cover
Contact Name
Astrid Veranita Indah
Contact Email
astrid.veranita@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
darmawati.h@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ushuluddin & Filsafat UIN Alauddin Makassar, Jl. Sultan Alauddin No. 63, Jl. St alauddin no.36 Gowa-Samata
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Sulesana
Core Subject : Religion,
studi-studi keIslaman yang erat dengan issu sosial, teologi, hukum, Pendidikan dan filsafat. Studi ini dimulai dengan tema Kajian Kritis Akulturasi Islam dengan Budaya Local, Metode Memahami Maksud Syariah , Maulid Dan Natal (Studi Perbandingan Antara Islam Dan Kristen), Akal dalam Al-Quran, Pendidikan Agama Dan Moral Dalam Perspektif Global, Sinergitas Filsafat Dan Teologi Murthadha Muthahhari, Perspektif Perilaku Menyimpang Anak Remaja : Studi berbagai masalah social.
Articles 164 Documents
Mekanisme Pembayaran Melalui Letter Of Credit (L/C) dalam Transaksi Perdagangan Internasional pada PT. Semen Bosowa Maros Maryam Maryam
Sulesana Vol 8 No 2 (2013)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v8i2.1292

Abstract

Masalah dalam penenilitian ini adalah apakah dengan pembayaran melalui Letter of credit (L/C) dapat memperlancar transaksi perdagangan Internasional pada PT. Semen Bosowa  Maros dan Bagaimana pembayaran melalui Letter of credit (L/C) dapat memperlancar transaksi perdagangan Internasional pada PT. Semen Bosowa  Maros. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mekanisme pembayaran dengan cara pembayaran  Letter of credit (L/C) dalam transaksi ekspor import pada PT. Semen Bosowa Maros.Dan untuk mengetahui apakah melalui pembayaran letter of credit (L/C) lebih efektif dalam transaksi ekspor import pada PT. Semen Bosowa Maros. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriftif yaitu analisis yang digunakan untuk mendiskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul tentang bagaimana Mekanisme pembayaran dengan instrument Letter of Credit dalam transaksi ekspor import pada PT. Semen Bosowa Maros. Hasil penelitian menunjukkan bahwa L/C Sebagai alat atau instrumen yang memudahkan transaksi      perdagangan internasional pada PT. Semen Bosowa. L/C memiliki manfaat dan kegunaan bagi pihak eksportir dan juga bagi pihak importir. Kunci sukses penanganan Letter of Credit adalah kehati-hatian, ketelitian dan kedisiplinan semua pihak yang terlibat dalam menangani setiap proses yang dilalui. Terwujudnya keuntungan yang maksimal bagi para pihak secara timbal balik merupakan salah satu tujuan utama daripada transaksi yang mereka adakan sehingga hasil itu baru akan nyata apabila cara pembayaran yang mereka tempuh cukup baik dan terjamin. Pada umumnya cara yang baik dan terjamin dimaksud yang lazim ditempuh dalam perdagangan luar negeri adalah cara pembayaran yang tidak langsung dalam arti melalui aktifitas perbankan.
Tipologi Pemikiran Islam Indonesia Perspektif Nurcholish Madjid H.Nihaya M
Sulesana Vol 6 No 1 (2011)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v6i1.1394

