cover
Contact Name
Astrid Veranita Indah
Contact Email
astrid.veranita@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
darmawati.h@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ushuluddin & Filsafat UIN Alauddin Makassar, Jl. Sultan Alauddin No. 63, Jl. St alauddin no.36 Gowa-Samata
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Sulesana
Core Subject : Religion,
studi-studi keIslaman yang erat dengan issu sosial, teologi, hukum, Pendidikan dan filsafat. Studi ini dimulai dengan tema Kajian Kritis Akulturasi Islam dengan Budaya Local, Metode Memahami Maksud Syariah , Maulid Dan Natal (Studi Perbandingan Antara Islam Dan Kristen), Akal dalam Al-Quran, Pendidikan Agama Dan Moral Dalam Perspektif Global, Sinergitas Filsafat Dan Teologi Murthadha Muthahhari, Perspektif Perilaku Menyimpang Anak Remaja : Studi berbagai masalah social.
Articles 164 Documents
Ilmu Huduri Dan Kesadaran Kesatuan Mistikal (Tinjauan Kritis atas Pemikiran Mehdi Ha’iri Yazdi) Abdullah Abdullah
Sulesana Vol 8 No 1 (2013)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v8i1.1272

Abstract

Mehdi Ha’iri Yazdi mengemukakan gagasan segar dalam rangka proyek besar bagi kebangkitan umat yaitu melalui proyek pemikirannya  mengenai hakikat hubungan antara pengetahuan dan subjek yang mengetahui bisa menuntun kepada landasan intelek manusia sendiri dimana kata mengetahui tidak lain berarti mengada. Dalam keadaan ontologis kesadaran manusia ini, dualisme hubungan subjek-objek terkalahkan dan tenggelam dalam suatu kesatuan sederhana dari realitas diri yang tidak lain adalah pengetahuan swaobjek. Mengenai arti kesadaran kesatuan mistikal, dalam filsafat pencerahan hubungan inidisebut “tangga menaik” eksistensi (al-Silsilat al-Shu’udiyah). Seorang mistikus naik ke kesadaran uniter dan bersatu dengan Tuhan dalam pengertian terserap. Masalah besar yang kita hadapi ketika, sebagai filosof, berhadapan dengan teori mistisisme adalah masalah kesadaran “kesatuan” dengan Tuhan. Apa yang sebenarnya dimaksud dengan kata “kesatuan” atau “persatuan” dengan Tuhan, atau dengan diri Universal,  yang secara sepakat digunakan oleh otoritas-otoritas mistisisme, menjadi masalah utama dalam filsafat mistisisme. Menurut berbagai metode penafsiran yang diberikan kepada kata “kesatuan”, terdapat berbagai jawaban bagi pertanyaan ini. Jawaban-jawaban ini bersifat linguistik, filosofis, religius, psikologis, dan lain-lain.
Fungsi Mediasi dalam Perkara Perceraian Darmawati, Darmawati
Sulesana Vol 9 No 2
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v9i2.1303

Abstract

Ukuran keberhasilan mediasi pada perkara perceraian adalah  jumlah perkara perceraian yang dicabut.[i] Walaupun hal ini tidak menutup kemungkinan proses pencabutan tersebut tidak disebabkan oleh proses mediasi yang telah disiapkan oleh pihak pengadilan, mungkin saja telah melalui pertimbangan para pihak berperkara sendiri. Oleh karena itu pada prinsipnya proses mediasi bisa dilakukan sepanjang proses perkara di pengadilan masih berjalan, baik dilakukan oleh lembaga mediasi di pengadilan maupun di luar pengadilan yang dilakukan oleh pihak yang berperkara sendiri.
Pengantar Qawa`Id Al-Tafsir Syamsuri Syamsuri
Sulesana Vol 6 No 2 (2011)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v6i2.1405

Abstract

Kaidah-kaidah tafsir adalah patokan umum bagi para pengkaji al-Qur’an untuk memahami pesan-pesan kitab suci Alquran dan dapat membantunya memahami al-Qur’an lebih cepat dan tepat dari pada orang yang tidak memahami Qawaid al-Tafsir.
AKHLAK TERHADAP ALLAH DAN RASULULLAH SAW Akilah Mahmud
Sulesana Vol 11 No 2 (2017)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v11i2.4540

