cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling
ISSN : 26150344     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan karya-karya mahasiswa jurusan bimbingan dan konseling terutama hasil dari penelitian yang mereka lakukan. Jurnal berfokus pada semua aspek psikologis yang mempengaruhi pelajar dan semua teknik bantuan psikologis yang dapat diberikan untuk menolong mereka mencapai kesuksesan dalam belajar.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 4 (2020): Desember 2020" : 5 Documents clear
Identitas Perencanaan Karir (Penelitian Pada Mahasiswa Akhir Prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Syiah Kuala) Hasna Nisa; M. Husen; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 5, No 4 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKIdentitas perencanaan karir seharusnya dipersiapkan  dengan matang dan mahasiswa wajib membuat identitas perencanaan karir nya agar bisa menentukan pemilihan dan keputusan karir yang tepat untuk masa yang akan datang. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui identitas perencanaan karir mahasiswa Prodi Bimbingan Konseling Universitas Syiah Kuala yang sedang menyelesaikan skripsi. Populasi dalam penelitian ini mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling FKIP yang berjumlah 64  mahasiswa dari letting 2013, 2014, dan 2015. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 55 mahasiswa. Pengambilan Sampel dalam penelitian ini menggunakan random sampling dengan rumus Slovin. Metode dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan jenis deskriptif. Hasil dari penelitian dari pembahasan menunjukkan bahwa identitas perencanaan karir pada mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir berada pada kategori “sedang” dengan presentase 69,09%  atau berjumlah 38 mahasiswa dan kategori “rendah” dengan presentase 30,90% dengan responden 17 mahasiswa, sehingga dapat dipahami bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki identitas perencanaan karir yang baik, yang didukung berdasarkan analisis pada bab IV menunjukkan data kurva empiric condong ke arah kiri yang menunjukkan bahwa identitas perencanaan karir mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Syiah Kuala yang sedang menyelesaikan tugas akhir berada pada kategori “sedang” hal ini dimaknai bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki identitas perencanaan karir yang baik.Kata Kunci : Identitas Perencanaan Karir, mahasiswa, bimbingan dan konseling
Efektivitas Bimbingan Karir dalam Menentukan Karir Yang Sesuai dengan Potensi Siswa (Studi kasus Pada MAN 4 Kabupaten Aceh Besar) Evy Firdaningsih Evy firdaningsih; M. Husen; Martunis Yahya
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 5, No 4 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bimbingan karir sangat penting diberikan kepada siswa agar mereka dapat menentukan karir masa depan sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas bimbingan karir dalam menentukan karir yang sesuai dengan potensi siswa. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian pre-Eksperimen yaitu memberikan perlakuan kepada kelompok dan diliat hasilnya melalui pre-test dan post-test. Lokasi penelitian di MAN 4 Aceh Besar dengan jumlah sampel 8 siswa. Tekhnik pengumpulan data adalah angket dengan bentuk skala rikert. Teknik pengolahan dan analisis data yaitu dengan analisis persentase. Layanan bimbingan konseling yang dilakukan adalah layanan informasi karir. Prosedur penelitian terdiri dari empat kali pertemuan, dimana setiap pertemuan memberikan materi yang telah dipersiapkan oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penentuan karir siswa berada pada kategori sedang dengan persentase 67,5% artinya siswa sudah efektif dalam menentukan karir sesuai dengan potensi yang dimiliki. Kesimpulan dari penelitian ini adalah layanan informasi bimbingan karir dapat dijadikan sebagai salah satu alternatife dalam menentukan karir siswa yang sesuai dengan potensi yang dimiliki.Kata kunci: Bimbingan Karir menentukan karir siswa
Minat siswa melanjutkan studi setelah lulus sltp Juli Juliani; M. Husen; Nur hasanah
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 5, No 4 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “ Minat Siswa Melanjutkan Studi Lanjutan Setelah Lulus SMP”. Penelitian ini mengangkat masalah dimana siswa sering bingung dalam pengambilan keputusan studi lanjutan, dalam memilih studi lanjuta siswa sering ikut-ikutan sama temannya sehingga tidak sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki, minat untuk melanjutkan sekolah setelah menyelesaikan SMP sangat antusias dari kalangan siswa, terutama siswa laki-laki banyak yang ingin melanjutkan ke SMK, karena setelah selesai dari SMK mereka sudah memiliki skill dan jika tidak melanjutkan ke perguruan tinggi mereka sudah bisa terjun ke dunia usaha.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran minat siswa dalam melanjutkan studi setelah lulus SMP. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif persentase dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian di SMPN 8 banda Aceh. Tekhnik pengumpulan data adalah angket dengan bentuk skala likert. Teknik pengolahan dan analisis data yaitu dengan analisis persentase. Hasil penelitian menunjukkan gambaran bahwa minat siswa dalam melanjutkan studi setelah lulus SMP berada pada kategori sedang dengan persentase 55%. Gambaran minat siswa melanjutkan studi berdasarkan indikator perasaan senang 71 orang siswa dengan persentase 77%, indikator perasaan tertarik juga berada pada kategori sedang dengan jumlah siswa 71 orang dengan persentase 77%, indikator perhatian juga berada pada kategori sedang dengan jumlah siswa 55 orang dengan persentase 60% dan indikator keinginan juga berada pada kategori sedang dengan jumlah siswa 56 orang dengan persentase 61%, Dan dari 92 orang siswa minat melanjutkan studi terbanyak adalah di SMA dengan persentase 46%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah minat siswa untuk melanjutkan studi sangat atusius dengan beragamnya studi lanjutan yang dipilih oleh siswa tersebut.Kata kunci: Minat dan Studi Lanjutan
