cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
METAMORFOSA Journal of Biological Sciences
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23025697     EISSN : 26558122     DOI : -
METAMORFOSA is an electronic scientific journal published periodically by the Master of Biology Udayana University, which includes scientific works in the field of Biology.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2018)" : 20 Documents clear
TINGKAT KESUBURAN PERAIRAN BERDASARKAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON DI DANAU BATUR, KINTAMANI, BALI I Gusti Ayu Novie Sidaningrat; I Wayan Arthana; Endang Wulandari Suryaningtyas
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2018.v05.i01.p12

Abstract

Danau Batur merupakan danau terbesar di Bali yang terletak di daerah Kintamani, Kabupaten Bangli. Danau Batur berada pada ketinggian 1.050 meter di atas permukaan laut (dpl) yang secara geografis terletak pada posisi 115022’42,3”-115025’33,0” Bujur Timur dan 8013’24,0”-8017’13,3” Lintang Selatan. Permukaan air Danau Batur memiliki luas yaitu 16,05 km2, dengan volume air 815,38 juta m3 dan kedalaman rata-rata 50,8 m. Luas daerah tangkapan 105,35 km2, selain itu kegiatan lain yang dilakukan di sekitar Danau Batur adalah kegiatan pertanian (49,35%), budidaya keramba jaring apung, pemukiman penduduk (2,22%), kegiatan pariwisata, dan dermaga. Kegiatan tersebut dapat menambah masukan unsur hara ke perairan yang berpengaruh terhadap kesuburan perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan fitoplankton yang dapat dijadikan sebagai indikator kesuburan perairan Danau Batur. Hasil penelitian komunitas plankton didukung dengan keanekaragaman jenis fitoplankton sebanyak 16 spesies dari 4 filum. Nilai kelimpahan fitoplankton berkisar antara 2.686-2.983 individu/Liter yang termasuk ke dalam perairan mesotrofik (tingkat kesuburan perairan sedang). Hasil pengukuran parameter kualitas air secara berturut-turut dengan kisaran nilai suhu 24,9-25,60C; pH 9,02-9,06; DO 4,4-5,0 mg/L; kecerahan 119,1-138,4 cm; nitrat 0,452-0,598 mg/L; dan fosfat 0,33 -0,488 mg/L.
STUDI HISTOPATOLOGI INSANG IKAN NILA (Oreochromis niloticus, Linn.) DITINJAU DARI KADAR AMMONIA (NH3) DI DANAU BATUR, BALI Desak Wira Triana Wandari; I Wayan Restu; Endang Wulandari Suryaningtyas
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2018.v05.i01.p01

Abstract

Danau Batur merupakan danau terbesar di Pulau Bali yang berada di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Insang ikan Nila digunakan sebagai indikator karena merupakan organ yang sangat sensitif terhadap perubahan kualitas air. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kondisi lingkungan perairan dan gambaran histopatologi insang Ikan Nila ditinjau dari kadar Ammonia (NH3) di Danau Batur. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Maret 2016 dengan metode yang digunakan adalah observasi langsung dan purposive sampling pada 5 Stasiun di Danau Batur. Analisis histopatologi dilakukan di laboratorium histopatologi, Balai Karantina Ikan dan pengendalian Mutu kelas 1 Denpasar, Bali. Sampel histopatologi insang dianalisa melalui proses isolasi, fiksasi, dehidrasi dan pembenaman pada paraffin dan pewarnaan dengan Haematoxylin-Eosin. Hasil kualitas air menujukkan nilai pH 8,71-9,08, nilai suhu 25,4-30,0°C, kadar DO 3,8-5,1 mg/L yang masih sesuai pada ambang baku mutu kelas III untuk kegiatan perikanan, sedangkan kadar NH3 0,027-0,105 mg/L berada di atas nilai ambang baku mutu air kelas III untuk kegiatan perikanan mengacu pada PP Nomor 81 Tahun 2001 tentang Pengolahan Kualitas Air dan Pencemaran Air. Hasil pengamatan histopatologi memperlihatkan adanya perubahan yang ditinjau dari kadar NH3. Perubahan yang terjadi pada insang berupa fusi, hiperplasia, apoptosis, telengiektasis dan haemoragii.
STUDI JAMUR POLYPORUS LIAR YANG BISA DIKONSUMSI (CENDAWAN ELANG) DI KECAMATAN KAYU ARO BARAT, KABUPATEN KERINCI, JAMBI Dalli Yulio Saputra; Nurmiati Nurmiati; Periadnadi Periadnadi
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2018.v05.i01.p17

