cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik
ISSN : 26202964     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Ilmiah Mahasiswa program studi pendidikan Sendratasik FKIP Unsyiah terbit 4 kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus dan Novembe.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2017): AGUSTUS" : 10 Documents clear
EKSISTENSI BUDAYA ALEE MEUNARI DI DESA ALUE BATEE KECAMATAN ARONGAN LAMBALEK MEULABOH KABUPATEN ACEH BARAT Ida Ayuni; Tri Supadmi; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 3 (2017): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.651 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Eksistensi Budaya Alee Meunari di Desa Alue Batee Kecamatan Arongan Lambalek Meulaboh Kabupaten Aceh Barat”. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana eksistensi budaya Alee Meunari di Desa Alue Batee. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan eksistensi budaya Alee Meunari di Desa Alue Batee. Pendekatan yang digunakan kualitatif dan jenis penelitian adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu mereduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian tentang budaya Alee Meunari di Desa Alue Batee ini menunjukkan bahwa budaya Alee Meunari telah ada sejak tahun 1840-an namun beberapa tahun setelahnya, budaya ini mulai pudar dan jauh dari eksistensinya. Kemudian tahun 2013, budaya Alee Meunari dibangkitkan kembali oleh H.T. Alaidinsyah mantan Bupati Aceh Barat. Sejak tahun 2013, budaya Alee Meunari terlihat eksistensinya dan berkembang hingga ke tingkat nasional sampai saat ini. Budaya Alee Meunari ditampilkan dalam acara adat, penyambutan tamu, acara pemerintahan, acara daerah, pesta perkawinan, dan acara lainnya. Budaya Alee Meunari dimainkan oleh 7 orang dengan memegang kayu Waru kering yang panjangnya beragam dari 3-5 meter. Penelitian mengenai budaya Alee Meunari membuktikan bahwa budaya Alee Meunari masih eksis dan berkembang di Aceh Barat dan faktor yang mempengaruhi eksistensinya yaitu kemauan masyarakat dalam melestarikan dan kebijakan kalangan masyarakat yang terus menempatkan Alee Meunari sebagai adat dalam berbagai kegiatan di Aceh Barat. Hal ini terlihat dari intensitas penampilan Alee Meunari dari tahun 2013 sampai 2017 semakin meningkat.Kata Kunci: eksistensi, budaya, Alee Meunari
ANALISIS STRUKTUR TARI SINING DI ACEH TENGAH Chairunnisa Chairunnisa; Tri Supadmi; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 3 (2017): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.426 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “analisis struktur tari Sining di Aceh Tengah”, dengan rumusan masalah bagaimana tata hubungan gerak tari Sining, dan bagaimana elemen-elemen dasar gerak tari Sining. Tujuan penelitian adalah untuk mendeksripsikan bagaimana tata hubungan gerak tari Sining, dan untuk mendeskripsikan elemen-elemen dasar gerak tari sining. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif yaitu berupa reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata hubungan yang terjadi di dalam tari Sining adalah hubungan paradigmatik pada syair yaitu hubungan yang saling mengaitkan antara komponen satu dengan komponen yang lainnya yang terdapat pada frase Hééé kayu ari uten rime simörip wan arul pematang, Bur ijo tingir i sagi ni karang. Tuahmu bang si cacak bepilih kati kutebang, Malé kurasuk, kupantik kin reje tiang, Penupang ni supu, sesérénni rering, Sike ko kaso turun, bere bujur, ko ke bere lintang, Temetapmi ko ku élöpen, Jarak rara ari opat sagi emus ni kuyu, Kiblat ni heme. Hasil analisis data yang diperoleh adalah tata hubungan tari Sining  terdiri dari 3 gugus, 13 kalimat, 20 frase dan 102 motif. Elemen dasar tari adalah tubuh dibagi menjadi empat bagian yaitu kepala, badan, tangan, dan kaki, masing-masing bagian dibagi menjadi dua yaitu unsur sikap dan unsur gerak. Bagian kepala terdiri 9 unsur sikap dan 8 unsur gerak, bagian badan terdiri dari 6 unsur sikap dan 10 unsur gerak, bagian tangan terdiri dari 8 unsur sikap dan 8 unsur gerak, bagian kaki terdiri dari 9 unsur sikap dan 8 unsur gerak.Kata Kunci: analisis, struktur, tari Sining
