cover
Contact Name
Deasy Arisanty
Contact Email
deasyarisanty@ulm.ac.id
Phone
+6281348260253
Journal Mail Official
jurnalpendidikangeografi@gmail.com
Editorial Address
Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi)
ISSN : 23565225     EISSN : 26856395     DOI : 10.20527
Core Subject : Science, Education,
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) publishes articles from research in the field of geography and geography education, which have not been published elsewhere. This journal is periodically published by Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat. This journal published twice a year in September and March.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2017)" : 5 Documents clear
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA PEMBELAJARAN GEOGRAFI Siti Nurhamidah
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.909 KB) | DOI: 10.20527/jpg.v4i2.3399

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis secara individu dan kelompok pada materi interaksi keruangan desa dan kota dalam pembelajaran geografi dengan menggunakan model problem based learning.         Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan selama 3 siklus, masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan penilaian serta refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XII IPS SMAN 6 Banjarmasin Tahun Pelajaran 2016/2017.         Data diperoleh melalui observasi/ pengamatan, tes dan dokumentasi.Observasi yang dilaksanakan untuk mengetahui aktifitas guru dalam pembelajaran dan keaktifan siswa dalam pembelajaran kelompok. Tes yang dilaksanakan berupa pretest dan postest untuk mengetahui hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa secara individu sedangkan tes kelompok untuk mengetahui hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran kelompok.         Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XII IPS SMAN 6 Banjarmasin. Hal ini ditunjukkan dengan :1) rata-rata hasil belajar siswa meningkat, dari 71,4 pada saat pretest siklus 1 menjadi 82,9 pada saat postest siklus 3. 2) rata-rata hasil belajar kelompok  meningkat, dari 71,4 pada siklus 1 menjadi 80,4 pada siklus 2 dan meningkat menjadi 84.4 pada siklus 3.  3) skor rata-rata kemampuan kritis siswa  meningkat, dari 34 pada siklus 1 (pretest) meningkat menjadi 39,8 pada siklus 3 (postest).  4) skor rata-rata kemampuan kritis kelompok  meningkat, dari 11,8 pada siklus 1 meningkat menjadi 12,9 pada siklus 2 dan meningkat lagi menjadi 13,5 pada siklus 3.Kata kunci : PBL, hasil belajar, berpikir kritis
SISTEM PERTANIAN PERLADANGAN TEBAS BAKAR BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA WILAYAH BERCURAH HUJAN ERATIK DI TIMOR BARAT Max J. Kapa; Totok Gunawan; Su Rito Hardoyo
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.484 KB) | DOI: 10.20527/jpg.v4i2.3029

Abstract

Pembangunan pertanian yang selama ini terlalu mengedepankan aspek teknis dan kurang memberikan perhatian terhadap aspek sosial-budaya ternyata memberikan hasil yang belum sampai pada sebagaimana yang diharapkan. Perladangan tebas bakar dengan menggunakan pendekatan teknis dipandang negativf, oleh karena itu diupayakan untuk dihilangkan, ternyata masih terus dilakukan petani sampai saat ini. Menyadari hal ini maka dipandang perlu merancang model pengelolaan system pertanian yang dapat mengadopsi pengetahuan lokal yang melandasi kegiatan perladangan tebas bakar untuk meningkatkan keberterimaan aspek teknis yang diintroduksi. Hal ini antara lain dapat dilakukan melalui kegiatan identifikasi pengetahuan lokal, penentuan pengetahuan lokal sebagai komponen model, serta perancangan dan penggalangan kesepakatan pelaksanaan model. Kata Kunci: Perladangan tebas bakar, curah hujan eratik, pengetahuan lokal, Timor Barat
PENDIDIKAN PEREMPUAN : SEBAB ATAU DAMPAK PERKAWINAN ANAK DI KALIMANTAN SELATAN? (Analisis Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia Tahun 2012) Norma Yuni Kartika; Muhajir Darwin; Sukamdi Sukamdi
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.494 KB) | DOI: 10.20527/jpg.v4i2.3028

