cover
Contact Name
Chairil Faif Pasani
Contact Email
chfaifp@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
edu.mat@ulm.ac.id
Editorial Address
Ruang Prodi Pendidikan Matematika Gedung FKIP ULM Banjarmasin Jalan Brigjen H. Hasan Basri, Kayu Tangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 23382759     EISSN : 25979051     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education,
EDU-MAT adalah jurnal yang didirikan pada tahun 2013 di Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat. EDU-MAT merupakan kumpulan artikel hasil penelitian maupun kajian dosen, peneliti, guru, maupun mahasiswa di bidang pendidikan matematika yang belum pernah dimuat/diterbitkan di media lain. EDU-MAT diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat yang terbit 2 kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 2 (2015)" : 12 Documents clear
Penerapan Strategi Relating Experiencing Applying Cooperating Transffering (REACT) dalam Pembelajaran Geometri di Kelas X SMA Juliani Noor, Aisjah; Raisah, Raisah
EDU-MAT Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang penting di sekolah, di setiap jenjang pendidikan. Penekanan pembelajaran matematika ini pada proses dengan tidak melupakan hasil. Dalam pelaksanaan pembelajaran matematika sering berpusat pada guru, sehingga siswa merasa pembelajaran matematika terasa membosankan, waktu berjalan lambat dan kurang bersemangat. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu diterapkan strategi pembelajaran yang sesuai, salah satunya strategi REACT. Oleh karena itu, dilakukan penelitian pada materi geometri di kelas X SMA Negeri 1 Jorong yang bertujuan untuk (1) mengetahui hasil belajar siswa dengan strategi REACT dan model pembelajaran konvensional, (2) mengetahui perbedaan hasil belajar matematika siswa menggunakan strategi REACT dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan populasi seluruh kelas X SMA Negeri 1 Jorong. Pengambilan sampel mengunakan teknik purposive random sampling, yaitu bertujuan mengambil 2 kelas secara acak yang tidak mempunyai perbedaan yang signifikan, yaitu kelas X-2 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-1 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan tes. Teknik analisis data menggunakan rata-rata, persentase, uji pendahuluan dan uji beda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa hasil belajar siswa yang menggunakan strategi REACT berada pada kualifikasi baik dan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional juga berada pada kualifikasi baik. Berdasarkan uji statistik menunjukkan bahwa bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa menggunakan strategi REACT dengan siswa menggunakan model pembelajaran konvensional. Kata kunci : strategi REACT, model pembelajaran konvensional, hasil belajar. 
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Pada Pembelajaran Matematika dengan Menggunakag) di SMPn Model Pembelajaran Generatif (Generative Learning) di SMP Mawaddah, Siti; Anisah, Hana
EDU-MAT Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tujuan mata pelajaran matematika untuk Sekolah Menengah Pertama menurut Badan Standar Nasional Pendidikan (2006) ialah siswa memiliki kemampuan memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan respon siswa pada pembelajaran matematika dengan model pembelajaran generatif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII B SMP Negeri 13 Banjarmasin tahun pelajaran 2014-2015 dan objek penelitian adalah kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan respon siswa pada pembelajaran matematika dengan model pembelajaran generatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan angket. Teknik analisis data yang digunakan yaitu rata-rata, persentase dan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa untuk aspek memahami masalah berada pada kualifikasi sangat baik, aspek membuat rencana pemecahan masalah berada pada kualifikasi baik, aspek melaksanakan rencana pemecahan masalah dan menafsirkan hasil yang diperoleh berada pada kualifikasi cukup. Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran generatif secara keseluruhan berada pada kualifikasi baik. Berdasarkan analisis menggunakan skala Likert, respon siswa secara keseluruhan menunjukkan kualifikasi setuju terhadap pembelajaran matematika dengan model pembelajaran generatif karena model pembelajaran generatif membuat siswa lebih aktif dalam belajar dan mudah mengingat materi pelajaran. Kata kunci : pemecahan masalah, model pembelajaran generatif.
