Articles
20 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3, No 3 (2018): JULI 2018"
:
20 Documents
clear
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA / SISWI KELAS V SD NEGERI 5 BANDA ACEH
Ekha Nova Asri;
Said Darnius;
Hajidin Hajidin.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 3 (2018): JULI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (308.211 KB)
Kegiatan pembelajaran adalah semua kegiatan yang dilakukan dalam proses interaksi (guru dan siswa) untuk mencapai tujuan pembelajaran. Interaksi dapat terjadi secara searah atau timbal balik, dari guru ke siswa atau sebaliknya. Kegiatan belajar siswa baik di luar kelas maupun di kelas akan mempengaruhi prestasi belajar siswa. Prestasi belajar yang baik didapat karena kegiatan belajar yang baik juga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kegiatan pembelajaran dengan prestasi belajar siswa / siswi kelas V SDN 5 Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa / siswi kelas V SDN 5 Banda Aceh yang terdiri dari 2 kelas yaitu kelas 5a dan kelas 5b dengan jumlah siswa 64 orang pada tahun ajaran 2017/2018. Sampel penelitian ini adalah 30 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan dokumentasi. Pengumpulan data dari kegiatan belajar siswa dengan kuesioner berupa pernyataan negatif dan positif tentang kegiatan belajar, sedangkan data prestasi belajar diperoleh dengan mengambil rata-rata nilai ujian semester siswa pada semester ganjil tahun akademik 2017 / 2018. Uji statistik yang digunakan adalah uji korelasi product moment. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hubungan antara aktivitas belajar dengan prestasi belajar siswa rxy = 0,75. Pada n = 30 dengan tingkat signifikan 5%, dapat disimpulkan bahwa rtabel = 0,361 (rhitung rtabel) yang berarti menerima Ha dan menolak Ho atau ada hubungan antara aktivitas belajar dengan kelas prestasi belajar siswa V SDN 5 Banda Aceh
UPAYA GURU MENGATASI KESULITAN BELAJAR ANAK DISLEKSIA DI SD NEGERI 10 BANDA ACEH
Bunga Fitria Fyanda;
Israwati Israwati.;
Ruslan Ruslan.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 3 (2018): JULI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (384.654 KB)
Penelitian ini berjudul”Upaya Guru Mengatasi kesulitan Belajar Anak Disleksia di SDNegeri 10 Banda Aceh ”. Adapun rumusa masala dalam penelitian ini adalah Bagaimana upay pengajar dala mengatasi kesulitan mencari ilmu anak yang mengalami disleksia ?Apa sajakah kendala guru dalam menggunakan media karton ketika mengatasi siswa yang mengalami disleksia dalam belajar? dan tujuan penelaah ini adala untu mengetahui mengetahui upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar anak disleksia d SDN 10 Banda Aceh dan untuk mengetahui apa saja kendala guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa yang mengalami disleksia di SDN 10 Banda Aceh.Pendekatan yang di pakai dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan menggunakan jenis penelitian deskriptif, subjek pada penelitian sebanyak 5 orang guru, kemudian menggunakan teknik wawancara untuk mengumpulkan data, data di analisis dengan reduksi data, kemudian penyajian data dan disimpulkan.Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa guru sudah mengetahui bagaiaman ciri dan jenis anak disleksia yang terdapat di dalam kelas merekan, sehingga guru dengan mudah melakukan upaya atau memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan yang mereka perlukan yaitu dengan pemberian bimbingan khusus. Anak disleksia dalam hal membaca memerlukan bantuan untuk menunjukkan bacaan yang sedang dibaca oleh mereka, siswa disleksia juga sering terbalik dalam membaca, sering meninggalkan atau slaah dalam pelafalan dalam membaca. Upaya yang dilakukan oleh guru juga berbeda ada yang meberikan bimbingan khusus (les) ketika jam istirahat, ada yang memberikan bimbingan khusus diluar jam sekolah, dan ada yang memberikan motivasi dengan cara pemberian nilai kepada siswa disleksia agar mereka mau membaca dengan baik. Faktor penghambat atau kendala yang dihadapi oleh guru tidak begitu banyak hanya terletak pada fasilitas disekolah dan dukungan oleh orang tua yang lebih kepada siswanya di rumah.
