cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019" : 15 Documents clear
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE DEEP DIALOGUE DENGAN TIPE READ PADA PADA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI SMA NEGERI 6 BANDA ACEH . Ermilawati; Syamsul Bardi; Thamrin Kamaruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan cara membandingkan hasil belajar siswa menggunakan dua model pembelajaraan yaitu model pembelajran deep dialogue dan model pembelajaran read pada mata pelajaran Geografi SMA Negeri 6 Banda Aceh. Rumusan masalah dalam penelitian ini ialah, apakah hasil belajar siswa yang  dengan menggunakan model kooperatif tipe Deep Dialogue lebih baik daripada tipe Read pada mata pelajaran geografi siswa Kelas XI SMA Negeri 6 Banda Aceh. Tujuan pepenelitian ini adalah untuk melihat apakah perbandingan hasil belajar siswa menggunakan model kooperatif tipe Deep Dialogue  lebih baik daripada tipe Read pada mata pelajaran georgrafi siswa Kelas XI SMA Negeri 6 Banda Aceh. Pendekatan ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive sampling. Populasi dalam peneltian ini ialah siswa Kelas XI–IS 1 merupakan Kelas eksperimen I dan XI-IS II merupakan Kelas eksperimen II. Cara mengumpulkan  data dilakukan dengan memberi  tes kepada siswa, yaitu pretest dan posttest. Hasil  pengolahan  data penelitian dengan perolehan thitung = 15,71 dan ttabel = 1,69 dengan taraf signifikan 5%  dengan dk= 41 artinya thitung ttabel sehingga Ha diterima dan H0 ditolak . Dengan diterima Ha berarti hipotesis dalam penelitian ini diterima. Berdasarkan hasill eksperimen yang  telah dilakukan, maka dapat di simpulkan bahwa hipotesisi dalam penelitian ini menyatakan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Deep Dialogue lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa menggunakan  model Read di SMA Negeri 6 Banda Aceh dapat diterima kebenarannya. Kata Kunci : perbandingan, hasil belajar, deep dialogue, read, geografi
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL DAN MEDIA ANIMASI MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI MTSN 4 RUKOH BANDA ACEH Satria Andika; Abdul Wahab Abdi; Novia Zalmita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran adalah suatu pola, cara-cara maupun langkah-langkah pembelajaran tertentu yang diterapkan oleh guru agar tujuan dari pembelajaran tercapai. Model yang digemari oleh siswa dalam proses belajar mengajar adalah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Model pembelajaran kooperatif atau kelompok akan lebih efektif jika menggunakan unsur media seperti media audio visual dan media animasi. Yang menjadi latar belakang masalah dalam penelitian ini yaitu kurangnya penerapan media dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa menggunakan media audio visual dan media animasi pada mata pelajaran IPS Terpadu di MTsN 4 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VII  yang berjumlah 222 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling yaitu pemilihan sampel dengan kreteria tertentu, sampel dalam penelitian ini yaitu kelas VII-1 yang berjumlah 24 orang dan kelas VII-2 yang berjumlah 26 orang. Teknik untuk memperoleh data berupa pemberian test kepada siswa, yakni pre-test (tes awal) dan post-test (tes akhir). Pengolahan hasil test dilakukan dengan teknik uji-t. Dari hasil pengolahan  data penelitian didapatkan thitung = 2,63 dan ttabel = 1,68 dengan taraf kesalahan 5% dengan drajat kebebasan atau dk = 48, artinya thitung ttabel sehingga Ha diterima. Yang berarti hasil belajar peserta didik dengan menggunakan media audio visual lebih baik dibandingkan dengan media animasi pada mata pelajaran IPS Terpadu di MTsN 4 Banda Aceh. Nilai rata-rata peserta didik yang dibelajarkan dengan menggunakan media audio visual adalah 78 dan hasil belajar peserta didik yang diajarkan dengan menggunakan media animasi adalah 74. Kata Kunci: Model Pembelajaran, Media Audio Visual, Media Animasi.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE DENGAN THINK TALK WRITE PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VIII SMPN 3 MONTASIK Alfathal Dina; Syamsul Bardi; Mirza Desfandi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berkaitan dengan membandingkan hasil belajar peserta didik dari dua model pembelajaran yaitu Think Pair Share dan Think Talk Write. