cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bireuen,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Edukasi dan Sains Biologi
Published by Universitas Almuslim
ISSN : 23021705     EISSN : -     DOI : -
JESBIO memuat artikel-artikel yang berupa hasil penelitian dan kajian (review) kritis dan komperhensif dalam bidang pendidikan biologi dan ilmu biologi murni.
Arjuna Subject : -
Articles 297 Documents
DETEKSI SENYAWA MUKOPOLISARIDA DENGAN PEWARNAAN ALCIAN BLUE PADA OVARIUM DAN UTERUS TIKUS PUTIH RATTUS NORVEGICUS Safrida .
JESBIO : Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 1 No 1 (2012): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi mukopolisakarida atau karbohidrat yang bersifat asam pada ovarium dan uterus tikus denagn pewarnaan Alcian Blue. Pembuatan preparat histologis dengan menggunakan metode Kiernan. Pewarnaan Alcian Blue (AB) pada Ph 2,5 akan mewarnai inti dan sitoplasma, dimana inti akan terwarnai merah dan sitoplasma akan terwarnai biru. Respon komponen sel/jaringan ovarium dan uterus terhadap pewarnaan Alcian Blue (AB)  pada Ph 2,5 ditunjukkan oleh warna biru pada sitoplasma dan warna merah muda/magenta pada inti sel. Preparat histologis jaringan ovarium yang diwarnai dengan pewarnaan Alcian Blue (AB) pH 2,5 ditemukan senyawa mukopolisakarida pada sitoplasma sel-sel granulosa dan sitoplasma oosit folikel tersier. Preparat histologis jaringan uterus yang diwarnai dengan pewarnaan Alcian Blue (AB) pH 2,5 terdapat senyawa mukopolisakarida pada sitoplasma sel-sel endometrium uterus. Kata kunci:  Senyawa Mukopolisakarida. Pewarnaan Alcian Blue, Ovarium, Uterus, Rattus norvegicus
KEADAAN PUASA TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS Rattus Norvegicus Adrien jems Akiles unitly
JESBIO : Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 1 No 1 (2012): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekurangan insulin pada jaringan yang membutuhkannya (jaringan Adipose, otot rangka, otot jantung, otot polos) dapat mengakibatkan sel kekurangan glukosa sehingga sel memperoleh energi dari asam lemak bebas clan menghasilkan metabolik keton (ketosis). Pada jaringan tidak membutuhkan insulin (hati, saraf, otak, ginjal, mata dan saluran pencernaan), kondisi hiperglikemia ini menyebabkan sel menerima glukosa terlalu banyak dan dapat menyebabkan Diabetes Melitus dan berbagai komplikasi. Tikus yang telah dipersiapkan menjadi hewan model diberi perlakuan dan diamati setelah itu diukur kadar glukosa darahnya sehingga didapatkan hasil bahwa perlakuan puasa pada tikus mempengaruhi fisiologi tubuh tikus. Hal ini di tandai dengan adanya penurunan berat badan dan terjadi perubahan kadar glukosa darah pada tikus. Perubahan kadar glukosa darah antara perlakuan awal, 18, 42, 66 dan 72 jam perlakuan (direcovery) tidak berbeda nyata, tetapi secara kasat mata secara terus menerus terjadi pada tikus puasa makan. Kata kunci : glukosa, hati, insulin.
MANFAAT TANAMAN PERKARANGAN DAERAH CONDET, SRENGSENG SAWAH DAN MENGGARAI DI DKI JAKARTA Yarni .; Yenisbar .; Sarro Ina Ita Bangun
JESBIO : Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 1 No 1 (2012): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi tanaman pekarangan daerah Codet Sarangseng Sawah dan Manggarai di DKI Jakarta. Metode yang digunakan adalah dengan mengumpulkan data primer dan dara sekunder. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa tanaman pekerangan banyak ditemukan di Srengseng Sawah (2480 tanaman) yang terdiri atas149 spesies dan 61 family. Kemudian diikuti oleh Condet (1963 tanaman) yang terdiri atas 145 spesies dan 61 family dan Manggarai (645 tanaman) yang terdiri dari 89 spesies dan 44 family. Berdasarkan manfaatnya, tanaman perkarangan tersebut dapat diklasifikasikan ke dalam tanaman sebagai sumber bahan bakar dan bahan bangunan rumah.  Kata kunci: Tanaman perkarangan, Klasifikasi, Fungsi tanaman.
