cover
Contact Name
Chairil Faif Pasani
Contact Email
chfaifp@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
edu.mat@ulm.ac.id
Editorial Address
Ruang Prodi Pendidikan Matematika Gedung FKIP ULM Banjarmasin Jalan Brigjen H. Hasan Basri, Kayu Tangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 23382759     EISSN : 25979051     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education,
EDU-MAT adalah jurnal yang didirikan pada tahun 2013 di Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat. EDU-MAT merupakan kumpulan artikel hasil penelitian maupun kajian dosen, peneliti, guru, maupun mahasiswa di bidang pendidikan matematika yang belum pernah dimuat/diterbitkan di media lain. EDU-MAT diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat yang terbit 2 kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2018)" : 12 Documents clear
KONSTRUKSI MODEL PEMBELAJARAN DI KELAS : SINTAKS DARI MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS EKSPERIMEN DENGAN METODE “GUIDED DISCOVERY” Flavia Aurelia Hidajat; Bachtiar Irawan Hidajat
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v6i2.5220

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkonstruksi sintaks dari model pembelajaran matematika berbasis eksperimen dengan metode “Guided Discovery”, dimana artikel ini adalah hasil penelitian di tahun pertama. Model ini didesain dengan tujuan untuk memberikan langkah-langkah mengajar yang dapat meningkatkan kemampuan afektif siswa dengan menemukan pengetahuannya sendiri; kemampuan psikomotor siswa dengan terampil melakukan eksperimen, mengukur bangun datar yang dibentuknya sendiri, menganalisis dan menyimpulkan hasil eksperimennya dengan penemuan terbimbing; serta kemampuan kognitif yang terkonstruksi secara mandiri dengan baik. Kinerja pada sintaks dari model pembelajaran ini dinilai berdasarkan penilaian objektif yang sesuai dengan rubrik yang autentik. Penelitian ini dikembangkan dari suatu penelitian pengembangan dengan model Plomp (dalam Hobri, 2010) yang kemudian menghasilkan model pembelajaran yang meningkatkan kemampuan siswa dengan penemuannya sendiri. Model pembelajaran yang dirancang dinamai dengan model experiment discovery. Model pembelajaran ini terdiri atas 8 tahap yaitu tahap orientasi/pemanasan (opening), tahap pengenalan (introduction), tahap eksperimen secara terbuka (terbimbing), tahap eksperimen secara mandiri, tahap konvergen, tahap implementasi, tahap evaluasi dan penutup.Penelitian ini bertujuan untuk mengkonstruksi sintaks dari model pembelajaran matematika berbasis eksperimen dengan metode “Guided Discovery”, dimana artikel ini adalah hasil penelitian di tahun pertama. Model ini didesain dengan tujuan untuk memberikan langkah-langkah mengajar yang dapat meningkatkan kemampuan afektif siswa dengan menemukan pengetahuannya sendiri; kemampuan psikomotor siswa dengan terampil melakukan eksperimen, mengukur bangun datar yang dibentuknya sendiri, menganalisis dan menyimpulkan hasil eksperimennya dengan penemuan terbimbing; serta kemampuan kognitif yang terkonstruksi secara mandiri dengan baik. Kinerja pada sintaks dari model pembelajaran ini dinilai berdasarkan penilaian objektif yang sesuai dengan rubrik yang autentik. Penelitian ini dikembangkan dari suatu penelitian pengembangan dengan model Plomp (dalam Hobri, 2010) yang kemudian menghasilkan model pembelajaran yang meningkatkan kemampuan siswa dengan penemuannya sendiri. Model pembelajaran yang dirancang dinamai dengan model experiment discovery. Model pembelajaran ini terdiri atas 8 tahap yaitu tahap orientasi/pemanasan (opening), tahap pengenalan (introduction), tahap eksperimen secara terbuka (terbimbing), tahap eksperimen secara mandiri, tahap konvergen, tahap implementasi, tahap evaluasi dan penutup.Kata kunci: sintaks model pembelajaran, pembelajaran matematika, eksperimen, guided discovery, experiment discovery.
PENERAPAN PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DI KELAS VII PROGRAM KESETARAAN PAKET B BUMI JAYA Rahmawati Rahmawati; Agni Danaryanti; Yuni Suryaningsih
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v6i2.5686