Pengaruh Gaya Belajar Matematika Siswa Kelas VII terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis di SMP Danaryanti, Agni; Noviani, Herlina
EDU-MAT Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada dasarnya kemampuan komunikasi matematis sangat diperlukan dalam proses pembelajaran matematika. Dalam kenyataannya, untuk mencapai suatu keberhasilan proses pembelajaran, seorang siswa memiliki karakteristik atau gaya belajar sendiri-sendiri dalam menerima suatu informasi. Sehingga perbedaan ini juga yang dapat mempengaruhi kemampuan komunikasi matematis siswa dalam keberhasilan suatu pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa berdasarkan gaya belajarnya dan mengetahui pengaruh gaya belajar terhadap kemampuan komunikasi matematis dalam menyelesaikan soal matematika pada siswa kelas VII SMP Negeri 19 Banjarmasin. Metode penelitian adalah deskriptif. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas VII SMP Negeri 19 Banjarmasin. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu memilih kelas VII A, VII D dan VII G sebagai sampel penelitian. Teknik pengambilan data menggunakan teknik angket dan  tes. Teknik analisis data menggunakan rata-rata, uji normalitas, uji homogenitas dan uji beda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VII bergaya belajar visual lebih tinggi dibandingkan siswa bergaya belajar auditorial maupun kinestetik, ini terlihat dari rata-rata skor kemampuan komunikasi matematisnya dan nilai akhir siswa dalam menyelesaikan soal uraian matematika, (2) gaya belajar siswa kelas VII berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi matematis dalam menyelesaikan soal uraian matematika. Kata kunci: pengaruh, gaya belajar, kemampuan komunikasi matematis
Implementasi Model Pembelajaran Problem based Instruction Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMA Kusumawati, Elli
EDU-MAT Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan kurikulum 2013 mengharuskan guru menggunakan pendekatan saintifik sebagai pendekatan pembelajaran. Salah satu bentuk kreativitas guru adalah memilih model pembelajaran yang cocok dengan pendekatan saintifik. Kurikulum 2013 juga menginginkan agar siswa kelas X SMA memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis. Salah satu upaya untuk memenuhi kedua hal tersebut adalah melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI). Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan (1) untuk membandingkan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang belajar dengan model pembelajaran PBI dan siswa yang belajar dengan pendekatan saintifik, dan (2) untuk mengetahui bagaimana pengaruh model pembelajaran PBI terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu, dengan populasi seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Banjarmasin yang terdiri dari 10 kelas. Pengambilan sampel menggunakan teknik multi stage sampling, sehingga diperoleh kelas X MIA 5 sebagai kelas eksperimen 1 dan kelas X MIA 4 sebagai kelas eksperimen 2. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan tes. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kedua kelas eksperimen, terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis, dimana terdapat perbedaan yang signifikan antara peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada kedua kelas eksperimen. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa model pembelajaran PBI memiliki pengaruh dan memiliki perbedaan yang signifikan dengan pendekatan saintifik dalam hal meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sekolah menengah atas. Kata kunci:              pendekatan saintifik,  problem based instruction, kemampuan pemecahan masalah matematis
Meningkatkan Kemampuan Guru dalam Memanfaatkan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar Melalui Diskusi Kelompok Ropingi, Ropingi
EDU-MAT Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan pengamatan awal di SMP Negeri 1 Kusan Hulu,  semua guru mata pelajaran jarang dan bahkan tidak pernah memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar, hal ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman dan kemampuan guru untuk memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru  dalam  memanfaatkan  lingkungan  sekolah sebagai sumber  belajar melalui diskusi kelompok. Penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah terhadap guru yang ada di SMP Negeri 1 Kusan Hulu pada tahun pelajaran 2014/2015. Dari 11 orang guru yang terlibat, 2 orang guru mendapat skor dengan kategori baik sekali, 3 orang guru sudah mendapat skor dengan katagori baik, sedangkan 6 orang dengan katagori cukup. Oleh karena itu dilanjutkan dengan tindakan siklus II yang hasilnya secara umum ada peningkatan ke arah yang lebih baik yaitu 2 orang guru mendapat skor dengan kategori baik sekali, 6 orang guru sudah mendapat skor