cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Pendidikan Kewarganegaraan
ISSN : 23032979.     EISSN : 25408712.     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 327 Documents
SIKAP DAN PERILAKU SISWA TERHADAP KEBERADAAN SUNGAI DI KOTA BANJARMASIN Rabiatul Adawiah, Fatimah
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Lambung Mangkurat University Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjarmasin yang dijuluki sebagai kota seribu sungai, merupakan kota yang sejak dahulu masyarakatnya banyak bermukim di bantaran sungai. Sungai merupakan salah satu bagian dari lingkungan, dimana keberadaan sungai sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Oleh karena itu keberadaan sungai harus bisa terpelihara dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Sikap dan perilaku siswa terhadap keberadaan sungai, dan (2) mengetahui upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah dalam upaya menanamkan karakter peduli lingkungan. Penelitian ini dilakukan di SDN Alalak Utara 1 Kota Banjarmasin dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dari hasil temuan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa  terhadap keberadaan sungai di Kota Banjarmasin, 33% siswa menunjukkan sikap dan perilaku yang sangat baik, 51% menunjukkan sikap yang baik, 8% menunjukkan sikap yang cukup, 6% menunjukkan sikap yang kurang baik, dan 2% menunjukkan sikap yang tidak baik. Upaya yang dilakukan sekolah dalam menanamkan sikap peduli lingkungan adalah pengintegrasian melalui pembelajaran, melalui keteladanan,  melaksanakan program Jum’at bersih,  membuat piket bergiliran antar kelas,  selalu  menyelipkan pesan untuk menjaga lingkungan saat upaca bendera setiap hari Senin, dan melalui komite sekolah.
Peningkatan Civic Disposition Siswa melalui Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Pangalila, Theodorus
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 7, No 1 (2017): Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Lambung Mangkurat University Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak persoalan dihadapai bangsa Indonesia. Semua permasalahan ini mengindikasikan bahwa bangsa Indonesia sedang mengalamai dekarakterisasi dalam banyak hal. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan adalah mata pelajaran wajib di setiap jenjang pendidikan yang ada di Indonesia. Pendidikan Kewarganegaraan mengemban misi yang berat dalam pembentukan warga negara yang good and smart. Warga negara yang baik dan cerdas/terdidik ditandai dengan tiga kompetensi penting, yaitu civic knowledge, civic disposition dan civic skill. Siswa sebagai warga negara mudah sejak dini perlu dipersiapkan sejak dini agar bisa berperan dalam kehidupan berbangsa. Civic disposition berkaitan erat dengan pengembangan watak/karakter siswa. Oleh karena itu pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah sejatinya memegang peranan penting dalam peningkatan watak/karakter siswa sebagai warga negara muda. Kata Kunci: civic disposition, pembelajaran PKn
Persepsi Masyarakat tentang Bangunan Rumah Ramah Lingkungan di Kota Banjarmasin Mukhyar Amani, Abdul Hadi
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 7, No 1 (2017): Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Lambung Mangkurat University Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) menjelaskan karakteristik faktor pendidikan, penghasilan dan pekerjaan masyarakat berkenaan dengan persepsi rumah yang ramah lingkungan di Kota Banjarmasin, 2) menjelaskan persepsi masyarakat tentang rumah yang ramah lingkungan di Kota Banjarmasin. 3) menentukan hubungan antara faktor pendidikan, penghasilan dan pekerjaan dengan persepsi masyarakat terhadap bangunan rumah ramah lingkungan di Kota Banjarmasin. Populasi penelitian adalah masyarakat yang tinggal di lingkungan perairan Kota Banjarmasin. Sampel penelitian masyarakat yang tinggal di perairan antasan (perairan yang menghubungkan dua buah sungai) Kota Banjarmasin. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara sistematis. Instrumen untuk mengukur persepsi adalah tes persepsi tentang perubahan kondisi fisik lingkungan perairan, pengertian tempat pembuangan sampah rumah tangga, dan pengertian tempat pembuangan limbah rumah tangga. Instrumen untuk mengukur faktor sosial adalah pedoman wawancara tentang jenis pendidikan dan jenis pekerjaan. Instrumen untuk mengukur faktor ekonomi adalah indeks kelas ekonomi berdasarkan kepemilikan barang berharga. Data hasil tes persepsi diolah dari skor yang diperoleh dijumlahkan dibandingkan dengan jumlah yang diharapkan sehingga diperoleh persentase. Hasil persentase ditafsirkan ke dalam kalimat yang bersifat kualitatif sehingga diperoleh gradasi tinggi (76-100%), sedang (56-75%), rendah (40-55%), dan rendah sekali (< 40%). Data hasil wawancara tentang jenis pendidikan, jenis pekerjaan, dan status ekonomi, dibuat kategori dan dinyatakan dengan persen. Penelitian korelasional, bertujuan untuk menentukan hubungan sebab akibat  variabel persepsi faktor sosial, faktor ekonomi. Kata kunci:    persepsi, faktor sosial, faktor ekonomi, rumah ramah lingkungan, lingkungan        perairan
PENDEKATAN STUDENT ACTIVE LEARNING PEMBELAJARAN KEWARGANEGARAAN (PKn) DI PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH SEBAGAI BEST PRACTISE UNTUK MEMBENTUK KARAKTER WARGA NEGARA YANG BAIK Ruchliyadi, Dian Agus
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 6, No 2 (2016): Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Lambung Mangkurat University Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pembangunan karakter bangsa merupakan sebuah kebutuhan asasi dalam proses berbangsa karena hanya bangsa yang memiliki karakter dan jati diri yang kuat akan eksis. Di tengah era globalisasi dimana persaingan antar negara semakin ketat, pendidikan merupakan hal yang penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas guna menghadapi era globalisasi itu. PKn sebagai suatu ilmu yang menanamkan nilai-nilai moral, etika dan hukum, tentu memiliki peran yang cukup penting untuk mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi dampak negatif dari globalisasi tersebut tanpa kehilangan identitas dan jati diri bangsa. PKn merupakan wahana yang tepat dalam membina moral dan karakter bangsa khususnya peserta didik-peserta didik di persekolahan. PKn sangat dipengaruhi oleh perkembangan kehidupan politik dan ketatanegaraan Indonesia. PKn berperan untuk membentuk warga negara yang baik sesuai dengan tuntutan/ versi para penyelenggara negara pada zamannya yang bersifat dogmatis dan relatif. PKn merupakan usaha untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antara warga negara dengan negara serta pendidikan pendahuluan bela negara agar menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan negara dapat tercapai dengan baik. Dengan pendekatan Student Active Learning, peserta didik lebih banyak melakukan eksplorasi daripada secara pasif menerima informasi yang disampaikan oleh guru dan tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan bidang keahliannya saja, tetapi juga berkembang keterampilan komunikasi, bekerja dalam kelompok, insiatif, berbagi informasi, dan penghargaan terhadap orang lain. Kata kunci: student active learning, PKn, SD, Sekolah Menengah, dan karakter warga negara.
Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar PKn dengan Model Pembelajaran Kooperatif Group Investigation (GI) pada Materi HAM di Kelas XI SMA Negeri 1 Marabahan Tahun Ajaran 2013/2014 Atud Wawanda Qalimulya
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 5, No 10 (2015): Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v5i10.335

