cover
Contact Name
Astrid Veranita Indah
Contact Email
astrid.veranita@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
darmawati.h@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ushuluddin & Filsafat UIN Alauddin Makassar, Jl. Sultan Alauddin No. 63, Jl. St alauddin no.36 Gowa-Samata
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Sulesana
Core Subject : Religion,
studi-studi keIslaman yang erat dengan issu sosial, teologi, hukum, Pendidikan dan filsafat. Studi ini dimulai dengan tema Kajian Kritis Akulturasi Islam dengan Budaya Local, Metode Memahami Maksud Syariah , Maulid Dan Natal (Studi Perbandingan Antara Islam Dan Kristen), Akal dalam Al-Quran, Pendidikan Agama Dan Moral Dalam Perspektif Global, Sinergitas Filsafat Dan Teologi Murthadha Muthahhari, Perspektif Perilaku Menyimpang Anak Remaja : Studi berbagai masalah social.
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol 16 No 2 (2022)" : 3 Documents clear
REFLEKSI FILSAFAT PANCASILA TERHADAP PRAKTIK KORUPSI DI INDONESIA Muhammad Takbir
Sulesana Vol 16 No 2 (2022)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sulesana.v16i2.35596

Abstract

Artkel ini menelaah tentang fenomena kejahatan korupsi yang berlangsung di Indonesia dalam perspektif Filsafat Pancasila. Kendati kejahatan ini disebut sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary cryme) kerena berdampak merusak hajat hidup orang banyak, namun pada praktiknya menjadi fenomena yang lazim di lingkungan elit Indonesia. Bahkan, tidak sedikit menyasar elit negera, termasuk mereka yang berasal dari lembaga yudikatif – pilar terakhir penegak keadilan. Pada konteks inilah, Pancasila sebagai Philosofische gronslag (padangan hidup serta sumber hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia) digunakan sebagai candra dalam merefleksikan ulang praktik kejahatan yang berlangsung sistemik dan massif ini. Dari usaha ini ditemukan bahwa bahwa kejahatan korupsi secara ontologis mengalami totalisasi dan pengaburan sehingga kemudian berimpilaksi pada ‘anonimisasi’ terhadap korban kejahatan tersebut. Adapun secara aksiologis, kejahatan merupakan pengkhianatan terhadap pancasila itu sendiri. Pancasila tidak lagi menjadi sumber hukum dan etika pubik dalam kehidupan bernegara.
WABAH COVID-19 DALAM ANALISIS TEODISI GOTFRRIED WILHELM LEIBNIZ DAN TEOLOG ISLAM Akbar Tanjung; Andi Nurbaety; Astrid Veranita Indah
Sulesana Vol 16 No 2 (2022)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sulesana.v16i2.34425

Abstract

Tulisan ini membahas tentang fenomena wabah Covid-19 yang berkembang di seluruh Dunia, yang membawa penderitaan hingga mengalami kematiaan bagi umat manusia. Hal tersebut membawa manusia berpikir tentang bagaimana penderitaan dan kabahagiaan bisa hidup berdampingan dalam satu realitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis wabah Covid-19 dalam perspektif Gotfrried Wilhelm Leibniz (1646 M) dan para teolog Islam. Persoalan wabah Covid-19 dengan analisis kedua tokoh bertujuan untuk membandingkan pemikiran Barat dengan pemikiran Islam terkait persoalan kejahatan, keburukan, dan penderitaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Filosofis, Hermeneutika, Historis dan Teologis. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kejahatan yang sesungguhnya ada dalam kehidupan manusia akibat kebebasan dan ketidaksempurnaan ciptaan sehingga dapat menyebabkan berkembang varian virus baru, seperti Covid-19. Ada dua hal yang menyebabkan penderitaan akibat Covid-19 yaitu (1) kebebasan manusia yang dapat menyebabkan varian Virus baru, seperti Covid-19 muncul dan berkembang. (2) ketidaksempurnaan manusia sebagai ciptaanNya. Jika melihat lebih mendalam tentang ketidakberuntungan atau musibah yang meninpa manusia, kemudian menginterpretasi hal tersebut, maka sebagai manusia akan mengapresiasi bahwa ketika tertimpa musibah maka sebetulnya manusia mendapatkan anugerah, tidak mendapatkan bencana.
KRITIK TERHADAP PARADIGMA FILSAFAT ATHEISME: Menelaah Kajian Filsafat Agama Iqtamar Muhammad; Andi Alfian; Basri Basri
Sulesana Vol 16 No 2 (2022)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sulesana.v16i2.36343

Abstract

Artikel ini menelaah paradigma filsafat atheisme berdasarkan pada analisis kritis filsafat agama. Artikel ini pada dasarnya bertujuan untuk memberi kritik terhadap paradigma kefilsafatan atheisme dengan pendekatan filsafat religious. Atheisme sendiri diartikan sebagai keyakinan bahwa tidak ada Tuhan (T besar) ataupun tuhan (t kecil), namun atheisme sendiri, secara sederhana, memiliki beberapa bentuk berdasarkan pada tingkat kepercayaan mereka terhadap entitas Tuhan atau tuhan. Bentuk-bentuk pemahaman lain dari atheisme ialah antitheisme, nontheisme, apatheisme, ignostisisme, antireligion, irreligion, dan non-believer. Para pelopor atau penggerak dari atheisme di antaranya adalah August Comte, Ludwig Andreas von Feuerbach, Karl Marx, Sigmund Freud, Friedrich Nietzsche, dan Jean Paul Sartre. Kritik yang diberikan terkait paradigma dari atheisme ialah mengenai argumentasi koeksistensi antara manusia dengan Tuhan. Bagi mereka, para atheisme, kombinasi antara keduanya ialah tidak mungkin. Padahal, di titik itulah letak kelemahannya, terutama dalam konteks praktik manusia dalam menghayati eksistensi Tuhan atau tuhan.

Page 1 of 1 | Total Record : 3