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI DAN KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA PADA TOPIK PENCEMARAN LINGKUNGAN DI SMA NEGERI 1 MUTIARA PIDIE Afnidar .
JESBIO : Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 2 No 1 (2013): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan strategi pembelajaran yang tepat merupakan salah satu cara yang tepat dalam meningkatkan hasil belajar biologi siswa di sekolah. Strategi pembelajaran inkuiri merupakan salah satu strategi pembelajaran yang melibatkan siswa pada saat pembelajaran berlangsung, selain membuat siswa menjadi aktif strategi ini juga mengajak siswa untuk menyelesaikan sendiri setiap permasalahan yang diberikan oleh guru. Dengan menemukan sendiri setiap permasalahan menjadikan informasi yang didapatkan siswa lebih lama tersimpan di memori siswa, sehingga menjadikan pembelajaran lebih bermakna. Selain penggunaan strategi yang tepat, kepercayaan diri seseorang juga sangat menentukan prestasi belajar. Tingginya kepercayaan diri seseorang akan lebih mudah dalam menemukan jati diri dan menggapai sesuatu yang diharapkan, begitu juga sebaliknya dengan seseorang yang memiliki rasa percaya diri yang rendah menjadikan suatu penghalang dalam menggapai impian. Kata kunci: Inkuiri Terbimbing, Inkuiri Bebas Termodifikasi, Percaya Diri
PENGGUNAAN SELF ASSESSMENT TERHADAP KETRAMPILAN PSIKOMOTORIK SISWA KONSEP SISTEM PERNAPASAN MELALUI KEGIATAN PRAKTIKUM MENGETAHUI KAPASITAS PERNAPASAN PARU-PARU DI SMA N 4 BIREUEN Jumiati .
JESBIO : Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 2 No 1 (2013): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang penerapan self assessment terhadap kemampuan psikomotorik siswa pada konsep sistem pernapasan melalui praktikum kapasitas pernapasan paru-paru manusia telah dilaksanakan di SMA Negeri 4 Bireuen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan self assessment terhadap kemampuan psikomotorik siswa pada konsep sistem pernapasan melalui praktikum mengetahui kapasitas pernapasan paru-paru. Sumber data penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IPA.1 SMA Negeri 4 Bireuen, yang berjumlah 35 orang. Hasil penelitian diperoleh bahwa untuk kriteria penilaian 3 (sangat baik) selisih antara penilaian diri (self assessment) dan penilaian guru adalah 15,14% (>10%). untuk kriteria penilaian 2 (baik) selisih antara penilaian diri (self assessment) dan penilaian guru adalah 4,28% (<10%), untuk kriteria penilaian 1 (kurang baik) selisih antara penilaian diri (self assessment) dan penilaian guru adalah 7,43% (<10%), dan untuk kriteria penilaian 0 (tidak baik) hasil dari penilaian diri (self assessment) dan penilaian guru adalah sama (tidak ada selisih). Simpulan dari hasil penelitian ini adalah penerapan self assessment terhadap kernampuan psikornotorik siswa pada konsep sistem pernapasan rnelalui praktikum menguji kapasitas pernapasan paru-paru di SMA negeri 4 Bireuen belum dapat terlaksana dengan baik dikarenakan sikap subjektif siswa yang masih tinggi dalam menilai dirinya sendiri. Hal ini terlihat dari selisih antara penilaian diri (self assessment) dan penilaian guru pada kriteria penilaian 3 (sangat baik) menunjukkan nilai selisih yang lebih besar dari 10%. Siswa lebih cenderung memilih kriteria penilaian 3 (sangat baik) untuk menilai kemampuan psikomotoriknya. Kata Kunci: Seff Assessment, Psikomotorik, Sistem Pernapasan dan praktikum mengetahui kapasitas pernapasan paru-paru
IDENTIFIKASI PARASIT GASTROINTESTINAL PADA FESES ORANGUTAN SUMATERA (Pongo abelii) SEMI LIAR DI KAWASAN CAGAR ALAM PINUS JANTHO KABUPATEN ACEH BESAR Raja Marthunus Selian; M Hanafian; Erdiansyah R
JESBIO : Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 2 No 1 (2013): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendapatkan informasi serta mengetahui jenis-jenis parasit gastrointestinal pada feses Orangutan sumatera (Pongo abelii) semi liar yang berada di kawasan Cagar Alam Pinus Jantho, Kabupaten Aceh Besar. Sampel yang diambil berupa feses dari 10 ekor Orangutan sumatera yang berada di kawasan Cagar Alam Pinus Jantho. Kemudian sampel feses segar diawetkan dengan menggunakan cairan AFA (alkohol-formal-acetic). Selanjutnya sampel feses diperiksa di Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala. Metode pemeriksaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Sentrifus dan Sedimentasi untuk mengetahui keberadaan parasit gastrointestinal. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil pemeriksaan laboratorium dari 10 sampel feses Orangutan sumatera, 8 sampel positif ditemukan parasit gastrointestinal jenis Ascaris sp., Hookworm dan Balantidium coli. Tingkat prevalensi Ascaris sp. sebesar 20%, Hookworm 20% dan Balantidium coli 40%. Penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa terdapat parasit gastrointestinal Ascaris sp., Hookworm dan Balantidium coli pada 8 sampel feses Orangutan sumatera (Pongo abelii) semi liar di kawasan Cagar Alam Pinus Jantho, Kabupaten Aceh Besar. Kata kunci : Orangutan sumatera, Ascaris sp., Hookworm, Balantidium coli
STUDI PERBANYAKAN VEGETATIF PISANG RAJA WAAK (MUSA SP.) DENGAN INDUKSI BONGGOL: PENGARUH BOBOT STEK BONGGOL Safrizal .
