cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling
ISSN : 26150344     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan karya-karya mahasiswa jurusan bimbingan dan konseling terutama hasil dari penelitian yang mereka lakukan. Jurnal berfokus pada semua aspek psikologis yang mempengaruhi pelajar dan semua teknik bantuan psikologis yang dapat diberikan untuk menolong mereka mencapai kesuksesan dalam belajar.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2020): Maret 2020" : 7 Documents clear
Sikap Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Unsyiah dalam Memenuhi Tuntutan Kompetensi Profesional Kurnia Rezeki; M. Husen; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 5, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT A good attitude in lectures is important to support students in increasing motivation, has a willingness to deepen knowledge, and to develop professional competence to support them to become competent teachers of guidance and counseling and be responsible for the development of students and their profession as teachers or counselors. This study aims to determine the attitude of students in meeting the demands of professional competence described in percentage. The population in this study were FKIP students of the Guidance and Counseling Department totaling 172 students from Leting 2016, 2017, 2018. The sample in this study amounted to 149 students. Sampling in this study using random sampling with the Slovin formula. The method used in this research is a quantitative approach and the type of research is descriptive. Data collection uses a Likert attitude scale. The results showed that the attitudes of students in meeting the demands of professional competence almost half were in the category of "very good" and most of them were in the category of "good", so it can be understood that most students have a positive attitude in meeting the demands of professional competence. The results of the analysis show empirical leaning data curve which shows that the attitude of students in meeting the demands of professional competence in the Guidance and Counseling Department of FKIP is "good", this means that most students have a positive attitude towards the fulfillment of professional competencies both cognitive, affective and propensity to act.Keywords : Attitude in fulfilling professional competence
Upaya Konselor Sekolah dalam Mencegah dan Mengatasi Penyimpangan Berpacaran pada Siswa SLTA di Kecamatan Banda Raya Khairatun Nisak; Abu Bakar; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 5, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dating is acceptable in certain cultures, but not in Islamic culture. Especially if this activity leads to deviant behavior, which are forms of relations like a married couple carried out by non-married couples. Adolescents who are learning to prepare for their lives should avoid getting involved in these deviant forms of behavior. This study aims to determine the form of behavior, efforts to prevent and efforts to overcome dating deviations in students. This study is a qualitative study with guidance and counseling teachers as the research subjects. Data collection techniques are done through in-depth interviews. The results showed deviant forms of dating behavior carried out by students namely holding hands, vulgar photos, vacations with girl/boyfriends, having sex, and even engaged in prostitution to get money. The contributing factors are a lack of parental control, an overly free environment, and peer influence. Efforts made to prevent and overcome dating irregularities are to provide orientation services, information, classical, groups and individual counseling, collaboration with parents and homeroom teachers, make a statement signed by the students concerned and the school and expel students who have already cannot be fostered and guided. The obstacle reported were the ignorant and defending parents. The conclusion of this research is the efforts made by school counselors to prevent and overcome the deviant behavior of dating students so that students are guided and realize that the behavior is inappropriate behavior.Keywords: dating, forms of deviation, prevention efforts, resolving efforts ABSTRAK Pacaran adalah hal yang dapat diterima dalam budaya tertentu, namun tidak dalam budaya islam. Apalagi jika kegiatan ini mengarah pada perilaku menyimpang yaitu bentuk-bentuk hubungan layaknya pasangan suami istri yang dilakukan oleh bukan pasangan suami istri. Sudah seharusnya remaja yang sedang belajar mempersiapkan masa depannya menghindarkan diri dari terlibat dalam bentuk-bentuk perilaku menyimpang ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk perilaku, upaya mencegah dan upaya mengatasi penyimpangan berpacaran pada siswa. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan subyek penelitian yaitu guru bimbingan dan konseling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bentuk perilaku menyimpang berpacaran yang dilakukan oleh siswa yaitu berpegangan tangan, foto vulgar, liburan bersama pacar, melakukan hubungan intim layaknya hubungan suami istri, dan bahkan siswi menjual diri untuk mendapatkan uang. Faktor penyebabnya adalah kurangnya kontrol orangtua, lingkungan yang terlalu bebas dan pengaruh teman sebaya. Upaya yang dilakukan oleh untuk mencegah dan mengatasi penyimpangan berpacaran adalah dengan memberikan layanan orientasi, informasi, klasikal, kelompok, konseling individu, kerja sama dengan orangtua dan wali kelas, membuat surat pernyataan yang ditandatangani oleh siswa yang bersangkutan dan pihak sekolah serta mengeluarkan siswa yang sudah tidak dapat dibina dan dibimbing. Adapun kendala dalam mengatasi penyimpangan berpacaran yaitu karena orangtua terlalu membela anak, sehingga anak merasa terlindungi atas kesalahan yang dilakukannya. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu adanya upaya yang dilakukan oleh konselor sekolah untuk mencegah dan mengatasi perilaku menyimpang berpacaran pada siswa agar siswa tersebut dibimbing dan menyadari bahwa perilaku tersebut adalah perilaku yang tidak patut dilakukan.Kata kunci: pacaran, bentuk-bentuk penyimpangan, upaya pencegahan, upaya mengatasi
Penerapan Teknik Modeling Simbolis Untuk Mengurangi Perilaku Bullying Siswa di SMA Negeri 16 Banda Aceh Desi Arista; Nurhasanah Nurhasanah; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 5, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Desi Arista, 2020. Penerapan Teknik Modeling Simbolis Untuk Mengurangi           Perilaku Bullying Siswa Di SMA Negeri 16 Banda Aceh. Skripsi, Jurusan         Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,             Universitas Syiah Kuala            Pembimbing : (1) Dra. Nurhasanah, M.Pd, (2) Nurbaity, S.Pd, M.EdKata Kunci : Teknik Modeling Simbolis, Perilaku BullyingPenelitian ini berjudul tentang “Penerapan Teknik Modeling Simbolis untuk Mengurangi Perilaku Bullying Siswa di SMA Negeri 16 Banda Aceh” perilaku bullying merupakan suatu tindakan agresi baik itu fisik, verbal, pemerasan, sosial dan elektronik dengan tujuan untuk menyakiti orang lain, yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang secara terus menerus dari waktu ke waktu. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat efektifitas teknik modeling simbolis dalam mengurangi perilaku bullying siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan jenis penelitian pre-eksperimental design melalui bentuk one group pretest-posttest design, yang dilaksanakan di SMA Negeri 16 Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi berjumlah 20 orang siswa sedangkan sampel sebanyak 8 orang siswa yang terindikasi perilaku bullying tinggi dengan menggunakan teknik puposive sampling.Teknik pengumpulan data menggunakan skala perilaku bullying dalam bentuk skala Likert. Sedangkan teknik analisis data dilakukan melalui norma kategori, statistic non-parametric dengan uji Wilcoxon signed rank test. Hasil analisis yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan nilai rata-rata pretest sebesar 128,88 sedangkan nilai posttest 53,33, dapat dikatakan bahwa nilai pretest lebih tinggi dibandingkan dengan nilai posttest. Berdasarkan hasil perbandingan nilai rata-rata tersebut, teknik modeling simbolis dinyatakan lebih efektif dalam mengurangi perilaku bullying siswa. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai Asymp Sig (2-tailed) yaitu bernilai 0,012 atau memperlihatkan probolitas dibawah 0,05 (0,0120,05). Maka pengujian hipotesis dalam penelitian ini (Ho) ditolak dan (Ha) diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa teknik modeling simbolis efektif untuk mengurangi perilaku bullying siswa.
Konseling keluarga islami online Wonderful Family Tyo Fernanda; Nurbaity Bustamam; Martunis Yahya
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 5, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The practice of counseling in this modern era looks increasingly dynamic and in tandem with the development of information technology. The practice of counseling has now also penetrated the virtual world through the nuances of online counseling. This study aims to describe the practice called online counseling; the Wonderful Family concept founded by Cahyadi Takariawan. To examine this object, researchers used a qualitative descriptive method. Researchers collect data through in-depth interviews, observation, and documentation. The results show that Wonderful Family is a family endurance education concept that provides family endurance guidance classes and opens offline counseling services both as a continuation of online classes and client independent activities. Wonderful Family uses a number of online media (social media), such as Instagram, Facebook, and websites to disseminate information related to family guidance and counseling, marriage and parenting. Individuals who are interested in learning further and or solving problems can participate in online counseling and counseling classes. The method used is the provision of material in public classrooms and private discussions through chat and voice notes. This online class is done through the WhatsApp application and a special website where each member has their own account. General online classes are usually not paid, but special classes apply tuition fees.Keywords: Online counseling, social media, Cahyadi Takariawan, Wonderful Family ABSTRAK Praktik konseling  di era modern ini terlihat semakin dinamis dan beriringan dengan berkembangnya teknologi informasi. Praktik konseling kini juga telah merambah dunia maya melalui nuansa konseling online. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan praktik yang disebut konseling online, yaitu konsep Wonderful Family yang didirikan oleh Cahyadi Takariawan. Untuk menelaah objek ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Peneliti mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil yang peneliti temukan menunjukkan bahwa Wonderful Family adalah sebuah konsep pendidikan ketahanan keluarga yang menyediakan kelas-kelas bimbingan ketahanan keluarga dan membuka layanan konseling offline baik sebagai kelanjutan dari kelas online maupun kegiatan mandiri klien. Wonderful Family menggunakan sejumlah media online (media sosial), seperti instagram, facebook, dan website untuk menyebarkan informasi terkait bimbingan dan konseling keluarga, pernikahan dan parenting. Individu-individu yang tertarik untuk belajar lebih jauh dan atau menyelesaikan masalah-masalahnya dapat berpartisipasi dalam kelas-kelas bimbingan dan konseling online. Metode yang dipakai adalah pemberian materi dalam kelas umum dan diskusi pribadi melalui chatting dan voice note. Kelas online ini dilakukan melalui applikasi whatsapp dan website khusus dimana masing-masing anggota memiliki akun masing-masing. Kelas-kelas online umum biasanya tidak berbayar, namun kelas-kelas khusus menerapkan iuran pendidikan.Kata kunci: Konseling online, media sosial, Cahyadi Takariawan, Wonderful Family
Analisis Faktor Penyebab Perilaku Off-Task Siswa Halimah Halimah; Nubaity Nurbaity; Abu Bakar
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 5, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Students ' behaviour from school (off-Task) context is one of the problems that can impede students ' success in learning process. This research aims to determine the form and factor of the student's behavior that comes out of the learning context (off-task) of students. This research uses quantitative approaches with descriptive types. The population in this study was SMP Negeri 1 Darussalam in Aceh Besar district amounted to 312 students in classes VII, VIII and IX with samples amounting to 175 students. This sample was taken using random sampling with a Likert-scale shape. The results showed that the students ' behaviour from the learning context of the students in the high category was (28.57%), in medium (34.85%) and low categories (36.57%) With the dominant behaviour is to enter the room, feel sleepy and sleep in the classroom. The factors of the student behaviour that come out of the learning context are two factors that affect internal and external. On the internal factors are more dominant and the factors that are sourced from sub-variables of time management are less orderly and lack of self-celebration. While in the more dominant external factors are factors that are sourced from the family environment, curriculum and peers, the condition of the class is not conducive and school facilities..Keywords : Form, Causal Factor, Off-Task BehaviorABSTRAKPerilaku siswa yang keluar dari konteks pembelajaran (off-task) di sekolah merupakan salah satu masalah yang dapat menghambat keberhasilan siswa dalam menjalani proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan faktor penyebab perilaku siswa yang keluar dari konteks pembelajaran (off-task) pada siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis deskriptif. Populasi dalam penelitian ini ialah siswa SMP Negeri 1 Darussalam Kabupaten Aceh Besar berjumlah 312 siswa pada kelas VII,VIII dan IX dengan sampel yang berjumlah 175 siswa. Sampel ini diambil  menggunakan random sampling dengan bentuk skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku siswa yang keluar dari konteks pembelajaran pada siswa yang berada pada kategori tinggi adalah (28,57%), pada kategori sedang (34,85%), dan kategori rendah (36,57%) dengan perilaku yang dominan adalah keluar masuk ruangan, merasa mengantuk dan tidur di dalam kelas. Faktor penyebab perilaku siswa yang keluar dari konteks pembelajaran terdapat faktor internal dan eksternal. Pada faktor internal yang lebih dominan terdapat pada faktor yang bersumber dari sub-variabel manajemen waktu yang kurang teratur dan kurangnya keperayaan diri. Sedangkan dalam faktor eksternal yang lebih dominan adalah faktor yang bersumber dari lingkungan keluarga, kurikulum dan teman sebaya, kondisi kelas yang tidak kondusif dan fasilitas sekolah.
