cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Pendidikan Kewarganegaraan
ISSN : 23032979.     EISSN : 25408712.     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 327 Documents
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MELALUI GEREJA (Studi Kasus Pada Program Aksi Puasa Pembangunan di Paroki St. Yohanes Pemandi Malang) Wadu, Ludovikus Bomans
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Lambung Mangkurat University Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan memberi gambaran bagaimana Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dalam konteks Citizenship Education yang dilakukan oleh lembaga keagamaan khususnya Gereja melalui program Aksi Puasa Pembangunan.  Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan penelitian yaitu Umat Paroki St. Yohanes Pemandi dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gereja telah melaksanakan PKn melalui program Aksi Puasa Pembangunan tahun 2017 yang bertemakan keluarga berwawasan ekologis. Melalui program ini Gereja mengajak umatnya untuk melakukan kegiatan-kegiatan pro lingkungan dengan cara berdiskusi menyelesaikan permasalahan ekologi yang berhubungan dengan manusia dan melakukan aksi nyata yang mendukung tujuan PKn terutama dalam menjadikan warga negara yang baik dan juga cerdas dalam bidang ekologi.
Attitude Contribution Students on Professional to the Student Dicipline S1 Primary School Education Open University at Study Groups Barabai Aisyah, Siti
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 7, No 1 (2017): Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Lambung Mangkurat University Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Attitude is a factor in man which can encourage or lead to certain behaviors. Aimed this study to analyze the students attitude about the picture on the profession, description of students discipline and know how big contribution to the students attitude towards discipline student profession S1 Primary Education Open University Study Group (UT PGSD POKJAR) Barabai. The sample used 60 students. Data was collected using a questionnaire form questioner, which is given to all students. The results of descriptive statistical analysis showed that the attitude of students to the profession belong in either category, the discipline of students classified in the high category. Based on the analysis simple regression test results of the analysis obtained contributions X1 - Y = 40.2%, while the significance of the contribution of students to the profession attitude towards discipline students obtained the result t = 13.12, chances of error of 0.000. Keywords: students attitude in profession, student discipline
GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH SMA DI BANJARMASIN St. Aisyah, Yuli Triana
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 6, No 2 (2016): Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Lambung Mangkurat University Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran Kepala sekolah sangat penting pada organisasi yang sedang mengalami perubahan seperti SMA. Kepala sekolah memiliki peran yang kuat dalam mengkoordinasikan, menggerakkan dan menyerasikan semua sumber daya pendidikan yang tersedia di sekolah melalui gaya kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang gaya kepemimpinan kepala sekolah SMA di Banjarmasin dalam aktivitas pengambilan keputusan, distribusi informasi, konsultasi dan delegasi wewenang. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala sekolah, Wakil Kepala sekolah, Guru, Karyawan Tata Usaha, Siswa dan Orang tua/Wali Murid SMA di Banjarmasin. Data diperoleh dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah SMA di wilayah Banjarmasin adalah partisipatif dalam pengambilan keputusan, keterbukaan  informasi, pemberian konsultasi dan pendelegasian wewenang. Kepala sekolah memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada bawahan dalam pelaksanaan tugas- tugasnya. Kepala sekolah tidak hanya memberikan arahan tetapi juga feed back terhadap masukan yang diberikan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diberikan saran bahwa dalam pengambilan keputusan, keterbukaan informasi, konsultasi dan pendelegasian wewenang alangkah baiknya keterlibatan guru dan karyawan secara aktif diperlukan. Kata kunci: gaya kepemimpinan,  kepala sekolah.
PENANAMAN KARAKTER BANGSA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI SEKOLAH Mahardika, Alhafizh
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Lambung Mangkurat University Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk memaparkan secara komprehensif pentingnya sekolah dalam mengembangkan kearifan lokal yang diinovasi  untuk dikemas secara modern dengan tetap mempertahankan nilai-nilai lokalnya untuk menanamkan karakter bangsa pada generasi muda. Metode penulisan artikel menggunakan kepustakaan atau library research. Data yang digunakan dalam artikel ini bersumber dari buku, artikel ilmiah, jurnal, dan media masa online. Kemudian data yang diperoleh dikumpulkan dan diolah menggunakan teknik dokumentasi dan identifikasi wacana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakter bangsa dapat dilakukan dengan mengadopsi nilai-nilai yang ada di dalam kearifan lokal seperti nilai religi, gotong royong, seni dan sastra, dan keterampilan lokal. Program sekolah berbasiskan pada kearifan lokal dalam pendidikan karakter berbasis budaya dengan program sekolah berbasis berbasis kearifan lokal, budaya sekolah berbasis kearifan lokal, pendidikan karakter bangsa berbasis kearifan lokal diintegrasikan ke dalam mata pelajaran dan program pengembangan diri peserta didik. Dengan demikian rasa kebangsaan tergantung pada kebijakan yang dilakukan oleh pihak sekolah dalam menanamkan karakter bangsa kepada peserta didik.
PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER DISIPLIN PADA SISWA KELAS XI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Marsianus Gani, Sulha, dan
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Lambung Mangkurat University Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran guru dalam mengembangkan karakter disipin pada siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan bentuk penelitian survey. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Sanggau Kabupaten Sanggau. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari guru Pendidikan Kewarganegaraan, siswa kelas XI IPS 1, 2, dan 3, dan Waka Kuriklum. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik komunikasi langsung, teknik observasi langsung, dan teknik studi dokumenter.  Alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan panduan obsevasi, panduan wawancara, dan dokumen. Validitas data menggunakan triangulansi, bahan refrensi, dan member check. Analisa data menggunakan data reduction, data disple, dan conclusion drawing/ verifcation. Hasil penelitian berdasarkan analisa data yang dilakukan peneliti yaitu (1) Peran guru dalam mengembangkan karakterdisiplin pada siswa kelas XI dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMA Negeri 1 Sanggau Kabupaten Sanggau yaitu sebagai pendidik dan motivator, membiasakan siswa menaati peraturan di sekolah, serta menumbuhkan sikap sopan santun dan beretika serta tanggung jawab terhadap siswa, dan memberikan contoh teladan. (2) Upaya guru dalam mengembangkan karakter disiplin pada siswa kelas XI dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMA Negeri 1 Sanggau yaitu keteladanan, pembiasaaan, dan penegakan disiplin. (3) Faktor yang menjadi penghambat dan pendukung guru dalam mengembangkan karakter disiplin pada siswa kelas XI dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMA Negeri 1 Sanggau yang menjadi faktor penghambat yaitu faktor intern seperti watak dan sikap dari seseorang siswa sedangkan faktor ekstern seperti keluarga, maupun lingkungan tempat tinggal dan guru. Faktor pendukung yaitu kegiatan pramuka dan paskibra.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa melalui Penerapan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) pada Mata Pelajaran IPS di Kelas VI SD Negeri Tatakan 2 Kecamatan Tapin Selatan Jamilah, Mahutma Gandhi
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 7, No 1 (2017): Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Lambung Mangkurat University Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menyelenggarakan pendidikan sekolah dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas VI SD Negeri Tatakan 2 semester I tahun pelajaran 2016/2017 melalui penggunaan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Dalam penelitian ini adalah siswa SD Negeri Tatakan 2 kelas VI tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 11 orang terdiri dari 7 putra dan 4 putri. Secara umum pembelajaran dari siklus 1 ke siklus 2 ada peningkatan yang baik. Sehingga dapat disimpulkan penggunaan penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) mampu meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas VI SD Negeri Tatakan 2. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya ketuntasan klasikal hasil belajar siswa.Sebelum diberikann tindakan ketuntasan belajar siswa dalam kelas yaitu 54% atau 6 siswa. Setelah diberikan tindakan dengan penggunaan penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) pada siklus 1 ketuntasan belajar siswa meningkat menjadi 72% atau 8 siswa. Sedangkan pada siklus 2 ketuntasan klasikal belajar siswa meningkat mencapai 90% atau 10 siswa.
IMPLIKASI PSIKOLOGIS PERNIKAHAN USIA DINI STUDI KASUS DI KELURAHAN KARANG TARUNA KECAMATAN PELAIHARI KABUPATEN TANAH LAUT Harpani Matnuh, Refqi Alfina, Zainul Akhyar, dan
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 6, No 2 (2016): Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Lambung Mangkurat University Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marriage is one of the basic principles of life are the most important in the association or a perfect society, and marriage is not only one of the very precious to regulate domestic life and descent, but also can be seen as one way to the introduction between a people with Other people that it would be a way to deliver aid between one another of course implementation must be based on the rules that have been determined. Therefore, the marriage took place with the aim of forming a family (household) are happy and prosperous. For that husband and wife should help each other and complementary, so that each can develop a personality that is aligned so that it will achieve material prosperity and spiritual. In psychology marriage or marriage is a transition period of transition from childhood to adulthood, which begins with puberty. seen psychologically, marriage someone who is still not quite of age or under age will certainly have an impact that might be a trauma, because of unpreparedness run developmental tasks that arise after the wedding while in capability and maturity themselves have not been able to undergo an obligation or duty the-duty.
KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN BERBASIS PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER Dwintari, Julita Widya
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Lambung Mangkurat University Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan kewarganegaraan (PKn) sebagai mata pelajaran penguatan pendidikan karakter bertujuan membentuk siswa agar menjadi warga negara yang baik sesuai Pancasila. Guru Pendidikan Kewarganegaraan harus memiliki kompetensi yang memadai untuk membentuk karakter siswa. Kompetensi guru merupakan kemampuan guru untuk secara bertanggung jawab melaksanakan tugasnya dengan tepat. Untuk membentuk karakter siswa, maka guru harus menguasai kompetensi kepribadian. Tujuan artikel ini adalah mendeskripsikan kompetensi kerpibadian guru dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan berbasis penguatan pendidikan karakter. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan mengkaji sumber-sumber yang relevan. Kompetensi kepribadian yang harus dimiliki guru PKn yaitu memiliki kepribadian yang baik sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia, jujur, berakhlak mulia, menjadi teladan, mantap, stabil, dewasa, arif dan bijaksana, berwibawa, memiliki etos kerja tinggi, tanggung jawab, bangga, percaya diri, dan secara objektif mau mengevaluasi kinerja sendiri, dan mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan.
Penilaian Tutor terhadap Penguasaan Pengelolaan Proses Pembelajaran Anita, Andi Suci
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 7, No 1 (2017): Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Lambung Mangkurat University Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

System Remote applied the Open University (UT) in learning, requires students to study independently at their own initiative in studying the teaching materials provided by UT, tasks, strengthen skills, and apply the experience in the field or the work they can do individually or groups. The Open University in addition to providing assistance through tutorials Online learning, also facilitate learning through tutorial assistance Face to Face. Tutorial serves as a driver at the same time trigger the process of student learning so that students have the will and the ability to observe, think, behave and act in the face of a concept of science and technology as the result of a learning process. Tutorial process guided by a tutor who acts as a facilitator and motivator in the tutorial. Tutor greatly affect the performance has yet tutorial. For it to investigate the performance of tutors UPBJJ-UT Banjarmasin through student assessment D2 Library. Assessment is done through kuiseioner which are distributed in 4 pokjar namely Tapin District, Upper South River, Upper North River and Tabalong. Based on the survey results revealed that the performance tutor UPBJJ-UT Banjarmasin on mastery learning management an average score of 3.10 Good category. Keywords : tutor performance, face to face tutorial, UPBJJ-UT Banjarmasin
ETIKA DAN NILAI-NILAI PROFESI KEPENDIDIKAN Subroto, Wisnu
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 6, No 2 (2016): Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Lambung Mangkurat University Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etika sebagai filsafat yang ruang lingkupnya adalah masalah nilai, baik buruk, yang terjalin dalam hubungan antar manusia, mempunyai sejumlah aliran. Di antara aliran-aliran itu terdapat absolut dan relatif idealis, praktis, pragmatis dan konsekuensiatis serta non-konsekuensiatis. Masing-masing mempunyai dasar pijakan sendiri. Meskipun masing-masing dapat diurai dan dapat diperkirakan bagaimana konsekuensinya bila dikaitkan dengan pendidikan namun keadaan ini akan semakin lebih jelas, bila konsep tentang pendidikan dikupas lebih dahulu. Hal yang semacam ini juga terjadi pada pembicaraan tentang nilai-nilai profesi kependidikan. Kata Kunci: etika, pendidikan, nilai-nilai profesi.

Page 7 of 33 | Total Record : 327


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2025): JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 14, No 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 14, No 1 (2024): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 13, No 2 (2023): JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 13, No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 12, No 01 (2022): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 12, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 01 (2021): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 1 (2020): PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 9, No 1 (2019): PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8, No 2 (2018): PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 7, No 1 (2017): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 7, No 1 (2017): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 6, No 11 (2016): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 6, No 11 (2016): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 6, No 2 (2016): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 6, No 2 (2016): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 5, No 10 (2015): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 5, No 10 (2015): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 5, No 9 (2015): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 5, No 9 (2015): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 4, No 8 (2014): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 4, No 8 (2014): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 4, No 7 (2014): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 4, No 7 (2014): Pendidikan Kewarganegaraan More Issue