Abstract

Penelitian tentang studi jamur genera Polyporus liar (Cendawan Elang) yang bisa dikonsumsi telah dilaksanakan di Kecamatan Kayu Aro Barat, Kabupaten Kerinci dengan metode survei yang dianalisis secara deskriptif. Sampel dikoleksi secara purposive. Jamur liar konsumsi dengan nama lokal "Cendawan Elang" merupakan salah satu jamur dari genus Polyporus. Jamur ini hidup saprofit pada tumbuhan Ficus racemosa dan Alstonia scholaris yang telah mati dan lapuk dengan pH 4,78-5,03 pada suhu 16-28oC dan kelembaban udara 66-97% di ketinggian 1625-1853 mdpl.
KARAKTERISTIK BUAH, BIJI DAN KANDUNGAN MINYAK DARI TANAMAN NON PANGAN DI PULAU SERANGAN BALI . Ramdhoani; Ni Luh Arpiwi; A.A. Ketut Darmadi
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2018.v05.i01.p08

Abstract

Berbagai upaya diversifikasi energi perlu dilakukan untuk mengatasi kelangkaan minyak di Indonesia. Salah satu upaya diversifikasi energi adalah melalui penyediaan energi alternatif terbarukan seperti biodisel yang bisa dihasilkan dari minyak nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran buah, biji dan mengukur kandungan minyak dari tanaman non pangan yang tumbuh di Pulau Serangan. Minyak tersebut dipakai sebagai bahan baku biodisel. Metode yang digunakan adalah metode jelajah untuk mengoleksi buah yang sudah masak panen untuk diambil bijinya. Buah dikeringkan kemudian dimensi buah dan biji diukur. Minyak diekstrak dari biji dengan pelarut heksan menggunakan alat soklet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh 10 spesies tanaman non-pangan dengan ukuran buah dan biji sangat beragam di Pulau Serangan. Kandungan minyak dari yang tertinggi sampai terendah berturut turut sebagai berikut: ketapang (Terminalia catappa) 27,06 %, kupu-kupu (Bauhinia purpurea L.) 25,30 %, asam londo (Pithecellobium dulce) 20,43%, kembang merak (Caesalphinia pulcherima) 15,03 %, jarak kaliki (Riccinus communis) 14,23 %, lamtoro (Leucaena leucocephala) 13,86 %, tanjung (Mimusops elengi) 13,83 %, gorek (Caesalpinia bonducella)11 %, flamboyan (Delonix regia)10,93 %, sawo kecik (Manilkara kauki) 10,10 %.
STUDI PENDAHULUAN KADAR TIMBAL DAN KADMIUM DALAM AIR DAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus, Linn.) SEBAGAI KAJIAN KUALITAS AIR DI BENDUNGAN TELAGA TUNJUNG, BALI Made Octiya Arimardewi; I Wayan Restu; Suprabadevi Ayumayasari Saraswati
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2018.v05.i01.p13

