Sulesana
studi-studi keIslaman yang erat dengan issu sosial, teologi, hukum, Pendidikan dan filsafat. Studi ini dimulai dengan tema Kajian Kritis Akulturasi Islam dengan Budaya Local, Metode Memahami Maksud Syariah , Maulid Dan Natal (Studi Perbandingan Antara Islam Dan Kristen), Akal dalam Al-Quran, Pendidikan Agama Dan Moral Dalam Perspektif Global, Sinergitas Filsafat Dan Teologi Murthadha Muthahhari, Perspektif Perilaku Menyimpang Anak Remaja : Studi berbagai masalah social.
Articles
164 Documents
LOCAL STRONGMEN DAN KONTESTASI POLITIK (STUDI TERHADAP KEMENANGAN FENOMENAL ARAS TAMMAUNI DAN MUH. AMIN JASA PADA PILKADA MAMUJU TENGAH 2015
Nur Aliyah Zainal
Sulesana Vol 11 No 1 (2017)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/.v11i1.3547
Pengaruh local strongmen mengantarkan Aras Tammauni dan Muh.Amin Jasa pada kemenagan Pilkada Mamuju Tengah. Eksistensi Aras Tammauni sebagai local strongmen ditandai dengan berhasilnya Aras Tammauni membentuk jaringan, berupa jaringan keluarga dan jaringan dengan masyarakat yang terbentuk atas patron-klien. Aras Tammauni melakukan kontrol sosial baik pada ranah politik dan kepemilikan tanah, serta yang kuasa Aras Tammauni terhadap alokasi lembaga dan sumberdaya negara. Dengan melekatnya ketiga indikator tersebut maka semakin tepat bahwa Aras Tammauni adalah local strongmen yang berpengaruh besar terhadap kemenangannya dan wakilnya yakni pak Muh. Amin Jasa.
Filsafat Sejarah dalam Al-Qur’an
Muhammad Shadiq Shabry
Sulesana Vol 8 No 2 (2013)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/.v8i2.1284
Kisah pada hakikatnya adalah berita yang diikuti yang terdapat dalam al-Qur’an. Berita yang diikuti dalam konteks ini adalah berita yang valid dan benar, seperti yang diakui sendiri oleh al-Qur’an. Kisah-kisah tersebut mempunyai skema yang sama yaitu berisi ajakan kepada satu kaum untuk beriman kepada Allah, taat pada ketentuan syari’at dan mengaplikasikan akhlak terpuji. Wujud kisah dalam al-Qur’an mengambil bentuk pada tokoh yang dikenalkannya, seperti tokoh manusia pilihan yaitu Nabi dan Rasul, tokoh dalam cerita seperti Zulkarnain, Ashab al-Kahfi, Maryam, dan sebagainya. Selain itu terdapat pula tokoh yang lain yaitu makhluk halus berupa jin dan malaikat, serta semut dan burung. Sementara wujud lain dari kisah adalah peristiwa dan dialog. Manfaat kisah dalam al-Qur’an adalah : a) meneguhkaan hati Rasulullah dan hati umat Muhammad atas agama Allah dan memperkuat kepercayaan orang mukmin, b) Merupakan daya tarik ampuh untuk menggugah perhatian dalam mengambil pelajaran dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.
ISLAMISME DAN DEMOKRATISASI DI INDOENSIA PASCA REFORMASI:ANALISIS SOSIO-POLITIK
Syahrir Karim
Sulesana Vol 7 No 2 (2012)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/.v7i2.1387
Dalam beberapa pemeikiran terbaru, setidaknya ada tiga pandangan yang mencoba memecahkan masalah dikotomi antara agama (Islam) dan Negara. Pertama, Islam dan Negara adalah integreted (bersatu), tak dapat dipisahkan. Negara merupakan lembaga politik dan agama sekaligus. Pemerintahan negara diselenggarakan atas dasar kedaulatan Ilahi. Kedua, Islam dan negara berhubungan secara simbiotik yaitu berhubungan timbal-balik dan saling memerlukan. Intinya adalah bahwa Islam memerlukan negara karena dengan negara, Islam dapat berkembang. Sebaliknya, negara memerlukan agama (Islam) agar dapat berkembang dalam bimbingan etika dan moral. Ketiga, hubungan Islam dan negara bersifat sekularistik. Pandangan ini menolak sama sekali pendasaran negara kepada Islam, atau setidaknya menolak determinasi Islam atas bentuk negara. Di kalangan muslim, pemrakarsa pandangan ini antara lain adalah Ali Abd Al-Raziq. Ketiga pandangan tentang hubungan Islam dan negara ini dapat dipakai untuk melihat perkembangan persepsi umat Islam terhadap negara dan sebaliknya. Secara umu pandangan-pandangan yang ada di atas tersebar dalam berbagai aliran atau pemikiran yang ada di Indonesia, baik yang bersifat gerakan (Islam-Islamisme) atau wujud lain yang sangat berpengaruh dalam proses demokratisasi di Indonesia.