Abstract

Pepatah mengatakan “ketika anda mendidik seorang wanita, sama dengan anda mendidik bangsa”. Pencapaian pendidikan, bahkan pada tingkat dasar, memiliki implikasi positif yang besar dalam pembangunan manusia. Seperti diketahui bersama bahwasannya pendidikan memiliki peran yang penting dalam struktur pembangunan manusia Indonesia, juga pembangunan manusia di Provinsi Kalimantan Selatan sebagai satu dari 33 provinsi yang ada di Indonesia. Sedangkan variabel penting dalam mengendalikan kuantitas penduduk adalah mendewasakan usia menikah pertama perempuan Tujuan tulisan ini adalah untuk mengetahui data awal apakah pendidikan perempuan sebagai sebab atau dampak dari perkawinan anak di Provinsi Kalimantan Selatan.Data sekunder yang digunakan dalam tulisan ini adalah data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) Tahun 2012. Variabel dalam tulisan ini ada dua, yaitu pencapaian pendidikan perempuan dan perkawinan anak. Pencapaian pendidikan perempuan terdiri dari tidak sekolah, tidak tamat SD, tamat SD, tidak tamat SMP, tamat SMP, dan tamat SMA/PT. Perkawinan anak perempuan adalah perempuan usia 15-49 tahun yang usia perkawinan pertamanya di bawah 18 tahun. Populasi tulisan ini adalah semua perempuan 15-49 tahun baik yang menikah sah sesuai undang-undang perkawinan yang berlaku di Indonesia dan perempuan yang hidup bersama.  Data SDKI tahun 2012 dianalisis dengan distribusi prosentase.  Diperoleh hasil yaitu (1)  persentase tertinggi perempuan menikah di bawah 18 tahun tidak tamat SD; (2) persentase tertinggi perempuan menikah di atas 18 tahun adalah tamat SMP; (3)  perempuan menikah di bawah 18 tahun yang tidak sekolah 3 kali perempuan yang menikah di atas 18 tahun;(4) ketimpangan persentase yang besar antara perempuan yang  menikah di bawah 18 dan di atas 18 tahun adalah tamat SMP dan tamat SMA/PT. Kata kunci: pendidikan, perempuan, sebab, dampak, perkawinan anak
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FERTILITAS DI KELURAHAN PEKAUMAN KECAMATAN BANJARMASIN SELATAN Sri Marlina; Ellyn Normelani; Karunia Puji Hastuti
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.626 KB) | DOI: 10.20527/jpg.v4i2.3031

Abstract

The title of this research is the factor that influence fertility in Pekauman, Banjarmasin Selatan this research is arranged by Sri Marlina. The purpose of this research is to know what is the factor that influence fertility in Pekauman, Banjarmasin Selatan. This research use descriptive kuantitative method. The population of this research is the couple og fertile age in Pekauman, Banjarmasin Selatan as much as 539. To obtain the sample responden, the researcher use proporsi area sampling by random sampling or take the random sample that refers to Morgan table, further more the population asa much as 539 after taken sample become 225 (women). The tecknique of data collection based on the primer data and secondary data, namely observation, questionmare, document, reference library. The data that was got done use technique percentage analysis. The result of this research show that there are two factors that influence fertility in Pekauman, Banjarmasin Selatan, namely demografi and non demografi. However, in this research the first factor that influence is factor non demografi. Namely the wife is not work. As much as 63,56% responden mention that the wife is not work.Keyword: Factor, Influence, Fertility
PEMETAAN TINGKAT KESEJAHTERAAN KELUARGA DI KECAMATAN BANJARMASIN SELATAN Astuti Astuti; sidharta adyatma; Ellyn Normelani
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v4i2.3030

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pemetaan Tingkat Kesejahteraan Keluarga di Kecamatan Banjarmasin Selatan”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat Kesejahteraan Keluarga di Kecamatan Banjarmasin Selatan berdasarkan indikator Tahapan Keluarga Sejahtera dari BKKBN dan mengetahui sebaran tingkat Kesejahteraan Keluarga di Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh rumah tangga miskin penerima bantuan program beras miskin (raskin) di Kecamatan Banjarmasin Selatan yang berjumlah 6.531 rumah tangga dan banyaknya sampel berjumlah 364 rumah tangga miskin yang dijadikan responden. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data primer diperoleh melalui observasi, wawancara dan kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi dokumen dan pustaka. Teknik analisis data dengan cara menganalisis Tahapan Keluarga Sejahtera, teknik persentase dan Pemetaan dengan analisis SIG.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tingkat Kesejahteraan Keluarga di Kecamatan Banjarmasin Selatan didominasi oleh tahapan Keluarga Sejahtera 1. Sebaran Tingkat Kesejahteraan Keluarga di Kecamatan Banjarmasin Selatan untuk Keluarga Pra Sejahtera terbesar berada di Kelurahan Kelayan Timur, tahapan Keluarga Sejahtera 1 terbesar berada di Kelurahan Pemurus Baru dan tahapan Keluarga Sejahtera berada di Kelurahan Tanjung Pagar. Kata Kunci: Pemetaan, Kesejahteraan Keluarga, Tahapan Keluarga Sejahtera, SIG.

Page 1 of 1 | Total Record : 5