FUNGSI TARI DAN MAKNA GERAK TARI TRADISIONAL LANDOK SAMPOT DI DESA LAWE SAWAH KECAMATAN KLUET TIMUR KABUPATEN ACEH SELATAN Leni Marlina; Tri Supadmi; Lindawati Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 3 (2017): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.535 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Fungsi Tari dan Makna Gerak Tari Tradisional Landok Sampot di Desa Lawe Sawah Kecamatan Kluet Timur Kabupaten Aceh Selatan”. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana fungsi tari tradisional Landok Sampot di Desa Lawe Sawah Kecamatan Kluet Timur, dan bagaimana makna gerak tari tradisional Landok Sampot di Desa Lawe Sawah Kecamatan Kluet Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi tari tradisional Landok Sampot di Desa Lawe Sawah Kecamatan Kluet Timur, dan mendeskripsikan makna gerak tari tradisional Landok Sampot di Desa Lawe Sawah Kecamatan Kluet Timur. Pendekatan  pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data penelitian ini bersumber dari para tokoh masyarakat yang mengetahui tentang tarian Landok Sampot di Desa Lawe Sawah Kecamatan Kluet Timur Kabupaten Aceh Selatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fungsi tari Landok Sampot pada masa sekarang ini sebagai sarana komunikasi, sarana hiburan dan sarana publikasi dimana dahulunya tarian ini hanya berfungsi sebagai hiburan semata dikalangan para bangsawan dan raja-raja. Gerakan dalam tari Landok Sampot ada empat gerakan dimana masing-masing memiliki makna tersendiri. 1) Gerak Landok Kedidi (Sembar) bermakna dimana gerak penari  seperti  burung elang yang mengintai musuhnya dan menyambar lawannya dan juga  kegagahan dan keberanian. 2) Gerak Kedayung maknanya yaitu menggambarkan masyarakat Kluet yang dahulunya masih menggunakan sampan sebagai alat tranportasi dan juga sebagai mata pencaharian masyarakat Kluet. 3) Gerak Parang memiliki makna yaitu menikam habis lawannya dengan menggunakan pedang dan juga mengadukan kehebatan masing-masing dalam memainkan pedang dan juga pertahanan diri dalam peperangan. 4) Gerak Sampot maknanya yaitu memukul lawan atau menyerang lawan dengan menggunakan pedang dan diakhiri dengan gerakan berputar-putar yang bermakna kemenangan.Kata Kunci: tari, Landok Sampot, fungsi, makna
BENTUK PENYAJIAN TARI ANAK PADA ADAT PERKAWINAN DI KECAMATAN SIMEULUE TIMUR KABUPATEN SIMEULUE Fitri Anggriani; Ismawan Ismawan; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 3 (2017): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.946 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Bentuk Penyajian Tari Anak pada Adat Perkawinan di Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue”. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk penyajian tari Anak pada adat perkawinan di Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk penyajian tari Anak pada adat perkawinan di Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan Tari Anak dipertunjukkan pada saat malam bainai gadang. Tari Anak dikelompokkan dalam tari berpasangan. Tarian ini terdiri dari 18 ragam gerak, berawal dari gerak salam, silat, memberi kain gendongan, membuai Anak, mendukung Anak, pergi ke tabib, maubek Anak, dan salam penutup, gerak pada tari Anak dilakukan secara berulang-ulang. Pola lantai simetris, iringan musik pada Tari Anak yaitu musik live dengan syair yang berisi pantun bertutur. Kata kunci: hasil, tari Anak, bentuk penyajian.