Abstract

Tipologi Pemikiran Islam di Indonesia terdiri dari beberapa tipe antara lain pemikiran Islam tradisonalis yakni sesuatu yang alami, sebab di dalam suatu komunitas masyarakat pasti memiliki keragaman pemikiran, budaya, bahasa, dan agama, Kedua, tipe modern menyerukan umat Islam untuk memberikan penalaran terhadap Islam, agar segera berkemas memajukan Islam dalam berbagai bidang, terutama dalam melakukan gerakan reformasi dalam bidang sosial dan moral, neo modern yakni dipandang sebagai gerakan intelektual yang mencoba menggugat, bahkan mendekonstruksi pemikiran sebelumnya yang berkembang dalam bingkai paradigma pemikiran modern, Pemikiran Islam multikulturalisme yakni  secara fenomenologis terjadinya keragaman pemikiran di kalangan muslim kata dia, karena metode pendekatan yang berbeda dalam mengkaji ayat-ayat Alquran dan Sunnah dan liberalism yakni berusaha membumikan dan merasionalkan pemahaman terhadap doktrin Islam sebagai agama yang rasional dan elastisitas. Keywords Tipologi Pemikiran Islam,  Indonesia dan  Nurcholish Madjid
RESPON MASYARAKAT MUSLIM TERHADAP LIBERALISME DI INDONESIA Abdullah Thalib
Sulesana Vol 10 No 2 (2016)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v10i2.2935

Abstract

Benih Liberalisasi yang mengatasnamakan gerakan modernisasi pemikiran Islam yang dilakukan oleh para modernis secara transparan telah dimulai sejak tahun 1967. Kalangan muda yang sibuk merespon “modernisasi Islam” antara lain; Harun Nasution, Nurcholish Madjid, Gusdur, Ahmad Wahib, Djohan Efendi, Dawam Rahardjo, Kuntowijoyo dan beberapa kawannya  yang menjadi cikal bakal liberalisme Islam Indonesia. Deretan yang lebih muda lagi sebagai pelanjut estafet modernitas yang menjadi Islam liberal (IslamLib) adalah Budi Munawar Rachman, Zuhaeri Misrawi, Ulil Absar Abdalla dan kawan-kawannya. Mereka  tampil aktif meliberalisasi, rasionalisasi, sekularisasi, pemikiran dalam Islam, baik dalam bentuk wacana maupun lembaga atau institusi. Tujuannya adalah semata-mata berusaha  mengubah kondisi kehidupan keberagamaan masyarakat Islam Indonesia dengan cara rasionalisasi pengetahuan di berbagai aspek. Gerakan pemikiran Islam liberal di Indonesia telah mendapat perhatian serius dari para pengkaji pemikiran Islam Indonesia yang sudah demikian banyak, antara lain William Lidle, Robert Hefner, J.Furnifal, Donal emerson, Herbert Feith dan Riaza Hasan yang seringkali  terpengaruh kepada kajian sosio-politik Islam termasuk perkembangan pemikiran Islam.
Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi Bahrum Bahrum
Sulesana Vol 8 No 2 (2013)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v8i2.1276

Abstract

Menyingkap ilmu pengetahuan landasan yang digunakan adalah ontologi, epistemologi dan aksiologi, atau dengan kata lain apa, bagaimana dan kemana ilmu itu. Hakekat obyek ilmu (ontologi) terdiri dari objek materi yang terdiri dari jenis-jenis dan sifat-sifat ilmu pengetahuan dan objek forma yang terdiri dari sudut pandang dari objek itu. Epistemologi diawali dengan langkah-langkah : perumusan masalah, penyusunan kerangka pikiran, perumusan hipotesis, dan penarikan kesimpulan. Nilai kegunaan ilmu tergantung dari manusia yang memanfaatkannya. Dalam realitas manusia terdiri dari dua golongan ;pertama golongan yang mengatakan bahwa ilmu itu bebas mutlak berdiri sendiri. Golongan kedua berpendapat bahwa ilmu itu tidak bebas nilai. Adapun dalam Islam ilmu itu tidak bebas nilai ia dilandasi oleh hokum normatif transendental. Nilai yang menjadi dasar dalam penilaian baik buruknya segala sesuatu dapat dilihat dari nilai etika (agama) dan estetika.
HIKMAH AL-ISRAQIYAH: MENELAAH SISI EKSISTENSIALISME TEOSOFI TRANSENDEN MULLA SADRA Abdullah Abdullah
Sulesana Vol 7 No 2 (2012)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v7i2.1382