ANAK (MEMBENTUK GENERASI RABBANIY)
Muh. Daming K
Sulesana Vol 9 No 1 (2014)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/.v9i1.2876
Ajakan untuk melaksanakan shalat adalah untuk kepentingan dan keselamatan umat manusia.termausuk mempertahankan keselamatan masa depan anak bangsa, (zurriyah).Mendoakan agar Negara menjadi makmur adalah kepentingan bersama, bayangkan, Mekah bagi siapa saja yang pernah melaksakan ibadah haji, heran kita tidak ada rumput yang hijau, tidak ada pohon pisang seperti di negeri kita, tidak ada pohon jeruk, tomat dan lain, tapi masya Allah buah-buahan tak pernah habis, mau buah apa semua siap. orang yang punya sipat kepahlawanan itu berjuang untuk kepentingan kita semua orang. Muhammad saw. Jika dilihat nilai-nilai yang diperjuankannya pun memenuhi syarat untuk hal tersebut. Anda saya usulkan sekali sebulan untuk lakukan jalan-jalan bersama keluarga, makanlah bersama lalu berikan pulpen kepada anak, mintalah mereka tulis apa yang anak rasakan tulislah sejujurnya, mungkin anak menulis bapak mamak baik hanya sering marah. Mungkin suatu saat anak itu akan menjadi guru bagi kita.
القسم فى القرآن
Syamsuri Syamsuri
Sulesana Vol 8 No 1 (2013)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/.v8i1.1286
Para pembahas di semua disiplin sependapat tentang eksistensi akal pada manusia sebagai instrumen terpenting, sekaligus sebagai jati diri dan pembeda dari makhluk Allah lainnya. Al-Qur’an tidak mendefenisikan akal secara sarih, namun dapat ditangkap maknanya ketika ia menerangkan tentang fungsi-fungsi akal bagi manusia seperti untuk mengenal, mengkaji tentang diri, alam dan Allah. Simpulannya, menurut al-Qur’an, akal bagi manusia itu adalah jati dirinya. Dengan begitu, maka Informasi dari al-Qur’an ternyata searah dengan apa yang disampaikan oleh para ilmuwan di berbagai disiplin; bahkan justru lebih memperkuat sekaligus memberi tekanan khusus pada hal-hal tertentu, yang tidak mereka bicarakan, terutama dalam hal akibat (dunia dan akhirat) bila akal itu tidak difungsikan oleh manusia. Apabila manusia memanfaatkan potensi akalnya dengan sungguh-sungguh, ia akan dapat mengorbit menjadi manusia pilihan dengan SDM yang berkualitas dan dengan jati diri terpuji di sisi Allah swt.
HUKUM ISLAM PADA MASA IMAM-IMAM MUJTAHID (101 H – 350 H / 750 M – 961 M)
Darmawati Darmawati
Sulesana Vol 7 No 2 (2012)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/.v7i2.1373
Knowledge has developed rapidly during the reign of Abbasids, it is because of government policy at that time a love of knowledge. Both the knowledge of tafsir, hadith, the knowledge of kalam, as well as jurisprudence. Another cause of the development of science in the Abbasid period because it has been given the freedom to think and develop science in their respective fields. By him that Islamic law has developed rapidly as any other science. At this time some priests born mujtahid. Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Shafi'i and Imam Ahmad ibn Hanbal.
