cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik
ISSN : 26202964     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Ilmiah Mahasiswa program studi pendidikan Sendratasik FKIP Unsyiah terbit 4 kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus dan Novembe.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2018): MEI" : 10 Documents clear
PEMBELAJARAN TARI TRADISIONAL ACEH PADA SANGGAR DI KOTA BANDA ACEH Intan Intan; Taat Kurnita; Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 2 (2018): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.93 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Pembelajaran Tari Tradisional Aceh Pada Sanggar di Kota Banda Aceh”. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pembelajaran tari tradisional Aceh pada sanggar di Kota Banda Aceh, dan kendala-kendala apa saja yang dialami dalam pembelajaran tari tradisional Aceh pada sanggar di Kota Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran tari tradisional Aceh pada sanggar di Kota Banda Aceh, dan untuk mendeskripsikan kendala-kendala yang dialami dalam pembelajaran tari tradisional Aceh pada sanggar di Kota Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Lokasi yang digunakan yaitu lima sanggar yang ada di Kota Banda Aceh. Subjek dalam penelitian ini adalah sanggar yang mengikuti pembelajaran tari tradisional Aceh yaitu sanggar Budaya Aceh Nusantara, sanggar Geunta Nanggroe, sanggar Putroe Phang, sanggar Radat, dan sanggar Seulaweut. Objek penelitian dalam penelitian ini yaitu pembelajaran tari tradisional Aceh. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran tari tradisional Aceh pada sanggar di Kota Banda Aceh sudah berjalan dengan baik. Walaupun diantaranya masih ada sanggar yang belum menggunakan komponen pembelajaran dengan sepenuhnya. Namun, dengan adanya usaha pelatih dalam meningkatkan kemampuan penari, maka kelima sanggar ini menerapkan beberapa tahapan kegiatan pembelajaran diantaranya dengan melakukan (1) kegiatan pra instruksional, (2) kegiatan instruksional, serta (3) kegiatan evaluasi/tindak lanjut. Pembelajaran tari tradisional Aceh ini juga terdapat kendala. Adapun kendala yang dialami ketika pembelajaran yaitu dari faktor (1) pelatih, (2) penari, dan (3) tempat. Kata Kunci: pembelajaran, tari tradisional Aceh  
PERUBAHAN BENTUK PADA BUSANA TRADISIONAL ADAT PERKAWINAN ACEH BESAR Siti Hawa; Taat Kurnita; Lindawati Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 2 (2018): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.93 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul “Perubahan Bentuk pada Busana Tradisional Adat Perkawinan Aceh Besar” mengangkat masalah tentang bagaimana motif ragam hias pada baju dan celana busana tradisional adat perkawinan Aceh Besar, bagaimana perubahan bentuk pada busana tradisional adat perkawinan Aceh Besar, dan faktor apa yang menyebabkan terjadinya perubahan bentuk pada busana tradisional adat perkawinan Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana motif ragam hias pada baju dan celana busana tradisional adat perkawinan Aceh Besar, bagaimana perubahan bentuk pada busana tradisional adat perkawinan Aceh  Besar,  dan faktor  apa  yang  menyebabkan  terjadinya  perubahan  bentuk  pada  busana tradisional adat perkawinan Aceh Besar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Lam Alu Raya Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar.  Subjek penelitian ini adalah  Manfarisyah  sebagai  orang  yang  menjaga  perlengkapan  adat,  Muhammad  Yatim sebagai tuha pheut, Tokoh-tokoh masyarakat yang mengetahui tentang perubahan bentuk pada busana tradisional adat perkawinan Aceh Besar, objek penelitian ini yaitu busana tradisional adat perkawinan Aceh Besar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif ragam hias pada baju dan celana  busana  tradisional adat perkawinan Aceh Besar  memiliki  bentuk  dan  nama  yang berbeda-beda yaitu Bungoeng Djohang, Bungoeng Puetjok Reubong, Bungoeng Keupula, Bungoeng Mantjang, Bungoeng Seumang,  Bungoenng  Pueta  Taloe Dua, Bungoeng  Aneuk Ablek, dan Bungoeng Dada Limpeun. Perubahan bentuk pada busana tradisional adat perkawinan  Aceh  Besar  terlihat  pada  bagian  warna  baju  pengantin  yang  dulunya  hanya memakai warna hitam, merah, kuning sekarang sudah memakai berbagai jenis macam warna lainnya, dan juga busana yang dulunya tidak menggunakan penutup kepala/kerudung bagi wanita  sekarang  sudah  memakainya.  Faktor penyebab  terjadinya  perubahan  bentuk  pada busana tradisional adat perkawinan Aceh Besar disebabkan karena adanya faktor kebudayaan dan juga faktor globalisasi. Kata Kunci : Bentuk, Busana Tradisional, Adat Perkawinan.