JESBIO : Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 2 No 1 (2013): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pisang Waak termasuk dalam kelompok pisang Raja yang merupakan salah satu varietas pisang yang paling banyak ditemukan di sentra pisang tradisional di Indonesia setelah Pisang Ambon. Pisang Raja waak merupakan salah satu jenis pisang lokal yang banyak terdapat di Aceh dan mengandung nilai gizi tinggi. Namun demikian, untuk dibudidayakan dalam skala luas mengalami kendala ketersediaan bibit berkualitas dalam jumlah banyak dan waktu singkat belum tersedia. Percobaan ini bertujuan untuk mengembangkan teknik perbanyakan vegetatif dengan menggunakan stek pada berbagai ukuran berat bonggol. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap berfaktor tunggal, terdiri dari tiga taraf, yaitu 25-30 gram, 40-50 gram, dan 60-70 gram. Percobaan disusun dalam tiga ulangan dan masing-masing satuan terdiri atas 25 bibit. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pertumbuhan bibit asal stek bonggol bervariasi tergantung pada berat bonggol. Kemampuan tumbuh bibit dan persentase bibit hidup yang baik diperoleh pada bibit asal stek dengan bobot 40-50 gram dan stek 60 -70 gram. Kata Kunci : kemampuan tumbuh, persen bibit hidup, berat stek bonggol  
PENGARUH TANAMAN ANTI-OSTEOPOROSIS SIPATAH-PATAH (Cissus quadragularis Salibs) PADA GAMBARAN HISTOPATOLOGIS KELENJAR PARATIROID DAN TULANG TIKUS (Rattus norvegicus) Mustafa Sabri
JESBIO : Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 2 No 1 (2013): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Osteoporosis merupakan suatu keadaan berkurangnya massa tulang dan mineral tulang yang disertai dengan atau tanpa kerusakan arsitektur tulang yang menyebabkan kekuatan tulang menjadi menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu pemberian Cq dalam mempertahankan kepadatan tulang pada tikus. Penelitian ini menggunakan 20 ekor tikus betina (Rattus norvegicus) berumur 30 hari yang diperoleh dari Animallab-IPB Baranangsiang. Perlakuan terdiri atas 5 perlakuan yaitu G0 = tanpa Cq (kontrol), G1 = pemberian Cq mulai umur 30 hari, G2 = pemberian Cq mulai umur 60 hari, G3 = pemberian Cq mulai umur 90 hari, dan G4 = pemberian Cq mlai umur 120 hari. Pemberian ekstrak Cq sebanyak 750 mg/kg bb/hari pada tikus yang berumur 30 hari. Pemberian Cq dilakukan setiap hari berdasarkan perlakuan selama 180 hari. Parameter yang diamati adalah gambaran histologi tulang tibiafibula dan kelenjar paratiroid. Gambaran histologi dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan pemberian Cq pada tikus menunjukan efek positif pada performa tulang dan kelenjar paratiroid. Performa tulang dan kelenjar tiroid pada tikus umur 30 hari memberikan hasil lebih baik dari umur 60,90,120 hari. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin cepat waku pemberian Cq, maka semakin baik  untuk mencegah  osteoporosis. Kata kunci:  Anti-osteoporosis,  kelenjar paratiroid sipatah-patah (Cissus quadragularis salibs),  Rattus norvegicus,  tulang tibiafibula
RESPON LAJU PERKEMBANGAN LARVA UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii de Man) PADA BERBAGAI LEVEL SALINITAS Syahrir .