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar peserta didik yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran Think Talk Write pada mata pelajaran IPS Terpadu Kelas VIII SMPN 3 Montasik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar peserta didik yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran Think Talk Write pada mata pelajaran IPS Terpadu Kelas VIII SMPN 3 Montasik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMPN 3 Montasik yang berjumlah 62 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, diambil hanya dua kelas yaitu kelas VIII-1 sebanyak 20 siswa dan kelas VIII-2 sebanyak 19 siswa. Teknik pengumpulan data berupa pemberian test kepada peserta didik, yakni pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t diperoleh thitung= 7,07 dan ttabel= 1,68 pada taraf signifikansi 5% dan dk = 37, sesuai dengan kriteria uji jika thitung ttabel sehingga Ha diterima. Simpulan dari penelitian ini adalah hasil belajar peserta didik menggunakan model pembelajaran Think Pair Share lebih baik daripada hasil belajar peserta didik menggunakan model pembelajaran Think Talk Write pada mata pelajaran IPS Terpadu Kelas VIII SMPN 3 Montasik. Kata kunci: perbandingan, hasil belajar, Think Pair Share, Think Talk Write, IPS Terpadu
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BELAJAR EVERYONE IS A TEACHER HERE PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VII SMP NEGERI 10 BANDA ACEH Mega Novita Sari; . Hasmunir; Thamrin Kamaruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses belajar merupakan perencanaan dasar bagi seorang guru mengenai tata cara pelaksanaan belajar secara tanggung jawab dalam mengorganisasikan pengetahuan belajar guna mempreoleh tujuan belajar dan diharapkan mampu meningkat aktivitas siswa dalam proses belajardan hasil belajar yang optimal. Terdapat beberapa proses belajar Student Facilitator and Explaining dan Everyone is a Teacher Here yang dapat meningkatkan kemampuan dan keaktifan siswa selama proses belajar. Rumusan masalah dalam penelitian bagaimana hasil belajar mata pelajaran IPS Terpadu yang menggunakan model belajar Student Facilitator and Explaining lebih bagus dari model belajar Everyone is a Teacher Here pada siswa Kelas VII SMP Negeri 10 Banda Aceh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menelaah apakah hasil belajar mata pelajaran IPS Terpadu menggunakan model belajar Student Facilitator and Explaining lebih bagus daripada model belajar Everyone is a Teacher Here pada siswa kelas VII SMP Negeri 10 Banda Aceh. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah siswa Kelas VII dengan jumlah 135 siswa. Purposive Sampling adalah tehknik yang digunakan pada pengambilan sampel, yaitu hanya 22 siswa dari Kelas VII-1 dan21 siswa dari Kelas VII-2. Total sampel yang digunakan sebanyak 43 siswa. Dimana 43 siswa tersebut akan diberikan pre-test dan post-test sebagai teknik pengambilan data dan teknik pengolahan data menggunakan uji-t. Hasil data yang diolah pada penelitian ini, peneliti memperoleh thitung= 3,80 dan ttabel =1,68 dimana taraf signifkansi 5%  dan dk = 41, artinya thitungttabelHa diterima. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa hasil belajar siswa yang menggunakan model belajar Student Facilitator and Explaining lebih baik dibandingkan dengan model belajar Everyone is a Teacher Here pada siswa Kelas VII SMP Negeri 10 Banda Aceh. Nilai rata-rata siswa pada belajar  model Student Facilitator and Explaining adalah 74,77 dan di belajar model Everyone is a Teacher Here adalah 68,07. Kata Kunci: hasil belajar, Student Facilitator and Explaining, Everyone is a Teacher Here, IPS Terpadu.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY DENGAN TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DEVISION DALAM MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS X DI SMA NEGERI 7 BANDA ACEH Fatihaddin Syarif; . Hasmunir; Alamsyah Taher
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul “Perbandingan Hasil Belajar Peserta didik Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray dan Tipe Student Team Achievement Devision Dalam Pelajaran Geografi Kelas X di SMA Negeri 7 Banda Aceh” ini mngangkat masalah apakah hasil belajaar peserta didik yang diajarkan menggunakan model 1 Dengan model 2 dalam mapel geografi ruang 10 di SMA Negeri 7. Penelitian ini tujuannya untuk mengetahui perbandingan hasil belajar geografi peserta didik ruang x SMA Negeri 7 BNA yang diajarkan menggunakan model A dengan model B. Populasi Penelitian ini adalah peserta didik kelas 10 IPS tahun ajaran 20018/2019. diamabil X IPS-1 36 peserta didik X IPS-3 35 peserta didik. Perolehan data dari dokumentasi dan tesst. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t. Hasil pengolahan data penelitian diperoleh thitung = 2,99 ttabel = 1,67 pada taraf signifikan 5% dan dk= 56, artinya thitung ttabel sehingga Ha di terima. Simpulan yang dapat diambil hasil belajar geografi siwa di SMAN 7 Banda Aceh yang diajarkan dengan model 1 lebih baik dari pada model 2 pada mapel geografi ruang 10 SMAN 7. Kata kunci: Model Pembelejaran, Two stay Two Stray, Student Team Achievement Devision.