Abstract

Berdasarkan observasi awal yang dilakukan pada proses belajar mengajar  PKn di kelas XI SMA Negeri 1 Marabahan tahun ajaran 2013/2014, diketahui bahwa  dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa masih belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn dengan mengunakan model pembelajaran Kooperatif (GI), agar pembelajaran tidak hanya berpusat pada guru tetapi lebih menekankan pada keaktifan siswa.            Penelitian didesain sebagai penelitian tindakan kelas; dengan subyek penelitian adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Marabahan tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 28 siswa. Penelitin ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Tiap siklus meliputi 4 tahap, yaitu: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Observasi, dan (4) Refleksi. Data diambil dengan menggunakan tes tertulis, lembar penilaian kinerja yang terdiri dari lembar observasi kegiatan guru, lembar observasi keaktifan siswa, dan hasil evaluasi.            Hasil penelitian menunjukkan indikator keberhasilan dapat tercapai pada siklus 2, baik itu dari observasi aktivitas guru dalam kesiapan memberikan pelajaran, observasi aktivitas siswa dalam mengikuti pelajaran, dan evaluasi hasil belajar siswa yang meningkat. Siswa memberikan tanggapan positif terhadap pembelajaran yang berlangsung terbukti pada sikap siswa yang merasa senang dan lebih mudah memahami pelajaran serta antusias siswa mangikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajatan Kooperatif  GI, hal ini dapat terlihat pada meningkatnya hasil belajar dan kinerja kelompok yang semakin baik.Kesimpulan bahwa dengan model pembelajaran kooperatif GI dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn di kelas XI SMA Negeri 1 Marabahan, Siswa antusias dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran PKn, keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran menunjukkan peningkatan. Suasana kelas investigasi mendorong siswa untuk mau menggali dan memperdalam cara berpikir mereka dengan menemukan berbagai alternative berpikir. Hal ini bisa dilihat dari partisipasi siswa dalam menjawab pertanyaan dalam diskusi kelas menunjukkan peningkatan. Siswa tidak pasif dalam menghadapi pertanyaan yang diajukan oleh teman-temannya maupun guru. Dengan kerjasama dalam kelompok mereka dapat memberikan pengalaman. Hal ini menyebabkan interaksi antar siswa dalam kelompok kooperatif meningkat. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe GI dapat meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas. Hal ini bisa dilihat dari hasil evaluasi yang menunjukkan peningkatan pencapaian Hasil belajar siswa dari awalnya 42,85 % atau 12  Orang (pada siklus I) meningkat menjadi 92,86 % atau 26  Orang  (pada siklus II). Menggunakan model pembelajaran kooperatif group Investigation disarankan agar dapat digunakan pada kegiatan belajar mengajar di SMA lain, agar siswa dapat mencapai hasil belajar yang maksimal.Kata kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Group Investigation (GI), aktivitas, hasil belajar PKn.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOGNITIF MORAL DALAM MENINGKATKATKAN KEBERANIAN MENGEMUKAKAN PENDAPAT DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PKN DI KELAS VIII C SMP NEGERI 31BANJARMASIN Annisa Norjanah
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 4, No 8 (2014): Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v4i8.458

Abstract

The learning process VIIIC Civics in the Junior High School 31 Banjarmasin tend not achieve the expected results . Poor condition courage students to express opinions affects the quality of learning in the classroom . Learning that takes place in a class of students who are good looks alone were active when expressed opinion, this situation results in students who are still not familiar with the material described teachers feel embarrassed to ask and express their opinions because they feel unappreciated . Lack of courage students to express opinions can be seen from the low courage students to express opinions in the group discussions . Students pay less attention to the teacher explaining and self-absorbed , only a few students were able to catch the teacher explained the material. This resulted in poor learning outcomes. The purpose of the study was : (1) To determine the activity of teachers in applying the cognitive model of moral learning in the classroom VIIIC SMP 31 Banjarmasin (2) To improve siswaq courage to express opinions on civics lesson in the application of moral cognitive model of learning in the classroom VIIIC SMP 31 Banjarmasin (3) to improve student learning outcomes in applying the model of learning in the classroom CognitiveMoral VIIIC SMP 31 Banjarmasin. Data collection techniques used in action research (PTK) is the observation , documentation and test results of study conducted through several cycles , the first cycle and second cycle. The results of this study indicate (1) Teaching teachers to implement cognitive learning model of moral place smoothly . In the first cycle of learning in teacher qualifications good enough and the second cycle has increased very well with good qualifications . (2) Courage students increased expression very well with good qualifications . (3) applying the learning process can improve the cognitive model of moral courage to express opinions .
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MELALUI GEREJA (Studi Kasus Pada Program Aksi Puasa Pembangunan di Paroki St. Yohanes Pemandi Malang) Ludovikus Bomans Wadu
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v7i2.4272

