cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Orbith : Majalah Ilmiah Pengembangan Rekayasa dan Sosial
ISSN : 18582095     EISSN : 25034847     DOI : http://dx.doi.org/10.32497/orbith
Core Subject : Science,
ORBITH Majalah Ilmiah Pengembangan Rekayasa dan Sosial adalah wadah informasi berbagai bidang ilmu berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait. Terbit pertama kali tahun 2005, dengan frekuensi terbit tiga kali dalam satu tahun pada bulan Maret, Juli dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 132 Documents
PROTOTYPE SISTEM MONITORING INTENSITAS CAHAYA SECARA REAL TIME BERBASIS LIFA SEBAGAI ALAT UJI LINGKUNGAN STANDAR KECUKUPAN PENERANGAN Nuralam, Nuralam
Orbith Vol 13, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Orbith

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencahayaan ruangan kerja khususnya ruangan Bengkel praktikum adalah hal yang utama. Pencahayaan yang kurang akan menyebabkan terganggunya pandangan orang yang melakukan aktivitas kerja diruangan tersebut. Kurangnya pencahayaan, bukan hanya akan menjadi penyebab terganggunya kesehatan namun lebih dari itu akan menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan kerja. Peralatan yang ada saat ini masih terbatas pada Luxmeter, dimana hanya mengukur intensitas cahaya dengan jarak dekat dari sumber cahaya. Oleh sebab itu dibutuhkan sebuah sensor sebagai peralatan uji lingkungan yang berguna untuk mengukur dan memonitoring intensitas cahaya secara real time agar mempermudah dalam pengawasan maupun evaluasi prosedur kerja. Sensor pengukur dan monitoring intensitas cahaya secara real time berbasis LIFA adalah sebuah instrumentasi model baru yang menggabungkan antara hardware arduino dan software LabView. Metode LIFA merupakan metode pengintegrasian program komunikasi antara program arduino dengan program LabView. Dengan metode LIFA maka program cukup ditulis pada software LabView. Berdasarkan hasil pengujian sensor, penerangan di bengkel ECWS tertinggi didapat intensitas cahaya sebesar 488 Lux. Dengan demikian maka Bengkel ECWS masih membutuhkan penerangan tambahan sebagai syarat untuk memenuhi standar kecukupan cahaya sebesar 500 Lux. Penerangan tambahan dapat digunakan lampu sorot pada masing-masing meja kerja, dan juga dioptimalkan ventilasi udara dan cahaya pada jendela-jendela ruangan bengkel.Kata Kunci : pencahayaan, ruangan bengkel, sensor, LIFA.
RANCANG BANGUN APLIKASI PLC OMRON CPM2A SEBAGAI PENGENDALI OTOMATIS SIRINE UNTUK JADWAL PERKULIAHAN DI POLINES Sugijono, Sugijono
Orbith Vol 13, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Orbith

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sirine Polines masih menggunakan mikrokontroler yang memiliki kelemahan dalam melakukan perubahan atau modifikasi program maupun dalam hal kecepatan proses untuk mendukung disiplin waktu dalam proses belajar mengajar, dan juga untuk keperluan dalam ujian masuk mahasiswa baru yang masih dilakukan oleh petugas dengan menekan tombol secara manual, sehingga ketepatan waktunya kurang andal. Kekurangan mikrokontroler dalam mengendalikan sirine tersebut dapat diatasi dan digantikan oleh Programmmable Logic Controller (PLC) Omron CPM2A dengan program aplikasi yang lebih sederhana dan lebih cepat serta lebih mudah dalam modifikasi dengan bantuan perangkat lunak CX Programmer. Hasil penelitian ini yaitu sirine Polines dapat berbunyi secara otomatis sesuai dengan jadwal waktu yang telah ditetapkan untuk mendukung disiplin waktu dalam proses belajar mengajar maupun untuk keperluan ujian masuk mahasiswa baru.Kata Kunci : Sirine, PLC
INOVASI JEJARING PEMASARAN PADA PRODUK PETANI FOKUSTANI WONOSOBO DENGAN METODE SOCIAL MEDIA MARKETING Prayitno, Prayitno; Raharjanti, Rani
Orbith Vol 13, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Orbith

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lemahnya posisi tawar petani pada bidang pemasaran produk salah satunya dikarenakan kurangnya akses informasi pasar, pemodalan serta jalur pemasaran sendiri mengakibatkan petani mengguakan sistem tebang jual sehingga 40% dari hasil panen menjadi milik tengkulak. Penelitian ini membuat media pemasaran daring menggunakan metode social media marketing produk kelompok tani fokustani wonosobo untuk inovasi jejaring pemasaran produk. Penilaian kinerja media pemasaran daring dilihat dari jumlah pengunjung yang melihat produk serta capaian area asal pengunjung. Hasil penelitian berupa media sosial facebook sebagai pemasaran produk memberikan informasi detail produk pertanian ke seluruh anggota serta calon konsumen tanpa dibatasi ruang dan waktu. Kata Kunci: Social Media Marketing, Produk Petani, Pemasaran Daring.
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI APLIKASI PRESENSI CIVITAS AKADEMIKA BERBASIS FINGERPRINT Triyono, Liliek
Orbith Vol 13, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Orbith