Abstract

Bendungan Telaga Tunjung terletak di Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Dalam perkembangannya, wilayah sekitar bendungan dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian, industri serta pemukiman yang memungkinkan terdapatnya masukan bahan pencemar seperti logam berat. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan penelitian mengenai kualitas perairan ditinjau dari kandungan logam berat, mengingat fungsi bendungan yang dimanfaatkan untuk masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsentrasi kandungan logam berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) pada kolom air dan ikan nila (Oreochromis niloticus, Linn.) di Bendungan Telaga Tunjung, yang dilakukan pada bulan Februari 2016. Metode yang digunakan adalah metode purposive sampling, dengan teknik pengambilan sampel air dilakukan secara komposit pada 5 stasiun berdasarkan perwakilan perairan bendungan. Pengambilan sampel air dilakukan sebanyak 3 kali setiap 2 minggu, dan pengambilan sampel ikan dilakukan secara acak sebanyak 1 ekor setiap 2 minggu. Kandungan logam berat dianalisis menggunakan alat Plasma Atomic Emission Spectrometer ICPE-9000. Kosentrasi logam berat Timbal (Pb) di badan air yang diperoleh berkisar 0 – 0,009 mg/l, dan Kadmium (Cd) berkisar 0,135 – 0,310 mg/l. Pada ikan nila, konsentrasi timbal tidak dapat terdeteksi, dan konsentrasi kadmium yang di dapat berkisar 0,330 – 0,728 mg/kg. Hasil tersebut menunjukkan bahwa perairan di Bendungan Telaga Tunjung telah tercemar oleh logam berat Kadmium (Cd), karena telah melebihi ambang baku yang ditetapkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 8 Tahun 2007 tentang Baku Mutu Lingkungan Hidup dan Kriteria Baku Kerusakan Lingkungan Hidup Kelas II yaitu sebesar 0,03 mg/l, dan melebihi ambang baku yang ditetapkan SNI (Standar Nasional Indonesia) 7387:2009 sebesar 0,1 mg/kg untuk ikan dan hasil olahannya.
POLA AKTIVITAS TAPIR (Tapirus indicus Desmarest 1819) DI HUTAN KALAWEIT SUPAYANG, KABUPATEN SOLOK, PROVINSI SUMATERA BARAT Erik Marlius; Wilson Novarino; Rizaldi Rizaldi; Asferi Ardiyanto
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2018.v05.i01.p03

Abstract

Penelitian mengenai pola aktivitas tapir dilakukan di Hutan Supayang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat dari bulan Desember 2015 sampai Mei 2016 dengan menggunakan teknik kamera jebak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola aktivitas tapir di Hutan Kalaweit Supayang. Selama 129 hari aktif kamera, didapatkan 18 gambar tapir yang terdiri dari 2 foto dan 16 video. Semua gambar tapir juga mencatat waktu terekam tapir oleh kamera. Tapir terekam antara pukul 06.00-08.00 (pagi), 18.00-20.00 (petang), dan 20.00-06.00 (malam). Tidak ada gambar tapir yang terekam antara pukul 08.00-18.00 (siang). Berdasarkan waktu terekam oleh kamera, tapir beraktivitas nocturnal dan crepuscular.
KARAKTERISTIK SARANG TEMPUA Ploceus philippinus (Linnaeus, 1766) DI AREA PERSAWAHAN GURUN AUR, KECAMATAN BANUHAMPU, KABUPATEN AGAM, SUMATERA BARAT . Merry; Wilson Novarino; Rizaldi Rizaldi
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2018.v05.i01.p18

Abstract

Penelitian tentang karakteristik sarang tempua Ploceus Philippinus di area persawahan Gurun Aur, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, telah dilaksanakan dari bulan Maret sampai Mei 2016 dengan metode survey langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karakteristik dan material penyusun sarang. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa bentuk sarang burung tempua secara umum menyerupai pendulum di pelepah daun pohon kelapa dengan rata-rata tinggi sarang 7,81 m dari permukaan tanah. Sarang mengantung di pelapah pohon kelapa dengan pintu masuk dari bawah.Bentuk sarang yang belum lengkap juga ditemukan jika burung gagal mendapatkan pasangan. Sarang ini menyerupai kubah berbeda dengan sarang yang telah lengkap berbentuk seperti kantung dengan variasi lonjong dan bentuk ginjal. Sarang juga memiliki nilai yang bervariasi pada ukuran panjang, berat dan tinggi gantungan. Bahan yang digunakan burung tempua membangun sarang sebagian besar dari potongan rumput (Graminae) dan malai tumbuhan Imperata cylindrica untuk alas chamber (ruang telur).
AKTIVITAS HARIAN ELANG BRONTOK (Nisaetus cirrhatus) DI PUSAT KONSERVASI ELANG KAMOJANG Nabila Ghitha Safanah; Ruhyat Partasasmita; Zaini Rakhman
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2018.v05.i01.p09