BENTUK PENYAJIAN TARI SAPU TANGAN DI SANGGAR MELATI LAE GENTUYUNG KABUPATEN ACEH SINGKIL Malahayati Malahayati; Tri Supadmi; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 3 (2017): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.518 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Bentuk Penyajian Tari Sapu Tangan di Sanggar Melati Lae Gentuyung Kabupaten Aceh Singkil” mengangkat masalah bagaimana bentuk penyajian tari Sapu Tangan di Sanggar Melati Lae Gentuyung Kabupaten Aceh Singkil. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian tari Sapu Tangan di Sanggar Melati Lae Gentuyung Kabupaten Aceh Singkil. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah ketua pimpinan sanggar Melati Lae Gentuyung, pelatih sanggar Melati Lae Gentuyung, dan penari sanggar Melati Lae Gentuyung. Lokasi penelitian dilakukan di desa Kilangan Kecamatan Singkil. Teknik pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan mereduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwah tari Sapu Tangan diciptakan oleh Bundo Kandung yang berasal dari Sumatera Barat. Tari Sapu Tangan tergolong dalam tari kelompok. Tari Sapu Tangan ditarikan oleh empat penari lelaki yang menggunakan Sapu Tangan. Tari Sapu Tangan diiringi dengan alat musik tradisional seperti rapa-i. Tari Sapu Tangan mempunyai ciri khas tersendiri dimana tari ini ditarikan dengan menggunakan properti Sapu Tangan yang diletakkan di sela-sela jari penari. Bentuk Penyajian tari Sapu Tangan sangatlah sederhana. Tari ini menceritakan sekelompok dayang-dayang  yang  diperintahkan  oleh  seorang  raja  untuk  mencari  bunga  yang  dibalut dengan kain Sapu Tangan untuk diberikan kepada seorang putri yang cantik jelita. Kata kunci: bentuk penyajian, makna, tari Sapu Tangan
KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DIDONG DI SMAN 1 PERMATA BENER MERIAH Husna Husna; Ahmad Syai; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 3 (2017): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.436 KB)

Abstract

Penelitian berjudul “Kegiatan ekstrakurikuler Didong di SMAN 1 Permata Bener Meriah”. Mengangkat masalah bagaimana pembelajaran Didong pada kegiatan ekstrakurikuler dan kendala-kendala apa saja yang dialami siswa pada pembelajaran Didong di SMAN 1 Permata Bener Meriah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran Didong pada kegiatan ekstrakurikuler dan kendala-kendala apa saja yang dihadapi dalam pembelajaran Didong di SMAN 1 Permata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru yang mengajarkan kegiatan ekstrakurikuler Didong di SMAN 1 Permata Bener Meriah, objek penelitiannya adalah siswa SMAN 1 Permata Bener Meriah yang belajar tentang kegiatan ekstrakurikuler Didong yang berjumlah 13 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakana adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengolahan data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dapat mengetahui makna dan tujuan Didong pada kegiatan ekstrakurikuler. Kendala yang dihadapi oleh guru yaitu siswa kurang aktif dalam pembelajaran Didong kurang diminati oleh beberapa siswa mereka susah untuk menalar, karena pembelajaran Didong lebih cenderung praktik. Sedangkan kendala yang dihadapi oleh siswa adalah, siswa kesulitan dalam menyanyikan syair lagu Didong yang menggunakan Bahasa Gayo dan siswa kurang respon dalam pembelajaran Didong pada kegiatan ekstrakurikuler di SMAN 1 Permata Bener Meriah. Waktu yang terbatas, karena jarak rumah ke sekolah jauh, tidak mempunyai kendaraan menjadi hambatan siswa untuk datang ke sekolah. Kata kunci: kegiatan, ekstrakurikuler, Didong
PENYAJIAN SENI KARAWITAN PADA KEGIATAN ADAT DI DESA DAMAR MULYO KABUPATEN ACEH TENGAH Rati Eva Zulaiha; Ahmad Syai; Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 3 (2017): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.311 KB)

Abstract