Abstract

Filsafat ditinjau dari perspektif lain terkadang disebut sebagai eksistensialisme. Filsafat ini telah berkembang pesat pada di zaman sekarang. Bentuk eksistensialisme ini menyangkut masalah manusia dan mengacu kepada gagasan bahwa manusia berbeda dengan makhluk lain, tidak memiliki esensi yang definitif dan telah ditentukan sebelumnya, dan tidak memiliki bentuk yang ditentukan sebelumnya, dan tidak memiliki bentuk yang ditentukan oleh alam. Manusia menentukan dan membangun keberadaannya sendiri.Gagasan ini secara luas dapat dibenarkan dan didukung oleh filsafat Islam, kecuali apa yang disebut sebagai eksistensialisme dalam filsafat Islam tidak berlaku hanya untuk manusia saja, tetapi jug untuk alam semesta. Maka ketika kita berbicara tentang eksistensialisme atau ishalat al-wujud (isme) dalam pengertian realitas substantif atau wujud obyektif, sebagai kebalikan dari eksistensi nominal atau mental (batiniyah). Dan pada saat kita menggunakannya dalam konteks eksistensialisme modern yang direspon oleh Barat, kita menggunakannya dalam pengertian keutamaan atau kelebihdahuluan.
KRISIS IDENTITAS DIRI PADA REMAJA “IDENTITY CRISIS OF ADOLESCENCES” Nur Hidayah; Huriati Huriati
Sulesana Vol 10 No 1 (2016): Sulesana
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v10i1.1851

Abstract

Identitas diri merupakan suatu penyadaran yang dipertajam tentang diri sendiri,yang dipakai seseorang untuk menjelaskan siapakah dirinya, yang meliputi karakteristik diri, memutuskan hal-hal yang penting dan patut dikerjakan untuk masa depannya serta standar tindakan dalam mengevaluasi perilaku dirinya ke semua hal tersebut terintegrasi dalam diri sehingga seseorang merasa sebagai pribadi yang unik dan berbeda dari orang lain dalam interaksi dengan lingkungan sosialnya.Pada masa remaja, pembentukan identitas diri akan cenderung lebih terlihat. Remaja akan mempertanyakan siapa dirinya karena kebingungan menghadapi perubahan fisik, anatomik, psikologis, dan sosial yang dipertimbangkan dari nilai-nilai maupun kebudayaan yang berlaku dalam masyarakat. Masalah pokok yang dihadapi oleh seorang anak saat memasuki masa remaja adalah pencarian bentuk identitas diri. Identitas diri adalah gambaran bagaimana profil diri, harga diri, kepastian posisi maupun kedudukan sosial anak-remaja dalam lingkungan pergaulan dimana ia berada.Remaja mengalami krisis identitas karena memiliki masalah dengan kemampuannya mengendalikan emosi, bermasalah menempatkan diri dengan teman sebayanya, bermasalah dengan penampilan dirinya, tidak mendapat figur yang tepat untuk mencapai identitas diri yang baik. Saat remaja mengalami krisis identitas, perilaku yang dicerminkan dapat mengacu pada tindakan-tindakan destruktif.
Studi Tentang Modernisme Indonesia Abdullah Abdullah
Sulesana Vol 8 No 2 (2013)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v8i2.1274

