cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Riau Biologia
Published by Universitas Riau
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 2 (2017)" : 6 Documents clear
Penentuan Status Kerusakan Ekosistem Hutan Mangrove Di Kecamatan Concong Kabupaten Indragiri Hilir FITRIANSYAH, AHMAD; KHAIRIJON, KHAIRIJON; GUNAWAN, HARIS
Jurnal Riau Biologia Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Biologi FMIPA Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekosistem hutan mangrove memiliki peranan penting dalam menjaga kawasan pesisir dan penunjangekosistem perairan. Maraknya pembalakan liar menjadikan fungsi dan peranannya berkurang. Penelitiandilakukan pada bulan September – November 2015 di Kecamatan Concong Kabupaten Indragiri Hilir,bertujuan mengetahui status kerusakan dan peran serta masyarakat dalam konservasi ekosistem hutanmangrove. Pengamatan dilakukan pada tiga lokasi yang dianggap baik, sedang dan rusak dengan membuattransek dari pesisir hingga batas terakhir mangrove, masing-masing transek berisi 9 plot berukuran 10x10meter. Hasil penelitian teridentifikasi 7 jenis mangrove yaitu Avicennia alba, Bruguera gymnorhiza,Bruguera Parviflora, Bruguera Sexangula, Rhizophora apiculata, Sonneratia ovata dan Xylocarpusgranatum. Ketiga lokasi termasuk kriteria baik dengan kerapatan berkisar 1566-2155 pohon/ha danpenutupan yang beragam berkisar 0,01-71,09 %. Kerapatan tertinggi diperoleh pada transek 2 sebesar 2156pohon/ha, spesies Avicennia alba memiliki penutupan diatas 50%.
Pengaruh Konsentrasi Bayclin Pada Pencucian II Dan BAP Pada Media MS Terhadap Pertumbuhan Eksplan Tanaman Pisang Klutuk (Musa paradisiaca L.) Secara In Vitro ZULKIFLI, ZULKIFLI; HERMAN, HERMAN; SARI, PUTRI LUKMANA
Jurnal Riau Biologia Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Biologi FMIPA Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pisang Klutuk (Musa paradisiaca L.) merupakan salah satu buah utama di Riau. Teknik in invitro umumdigunakan pada tanamana budidaya termasuk pisang klutuk. Penelitian ini dilakukan dari April sampaiAgustis 2016. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap, dengan menggunakan 2 faktoryaitu konsentrasi larutan pencuci dan konsentrasi BAP pada media MS. Larutan pencuci yang digunakanadalah bayclin, dengan empat konsentrasi yaitu 0% (K0), 10% (K1), 20% (K2) and 30% (K3). KonsentrasiBAP yang digunakan sebanyak empat konsentrasi, 0 mg / l (T0), 0,1 mg / l (T1), 1,0 mg/l (T2) dan 10 mg/l(T3). Parameter yang diamati adalah persentase eksplan yang terkontaminasi, waktu pembentukan tunas,jumlah tunas setiap eksplan, panjang tunas setiap eksplan, jumlah akar setiap eksplan, panjang akar setiapeksplant dan persentase eksplan yang hidup. Hasil penelitian menjukan bahwa perlakuan terbaik untuksemua parameter adalah K2T2 (20% bayclin dan 1.0 mg/l BAP pada media MS. Perlakuan ini menunjukanbahwa 33.33% eksplan terkontaminasi, waktu pembentukan tunas 2,67 minggu, jumlah tunas setiap eksplan2,67, panjang tunas setiap eksplan 5,50 cm, jumlah akar setiap eksplan 2.67, panjang akar setiap eksplan12,08 cm, dan 58.33% ekplan yang hidup.
Kajian Etnobotani pada Tradisi Pernikahan Wilayah Klaten Provinsi Jawa Tengah SUPRIYATI, EKA; RAHMI, FADHILATUR; NURMIYATI, NURMIYATI
Jurnal Riau Biologia Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Biologi FMIPA Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian etnobotani identik dengan suatu masyarakat adat tertentu dimana tumbuhan dimanfaatkan secaratradisional. Tradisi turun-temurun dari nenek moyang tentang tata adat penikahan memanfaatkan sebagianbesar tumbuhan yang ada di sekitarnya. Setiap tumbuhan yang digunakan memiliki filosofi atau maknatersendiri dan memiliki perbedaan makna pada setiap daerah, termasuk di Klaten, Jawa tengah. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mengetahui tumbuhan yang digunakan pada proses upacara pernikahan danmakna dari penggunaan tumbuhan tersebut di wilayah Klaten. Metode penelitian yang digunakan adalahstudi pustaka, observasi lapangan dan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitianmenunjukan 24 jenis tumbuhan digunakan dalam prosesi pernikahan di Klaten. Jumlah jenis tumbuhanterbanyak (9 jenis) digunakan pada tahapan pemasangan tarub. Prosesi adat pernikahan meliputi meliputinontoni atau lamaran, pemasangan tarub, siraman, malam midodareni, ijab kabul, dodol dhawet, panggih,lempar daun sirih, sungkeman.
