cover
Contact Name
Chairil Faif Pasani
Contact Email
chfaifp@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
edu.mat@ulm.ac.id
Editorial Address
Ruang Prodi Pendidikan Matematika Gedung FKIP ULM Banjarmasin Jalan Brigjen H. Hasan Basri, Kayu Tangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 23382759     EISSN : 25979051     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education,
EDU-MAT adalah jurnal yang didirikan pada tahun 2013 di Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat. EDU-MAT merupakan kumpulan artikel hasil penelitian maupun kajian dosen, peneliti, guru, maupun mahasiswa di bidang pendidikan matematika yang belum pernah dimuat/diterbitkan di media lain. EDU-MAT diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat yang terbit 2 kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 1 (2015)" : 12 Documents clear
Pembelajaran Geometri dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) Mawaddah, Siti; Ayu Prichasari, Fenty
EDU-MAT Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah pembelajaran yang sering dihadapi siswa adalah masalah pembelajaran matematika, karena hingga saat ini siswa masih menganggap bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit dipahami dan membosankan sehingga siswa kurang tertarik untuk mempelajarinya serta dapat berdampak pada hasil belajar siswa. Untuk itu diperlukan pembelajaran yang dapat melibatkan semua siswa aktif dalam pembelajaran, dan tidak membosankan yaitu melalui model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan yang menggunakan pembelajaran konvensional dan mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran geometri dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment, dengan populasi seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 15 Banjarmasin tahun 2013/2014. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive random samplingyaitu memilih kelas VII F dan VII G sebagai sampel penelitian karena direkomendasikan oleh pihak sekolah. Dari dua kelas yang terpilih, kemudian secara acak menentukan kelas eksperimen yaitu di kelas VII F dan kelas kontrol yaitu di kelas VII G. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, dokumentasi, dan angket. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan yang menggunakan pembelajaran konvensional. Siswa juga memberikan respon positif terhadap pembelajaran geometri dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT.  Kata kunci: model kooperatif tipe NHT, hasil belajar siswa, respon siswa.
Motivasi dan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Matematika dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble di SMP Sumartono, Sumartono; Normalina, Normalina
EDU-MAT Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu cara pengajaran matematika yang mampu membuat siswa aktif berpikir adalah pembelajaran dengan model kooperatif. Salah satu tipe dari model kooperatif yang digunakan adalah tipe scramble. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian tentang pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe scramble.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas, motivasi dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe scramble. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Gambut pada semester genap tahun pelajaran 2013-2014. Sedangkan objek penelitian adalah motivasi dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe scramble. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket dan tes. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan aktivitas belajar siswa termasuk dalam kriteria sangat baik, motivasi belajar matematika siswa termasuk dalam kategori sangat tinggi dan hasil belajar siswa termasuk dalam kriteria amat baik. Kata kunci: Model pembelajaran kooperatif tipe scramble, motivasi, hasil belajar
Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Masalah pada Pemecahan Masalah MAtematika di Kelas VIII SMP Sukmawati, Ati; Sari, Muliana
EDU-MAT Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah tidak hanya memberi tekanan pada keterampilan menghitung dan kemampuan menyelesaikan soal tetapi juga membentuk kemampuan siswa dalam memecahkan masalah baik masalah kehidupan sehari-hari maupun masalah yang berkaitan dengan matematika itu sendiri. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran matematika yang dapat melibatkan siswa secara aktif untuk memecahkan masalah. Penerapan model pembelajaran berbasis masalah merupakan salah satu  pembelajaran yang mengarahkan siswa pada kemampuan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalahdan respon siswa dalam implementasi model pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan populasi seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Gambut tahun pelajaran 2014-2015. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling yaitu mengambil secara acak satu kelas, sehingga diperoleh kelas VIIIG SMP Negeri 1 Gambut sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, tes dan angket. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistika deskriptif terdiri dari rata-rata,skala Likert dan persentase.Hasil penelitian menunjukkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dalamimplementasipembelajaran berbasis masalah berada pada kualifikasi baik.Hal ini juga didukung bahwa dari rata-rata tingkat persetujuan menunjukkan siswa setuju terhadap model pembelajaran berbasis masalah. Kata kunci:          model pembelajaran berbasis masalah,pemecahan masalah, respon siswa.
