cover
Contact Name
Astrid Veranita Indah
Contact Email
astrid.veranita@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
darmawati.h@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ushuluddin & Filsafat UIN Alauddin Makassar, Jl. Sultan Alauddin No. 63, Jl. St alauddin no.36 Gowa-Samata
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Sulesana
Core Subject : Religion,
studi-studi keIslaman yang erat dengan issu sosial, teologi, hukum, Pendidikan dan filsafat. Studi ini dimulai dengan tema Kajian Kritis Akulturasi Islam dengan Budaya Local, Metode Memahami Maksud Syariah , Maulid Dan Natal (Studi Perbandingan Antara Islam Dan Kristen), Akal dalam Al-Quran, Pendidikan Agama Dan Moral Dalam Perspektif Global, Sinergitas Filsafat Dan Teologi Murthadha Muthahhari, Perspektif Perilaku Menyimpang Anak Remaja : Studi berbagai masalah social.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 15 No 2 (2021)" : 4 Documents clear
KOMPARASI PEMIKIRAN AHLU SUNNAH DAN AHMADIYAH TENTANG KONSEP KHATAM AL-NABIYYIN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMIKIRAN ISLAM MODERN Amrin Amrin; Muhammad Amri; Andi Aderus
Sulesana Vol 15 No 2 (2021)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep kenabian merupakan hal yang sangat urgen dalam dunia Islam. Salah satu bahasannya adalah khatam al-nabiyyin . Kalimat khatam al-nabiyyin ternyata memiliki beragam makna di kalangan umat Islam. Dua kelompok yang cukup concern dengan masalah ini adalah Ahlu Sunnah dan Ahmadiyah. Keduanya memiliki pemaknaan yang berbeda tentang khatam al-nabiyyin bahkan dianggap saling bertentangan dan mengakibatkan konflik sosial antar umat seagama. Setelah melakukan penelitian tentang perbedaan konsep kenabian antara Ahlu Sunnah dan Ahmadiyah, ditemukan bahwa dalam memahami konsep kenabian, baik Ahlu Sunnah maupun ahmadiyah sama-sama merujuk pada ayat yang sama yaitu pada QS al-Ahzab/33:40. Perbedaannya terletak pada pemaknaan istilah khatam al-nabiyyin pada ayat tersebut. Ahlu Sunnah memaknainya sebagai penutup sementara Ahmadiyah memaknainya sebagai stempel, cincin, perhiasan, dan paling mulia. Tampaknya Ahlu Sunnah memaknai istilah khatam al-nabiyyin tersebut secara literal (haqiqi), sementara Ahmadiyah memaknainya secara metafor (majazi). Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa tidak ada perbedaan yang prinsip (ushuli) terhadap kedua pemahaman tersebut melainkan sekedar perbedaan penafsiran objek dalil (nash). Kalau pun terdapat perbedaan yang prinsip (ushul) adalah perbedaan prinsip yang dalilnya masuk kategori dugaan (zhanni). Hal ini cukup beralasan disebabkan masih terdapat perbedaan pendapat dikalangan para ulama dalam mengkategorikan ayat qat’i (pasti) dan zhanni (dugaan), begitu pula masih umumnya pendefinisian dan pengkategorian persoalan ushuli dan furu’i dalam agama. Implikasi dari penelitian ini adalah a) Pemikiran modern hendaknya menjadi basis bagi pemahaman teologi saat ini. b) Pemikiran modern hendaknya dijadikan dasar bagi pemahaman yang toleran dan terbuka terhadap perbedaan pendapat c) Prinsip pemikiran Muhammad Abduh yang bersifat rasional hendaknya menjadi dasar bagi pemahaman teologi modern.
