cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017" : 20 Documents clear
HUBUNGAN KEMAMPUAN MENYIMAK DENGAN KEMAMPUAN BERBICARA PADA SISWA KELAS III SD NEGERI 26 BANDA ACEH Aisyah Sukma; Bukhari Bukhari.; Said Darnius
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan pemahaman siswa terhadap menyimak dan berbicara masih tergolong rendah. Kurangnya kemampuan menyimak dan berbicara siswa SD ini harus segera diatasi, karena akan berakibat fatal untuk dalam menempuh jenjang pendidikan selanjutnya. Adapun Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu” adakah hubungan antara kemampuan menyimak dengan kemampuan berbicara pada siswa kelas III SD Negeri 26 Banda Aceh. Bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan menyimak dengan kemampuan berbicara. Hipotesis penelitiannya terdapat hubungan antara kemampuan menyimak dengan kemampuan berbicara pada siswa kelas III SD Negeri 26 Banda Aceh.Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Dilaksanakannya penelitian di SD Negeri 26 Banda Aceh dengan populasinya 29 siswa dan sampelnya 29 siswa. Menggunakan Instrumen tes berbentuk soal uraian dan tes lisan. Hasil tes kemudian dianalisis menggunakan tabel kategori kemampuan siswa. Pengujian hipotesis menggunakan uji statistik korelasi Product Moment.Hasil analisis data diperoleh diketahui menyimak siswa pada kategori baik dengan rata-rata 70,3 dan kemampuan berbicara pada kategori baik dengan rata-rata 69,6. Dari hasil analisis korelasi antara kemampuan menyimak dengan kemampuan berbicara diperoleh nilai korelasi r hitung sebesar 0,370 yang termasuk kriteria rendah dan diperoleh r tabel sebesar 0,367. Dengan demikian, r hitung lebih besar dari r tabel, maka  dinyatakan ditolak dan  dinyatakan diterima kebenarannya, artinya terdapat hubungan antara kemampuan menyimak dengan kemampuan berbicara pada siswa kelas SDN 26 Banda Aceh
PENANAMAN KARAKTER MELALUI METODE PEMBIASAAN PADA SD NEGERI 27 BANDA ACEH Dira Juliana; Rosma Ely; Nurmasyitah Nurmasyitah.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.411 KB)

Abstract

 Penelitian ini dilakukan dengan dilatar belakangi oleh krisisnya moral yang terjadi pada sekarang ini. Hal ini dapat terlihat dengan munculnya kelakuan-kelakuan negatif yang dilakoni oleh para pelajar. Untuk mengatasi hal-hal ini, perlu adanya penanaman karakter yang dilakukan sejak usia dini. Menanamkan karakter yang baik pada siswa tidak mungkin dengan menggunakan penjelasan saja, akan tetapi perlu membiasakannya untuk melakukan hal-hal yang baik.Tujuan dari penelitian ini, pertama, untuk mengetahui penanaman karakter melalui metode pembiasaan, kedua, untuk mengetahui hambatan-hambatan yang dialami guru dalam menanamkan karakter melalui metode pembiasaan. Penelitian ini deskriptif kualitatif dengan melalui tatacara observasi, bertanya mendalam, pengumpulan berkas-berkas dan menggunakan teknik analisis data model Miles, dan Humberman. Dengan subjek yang menjadi narasumber yaitu guru kelas I sampai dengan Kelas VI yang berjumlah 6 orang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman karakter melalui metode pembiasaan pada SD Negeri 27 Banda Aceh dilakukan dengan berbagai kegiatan, seperti peserta didik sudah dibiasakan bekerja sendiri, bertanya, kerja secara kelompok, bersikap adil, berfikir kritis, mandiri, terbuka dalan saran dan kritikan,  shalat berjamaah, upacara bendera, gotong royong, membaca yasin setiap jumat, memberikan salam saat masuk kelas, membuang sampah pada tempatnya, berpakaian rapi, berbahasa yang baik dan santun, rajin membaca, memuji kebaikan orang lain, dan datang tepa
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MEMBACA DI KELAS I SD NEGERI 27 KECAMATAN KUTA ALAM BANDA ACEH Nurmala Nurmala.; Bukhari Bukhari.; M. Yamin M. Yamin.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.605 KB)