Abstract

Ajaran Islam yang bersifat universl harus bisa diaktualisasikan dalam kehidupan individu, masyarakat, berbangsa dan bernegara secara maksimal. Aktualisasi tersebut tentu terkait dengan pelaksanaan hak dan krwajibannya seseorang kepada Tuhan, rasul-Nya, manusia dan lingkungannya. Khusus aktualisasi akhlak ( hak dan kewajiban ) seorang hamba kepada Tuhannya terlihat dari pengetahuan, sikap, prilaku dan gaya hidup yang dipenuhi dengan kesadaran tauhid kepada Allah SWT, Hal itu bisa dibuktikan dengan berbagai perbuatan amal shaleh, ketaqwaan, ketaatan dan ibadah kepada Allah SWT secara ikhlas. Untuk itulah dalam menata kehidupan, diperlukan norma dan nilai, diperlukan standard an ukuran untuk menentukan secara obyektif apakah perbuatan dan tindakan yang dipilih itu baik atau tidak, benar atau salah, sehingga yang dilihat bukan hanya kepentingan diri sendiri, melainkan juga kepentingan orang lain, kepentingan bersama, kepentingan umat anusia secara keseluruhan. Dan untuk itulah setiap individu dituntut memiliki komitmen moral, yaitu spiritual pada norma kebajikan dan kebaikan.
ADAM AS. DALAM PRESPEKTIF HADIS (Suatu Kajian Tematik Terhadap Hadis ‘Âdam Abû al-Basyar’) Aan Parhani
Sulesana Vol 6 No 1 (2011)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v6i1.1312

Abstract

Penelitian terhadap hadis tentang Adam as. sebagai Abu al-Basyar adalah pnelitian deskriptif dan kebenarannya ditemukan; bahwa setelah dilakukan penelitian, hadis tersebut memenuhi kriteria keshahihan hadis.Hakekat Adam sebagai manusia pertama yang diciptakan Allah bisa ditelusuri lewat pemaknaan kebahasaan dimana salah satu artinya adalah tanah sebagai bahan penciptaannya. Tiga term yang digunakan hadis untuk menunjukkan Adam sebagai bapak manusia abu al-basyar, abu al-nas, dan abu al-khalq menguatkan pemaknaan tersebut (Adam sebagai manusia pertama sekaligus Nabi pertama). Proses penciptaan Adam secara khusus dan manusia secara umum dari tanah telah banyak diungkap al-Qur’an dengan berbagai istilah thin, turab (tanah), thin lazib (tanah liat), shalshal (tanah liat kering), hama’ (lumpur hitam), dan sari pati tanah.Keempat, sejak awal Adam (manusia) telah direncanakan hidup di atas bumi, penempatannya di surga adalah ujian pertamanya yang merupakan bagian dari ujian-ujian hidup yang harus diemban sebagai khalifah di muka bumi. KeywordsAdam as., prespektif hadis, kajian tematik dan hadis ‘âdam abû al-basyar’
Filsafat Agama Dalam Ruang Lingkupnya Marhaeni Saleh
Sulesana Vol 6 No 1 (2011)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v6i1.1396

Abstract

Istilah filsafat dan agama mengandung pengertian yang dipahami secara berlawanan oleh banyak orang. Filsafat dalam cara kerjanya bertolak dari akal, sedangkan agama bertolak dari wahyu. Oleh sebab itu, banyak kaitan dengan berfikir sementara agama banyak terkait dengan pengalaman. Filsafat mebahas sesuatu dalam rangka melihat kebenaran yang diukur, apakah sesuatu itu logis atau bukan. Agama tidak selalu mengukur kebenaran dari segi logisnya karena agama kadang-kadang tidak terlalu memperhatikan aspek logisnya.Perbedaan tersebut menimbulkan konflik berkepanjangan antara orang yang cenderung berfikir filosofis dengan orang yang berfikir agamis, pada hal filsafat dan agama mempunyai fungsi yang sama kuat untuk kemajuan, keduanya tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Untuk menelusuri seluk-beluk filsafat dan agama  secara mendalam. Perlu diketahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan agama dan filsafat  itu.
MEMAHAMI NILAI-NILAI KULTURAL MASYARAKAT SEBAGAI WADAH DAKWAH (PERSPEKTIF AL-QUR’AN) M Galib
Sulesana Vol 11 No 1 (2017)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v11i1.3545