Penelitian yang berjudul “Penyajian seni Karawitan pada kegiatan adat di Desa Damar Mulyo Kabupaten Aceh Tengah” ini mengangkat masalah bagaimanakah penyajian seni Karawitan pada kegiatan adat di Desa Damar Mulyo Kabupaten Aceh Tengah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dan jenis penelitiannya deskriptif. Dalam penelitian ini yang menjadi informan yaitu Pujo Warsono selaku pemangku adat di Desa Damar Mulyo, Supadi selaku pemusik seni Karawitan, Katri selaku sindhen dan Warjo selaku ketua kelompok Seni Karawitan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian mengungkapkan Seni Karawitan di Desa Damar Mulyo disajikan dalam beberapa acara adat seperti acara pernikahan, acara sunat rasul, memperingati hari-hari besar yaitu malam satu suro malam syawal dan hari ulang tahun desa. Penyajian seni Karawitan memiliki unsur pendukung: pemusik, alat musik, kostum dan rias, lagu yang disajikan, tempat pertunjukan, serta waktu. Jenis alat musik yang digunakan dalam penyajian seni Karawitan yaitu: Bonag barung,bonang penerie, gender barung, gender penerus, gender penembung, saron barung, saron penerus, saron penembung, gambang kayu, kenong, gendhang bem, gendhang ciblon, gendhang ketipung, rebab, siter penerus, gong suwukan, gong gedhe, kethuk dan kempyang. Busana yang digunakan oleh pemusik adalah blangkon, baju berbentuk jas berwarna putih dan kain sarung, sedangkan yang dikenakan oleh para pesindhen adalah baju kebaya sesuai keinginan pesindhen. Tatarias yang digunakan adalah tatarias sederhana. Judul lagu yang dinyanyikan berdasarkan permintaan dari tuan rumah namun dalam penyajian di acara adat pernikahan menggunakan seni Karawitan instrumen.Kata Kunci: penyajian seni Karawitan.
PROSES PEMBELAJARAN PADA SENTRA MUSIK BIOLA DI TK KHALIFAH BANDA ACEH Azwar Fajar; Ahmad Syai; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 3 (2017): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul “Proses Pembelajaran pada Sentra Musik biola di TK Khalifah Banda Aceh”. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana proses pembelajaran pada sentra alat musik biola di TK Khalifah Banda Aceh, serta kendala-kendala yang dialami dalam proses pembelajaran sentra alat musik biola di TK Khalifah Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran pada sentra musik biola di TK Khalifah Banda Aceh, serta kendala-kendala yang dialami dalam proses pembelajaran sentra musik biola di TK Khalifah Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah Guru dan siswa pada TK Khalifah Banda Aceh, objek penelitian ini yaitu Sentra Musik biola di TK Khalifah Banda Aceh. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai hal yang diteliti, wawancara untuk menggali keterangan yang lebih mendalam, dan dokumentasi yang dilakukan dengan cara menyelidiki benda-benda untuk membantu peneliti dalam menyelesaikan penelitian ini. Teknik analisis data yang dilakukan dengan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan verifikasi data (conclusion drawing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran musik biola di TK Khalifah Banda Aceh yang meliputi pemilihan metode, pengenalan alat musik beserta cara memainkannya. Kendala-kendala yang dialami ketika proses pembelajaran musik biola di TK Khalifah Banda Aceh terdapat beberapa kesulitan yang wajar seperti peserta didik tidak fokus pada saat latihan, guru tidak bisa mengajar dengan maksimal, kehadiran siswa tidak tepat waktu dan kurangnya pemahaman peserta didik terhadap gesekan nada yang telah diberikan. Proses pembelajaran sentra musik biola di TK Khalifah Banda Aceh pada dasarnya sama dengan pembelajaran pada TK lainnya. Sebelum guru melakukan pembelajaran, guru mempersiapkan hal-hal penting dalam proses belajar mengajar, yang meliputi perencanaan pembelajaran, mempersiapkan alat musik biola, dan mempersiapkan tempat pembelajaran. Kata Kunci: pembelajaran, sentra seni, musik biola
EKSISTENSI TARI RATEB MEUSEKAT DI GAMPONG MEUDANG ARA BARO KECAMATAN BLANG PIDIE KABUPATEN ACEH BARAT DAYA Badril Ummir; Taat Kurnita; Lindawati Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 3 (2017): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.543 KB)

Abstract