Memahami Fenomena Islamisme di Sulawesi Selatan
Syahrir Karim
Sulesana Vol 6 No 2 (2011)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/.v6i2.1415
Secara umum bahwa pola dasar yang dihadapi politik Islam dalam hubungannya dengan negara adalah adanya kesulitan untuk membangun sintesis yang memungkinkan di antara keduanya. Faktor utama yang menyebabkan kemandegan politik ini adalah keinginan para pemikir dan aktivis politik Islam untuk membangun hubungan Islam dan Negara secara legalistik dan formalistik. Kehadiran gerakan Islam di Sulawesi Selatan secara sosiologis hadir dalam konteks dan manifestasi yang kompleks, baik yang melekat dalam dinamika internal umat Islam, maupun dalam struktur kehidupan masyarakat Indonesia secara eksternal. Terdapat kondisi-kondisi tertentu yang bersifat sosiologis yang memberikan dorongan sekaligus menjadi lahan subur bagi tumbuhnya gerakan Islam yang cenderung melakukan Islamisasi yang formalistik dalam negara dengan karakternya yang legal-formal, doktriner, dan militan.
Al-Asy’ariyah (Sejarah, Abu Al-Hasan Al-Asy’ari dan Doktrin-Doktrin Teologinya)
Supriadin, Supriadin
Sulesana Vol 9 No 2
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/.v9i2.1301
Ahli sunnah waljama’ah adalah sebuah aliran teologi yang dibangun oleh Abu> Hasan al-Asy’ari>, teologi ini sering disapa dengan sebutan “Teologi moderat”. Rumusan teologi al-Asy’ari selain menggunakan argument tekstual berupa teks-teks suci dari al-Qur’an dan al-Sunnah seperti yang dilakukan oleh ahli hadits yang ia dukung, juga menggunakan argument rasional berupa mantik atau logika Aristoteles. Pendekatan yang dipakai al-Asy’ari> dalam teologi ahli sunnah waljamaah’ tergolong unik, beliau mengambil yang baik dari pendekatan tekstual Salafiyyah, sehingga ia menggunakan argument akal dan nakal secara kritis, mengeksploitasi akal secara maksimal tetapi tidak sebebas Mu’tazilah, memegang naql dengan kuat tetapi ia juga tidak seketat Hanabilah dalam penolakan mereka terhadap argument logika. Sikap teologi Asy’ariyah terhadap kehidupan kontemporari bersifat terbuka, realistis, pragmatis, (selektif, kritis, dan akomodatif serta responsif) terhadap kemajuan sains dan teknologi, oleh yang demikian menyebabkan aliran Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah tetap eksis dan relevan untuk diterapkan dan dipertahankan dalam kehidupan kontemporari.
Sumber dan Media Pembelajaran
Abd. Hafid
Sulesana Vol 6 No 2 (2011)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/.v6i2.1403
Sumber Belajar adalah sesuatu yang dapat mengandung pesan untuk disajikan melalui penggunaan alat ataupun oleh dirinya sendiri dapat pula merupakan sesuatu yang digunakan untuk menyampaikan pesan yang tersimpan di dalam bahan pembelajaran yang akan dberikan.Media pengajaran merupakan wadah dari pesan, materi yang ingin disampaikan adalah pesan pembeajaran dan tujuan yang ingin dicapai adalah proses dalam pembelajaran itu sendiri.Secara umum media mempunyai manfaat memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis, mengatasi keterbatasan ruang, waktu, tenaga dan daya indera, menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid/siswa dengan sumber belajar
PEMIKIRAN TENTANG JIWA (AL-NAFS) DALAM FILSAFAT ISLAM
Sitti Rahmatiah
Sulesana Vol 11 No 2 (2017)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/.v11i2.4538
Perbincangan tentang jiwa (al-nafs) dalam dunia Islam sudah di mulai sejak munculnya pemikir-pemikir Islam di panggung sejarah. Diawali dengan runtuhnya peradaban Yunani Romawi dan adanya gerakan penerjemahan, komentar serta karya orisinil yang dilakukan oleh para pemikir Islam terutama pada masa Daulah Abbasiyah, esensi dari pemikiran Yunani diangkat dan diperkaya. Di sisi lain, para filsuf muslim juga terpengaruh oleh pemikiran Yunani dalam membahas nafs (jiwa), sehingga kubu filsafat Islam diwakili oleh Ibnu Rusyd terlibat perdebatan akademik berkepanjangan dengan al-Ghazali. Dalam kurun waktu lebih dari tujuh abad, nafs (jiwa) dibahas di dunia Islam dalam kajian yang bersifat sufistik dan falsafi.