cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Politeknik Negeri Semarang, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Mesin
ISSN : 14116863     EISSN : 25407678     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Rekayasa Mesin(d/h MANDEGANI) diterbitkan sejak 1997, dengan frekuensi 3 kali setahun. Misi : media komunikasi bagi dosen, praktisi, dan ilmuwan tentang karya ilmiah (scientific article) hasil-hasil penelitian, survei, studi kasus dan telaah pustaka yang erat hubungannya dengan teknik mesin, meliputi topik/tema seperti perancangan mesin, instalasi, perawatan & perbaikan mesin, bahan konstruksi & komponen mesin, teknik pengerjaan logam, pembuatan komponen mesi n, pengujian bahan dan komponen mesin, teknik pengukuran & kontrol kualitas proses/produk industri manufaktur, manajemen & teknik produksi industri manufaktur, pembentukan dan pengembangan desain produk, aplikasi komputer dalam sistem kendali & operasi mesin, mesin-mesin kalor & fluida, sistem pembangkitan energi, mesin pendingin & pengkondisian udara, pembangkitan energi alternatif & terbarukan.
Arjuna Subject : -
Articles 478 Documents
Turbin Angin Poros Horizontal Tipe Flat Sudu Banyak Taper 4:5 dan Sudut Keluaran 25° Sahid, Sahid; Mulyono, Mulyono; Prasetyo, Totok; Hendrawati, Dwiana; Safarudin, Yanuar Mahfud; Alyasa, Moh. Fani
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 17, No 1 (2022): Volume 17, Nomor 1, April 2022
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v17i1.3086

Abstract

Penelitian ini bertujuan melakukan kajian terhadap kinerja turbin angin poros horizontal tipe flat sudu banyak, dimana sudu yang digunakan merupakan penggabungan model tapper 4;5 yang dikembangkan Herlambang (2019) dan model sudu dengan sudut keluaran 25°  yang dikembangkan Sahid (2020). Penelitian diawali dengan membuat 3 model sudu kemudian dipasang pada sistem uji kinerja pembangkit, langkah selanjutnya adalah melakukan uji karakteristik efisiensi terhadap putaran. Hasil uji ketiga model dikaji dengan membandingkan efisiensi masing-masing model. Hasil menunjukkan bahwa Turbin angin poros horizontal tipe flat sudu banyak taper 4:5 dan sudut keluaran 25° menghasilkan Efisiensi pada kecepatan 5 m/s dan 7 m/s, yaitu sebesar 4,253 % dan 1,947 %. Terjadi peningkatan dari model sudu taper 4:5 pada kecepatan 5 m/s dan 7 m/s yaitu masing-masing sebesar 75,38 % dan 91,13 %. Peningkatan efisiensi dari model sudu sudut keluaran 25° pada kecepatan 5 m/s dan 7 m/s sebesar 151,63 % dan 68,26 %. Pada kecepatan 9 m/s model sudu sudut keluaran 25° memiliki efisensi tertinggi, yaitu sebesar 1,087 % sehingga model sudu taper 4:5 mengalami penurunan efisiensi sebesar 7,37 %. Oleh karena itu turbin angin poros horizontal tipe flat sudu banyak taper 4:5 dan sudut keluaran 25° adalah model sudu yang paling cocok digunakan pada kecepatan angin ≤ 7 m/s. Model model sudu sudut keluaran 25° cocok digunakan pada kecepatan 9 m/s.
Studi Perancangan Fisheries Patrol Vessel Tipe Lambung SWATH ( Small Waterplane Area Twin Hull) untuk Pengawasan Perikanan Daerah Perairan Selat Malaka Chrismianto, Deddy; Tindaon, Aldy Sabat; Hadi, Eko Sasmito
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 17, No 1 (2022): Volume 17, Nomor 1, April 2022
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v17i1.3023