KAJIAN KOREOGRAFI TARI TRADISI BLANG KARYA M. RIZA Ismiyatul Zannah; Tri Supadmi; Ramdiana Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 2 (2018): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.93 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Kajian Koreografi Tari Tradisi Blang Karya M.Riza. Adapun yang menjadi masalah pada penelitian ini adalah Bagaimana koreografi Tari Tradisi Blang karya M.Riza. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tentang proses kreatif, dan mengetahui koreografi yang meliputi aspek bentuk, teknik dan isi serta tenaga, ruang dan waktu yang digunakan serta ciri khas atau gaya Tarian Tradisi Blang. Sumber data dan Lokasi dalam penelitian ini adalah Koreografer sanggar seni Geunaseh Banda Aceh dan lokasi peneltian terletak di sanggar seni Geunaseh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan mereduksi, display dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Tradisi Blang diciptakan pada tahun 2013 oleh Muhammad Riza yang diTarikan oleh 4 penari laki-laki dan 9 penari wanita yang dilengkapi dengan properti caping tani, pade bijeh, tampah, Dalong dan layang-layang. Tarian ini memiliki tujuh belas gerakan dan memiliki 36 pola lantai. Tari Tradisi Blang diiringi dengan alat musik tradisional Seperti Seurune Kale, Seruling, Rapa’i, Geundrang, Peluit Bambu dan Kerincing. Kajian koreografi Tari Tradisi Blang terdiri dari observasi, eksplorasi, improvisasi dan evaluasi. Tari tradisi Blang termasuk kedalam Tari pertunjukkan yang berfungsi sebagai hiburan semata.Kata Kunci: kajian, koreografi, Tari Tradisi Blang.
PROSES PEMBUATAN KAIN SONGKET TENUN DI DESA UJUNG TANAH KECAMATAN SAMADUA KABUPATEN ACEH SELATAN Susana Susana; Ismawan Ismawan; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 2 (2018): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.93 KB)

Abstract

ABSTRACTThe research, entitled "The Process of Making Woven Songket Ujung Tanah Village, Samadua, South Aceh" raised the problem how the process of making woven songket in Ujung Tanah Village, Samadua, South Aceh. This research aims to describe the process of making woven songket in Ujung Tanah Village, Samadua, South Aceh. The approach in this research is a qualitative approach and type of research used is qualitative research with descriptive methods. The source of the data in this research is Anita Suryani and Hasfamaidar who are songket weaving craftsmen in Ujung Tanah Village. The object in this study is the process of making songket in Ujung Tanah Village, Samadua, South Aceh. Data collection techniques are used with observation, interview and documentation techniques. Data analysis techniques use an inductive approach which includes 3 steps, namely: Data reduction, Data presentation and Data verification. The results of data analysis showed that the process of making songket fabric consisted of 5 stages, namely: Meuhani, Menyusuk, Menyisir, Making Motifs and Weaving. Keywords: process, making, songket weaving.