Penentuan Tingkat Kepadatan dan Sebaran Populasi Bangau Bluwok (Mycteria cinerea) Menggunakan Drone di Pulau Basu, Indragiri Hilir RONNY, ABDUL; GUNAWAN, HARIS; YOZA, DEFRI
Jurnal Riau Biologia Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Biologi FMIPA Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah diketahui bahwa populasi satwa langka terus mengalami penurunan, salah satu satwa langka tersebutyaitu bangau bluwok (Mycteria cinerea), hal ini disebabkan oleh perburuan perdagangan, gangguanmanusia dan konversi habitat. Bangau bluwok masuk dalam daftar endangered species oleh IUCN. Populasibangau bluwok juga ditemukan di Provinsi Riau, salah satunya di Pulau Basu dengan nama lain PulauBakung yang berada di Kecamatan Kuala Indragiri, Kabupaten Indragiri Hilir. Metode survei yangdigunakan yaitu menggunakan drone. Pengambilan data menggunakan drone terdiri dari empat lokasidengan 2 kali pengulangan dengan luas 6 hektar per lokasi. Drone diterbangkan dengan mode autopilotmengikuti waypoint yang dibuat menggunakan software Mission Planner 1.3.3.2. Tujuan penelitian iniyaitu menentukan tingkat kepadatan dan pola sebaran bangau bluwok. Pola sebaran ditentukanmenggunakan Indeks Morisita. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepadatan Bangau Bluwok lokasi 1dengan kepadatan 0.33 individu/ha, lokasi 2 dengan kepadatan 1 individu/ha, lokasi 3 dengan kepadatan0.42/ha dan lokasi 4 dengan kepadatan 0.08 individu/ha, dan nilai rata-rata tingkat kepadatan yaitu 0,47individu/ha. Pola sebaran bangau bluwok terdiri dari sebaran seragam dan sebaran mengelompok, secaraumum pola sebaran cenderung seragam, pola sebaran seragam pada lokasi 1 dan 2, sebaran mengelompokpada lokasi 3, dan pada lokasi 4 tidak diketahui pola sebarannya.
Morfometrik ikan hidung budak (Ceratoglanis scleronema Bleeker, 1862) di Desa Langgam dan Mentulik Sungai Kampar, Provinsi Riau Saputri, Nia; Elvyra, Roza
Jurnal Riau Biologia Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Biologi FMIPA Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan karakteristik morfometrik ikan Ceratoglanis scleronemayang berada di Desa Langgam (Sungai Kampar) dan Desa Mentulik (Sungai Kampar Kiri). Penelitiandilakukan dari bulan Februari 2017 sampai April 2017. Jumlah sampel sebanyak 120 ekor ikan denganmasing-masing jumlah jantan dan betina sebnyakan 60 ekor. Analisis data yang digunakan adalah analisisregresi linier dengan bantuan software Microsoft Excel 2007 dan statistik spss versi 17,0. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa ada karakter diagnostik untuk ikan C. scleronema jantan yaitu memiliki empat karakteryaitu tinggi kepala (TK), tinggi badan (TB), tinggi badan ekor (TBE), dan jarak mulut ke pangkal sirip perut(JMPSr). Kemudian pada ikan C. scleronema betina di kedua sungai karakternya yaitu panjang standar (PS)dan jarak sirip perut ke pangkal sirip ekor (JSPrPSE). Status pertumbuhan ikan C. scleronema jantan danbetina pada kedua lokasi sungai berbeda menunjukkan adanya allometrik negatif.
Formulasi Mikroorganisme Lignoselulolitik Asal Tanah Gambut Desa Rimbo Panjang, Kampar Sebagai Bioaktivator Bentuk Padat CHOIRUNNISA, CHOIRUNNISA; ZUL, DELITA; PRATIWI, NOVA WAHYU
Jurnal Riau Biologia Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Biologi FMIPA Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bioaktivator merupakan agen pengaktivasi yang mengandung mikroorganisme lignoselulolitik danberperan untuk mempercepat proses pengomposan. Penelitian ini bertujuan untuk memproduksibioaktivator padat bentuk serbuk dan granul menggunakan bahan pembawa gambut serta membandingkankualitasnya pada masa simpan 3 bulan. Mikroorganisme yang digunakan yaitu 2 isolat jamur (RPL 3-3 danRPL 1-14) dan 2 isolat aktinomisetes (RB1S3 dan L3A7) yang digunakan sebagai starter. Starter terdiriatas starter I dan II yang merupakan campuran 3 isolat dan starter III terdiri dari 4 isolat yang dibuatmengunakan medium PDA dan SCA. Masing-masing starter diinokulasikan ke bahan pembawa gambutsteril dengan kelembaban 10% dan difermentasikan selama 5 hari. Masing-masing bioaktivator selanjutnyadikemas dan disimpan selama 1, 2, dan 3 bulan dalam refrigerator. Untuk setiap masa simpan ditentukanpH bioaktivator dan total populasi mikroorganisme lignoselulolitik. Bioaktivator padat bentuk serbuk dangranul yang disimpan selama 3 bulan tidak mengalami perubahan warna dengan pH berkisar antara 7,1-7,6. Populasi mikroorganisme lignoselulolitik pada beberapa starter cenderung mengalami penurunanhingga 3 bulan masa simpan. Akan tetapi, total populasi tersebut masih berada pada kisaran 107–108 CFU/g.Populasi jamur tertinggi pada starter I bentuk granul (4,4 x 108 CFU/g), sedangkan populasi aktinomisetesyaitu pada starter I bentuk serbuk (2,36 x 109 CFU/g). Mikroorganisme lignoselulolitik yang digunakansebagai starter terbukti tetap mampu bertahan hidup pada bioaktivator hingga 3 bulan masa simpan yangditandai dengan terbentuknya zona bening di sekeliling koloni pada medium selulolitik dan terbentuknyapigmen merah kecoklatan pada medium ligninolitik.

Page 1 of 1 | Total Record : 6