Abstract

Pendidikan Matematika Realistik (PMR) adalah pendekatan yang berorien­tasi kepada proses matematis siswa, sehingga siswa belajar melalui proses mem­bangun konsep matematika berdasarkan masalah kontekstual. Dengan menggu­nakan PMR siswa menjadi terlatih untuk menyelesaikan suatu masalah dengan pemikirannya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mendekripsikan keterlaksanaan sintaks pembelajaran yang menggunakan pendekatan PMR serta mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa setelah pendekatan PMR dite­rapkan dengan  menggunakan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII program kesetaraan paket B Bumi Jaya dengan objek penelitian kemampuan pemecahan masalah matematis. Penelitian ini menggunakan dua tehnik pengumpulan data yaitu observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterlaksanaan sintaks pembelajaran dengan pendekatan PMR berada dalam klasifikasi baik. Kemampuan pemecahan masahah matematis siswa pada indi­kator memahami masalah, kurang dari setengah jumlah siswa mampu mema­hami masalah yang diberikan. Pada indikator merencanakan penyelesaian, tidak ada seorangpun siswa yang mampu menuliskan rencana penyelesaian dengan benar dan hanya sedikit siswa yang menuliskan rencana penyelesaian dari masalah yang diberikan. Pada indikator menjalankan rencana penyelesaian, sebagian besar siswa belum bisa menjalankan rencana penyelesaian bahkan tidak ada siswa yang menja­lankan rencana penyelesaian dengan benar. Pada indikator pemeriksaan, sebagian besar siswa tidak menuliskan kesimpulan maupun menuliskan kesimpulan tetapi salah. Secara keseluruhan, kemampuan pemecahan masalah siswa pada kelas VII program kesetaraan paket B Bumi Jaya adalah kurang sekali. Kata kunci: pendidikan matematika realistik, pemecahan masalah matematis
PROFIL GESTURE MAHASISWA DALAM REPRESENTASI DIAGONAL SISI DAN DIAGONAL RUANG PADA KUBUS Nia Wahyu Damayanti
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v6i2.5681

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gesture yang muncul pada mahasiswa ketika merepresentasikan diagonal sisi dan diagonal ruang pada kubus. Kubus merupakan salah satu representasi objek spasial. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester empat prodi Pendidikan Matematika Universitas Wisnuwar­dhana Malang. Temuan penelitian menunjukkan tiga macam gesture yang muncul saat mahasiswa melakukan representasi diagonal sisi dan diagonal ruang pada kubus yaitu full body gesture, a part of body gesture dan pairs body gesture. Full body gesture adalah gesture yang ditunjukkan dengan adanya gerakan seluruh tubuh yang ditandai dengan adanya perpindahan posisi. A part of body gesture adalah gesture yang ditunjukkan dengan adanya gerakan pada salah satu anggota tubuh. Pairs body gesture adalah gesture yang ditandai adanya gerakan anggota tubuh yang terjadi bersamaan.Kata kunci: gesture, representasi, diagonal sisi, diagonal ruang, kubus
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN STRATEGI PEER TUTOR PADA MATERI KOMPOSISI FUNGSI KELAS X IIS 1 MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 BANJARMASIN TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Siti Masliani
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v6i2.5131

