cover
Contact Name
Astrid Veranita Indah
Contact Email
astrid.veranita@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
darmawati.h@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ushuluddin & Filsafat UIN Alauddin Makassar, Jl. Sultan Alauddin No. 63, Jl. St alauddin no.36 Gowa-Samata
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Sulesana
Core Subject : Religion,
studi-studi keIslaman yang erat dengan issu sosial, teologi, hukum, Pendidikan dan filsafat. Studi ini dimulai dengan tema Kajian Kritis Akulturasi Islam dengan Budaya Local, Metode Memahami Maksud Syariah , Maulid Dan Natal (Studi Perbandingan Antara Islam Dan Kristen), Akal dalam Al-Quran, Pendidikan Agama Dan Moral Dalam Perspektif Global, Sinergitas Filsafat Dan Teologi Murthadha Muthahhari, Perspektif Perilaku Menyimpang Anak Remaja : Studi berbagai masalah social.
Articles 164 Documents
Teaching English by Usi ng Code Switching in The Classroom Abd. Muin
Sulesana Vol 6 No 2 (2011)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v6i2.1399

Abstract

Pengajaran bahasa Inggris dengan menggunakan  alih kode merupakan gejala  kebahasaan yang menarik dicermati.  Oleh karena itu,  penulis mencoba melihat secara sederhana kenapa pengajar (guru atau dosen) bahasa Inggris terkadang beralih kebahasa lain ketika mengajar bahasa Inggris, misalnya mereka menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa daerah di dalam kelas. Idealnya harus menggunakan bahasa Inggris secara total di dalam kelas. Alasan menggunakan alih kode adalah untuk memberikan percepatan pemahaman terhadap materi yang diajarkan.  Alih kode bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia dapat digunakan sebagai strategi pengajaran bahasa. Alih kode bahasa Inggris kebahasa daerah untuk membangun solidaritas dan keakraban antara guru/dosen dan siswa/mahasiswa alih kode seperti ini tidak dapat digunakan sebagai strategi pengajaran bahasa di dalam kelas.
PERCERAIAN DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI Darmawati Darmawati
Sulesana Vol 11 No 1 (2017)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v11i1.3548

Abstract

Perceraian adalah berakhirnya suatu ikatan pernikahan, apakah itu disebabkan oleh sikap suami atau sikap istri. Pasangan suami istri yang tidak cocok lagi malanjutkan bahtera rumah tangganya dan telah sepakat untuk bercerai,  telah memberikan dampak yang negatif bukan hanya terhadap anak-anak, bahkan termasuk mantan suami atau istri serta terhadap masyarakat.
Pergerakan Kelompok Terorisme dalam Perspektif Barat dan Islam Hamzah Junaid
Sulesana Vol 8 No 2 (2013)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v8i2.1285

Abstract

Terorisme adalah sebuah faham yang berpendapat bahwa penggunaan cara-cara kekerasan, intimidasi dan semacamnya yang menimbulkan kecemasan dan   ketakutan, bahkan tejadinya korban jiwa dan harta,  untuk mencapai tujuan, baik secara individu maupu secara berkelompok atau dalam sebuah organisasi, yang mempunyai jaringan yang luas, baik berskala nasional maupun  internasioanal. Secara akademisi, terorisme dikategorikan sebagai ”kejahatan luar biasa” dan dikategorikan pula sebagai ”kejahatan terhadap kemanusiaan”, yang tidak berprikemanusiaan. Mengingat kategori yang demikian itu, maka pemberantasannya tentulah tidak dapat menggunakan cara-cara yang biasa sebagaimana menangani tindak pidana biasa seperti pencurian, pembunuhan atau penganiayaan. Gerakan-gerakan terorisme selalu menggunakan ancaman atau tindak kekerasan yang mengancam keselamatan jiwa dan harta  tanpa memilih-milih siapa yang akan menjadi korbannya. Terorisme memiliki sejarah yang panjang dan perkembangannya mengikuti perkembangan kehidupan manusia dengan situasi yang mendukungnya, sehingga semakin canggih teknologi yang dimiliki oleh manusia, maka jaringan dan tindakan criminal teroris akan semakin mudah melakukan teror dimanapun dan kapanpun, dan  terror dimasa sekarang ini fenomenanya berubah-ubah dan dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat luas. Apalagi dengan berkembangnya persaingan ekonomi, perdagangan dan industeri ditambah dengan teknologi informasi yang semakin modern, memberi banyak   peluang kepada negara-negara besar dalam menancapkan pengaruhnya, yang melahirkan  proses globalisasi dan modernisasi, yang pada akhirnya  menjadi lahan subur bagi perkembangan terorisme. Kemudahan menciptakan ketakutan dengan teknologi tinggi dan liputan media yang luas membuat jaringan dan tindakan teror semakin dapat mencapai tujuannya.
PERANAN IBU DALAM PEMBENTUKAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA (Kajian Hadits Tematik tentang Tugas dan Tanggung Jawab Ibu terhadap Anaknya) Fadhlina Arif Wangsa
Sulesana Vol 7 No 2 (2012)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v7i2.1388