Abstract

Membaca salah satu aktivitas penting dalam pembelajaran di kelas awal. Apabila seorang siswa tidak mampu membaca, maka akan susah dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dan menangkap informasi yang disajikan oleh guru untuk setiap mata pelajaran dan sumber belajar lainnya setiap harinya. Untuk itu diperlukan sekali peran guru dalam mengembangkan kemampuan membaca siswa di kelas I. Guru haruslah kreatif dalam mengajar, mampu merancang pembelajaran membaca dengan tepat dan bervariasi sesuai kebutuhan dan tahap perkembangan usia anak. Dengan tujuannya untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran membaca di kelas I SD Negeri 27 Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitiannya adalah guru kelas I, siswa kelas I berjumlah 29 orang dan siswa yang mewakili kelas untuk diwawancarai berjumlah 4 orang siswa. Pengumpulan data menggunakan dokumentasi, observasi, dan wawancara. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Ketika pembelajaran membaca berlangsung guru sudah mengajar sesuai prinsip pembelajaran, serta menggunakan metode, teknik, dan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. Kondisi kelas sangatlah kondusif, siswa sangat aktif dalam melakukan permainan kartu huruf. bahkan ketika membacakan huruf-huruf, siswa sudah sangat menguasai pengucapan huruf-huruf dengan tepat. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah proses pembelajaran membaca berjalan lancar dan tepat. Disarankan bagi guru untuk melakukan penilaian terhadap pembelajaran membaca di kelas I SD Negeri 27 Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh.
PERAN GURU DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR SISWA DI SD NEGERI 10 BANDA ACEH Ryan Tusturi; Mahmud HR; Linda Vitoria
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.979 KB)

Abstract

 Peneltian ini bejudul “ Peran pendidik Mengatasi Kesulitan Belajar peserta di SD Negeri 10Banda Aceh. Rumusan masalah penelitian ini yaitu Apa saja bentuk kesulitan belajar siswa di SD Negeri 10Banda Aceh, dan Bagaimanakah langkah-langkah yang dilakukan oleh guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa di SD Negeri 10Banda Aceh. Penelitianini bermaksud Untuk mengambarkan jenis-jenis kesulitan belajar siswa di SD Negeri 10Banda Aceh, agar mengerti langkah-langkah yang dilakukan oleh guru dalam mengatasi kesulitan belajar peserta di SD Negeri 10Banda Aceh.Bentuk penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah enam orang guru kelas. Teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan wawancara dan observasi. Data dianalisis dengan menggunakan reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Siswa di SD Negeri 10 Banda Aceh mengalami berbagai kesulitan dalam belajar seperti sulit berkonsentrasi atau terfokus pada materi yang diajarkan, sulit menyampikan ide dan pendapatnya kepada orang lain, sulit berkomunikasi dengan baik, sulit menyelesaikan soal-soal yang sulit dimana siswa harus berpikir kritis dan sulit menyusun kata-kata dan kalimat secara sistematis dan menarik. Guru melakukan langkah-langkah untuk membasmi kerumitan belajar siswa, yaitu mengasihkan panduan dan perhatian kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar, menggunakan media pembelajaran, memberikan tugas dan latihan agar siswa mau belajar secara mandiri, mengarahkan siswa belajar dalam kelompok, menggunakan model pembelajaran yang menarik dan memberikan penghargaan kepada siswa sehingga siswa merasa senang dan termotivasi dalam belajar. Guru juga mengaitkan materi yang diajarkan dengan kehidupan sehari-hari di sekitar siswa agar siswa mudah memahami konsep yang diajarkan. 
KEMAMPUAN OPERASI HITUNG PENJUMLAHAN SISWA KELAS II DI SD NEGERI KILOMETER SEBELAS SUBULUSSALAM Maryanti Maryanti.; Monawati Monawati.; Linda Vitoria
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.979 KB)