Abstract

Al-Qur’an sebagai kitab suci terakhir yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. berlaku sampai akhir zaman. Ajaran-ajarannya mencakup berbagai aspek kehidupan manusia dan selalu relevan dengan situasi dan kondisi masyarakat. Ajaran-ajaran yang tercantum di dalam al-Qur’an, pada umumnya disampaikan hanya pokok-pokok saja secara global, sedang rinciannya ditemukan dalam hadis Rasulullah saw., serta penjelasan para ulama sepanjang sejarah al-Qur’an, sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi al-Qur’an. Karena itu petunjuk al-Qur’an yang bersfat umum, dalam pelaksanaannya dimungkinkan terjadi perbedaan pada setiap masyarakat, karena perbedaan kultur masyarakat. Karena itu cultural dalam bentuk makruf dan mungkar, seharusnya merupakan pengejawantahan dari konsep al-khaer dalam al-Qur’an yang bersifat umum.
Perbedaan Qira’ah dan Penetapan Hukum Hilmah Latif
Sulesana Vol 8 No 2 (2013)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v8i2.1280

Abstract

Qira’at adalah bentuk jamak dari kata qiraah yang secara lughawi bermakna bacaan. Dari sudut istilah walaupun terdapat berbagai pandangan para ulama namun pada dasarnya qira’at itu menyangkut tentang cara mengucapkan atau melafalkan lafaz-lafaz al-Qur’an. Pengucapan dimaksud haruslah seperti yang dicontohkan oleh Nabi berdasarkan riwayat yang valid. Dari berbagai qira’at tersebut dapat dijumpai enam macam qira’at yang secara seragam dibahas oleh para ulama, yaitu qira’at mutawatir, masyhur, ahad, syadz, maudhu’ dan mudraj. Ayat-ayat al-Qur’an yang didalamnya terdapat perbedaan qira’at dan memiliki pengaruh terhadap istinbath hukum Islam, walaupun jumlahnya relatif sedikit tetapi ternyata dapat menambah keluasan dan keluwesan hukum Islam. Di samping itu dapat menambah dan memperkaya alternatif bagi kaum muslimin dalam memahami dan mengamalkan hukum Islam, sekaligus mungkin bisa meredam antara dua kutub pandangan yang sama-sama terlihat ketat.
MANAJEMEN PENDIDIKAN MADRASAH DAN OTONOMI DAERAH Mukminin Gaffar
Sulesana Vol 7 No 2 (2012)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v7i2.1384

Abstract

Seiring dengan bergulirnya otonomi daerah terbukalah peluang untuk melakukan reorintasi paradigm pendidikan menuju ke arah desentralisasi pengelolaan pendidikan. Peluang tersebut semakin tampak nyata setelah dikeluarkannya kebijakan mengenai otonomi pendidikan melalui strategi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) merupakan salah satu wujud dari reformasi pendidikan yang menawarkan kepada sekolah untuk menyediakan pendidikan yang lebih baik dan memadai bagi peserta didik. Otonomi dalam manajemen merupakan potensi bagi sekolah meningkatkan kinerja para staf, menawarkan partisipasi langsung kelompok-kelompok terkait, dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pendidikan. Pemberian otonomi pendidikan yang luas pada sekolah merupakan kepedulian pemerintah terhadap gejala-gejala yang muncul di masyarakat serta upaya peningkatan mutu pendidikan secara umum. 
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN ANAK PRA SEKOLAH TENTANG PENCEGAHAN PENYAKIT DIARE DI TK MINASAUPA Rohana Rohana; Arbianingsih Arbianingsih
Sulesana Vol 10 No 1 (2016): Sulesana
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v10i1.1917

Abstract

Diare masih merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitasanak-anak diberbagai negara yang sedang berkembang, setiap tahun diperkirakan lebih dari satu milyar kasus diare di dunia. Salah satu upaya untuk menekan angka kejadian diare pada anak-anak dengan memberikan pengetahuan/pendidikan kesehatan untuk selalu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).Jenis penelitian ini adalah pra-eksperiment design dengan rancangan pre-test dan post-test. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden 80 orang. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Data yang telah terkumpul kemudian diolah dan dianalisis menggunakan uji statistik wilcoxon dengan tingkat kemaknaan ρ< α = 0,05.Hasil analisis dengan uji statistik wilcoxon didapatkan ada pengaruh pemberian pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan tentang pencegahan penyakit diare pada anak usia pra sekolah yaitu dengan nilai koefisien z sebesar -8,374 dan nilai p value < 0,001. Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan anak usia pra sekolah antara sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang pencegahan penyakit diare. Hal ini di sebabkan karena siswa telah mendapatkan pelajaran dalam bentuk pendidikan kesehatan sehingga terjadi suatu proses belajar dimana sesuatu yang tidak tahu berubah menjadi tahu.

Page 10 of 17 | Total Record : 164