Implementasi Model Pembelajaran CO-OP CO-OP dalam Pembelajaran Matematika untuk Mengembangkan Karakter Tanggung Jawab Siswa Kelas VIII SMP Faif Pasani, Chairil; Januarta, I Putu
EDU-MAT Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakter tanggung jawab adalah salah satu dari 18 nilai karakter yang dikembangkan oleh kemendiknas untuk memperkuat pelaksanaan pendidikan karakter. Sehingga karakter tanggung jawab ini perlu untuk dikembangkan dalam setiap pembelajaran tidak terkecuali dalam pembelajaran matematika. Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Co-op Co-op dalam pembelajaran matematika diharapkan dapat mengembangkan karakter tanggung jawab siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) nilai karakter tanggung jawab siswa menggunakan model pembelajaran Co-op Co-p, (2) hasil belajar menggunakan model pembelajaran Co-op Co-op, (3) Hubungan antara nilai karakter tanggung jawab siswa dengan hasil belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre Experimental Design. Jenis desain yang digunakan adalah One-Shot Case Study sebanyak enam kali pertemuan. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMPN 15 Banjarmasin tahun pelajaran 2014-2015, sedangkan sampelnya adalah siswa kelas VIII D SMPN 15 Banjarmasin yang berjumlah 33 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, observasi, dan tes. Teknik analisis data menggunakan persentase, uji normalitas, uji t, analisis varians, uji tukey dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) karakter tanggung jawab siswa setelah implementasi model pembelajaran kooperatif tipe Co-op Co-op mengalami perkembangan, (2) terdapat peningkatan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran tipe Co-op Co-op,  (3) ada hubungan yang positif dan signifikan sebesar 0,425 antara nilai tanggung jawab siswa dan hasil belajar siswa. Adapun persamaan regresinya adalah Y = 46,869 + 0,440X dengan X menyatakan nilai tanggung jawab siswa dan Y menyatakan hasil belajar siswa. Kata kunci: model pembelajaran Co-op Co-op, karakter tanggung jawab, hasil belajar
Upaya Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Metode Pemberian Tugas Pekerjaan Rumah Terstruktur dengan Bantuan LKS bagi Siswa Kelas I Program Studi Administrasi Perkantoran di SMKN 1 Pelaihari Riyanto, Riyanto
EDU-MAT Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran yang perlu dikembangkan guru dan diminati siswa pada saat ini adalah pembelajaran yang inovatif dan kreatif.   Sehingga perlu diupayakan suatu model pembelajaran inovatif yang dapat menumbuhkan semangat dan kreativitas siswa serta pembelajaran yang menyenangkan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa.  Berdasarkan pengamatan dan pengalaman bahwa hasil belajar matematika siswa kelas I Program Studi Administrasi Perkantoran  di SMKN1 Pelaihari dari tahun ke tahun relatif rendah.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada materi persamaan kuadrat melalui metode pemberian tugas pekerjaan rumah terstruktur dengan bantuan LKS.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam adalah teknik  tes dan observasi. Instrumen yang digunakan berupa tes dan lembar observasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik persentase dan rat-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) dengan metode pembelajaran pemberian tugas PR terstruktur dengan bantuan LKS dapat meningkatkan hasil belajar matematika bagi siswa, dan (2) penggunaan lembar kerja untuk membawa siswa agar aktif dalam belajar merupakan langkah yang efektif  untuk peningkatan hasil belajar bagi siswa yang mengambil program administrasi perkantoran.  Kata kunci : metode pembelajaran, PR terstruktur, LKS
Penerapan Model Pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa di SMP Hidayah, Ansori; Aulia, Irsanti
EDU-MAT Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pembelajaran matematika menurut Permendiknas Nomor 22 (Depdiknas, 2006) salah satunya adalah agar siswa memiliki kemampuan memecahkan masalah. Sejalan dengan itu menurut NCTM (2000) menyatakan bahwa salah satu standar matematika sekolah adalah pemecahan masalah. Model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) adalah salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian mengenai penerapan model pembelajaran MMP dengan tujuan untuk mendeskripsikan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran MMP dan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah dalam pembelajaran matematika setelah menggunakan model pembelajaran MMP. Metode penelitian adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 26 Banjarmasin tahun pelajaran 2014/2015 dan sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII D. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, observasi dan tes. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik statistika deskriptif yaitu rata-rata dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran matematika menggunakan model MMP di  kelas VIII SMP Negeri 26 Banjarmasin berada pada kategori baik pada aspek siswa memperhatikan guru membahas PR, memberikan apersepsi, dan menyampaikan tujuan pembelajaran; siswa mengamati LKK; siswa antusias dalam kegiatan menanya dan menggali informasi; siswa mendiskusikan jawaban dengan kelompoknya masing-masing; serta siswa membuat rangkuman. Sedangkan untuk aspek siswa menjawab soal yang diberikan guru dan siswa mengerjakan soal latihan secara mandiri berada pada kategori sangat baik. Kemampuan pemecahan masalah siswa dalam pembelajaran matematika setelah menggunakan model pembelajaran MMP di  kelas VIII SMP Negeri 26 Banjarmasin berada pada kategori baik untuk langkah memahami masalah, merencanakan penyelesaian, dan melaksanakan rencana penyelesaian dan memeriksa kembali. Kata kunci: Model pembelajaran MMP, kemampuan pemecahan masalah.
Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Pembelajaran dalam Pembelajaran Matematika dengan Menggunakan Model Jucama di Sekolah Menengah Pertama Karim, Karim; Normaya, Normaya
EDU-MAT Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

. Kemampuan berpikir kritis sangat penting dimiliki, karena dengan memiliki kemampuan berpikir kritis dapat membantu kita dalam berpikir secara rasional dalam mengatasi permasalahan yang tengah kita hadapi dan mencari serta mengembangkan alternatif pemecahan bagi permasalahan tersebut. Salah satu upaya untuk membekali siswa dengan kemampuan berpikir kritis adalah melalui penerapan model Jucama (pengajuan dan pemecahan masalah) yang menuntut siswa untuk memecahkan masalah sekaligus mengajukan masalah sehingga siswa  benar-benar berperan sebagai seorang pemikir kritis. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian yang bertujuan untuk (1) mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa, (2) mengetahui respon siswa terhadap penerapan model Jucama dalam pembelajaran matematika, dan (3) mengetahui hubungan antara kemampuan berpikir kritis dengan respon siswa terhadap model Jucama. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif.. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 13 Banjarmasin. Teknik pengumpulan data berupa tes dan angket. Teknik analisis data menggunakan persentase dan uji korelasi pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan berpikir kritis yang dicapai siswa secara keseluruhan berada pada kategori tinggi, (2) siswa memberikan respon setuju terhadap pelaksanaan model Jucama dan (3) terdapat hubungan yang sangat kuat antara kemampuan berpikir kritis dengan respon siswa terhadap model Jucama. Kata kunci : kemampuan berpikir kritis, respon, model Jucam
Peningkatan Hasil Belajar Materi Anuitas dengan Strategi Pembelajaran Kooperatif Teknik STAD pada Kelas XI Akutansi 1 SMK Negeri 1 Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Rukiyanto, Rukiyanto
EDU-MAT Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya kemampuan  siswa kelas  XI Akutansi 1 SMK Negeri  Pelaihari pada materi Anuitas terutama disebabkan model pembelajaran yang terpusat pada guru, sehingga siswa tidak terlibat secara aktif. Untuk mengatasi masalah itu diperlukan suatu model pembelajaran yang memungkinkan siswa terlibat secara aktif. Salah satunya adalah model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  peningkatan hasil belajar  siswa kelas XI Akutansi 1 dan untuk mengetahui aktivitas siswa dan guru dalam mempelajari materi Anuitas melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD di SMK Negeri 1 Pelaihari Kabupaten Tanah Laut.  Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakkan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI Akutansi 1 SMK Negeri 1 Pelaihari. Faktor yang diteliti adalah aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar.  Data tentang aktivitas guru dikumpulkan melalui lembar observasi dianalisis dengan mengunakan skala ordinal sedangkan  data tentang aktivitas siswa dan hasil belajar dengan  teknik persentasi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pembelajaran kooperatif  tipe STAD  dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI Akutansi 1 SMKN 1 Pelaihari pada materi anuitas ditandai dengan adanya peningkatan pencapaian rata-rata nilai ketuntasan siswa secara klasikal dari 54,63% pada siklus I menjadi 85,52% pada siklus II, dan (2) aktivitas guru dalam pengelolaan pembelajaran kooperatif tipe STAD mengalami peningkatan dari nilai rata-rata 2,89 atau dengan kategori baik pada siklus I  menjadi nilai  rata-rata 3,59 atau dengan kategori sangat baik  pada siklus II. Demikian juga aktivitas siswa selama mengikuti pembelajaran meningkat dari 74,73% atau  dengan kategori baik pada siklus I   menjadi 94,89% atau dengan kategori sangat baik pada siklus II Kata Kunci : Pemebelajaran Kooperatif, STAD, Hasil Belajar Siswa
