cover
Contact Name
Syafii
Contact Email
jnte@ft.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Syafii@ft.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23022949     EISSN : 24077267     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Nasional Teknik Elektro (JNTE) adalah jurnal ilmiah peer-reviewed yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas dengan versi cetak (p-ISSN:2302-2949) dan versi elektronik (e-ISSN:2407-7267). JNTE terbit dua kali dalam setahun untuk naskah hasil/bagian penelitian yang berkaitan dengan elektrik, elektronik, telekomunikasi dan informatika.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 3: November 2016" : 16 Documents clear
Analisa Kestabilan Sistem Kendali Eksitasi Generator Tipe Arus Searah Tanpa dan dengan Pengendali Berdasarkan Pendekatan Tanggapan Frekuensi Heru Dibyo Laksono; Mazues .; Wayu Diafridho A
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 3: November 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.998 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n3.292.2016

Abstract

This journal discussed the stability analysis of generator excitation control system in type of direct current without and by using controller. The stability Analysis was conducted on absolute stability analysis, relative stability analysis and internal stability analysis. For the absolute stability analysis was demonstrated by using gain margin and phase margin value. In order to get satisfied system performance so that cultivated gain margin value was greater than 6 dB and phase margin value was in ranges from 300 to 600. For the relative stability was shown by the peak value of resonance. The system would be relatively stable if the peak value of resonance range was between 1:10 to 1:50. The system would be internal stable if all closed circle transfer functions from input to internal output was stable. For internal stability indicator was shown by number 0 if the system is internally stable and number 1 if the system was internally unstable. For controllers used consisted of Proportional controller (P), Proportional Integral controller (PI), Proportional Differential controller (PD) and Proportional Integral Differential controller (PID). The controllers were designed with a frequency response approach. The results showed that the voltage response of generator excitation system type direct current with Proportional controller (P), Proportional Integral controller (PI), Proportional Differential controller (PD) and Proportional Integral Differential controller (PID) was stable of absolute, relative and internal.With Proportional controller (P), the voltage response of generator excitation system type direct current had 4.2542 (12.5760 dB) in gain margin value, 50.5290 degrees in phase margin value, 1.2136 (1.6816) in resonance peak value and 0 in internal stability index. With Proportional Integral controller (PI), the voltage response of generator excitation system type direct current had 4.3362 (12.7420 dB) in gain margin value, 49.0000 degrees in phase margin value, 1.2391 (1.8624 dB) in resonance peak value and 0 in internal stability index. With Proportional Differential controller (PD), the voltage response of generator excitation system type direct current had 16.6910 (24.4490 dB)in gain margin value, 54.0000 degrees in phase margin value, 1.1030 (0.8516 dB)  in resonance peak value and 0 in internal stability index. For Proportional Integral Differential controller (PID), the voltage response of generator excitation system type direct current had 8.9451 (19.0320 dB) in gain margin value, 50.0000 degrees in phase margin value, 1.1792 (1.4316 dB) in resonance peak value and 0 in internal stability index.Keyword: Excitation system, absolute stability, relative stability, internal stability, frequency response Abstrak— Jurnal ini membahas tentang analisa kestabilan sistem kendali eksitasi generator tipe arus searah tanpa dan dengan pengendali. Analisa kestabilan yang dilakukan meliputi analisa kestabilan mutlak, analisa kestabilan relatif dan analisa kestabilan internal. Untuk analisa kestabilan mutlak ditunjukkan dengan menggunakan nilai margin penguatan dan nilai margin fasa. agar performansi sistem memuaskan maka diusahakan nilai margin penguatan ini besar dari 6 dB dan nilai margin fasa berkisar antara 300 sampai 600. Untuk kestabilan relatif ditunjukkan dengan nilai puncak resonansi. Sistem akan bersifat stabil relatif jika nilai puncak resonansi berkisar antara  1.10  s/d 1.50. sistem akan bersifat stabil internal jika semua fungsi alih lingkar tertutup dari masukan ke keluaran internal bersifat stabil.  Untuk indikator kestabilan internal ini ditunjukkan oleh angka 0 jika sistem bersifat stabil internal dan angka 1 jika sistem bersifat tidak stabil internal. Untuk pengendali yang digunakan terdiri dari pengendali Proporsional (P), pengendali Proporsional Integral (PI), pengendali Proporsional Diferensial (PD) dan pengendali Proporsional Integral Diferensial (PID). Pengendali – pengendali tersebut dirancang dengan pendekatan tanggapan frekuensi. Hasil yang diperoleh bahwa tanggapan tegangan sistem eksitasi generator tipe arus searah dengan pengendali Proporsional (P), pengendali Proporsional Integral (PI), pengendali Proporsional Diferensial (PD) dan pengendali Proporsional Integral Diferensial (PID) bersifat stabil mutlak, stabil relatif dan stabil internal.Dengan kontroler Proporsional (P), respon tegangan generator eksitasi jenis sistem arus searah memiliki 4,2542 (12,5760 dB) nilai marjin keuntungan, 50,5290 derajat nilai fasa, 1,2136 (1,6816) dalam resonansi nilai puncak dan 0 dalam indeks stabilitas internal. Dengan kontroler Proportional Integral (PI), respon tegangan dari jenis sistem eksitasi generator arus searah memiliki 4,3362 (12,7420 dB) nilai marjin keuntungan, 49,0000 derajat nilai fasa, 1,2391 (1,8624 dB) di resonansi nilai puncak dan 0 dalam stabilitas internal yang indeks. Dengan kontroler Proporsional Differential (PD), respon tegangan dari jenis sistem eksitasi generator arus searah memiliki 16,6910 (24,4490 dB) nilai marjin keuntungan, 54,0000 derajat nilai fasa, 1,1030 (0,8516 dB) di resonansi nilai puncak dan 0 dalam stabilitas internal yang indeks. Untuk Proporsional Integral Diferensial controller (PID), respon tegangan dari jenis sistem eksitasi generator arus searah memiliki 8,9451 (19,0320 dB) nilai margin keuntungan, 50,0000 derajat nilai fasa, 1,1792 (1,4316 dB) di resonansi nilai puncak dan 0 di intern indeks stabilitas.Kata kunci :  sistem eksitasi, kestabilan mutlak, kestabilan relatif, kestabilan internal, tanggapan frekuensi
Sistem Pengaturan Pencahayaan Ruangan Berbasis Android pada Rumah Pintar Muhamad Dwisnanto Putro; Feisy D. Kambey
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 3: November 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.266 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n3.294.2016