dengan katagori baik, sedangkan 3 orang dengan katagori cukup. Secara rinci perolehan nilai rata-rata peningkatan kemampuan guru memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar yaitu nilai rata-rata observasi hasil kegiatan diskusi 79,00 di siklus I menjadi 85,3 di siklus II, jadi ada peningkatan rata-rata kemampuan guru sebesar 6,3. Kegiatan  penyusunan skenario  pembelajaran nilai rata-rata 79,5 di siklus I menjadi 83,2 di siklus II, jadi ada peningkatan nilai rata-rata sebesar 3,7. Kegiatan pembelajaran atau dalam proses belajar mengajar nilai rata-rata 78,2 di siklus I menjadi 82,1 di siklus II, terjadi ada peningkatan nilai rata-rata sebesar 3,9. Hal ini sudah sesuai dengan kriteria keberhasilan yang ditetapkan. Kata kunci : kemampuan guru, lingkungan, sumber belajar, diskusi kelompok
Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik di SMP Fajriah, Noor; Asiskawati, Eef
EDU-MAT Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era globalisasi manusia dituntut memiliki kemampuan dalam memperoleh, memilih, mengelola, informasi untuk dimanfaatkan dalam kehidupan yang menuntut kita memiliki kemampuan berpikir kreatif. Berdasarkan pengamatan, proses pembelajaran matematika di SMP Negeri 1 Banjarmasinpada umumnya hanya berpusat pada hasil, soal yang disajikan terutama mengenai ingatan dengan hanya menyajikan satu jawaban atau cara benar. Kondisi ini sulit memunculkan kemampuan berpikir kreatif. Pembelajaran yang terpusat pada guru mengakibatkan siswa memberikan respon kurang baik saat menerima pelajaran.Salah satu upaya untuk mengatasi masalahadalah melalui penerapan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik (PMR). Hal ini karenaadanya karakteristik PMR yang diterapkan dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif dan respon siswa dalam pembelajaran matematika menggunakan pendekatan PMR. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX H yang berjumlah 25 siswa dan objeknya adalah kemampuan berpikir kreatif dan respon siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, tes, dan angket. Tes kemampuan berpikir kreatif dianalisis menggunakan statistika deskriptif yaitu rata-rata dan persentase, respon siswa dianalisis menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa menggunakan pendekatan PMR berada pada kategori tinggi dengan rincian tiap indikator yaitu, indikator kelancaran berada pada kategori tinggi, keluwesan berada pada kategori sedang, dan orisinalitas berada pada kategori rendah. Sementara itu siswa menunjukkan respon setuju terhadap pembelajaran menggunakan pendekatan PMR. Kata kunci:  kemampuan berpikir kreatif, pendekatan PMR, respon siswa.
Penggunaan Media Bermain "Bingo Pecahan" untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Kesamaan Nilai Pecahan Pada Siswa Tunarungu Sanyoto, Budi
EDU-MAT Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pecahan merupakan bagian dari konsep operasi hitung pembagian. Pada konsep pembagian, bilangan yang dibagi lebih besar dari pembaginya dan hasilnya menunjukkan bilangan yang utuh, hal ini anak bisa belajar dari kebalikan konsep berhitung perkalian. Sedangkan pada pecahan bilangan yang dibagi cenderung lebih kecil dari bilangan pembaginya dan hasilnya tidak bisa menunjukkan hasil yang utuh. Disinilah permasalahan yang sering terjadi pada siswa ketika mempelajari pecahan yang mana bilangan yang dilambangkan bersifat abstrak, apalagi bagi siswa tunarungu, maka guru perlu berimprovisasi dalam mengajarkan pecahan ini dengan menggunakan peraga-peraga dalam rangka meminimalkan verbalisme dan menghilangkan kesan abstrak tersebut. Tujuan penelitian untuk meningkatkan kemampuan pemahaman tentang kesamaan nilai pecahan siswa kelas D3-B SLB-C Negeri Pembina Banjarbaru, dan untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran tentang kesamaan nilai pecahan dengan menggunakan media bermain ”Bingo Pecahan”. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan pada siswa kelas D3-B SLB-C Negeri Pembina Banjarbaru yang berjumlah 5 siswa. Objek dalam penelitian ini adalah kemampuan siswa dalam pemahaman kesamaan nilai pecahan dan respon siswa dalam pembelajaran tentang kesamaan nilai pecahan dengan menggunakan media bermain ”Bingo Pecahan”. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan angket, dan data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kualitatif (interpretasi) dan kuantitatif (persentase).  Berdasarkan atas penelitian tindakan  kelas D3-B SLB-C Negeri Pembina ini, didapatkan adanya perubahan hasil belajar dari siklus I ke siklus II  yaitu dari 40% pada akhir siklus I menjadi 80 % pada akhir siklus II. Maka media bermain “bingo pecahan” ini dapat meningkatkan kemampuan pemahaman kesamaan nilai pecahan.. Adapun respon siswa berkenaan pembelajaran menggunakan media bermain “bingo pecahan” menunjukkan respon positif.
Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Tipe Peer Lesson terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMK Zulkarnain, Iskandar; Hanisah Yukti Sari, Rospala
EDU-MAT Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tujuan matematika pada pendidikan menengah adalah agar siswa memiliki kemampuan pemecahan masalah. Untuk membantu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dapat digunakan model pembelajaran. Model pembelajaran kooperatiftipe peer lesson (tutor sebaya) merupakan salah satu teknik instruksional dari belajar kooperatif yang menempatkan seluruh tanggung jawab pengajaran kepada siswa, karena siswa berperan sebagai guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran matematika dengan menerapkan model pembelajaran cooperative learning tipe peer lesson di SMK Negeri Banjarmasin. (2) kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan menerapkan model cooperative learning tipe peer lesson di SMK Negeri Banjarmasin. (3) kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif di SMK Negeri Banjarmasin. (4) pengaruh model cooperative learning tipe peer lesson terhadap kemampuan pemecahan matematis siswa di SMK Negeri Banjarmasin.  Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen, dengan populasi seluruh siswa kelas X RPL SMK Negeri 4 Banjarmasin. Sampel diambil secara acak, yaitu mengambil dua kelas secara acak yang tidak mempunyai perbedaan yang signifikan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, tes, dan observasi. Teknik analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa dengan menerapkan model cooperative learning tipe peer lesson cenderung kurang baik, hasil pencapaian dari kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di kelas eksperimen baik, hasil pencapaian dari kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di kelas kontrol kurang baik, terdapat pengaruh penerapan model cooperative learning tipe peer lesson terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa..Kata kunci: cooperative learning tipe peer lesson, kemampuan pemecahan masalah matematis 
Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Pada Konsep Simetri Melalui Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Warno, Warno
EDU-MAT Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan pembelajaran merupakan salah satu faktor yang sangat penting yang dapat mempengaruhi hasil belajar matematika siswa.Pemilihan pendekatan dan model pembelajaran yang tepat membantu siswa dalam menyerap materi pelajaran yang berdampak positif pada hasil belajar. Untuk mengatasi masalah rendahnya hasil belajar dan aktivitas siswa, salah satu pendekatan yang bisa diterapkan dalam pembelajaran adalah model pembelajaran CTL.Penelitian tindakan kelas ini bertujuan  untuk mengetahui kemampuan guru dalam menggunakan pendekatan CTL dan untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa melalui penggunaan  pendekatan CTL.Adapun metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan CTL yang dilakukan sebanyak 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan.Adapun setiap siklus terdiri perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi.Penelitian ini dilaksanakan di SDN 2 Rampa Kotabaru tahun pelajaran 2014/2015. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VB yang berjumlah 28 siswa yang terdiri dari 14 siswa perempuan dan 14 siswa laki-laki. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi dan tes. Analisis data hasil penelitian kualitatif  bersifat naratif.Teknik analisis data kualitatif dalam penelitian ini dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Berdasarkan hasil analisis data, terjadi peningkatan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dari 76,13% pada siklus I menjadi 92,04% pada siklus II, aktivitas siswa dalam belajar meningkat dari 74,41% pada siklus I menjadi 87,80% pada siklus II. Hasil belajar juga terjadi peningkatan  pada  siklus I ketuntasan klasikal adalah 67,86% siklus I menjadi 85,71 % pada siklus II, dengan rata-rata hasil belajar 64,82 pada siklus I dan meningkat 69,64 pada siklus II. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan pendekatan CTL dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar  siswa pada konsep simetri di  kelas VB SDN 2 Rampa Kotabaru, sehinga pendekatan ini dapat digunakan sebagai alternatif dalam pelaksanaan pembelajaran matematika. Kata kunci: pendekatan  CTL , aktivitas dan  hasil belajar
Optimalisasi Pembelajaran Matematika Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dan Snowball Throwing Maisyarah, Maisyarah
EDU-MAT Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia adalah  lemahnya proses pembelajaran. Hal demikian terjadi pula pada pembelajaran matematika di kelas XI IPA 3 MAN 1 Banjarmasin. Alternatif usaha yang dilakukanuntuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan Snowball Throwing. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar, hasil belajar dan mengetahui respon siswa.  Penelitian ini dirancang menggunakan Penelitian Tindakan Kelas sebanyak 3 siklusdengan 9 kali tindakan kelas. Dilaksanakan pada semester ganjil Tahun Pelajaran 2014-2015. Teknik pengumpulan data adalah dokumentasi, hasil tes/evaluasi, observasi dan angket.Teknik analisis data menggunakan statistika deskriptif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan Snowball Throwing dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika siswa. Peningkatan dari segi aktivitas belajar matematika siswa dapat dicermati dari aktivitas antar kelompok dan tingkat kualifikasi. Peningkatan dari segi hasil belajar siswa dapat di lihat dari nilai rata-rata, persentase ketuntasan, tingkat kualifikasi dan penghargaan kelompok kooperatif.Kualifikasi mengajar  guru terus meningkat dan respon siswa adalah sangat baik. Kata Kunci: kooperatif tipe STAD, Snowball Throwing, aktivitas, hasil, respon.

Page 1 of 2 | Total Record : 12