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) peningkatan aktivitas guru, (2) peningkatan aktivitas siswa, (3) peningkatan hasil belajar siswa dan (4) respon siswa terhadap pembelajaran setelah mengikuti pembelajaran dengan strategi pembelajaran peer tutor. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan 3 siklus pembelajaran. Masing-masing siklus terdiri dari fase perencanaan, pelaksanaan, observasi (pengamatan) dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X IIS 1 dengan jumlah siswa sebanyak 38 orang. Data dikumpulkan melalui teknik tes dan nontes. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran peer tutor pada proses pembelajaran komposisi fungsi dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa dan hasil belajar serta siswa memberikan respon yang positif terhadap penerapan strategi peer tutor yang diterapkan. Kata Kunci: Strategi, pembelajaran, peer tutor, aktivitas guru, aktivitas siswa, hasil belajar siswa, komposisi fungsi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SCRAMBLE DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MEMBINA KARAKTER TANGGUNG JAWAB DAN DISIPLIN SISWA Chairil Faif Pasani; Elli Kusumawati; Delya Imanisa
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v6i2.5682

Abstract

Model pembelajaran kooperatif tipe Scramble adalah model pembelajaran yang membawa siswa mendapatkan jawaban serta memecahkan masalah yaitu dengan membagikan lembar soal dan lembar jawaban beserta beberapa pilihan jawa­ban yang tersedia, sehingga mengharuskan siswa berbagi tugas, aktif dan ber­tang­gung jawab atas keberhasilan kelompoknya. Model ini sangat berpotensi untuk membina tanggung jawab dan disiplin siswa dalam belajar. Tujuan penelitian ini ialah: (1) membina karakter tanggung jawab siswa kelas X C Pemasaran SMK Negeri 3 Banjarmasin melalui penerapan model Scramble, (2) membina karakter disiplin siswa kelas X C Pemasaran SMK Negeri 3 Banjarmasin melalui penerapan model Scramble, (3) mengetahui hasil belajar siswa di kelas X C Pemasaran SMK Negeri 3 Banjarmasin melalui penerapan model Scramble, (4) mengetahui apakah terdapat hubungan karakter tanggung jawab dan disiplin terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen dengan desain pene­litian Time Series Design sebanyak enam kali pertemuan. Populasi penelitian adalah siswa kelas X SMK Negeri 3 Banjarmasin, sedangkan sampel penelitian adalah X C Pemasaran SMK Negeri 3 Banjarmasin yang dipilih berdasarkan teknik Random Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan observasi. Data yang didapat dianalisis dengan persentase, mean, uji korelasi gan­da. Hasil pene­litian menunjukan bahwa: (1) penerapan model Scramble mampu mem­bina karakter tanggung jawab, (2) penerapan model Scramble mampu mem­bina karakter disiplin, (3) hasil belajar siswa menggunakan model Scramble mengalami peningkatan, (4) terdapat hubungan yang cukup antara karakter tang­gung jawab dan disiplin dengan hasil belajar siswa. Kata Kunci: Scramble, tanggung jawab, disiplin, hasil belajar
INSRUMEN PENILAIAN BERBASIS LINGKUNGAN LAHAN BASAH UNTUK MENGUKUR HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) SISWA KELAS XI MIPA DI SMAN 7 BANJARMASIN Iskandar Zulkarnain; Elli Kusumawati; Lenny Marlina
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v6i2.5656

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses dan hasil pembuatan instrumen penilaian berbasis lingkungan lahan basah yang layak untuk mengukur HOTS siswa di kelas XI MIPA SMA Negeri 7 Banjarmasin. Metode yang digunakan adalah Research and Development level 4 dengan tahap pengembangan 4D oleh Thiagarajan yaitu Define, Design, Development and Dissemination. Penelitian ini tidak sampai pada tahap Dissemination. Teknik pengumpulan data adalah tes dan angket. Analisis data secara kualitatif terhadap angket untuk mendapat saran terhadap produk. Analisis data dengan uji statistik untuk menguji validitas, reliabilitas, daya pembeda dan tingkat kesukaran. Produk yang telah direvisi berupa tujuh soal pilihan ganda dan empat soal uraian. Kata kunci: Instrumen Penilaian, HOTS, Lingkungan lahan basah
MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER DAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 BANJARMASIN Febriyanti Lusiana Hasibuan; Hidayah Ansori; Asdini Sari
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v6i2.5683

