cover
Contact Name
Chairil Faif Pasani
Contact Email
chfaifp@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
edu.mat@ulm.ac.id
Editorial Address
Ruang Prodi Pendidikan Matematika Gedung FKIP ULM Banjarmasin Jalan Brigjen H. Hasan Basri, Kayu Tangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 23382759     EISSN : 25979051     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education,
EDU-MAT adalah jurnal yang didirikan pada tahun 2013 di Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat. EDU-MAT merupakan kumpulan artikel hasil penelitian maupun kajian dosen, peneliti, guru, maupun mahasiswa di bidang pendidikan matematika yang belum pernah dimuat/diterbitkan di media lain. EDU-MAT diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat yang terbit 2 kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober
Arjuna Subject : -
Articles 391 Documents
Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Kombinasi Tipe Think Pair Share dan Course Review Horray pada Siswa Kelas XI IPS SMAN 1 Simpang Empat Tahun Pelajaran 2013/2014 Julaika, Yatin
EDU-MAT Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

. Penerapan model pembelajaran kooperatif kombinasi tipe think pair sharedan course review horray dimaksudkan agar  siswa berfikir tentang bekerjasama berpasangan dan berbagi di kelompok atau di kelasnya. Untuk pemahaman materi direview melalui penyelesaian soal, jikabenar siswa berteriak horray. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran kooperatif kombinasi tipe think pair share dan course review horray dapat  meningkatkan hasil belajar matematika dan aktifitas siswa kelas XI IPS 2 SMAN 1 Simpang Empat dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini dilakukan 2 siklus (10 x 45 menit). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan tes. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif rata – rata dan prosentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui penggunaan model pembelajaran kooperatif kombinasi tipe think pair share dan course review horray dapat meningkatkan hasil belajar matematika dan aktifitas siswa kelas XI IPS 2 SMAN 1 Simpang Empat. Dari rerata hasil belajar 72,14 meningkat menjadi 80,41 dan ketuntasan klasikalnya dari 65,52 %  meningkat menjadi 79,31 % , dan aktifitas siswa meningkat dari 79,68 menjadi 92,71                                                                                                                         Kata Kunci : think pair share, course review horray
Peningkatan Kemampuan Berhitung pada Anak Tunagrahita Ringan Melalui Media Permainan Kartu Suparman, Suparman
EDU-MAT Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pembelajaran, guru hendaknya menggunakan alat peraga untuk memperjelas pelajaran yang disampaikan. Pemilihan alat peraga hendaknya disesuaikan dengan kondisi anak dan keadaan sekolah yang ada. Kenyataan yang terjadi pada pembelajaran di sekolah, guru dalam menyampaikan pelajaran berhitung kepada anak tunagraahita ringan menggunakan alat peraga hitung jari. Padahal alat peraga hitung jari mempunyai keterbatasan. Permainan merupakan suatu selingan pemberian media atau alat peraga yang bisa digunakan di kelas sehingga membuat suasana lingkungan belajar menjadi menyenangkan, bahagia, santai, namun tetap memiliki suasana yang kondusif, sehingga dengan menggunakan media permainan kartu diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar berhitung pada anak berkebutuhan khusus, khususnya anak tunagrahita ringan. Penelitian ini bertujuan  untuk meningkatkan prestasi belajar berhitung pada anak tunagrahita ringan kelas IV di SLB Negeri Marabahan Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013/2014. Untuk itu, penelitian ini menggunakan metode deskriptif komperatif, yang merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SLB Negeri Marabahan yang berjumlah 6 siswa. Teknik pengambilan data berupa tes. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan uji deskriptif komparatif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa dengan penggunaan media permainan kartu dapat meningkatkan prestasi belajar berhitung pada anak tunagrahita ringan. Nilai rata-rata awal siswa tunagrahita Kelas IV SLBN Negeri Marabahan Kabupaten Barito Kuala pada mata pelajaran berhitung/ matematika adalah sebesar 42,50. Setelah dilakukan tindakan kelas pertama siklus I nilai rata-rata siswa pada mata pelajaran berhitung menjadi 65,83. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat kenaikan nilai rata-rata sebesar 55,09%. Setelah dilakukan tindakan kelas kedua (siklus II) nilai rata-rata siswa pada mata pelajaran ini meningkat menjadi 72,50. Kondisi ini menunjukkan bahwa terdapat kenaikan nilai rata-rata siswa sebesar 68,52% atau berada pada kategori baik (berhasil). Dengan demikian, penggunaan media permainan kartu dapat meningkatkan kemampuan berhitung pada anak tunagrahita ringan kelas IV di SLB Negeri Marabahan Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013/2014 Kata kunci: Anak tunagrahita ringan, berhitung, dan permainan kartu.
Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Peserta Didik Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together Maisyarah, Maisyarah
EDU-MAT Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motivasi belajar peserta didik di kelas XA MAN 1 Banjarmasin dalam mengikuti pembelajaran matematika masih sangat rendah. Salah satu alternatif untuk memperbaiki, meningkatkan, dan melakukan perubahan dalam proses pembelajaran adalah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipeNumbered Head Together(NHT). Tipe NHT menekankan adanya ketergantungan positif di setiap anggota tim yang heterogen. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar, mengetahui hasil belajar, danmengetahui respon peserta didik terhadap pembelajaran matematika pada materiBentuk Akar dan Logaritma melalui model pembelajaran kooperatif tipe NHT di Kelas XA MAN 1 Banjarmasin Tahun Pelajaran 2013–2014. Penelitian ini dirancang menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 3 siklus. Keseluruhan pertemuan berjumlah 11 kali. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XA MAN 1 Banjarmasin Tahun Pelajaran 2013–2014 yang berjumlah 38 peserta didik.Faktor yang diamati adalah faktor peserta didik yang berupa motivasi belajar, hasil belajar, dan respon peserta didik, dan faktor guru yang berupa kegiatan mengajar guru dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, hasil tes/evaluasi, observasi, dan angket.Teknik analisis data menggunakan statistika deskriptif dan deskriptif kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik. Hal demikian dapat dicermati dari nilai rata-rata hasil belajar peserta didik, ketuntasan belajar, dan tingkat kualifikasinya. Tingkat kualifikasi guru dalam pembelajaran adalah Baik pada Siklus I dan Siklus II, serta Sangat Baik pada Siklus III. Respon belajar matematika peserta didik berada pada kualifikasi Sangat Baik. Kata Kunci: motivasi, hasil belajar, respon peserta didik, kooperatif tipe NHT
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) untuk Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas VIII Ansori, Hidayah; Wiwandari, Lusyiana
EDU-MAT Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

: Pengembangan kemampuan berpikir kreatif perlu dilakukan untuk menghadapi kehidupan di era modern dengan segala tuntutannya. Berpikir kreatif adalah proses atau kegiatan mendapatkan ide baru atau menghubungkan pengetahuan yang sudah dimiliki untuk mendapatkan pemahaman baru. Salah satu cara untuk mendorong kemampuan berpikir kreatif siswa adalah dengan pengajuan dan pemecahan masalah matematika. Menurut Rusman (2012:232) model pembelajaran yang  menjadikan permasalahan sebagai starting point adalah model pembelajaran berbasis masalah (PBM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran berbasis masalah dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII A MTs Noor Aini Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan populasi seluruh siswa kelas VIII A MTs Noor Aini Banjarmasin. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, lembar observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa dari di kelas VIII A MTs Noor Aini Banjarmasin tahun pelajaran 2013-2014. Kata kunci : Model pembelajaran berbasis masalah, kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar.
Pengaruh Model Pembelajaran Missori Mathematics Project terhadap Kemampuan Siswa dalam Memecahkan Masalah Wulandari, Tatik; Ansori, Hidayah
EDU-MAT Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya keinginan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dalam pembelajaran matematika. Model pembelajaran Missori Mathematics Project (MMP)merupakan suatu program yang didesain untuk membantu guru dalam hal efektivitas penggunaan latihan agar siswa mencapai peningkatan yang luar biasa. Karakteristik model MMP adalah lembar tugas proyek yangsalah satunya dimaksudkan untuk keterampilan dalam memecahkan masalah. Oleh karena itu, diterapkan model MMP yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah segi empat dengan menggunakan modelMMP dan model langsung, serta mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaranMMP terhadap kemampuan siswa dalam memecahkan masalah segi empat kelas VII. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas VII. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling  yang dilanjutkan dengan random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan dokumentasi. Teknik analisis data menggnakan statistik deskriptif dan inferensial yang analisisnya dilakukan dengan software statistik. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan  pemecahan masalah matematika siswa dengan menggunakan model MMP dan model langsung berada pada kategori baik. Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan model MMP tidak berpengaruh terhadap kemampuan siswa dalam memecahkan masalah segi empat. Kata kunci : model pembelajaran MMP, model pembelajaran langsung, pemecahan masalah
Pengaruh Model Creative Problem Solving (CPS) dalam Pembelajaran Matematika terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Fuadi Rahman, Akmil; Maslianti, Maslianti
EDU-MAT Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