Abstract

Kapal pengawas perikanan memiliki jumlah armada yang kurang dalam melakukan tugasnya untuk keberlangsungan kedaulatan wilayah perairan Indonesia yang aman dari para pelaku Illegal fishing. Penggunaan tipe lambung Small Waterplane Area Twin Hull (SWATH) dipilih karena tipe kapal ini memiliki luasan bidang garis air yang minimum sehingga memiliki tahanan kapal yang rendah dan memaksimalkan stabilitas kapal dengan kecepatan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kapal pengawas perikanan dengan tipe lambung SWATH. Metode perancangan yang digunakan adalah menggunakan kapal pembanding  dan melakukan analisa performa kapal dari segi hambatan kapal, serta analisis pengaruh variasi komponen lambung SWATH terhadap nilai hambatan. Hasil desain kapal pengawas perikanan didapatkan ukuran utama kapal dan dimensi lambung SWATH yaitu  LOA 33,6 m, LPP  26 m, lebar 7,4 m, sarat 2 m, tinggi 7 m, panjang gondola 29,7 m, jarak antar gondola 5,4 m, panjang nose 3 m, tinggi nose 1,1 m dan kecepatan 24 knot. Penerapan lambung SWATH dapat mengurangi nilai hambatan kapal sebesar 17,34%. Untuk analisa olahgerak kapal dan stabilitas kapal didapatkan bahwa kapal SWATH memiliki hasil yang baik dan memenuhi kriteria yang di persyaratkan.
Back Matter Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 17 No. 1 April 2022 Mesin, Jurnal Rekayasa
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 17, No 1 (2022): Volume 17, Nomor 1, April 2022
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v17i1.3584

Abstract

Analisis Sifat Mekanis dan Sifat Fisis pada Komposit Serat Sabut Kelapa Serat Bambu Matriks Epoxy Sebagai Material Bumper Mobil Saputra, Reynaldi; Kardiman, Kardiman; Santoso, Deri Teguh; Imran, Al Ichlas
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 17, No 1 (2022): Volume 17, Nomor 1, April 2022
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v17i1.3014

Abstract

Material komposit merupakan material yang tersusun dari dua gabungan atau lebih material, yang mana menghasilkan suatu material baru dengan sifat-sifat material yang lebih baik dari material dasar sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat mekanis dan sifat fisis serat sabut kelapa serat bambu matriks epoxy sebagai material bumper mobil. Komposit dibuat menggunakan lima variasi fraksi volume yaitu 5% serat sabut kelapa: 15% serat bambu: 80% matriks, 10% serat sabut kelapa: 10% serat bambu: 80% matriks, 15% serat sabut kelapa: 5% serat bambu: 80% matriks, 0% serat sabut kelapa : 20% serat bambu : 80% matriks dan 20% serat Sabut kelapa: 0% serat bambu: 80% matriks dan karakteristik sifat fisis meliputi data densitas, swelling, dan serapan air. Hasil pengujian sifat fisis komposit pada swelling, dan serapan air menunjukkan bahwa komposit yang dibuat telah memenuhi klasifikasi JIS A5908, sedangkan densitas komposit masih belum memenuhi klasifikasi JIS A5908. Hasil pengujian tarik pada komposit menunjukkan bahwa nilai kekuatan tarik maksimal yang paling besar diperoleh pada fraksi 20% serat bambu : 0% serat Sabut kelapa : 80% matriks dengan nilai 95,578 MPa, yang mana diikuti penurunan kekuatan tarik pada fraksi volume 5% serat sabut kelapa: 15% serat bambu: 80% matriks, 10% serat sabut kelapa: 10% serat bambu: 80% matriks, 15% serat sabut kelapa: 5% serat bambu: 80% matriks, dan 20% serat sabut kelapa: 0% serat bambu: 80% matriks Komposit yang dianalisis masih layak digunakan sebagai material pembuat bumber mobil karena kekuatan tariknya tidak kurang dari standar bumper mobil yaitu 8,09 MPa.
Mesin Uji Proses Hydrotest pada Gate Valve Ukuran 3” – 8” Kelas 150 Guna Mempersingkat Waktu Pengujian Slamet, Agus; Saputro, Febrianto Suryo; Nugroho, Wahyu Isti; Abidin, Zaenal
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 17, No 1 (2022): Volume 17, Nomor 1, April 2022
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v17i1.3461

