cover
Contact Name
Astrid Veranita Indah
Contact Email
astrid.veranita@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
darmawati.h@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ushuluddin & Filsafat UIN Alauddin Makassar, Jl. Sultan Alauddin No. 63, Jl. St alauddin no.36 Gowa-Samata
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Sulesana
Core Subject : Religion,
studi-studi keIslaman yang erat dengan issu sosial, teologi, hukum, Pendidikan dan filsafat. Studi ini dimulai dengan tema Kajian Kritis Akulturasi Islam dengan Budaya Local, Metode Memahami Maksud Syariah , Maulid Dan Natal (Studi Perbandingan Antara Islam Dan Kristen), Akal dalam Al-Quran, Pendidikan Agama Dan Moral Dalam Perspektif Global, Sinergitas Filsafat Dan Teologi Murthadha Muthahhari, Perspektif Perilaku Menyimpang Anak Remaja : Studi berbagai masalah social.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 11 No 1 (2017)" : 6 Documents clear
Dukungan Organisasi Islam “Wahdah Islamiyah” Terhadap Program Makassarta Tidak Rantasa’ Anggriani Alamsyah; Rahmi Damis; Hasan Basri Hamsyah
Sulesana Vol 11 No 1 (2017)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v11i1.3546

Abstract

Jika kita mendengar kata sampah, maka biasa yang terbersit dalam pikiran kita adalah kotor, bau, jijik, dan perasaan tidak menyenangkan lainnya. Namun, sadarkah kita ada saudara-saudara kita di luar sana yang “hidup” dari sampah kita. Mereka yang mengumpulkan sampah dari rumah-rumah kita, memulung sampah plastic yang masih bisa dijual kembali, juga besi-besi tua. Kesadaran akan sampah tengah digalakkan oleh pemerintah, bahwa sampah bukan hanya tanggung jawab mereka, masyarakat harus dilibatkan dalam penanganannya agar mereka tidak seenaknya membuang sampah. Penelitian ini menyorot salah satu organisasi bernuansa Islam ‘Wahdah Islamiyah’ yang menunjukkan dukungan nyata terhadap Program Pemerintah Lihat Sampah Ambil (LISA) dengan membuat program sendiri yang bernama Lisa Dara Apik (Lihat Sampah Ambil, Tidak Rapi Rapikan).
LOCAL STRONGMEN DAN KONTESTASI POLITIK (STUDI TERHADAP KEMENANGAN FENOMENAL ARAS TAMMAUNI DAN MUH. AMIN JASA PADA PILKADA MAMUJU TENGAH 2015 Nur Aliyah Zainal
Sulesana Vol 11 No 1 (2017)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v11i1.3547

Abstract

Pengaruh local strongmen mengantarkan Aras Tammauni dan Muh.Amin Jasa pada kemenagan Pilkada  Mamuju Tengah. Eksistensi Aras Tammauni sebagai local strongmen ditandai dengan berhasilnya Aras Tammauni membentuk jaringan, berupa jaringan keluarga dan jaringan dengan masyarakat yang terbentuk atas patron-klien. Aras Tammauni melakukan kontrol sosial baik pada ranah politik dan kepemilikan tanah, serta yang kuasa Aras Tammauni terhadap alokasi lembaga dan sumberdaya negara. Dengan melekatnya ketiga indikator tersebut maka semakin tepat bahwa Aras Tammauni adalah local strongmen yang berpengaruh besar terhadap kemenangannya dan wakilnya yakni pak Muh. Amin Jasa.
PERCERAIAN DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI Darmawati Darmawati
Sulesana Vol 11 No 1 (2017)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v11i1.3548

Abstract

Perceraian adalah berakhirnya suatu ikatan pernikahan, apakah itu disebabkan oleh sikap suami atau sikap istri. Pasangan suami istri yang tidak cocok lagi malanjutkan bahtera rumah tangganya dan telah sepakat untuk bercerai,  telah memberikan dampak yang negatif bukan hanya terhadap anak-anak, bahkan termasuk mantan suami atau istri serta terhadap masyarakat.
KONVERSI AGAMA DAN FAKTOR KETERTARIKAN TERHADAP ISLAM (STUDI KASUS MUALLAF YANG MEMELUK ISLAM DALAM ACARA DAKWAH DR. ZAKIR NAIK DI MAKASSAR) Saftani Ridwan
Sulesana Vol 11 No 1 (2017)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v11i1.3543