Pemahaman Konsep Matematika Siswa SMP Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Memeriksa Berpasangan (Pair Checks) Hadi, Sutarto; Umi Kasum, Maidatina
EDU-MAT Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika merupakan pelajaran yang memerlukan pemusatan pemikiran untuk mengingat dan mengenal kembali materi yang dipelajari. Namun pada kenyataannya, salah satu masalah pokok dalam pembelajaran matematika adalah masih rendahnya pemahaman konsep matematika. Hal ini disebabkan karena sejauh ini paradigma pembelajaran matematika di sekolah masih didominasi oleh paradigma pembelajaran konvensional. Salah satu cara mengatasi hal ini adalah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Memeriksa Berpasangan (Pair Checks), karena model ini memberikan banyak kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dengan pasangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pemahaman konsep matematika siswa SMPN 1 Martapura dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks, (2) pemahaman konsep matematika siswa SMPN 1 Martapura dengan menerapkan pembelajaran konvensional, dan  (3) perbedaan rata-rata pemahaman konsep matematika yang signifikan antara siswa yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks dan siswa yang menerapkan pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment, dengan populasi seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Martapura. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, tes, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep matematika siswa SMPN 1 Martapura dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks berada pada kualifikasi amat baik, pemahaman konsep matematika siswa SMPN 1 Martapura dengan menerapkan pembelajaran konvensional berada pada kualifikasi baik, dan terdapat perbedaan rata-rata pemahaman konsep matematika yang signifikan antara siswa yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks dan siswa yang menerapkan pembelajaran konvensional. Kata kunci:model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks, pembelajaran konvensional, pemahaman konsep
Penerapan Model Pembelajaran Think Pair and Share terhadap Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa Sekolah Menengah Pertama Zulkarnain, Iskandar; Djamilah, Soraya
EDU-MAT Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan pemahaman matematis merupakan salah satu kemampuan berpikir matematis tingkat tinggi yang menyokong kemampuan pemecahan masalah. Namun saat ini permasalahan yang dihadapi adalah siswa masih merasa kesulitan memahami materi akibat kurang optimalnya kemampuan berpikir siswa. Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan pemahaman matematis siswa adalah melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk membandingkan peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa yang belajar dengan pendekatan saintifik dan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dengan siswa yang belajar dengan pendekatan saintifik.  Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu, dengan populasi seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 15. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, sehingga diperoleh kelas VIII G sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII F sebagai kelas kontrol. Pada kelas eksperimen pembelajaran dilakukan menggunakan pendekatan saintifik dan model pembelajaran kooperatif tipe TPS, sedangkan kelas kontrol menggunakan pendekatan saintifik. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan tes. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistika deskriptif dan statistika inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa kelas eksperimen yang menggunakan pendekatan saintifik dan model pembelajaran kooperatif tipe TPS lebih baik daripada peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa kelas kontrol yang menggunakan pendekatan saintifik. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pendekatan saintifik dan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dapat meningkatkan kemampuan pemahaman matematis siswa sekolah menengah pertama.               Kata kunci:  pendekatan saintifik, think pair share, kemampuan pemahaman matematis

Page 1 of 2 | Total Record : 12