FUNGSI DAN BENTUK PENYAJIAN ALAT MUSIK CANANG DALAM PROSESI ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT GAYO DI KABUPATEN ACEH TENGAH Nurul Fitriah; Ahmad Syai; Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 2 (2018): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.93 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Fungsi dan Bentuk Penyajian Alat Musik Canang Dalam Prosesi Adat Perkawinan Masyarakat Gayo di Kabupaten Aceh Tengah. Dengan rumusan masalah Bagaimana fungsi alat musik Canang dalam prosesi adat perkawinan masyarakat Gayo di Kabupaten Aceh Tengah, dan Bentuk Penyajian alat musik Canang dalam prosesi adat perkawinan masyarakat Gayo di Kabupaten Aceh Tengah. Tujuan penelitian adalah untuk mendeksripsikan fungsi dan Bentuk Penyajian alat musik Canang dalam prosesi adat perkawinan masyarakat Gayo di Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif   dengan   jenis   penelitian   deskriptif.   Pengumpulan   data   dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi.  Teknik  analisis  data dilakukan  secara kualitatif yaitu berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 2 prosesi dalam adat perkawinan, yaitu Beguru yang berfungsi meliputi: (1) Canang sebagai hiburan (2) Canang sebagai ungkapan emosional (3) Canang sebagai sarana komunikasi (4) Canang sebagai simbolis, Mah bayi yang berfungsi meliputi: (1) Canang sebagai hiburan (2) Canang sebagai sarana komunikasi (3) Canang sebagai simbolis, dan bentuk penyajian  alat musik  Canang dalam prosesi Beguru meliputi: (1) Pemain Canang (2) Intrument yang digunakan yaitu, Canang, Memong, Gong Rebana, Pemukul Canang (3) Waktu dan tempat pertunjukan (4) Kostum pemain (5) Lagu/irama, dan bentuk penyajian alat musik Canang dalam prosesi  Mah bayi meliputi: (1) Pemain Canang (2) Intrument yang digunakan yaitu, Canang, Memong, Gong Rebana, Pemukul Canang, peluit (3) Waktu dan tempat pertunjukan (4) Kostum pemain (5) Lagu/irama. Kata Kunci: fungsi, bentuk penyajian, alat musik Canang
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR TARI TRADISIONAL GUEL DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO-VISUAL DAN TANPA AUDIO-VISUAL DI SMP N 1 DARUSSALAM Susi Triani; Aida Fitri; Lindawati Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 2 (2018): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.93 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Perbandingan Hasil Belajar Tari Tradisional Guel Dengan Menggunakan Media Audio-visual dan Tanpa Audio-visual di SMPN 1 Darussalam. Mengangkat masalah bagaimanakah perbandingan hasil belajar siswa kelas VIII-1 dan kelas VIII-2 pada materi tari tradisional Guel menggunakan media audio-visual dan tanpa audio-visual di SMPN 1 Darussalam. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil belajar siswa kelas VIII-1 dan kelas VIII-2 pada materi tari tradisional Guel menggunakan media audio-visual dan tanpa media audio-visual. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 1 Darussalam yang berjumlah 297 siswa. Sampel penelitian adalah kelas VIII-1 sebagai kelas eksperimen yang beranggotakan 21 siswa/i dan kelas VIII-2 sebagai kelas kontrol beranggotakan 26 siswa/i. Pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan pertimbangan tertentu (purposive sampling).Teknik Pengumpulan data diperoleh dengan tes praktik. Teknik analisis data dilakukan dengan mentabulasi data dalam daftar distribusi frekuensi dan uji hipotesis dengan menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa perbandingan hasil belajar siswa kelas VIII-1 dengan menggunakan media audio-visual tidak lebih meningkat dikarenakan pemutaran audio-visual yang sulit dihenti-hentikan ketika sedang berlangsung, dibandingkan siswa kelas VIII-2 yang tanpa menggunakan media audio-visual dengan perbandingan nilai yaitu 76 77. Dengan kriteria pengujian hipotesis, yaitu “terima H0, jika thitung ttabel dan dalam hal lain H0 ditolak”. Berdasarkan uji hipotesis diperoleh hasil bahwa terima H0 karena thitung ttabel yaitu 0,0002 2,05 dengan derajat kebebasan 25 dan taraf signifikan 0,05. Sehingga dapat dibuktikan bahwa hasil penelitian belajar menggunakan media audio-visual tidak sama dengan siswa yang tanpa menggunakan media audio-visual. Kata kunci: hasil belajar, media Audio-Visual.