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Politeknik Negeri Semarang dalam rangka meningkatkan produktivitas civitas akademik telah menerapkan sistem absensi berbasis fingerprint guna mengetahui angka keaktifan tiap civitas akademiknya. Fingerprint merupakan salah satu biometrik yang digunakan untuk inisial dari seseorang yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan inisiasi, salah satunya adalah absensi/tanda kehadiran. Dengan biaya yang murah dewasa ini perangkat fingerprint yang ada dipasaran sudah banyak yang mendukung jaringan. Penggunakan konsep jaringan LAN akan memudahkan aktifitas untuk mendapatkan data dari mesin fingerprint sangat cepat sekali dilakukan dibandingkan dengan cara manual. Penggunaan aplikasi untuk memudahkan dalam pengaturan dan manajemen entitas yang ada posisinya adalah sangat strategis. Selain untuk memudahkan manajemen pengambilan data presensi lebih penting lagi adalah dapat mewakili peraturan yang ada didalam suatu organisasi dan menghitung sesuai dengan aturan tersebut. Hasil perhitungan dipakai untuk mengetahui posisi tiap entitas, apakah mereka sudah melakukan aturan kepegawaian secara benar. Laporan yang dihasilkan dijadikan dasar institusi untuk melakukan penentuan keputusan selanjutnya. Aplikasi ini diharapkan dapat membantu manajemen data absensi dan memberikan kemudahan untuk melakukan rekapitulasi presensi civitas akademika setiap harinya.Kata kunci : Fingerprint, Presensi, Jaringan LAN, laporan
PERAN BARU PUSTAKAWAN DI ERA MEA Sumarsih, Sri
Orbith Vol 13, No 3 (2017): November 2017
Publisher : Orbith

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran baru pustakawan di era masyarakat ekonomi Asean (MEA) memberikan dampak kepada para pustakawan untuk berbenah diri dengan meningkatkan kompetensi diri baik dalam meningkatkan kemampuan diri, kemampuan sosial, intelektual dan bidang IT merka untuk dapat bersaing dan sejajar dengan pustakawan dari luar. Adanya persaingan tersebut diperlukan untuk menjadi pustakawan yang smart dalam berinovasi untuk meningkatkan kualitas diri mereka. Strategi yang perlu dilakukan oleh para pustakawan adalah salah satunya dengan memiliki standar kompetensi yang telah ditetapkan oleh Special Libraries Association (SLA) yaitu pustakawan perlu memiliki kompetensi profesional, kompetensi pribadi dan kompetensi Inti atau umum.Kata Kunci: Pustakawan, Kompetensi, MEA
FAKTOR YANG PALING BERPENGARUH TERHADAP WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI Studi Kasus Pembangunan Proyek Apartemen di Jakarta Selatan Susilowati, Fajar; Risqi, Alfa
Orbith Vol 13, No 3 (2017): November 2017
Publisher : Orbith

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini akan dibahas tentang Pengendalian Waktu pada pekerjaan upper struktur di salah satu Proyek Pembangunan Apartemen di Jakarta Selatan dengan menggunakan Metode Analytic Hierarcy Process (AHP). Metode ini dilakukan dengan menyusun hierarki factor penyebab keterlambatan terlebih dahulu, kemudian dari perhitungan tingkat kesetujuan pada setiap factor penyebab terjadinya keterlambatan tersebut selanjutnya diurutkan berdasarkan ranking dari faktor yang paling menentukan dan paling sering terjadi. Setelah itu untuk mengetahui pengendalian keterlambatan tersebut, dilakukan berdasarkan besar dampak keterlambatan pekerjaan tersebut terhadap master schedule. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa faktor permintaan perubahan atas pekerjaan yang telah selesai sebagai faktor utama penyebab keterlambatan. Sedangkan keterlambatan pekerjaan upper struktur terbesar adalah dengan kinerja keterlambatan -16% (katagori keterlambatan kritis terancampemutusan kontrak) diukur dari master schedule. Analisis penanganan keterlambatan untuk katagori kritis pada proyek ini dapat ditangani dengan perubahan metode kerja, dan jika keterlambatan sudah diatas dari batas kritis (> 15%), maka sebaiknya dilakukan rescheduling. Kata Kunci : Waktu, Faktor, Kritis
PENINGKATAN KAPASITAS LINK RADIO UNTUK MENGATASI WAN CONGESTION DENGAN METODE LINK AGGREGATION Ranadipura, Tatiana; Wagyana, Agus
Orbith Vol 14, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Orbith