Abstract

Rumusan masalah penelitian ini adalahoperasi hitung penjumlahan siswa kelas II diSD Negeri Kilometer Sebelas Subulussalam, dan apa penyebab ketidakmampuan siswa dalam melakukan operasi hitung penjumlahan kelas II diSD Negeri Kilometer Sebelas Subulussalam. hasil. kesanggupan siswa kelas IIdi SD Negeri Kilometer Sebelas Subulussalam dalam menyelesaikan soal matematika dalam bentuk operasi hitung penjumlahan serta untuk mengetahui penyebab dari ketidakmampuan siswa tersebut ditinjau dari cara guru mengajar.Penelitian ini memakaiancangankualitatif dengan jenis pengkajian deskriptif.pengkajian ini dilakukandi kelas II SD Negeri Kilometer Sebelas Subulussalam dengan subjek penelitian sebanyak 34 orang siswa. cara penghimpunan data dengan dukunganuji dan observasi. Pertanyaan uji/tes yang berkenaan dari 20pertanyaan dalam bentuk operasi hitung penjumlahan pada bilangan cacah, dengan 5 soal menggunakan teknik bersusun panjang, 5 soal menggunakan teknik bersusun pendek, 5 soal dengan teknik menyimpan, dan 5 soal dengan teknik tanpa menyimpan. Observasi dilakukan terhadap kegiatan pembelajaran guru kelas IIdi SD Negeri Kilometer Sebelas Subulussalam yang meliputi penjelasan guru, keaktifan proses pembelajaran, dan penggunaan alat peraga.Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 20 soal tes yang diberikan kepada siswa, 3 orang siswa tergolong sangat mampu dalam menyelesaikan operasi hitung penjumlahan, 7 orang tergolong mampu, 6 orang cukup mampu dan 18 orang tergolong kurang mampu.Datahasil observasi kegiatan guru mengajar menunjukan bahwa guru tidak melakukan tahapan-tahapan belajar mengajar.Seperti guru tidak membericontoh soal yang bervariasi saat metode berlatih mengajar berlangsung.Dari dapatatan deduksicara guru mengajar dapat mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi operasi hitung penjumlahan.
KEMAMPUAN MENGUNGKAPKAN KEMBALI CERITA MELALUI BAHASA TULIS SISWA KELAS IV SD NEGERI MUTIARA KECAMATAN SAWANG KABUPATEN ACEH SELATAN Fazlia Purnama; Adnan Adnan.; M. Yamin M. Yamin.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.849 KB)

Abstract

Kemampuan mengungkapkan kembali cerita melalui bahasa tulis dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya faktor kurangnya perhatian siswa dalam menyimak, kurangnya minat siswa dalam membaca dan menulis sehingga siswa tidak dapat mengungkapkan cerita dengan bahasa tulis siswa itu sendiri. Dengan rumusan masalahnya bagaimanakah tingkat kemampuan mengungkapkan kembali cerita dengan bahasa tulis siswa kelas IV SD Negeri Mutiara kecamatan Sawang kabupaten Aceh Selatan. Bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan mengungkapkan kembali cerita dengan bahasa tulis siswa kelas IV SD Negeri Mutiara kecamatan Sawang kabupaten Aceh Selatan.Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di kelas IV SD Negeri Mutiara kecamatan Sawang kabupaten Aceh Selatan dengan subjek penelitian berjumlah 16 siswa yaitu 10 laki-laki dan 6 perempuan. Instrumen yang digunakan adalah tes menuliskan kembali cerita. Data yang diperoleh dari hasil tes kemudian dianalisis menggunakan tabel kategori kemampuan siswa, kemudian untuk menentukan persentase dihitung dengan menggunakan rumus persentase. Berdasarkan hasil analisis data kemampuan mengungkapkan kembali cerita melalui bahasa tulis berada pada kategori baik dengan persentase 37,5%, sedangkan kemampuan siswa lainnya berada pada kategori cukup dengan persentase 18,75% kategori kurang dengan persentase 25% dan kategori gagal dengan persentase 18,75%. Dengan kriteria ketuntasan minimal yang telah ditetapkan di SD Negeri Mutiara kecamatan Sawang kabupaten Aceh Selatan yaitu 65, maka dari 16 siswa yang mengikuti tes, 6 siswa mencapai KKM dengan persentase 48%. Diperoleh nilai rata-rata sebesar 53,4 yang berada pada kategori kurang. Dengan demikian, dapat disimpulkan kemampuan mengungkapkan kembali cerita dengan bahasa tulis siswa kelas IV SD Negeri Mutiara kecamatan Sawang kabupaten Aceh Selatan berada pada kategori kurang. 
HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN INTENSI MENCONTEK SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 16 BANDA ACEH Nurul Fadhilah; Ruslan Ruslan.; Sudirman z.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.975 KB)