HUBUNGAN MOTIVASI BERPRESTASI DAN DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA TERHADAP PROKRASTINASI AKADEMIK MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI UNIVERSITAS SYIAH KUALA Amelia Fitri; Syamsul Bardi; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul hubungan motivasi berprestasi dan dukungan sosial orang tua terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Syiah Kuala. Rumusan masalah penelitian ini adalah apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan dukungan sosial orang tua terhadap perilaku prokrastinasi akademik pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan dukungan sosial orang tua terhadap perilaku prokrastinasi akademik pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Syiah Kuala. Hipotesis penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif antara motivasi berprestasi dan dukungan sosial orang tua terhadap prokrastinasi akademik  pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan  metode nonparametrik. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan angket penelitian kepada sampel berjumlah 73 orang yang terdiri dari angkatan 2013, 2014, 2015, 2016 dan 2017. Penyebaran angket dilakukan dengan teknik Accidental  Sampling . Uji korelasi dalam penelitian ini menggunakan korelasi Kendall Tau pada taraf signifikansi 0,05. Koefisien korelasi variabel motivasi berprestasi dan prokrastinasi akademik adalah -0,320 dengan nilai signifikansi 0,006 (p 0,05). Sedangkan nilai koefesien korelasi variabel dukungan sosial orang tua dan prokrastinasi akademik adalah -0,11 dengan nilai signifikansi 0,348 (p 0,05). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel motivasi berprestasi terhadap prokrastinasi akademik. Sebaliknya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel dukungan sosial orang tua terhadap prokrastinasi akademik. Kata Kunci: hubungan, motivasi berprestasi, dukungan sosial orang tua, prokrastinasi akademik.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION DENGAN TIPE QUIZ TEAM PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI SMA NEGERI 4 TANAH JAMBO AYE KABUPATEN ACEH UTARA Muhammad Kalbadri; Abdul Wahab Abdi; Alamsyah Taher
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam penelitan ini adalah apakah prestasi peserta yang diberi perlakuan dengan model pembelajaran Koperatif Tipe STAD lebih meningkat dibandingkan Quiz Team terhadap mata pelajaran geografi. maksud dari penulisan skripsi ini adalah untuk mengambil kesimpulan mengenai prestasi belajar siswa yang dibimbing dengan menggunakan model pembelajaran koperatif tipe Student Team Achievement Division apakah lebih baik jika dibandingkan dengan model pembelajaran koperatif tipe Quiz Team. Populasinya seluruh siswa kelas XI di SMA Negeri 4 Tanah Jambo Aye yang berjumlah 47 siswa. Teknik analisa data menggunakan uji rumus uji t, diperoleh nilai thitung = 6,29 ttabel =1,68 pada ketentuan signifikasi 0,05 dengan dk = 41 berarti thitung ttabel, berarti Ha diterima. Kesimpulannya adalah prestasi belajar geografi peserta didik yang diberi perlakuan dengan memakai model pembelajaran Koperatif Tipe Student Team Achievement Division lebih unggul  dari pada  Quiz Team terhadap mata pelajaran geografi siswa kelas XI SMA Negeri 4 Tanah Jambo Aye Kabupaten Aceh Utara. Kata Kunci: Perbandingan, hasil belajar, geografi, Student Team Achievement Division, Quiz Team.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIFE TIPE TALKING CHIP DENGAN MODEL PEBELAJARAN EVERYONE IS TEACHER HERE BERBANTUAN MEDIA AUDIO-VISUAL MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS X S MA NEGERI 4 BANDA ACEH Jumaida Sasri; . Hasmunir; Thamrin Kamaruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul penelitian adalah “Perbandingan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Chip dengan Model Pembelajaran Everyone is Tacher Here Berbantuan Media Audio-visual Mata Pelajaran Geografi Kelas X SMA Negeri 4 Banda Aceh” rumusan masalahnya apakah hasil pembelajaran siswa menggunakan model talking chip dengan model pembelajaran every one is teacher here berbantuan media audio-visual. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan hasil pembelajaran siswa Geografi Kelas X SMA Negeri 4 Banda Aceh. Hipotesis penelitian, apakah hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran tipe talking chips lebih baik dari pada hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran tipe everyone is tecaher here berbantuan media audio-visual mata pelajaran Geografi SMA Negeri 4 Banda Aceh. Populasi yang diambil peneliti adalah siswa kelas X IPS SMA Negeri 4 Banda Aceh tahun ajaran 20018/2019. Sampel di ambil dengan menggunakan teknik purposive sampling, diambil hanya kelas X IPS-1 berjumlah 21 siswa dan kelas IPS-3 berjumlah 19 siswa. Data diperoleh dengan melakukan observasi dan memberikan soal test kepada siswa dalam bentuk soal pri-test dan soal post-test. Data yang telah diolah menggunakan uji t-test menyakan tolak Ha  dan H0 di terima. Simpulan yang dapat diambil dari hasil pembelajaran siswa Geografi di SMA Negeri 4 Banda Aceh pembelajaran dengan model talking chip tidak lebih baik dibandingkan model pembelajaran everyone is teacher here   berbantuan media audio-visual. Kata Penting : Model Pembelejaran, Talking Chip, Everyone Is Teacher Here, Geografi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI BERBASIS K13 REVISI 2017 UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SEMESTER GANJIL 2018 DI SMA NEGERI 5 TAKENGON Andika Bayangkara; Thamrin Kamaruddin; Daska Aziz
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam suatu kegiatan belajar mengajar haruslah memiliki sesustu hal yang dapat meningkatakan hasil belajar siswa dan keterampilan guru dalam sustu pembelajaran sehingga perlua adanya metode dan kurikulum yang singkron sehingga mendapatkan hasil yang memuaskan maka dari itu peneliti menerapkan Metode inkuiri untuk menjawab tatangan tersebut dikarenakan metode inkuiri merupakan satuan kegiatan belajar yang melibatkan kemampuan sisiwa untuk mencari, menyelidiki, dan menyimpulkan jawaban dari suatu masalah dengan kemampuannya sendiri. Sehingga peneliti dengan Kurikulum  K13 Revisi 2017 yang telah di susun oleh pemerintah sebagai pedoman.Penelitian ini berupa PTK yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan dari hasil belajar, aktivitas, keterampilan guru dan respon siswa. Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas XI IPS1 SMA Negeri 5 Takengon yang berjumlah 28 orang. Analisis data dengan hasil sebagai berikut Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 35% siklus I menjadi 61% siklus II dan 82% siklus III. Ketuntasan klasikal meningkat dari 50% pada siklus I menjadi 62,5% siklus II dan 87,5% pada siklus III. aktivitas guru dan siswa meningkat dari 6 aktivitas sesuai siklus I menjadi 8 aktivitas sesuai pada siklus II dan 10 aktivitas sesuai pada siklus III.Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran meningkat dari  2,48 kategori sedang pada siklus I menjadi 2,85 kategori baik pada siklus II dan 3,37 kategori baik pada siklus III. Umumnya siswa menyatakan setuju bahwa penerapan metode Inkuiri sangat menyenangkan dan membantu siswa dalam memahami materi pelajaran. Berdasarkan hasil belajar siklus I, II, dan III maka dikatakan bahwa penerapan metode pembelajaran Inkuiri berbasis k13 revisi 2017 dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci:  Pelaksanaan, Metod Inkuiri, K13 Revisi, Hasil Belajar, XI IPS
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DENGAN PENDEKATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 5 KOTA BANDA ACEH Muhammad Reza; Abdul Wahab Abdi; Mirza Desfandi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran dengan model PBL menggunakan masalah dunia nyata (real word) untuk memecahkan masalah. Pemanfaatan SIG dalam pendidikan meningkatkan kemampuan dalam menampilkan pembelajaran secara visual, meningkatkan pemahaman materi, keterampilan membaca peta, dan kemampuan berpikir spasial siswa. Tujuan penelitian untuk mengetahui yaitu perkembangan hasil belajar, kegiatan guru dan siswa, keahlian guru mengolah pembelajaran, dan respon siswa. Sasaran penelitian ini siswa XI IPS SMAN 5 Kota Banda Aceh 24 orang. Metode Pengumpulan data yakni berupa instrumen post test, kegiatan guru dan siswa, observasi keahlian guru mengolah pembelajaran, dan angket stimulus siswa. Hasil penelitian yaitu (1) Diperolehnya ketuntasan individual meningkat dari 41,6% siklus I naik menjadi 66,6% pada siklus II dan 79,1% siklus III, Sedangkan ketuntasan klasikal meningkat dari 40% siklus I naik menjadi 60% siklus II dan 90% siklus III. (2) Kegiatan guru dan siswa meningkat dari 4 kegiatan yang sesuai pada siklus I naik menjadi 8 kegiatan siklus II dan 10 kegiatan siklus III.(3) Keahlian guru mengelola pembelajaran meningkat dengan skor 2,26 (kategori sedang) siklus I naik menjadi 3,35 (katagori baik) siklus II dan 3,65 (katagori sangat baik) siklus III. (4) Respon terhadap pembelajaran yang berisi 10 pernyataan bahwa 91,25 persen menyatakan pembelajaran problem based learning dengan pendekatan SIG sangat menyenangkan, menambah pengalaman baru untuk menyelesaikan permasalah dengan menggunakan teknologi informasi berbasis komputer dan membantu dalam memahami materi pembelajaran serta menambah kecakapan membaca peta. Kata Kunci : Penerapan, PBL, SIG, Hasil Belajar Geografi

Page 1 of 2 | Total Record : 15