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan traffic jaringan selular yang tinggi dapat menyebabkan performansi jaringan menjadi buruk. Jika penggunaan traffic pada link microwave sangat tinggi dan hampir mencapai kapasitas bandwidth jaringan yang disediakan, maka akan menimbulkan WAN congestion. Utilisasi link microwave radio yang tinggi juga dapat mengindikasikan terjadinya WAN congestion. WAN congestion yang terjadipada link radio site 1331<> site 1126 PT. XL Axiata dapat ditangani dengan metode link aggregation physical layer. Metode link aggregation yang digunakan adalah meningkatkan sistem radio dari 1+1 menjadi sistem radio 2+0 dengan menggabungkan 2 port fisik radio menjadi 1 link logical. Metode link aggregation physical layer meningkatkan kapasitas ethernet link radio 1331<>1126  yang semula sebesar 116 Mbps menjadi 274 mbps. Utilisasi jaringan yang semula bernilai 94,49% menurun 51,93%, menjadi 42,56% setelah dilakukan upgrade kapasitas link radio menggunakan metode link aggregation physical layer. Parameter performansi yang diukur setelah dilakukan peningkatan kapasitas yaitu Iubpacket loss tertinggi sebesar 2%, Iub jitter tertinggi sebesar 2,3 ms, Iub rejection tertinggi sebesar 10%, dan nilai Iub delay sebesar 0 ms. Nilai performansi menjadi lebih baik dan sesuai standar KPI PT. XL Axiata. Peningkatan kapasitas link radio juga membuat performansi jaringan menjadi lebih baik, karenakebutuhan bandwidth pelanggan terpenuhi dengan adanya penambahan kapasitas yang efisien.Kata kunci: kapasitas, link aggregation, throughput, utilisasi, WAN congestion
COVER DAN DAFTAR ISI ORBITH VOL. 14 NO. 1 MARET 2018 -, -
Orbith Vol 14, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Orbith

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
PENYELEKSI KALENG BERDASARKAN KETINGGIAN Krishna, Bangun; Wicaksono, Aditya Robbi
Orbith Vol 12, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Orbith

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Industri Indonesia yang semakin berkembang ini, peranan manusia perlahan-lahan digeser dan digantikan dengan sistem kontrol industri otomatis. Banyak industri yang umumnya menggunakan Progammable Logic Control (PLC) karena kemudahan penggunaannya. Berdasarkan dengan hal tersebut, maka dibuatlah alat penyeleksi ketinggian kaleng berdasarkan ketinggian yang berguna untuk mempercepat proses seleksi kemasan kaleng berdasarkan ketinggian dalam proses produksi di industri. Alat ini memiliki sebelas masukan dan dua belas keluaran. Perangkat masukan terdiri dari Push Button Start, Push Button Stop, lima Sensor LDR dan Laser digunakan untuk mendeteksi kemasan kaleng, dan empat Limit Switch digunakan untuk pembatas penggerak Konveyor Dua, sedangkan perangkat keluaran terdiri dari lampu indikator motor, lampu indikator driver, empat konveyor, driver motor CW dan driver motor CCW digunakan untuk menggeser konveyor ke kanan dan ke kiri, serta empat lampu indikatorkonveyor. Pemroses yang digunakan pada alat ini adalah PLC Omron CP1E 30 I/O.
MODUL SISTEM KONTROL PENYELEKSI UKURAN BUAH APEL BERBASIS PLC Warjono, Sulistyo; Dadi, Dadi; Wibowo, Ardi Fajar; Gusbinarga, Ardian; Bahri, Miftachul
Orbith Vol 12, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Orbith

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri yang semakin berkembang saat ini telah menggeser peran manusia yang digantikan dengan sistem kontrol otomatis. Banyak industri telah menggunakan Programmable Logic Control (PLC) karena kemudahan penggunaannya dan efektifitas biaya yang dikeluarkan. Berdasarkan hal-hal tersebut, maka modul sistem kontrol penyeleksi buah apel berbasis PLC sangat berguna untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa dalam memahami serta mengetahui prinsip-prinsip kerja otomatisasi industri berbasis PLC. Modul ini memiliki dua perangkat masukan dan dua perangkat keluaran. Perangkat masukan terdiri dari Sensor Cahaya yang digunakan untuk mendeteksi perbedaan ketinggian dari buahapel, dan Limit Switch digunakan untuk pembatas palang pemisah buah, sedangkan perangkat keluaran terdiri dari Motor DC wiper yang digunakan untuk menggerakkan konveyor dan dua motor DC power window sebagai penggerak palang pemisah buah yang akan memisahkan buah apel berdasarkanukuranya. Untuk memproses datamenggunakan PLC Omron CPM1A 30 I/O.