Abstract

Konsep diri pada setiap orang tidak sama. Konsep diri berperan penting dalam menentukan tindakan yang akan dilakukan ke depannya. Konsep diri seorang siswa merupakan gambaran dan penilaian terhadap diri siswa yang memegang peranan terhadap keinginan di masa yang akan datang. Konsep diri siswa meliputi cara pandang siswa terhadap keyakinan atas dirinya sendiri dalam usahanya meraih prestasi. Penelitian ini mengangkat masalah adakah hubungan negatif antara konsep diri dengan intensi mencontek pada siswa Sekolah Dasar Negeri 16 Banda Aceh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan negatif antara konsep diri dengan intensi mencontek siswa Sekolah Dasar Negeri 16 Banda Aceh. Hipotesis penelitian yaitu terdapat hubungan negatif antara konsep diri dengan intensi mencontek siswa Sekolah Dasar Negeri 16 Banda Aceh.Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa di Sekolah Dasar Negeri 16 Banda Aceh yang aktif pada tahun ajaran 2016/2017 sebanyak 395 siswa. Sampel dipilih menggunakan teknik simple random sampling dan diperoleh 195 siswa untuk menjadi sampel penelitan.Data dikumpulkan menggunakan angket/kuesioner dengan skala likert. Hasil penelitian ini dianalisis menggunakan uji hipotesis korelasi product moment pearson dengan bantuan komputer SPSS versi 22.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara konsep diri dengan intensi mencontek yang signifikan. Berdasarkan jawaban angket/kuesioner, maka hasil yang diperoleh yaitu antara variabel konsep diri dengan intensi mencontek memiliki hubungan sebesar -0,180 dengan nilai signifikansi sebesar 0,012. Dari penelitian ini dapat dikemukakan bahwa hipotesis yang menyatakan terdapat hubungan negatif antara konsep diri dengan intensi mencontek siswa Sekolah Dasar Negeri 16 Banda Aceh (Ha) diterima.
PENGGUNAAN MEDIA IT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA SUBTEMA BARANG DAN JASA DI KELAS IV PADA SD NEGERI 12 BANDA ACEH Siti Nur Azmi; Hajidin Hajidin.; Linda Vitoria
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.856 KB)

Abstract

Teknologi mempunyai pengaruh penting terhadap perkembangan dan pertumbuhan masyarakat. Salah satu diantaranya sebagai media pembelajaran. Microsoft Powerpoint merupakan salah satu aplikasi yang dapat digunakan sebagai media IT dalam  penyampaian materi pembelajaran guna meningkatkan pemahaman serta hasil pembelajaran. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dalam proses pengambilan data dengan pendekatan kualitatif. Penelitian deskriptif ini menggunakan subjek kepala sekolah dan wali kelas IVa, siswa/i yang terdiri dari 13 orang siswa dan 12orang siswi berjumlah 27 orang.Hasil penelitian menunjukan bahwa Penggunaan media IT mempunyai pengaruh positif dalam peningkatan hasil belajar. ini terlihat dari persen pelajar pada tes pertama sebesar 74.36 atau berkategori cukup, pada tes akhir manjadi 92.32 atau berkategori sangat baik  dengan tingkat kesulitan soal yang berbeda dan lebih tinggi. Peningkatan terjadi pada siswa yang sebelumnya berkategori baik menjadi sangat baik sejumlah 12 siswa (63 %), kurang menjadi baik sejumlah 4 siswa (21 %), cukup menjadi sangat baik sejumlah 3 siswa (16 %),  cukup menjadi baik tidak ada (0 %), kurang menjadi sangat baik tidak ada (0 %), dan kurang menjadi cukup tidak ada (0 %).
PERBANDINGAN HASIL UJIAN NASIONAL ANTARA SEKOLAH DASAR YANG MENGGUNAKAN KTSP DENGAN SEKOLAH DASAR YANG MENGGUNAKAN KURIKULUM 2013 DI KECAMATAN WIH PESAM KABUPATEN BENER MERIAH Mirawati Mirawati; M. Nasir yusuf; Intan Safiah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.385 KB)