Abstract

Proses pengujian kebocoran komponen gate valve di workshop PT Pertamina Refinery Unit IV Cilacap menggunakan hydrotest. Pengujian hydrotest dilakukan secara konvensional memerlukan waktu rata-rata selama 22,15 menit. Salah satu penyebabnya adalah proses hydrotest pada gate valve adanya pemasagan blind flange yang harus diikat dengan mur dan baut berjumlah 16 pasang. Tujuan penelitian ini membuat rancang bangun mesin uji katup horizontal guna menurunkan waktu proses hydrotest pada gate valve ukuran 3-8” kelas 150 minimal 25% dari metode konvesional. Menguji unjuk kerja rancang bangun alat uji katup horizontal untuk mengetahui perbedaan waktu proses proses hydrotest untuk gate valve kelas 150 ukuran”3-8”. Metode penelitian ini melalui perancangan dan pembuatan mesin melalui berdasarkan tinjaun pustaka, pengujian unjuk kerja mesin dengan membandingkan metode konvenesional. Rekayasa Mesin Uji Katup Horisontal Guna Mengurangi Waktu Proses Hydrotest Pada Gate Valve Ukuran 3” – 8” Kelas 150 berfungsi mampu mengurangi waktu proses hydrotest dengan dimensi 800 mm x 750 mm x 1015 mm dengan tekanan maksimal 30 bar. Terjadi penurunan waktu proses hydrotest antara metode konvensional dan menggunakan alat uji katub horizontal pada pengujian gate valve ukuran 5”-8” dengan penurunan waktu 25,4 sampai 39,3 %. Mempercepat waktu pengujian rata-rata yang dibutuhkan proses hydrotest dengan menggunakan mesin uji katup horizontal dibandingkan dengan metode konvensional 27,41%
Efek Karbon Nano Pada Efisiensi Distilasi Air Energi Matahari I Gusti Ketut Puja; FA. Rusdi Sambada
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 17, No 2 (2022): Volume 17, Nomor 2, Agustus 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v17i2.3106

Abstract

Karbon aktif mempunyai sifat dapat menyerap panas energi matahari dengan baik. Pada ukuran yang sangat kecil karbon aktif akan mengambang dalam air (tidak tenggelam). Karena posisi mengambang, maka energi matahari dapat diterima karbon aktif tanpa terhalang air kotor. Ukuran karbon aktif yang sangat kecil juga menyebabkan jumlah luasan kontak antara karbon aktif dan air menjadi besar. Gaya elektrostatik yang ada pada karbon nano menyebabkan meningkatnya koefisien konveksi antara permukaan karbon aktif dengan air. Luasan kontak yang besar dan meningkatnya koefisien konveksi menyebabkan perpindahan panas dari karbon aktif kedalam air yang terjadi secara konveksi menjadi meningkat. Hal tersebut dapat meningkatkan proses penguapan sehingga efisiensi distilasi juga meningkat. Dengan kata lain karbon nano dapat meningkatkan/ menghasilkan uap atau berfungsi sabagai vapor generator. Karakteristik karbon nano sebagai vapor generator belum pernah diteliti. Selain itu pada kondisi bagaimana (ukuran dan konsentrasi) dari karbon nano yang akan memberikan efek terbaik sebagai vapor generator pada proses distilasi air dengan energi matahari belum diketahui. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis sifat- sifat karbon nano sebagai nano vapor generator pada proses distilasi air energi matahari. Penelitian dilakukan secara eksperimen di dalam laboratorium menggunakan model distilasi jenis bak dan lampu pemanas sebagai simulator radiasi matahari. Eksperimen dilakukan dengan mevariasikan ukuran partikel karbon nano yakni besar (S1), sedang (S2) dan kecil (S3) dan konsentrasi karbon nano (50, 100 dan 300 ppm) pada proses distilasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karbon nano pada konsentrasi sebesar 50 ppm dengan ukuran karbon nano terkecil yakni S3 (karbon nano dengan proses 3 juta siklus) menghasilkan peningkatan efisiensi dan air distilasi terbesar yakni 41% dibandingkan distilasi tanpa karbon nano.
Back Matter Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 17 No. 2 Agustus 2022 Jurnal Rekayasa Mesin
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 17, No 2 (2022): Volume 17, Nomor 2, Agustus 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v17i2.3813

Abstract

Rancang Bangun Penyemprot Udara Otomatis Berbasis Electropneumatic Menggunakan Sensor Infrared BF4R Purnomo, Adhy; Yanuar, Padang; yatimah, Dhurotul; An-Nizhami, Avicenna; Pramono, Agus; Supandi, Supandi; Khoryanton, Ampala
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 17, No 2 (2022): Volume 17, Nomor 2, Agustus 2022
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v17i2.3586