FUNGSI DAN PENYAJIAN TARIAN RATOH DUEK PADA SANGGAR SENI SEULAWEUET Nurul Husna; Taat Kurnita; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 2 (2018): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.93 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Fungsi dan Penyajian Tarian Ratoh Duek pada Sanggar Seni Seulaweuet” mengangkat masalah bagaimana Fungsi dan Penyajian Tarian Ratoh Duek pada Sanggar Seni Seulaweuet. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan Fungsi dan Penyajian Tarian Ratoh Duek pada Sanggar Seni Seulaweuet. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif   dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari pelatih dan penari Ratoh Duek pada Sanggar Seni Seulaweuet. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan mereduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penyajian Tarian Ratoh Duek   pada Sanggar Seni Seulaweuet meliputi gerak, iringan berupa syair, pola lantai, tata rias, busana, dan pentas pertunjukan. Secara keseluruhan Fungsi Penyajian Tarian Ratoh Duek adalah sebagai media untuk memperkenalkan  tarian  Aceh  di  kancah  Nasional  dan  sebagai  sarana  hiburan  serta sarana  pertunjukan  untuk  dapat  dipertontonkan  pada  suatu  acara  atau  pentas  seni lainnya dan dapat menciptakan sebuah kesinambungan sosial  dalam masyarakat. Kata Kunci: fungsi, penyajian tari Ratoh Duek
RAGAM MOTIF DAN MAKNA YANG TERDAPAT PADA KUPIAH RIMAN DI DESA ADAN MEUNASAH DAYAH KECAMATAN MUTIARA TIMUR KABUPATEN PIDIE Zakiati Am; Ismawan Ismawan; Lindawati Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 2 (2018): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.93 KB)

Abstract

ABSTRAK            Penelitian yang berjudul Ragam Motif dan Makna yang terdapat pada Kupiah Riman di desa Adan Meunasah Dayah Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie ini, mengangkat masalah apa saja ragam motif dan makna yang terdapat pada Kupiah Riman di desa Adan Meunasah Dayah Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ragam motif dan makna yang terdapat pada Kupiah Riman di desa Adan Meunasah Dayah kecamatan Mutiara Timur kabupaten Pidie. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan semiotik atau semiologi dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah Badriah sebagai pemilik tempat produksi Kupiah Riman sekaligus pengrajin. Murniati juga sebagai salah satu pengrajin Kupiah Riman di desa Adan Meunasah Dayah, ia juga memasarkan hasil kerajinan Kupiah Riman tersebut. Objek dalam penelitian ini adalah Kupiah Riman di desa Adan Meunasah Dayah Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik semiotik semantik. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ragam motif dan makna yang terdapat pada Kupiah Riman di desa Adan Meunasah Dayah Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie yaitu, motif Pinto Aceh (terbuka), Bungong Kupula (kesuburan), Bungong Jeumpa (keharuman), Gareh Peulangi (keindahan), Pucok Reubong (adat istiadat), Pucok Meuriya (kedudukan tinggi), Mutiara (keindahan), Bintang (keindahan), Petak (keindahan), Awan (keindahan), Taloe Ie (penjaga), dan Bata Meususon (keindahan).Kata Kunci: ragam motif, makna, Kupiah Riman