POLA DAN STRATEGI PEMBINAAN MUALLAF DI KAMPUNG MUALLAF KABUPATEN PINRANG SULAWESI SELATAN (STUDI KASUS POLA PEMBINAAN MUALLAF DI DESA MAKULA DAN SALUKATA KELURAHAN BETTENG KECAMATAN LEMBANG PINRANG) Saftani Ridwan Ar; Syandri Sya’ban
Sulesana Vol 15 No 2 (2021)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic da'wah in South Sulawesi cannot be separated from common obstacles as is the case in Indonesia, such as financial constraints, lack of educated personnel and militancy to preach to remote areas as well as conflicts of interest with other da'wah institutions. This phenomenon does not become the main obstacle for several da'wah institutions in South Sulawesi in carrying out da'wah tasks, especially da'wah to non-muslims and fostering converts to Islam. There is a trend of increasing the number of non-muslims converting to Islam due to several factors, especially due to the da'wah touch from the preachers of Islamic institutions who are specifically targeting non-muslims in the interior of Pinrang Regency. This research is a field research with a case study in the Makula and Salukata Villages, Betteng Village, Lembang Mesakada District, Pinrang Regency, South Sulawesi. This research uses qualitative methods in analyzing this data, in addition to describing, it also conducts a SWOT analysis, namely an analysis of the advantages, disadvantages, opportunities and obstacles to the problem of Islamic da'wah to non-Muslims, especially in the Pinrang Regency area. The purpose of this study is contribute to Islamic institutions in developing their da’wah to non-muslims and reverts. In this study, it was found that the dominant factors causing non-muslims to embrace Islam were due to the process of deep reflection on the search for truth through religious lectures and persuasion from families who had previously embraced Islam and the factor of marriage. The post-Islamic development process was carried out by bringing in preachers from several Islamic organizations to the village to live together in the converts' village and become Islamic builder in the area, which was coordinated by the Pinrang Religious Affairs Office.
PERSEPSI KOMUNITAS PESANTREN TERHADAP PROGRAM STUDI AQIDAH DAN FILSAFAT ISLAM Darmawati H
Sulesana Vol 15 No 2 (2021)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Persepsi Komunitas Pesantren terhadap Program studi Aqidah dan Filsafat Islam” Permasalahan yang kami angkat dalam penelitian ini adalah: Bagaimana pengetahuan santri terhadap pelajaran aqidah dan filsafat dan bagaimana minat santri untuk masuk ke Prodi Aqidah dan Filsafat Islam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi santri terhadap pelajaran aqidah dan filsafat dan untuk mengetahui minat santri untuk masuk ke Prodi Aqidah Filsafat Islam. Metodologi penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yaitu sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa data tertulis atau lisan dari informan atau pelaku yang dapat diamati. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah teologis normatif yakni kajian yang melihat tentang konsep pemahaman ajaran Islam yang dipraktekkan oleh pesantren dari aspek Aqidah dengan rujukan pada teks-teks yang bersumber dari Alquran dan hadis serta dari berbagai kitab kuning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pengetahuan santri terhadap pelajaran Aqidah dan filsafat, pada dasarnya santri telah mengetahui tentang aqidah filsafat. Mereka mengetahui lewat pelajaran yang telah diajarkan oleh para guru yang ada di pesantren. Pengetahuan tersebut diperoleh dari hasil bacaan buku-buku dari kurikulum buku pelajaran Aqidah akhlak, atau dari hasil bacaan kitab kuning (as-Sullam) dan dari guru yang mengajar tauhid atau akidah akhlak, dari teman mereka serta dari media sosial. Pentingkah filsafat itu disajikan di pesantren ? mayoritas menganggap bahwa filsafat tidak terlalu penting disajikan di pesantren. Minat santri untuk masuk ke prodi Aqidah dan filsafat Islam, pada umumnya para santri kurang berminat untuk masuk ke prodi Aqidah dan Filsafat. Bagi santri yang berminat karena mereka ingin mengetahui asal-usul segala sesuatu. Kurangnya minat santri masuk ke prodi Aqidah dan filsafat, karena materi filsafat sangat berat, dan banyak menggunakan logika serta membutuhkan analisa yang mendalam.
PROBLEM SAINS MODERN DI BARAT: PENTINGNYA PEMIKIR ISLAM KONSTRUKTIF – POSITIF M. Abzar D; Syahrial Syahrial
Sulesana Vol 15 No 2 (2021)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A fact, the modern Western world has successfully demonstrated its progress in science and technology. Various kinds of technology have been found to have a positive impact on the world. Such as the ease of transportation, communication, industry and security. However, in it still tucked and attached negative influence that become a global crisis. Such as environmental crises, poverty, morality, economic injustice, religious awareness including the declining quality of health. Science and technology which originally wanted to solve the world’s problems, and this became a setback in world civilization. This paper examines how problematic the modern scientific paradigm is in the West and the role of the Islamic world. The contributions of earlier Islamic scientists and thinkers have become evidence of how Islam pays great attention to science. through efforts to create Islamic thinkers who think constructively and positively can help solve the problem of modern science.

Page 1 of 1 | Total Record : 4