Abstract

Penelitian ini bertujuan memberi gambaran bagaimana Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dalam konteks Citizenship Education yang dilakukan oleh lembaga keagamaan khususnya Gereja melalui program Aksi Puasa Pembangunan.  Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan penelitian yaitu Umat Paroki St. Yohanes Pemandi dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gereja telah melaksanakan PKn melalui program Aksi Puasa Pembangunan tahun 2017 yang bertemakan keluarga berwawasan ekologis. Melalui program ini Gereja mengajak umatnya untuk melakukan kegiatan-kegiatan pro lingkungan dengan cara berdiskusi menyelesaikan permasalahan ekologi yang berhubungan dengan manusia dan melakukan aksi nyata yang mendukung tujuan PKn terutama dalam menjadikan warga negara yang baik dan juga cerdas dalam bidang ekologi.
PELAKSANAAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KESENIAN MUSIK PANTING DALAM MENINGKATKAN KARAKTER CINTA TANAH AIR SISWA DI SMA NEGERI 6 BANJARMASIN Ahmad Syarif
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v7i2.4243

Abstract

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Teknik penentuan sumber data dilakukan secara Snowball Sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini mengikuti konsep Miles dan Huberman yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ekstrakurikuler kesenian musik Panting berisi kegiatan memainkan alat-alat musik tradisional dari Banjarmasin, menyanyikan lagu-lagu tradisional Banjar, pengetahuan yang dapat meningkatkan karakter cinta tanah air terhadap kesenian musik Banjar serta penghargaan terhadap nenek moyang yang telah membuat kesenian Banjar. Ekstrakurikuler ini mengembangkan minat dan bakat siswa dalam bidang musik tradisional serta membentuk generasi muda yang memiliki motivasi tinggi dalam mencintai dan melestarikan kesenian musik lokal Kalimantan Selatan khususnya kesenian musik Panting. Ekstrakurikuler memiliki nilai-nilai disiplin, kekeluargaan, bersahabat, peduli sosial, kerjasama, kerjakeras, mandiri, tanggung jawab, rasa ingin tahu, kreatif, nasionalisme atau mencintai kebudayaan Banjar serta melibatkan seluruh siswa-siswi yang sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki. Ekstrakurikuler ini dilakukan dengan dilaksanakan secara rutin, kosisten (pembiasaan) dan penugasan. Interaksi sosial ekstrakurikuler kesenian musik Panting yang terjalin antara anggota dengan anggota, anggota dengan pelatih dan anggota dengan lingukungan SMA Negeri 6 Banjarmasin dinilai baik, terbukti bahwa komunikasi dalam latihan selalu terjalin dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar pihak guru, sekolah, dan orang tua meningkatkan peran dan dukungan yang positif terhadap anak, misalnya melengkapi fasilitas fisik dan kelengkapan penunjang kegiatan ekstrakurikuler kesenian musik Panting sehingga upaya menumbuhkan karakter cinta tanah air dapat tercapai secara maksimal.
Pola Evaluasi Pembelajaran PKn pada Program Moving Class di SMA Negeri 4 Banjarmasin Rezky Fadillah
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 5, No 9 (2015): Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v5i9.319

