cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Studi Jender SRIKANDI
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 3, No. 1 Januari 2003" : 8 Documents clear
PENANGANAN NYERI PADA KANKER SERVIKS STADIUM LANJUT Suwiyoga, I Ketut
Jurnal Studi Jender SRIKANDI Vol. 3, No. 1 Januari 2003
Publisher : Jurnal Studi Jender SRIKANDI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.091 KB)

Abstract

Dalam tiga decade terakhir di Indonesia, kanker serviks menempati urutan pertama dan pembunuh utama wanita akibat kanker. Sebagian besar kanker serviks terdiagnosis pada stadium lanjut, bahkan terminal. Kondisi ini mengakibatkan modalitas terapi operatif, sitostatika, dan radiasi tidak memuaskan sehingga dipilih terapi paliatif. Karena nyeri merupakan keluhan tersering pada kanker serviks maka penanangnan nyeri menjadi prioritas. Nyeri dapat dikatakan dan diekspresikan, namun sulit untuk diterangkan dan sampai saat ini belum ada alat ukur obyektif untuk menilai derajat nyeri sehingga agak sulit menilai berat ringannya nyeri dengan tepat.
TRANSFORMASI SOSIAL DAN PERILAKU REPRODUKSI REMAJA Alit Laksmiwati, Ida Ayu
Jurnal Studi Jender SRIKANDI Vol. 3, No. 1 Januari 2003
Publisher : Jurnal Studi Jender SRIKANDI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.258 KB)

Abstract

Perkembangan perilaku reproduksi atau perilaku seks remaja dalam suatu masyarakat ditentukan oleh berbagai faktor sosial. Masuknya kebudayaan yang merubah tata nilai, antara lain disebabkan oleh komunikasi global dan perubahan/inovasi teknologi. Sebaliknya faktor kreativitas internal yang berbentuk perubahan intelektual merupakan faktor penting dalam menentukan perkembangan perilaku reproduksi. Setiap bentuk perilaku memiliki makna tertentu yang ditujukan untuk kebutuhan tertentu. Remaja dapat memiliki variasi perilaku yang ditujukan untuk tujuan hidup yang beragam.Perilaku reproduksi terwujud dalam hubungan sosial antara pria dan wanita. Hubungan antara pria dan wanita tersebut dalam waktu yang lama menyebabkan munculnya norma-norma dan nilai-nilai yang akan menentukan bagaimana perilaku reproduksi disosialisasikan. Berbagai bentuk perilaku yang diwujudkan lazimnya sejalan dengan norma-norma yang berlaku. Ada perilaku yang diharapkan dan sebaliknya ada perilaku yang tidak diharapkan dalam hubungan sosial masyarakat; begitu pula hubungan antara pria dan wanita dalam perilaku reproduksi. Perilaku reproduksi dalam hal ini adalah mengacu kepada perilaku seks pranikah di kalangan remaja. Perilaku seks remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor.Secara garis besar faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perilaku reproduksi remaja terdiri dari faktor di luar individu dan faktor di dalam individu. Faktor di luar individu adalah faktor lingkungan di mana remaja tersebut berada; baik itu di lingkungan keluarga, kelompok sebaya ( peer group ), banjar dan desa. Sedang faktor di dalam individu yang cukup menonjol adalah sikap permisif dari individu yang bersangkutan. Sementara sikap permisif ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Dalam suatu kelompok yang tidak permisif terhadap perilaku reproduksi sebelum menikah akan menekan anggotanya yang bersifat permisif. Dengan demikian kontrol sosial akan mempengaruhi sikap pemisif terhadap kelompok tersebut.
SEKSUALITAS DAN RITUAL DI GUNUNG KEMUKUS -, PSW
Jurnal Studi Jender SRIKANDI Vol. 3, No. 1 Januari 2003
Publisher : Jurnal Studi Jender SRIKANDI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seksualitas dan Ritual di Gunung Kemukus Purwadi Suriadiredja ABSTRAK Di dalam kehidupan manusia daya-daya kekuatan alam seperti berhubungan seks diberi bentuk yang bersifat kultural, sehingga dorongan-dorongan alamiah dalam bentuk perilaku seksual itu bukan sekedar pemenuhan kebutuhan biologis saja, melainkan diberi makna tertentu dan menjadi lebih ekspresif serta mempunyai nilai simbolik. Melalui mitos-mitos, daya-daya kekuatan alam dan nilai-nilai budaya yang melatarbelakanginya dikaitkan dengan daya-daya supra-natural beserta ritus keagamaannya sehingga seksualitas menjadi bagian dari proses ritual itu sendiri. Masyarakat di Gunung Kemukus, Jawa Tengah selalu menjalankan ritual yang berdasarkan suatu mitos yang berhubungan dengan seksualitas, yaitu upacara Ngalab Berkah yang diyakini akan memberi keberuntungan atau jaminan rasa aman bagi kehidupan mereka dan juga peziarah lainnya walaupun membawa pula dampak lainnya, yaitu pelacuran.
PERANAN WANITA DALAM PEMBANGUNAN BERWAWASAN GENDER SUDARTA, WAYAN
Jurnal Studi Jender SRIKANDI Vol. 3, No. 1 Januari 2003
Publisher : Jurnal Studi Jender SRIKANDI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.988 KB)