Abstract

Proses labelling pada sebuah produk berfungsi untuk memberikan identitas dari produk, pada proses ini biasanya dilakukan dengan cara menempelkan sebuah label kedalam bagian atas/cap maupun body dari kemasan. Sebagian besar cacat yang terjadi pada proses ini adalah defect bubble yang disebabkan karena permukaan yang kotor. Peralatan pembersih permukaan secara manual belum mampu sepenuhnya menghilangkan debu/kotoran yang ada dipermukaan. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan rancang bangun sistem penyemprot udara otomatis untuk menghilangkan debu/kotoran yang ada dipermukaan benda. Metode rancang bangun digunakan untuk melakukan modifikasi dari peralatan labeling yang sudah ada. Hasil dari modifikasi yaitu menambahkan komponen sensor infrared, actuator silinder pneumatik dan aluminium profil, sedangkan untuk hasil pengujian alat didapatkan waktu rata-rata pembersihan debu adalah 18,9 detik atau penurunan sebesar 22,7% dibandingkan dengan peralatan manual dan mampu menurunkan hasil produk Not good sebesar 79,3%.
Pengaruh Sudut Die Penarikan Kawat Baja AISI 1006 dengan menggunakan FEM Muliastri, Destri; Lesmana, Prayoga; Septiyani, Devi Eka
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 17, No 2 (2022): Volume 17, Nomor 2, Agustus 2022
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v17i2.3278

Abstract

Pembuatan kawat umumnya termasuk dalam pengerjaan dingin atau coldworking yang berarti proses pengerjaan dilakukan dibawah suhu rekristalisasi dari logam tersebut, pengerjaan dingin akan mempengaruhi sifat mekanik diantaranya kekerasan, kekuatan dan keuletan. Wire drawing mampu menunjukan perubahan sifat mekanik tersebut dan parameter yang mempengaruhi ialah sudut cetakan atau die, temperatur, pelumas dan juga persentase reduksi. Metode dari penelitian ini ialah membandingkan hasil simulasi pada software Ansys Workbench 19.0 dan hasil perhitungan dengan teori yang sudah ada, dengan tujuan mengetahui pengaruh dari variasi sudut die terhadap nilai tegangan alir dan gaya penarikan. Dalam penelitian ini material wire yang digunakan ialah baja AISI 1006 ditarik melalui beberapa variasi sudut die 12º, 14º dan 16º, dengan koefisien gesek 0,03 untuk masing-masing persentase reduksi kawat 17,36%; 9,75%; dan 19,95%. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah rata-rata tegangan alir dan gaya penarikan. Persentase perbedaan hasil simulasi dan teoritis dari rata-rata tegangan alir dan gaya penarikan memiliki rata-rata sebesar secara berurutan 1,47% dan 8,35%, dengan nilai tegangan alir terbesar 158,508 Mpa dan gaya penarikan terbesar 502,63 N .Kata kunci: Baja AISI 1006; Finite Element Methode, Sudut die, Wire Drawing
Modifikasi Mesin Pengupas Kulit Biji Kopi Kering Sistem Rotate Peeler untuk Menaikkan Kualitas Produk Khoryanton, Ampala; Sumiyarso, Bambang; Supandi, Supandi
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 17, No 2 (2022): Volume 17, Nomor 2, Agustus 2022
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v17i2.3099

