaran spasial yang baik, sedangkan siswa dengan kemampuan matematika rendah memiliki kesulitan dalam menghubungkan antar objek meskipun memiliki kemampuan visualisasi spasial yang baik.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENGERJAKAN SOAL CERITA SISTEM PERAMAAN LINIER DUA VARIABEL KELAS VIII DITINJAU DARI SELF-EFFICACY Sevira Elza Erinaldy; Burhanudin Arif Nurnugroho
AdMathEduSt: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/admathedust.v11i2.28705

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan permasalahan saat mengerjakan soal cerita. Analisis kesalahan siswa saat menyelesaikan soal cerita merupakan cara untuk mengetahui seberapa sulit siswa dalam belajar matematika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis berbagai jenis kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV kelas VIII di SMP Negeri 4 Banguntapan ditinjau dari self-efficacy. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini melibatkan 6 siswa kelas VIII D. Metode pengumpulan data terdiri dari alat utama, alat pendukung, tes tertulis, wawancara, dan dokumentasi yang telah divalidasi oleh ahli dan memenuhi kriteria valid. Selanjutnya, 26 siswa diuji dengan soal tes dan angket self-efficacy. Data dikumpulkan melalui metode analisis reduksi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan tingkat keberhasilan yang tinggi secara umum melakukan kesalahan transformasi, sedangkan siswa dengan tingkat keberhasilan rendah melakukan kesalahan memahami, transformasi, ketrampilan proses, dan penulisan jawaban akhir.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS MEANS-ENDS ANALYSIS (MEA) PADA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS KELAS 8 SMP Rezqy Ayu Devi Arafah
AdMathEduSt: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/admathedust.v11i2.28824

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan dan hasil dari LKS berbasis Means-Ends Analysis (MEA) pada materi persamaan garis lurus kelas 8 SMP yang valid, praktis dan efektif. Lembar kerja siswa ini dirancang dengan Canva dan memanfaatkan fitur liveworksheets dan diujicobakan pada siswa kelas 8 SMP Negeri 4 Jember. Model pengembangan yang digunakan dalam pengembangan LKS ini adalah Model Four D. Hasil dari penelitian ini adalah nilai validasi LKS yang memenuhi kriteria cukup valid (2,9 dari 3) berdasarkan validator. Berdasarkan hasil pengamatan aktivitas guru LKS ini dikatakan praktis karena memperoleh kesimpulan yang sangat baik berupa komentar, kritik dan saran. LKS ini dikategorikan efektif berdasarkan hasil tes siswa yang terdapat pada langkah akhir LKS berbasis MEA keseluruhan siswa dinyatakan tuntas secara klasikal dengan persentase >=75% dengan nilai terendah 75 dan nilai tertinggi 100, observasi aktivitas siswa sebesar  97,91% menunjukkan kriteria siswa sangat aktif dan hasil respon siswa sebesar 100% menunjukkan respon siswa positif. Adapun hasil penelitian ini sejalan dengan penelitan yang dilakukan oleh Aisyah (2018) yang menunjukkan hasil bahwa LKS berbasis MEA dengan strategi process log untuk meningkatkan komunikasi matematis siswa yang menggunakan pengembangan model Plomp, menghasilkan produk yang valid, praktis, efektif serta layak untuk digunakan.
HUBUNGAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA SMP DENGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI ALJABAR Reisa Aurellya Pane; Tia Purniati
AdMathEduSt: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/admathedust.v11i2.28846