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengungkapkan peranan (hak dan kewajiban) wanita dalam pembangunan yang berwawasan gender. Pembangunan berwawasan gender dimaksudkan untuk mewujudkan kemitrasejajaran yang harmonis antara pria dengan wanita atau mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam berbagai bidang kehidupan dan pembangunan.Pengarusutamaan gender merupakan strategi yang tepat untuk mempercepat terwujudnya kesetaraan dan keadilan gender tersebut.
KETIMPANGAN GENDER DIBEBERAPA BIDANG PEMBANGUNAN DI BALI Arjani, Ni Luh
Jurnal Studi Jender SRIKANDI Vol. 3, No. 1 Januari 2003
Publisher : Jurnal Studi Jender SRIKANDI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.838 KB)

Abstract

Isu gender tidak hanya merupakan isu regional ataupun nasional, tetapi sudah merupakan isu global. Isu yang menonjol berkaitan dengan gender baik di Indonesia, secara umum, maupun di Provinsi Bali secara khusus, adalah isu ketimpangan gender. Meskipun upaya untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender (KKG) telah dilakukan hampir tiga dasa warsa, namun sampai saat ini ketimpangan dan ketidakadilan gender masih terjadi diberbagai bidang pembangunan, seperti di bidang pendidikan, ketenagakerjaan, hukum, politik, kesehatan, dan lain-lainnya.
PEREMPUAN DAN POLITIK Ayu Nantri, Putu
Jurnal Studi Jender SRIKANDI Vol. 3, No. 1 Januari 2003
Publisher : Jurnal Studi Jender SRIKANDI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.211 KB)

Abstract

Menurut pasal 27 UUD 1945, wanita mempunyai kedudukan yang sama dalam bidang hukum dan pemerintahan dengan pria. Undang-Undang Dasar 1945 dalam perundang-undangan politik telah mencerminkan bahwa wanita dan pria sama-sama punya hak untuk di pilih dan memilih namun, kenyataannya memperlihatkan bahwa jumlah wanita yang menjadi anggota Legislatif selama tujuh kali Pemilu prosentasenya masih kecil, walaupun jumlah wanita lebih banyak dari pria. Demikian pula halnya dengan wanita yang memegang posisi pada jabatan pengambil keputusan juga masih kecil.
PROFIL PEKERJA WANITA PADA PABRIK TEMPAT LILIN DI TABANAN Kebayantini, Ni Luh Nyoman
Jurnal Studi Jender SRIKANDI Vol. 3, No. 1 Januari 2003
Publisher : Jurnal Studi Jender SRIKANDI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.537 KB)

Abstract

Industri kerajinan besi di Tabanan mengalami perkembangan yang cukup menjanjikan sejak tahun 1990-an. Terdapat sekitar 51 buah perusahaan yang bergerak pada bidang ini, dan menyerap kurang lebih 4000 tenaga kerja, baik laki-laki maupun wanita. Dua buah perusahaan lilin diambil sebagai sample kajian dengan berbagai macam pertimbangan.Diketahui bahwa wanita yang bekerja pada perusahaan liln ini berusia antara 14-40 tahun yang merupakan usia kerja produktif. Tingkat pendidikannya juga sangat variatif yaitu dari Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi. Baik usia maupun tingkat pendidikan tidak berpengaruh langsung terhadap jenis pekerjaan maupun upah (gaji) yang diterima para pekerja. Demikian juga tidak ada perbedaan jenis pekerjaan dan upah yang terlalu mencolok antara laki-laki dan wanita pada tingkatan yang sama. Penghasilan yang didapatkan dari pekerjaan ini sangat besar, artinya bagi pemenuhan kebutuhan ekonomi rumah tangga, terutama bagi wanita yang sudah berkeluarga.Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa wanita dapat dan mampu bekerja di mana saja asal ada kemauan. Para pekerja wanita dalam memilih pekerjaan didorong oleh hal-hal yang cukup rasional dengan mempertimbangkan kondisi sosial ekonominya. Penghasilan wanita sekecil apapun ternyata masih cukup berarti bagi kehidupan ekonomi keluarga.
BEBERAPA MASALAH PAP SMEAR SEBAGAI ALAT DIAGNOSIS DINI KARAKTER SERVIKS DI INDONESIA Suwiyoga, I Ketut
Jurnal Studi Jender SRIKANDI Vol. 3, No. 1 Januari 2003
Publisher : Jurnal Studi Jender SRIKANDI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.116 KB)

Abstract

Pap smear sebagai alat diagnosis dini kanker serviks telah dilakuka sejak tiga dasa warsa terakhir. Di negera-negara maju, pap smear telah terbukti menurunkan kejadian kanker serviks invasif 46-76% dan metalitas kanker serviks 50-60%. Berbeda dengan Indonesia, pap smear belum terbukti mampu meningkatkan temuan kanker serviks stadium dini dan lesi perkanker. Hal ini dikarenakan bawa kuantitas sumber daya manusia yang rendah, prosedur tes pap yang komplek, akurasi pap smear yang sangat bervariasi dengan negatif palsu yang tinggi serta sistempelaporan yang kurang praktis , wilayah Indonesia sangat luas yang terkait dengan kesulitan transportasi dan komunikasi, dan para wanita sering enggan diperiksa karena ketidak tahuan, rasa malu, rasa takut, dan faktor biaya. Hal ini umumnya karena masih rendahnya tingkat pendidikan penduduk Indonesia.

Page 1 of 1 | Total Record : 8