Abstract

Ujian nasional merupakan pengukuran kemampuan potensi siswa terhadap mata pelajaran tertentu setelah mengikuti pembelajaran di sekolah dengan berpedoman pada kurikulum. Namun terkait pelaksanaan UN tahun 2016 sekolah dasar di Kecamatan Wih Pesam Bener Meriah menggunakan dua kurikulum yang berbeda padahal untuk soal UN 2016 seluruh sekolah sama. Sehingga peneliti tertarik melakukan penelitian yang berjudul “perbandingan hasil ujian nasional antara sekolah dasar yang menggunakan KTSP dengan sekolah dasar Yang menggunakan kurikulum 2013 di kecamatan Wih Pesam kabupaten Bener Meriah”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat perbedaan hasil ujian nasional antara sekolah yang menggunakan KTSP dengan sekolah yang menggunakan K-13, dan apakan hasil ujian nasional sekolah yang menggunakan K-13 lebih baik dari sekolah  yang menggunakan KTSP. Penelitian ini bertujuan mengungkap hasil ujian nasional sekolah yang menggunakan KTSP dengan sekolah yang menggunakan K-13.Hipotesis dalam penelitian ini yaitu terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil ujian nasional kedua kurikulum yang berbeda.            Sumber data dalam penelitian ini adalah hasil ujian nasional tahun 2016 yang diambil dari kedua sekolah. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian komparatif. Data yang diperoleh dari sekolah diolah menggunakan rumus “t” untuk uji beda.          Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh  sebesar -2,86154 dan  sebesar 2,000. Dengan demikian disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil ujian nasional antara sekolah yang menggunakan KTSP dengan sekolah yang menggunakan  K-13. Dan hasil ujian nasional sekolah  yang menggunakan KTSP lebih baik dari hasil ujian nasional sekolah yang menggunakan K-13
KEMAMPUAN SISWA MENGGUNAKAN TANDA BACA DALAM KARANGAN DESKRIPSI DI KELAS IV SD NEGERI 10 BANDA ACEH Muhammad Firhan; Muhammad Idham; Rosma Ely
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.031 KB)

Abstract

 Dalam menulis penggunaan tanda baca perlu diketahui oleh semua siswa agar isi pokok dalam penulisan tersebut tersalurkan dengan baik kepada pembaca. Penelitian ini melihat bagaimana kemampuan siswa menggunakan tanda baca dalam karangan deskripsi.  Secara khusus Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan siswa  menggunakan pungtuasi dalam karangan deskripsi di ruang 4 SDN 10 Banda Aceh.            Pendekatan yang dipakai penelitian ini yaitu kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Penelitian diadakan di kelas IV SD N 10 Banda Aceh. Subjek penelitian 29 siswa dengan 18 wanita dan 11 pria. Teknik pengumpulan data menggunkan tes. Hasil Data siswa yang diperoleh dianalisis dengan tabel kategori kemampuan, selanjutnya menentukan persentase, dihitung dengan memakai rumus persentase. Dalam tes tersedia 25 kotak kosong yang akan di isi oleh siswa berupa jenis-jenis tanda baca yang cocok dalam karangan tersebut. Masing-masing kotak akan mendapat nilai 4 apabila benar.            Hasil analisis data, jika dilihat dari kategori kemampuan siswa,  sebagian besar kemampuan siswa baik. Baik sekali 6 murid (20,69%), baik 11 murid (37,93%), cukup 9 murid (31,03%), kurang 2 murid (6,90%), dan gagal 1 murid (3,45%). Hasil dari data seluruh siswa, nilai rata-rata tes siswa yaitu 67,72. Jadi, hasil untuk melihat acuan dalam skripsi ini, hasil seluruhnya 67,72 masuk golongan baik. Jadi dalam hal ini, kesimpulannya  kesanggupan kelas IV SDN 10 Banda Aceh  dalam memakai tanda baca di dalam karangan deskripsi di matakemampuan siswa kelas IV SD N 10 Banda Aceh memakai tanda baca di dalam karangan deskripsi pada mata pelajaran bahasa Indonesia mendapat tingkatan kesanggupan yang baik.  

Page 1 of 2 | Total Record : 20