Abstract

Mengenai gerakan modernisasi pemikiran Islam di Indonesia telah berkembang secara evolusif sejak permulaan abad XX, ditandai oleh munculnya beberapa tokoh (KH. Ahmad Dahlan, KH. Jamil Djambek, Hamka, H. Abdullah Ahmad dan lain-lain), yang merupakan pengaruh modernisasi Ibnu Taimiyah, Muh. Bin Abdul Wahab, Jamaluddin al-Afgani, selanjutnya Muhammad Abduh di Timur Tengah.Proses modernisasi pemikiran Islam itu, telah berkembang secara dinamis dan juga mempengaruhi munculnya para modernis Islam di permukaan yang lebih brillian, yang menginginkan agar umat Islam menginterpretasikan Islam sedapat mungkin secara  rasional dalam berbagai aspek kehidupan, terutama pada aspek teologi, filsafat dan tasawuf. Masalah wacana dan gerakan yang dikembangkan modernisasi pemikiran Islam Orde Baru oleh Harun dan Nurcholish adalah sebagai berikut:  Wacana pemikirannya dalam melakukan modernisasi pemikiran Islam di Indonesia era Orde Baru adalah masalah rasionalisme, sekularisme,  kebangsaan, pendidikan dan pluralisme dalam tinjauan Islam. Rasionalisasi Islam bagi Harun dan Nurcholish adalah suatu keharusan untuk memahami Islam secara mendalam sebagai agama rasional dan memiliki kebenaran yang absolut dan komprehensif.
Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Membaca Al-Qur’an pada Siswa Kelas Ix di Smpn 2 Donri-Donri Kabupten Soppeng Nurhayati, Nurhayati
Sulesana Vol 9 No 2
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v9i2.1317

Abstract

Memilih metode pembelajaran secara tepat, penggunaan mediayang bervariasi, berusaha dengan lebih telaten dalam memahamkan siswa agarbisa diminimalkan dan selalu berusaha menjelaskan kembali siswa yang kesulitanmembaca Al-Qur’an, seringnya guru memberikan tugas kokurikuler (PR),memberikan peringatan kepada siswa, serta selalu memberikan motivasi bagisiswa yang mengalami kesulitan. Saran-saran dalam penelitian ini bagi guru PAI adalah sudah semestinyaseorang guru yang mengajar Al-Qur’an harus profesional dalam bidangnya dansudah menunjukkan hasil yang baik.
Pemanfaatan ICT Sebagai Media Pembelajaran dan Informasi Pada UIN Alauddin Makassar Muhammad Yusuf Rahim
Sulesana Vol 6 No 2 (2011)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v6i2.1408

Abstract

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information and Communication Technologies (ICT) merupakan media atau bantu untuk melakukan kegiatan seperti pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/ pemindahan informasi. ICT mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. ICT sangat diperlukan dalam pembelajaran di era sekarang ini. Dengan  prinsip penggunaan ICT yang efektif dan efisien, optimal, menarik, dan merangsang daya kreativitas, ICT menjadi salah satu media pembelajaran yang banyak digunakan di berbagai bidang pendidikan karena meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam proses pembelajaran.
Pandangan Masyarakat terhadap Pluralisme dan Radikalisme di Makassar Nihaya, Nihaya
Sulesana Vol 9 No 2
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v9i2.1296

Abstract

Pluralisme adalah suatu keniscayaan yang merupakan Sunatullah yang harus diterima. Hal ini merupakan pemberian Tuhan seperti keragaman manusia dari  berbagai aspek, keragaman agama, keragaman budaya, sosial, kepercayaan, politik, dan ekonomi. Pandangan ini bukan bermaksud memutlakan sesuatu yang profan melebihi dari Tuhan.  Sedangkan menurut MUI, pluralisme yang memutlakan sesuatu selain Tuhan sudah merupakan kemusyrikan. Dalam fatwa MUI disebutkan bahwa pluralisme agama adalah suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relatif.  Solusi yang dilakukan menghadapi radikalisme adalah sebagai berikut  1). Pemerintah melaksanakan pancasila dan UUD 45 sila ke 5 dengan baik dan benar  2). BNPT.yang dibentuk pemerintah tidak boleh hanya sekedar kepentingan pragmatis karena ada  kesan akan menakut-nakuti akan eksistensi umat Islam  3). Saran harus melakukan pelaksanakaan kebhinekaankaan secara komprehensip.31 Kemudian jika terdapat Sumber sumber dana untuk penanggulangan seperti itu justeru yang lebih baikj adalah dimanfaatkant untuk Islam, dengan cara memberi perhatian ke pesantren untuk kepentingan sekolah dan juga pemerintah harus selektif, kepada pesantren yang yang mana terindikasi teroris misalnya dan jangan sembarang menuduh kepada pesantrennya.

Page 6 of 17 | Total Record : 164