Abstract

Smart Home generally pay attention to energy efficiency can be maximized by using natural lighting during the day, the layout of the lighting, the use of electrical equipment that are energy efficient and use energy-saving lamps. lighting control system should normally only uses the principle on / off and impractical to operate, This system still has the disadvantage of effectiveness.Besides all the convenience factor and needs in lighting the room became an important influence on the health of human eyesight. The purpose of this research is to build an efficient lighting control system, practical, according to the needs and equipped with the optimization of the lighting control based on efficiency and standard of room lightning SNI 03-6197-2000. This system was designed practically controlled remotely using a smartphone android device. This research is helpful to people occupying the residence so that they can feel comfortable, efficient and practical to operate the lighting control system in smart home. In its design of this system consists of hardware design and software design hardware design consist of the design of sensors, actuators, controllers and remote control. While for design of the software consists of intelligent programming algorithms and programming mobile systems. In the design of intelligent programming using arduino IDE application while the mobile programming using the application APP INVENTOR 2. Disadvantages of this system is the method of determining the value parameter, the parameter value ranges are narrow and the fast response changes in light intensity makes this system is not stable.Keywords: Smart Home, Lighting the Room, Android Abstrak - Rumah pintar pada umumnya memperhatikan efesiensi pemakaian energi yang dapat dimaksimalkan dengan memakai pencahayaan alami di siang hari, tata letak lampu penerangan yang tepat, pemakaian peralatan listrik yang hemat energi dan pemakaian lampu hemat energi. Sistem lampu pengaturan penerangan ruangan pada umunya hanya menggunakan prinsip on/off  dan tidak praktis untuk dioperasikan, Sistem ini masih memiliki kelemahan yaitu dalam hal efektifitas. Selain dari pada itu faktor kenyamanan dan kebutuhan dalam penerangan ruangan menjadi pengaruh penting untuk kesehatan penglihatan mata manusia. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu membangun sistem pengaturan pencahayaan yang efisien, praktis, sesuai kebutuhan dan dilengkapi dengan optimasi pengaturan pencahayan berdasarkan efesiensi dan standar penerangan ruangan SNI 03-6197-2000. Sistem ini pun dirancang praktis yang dikendalikan secara jarak jauh dengan menggunakan perangkat android smartphone. Penelitian ini bermanfaat bagi masyarakat penghuni rumah tinggal sehingga dapat merasa nyaman, efisien dan praktis untuk mengoperasikan sistem pengaturan pencahayaan pada rumah pintar. Pada perancangannya sistem ini terdiri atas perancangan perangkat keras dan perancangan perangkat lunak perancangan perangkat keras terdiri atas perancangan sensor, aktuator, pengendali dan pengendalian jarak jauh. Sedangkan untuk perancangan perangkat lunak terdiri atas algoritma pemograman cerdas sistem dan pemograman mobile. Pada perancangan pemograman cerdas menggunakan aplikasi Arduino IDE sedangkan pada pemograman mobile menggunakan aplikasi APP INVENTOR 2. Pada Aplikasi smartphone berbasis android menghasilkan pengendalian sistem pengaturan pencahayaan rungan yang dapat dikendalikan secara mode manual dan mode otomatis melalui media nirkabel bluetooth. Kekurangan dari sistem ini adalah dalam penentuan metode nilai parameter, dengan cakupan nilai parameter yang sempit dan respon perubahan intensitas cahaya yang cepat membuat sistem ini belum stabil.Kata Kunci : Rumah pintar, Pengaturan Pencahayaan Ruangan, Android
Analisis Gelombang Elektromagnetik dan Seismik yang Ditimbulkan oleh Gejala Gempa Agus Rahmad Timor; Hanalde Andre; Ariadi Hazmi
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 3: November 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.412 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n3.297.2016