Abstract

Peranan elang brontok (Nisaetus cirrhatus) di alam adalah predator pengendali suatu ekosistem. Elang ini merupakan salah satu jenis burung pemangsa yang terancam oleh deforestasi, gangguan manusia, dan pemburuan liar, sehinga dapat menyebabkan penurunan jumlah spesies ini di alam. Akibat dari elang brontok yang ditangkap kemudian dipelihara adalah terjadinya perubahan perilaku alami ketika burung tersebut berada di kandang. Untuk pemulihan perilaku tersebut perlu dilakukan rehabilitasi, sehingga elang dapat dilepasliarkan kembali ke alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas harian elang brontok pada masa rehabilitasi. Penelitian dilakukan di Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK), Garut Jawa Barat Metode yang digunakan adalah observasi lapangan dengan menggunakan metode ad-libitum. Pada saat pengamatan elang brontok dalam kandang dicatat seluruh aktivitasnya. Pengamatan dilakukan setiap 3 hari pada tiap minggu, selama 5 minggu. Aktivitas yang diamati adalah aktivitas diam, bergerak, makan, dan lain-lain. Hasil penelitian didapatkan bahwa aktivitas diam merupakan aktivitas dengan proporsi terbesar dengan 74%, sedangkan aktivitas lain-lain sebesar 4% seperti menggerakkan ekor, mematuk kayu tempat bertenggernya, dan mengawasi mangsa merupakan aktivitas dengan proporsi terkecil pada masa rehabilitasi.
IDENTIFIKASI DAN PREVALENSI ENDOPARASIT PADA KAMBING DI KOTA PADANG, SUMATERA BARAT Marta Yufa; Mairawita Mairawita; Henny Herwina
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2018.v05.i01.p14

Abstract

Kambing merupakan hewan ternak yang banyak dikonsumsi oleh masyrakat di Kota Padang. Pertumbuhan populasi kambing belum sebanding dengan angka permintaan yang terus meningkat, hal ini disebabkan umumnya kambing ini dipelihara secara tradisional dalam skala kepemilikan kecil sehingga pemeliharaannya kurang diperhatikan dan dapat menyebabkan kambing mudah terserang oleh parasit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis parasit pada kambing di Kota Padang serta mengetahui prevalensi masing-masing jenis. Penelitian ini dilakukan sejak bulan April hingga Mei 2016 di lima lokasi di Kota Padang dan Laboratorium Taksonomi Hewan Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Andalas. Sampel feses dikoleksi dari 25 ekor kambing, pemeriksaan sampel feses dilakukan dengan metode sentrifugasi-flotasi. Hasil penelitian didapatkan dua jenis endoparasit yaitu: Trichostrongylus sp. (nilai prevalensi 64%) dan jenis tidak teridentifikasi (Unidentified sp.) dari famili Taeniidae (nilai prevalensi 16%).
UJI AKTIVITAS EKSTRAK BIJI KAPUK RANDU (Ceiba pentandra Gaertn.) TERHADAP PERILAKU KAWIN TIKUS (Rattus norvegicus) JANTAN Dessy Sukma Wirastuti; Ngurah Intan Wiratmini; Sang Ketut Sudirga
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2018.v05.i01.p02

Abstract

Kapuk randu (Ceiba pentandra Gaertn.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki banyak manfaat untuk masyarakat. Tanaman ini dimanfaatkan sebagai penahan tanah dari erosi, tanaman peneduh, bahan pengisi kasur dan pakan ternak. Saat ini biji kapuk randu banyak dikembangkan sebagai bahan obat kontrasepsi herbal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak biji kapuk randu (Ceiba pentandra Gaertn.) terhadap perilaku kawin tikus (Rattus norvegicus) jantan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 kelompok perlakuan dan 8 ulangan yaitu P0 (aquades dan tween 80), P1 (0,07 mg/kg BB ekstrak biji kapuk randu), P2 (0,12 mg/kg BB ekstrak biji kapuk randu), P3(0,24 mg/kg BB ekstrak biji kapuk randu). Pemberian perlakuan ekstrak biji kapuk dilakukan selama 33 hari dengan pengamatan perilaku kawin dilakukan 3 hari sekali. Parameter yang diamati untuk menilai adanya perilaku kawin adalah jumlah kissing vagina, jumlah mount jumlah intromission. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji kapuk randu memberikan pengaruh yang nyata terhadap perilaku kawin tikus jantan yang ditunjukkan dengan menurunnya jumlah kissing vagina, jumlah mount dan jumlah intromission tikus jantan kelompok perlakuan.

Page 2 of 2 | Total Record : 20