. Pembelajaran matematika di kelas masih banyak yang menekankan pemahaman siswa tanpa melibatkan kemampuan berpikir kreatif. Siswa tidak diberi kesempatan menemukan jawaban ataupun cara yang berbeda dari yang sudah diajarkan guru, sehingga siswa tidak bisa berkreasi untuk menemukan jawaban dengan caranya sendiri. Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan menerapkan model CPS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahhui: (1) aktivitas belajar siswa kelas VIII dengan menggunakan model pembelajaran CPS pada SMPN 23 Banjarmasin, dan (2) ada tidaknya pengaruh model CPS dalam pembelajaran matematika terhadap kemampuan berpikir kreatif   pada siswa kelas VIII SMPN 23 Banjarmasin. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode eksperimen dengan  randomized posttest-only control group design. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negri 23 Banjarmasin, pengambilan sampel menggunakan  teknik purposive sampling, dan di dapat kelas VIII D sebagai kelas esperimen dan kelas VIII E sebagai kelas kontrol. Pada kelas eksperimen pembelajaran dilakukan dengan dengan menggunakan model CPS sedangkan kelas kontrol di lakukan pembelajaran dengan menggunakan model PBL.Data yang diperoleh menggunakan statistik berupa uji normal, uji homogeny, uji t dan Uji u. hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) aktivitas siswa selama proses belajar dengan menggunakan model CPS berada pada kriteria baik, (2) kemampuan berpikir kreatif pada siswa kelas eksperimen menggunakan model CPS lebih tinggi dari pada kemampuan berpikir kreatif pada siswa kelas kontrol dengan menggunakan model PBL, sehingga dapat dikatakan bahwa model CPS memberi pengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif pada siswa. Kata kunci: model CPS, PBL, kemampuan berpikir kreatif pada siswa
Model Pembelajaran Generatif untuk Mengembangkan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Zulkarnain, Iskandar; Rahmawati, Agustini
EDU-MAT Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika sebagai ilmu dasar bagi pengembangan disiplin ilmu yang lain memegang peranan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, pentingnya matematika bagi kehidupan tidak sejalan dengan hasil pendidikan matematika (kemampuan matematis siswa).Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan ini adalah  dengan penggunaan model pembelajaran generatif, yaitu model yang menuntut siswa aktif dalam mengkonstruksi pengetahuannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perkembangan kemampuan penalaran matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran generatif  dengan siswa yang menggunakan pembelajaran langsung dan mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran generatif . Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu  dengan populasi seluruh kelas VIII SMP Negeri 10 Banjarmasin. Teknik pengambilan sampel mengunakan teknik purposive sampling yang dilanjutkan dengan random sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan perhitungan rata-rata, uji normalitas, uji homogenitas dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan  yang signifikan rata-rata perkembangan kemampuan penalaran matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran generatif dan siswa yang menggunakan pembelajaran langsung. Rata-rata perkembangan kemampuan penalaran matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran generatif lebih tinggi daripada siswa yang menggunakan pembelajaran langsung. Hal ini juga didukung oleh hasil angket siswa yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran matematika dengan model pembelajaran generatif. Kata kunci : model pembelajaran generatif, kemampuan penalaran matematis.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Model Cooperative Script Juliani Noor, Aisjah; Norlaila, Norlaila
EDU-MAT Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya inovasi dalam model pembelajaran matematika yang bisa menumbuhkan minat siswa sehingga mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah sangat diperlukan.Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa adalah dengan menerapkan model pembelajaran cooperative script. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuikemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII yang menggunakan model pembelajaran cooperative script, yang menggunakan model pembelajaran langsung, dan ada atau tidak perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII yang menggunakan model pembelajaran coperative script dan yang menggunakan model pembelajaran langsung di SMP Negeri 15 Banjarmasin. Penelitian ini dirancang dan dilaksanakan dengan menggunakan metode kuasi eksperimen, dengan populasi adalah siswa kelas VII SMP Negeri 15 Banjarmasin. Sampel penelitian ini adalah kelas VII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VII C sebagai kelas kontrol.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes dan dokumentasi.Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika dengan menggunakan modelcooperative script pada siswa kelas VII A SMP Negeri 15 Banjarmasin termasuk kualifikasi baik, sedangkan kemampuan pemecahan masalah matematika dengan menggunakan modelpembelajaran langsung pada siswa kelas VII C SMP Negeri 15 Banjarmasin termasuk kualifikasi kurang.Hasil uji hipotesis menunjukkan terdapat perbedaan antara kemampuan pemecahan masalah siswa yang menggunakan model pembelajaran coperative script dan yang menggunakan model pembelajaran langsung. Kata kunci :Model cooperative script, kemampuan pemecahan masalah.