Abstract

Earthquakes are a natural phenomenon which is difficult to predict when and how it will happen. Effort is needed to minimize the risk of earthquakes, such as the observation of the early signs before an earthquake occurs (precursor). This study was conducted to observe earthquakes in West Sumatra in two ways. Observations eleketromagnetik waves utilizing radio waves from the two stations. The study also uses seismic wave sensors that are placed in the Department of Electrical Engineering, University of Andalas. Based on the results of data processing of the transmission of radio waves, it is known that electromagnetic anomalies can be recorded by utilizing radio wave propagation. However, with the line of sight propagation cause a lot of loss propagation, and less effective in recording. For the recording of the earthquake through the seismic waves very well. The measurement results for the direction of the epicenter compared with the measurement result BMKG for some earthquakes end of 2013 were felt in the West Sumatra. The average error of measurement gained 9.6% since the phase delay is affected by the accuracy of the sensor device.Keywords: Earthquakes, Electromagnetic, SeismicAbstrak- Gempa bumi adalah fenomena alam yang sulit diprediksi kapan dan bagaimana akan terjadi. Diperlukan usaha untuk meminimalisir resiko gempa bumi, seperti pengamatan tanda tanda awal sebelum gempabumi terjadi (prekursor). Penelitian ini dilakukan untuk mengamati kejadian gempa di Sumatera Barat melalui dua cara.  Pengamatan gelombang eleketromagnetik memanfaatkan gelombang radio dari dua stasiun. Penelitian juga menggunakan sensor gelombang seismic yang ditempatkan di jurusan Teknik Elektro, Universitas Andalas. Berdasar hasil pengolahan data dari transmisi gelombang radio, maka diketahui bahwa anomaly elektromagnetik  dapat direkam dengan memanfaatkan propagasi gelombang radio. Namun propagasi dengan line of sight banyak menimbulkan rugi-rugi propagasi, dan kurang efektif dalam perekaman. Untuk rekaman gempa melalui gelombang seismik sangat baik. Hasil pengukuran untuk arah pusat gempa dibandingkan dengan hasil pengukuran BMKG untuk beberapa kejadian gempa akhir tahun 2013 yang dirasakan di Sumatera Barat. Adapun error rata-rata pengukuran yang didapat 9.6% karena dipengaruhi oleh keakurasian delay phasa alat sensor.Kata kunci: Gempa bumi, Elektromagnetik, Seismik
Optimasi Penempatan Menara BTS Menggunakan Quantum-Behaved Particle Swarm Optimization Mohamad Fatkhur Rohman; Faqih Rofii; Fachrudin Hunaini
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 3: November 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.654 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n3.298.2016