KECENDRUNGAN PERILAKU AGRESIF PADA SMP NEGERI 12 BANDA ACEH Salawati Salawati; Nurhasanah Nurhasanah; Martunis Martunis
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 5, No 4 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Kecenderungan Perilaku Agresif pada Siswa SMP Negeri 12 Banda Aceh”. Perilaku agresif merupakan tindakan kekerasan yang ditujukan adanya keinginan untuk melakukan tindakan yang dapat menyakiti, melukai orang lain baik secara verbal (kata-kata) maupun non verbal (gerakan anggota tubuh). Hal ini dapat merugikan orang lain dalam hal ini siswa, jika tidak segera mendapat penanganan dan perhatian yang serius dari guru. Tujuan penelitian untuk mengetahui kecenderungan perilaku agresif verbal siswa dan untuk mengetahui kecenderungan perilaku agresif non verbal siswa pada SMP Negeri 12 Banda Aceh. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian berjumlah seluruh siswa SMP Negeri 12 Banda Aceh kelas 1, 2 dan 3 berjumlah 121 siswa. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik random sampling berjumlah 92 siswa. Data tentang perilaku agresif dikumpulkan dengan menggunakan angket. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 2 bentuk perilaku agresif yang ditampilkan siswa SMP Negeri 12 Banda Aceh, yaitu ada bentuk verbal dan non verbal. Adapun bentuk-bentuk perilaku verbal meliputi berteriak-teriak 36,91%, berkata kasar 38,91%, dan mengancam 24,17%. Sedangkan bentuk perilaku non verbal meliputi mencubit 33,29%, mendorong 33,62%, dan memukul 33,62%. Dapat disimpulkan bahwa kecenderungan perilaku agresif pada siswa SMP Negeri 12 Banda Aceh masih berada dalam kategori kurang agresif.
PENGARUH GAME ONLINE FIRST PERSON SHOOTER (FPS) TERHADAP SIKAP AGRESI ANAK (Studi Kasus Permainan Game online Terhadap Sikap Agresifitas Anak Usia 8-15 Tahun Di Desa Lamtemen Timur) Sheidati Zakiah Uli Iman; Martunis Martunis; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 5, No 4 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAggressive behavior carried out by adolescents lately is increasingly widespread, which aggressive behavior has negative connotations that have an impact on the decline in ethics and morals of 'Millennial’. In the Electronic and Print Media often preaching various phenomena of violence committed by adolescents with different backgrounds. Of course this shows that there is an increase in the quality of aggression behavior.The purpose of this study: (1) To determine the effect of online games on the aggression behavior of children in the village of East Lamteumen. (2) To find out the condition of the family of children who are addicted to playing FPS type online games. This research uses a qualitative approach, using descriptive research. Data collection techniques are unstructured interview techniques. The subjects of this study were children in the village of East Lamteumen who entered their early teens with an age range of 8-15 years, amounting to 5 people. From the results of the study show: (1) The influence of Online Game First Person Shooter on the tendency of child aggression behavior in the village of East Lamteumen is that the type of violence game is more likely to influence aggressive behavior, but it is also influenced by the frequency of playing online games. Some of the symptoms of Aggression behavior that appear on research subjects include; (a) steal parents' money, (b) rebel if they can't play online games, (c) get angry easily when the game is inaccessible (d) throw harsh words and (e) Quite often also fight. (2) The condition of families of children who are addicted to playing online games of type First Person Shooterini is also motivated by parents who are busy working so that the lack of supervision and control of children in daily life, so that liberal parenting is created which is not very foster effective to apply. ABSTRAK  Perilaku Agresif yang dilakukan oleh remaja akhir-akhir ini kian marak, yang mana perilaku agresif ini berkonotasi negatif yang berdampak pada penurunannya etika serta moral remaja ‘Millenial’. Di Media Elektronika maupun cetak kerap memberitakan berbagai fenomena kekerasan yang dilakukan oleh remaja dengan latar belakang yang berbeda. Tentunya hal tersebut menunjukan bahwasanya terdapat peningkatan kualitas akan perilaku agresi. Tujuan penelitian ini: (1)Untuk mengetahui pengaruh game online terhadap perilaku agresi anak di desa Lamteumen Timur. (2) Untuk mengetahui kondisi keluarga anak yang kecanduan bermain game online berjenis FPS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data adalah teknik wawancara tidak terstruktur. Subjek penelitian ini adalah anak-anak di Desa Lamteumen Timur yang memasuki usia remaja awal dengan rentang usia 8-15 tahun yang berjumlah 5 orang. Dari hasil penelitian menunjukkan:  (1) Pengaruh Game online First Person Shooter terhadap kecenderungan perilaku agresi anak di desa Lamteumen Timur adalah game berjenis kekerasan lebih besar mempengaruhi perilaku agresif, selain itu juga dipengaruhi oleh frekuensi bermain game online. Beberapa gejala perilaku Agresi yang muncul pada subjek penelitian antara lain seperti; (a) mencuri uang orang tua, (b) memberontak jika tidak dapat bermain game online, (c) mudah marah saat game tidak dapat diakses (d) melontarkan kata-kata kasar dan (e) Tak jarang juga berkelahi. (2) Kondisi keluarga dari anak yang kecanduan bermain game online berjenis First Person Shooterini pun dilatarbelakangi oleh orang tua yang sibuk bekerja sehingga kurangnya pengawasan serta kontrol terhadap anak dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pola asuh liberal pun tercipta yang mana pola asuh tersebut sangat tidak efektif untuk diterapkan. Kata kunci : Game online, first Person Shooter, Agresi

Page 1 of 1 | Total Record : 5