Abstract

Dalam sebuah proses pembelajaran, guru memiliki harapan agar setiap siswa dapat aktif dan terlibat secara maksimal. Namun, keterlibatan siswa dalam pembelajaran mereka mungkin berbeda-beda; beberapa lebih aktif dari yang lain. Oleh karena itu, guru mempunyai tugas untuk mendorong pembelajaran aktif siswa. Keaktifan siswa memiliki peran yang sangat penting dalam proses pembelajaran karena tidak hanya memungkinkan guru untuk menyampaikan pengetahuan kepada siswa, tetapi juga menciptakan lingkungan di mana siswa dapat secara aktif belajar bagaimana mengubah perilaku mereka. Ini merupakan tantangan bagi peneliti dan tertarik untuk mengetahui bagaimana Pengaruh Keaktifan Belajar Siswa SMP terhadap Hasil Belajar Matematika pada Materi Aljabar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai ada tidaknya pengaruh keaktifan belajar terhadap hasil belajar matematika siswa pada materi aljabar di salah satu sekolah di Sumedang pada semester genap tahun pelajaran 2023/2024. Metodologi yang digunakan dalam penelitian kuantitatif melibatkan pengumpulan data melalui penggunaan kuesioner dan dokumentasi. Dengan menggunakan teknik Pearson Product Moment, validitas, reliabilitas, dan uji hipotesis dilakukan sebagai bagian dari proses analisis data. Hasil analisis korelasi product moment dari 31 responden pengujian hipotesis menghasilkan nilai r hitung sebesar 0,3150 dengan derajat kebebasan (df) 29. Nilai r tabel pada taraf signifikansi 5% adalah 0,3550. Dengan demikian, nilai r hitung (0,3150) lebih kecil dari r tabel (0,3550), artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara keaktifan belajar siswa dengan hasil belajar matematika siswa pada materi aljabar. Hal ini menunjukkan bahwa faktor-faktor lain, baik faktor internal maupun eksternal, mungkin memiliki pengaruh yang lebih dominan terhadap hasil belajar matematika siswa. Oleh karena itu, penting bagi pendidik dan pembuat kebijakan untuk mempertimbangkan berbagai faktor lain yang dapat memengaruhi hasil belajar siswa, serta untuk terus mencari strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa.
PENERAPAN ATURAN BAYES DALAM MEMPERKIRAKAN EKSISTENSI GENRE MUSIK PADA GENERASI Z Lily Eka Ariana; Rury Mentari Mahupale; Ainie Rahmah; Retno Subekti
AdMathEduSt: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/admathedust.v11i2.28848

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan eksistensi genre musik di kalangan generasi Z. Genre musik digolongkan dalam 3 jenis, yaitu musik tradisional, musik modern, dan musik terasimilasi modern-tradisional. Perhitungan eksistensi genre musik dilakukan menggunakan aturan Bayes. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei. Subyek penelitian adalah 257 perserta didik yang terdiri dari 67 siswa SMP dan 190 siswa SMA/SMK di D.I.Yogyakarta. Hal ini dikarenakan dengan aturan Bayes dapat memperhatikan frekuensi kemunculan kondisi subjek atau dalam penelitian ini frekuensi yang dimaksud adalah eksistensi dari musik tersebut. Berdasarkan aturan Bayes dapat disimpulkan bahwa eksistensi musik tradisional dikalangan generasi Z lebih rendah daripada musik modern dan asimilasi, serta musik modern menjadi musik yang paling eksis dan perkiraan untuk eksistensi dari musik tradisonal di kalangan generasi Z akan semakin menurun.
ANALISIS KESALAHAN MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MENGGUNAKAN KONTEKS GUNUNG DEMPO PADA MATA KULIAH TEORI HIMPUNAN Habibi Habibi; Reza Lestari
AdMathEduSt: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/admathedust.v11i2.29027

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan soal cerita menggunakan konteks Gunung Dempo pada mata kuliah Teori Himpunan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 23 orang mahasiswa Pendidikan Matematika Semester 1, STKIP Muhammadiyah Pagar Alam tahun ajaran 2023/2024. Kemudian dari hasil jawaban mahasiswa yang sudah ada, dipilihlah 3 hasil jawaban mahasiswa untuk dianalisis sesuai dengan pendapat Newman. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes dalam format soal cerita. Soal tes yang diberikan yaitu soal cerita menggunakan konteks Gunung Dempo pada mata kuliah Teori Himpunan. Berdasarkan hasil analisis kesalahan jawaban mahasiswa, ditemukan beberapa faktor yang mempengaruhi kesalahan mahasiswa dalam mengerjakan soal, yaitu: 1) mahasiswa tidak memahami pertanyaan yang diajukan; 2) kurangnya ketelitian mahasiswa dalam menjawab soal; 3) kesalahan mahasiswa dalam menggunakan tanda operasi hitung untuk menyelesaikan soal; dan 4) kesulitan mahasiswa dalam mengubah soal ke bentuk model matematika yang benar.

Page 1 of 1 | Total Record : 6