Abstract

Universal Mobile Telecommunications System ( UMTS ) is currently regarded as a dream system that replaces the Global System for Mobile Communication ( GSM ) and is one of the evolution of third generation ( 3G ) of mobile networks . One componentof UMTS network is  Node B , Node B can be analogous to the BaseTransceiver Station. Along with the increasing customer need , there need for increasing number of Node B and that can divided the visualize of the city and need optimization of tower placement .Quantum - behaved Particle Swarm Optimization . So in this research be designed simulation optimization placement of base stations using QPSO with parameters to be optimized is the Coverage Area and Traffic .QPSO algorithm can reduce the number of base stations from 55 to 43 BTS.Keyword : UMTS900, Base Tranceiver Station, QPSOAbstrak-Universal Mobile Telecomunication System (UMTS) saat ini dipandang sebagai sebuah sistem impian yang menggantikan Global System for Mobile Communication (GSM) dan merupakan salah satu evolusi generasi ketiga (3G) dari jaringan mobile. Salah satu komponen pendukung jaringan UMTS adalah Node B, Node B dapat dianalogikan sebagai BTS. Seiring perkembangan kebutuhan pelanggan yang semakin meningkat, kebutuhan akan BTS(Node B) semakin bertambah, hal ini menyebabkan banyaknya jumlah menara BTS da menyebabkan pemandangan yang kurang bagus bagi visualisasi kota.oleh karena itu perlu dilakukan optimisasi penempatan menara BTS. Salah satu metode untuk mengoptimasi adalah Quantum-behaved Particle Swarm Optimization. Maka dalam penelitian ini akan dirancang simulasi optimasi penempatan BTS menggunakan QPSO dengan parameter yang akan dioptimasi adalah Coverage Area dan Trafik. Dari hasil penelitian yang dilakukan, Algoritma QPSO mampu mengurangi jumlah BTS dari 55 BTS menjadi 43 BTS.Kata Kunci : UMTS900, BTS, QPSO
Studi dan Analisis Kinerja Mpeg Surround pada Bitrate 256 – 400 Kbps Amirul Luthfi; Fauzan Mustaqim; Ikhwana Elfitri
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 3: November 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.474 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n3.302.2016

Abstract

MPEG Surround is one of the spatial audio codings that  popularly used. MPEG Surround is generally used at a low bitrate such as 64, 96 and 160 kbps. MPEG Surround can be used at high bitrates, but the audio quality produced in the bitrate is not yet fully known. This paper investigates the effect of increase bitrate toward the increase of  audio quality. The result showed a significant increase of the audio quality when the MPEG surround used in high bitrate. Accordingly, the MPEG Surround eligible for use in high bitrate to get better audio quality.Keywords : Spatial Audio Coding dan MPEG Surround Abstrak— MPEG Surround merupakan salah satu spatial audio coding yang populer digunakan. MPEG Surround umumnya digunakan pada bitrate rendah yaitu 64, 96, dan 160 kbps. MPEG Surround dapat digunakan pada bitrate tinggi, namun kualitas audio yang dihasilkan pada bitrate tersebut belum sepenuhnya diketahui. Paper ini menginvestigasi pengaruh kenaikan bitrate terhadap kenaikan kualitas audio. Hasil menunjukkan peningkatan kualitas audio yang cukup signifikan saat MPEG Surround digunakan pada bitrate tinggi. Dengan demikian MPEG Surround layak digunakan pada bitrate tinggi untuk mendapatkan kualitas audio yang lebih baik.Kata Kunci :Spatial Audio Coding dan MPEG Surround
Identifikasi Jenis Bubuk Kopi menggunakan Electronic Nose dengan Metode Pembelajaran Backpropagation Desti Rabersyah; Firdaus .; Derisma .
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 3: November 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.718 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n3.305.2016