Studi Penyebaran dan Upaya Guru Matematika dalam Merancang dan Menggunakan Media Pembelajaran di SMPN Kabupaten Hulu Sungai Selatan Faif Pasani, Chairil; Ad Dien, Cendekia
EDU-MAT Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru memegang peran yang penting agar terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas dan berakhlak mulia. Peran dan tugas sebagai seorang guru ini sangat berkaitan dengan kompetensi dan profesionalisme seorang guru. Keprofesionalannya dapat dilihat dari penyebaran guru yang harus merata, sedangkan salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru adalah merancang dan menggunakan media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) penyebaran guru Matematika pada SMPN Kabupaten Hulu Sungai Selatan, (2) upaya guru Matematika dalam merancang dan menggunakan media pembelajaran pada SMPN Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan (3) hubungan antara kelompok SMP (kelebihan guru, kecukupan guru, dan kekurangan guru) dengan upaya guru dalam merancang dan  menggunakan media pembelajaran. Populasi pada penelitian ini adalah 25 SMPN yang berada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Adapun sampel yang diambil secara cluster sampling ada tiga sekolah berdasarkan tiga kelompok, yaitu di SMPN 2 Kandangan (kelompok kelebihan guru), SMPN 1 Kandangan (kelompok kecukupan guru),  dan SMPN 1 Daha Utara (kelompok kekurangan guru). Jenis penelitian adalah deskriptif dengan metode penelitian kombinasi. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, wawancara, observasi, dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan pembuatan Crosstab dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penyebaran guru Matematika di 25 SMPN Kabupaten Hulu Sungai Selatan menghasilkan penyebaran yang tidak merata, (2) upaya guru Matematika dalam merancang dan menggunakan media pembelajaran di ketiga sekolah yaitu SMPN 1 Kandangan dan SMPN 2 Kandangan termasuk dalam kualifikasi “sangat sesuai” dan “sesuai” dengan prinsip dan prosedur dalam merancang dan menggunakan media pembelajaran oleh guru Matematika di SMPN Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Sedangkan SMPN 1 Daha Utara termasuk dalam kualifikasi “sangat sesuai” dengan prinsip dan prosedur dalam merancang dan menggunakan media pembelajaran oleh guru Matematika di SMPN Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan (3) tidak ada hubungan antara kelompok SMP (kelebihan guru, kecukupan guru, dan kekurangan guru) dengan tingkat kesesuaian prinsip dan prosedur dalam merancang dan menggunakan media pembelajaran oleh guru Matematika di SMPN Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Kata kunci: penyebaran, merancang, menggunakan, media pembelajaran
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Melalui Penggunaan Model Learning Cycle (LC) pada Materi Pecahan di Kelas VII Rahman, Akmil; Yanti, Williza
EDU-MAT Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tujuan pelajaran matematika adalah agar siswa memiliki kemampuan memecahkan masalah.Berdasarkan hasil diskusi dengan guru mata pelajaran matematika di SMP Negeri 10 Banjarbaru, siswa seringkali mengalami kesulitan dalam pemecahan masalah, khususnya pemahaman terhadap konsep pecahan seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian pecahan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematika dengan menggunakan model pembelajaran learning cycle, dan (2) mengetahui aktivitas siswa dengan penerapan model pembelajaran learning cycle pada pembelajaran matematika di kelas VII SMP Negeri 10 Banjarbaru Tahun Pelajaran 2013/2014. Penelitian ini dirancang dan dilaksanakan menggunakan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 10 Banjarbaru tahun pelajaran 2013/2014 sebanyak 23 siswa yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Instrumen yang digunakan berupa tes (pretest dan post tes) dan lembar observasi. Analisis data menggunakan rata-rata dan persentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII  SMPN 10 Banjarbaru Tahun Pelajaran 2013-2014 setelah menggunakan model pembelajaran learning cycle rata-rata adalah 72,61 dengan kualifikasi baik, dan (2) Aktivitas belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran learning cycle pada siswa kelas VII  SMPN 10 Banjarbaru Tahun Pelajaran 2013-2014 sebesar 67,6% termasuk kategori cukup. Kata kunci: kemampuan memecahkan masalah, learning cycle.

Page 6 of 40 | Total Record : 391