Abstract

Pada dasarnya seorang ibu yang baik, bukanlah seorang ibu yang hanya melahirkan anak – anaknya itu ke dunia saja, tetapi juga menyusui mereka, mengasuh, merawat, mendidik serta membesarkan mereka dalam pertumbuhan jiwanya, intelektualnya, emosinya, dsb. Seorang anak yang dirawat dengan penuh kasih sayang oleh orang tuanya, menerima perhatian sepenuhnya, kelak anak akan memiliki mental yang kuat serta intelektual yang baik.  Sikap seorang anak sangat dipengaruhi oleh sikap dan tingkah laku pengasuhnya, yang bertanggung jawab menyusui dan merawat anak – anak mereka selama dua tahun pertama hidupnya. Pemberian orang tua yang paling berharga adalah cinta. Cinta ini diekspresikan dalam berbagai cara, misalnya dari pandangan mata, perhatian, menghibur mereka jika mereka terluka atau ketakutan, bangga akan prestasi mereka, melindungi dan membantu merak menjadi manusia yang bertanggung jawab. Anak – anak akan membalas cinta yang dicurahkan orangtuanya. Hanya cinta terhadap orangtuanya yang mampu membentuk seorang anak yang memiliki hubungan baik dengan teman – teman, guru, tetangga, rekan – rekan sekerja, atasan, bawahan, dan masyarakat umumnya.Dengan maksimalnya peranan ibu dalam menyusui, merawat dan mendidik anak – anak mereka sejak dini, maka akan dapat membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (dalam hal ini anak – anak mereka), pada bidang kecerdasan, kesehatan dan akhlak mereka
Ontologi Politik Insan Kamil Syamsul Asri
Sulesana Vol 10 No 2 (2016)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v10i2.2931

Abstract

Teks ini bertujuan untuk menjelaskan ontologi politik dalam perspektif pemikiran Islam dengan menjadikan insan kamil sebagai aktor utama politik sakral sehingga filsafat politik Islam bisa lebih dipahami. Penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research) yang menggunakan pendekatan filosofis-kritis. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi naskah pemikiran Islam dalam bentuk penggunaan kutipan tidak langsung terhadap literatur primer. Metode analisis data yang digunakan adalah content analysis terhadap literatur untuk memperoleh data kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa insan kamil merupakan metafora konseptual utama dalam filsafat politik Islam. Ontologi politik insan kamil adalah pelaksanaan otoritas Rububiyah Ilahi dalam suatu polis sehingga ‘adalah, sebagai tujuan syariat Ilahi dan politik, bisa tegak dalam ruang sosial-politis. Tujuan ontologi politik insan kamil adalah mengembalikan hal-ihwal tasyri’i-i’tibari kepada Prinsip-Prinsip takwininya sehingga al-Haq bisa tersaksikan dalam derajat yang dimungkinkan oleh situasi (at most).
PENDIDIKAN AGAMA DAN MORAL DALAM PERSPEKTIF GLOBAL Muhaemin Gaffar
Sulesana Vol 8 No 1 (2013)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v8i1.1289

Abstract

pembinaan moral erat kaitannya dengan pendidikan agama. Oleh karena itu pendidikan agama perlu ditingkatkan kualitasnya dengan melibatkan unsur kedua orang tua / rumah tangga, sekolah, dan masyarakat serta dengan menggunakan berbagai cara yang efektif. Pembinaan moral bukan hanya menjadi tanggug jawab guru agama saja, tetapi tanggung jawab seluruh guru. Pelajaran harus diikuti dengan pendidikan dengan cara menujukkan aspek pendidikan pada setiap ilmu yang diajarkan. Berbagai situasi dan kondisi lingkungan harus dijauhkan dari hal-hal yang dapat merusak moral
AL-INAYAH DAN AL-IKTIARA DALAM TEORI FILSAFAT MATERIALISME Hajir Nonci
Sulesana Vol 7 No 2 (2012)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v7i2.1376