Abstract

The development of technology allows the creation of a system in a manner resembling a nose job, the electronic nose (e-nose). E-nose can be utilized in various application fields, one of which is to distinguish the type of coffee. There are two main types of coffee, Arabica (Coffea arabica) and robusta (Coffea Robusta). Coffee has different characteristics and unique for its kind. Characteristics of coffee can be determined based on the gas content of coffee using e-nose. This device consists of 5 units of gas sensors that TGS 2610, TGS 2611, TGS 2602, TGS and TGS 2620 822. The pattern of data obtained from the respective resistance change, if the sensors detect coffee that resulted in a change in voltage. Pattern data will be processed using backpropagation neural network. Backpropagation architecture used is formed from the 5 input nodes, 6 hidden nodes and 2 output nodes. The result  are expected to distinguish between arabica and robusta and be able to recognize the state of free air (without coffee). The test showed backpropagation NN able to identify with a success rate of 40% for arabica, robusta and 100% to 100% for free air (without coffee).Keywords : Electronic nose, Neural Network, BackpropagationAbstrak— Perkembangan teknologi memungkinkan penciptaan sebuah sistem dengan cara kerja menyerupai hidung, yaitu electronic nose (e-nose). E-nose dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang aplikasi, salah satunya untuk membedakan jenis kopi. Terdapat dua jenis utama kopi, yaitu kopi arabika (Coffea Arabica) dan kopi robusta (Coffea Robusta). Kopi memiliki karakteristik yang berbeda dan unik untuk masing – masing jenisnya. Karakteristik kopi dapat ditentukan berdasarkan kandungan gas pada kopi menggunakan e-nose. Perangkat ini terdiri dari 5 unit sensor gas yaitu TGS 2610, TGS 2611, TGS 2602, TGS 2620 dan TGS 822. Pola data diperoleh dari perubahan resistansi masing – masing sensor apabila mendeteksi aroma kopi yang mengakibatkan perubahan tegangan. Pola data tersebut akan diolah menggunakan jaringan saraf tiruan (JST) backpropagation. Arsitektur JST backpropagation yang digunakan dibentuk dari 5 node input, 6 node hidden dan 2 node output. Hasil output JST backpropagation yang diharapkan dapat membedakan kopi arabika dan robusta serta mampu mengenali keadaan udara bebas (tanpa kopi). Hasil pengujian memperlihatkan JST backpropagation mampu melakukan identifikasi dengan tingkat keberhasilan 40 % untuk arabika, 100 % untuk robusta dan 100 % untuk udara bebas (tanpa kopi).Kata Kunci : Electronic Nose,  Jaringan saraf tiruan, JST backpropagation
Semantic Connection : Rancangan Platform Komunikasi pada Smart Object Iwan Kurnianto Wibowo
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 3: November 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.924 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n3.312.2016

Abstract

To provide a better gaming experience, it needs to design a game framework using smart object media as interaction media with various scenarios. In previous researchs have built a game media such as a smart object. Smart objects are physically integrated with the sensor, processor, and network. Smart object able to sense, interpret what is happening with him and their surroundings, reacting, interacting with other objects and exchanging information with the user. Media interaction is closely related to the communication platforms used. This paper presents a communication platform on smart object. The communication platform provides mechanisms of smart object to serve the interaction with other smart object and communicates with server. The smart object functions as universal input and output device based embedded systems that have a communication protocol.  So that many game scenarios can be implemented. Data communication between the smart object and the server is done wirelessly and full duplex, between data receiving and trasmitting lines are separated and worked simultaneously. Point to multipoint data transmission adopts star topology. The server is connected directly to each smart object. Data transmission between a smart object to the server generates an error rate of up to 0.15%. When there are three smart object that communicates with the server, the error rate increased to 2.77%.Keywords : Gaming Experience, Smart Object, Communication PlatformAbstrak—Untuk memberikan pengalaman bermain lebih mendalam, perlu disusun kerangka permainan yang memanfaatkan media smart object sebagai media interaksi dengan skenario yang bervariasi. Pada penelitian sebelumnya telah dibangun sebuah media permainan berupa smart object. Smart object secara fisik terintegrasi dengan sensor, prosesor, dan jaringan. Smart object mampu merasakan, menafsirkan apa yang terjadi dengan dirinya dan lingkungan sekitar, bereaksi, berinteraksi dengan objek lainnya dan bertukar informasi dengan pengguna. Media interaksi erat kaitannya dengan platform komunikasi yang digunakan. Makalah ini menyajikan platform komunikasi pada smart object yang telah dibangun. Platform komunikasi meliputi mekanisme smart object dalam melayani interaksi dengan smart object lain dan komunikasi dengan server. Smart object berfungsi sebagai perangkat masukan dan keluaran universal berbasis sistem embedded yang ditanamkan sebuah protokol dalam berkomunikasi. Sehingga banyak skenario permainan yang dapat diimplementasikan. Komunikasi data antara smart object dan server dilakukan secara nirkabel dan full duplex, antara jalur penerimaan dan pengiriman data terpisah dan bekerja secara bersamaan. Pengiriman data point to multipoint mengadopsi topologi bintang. Server terhubung langsung ke masing-masing smart object. Pengiriman data antara sebuah smart object ke server menghasilkan tingkat kesalahan hingga 0.15%.  Ketika ada tiga smart object yang berkomunikasi dengan server maka tingkat kesalahan meningkat hingga 2.77%.Kata Kunci : Pengalaman permainan, Smart object, Platform komunikasi
Operasi Ekonomis dan Unit Commitment Pembangkit Thermal pada Sistem Kelistrikan Jambi Delima .; Syafii .
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 3: November 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.991 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n3.313.2016