Abstract

Pada jenjang Pendidikan, pembelajaran matematika memiliki suatu tujuan salah satunya supaya siswa mempunyai kemampuan untuk memahami konsep matematika. Observasi pendahuluan saat Praktik Pengalaman Lapangan yang dila­kukan peneliti, diketahui hasil belajar yang diperoleh siswa SMP Negeri 1 Ban­jar­masin di kelas VII tahun pelajaran 2017/2018 masih rendah terlihat dari hasil penilaian tengah semester genap (PTS) yang masih berada pada ketuntasan yang rendah. Terdapat faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya hasil belajar salah satunya adalah pemahaman konsep. Dalam usaha mengembangkan pemahaman konsep pada siswa salah satu upaya yang bisa dilakukan dalam proses pembelajaran yaitu penggunaan model advance organizer. Adapun suatu tujuan dipenelitian ini yaitu untuk mengetahui ada atau tidak ada perbedaan suatu pemahaman siswa akan kon­sep matematis antara siswa kelas model pembelajaran advance organizer dengan sis­wa kelas model pembelajaran langsung. Penggunaan metode untuk penelitian kali ini yaitu quasi experimental design. Subjek yang ada pada penelitian ini adalah siswa di kelas VII G dan siswa di kelas VII H. Objek dipenelitian ini adalah pemahaman konsep matematis siswa kelas VII pada kelas VII G yang merupakan kelas eks­perimen dan siswa kelas VII H yang merupakan kelas kontrol. Penggunaaan model pembelajaran advance organizer dilaksanakan di kelas eksperimen dan penggunaan model pembelajaran langsung dilaksanakan di kelas kontrol. Teknik dan alat pe­ngumpul data pada penelitian ini menggunakan dokumentasi dan tes. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa pada kelas model pembelajaran advance organizer berada pada kategori baik dan pemahaman konsep siswa pada kelas model pembelajaran langsung berada pada kategori cukup, serta terdapat adanya perbedaan yang signifikan pemahaman konsep matematis siswa di kelas model pembelajaran advance organizer dengan siswa di kelas model pembe­lajaran langsung pada pembelajaran. Kata kunci: Pemahaman konsep matematis, model pembelajaran advance organizer.
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE ROTATING TRIO EXCHANGE TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI Sahril Sahril; Noor Fajriah; Sumartono Sumartono
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v6i2.5678

Abstract

Model pembelajaran kooperatif tipe Rotating Trio Exchange (RTE) meru­pakan model pembelajaran berkelompok dimana ada rotasi siswa dalam kelompok agar tercipta kelompok-kelompok belajar yang mampu memberikan pemahaman dan memunculkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Penelitian ini diharapkan dapat mendeskripsikan: (1) kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa yang mene­rapkan model kooperatif tipe RTE dan (2) efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe RTE dibandingkan dengan model pembelajaran langsung terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu dan Nonequivalent Group Pretest Posttest Design sebagai desain penelitian. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas X SMK ISFI Banjarmasin dengan jumlah 101 siswa yang tersebar dalam empat kelas. Sampel penelitian adalah 28 siswa kelas X C Farmasi SMK ISFI Banjarmasin sebagai kelas eksperimen dan 29 siswa kelas X A Farmasi SMK ISFI Banjarmasin siswa sebagai kelas kontrol yang dipilih berdasarkan purposive sampling. Teknik pengumpulan data adalah dokumentasi dan tes. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan statistika deskriptif dan statistika infe­rensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe  RTE berada pada kla­sifikasi baik dan (2) model pembelajaran kooperatif tipe RTE lebih efektif diban­dingkan dengan model pembelajaran langsung terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.Kata Kunci: Rotating Trio Exchange (RTE), kemampuan berpikir tingkat tinggi, menganalisis, mengevaluasi, mencipta
KEMAMPUAN NUMBER SENSE SISWA KELAS VII SMP NEGERI DI BANJARMASIN TIMUR BERDASARKAN GAYA BELAJAR Luthfia Niswah; Siti Mawaddah; Kamaliyah Kamaliyah
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v6i2.5680