BENTUK PENYAJIAN DAN MAKNA GERAK TARI TRADISIONAL LANDOK ALUN DI DESA TELENGAT PAGAN KABUPATEN ACEH TENGGARA Hikma Afnia Sara; Taat Kurnita; Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 2 (2018): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.93 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Bentuk Penyajian dan Makna Gerak Tari Tradisional Landok Alun di Desa Telengat Pagan Kabupaten Aceh Tenggara”. Mengangkat masalah bagaimana Bentuk Penyajian Tari Tradisional Landok Alun di Desa Telengat Pagan Kabupaten Aceh Tenggara dan bagaimana Makna Gerak Tari Tradisional Landok Alun di Desa Telengat Pagan Kabupaten Aceh Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian tari tradisional Landok Alun di Desa Telengat Pagan Kabupaten Aceh Tenggara, dan mendeskripsikan makna gerak tari tradisional Landok Alun di Desa Telengat Pagan Kabupaten Aceh Tenggara. Pendekatan pada penelitian ini adalah pendekatan Kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah tokoh masyarakat dan seluruh penari tari Landok Alun dan objek dalam penelitian ini adalah bentuk penyajian dan makna gerak tari tradisional Landok Alun di Desa Telengat Pagan Kabupaten Aceh Tenggara. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tarian Landok Alun ini disajikan pada acara adat pernikahan, sunat Rasul dan acara Adat dan Kebudayaan. Tema dari tari Landok Alun ialah kegembiraan dari para petani yang mendapatkan lahan pertanian yang baru dengan kondisi tanah yang baik. Tari Landok Alun diartikan sebagai tarian yang lembut atau lambat, dalam hal ini yang perlu ditekankan arti alun yaitu lembut atau lambat bukan dalam gerak tarinya saja, akan tetapi alun diartikan lambat dalam hal ruang gerak tarinya yang tidak jauh berpindah dari satu posisi ke posisi yang lain. Tari Landok Alun hanya menggunakan pola lantai horizontal. Instrumen musik pengiring adalah lantunan syair yang dilantunkan seperti melagam (bersenandung) dan alat musik pengiring lainnya yaitu canang. Rias penari hanya menggunakan rias natural. Busana yang digunakan adalah busana khas Alas yang disebut baju mesikhat dengan dilengkapi penutup kepala yang disebut dengan bulang buluh. Tempat pementasan tari Landok Alun di ruangan tertutup atau di halaman terbuka (lapangan). Kata Kunci: bentuk penyajian, makna gerak, tari tradisional Landok Alun. 
POLA RITME RAPA’I HAJAT DI SANGGAR RAPA’I TUHA DESA LAMREUNG ACEH BESAR Reza Fahlevi; Rida Safuan Selian; Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 2 (2018): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.93 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Pola Ritme Rapa’i Hajat di sanggar Rapa’i Tuha desa Lamreung Aceh Besar. Mengangkat masalah tentang bagaimana pola ritme rapa’i pada rapa’i hajat di sanggar Rapa’i Tuha desa Lamreung Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola ritme rapa’i hajat di sanggar Rapa’i Tuha desa Lamreung Aceh Besar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah Sulaiman sebagai syeh dan pemain Rapa’i. Sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah pola-pola ritme rapa’i hajat. Teknik pengolahan dan analisis data dengan mereduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk penulisan pola ritme rapa’i sampai saat ini belum memiliki notasi ritme baku yang dapat dijadikan pedoman dalam menentukan cara penulisan pola ritme atau pola pukulan dalam memainkan rapa’i dalam bentuk notasi. Para pemain rapa’i telah mengikuti notasi-notasi yang telah dibuat oleh penulis dalam memainkan rapa’i hajat. Oleh karena penulis masih mengikuti standar penulisan pola ritme pada umumnya serta dalam penentuan simbol ritme rapa’i peneliti akan menggunakan simbol-simbol yang peneliti ketahui. Pola irama rapa’i hajat ini berbeda dengan rapa’i lain pada umumnya, karena pola irama rapa’i yang digunakan oleh pemain rapa’i hanya menggunakan pukulan rapa’i sa, dua, dan rapa’i lhee. Kata Kunci: pola ritme, rapa’i hajat.

Page 1 of 1 | Total Record : 10