Abstract

Economical operation at power plants is an important aspect in the management of power system economic operation, his specialty in this paper discusses economic and operating unit Commitment to coordination of power plant electrical systems Jambi by applying method of the list of priorities. The data used in this paper is thermal power plant in November 2015 conducted in Jambi province retrieved results less economical, for it is need for calculation of economical operations for power generation units. The selected combination is the combination that produces the most fuel costs to a minimum. On the imposition of 235 MW power by operating unit 4 generating namely PLTG Batanghari unit 1, PLTMG segai gelam unit 3, unit 6, Rent PLTG PLTG Batanghari unit 2. With operating expenses amounted to Rp.,65.102.864.238 method of the list of priorities in solving unit commitment gives results which are more optimal as compared to the total costs incurred by PT. PLN (Persero) Area Of Jambi. The total cost of the plant from PT. PLN (Persero) Rp Jambi Region. 163,755,996.30 thus there are savings of Rp. 60,891,757.65. per mounth From the results of this data processing operations are economical in power plants in Jambi province need to be rethought to make it more efficient in the use of electrical energy.Keywords : Optimization of plant scheduling, economical operation, Combination of on / off priority list. Abstrak - Operasi ekonomis pada pembangkit tenaga listrik merupakan suatu aspek penting dalam manajemen sistem tenaga listrik khusus nya operasi ekonomis, dalam makalah ini membahas tentang operasi ekonomis dan unit Commitment untuk koordinasi pembangkit sistem kelistrikan Jambi dengan menerapkan metode daftar prioritas. Data yang digunakan dalam makalah ini  adalah pembangkit listrik tenaga termal pada bulan November 2015 dilakukan di Provinsi Jambi diperoleh hasil kurang ekonomis, untuk itu perlu adanya perhitungan pada operasi ekonomis untuk unit-unit pembangkit. Kombinasi yang dipilih adalah kombinasi yang menghasilkan biaya bahan bakar yang paling minimum. Pada pembebanan daya 235 MW dengan mengoperasikan 4 unit pembangkit yaitu PLTG Batanghari unit 1, PLTMG segai gelam unit 3, PLTG Sewa unit 6, PLTG Batanghari unit 2. Dengan biaya operasi sebesar Rp.102.864.238,65. Metode daftar prioritas dalam menyelesaikan permasalahan unit commitment memberikan hasil yang lebih yang lebih optimal dibandingkan dengan total biaya yang dikeluarkan oleh PT.PLN (Persero) Wilayah Jambi. Total biaya pembangkit dari PT.PLN (Persero) Wilayah Jambi Sebesar Rp. 163.755.996,30 dengan demikian ada penghematan sebesar Rp. 60.891.757,65./bulan. Dari hasil pengolah data  ini maka operasi ekonomis pada pembangkit tenaga listrik di Provinsi Jambi perlu dikaji ulang agar lebih efesien dalam penggunaan energi listrik.Kata Kunci : Optimalisasi penjadwalan pembangkit , Operasi ekonomis, Kombinasi on/off  daftar prioritas .
Pengembangan Topologi Inverter Multilevel Tiga Tingkat Satu Fasa Tipe Dioda Clamped dengan Mereduksi Komponen Saklar Daya Hendi Matalata; Muh. Imran Hamid
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 3: November 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.752 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n3.314.2016