JESBIO : Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 2 No 1 (2013): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebanyak 300 ekor larva udang galah yang berumur 1 hari dipelihara dalam 12 buah ember plastik hitam bervolume 10 L yang masing-masing diisi 5 L air payau dengan kepadatan 5 ekor/L. Tujuannya adalah untuk mengetahui level salinitas terbaik yang dapat menunjang perkembangan larva udang galah. Salinitas yang diujikan, yaitu (A) 5 ppt, (B) 10 ppt, (C) 15 ppt, (D) 20 ppt, dan masing-masing dilakukan 3 ulangan. Analisis ragam dan uji BNT digunakan untuk mengetahui masing-masing pengaruh perlakuan dan perbedaan nilai rata-rata perlakuan. Nilai rata-rata hari perkembangan larva udang galah tercepat dari tingkatan I–PL berturut-turut adalah 2.00, 1.00, 2.00, 3.67, 2.67, 4.33, 3.33, 2.67, 3.00, 3.67, 3.00, 2.67. Hasil analisis menunjukkan level salinitas yang dicobakan tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap masa metamorfosis larva udang galah dari tingkatan I–PL, kecuali pada tingkatan VI, IX dan PL. Salinitas 15 ppt memberikan waktu metamorfosis tercepat pada tingkatan VI dan IX, namun pada tingkatan PL masa metamorfosis tercepat terjadi pada salinitas 10 ppt. Kata kunci : laju perkembangan, Macrobrachium rosenbergii, salinitas.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED INSTRUCTION TERHADAP HASIL BELAJAR DAN KEMAMPUAN KERJA ILMIAH SISWA PADA KONSEP PERUSAKAN DAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI SMA NEGERI 4 BIREUEN Jumiati .; Cut Nurmaliah; Razali .
JESBIO : Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 2 No 2 (2013): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui: (1) Peningkatan hasil belajar siswa pada konsep perusakan dan pencemaran lingkungan yang dibelajarkan dengan model problem based instruction (PBI) dan peningkatan hasil belajar siswa yang  dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional; (2) Peningkatan kemampuan kerja ilmiah siswa pada konsep perusakan dan pencemaran lingkungan yang dibelajarkan dengan model PBI yang dibandingkan dengan pembelajaran konvensional, Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 4 Bireuen dengan menggunakan metode kuasi eksperimen. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa   kelas X  semester ganjil  pada Tahun Pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 4 kelas paralel. Sampel diambil sebanyak 2 kelas yang ditentukan secara acak yang terdiri dari kelas eksperimen atau PBI dan kelas kontrol atau konvensional. Analisis data dilakukan dengan uji t dengan menggunakan program SPSS 16.0 for windows. Hasil penenelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang signifikan (ƿ>0,05) antara siswa yang dibelajarakan dengan model PBI dengan pembelajaran konvensional,  (2) terdapat perbedaan skor kemampuan kerja ilmiah siswa yang signifikan (ƿ>0,05) antara siswa yang dibelajarkan dengan model PBI dengan pembelajaran konvensional, Dapat disimpulkan bahwa : (1)  hasil belajar siswa pada konsep perusakan dan pencemaran lingkungan dengan model PBI lebih tinggi dibandingkan dengan hasil yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional, (2) Skor kemampuan kerja ilmiah siswa dengan model PBI lebih tinggi dibandingkan dengan skor pembelajaran konvensional. Kata kunci: Problem Based Instruction, Hasil Belajar, Kerja Ilmiah Siswa, Perusakan dan Pencemaran Lingkungan.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 2 (2024): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 11 No 2 (2022): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 11 No 1 (2022): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 10 No 3 (2021): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 10 No 2 (2021): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 10 No 1 (2021): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 8 No 2 (2019): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 7 No 2 (2018): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 7 No 1 (2018): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 6 No 2 (2017): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 6 No 1 (2017): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 5 No 2 (2016): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 5, No 2 (2016): JURNAL EDUKASI DAN SAINS BIOLOGI Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 4 No 2 (2015): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 4 No 1 (2015): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 3 No 2 (2014): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 3 No 1 (2014): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 2 No 2 (2013): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 2 No 1 (2013): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 1 No 1 (2012): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi More Issue