Abstract

Fenomena konversi agama di Indonesia menjadi hal yang biasa terutama sejak kebebasan beragama dijamin oleh undang-undang. Tren ini berkembang dari tahun ke tahun khususnya dari agama Kristen ke agama Islam. Terjadi peningkatan populasi jumlah penganut Islam di beberapa wilayah di Indonesia walaupun di beberapa wilayah lain juga terjadi penurunan populasi. Hal ini juga terjadi di wilayah mayoritas berpenduduk muslim seperti kota Makassar. Hal menarik untuk diteliti adalah bahwa ditengah isu beberapa media asing yang menstigmatisasi Islam sebagai agama yang mengajarkan kekerasan ternyata tidak menyurutkan minat orang-orang non muslim untuk memeluk agama Islam. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan studi kasus para muallaf yang memeluk Islam dalam kegiatan dakwah DR. Zakir Naik di Baruga Pettarani UNHAS Makassar pada 10 April 2017. Penelitian yang menggunakan metode kualitatif dalam analisis data ini selain mendeskripsikan juga melakukan analisis SWOT, yaitu analisis kelebihan, kekurangan, peluang dan hambatan terhadap masalah konversi agama khususnya dari non Islam ke Islam. Dalam penelitian ini ditemukan hasil bahwa faktor-faktor yang dominan menyebabkan non muslim memeluk Islam adalah proses berfikir ilmiah dan rasional serta perenungan mendalam dalam pencarian kebenaran akibat kebingungan dan kekecewaan terhadap agama sebelumnya.
HADIS-HADIS TA`ARUD : TENTANG WAJIB DAN TIDAK WAJIBNYA MANDI JANABAH KARENA SANGGAMA TANPA MENGELUARKAN SPERMA ( Suatu Analisis Kritik Dengan Pendekatan Holistik) Tasmin Tangngareng
Sulesana Vol 11 No 1 (2017)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v11i1.3549

Abstract

Tulisan ini mengkaji  hadis-hadis kontroversial tentang wajib dan tidak wajibnya mandi janabah karena sanggama tanpa mengeluarkan sperma. Mukhtalaf al-hadis adalah hadis sahih atau hadis hasan yang secara lahiriah tampak saling bertentangan dengan hadis sahih atau hadis hasan lainnya. Namun, makna yang sebenarnya atau maksud yang dituju oleh hadis-hadis tersebut tidaklah bertentangan karena satu dengan lainnya pada hakekatnya dapat dikompromikan atau dicari penyelesaiannya baik dalam bentuk al-Jam`u , nasakh ataupun tarjih. Hadis yang pertama menyatakan bahwa mandi janabah menjadi wajib bila kegiatan jima` atau sanggama berhasil memancarkan sperma, sedang bila tidak sampai memancarkan sperma, maka mandi janabah tidak wajib. Kata الماء pertama bermakna air biasa, dan yang kedua adalah sperma. Selanjutnya hadis kedua menyatakan bahwa mandi janabah adalah wajib bagi setiap orang yang melakukan kegiatan jima` atau sanggama, baik kegiatan itu berhasil memancarkan sperma maupun tidak.  Kata شعب adalah bentuk jamak dari  شعبةyang berarti bagian anggota badan. Oleh karenaya secara tekstual petunjuk hadis tersebut tampak bertentangan. Menurut penelitian ulama hadis, petunjuk kedua hadis tersebut tidak bertentangan (mukhtalif), sebab hadis yang pertama terjadi pada masa awal Islam, kemudian datang petunjuk hadis yang kedua yang petunjuknya (isinya) menghapus (al-nasikh) hukum hadis yang pertama Dalam menanggapi kedua hadis tersebut, para ulama terbagi dua kelompok ada yang berpegang pada nash yang mansukh dan tidak mewajibkan mandi kalau tidak sampai mengeluarkan sperma. Kelompok kedua jumhur ulama yang berpegang kepada nash yang nasikh., yang mewajibkan mandi, sebab melakukan jima`walaupun tanpa mengeluarkan sperma. Dari kedua pendapat tersebut, penulis sependapat dengan pendapat yang kedua dengan statemen bahwa pernyataan yang menyatakan tidak wajib mandi hanya berdasarkan mafhum. Sedangkan hadis yang mewajibkan mandi adalah manthuq. Jadi, selama masih ada lafaz manthuq lafaz mafhum tidak digunakan sebab lafaz manthuq lebih kuat dari lafaz mafhum. Dengan demikian ayat tersebut diatas  menguatkan manthuq (matan hadis tersebut) dan pada ayat tersebut tidak dikemukakan apakah junub mengeluarkan sperma atau tidak, keduanya wajib mandi.
MEMAHAMI NILAI-NILAI KULTURAL MASYARAKAT SEBAGAI WADAH DAKWAH (PERSPEKTIF AL-QUR’AN) M Galib
Sulesana Vol 11 No 1 (2017)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v11i1.3545

Abstract

Al-Qur’an sebagai kitab suci terakhir yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. berlaku sampai akhir zaman. Ajaran-ajarannya mencakup berbagai aspek kehidupan manusia dan selalu relevan dengan situasi dan kondisi masyarakat. Ajaran-ajaran yang tercantum di dalam al-Qur’an, pada umumnya disampaikan hanya pokok-pokok saja secara global, sedang rinciannya ditemukan dalam hadis Rasulullah saw., serta penjelasan para ulama sepanjang sejarah al-Qur’an, sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi al-Qur’an. Karena itu petunjuk al-Qur’an yang bersfat umum, dalam pelaksanaannya dimungkinkan terjadi perbedaan pada setiap masyarakat, karena perbedaan kultur masyarakat. Karena itu cultural dalam bentuk makruf dan mungkar, seharusnya merupakan pengejawantahan dari konsep al-khaer dalam al-Qur’an yang bersifat umum.

Page 1 of 1 | Total Record : 6