Abstract

Mesin pengupas kulit kopi kering dengan sistem rotate peeler telah di terapkan pada kelompok tani Sido Rukun VI Dusun Kalisari Desa Kuwarasan Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang. Teknologi ini di terapkan dalam rangka untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kopi. Permasalahan yang dihadapi pada proses pengupasan kulit kopi kering ini masih kurang optimal karena masih banyak kulit kopi tidak terkelupas dengan sempurna dan biji kopi yang hancur yaitu, sekitar 30%. Hal ini diprediksi karena kualitas hasil proses pengupasan biji kopi sangat bergantung pada pengaturan jumlah biji kopi yang masuk pada ruang kupas, bila jumlah biji kopi terlalu padat di ruang kupas maka bisa dipastikan jumlah biji yang tidak terkupas dan hancur akan semakin banyak, sebaiknya bila jumlah biji kopi di ruang kupas terlalu sedikit maka kapasitas kupasnya akan semakin berkurang, oleh karena itu perlu dicari jumlah optimal biji kopi yang berada diruang kupas dengan cara mengatur jumlah biji kopi yang masuk. Tujuan dari penelitian ini adalah memodifikasi mesin pengupas kulit biji kopi kering sistem rotate peeler untuk menaikkan kualitas produk dengan pengaturan katup bukaan hopper (inlet) dan bukaan katup outlet. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan memodifikasi sistem saluran masuk (memasang katup pada hopper) dan sistem saluran keluar (memasang katup outlet), untuk melakukan perbadingan pengupasan yang diperoleh menggunakan Parameter pengujian berupa variasi pembukaan katup Hooper 20 mm, 30 mm, 40 mm dengan variasi pembukaan katup keluar 10 mm, 20 mm, 30 mm dengan waktu pengupasan selama 3 menit pada putaran 300 rpm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil terbaik adalah katup hooper dengan bukaan 30 mm dan katup outlet dengan bukaan 10 mm, yang menghasilkan sejumlah biji kopi bersih tertinggi 81,3%, biji kopi hancur 6,7%, kulit tanduk yang terkelupas 12%.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 3 (2025): Volume 20, Nomor 3, Desember 2025 Vol. 20 No. 2 (2025): Volume 20, Nomor 2, Agustus 2025 Vol. 20 No. 1 (2025): Volume 20, Nomor 1, April 2025 Vol. 19 No. 3 (2024): Volume 19, Nomor 3, Desember 2024 Vol. 19 No. 2 (2024): Volume 19, Nomor 2, Agustus 2024 Vol. 19 No. 1 (2024): Volume 19, Nomor 1, April 2024 Vol. 18 No. 3 (2023): Volume 18, Nomor 3, Desember 2023 Vol 18, No 2 (2023): Volume 18, Nomor 2, Agustus 2023 Vol 18, No 1 (2023): Volume 18, Nomor 1, April 2023 Vol 17, No 3 (2022): Volume 17, Nomor 3, Desember 2022 Vol 17, No 2 (2022): Volume 17, Nomor 2, Agustus 2022 Vol 17, No 1 (2022): Volume 17, Nomor 1, April 2022 Vol 16, No 3 (2021): Volume 16, Nomor 3, Desember 2021 Vol 16, No 2 (2021): Volume 16, Nomor 2, Agustus 2021 Vol 16, No 1 (2021): Volume 16, Nomor 1, April 2021 Vol 15, No 3 (2020): Volume 15, Nomor 3, Desember 2020 Vol 15, No 2 (2020): Volume 15, Nomor 2, Agustus 2020 Vol 15, No 1 (2020): Volume 15, Nomor 1, April 2020 Vol 14, No 3 (2019): Volume 14, Nomor 3, Desember 2019 Vol 14, No 2 (2019): Volume 14, Nomor 2, Agustus 2019 Vol 14, No 1 (2019): Volume 14, Nomor 1, April 2019 Vol 13, No 3 (2018): Volume 13, Nomor 3, Desember 2018 Vol 13, No 2 (2018): Volume 13, Nomor 2, Agustus 2018 Vol 13, No 1 (2018): Volume 13, Nomor 1, April 2018 Vol 12, No 3 (2017): Volume 12, Nomor 3, Desember 2017 Vol 12, No 2 (2017): Volume 12, Nomor 2, Agustus 2017 Vol 12, No 1 (2017): Volume 12, Nomor 1, April 2017 Vol 12, No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 11, No 3 (2016): Volume 11, Nomor 3, Desember 2016 Vol 11, No 2 (2016): Volume 11, Nomor 2, Agustus 2016 Vol 11, No 1 (2016): Volume 11, Nomor 1, April 2016 Vol 10, No 3 (2015): Volume 10, Nomor 3, Desember 2015 Vol 10, No 2 (2015): Volume 10, Nomor 2, Agustus 2015 Vol 10, No 1 (2015): Volume 10, Nomor 1, April 2015 Vol 10, No 1 (2015) Vol 9, No 3 (2014): Volume 9, Nomor 3, Desember 2014 Vol 9, No 2 (2014): Volume 9, Nomor 2, Agustus 2014 Vol 9, No 1 (2014): Volume 9, Nomor 1, April 2014 Vol 8, No 2 (2013): Volume 8, Nomor 2, Agustus 2013 Vol 8, No 1 (2013): Volume 8, Nomor 1, April 2013 Vol 7, No 3 (2012): Volume 7, Nomor 3, Desember 2012 More Issue