Penelitian yang berjudul “Eksistensi Tari Rateb Meusekat di Gampong Meudang Ara Baro Kecamatan Blang Pidie Kabupaten Aceh Barat Daya”, dengan mengangkat masalah bagaimana eksistensi tari Rateb Meusekat di Gampong Meudang Ara Baro kecamatan Blang Pidie Kabupaten Aceh Barat Daya dan faktor apa sajakah yang mempengaruhi eksistensi tari Rateb Meusekat di gampong Meudang Ara Baro kecamatan Blang Pidie kabupaten Aceh Barat Daya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana eksistensi tari Rateb Meusekat di gampong Meudang Ara Baro kecamatan Blang Pidie kabupaten Aceh Barat Daya dan untuk mendeskripsikan faktor apa saja yang mempengaruhi eksistensi tari Rateb Meusekat di gampong Meudang Ara Baro kecamatan Blang Pidie kabupaten Aceh Barat Daya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah 8 orang tuha lapan, 11 orang tuha peut, 1 orang ketua sanggar, keuchik dan 10 orang masyarakat di gampong Meudang Ara Baro kecamatan Blang Pidie kabupaten Aceh Barat Daya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengolahan data dengan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Rateb Meusekat sudah jarang dipertunjukkan pada acara pernikahan dan acara keagamaan. Saat ini hanya dipertunjukkan pada acara yang bentuknya bersifat formal sehingga tidak semua masyarakat dapat menyaksikan pertunjukan tari tersebut. Faktor yang mempengaruhi eksistensi tari Rateb Meusekat yaitu konflik yang terjadi di Aceh menghambat beberapa aktivitas masyarakat baik dari segi ibadah, aktivitas adat dan juga tari Rateb Meusekat sehingga mempengaruhi eksistensi tari Rateb Meusekat ini. Faktor selanjutnya yaitu: tari kreasi baru juga mempengaruhi tari Rateb Meusekat masyarakat lebih tertarik pada tari kreasi baru dibandingkan dengan tari Rateb Meusekat.   Keyword: eksistansi, tari Rateb Meusekat
PERUBAHAN BENTUK PENYAJIAN TARI GUEL DI KABUPATEN ACEH TENGAH (KAJIAN SEJARAH) Indah Nirmala Sari; Ahmad Syai; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 3 (2017): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research entitled “The form transformation of Guel dance in Central Aceh District (Historical study)”. Meanwhile, the problem of this research is how the Guel Dance in Central Aceh District transforms in terms of the dance form. This research aims to describe the form transformation of this Guel dance. This research use a qualitative approach in form of descriptive analysis. The subject of this research is the Guel dance’s artist and Guel dancer as well.  The object of this research is the form transformation of Guel dance in Central Aceh District. Technique of data collection in this research is done by observation to achieve a comprehensible image regarding the things being observed, an interview to seek the information deeply, and documentation which is done by investigating the belongings as well as pictures that can help the researcher in order to accomplish this research. The techniques of data analysis used are data reduction, data display, and conclusion drawing. The result of the research shows that Guel dance was originally presented as a tradition of welcoming the royal guests, this dance also presented in a certain families’ wedding parties. The Guel dance then had a change in form so it became the compulsory element that is presented in the Gayonese wedding celebration especially in the Central Aceh District and Bener Meriah. As the era keeps developing, the Guel dance has changed in terms of its form. Hence, this dance is widely presented for the purpose of entertaining and shown in a lot of art events among people in Central Aceh District. The Guel Dance is not changed specifically due to the fact that it still is the same in term of presentation, it only had a transformation in several parts such as the attire, musical instruments, and the number of the dancer. The Guel dance still show its originality by preserving the symbol of white elephant and Senggeda (didong) in its dance.Key words: Guel dance, form transformation

Page 1 of 1 | Total Record : 10