Abstract

Number sense dapat dideskripsikan sebagai kepekaan seseorang terha­dap bilangan. Number sense akan meningkat pada diri seseorang seiring bertam­bahnya pengetahuan dan pengalaman dalam belajar. Belajar akan meningkatkan pengetahuan kita tentang suatu hal, dari yang awalnya tidak tahu menjadi tahu. Dalam belajar siswa memiliki cara yang berbeda-beda. Ada yang mudah menerima informasi ada juga yang sulit.  Hal ini berkaitan dengan cara belajar siswa yang satu dengan siswa lainnya berbeda. Cara belajar ini yang dimaksud gaya belajar. Gaya belajar ialah satu diantara karakteristik individu. Tujuan penelitian ini yaitu (1) mendeskripsikan kemampuan number sense siswa kelas VII SMPN di Banjarmasin Timur tahun pelajaran 2017/2018, (2) mengetahui adanya perbedaan kemampuan number sense siswa kelas VII SMPN di Banjarmasin Timur berdasarkan gaya belajar tahun pelajaran 2017/2018. Metode deskriptif merupakan metode yang dipilih peneliti. Seluruh siswa kelas VII SMPN di Banjarmasin Timur merupakan populasi penelitian. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling, sehingga diambil tiga sekolah yaitu SMPN 14 Banjarmasin, SMPN 22 Banjarmasin, dan SMPN 30 Banjarmasin. Data dikumpulkan dengan cara memberikan tes serta angket. Data dianalisis menggunakan statistika deskriptif serta statistika inferensial. Hasil dari penelitian adalah (1) kemampuan number sense siswa kelas VII SMP Negeri di Banjarmasin Timur tahun pelajaran 2017/2018 berada pada kualifikasi cukup, (2) tidak terdapat perbedaan kemampuan number sense siswa kelas VII SMPN di Banjarmasin Timur yang memiliki gaya belajar visual, auditori dan kinestetik tahun pelajaran 2017/2018. Kata kunci: kemampuan number sense, gaya belajar
IMPLEMENTASI MODEL GUIDED DISCOVERY LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI TRIGONOMETRI KELAS X MIA-1 MADRASAH ALIYAH NEGERI 3 BANJARMASIN TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Rahimmiptahuddin Rahimmiptahuddin
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v6i2.5684

Abstract

Penelitian penggunaan model guided discovery learning pada materi trigo­no­metri bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas guru, peningkatan akti­vitas siswa, peningkatan hasil belajar kognitif siswa, peningkatan hasil belajar afektif sis­wa, dan peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian yang dila­ku­kan merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan 2 siklus. Masing-ma­sing siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan eva­luasi, serta analisis dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MIA-1 dengan jumlah siswa sebanyak 36 orang. Data dikumpulkan melalui teknik observasi dan tes hasil belajar. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan strategi pembelajaran guided discovery learning dapat meningkatkan: (1) aktivitas guru dari kategori baik pada siklus I menjadi kategori sangat baik pada siklus II; (2) aktivitas siswa dari kategori cukup aktif pada siklus I menjadi kategori sangat aktif pada siklus II; (3) hasil belajar siswa kognitif siswa dari 68,26 pada siklus I menjadi 80,97 pada siklus II; (4) hasil belajar afektif siswa dari kategori kurang baik pada siklus I menjadi kategori baik pada siklus II; (5) kemampuan pemecahan masalah siswa dari kategori cukup baik pada siklus I menjadi baik pada siklus II. Berdasarkan penelitian yang dilakukan menggunakan model guided discovery learning pada materi trigonometri dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, hasil belajar kognitif, hasil belajar afektif dan kemampuan pemecahan masalah siswa. Kata kunci: guided discovery learning, hasil belajar siswa, pemecahan masalah, trigonometri.

Page 1 of 2 | Total Record : 12