Abstract

Multilevel inverter is a converter which converts the DC power source into an AC power source with a voltage output of more than two levels. Conventional multilevel inverter topology for the three levels developed at this time generally uses four components of the power switch. In this paper presented a three-level multilevel inverter topology by reducing the power switch components into two pieces and named as the type of diode clamped multilevel inverter three level one phase. Simulation with MATLAB have shown the many advantages of this topology is compared with the existing topology. Furthermore topology realized in order to determine their performance in real terms. Tests have shown the prospects of this topology to be applied to a variety of purposes.Keywords: Multilevel Inverter, Diodes clamped, Components Power Switch, Reduction Abstrak - Inverter multilevel adalah konverter yang mengubah sumber listrik DC menjadi sumber listrik AC dengan keluaran tegangan lebih dari dua tingkat. Topologi konvensional inverter multilevel untuk tiga tingkat yang berkembang saat ini umumnya menggunakan empat komponen saklar daya. Dalam paper ini diketengahkan sebuah topologi inverter multilevel tiga tingkat dengan mereduksi komponen saklar daya menjadi dua buah dan dinamakan sebagai inverter multilevel tipe diode clamped tiga tingkat satu phasa. Simulasi dengan MATLAB yang telah dilakukan menunjukkan berbagai kelebihan topologi ini dibandingakan dengan topologi yang ada sebelumnya. Selanjutnya topologi direalisasikan untuk dapat mengetahui unjuk kerjanya secara ril. Pengujian yang dilakukan menunjukkan prospek topologi ini untuk dapat diaplikasikan pada berbagai keperluan.Kata kunci: Inverter Multilevel, Dioda Clamped,  Komponen Saklar Daya, Reduksi
Perhitungan Pathloss Teknologi Long Term Evolution (LTE) Berdasarkan Parameter Jarak E Node-B Terhadap Mobile Station di Balikpapan Maria Ulfah; Nurwahidah Djamal
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 3: November 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.814 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n3.315.2016

Abstract

The farther the distance between sender and receiver in the mobile communication will be resulted in the losses (pathloss) signals that occur along the transmission line, which will affect the quality of the signal to be received. So that needs to be calculated losses (pathloss) for 4G LTE technology network in the city of Aberdeen to determine the pathloss increase with the addition of the distance between nodes E B- MS. In determining the loss signal used propagation model COST 231 because according to the frequency of 4G LTE 1800 MHz and for an urban area in this study was calculated losses (pathloss) signal 4G LTE with distance variation antenna transmitter (E node B) of the recipient ( mobile station) is 1 km, 5 km, 10 km, 15 km, 20 km, with a transmitter antenna height of 24 meters. From the results of the calculation, the greater the distance between the transmitter antenna towards the receiver pathloss value is the greater of 138.8853 175.4915 dB to dB. Meanwhile, if the receiver antenna height is enlarged to the distance d between the eNodeB with MS remain the pathloss value to decrease.Keywords: 4G LTE, pathloss, model propagasi C0ST 231 Abstrak-Semakin jauh jarak antara pengirim dan penerima dalam komunikasi seluler akan mengakibat terjadinya rugi-rugi (pathloss) sinyal yang terjadi disepanjang saluran transmisi, yang akan mempengaruhi kualitas sinyal yang akan diterima. Sehingga perlu dilakukan perhitungan rugi-rugi (pathloss) untuk jaringan teknologi 4G LTE di kota Balikpapan untuk mengetahui peningkatan pathloss dengan penambahan jarak antara E node B- MS. Dalam menentukan rugi-rugi sinyal digunakan model propagasi COST 231 karena sesuai dengan frekuensi 4G LTE yaitu 1800 MHz dan untuk wilayah urban Dalam penelitian ini dihitung rugi-rugi (pathloss) sinyal 4G LTE dengan variasi jarak antenna pemancar (E node B)  terhadap penerima (mobile station) yaitu 1 km, 5 km, 10 km, 15 km, 20 km, dengan ketinggian antenna pemancar 24  meter. Dari hasil perhitungan didapatkan semakin jauh jarak antara antena pemancar terhadap penerima maka nilai pathloss semakin besar yaitu dari 138.8853 dB menjadi 175.4915 dB. Sedangkan jika tinggi antena penerima diperbesar dengan jarak d antara eNodeB dengan MS tetap maka nilai pathloss menjadi menurun.Kata Kunci : 4G LTE, pathloss, model propagasi C0ST 231

Page 1 of 2 | Total Record : 16