KOMPETENSI KEPRIBADIAN MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING UNIVERSITAS SYIAH KUALA Fadhlina Fadhlina; Martunis Martunis; Husen Husen
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 5, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Personality competence is one of the most important competencies possessed by a counselor. Good personality competence will support the success of counseling services. Personality competencies Indonesian counselors must possess regulated in PERMENDIKNAS number 27 of the year 2008 concerning Academic Qualification Standards and Counselor Competencies. This research aimed to assess the personality competence of guidance and counseling students at Universitas Syiah Kuala to examine the tenancy of the standards. This research used a descriptive quantitative research design. The population in this study amounted to 169 students with a sample of 118 students consisting of 36 students’ of 2016 class, 37 of 2017 class and 45 of 2018 class. The data collection instrument used was a closed questionnaire in the form of a Likert scale with 5 alternative answer choices. The number of valid questionnaire items is 76 items with a reliability level of 0.972. The data analysis technique used is a percentage of descriptive analysis. The results showed that more than half of students (55.08%) are in the high category, 27.96% are in the very high category, 15,25% in the medium and 1.6% in the low category.Keywords: Personality Competencies, Counselor, Counseling Student.  ABSTRAK Kompetensi kepribadian merupakan salah satu kompetensi yang sangat penting dimiliki oleh seorang konselor. Kompetensi kepribadian yang baik akan menunjang keberhasilan layanan konseling. Seorang konselor dituntut untuk dapat memiliki kompetensi kepribadian sesuai dengan tuntutan profesi bimbingan dan konseling yang tertuang dalam PERMENDIKNAS nomor 27 tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. Kompetensi kepribadian mahasiswa bimbingan dan konseling di Universitas Syiah Kuala perlu diketahui kesesuaiannya dengan standar kompetensi kepribadian yang telah ditetapkan karena dengan begitu dapat diketahui sejauh mana penguasaan kompetensi kepribadian yang sudah dimiliki mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan gambaran kompetensi kepribadian yang dimiliki mahasiswa bimbingan dan konseling. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 169 mahasiswa dengan sampel sebanyak 118 orang mahasiswa. Terdiri dari mahasiswa angkatan 2016 yang berjumlah 36 mahasiswa, angkatan 2017 yang berjumlah 37 mahasiswa, angkatan 2018 yang berjumlah 45 mahasiswa. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket tertutup dalam bentuk skala likert dengan 5 alternatif pilihan jawaban. Jumlah butir angket yang valid yaitu 76 item dengan tingkat reliabilitas sebesar 0,972. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran kompetensi kepribadian mahasiswa Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala dapat digambarkan : sebagian besar (55,08%) berada dalam kategori tinggi, hampir setengahnya (27,96%) sangat tinggi, sebagian kecil (15,25%) dalam kategori sedang dan rendah (1,6%).Kata kunci: Kompetensi kepribadian, Konselor, Mahasiswa BK.
ANALISIS PENYEBAB REMAJA MELAKUKAN BALAPAN LIAR DI KOTA TAKENGON Alpi Wantona; Nur Janah; Dara Rosita
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 5, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Wantona,Alpi.2019.Analisis Penyebab Remaja Melakukan Balapan Liar di Kota Takengon. Skripsi. Jurusan Bimbingan Konseling. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:Pembimbing: (1) Dra. Nur Jannah. P.Si,. MM   (2) Dara Rosita, S.T,. S.Pd., M.EdKata Kunci : Analisis Penyebab Remaja, Balapan LiarRemaja adalah individu yang sedang berada pada masa peralihan dari masa kanak kanak menuju dewasa dan di tandai dengan perkembangan yang sangat cepat dari aspek fisik, psikis, dan sosial. Remaja akan mengalami pergejolakan yang menjerumuskan ke prilaku menyimpang secara moral dan sosial apabila di pengaruhi oleh pergaulan yang salah di sekolah maupun di masyarakat, apalagi tidak ada pendamping dari orang tua, guru, dan masyarakat. Bentuk penyimpangan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah aktivitas balapan liar yang sangat populer pada usia remaja Balapan liar adalah adu kecepatan dengan sepeda motor yang dilakukan di tempat tempat umum. Balapan liar dilakukan di jalan raya, parkir stadion serta di tempat lainya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis penyebab remaja melakukan balapan liar di Kota Takengon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah 5 orang remaja pelaku balapan liar dan 3 orang masyarakat yang tinggal di sekitar aktivitas balap liar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara menggunakan pedoman FGD. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penyebab remaja melakukan balapan liar adalah berusia 15-16 tahun, dengan jenjang pendidikan yang ditekuni yaitu sekolah tingkat menengah atas (SMA), pada usia tersebut memperlihatkan bahwa rasa ingin tahu dan ketertarikannya terhadap dunia balap liar sangat tinggi, pada saat orang lain memicu kendaraannya dengan kencang menimbulkan rasa ingin tahu dan ingin melakukannya dan ingin menunjukkan kepada orang bahwa mereka mampu dan mereka bisa. Penyebab yang mendorong pelaku balap liar melakukan balapan liar yaitu datang dari diri sendiri dan teman sepermainan, serta orang terdekat, dan juga saat melihat teman sebayanya mengendarai kenderaan dengan kecepatan yang tinggi memicu adrenalin untuk ikut melakukan balapan liar tanpa menghiraukan kecelakaan yang dapat dialami remaja saat melakukan balapan liar serta uang taruhan yang didapat pada saat memenangkan balapan liar serta tempat menyalurkan hobi.

Page 1 of 1 | Total Record : 7