Abstract

Dalil Al-Inayah dan dalil Al-Ikhtira adalah dalil yang dikemukakan oleh Ibnu Rusyd untuk membuktikan adanya Tuhan. Pembuktian tersebut didasarkan pada kenyataan dan realitas hidup makhluk yang di alam ini. Ia mengatakan bahwa tidak mungkin segala sesuatu ini berjalan berdasarkan ketentuan-ketentuan yang telah berlaku padanya dengan rapi dan teratur kalau tidak ada zat yang mengaturnya dengan rapi. Demikian pula bahwa terdapatnya persesuaian antara satu makhluk dengan makhluk lainnya dalam kehidupan, kalau itu terjadi dengan sendirinya. Tetapi peristiwa yang teratur dengan rapi dan sesuai dengan kebutuhan hidup manusia, telah menunjukkan bahwa ada zat yang mengaturnya yaitu Allah SWT.
Kapitalisme dan Pendidikan Liberal Marjuni Marjuni
Sulesana Vol 6 No 2 (2011)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v6i2.1416

Abstract

Kapitalisme muncul sebagai antitesa terhadap sekularisme dan materialisme, yang telah menjadi idologi masyarakat Barat pada saat itu. Sekularisme dan materialisme sendiri lahir dari emperisme dan individualisme. Sekularisme dan materialisme inilah menyebabkan tingginya produktifitas barang-barang dan kemewahan duniawi, lalu kemudian melahirkan mentalitas abad industri yang manipulatif. Kebiasaan dan aktivitas baru itu mengakibatkan terciptanya institusi sosial dan politik baru dan membangkitkan pengajaran akademik baru yang membuat teori tentang seperangkat aktivitas ekonomi khusus, produksi, pertukaran, distribusi, peminjaman uang yang tiba-tiba muncul menonjol dalam relief yang tajam. Inilah yang mengakibatkan lahirnya kapitalisme.
Kajian Kritis Akulturasi Islam Dengan Budaya Lokal Hamzah Junaid
Sulesana Vol 8 No 1 (2013)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v8i1.1271

Abstract

Keuniversalan Islarn berarti kehadirannya tidak hanya diperuntukkan pada satu etnis, golongan. dan ras tertentu, tetapi diperuntukkan untuk semua manusia, dengan demikian, lslam memiliki daya jangkau dan daya jelajah melampaui batas ruang dan waktu tertentu. Sebagai konsekuensi dari karakteristiknya yang universal tersebut, Islam meniscayakan sebuah kemampuan akulturatif terhadap lokalitas masyarakat di mana ia diterirna. Amat sulit dibayangkan ketika lslam hadir pada suatu komunitas lokal tertentu, kemudian merombak semua tatanan nilai, kebiasaan, budaya, dan tradisi yang mereka anut. Harus ditegaskan bahwa arti akulturasi di sini tidaklah berarti Islam dan budaya lokal dipandang sebagai dua variabel yang benar-benar sejajar, tetapi harus dipandang sebagai hubungan yang dinamis, dalam arti di dalamnya sangat memungkinkan terjadi pengkoreksian. Hal itu dapat terjadi jika bentuk-bentuk kearifan lokal tersebut benar-benar bertentangan dengan nilai-nilai lslam yang paling asasi. Namun demikian, tidak dapat diasumsikan sebaliknya. dalam arti bahwa budaya atau kearifan lokal mengoreksi nilai-nilai Islam.
Mahabbah dalam Tasawuf Rabi’ah Al-Adawiah Wasalmi, Wasalmi
Sulesana Vol 9 No 2
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v9i2.1302

Abstract

Rabi'ah al-Adawiyah adalah sufi wanita yang memberi nuansa tersendiri dalam dunia tasawuf dengan pengenalan konsep mahabbah. Sebuah konsep pendekatan diri kepada Tuhan atas dasar kecintaan, bukan karena takut akan siksa neraka ataupun mengharap surga. Cinta Rabiah merupakan cinta yang tidak mengharap balasan. Rabiah adalah seorang zahidah sejati. Beliau merupakan pelopor tasawuf mahabbah, yaitu penyerahan diri total kepada “kekasih” (Allah) dan ia pun dikenang sebagai ibu para sufi besar (The Mother of The Grand Master). Hakikat tasawufnya adalah al-habb al-ila>h (mencintai Allah swt.). Cinta Ilahi (al-Hubb al-Ila>h) dalam pandangan kaum sufi memiliki nilai tertinggi. Bahkan kedudukan mahabbah dalam sebuah maqamat sufi tak ubahnya dengan maqam ma’rifat, atau antara mahabbah dan ma’rifat merupakan kembar dua yang satu sama lain tidak bisa dipisahkan.

Page 7 of 17 | Total Record : 164