Abstract

Civics lesson evaluation that should be an important part of the learning process. In the evaluation of learning for more convenience needed a pattern which is used to execute teachers. With proper evaluation it is expected that the objective of the learning process was also fulfilled. Related to the learning process moving class is one program that is expected as a solution easier than learning system implemented. Therefore, this study wanted to examine various patterns of evaluation carried out in the school SMAN 4 Banjarmasin, when the school used as a moving class learning system. The results of this study indicate that the pattern of evaluations carried out civics lesson is based on the first 3 stages is important that the evaluation plan consisting of: determining the timing of evaluations and deliver learning. Then determine the type of evaluation used, further evaluation is aligning with Competence Standard, Basic Competence, Indicators, and the last is to choose the evaluation instrument and grating Making Problem. The second stage is the implementation of learning evaluation consisting of: Observations, Data Collection and Reporting scoring. The third stage: Processing and Analysis about the evaluation results. Keywords: Evaluation Patterns, moving class. 
MENINGKATKAN MOTIVASI SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COURSE REVIEW HORAY (CRH) KOMPETENSI DASAR SISTEM POLITIK INDONESIA KELAS X-RPL2 SMK NEGERI 4 BANJARMASIN Nurul Hilal
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 4, No 7 (2014): Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v4i7.442

Abstract

Nurul Hilal, 2013. ImproveStudentMotivation through ModelImplementationCourse Review horay(CRH) Basis competence IndonesianPoliticalSystemClassX-RPL2 SMKNegeri 4Banjarmasin. Thesis, Program Study of Citizenship and Pancasila Education, Department of Social Sciences Education, Faculty of Teacher and Education Science, University of Lambung Mangkurat. Conselor (1)Acep Supriadi, (II) Dian Agus Ruchliyadi.Process in teaching and learning civics education at X-RPL2 class of SMK Negeri 4 Banjarmasin does not achieve the expected results. This condition cause by the students have low motivation that can be influence in quality of learning. It seem when process teaching and learning occur  in the class the clever students more active than passive students. Therefore, the passive students who unable to understanding the material feel ashamed to ask and expressing their opinions because they feel not appreciated. Lack of democratic attitudes of students can be seen from the low student motivation democracy in discussion activities. Students pay less attention when teacher explained the material, just only some of them. Thus, its can be influence at learning outcomes.The objectives of this research are: (1) To determine the activity of teachers in implementation the learning material by course review horay (CRH) at X- RPL2 class of SMKN 4 Banjarmasin (2) To increase students' motivation in learning civics democracy in the applying CHR at X-RPL2 class of SMKN 4 Banjarmasin (3) To improve student learning outcomes in applying CHR at X-RPL2 class of SMKN 4 Banjarmasin.Techniques data collection used in this class action research (PTK) is the observation, documentation and test results of study was conducted through several cycles, there are cycle I dan cycle II.The results of this research (1) Process teacher in teaching and learning by using CRH. In the first cycle of learning, teacher has enough qualified, and the second cycle the teacher has increased good qualifications (motivation democracy). (2) Increased students’ motivation democracy is very good with good qualifications. (3) Applying CRH in process teaching and learning can enhance democracy student motivation and student learning outcomes.Keyword :  Motivation, learning outcomes, CourseReviewhoray (CRH)

Page 9 of 33 | Total Record : 327


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2025): JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 14, No 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 14, No 1 (2024): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 13, No 2 (2023): JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 13, No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 12, No 01 (2022): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 12, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 01 (2021): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 1 (2020): PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 9, No 1 (2019): PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8, No 2 (2018): PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 7, No 1 (2017): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 7, No 1 (2017): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 6, No 11 (2016): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 6, No 11 (2016): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 6, No 2 (2016): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 6, No 2 (2016): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 5, No 10 (2015): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 5, No 10 (2015): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 5, No 9 (2015): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 5, No 9 (2015): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 4, No 8 (2014): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 4, No 8 (2014): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 4, No 7 (2014): Pendidikan Kewarganegaraan Vol 4, No 7 (2014): Pendidikan Kewarganegaraan More Issue