PENGELOLAAN RUANG KELAS DI SEKOLAH DASAR NEGERI 18 BANDA ACEH TAHUN AJARAN 2016/2017
Pipi Lestari;
Yoesrizal Bermawi;
Suid Suid.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 3 (2018): JULI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (402.523 KB)
Ruang kelas merupakan tempat berlangsungnya proses pembelajaran. Proses belajar mengajar akan terlaksana dengan baik, apabila guru sebagai seoarang manajer mampu mengelola ruang kelas secara baik pula. Penelitian ini berupaya mengungkapkan bagaimana pengelolaan ruang kelas.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Data diolah dengan cara mereduksi, menyajikan dan membuat kesimpulan/verfikasi.Penelitian ini memiliki hasil sebagai berikut: (1) Perencanaan (planning) ruang kelas masih kurang pada perencanaan pemberian aromaterapi di kelas karena sekolah tidak merencanakan anggaran. (2) Pengorganisasian (organizing) ruang kelas sudah terlaksana dengan baik karena tempat duduk peserta didik sudah bervariasi, media dipajang di tempat yang mudah terlihat, dan guru sudah merancang tanaman dan tumbuhan supaya menghasilkan oksigen yang cukup. (3) Pelaksanaan (actuating) ruang kelas sudah terlaksana dengan baik karena guru sering mengubah formasi tempat duduk sesuai dengan metode yang digunakan, guru sering menggunakan media dalam proses belajar mengajar, semua warga sekolah terlibat dalam menjaga tanaman dan tumbuhan. (4) Pengawasan (controlling) ruang kelas masih kurang karena dibeberapa kelas banyak media yang sudah rusak disebabkan kurangnya pengawasan guru. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengelolaan ruang kelas di SD Negeri 18 Banda Aceh tahun ajaran 2016/2017 kurang baik
KENDALA GURU DALAM MENGIMPLEMENTASI NILAI-NILAI KARAKTER BERLANDASKAN BUDAYA BANGSA DALAM PEMBELAJARAN DI SD NEGERI 54 BANDA ACEH
Irdy Aghfirah Rosayanti;
Sulaiman Sulaiman.;
Yoserizal Bermawi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 3 (2018): JULI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (294.909 KB)
Pendidikan dalam sistem persekolahan selama ini lebih menekankan pada kemampuan akademis dan kurang perhatian pada perkembangan karakter, sehingga karakter seseorang hanya berkembang berdasarkan potensi yang dibawa sejak lahir atau yang dikenal sebagai karakter dasar yang bersifat biologis. Penelitian ini mengangkat masalah bagaimana Kendala Guru Dalam Mengimplementasi Nilai-Nilai Karakter Berlandaskan Budaya Bangsa Dalam Pembelajaran. Adapun tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah untuk mengetahui Kendala Guru Dalam Mengimplementasi Nilai-Nilai Karakter Berlandaskan Budaya Bangsa Dalam Pembelajaran.Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Serta yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah 12 orang guru, yaitu wali kelas di SD Negeri 54 Banda Aceh. Teknikpengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi dan wawancara dan dianalisis dengan tiga tahapan alisis data kualitatif yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Dari hasil analisis data danpembahasanhasilpenelitian, kendala guru dalam menerapkan nilai-nilai karakter pada pesertadidik yaitu masih adanya rasa malu dalam berteman dan belum sangat akrab, masih sangat kuat sikap premanisme, mereka tidak peduli hal apapun yang menimpa anak lain diluar kelompoknya, anak susah untuk mengikuti peraturan, mudah dalam melakukan kebohongan serta anak tidak memiliki rasa takut untuk melanggar peraturan walaupun terdapat sanksi dan juga tidak ingin menaati peraturan walaupun diberikan hadiah.Simpulan penelitian ini adalah suatu kendala yang mengakibatkan lambatnya penerapan nilai-nilai karakter dalam proses belajar mengajar terjadi akibat ketidaksenjangan hubungan peserta didik, orang tua pesertadidik dan guru. Kebiasaan yang baik akan menghasilkan suatu pembiasaan yang baik pula. Namun hal tersebut tidak hanya dapat oleh seorang guru namun harus dibantu oleh factor lingkungan yang baik dari orang tua peserta didik.
UPAYA GURU MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK MELALUI BERCERITA DI KELAS I SEKOLAH DASAR LAM ILIE KECAMATAN INDRAPURI KABUPATEN ACEH BESAR
Doni Febrio;
Muhammad Idham;
Soedirman.z Soedirman Z.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 3 (2018): JULI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (188.312 KB)
Dalam konteks ini upaya guru mengembangkan kemampuan berbahasa anak melalui bercerita di kelas I Sekolah Dasar Negeri Lam Ilie, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar. Permasalahan pada penelitian adalah Bagaimana Upaya Guru Mengembangkan Kemampuan Berbahasa Anak Melalui Bercerita di Kelas I Sekolah Dasar Negeri Lam Ilie, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar?. penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru pengembangan kemampuan berbahasa anak melalui cerita di kelas I Sekolah Dasar Negeri Lam Ilie, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar.Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Adapun subjek dalam penelitian ini 1 orang guru kelas I. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi dengan 18 aspek yang diamati, dan wawancara dengan pertanyaan sebanyak 11 pertanyaan yang diajukan yang terkait upaya guru mengembangkan kemampuan berbahasa anak melalui bercerita,Berdasarkan hasil analisis data temuan penelitian ini dapat dipaparkan sebagai berikut. Pertama, setelah dilakukan observasi terhadap 1 orang guru kelas I dan wawancara terkait upaya guru mengembangkan kemampuan berbahasa anak melalui bercerita. Dari 18 aspek yang diamati melalui observasi terdapat 15 aspek yang diterapkan oleh guru kelas dan 3 aspek tidak dilakukan, ini mengakibatkan tidak semua anak mampu berbahasa dengan baik dan benar, dan hasil analisis data yang kedua berupa hasil wawancara dari upaya guru mengembangkan kemampuan berbahasa anak melalui bercerita. masih terdapat kekurangan dalam pengembangan kemampuan berbahasa anak sehingga anak tidak mampu menguasai kemampuan berbahasa dengan tepat. Simpulan dari upaya guru mengembangkan kemampuan berbahasa anak melalui bercerita belum tercapainya tujuan pembelajaran di kelas I Sekolah Dasar Negeri Lam Ilie, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar.
PERBEDAAN ANTARA HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA DENGAN SISWI DI KELAS III SDN UNGGUL LAMPEUNEURUT
Rafizah Rafizah.;
Monawati Monawati.;
Said Darnius
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 3 (2018): JULI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (649.605 KB)
Perbedaan jenis kelamin dalam kemampuan antara laki-laki dan perempuan antara hal motivasi, hasil dan prestasi belajar terutama di bidang matematika, cara berpikir laki-laki lebih terdepan dalam berpikir logikasedangkan perempuan dengan cara pikir yang lebih melibatkan perasaan. Permasalah pada penelitian tersebutapakahadaketidaksamaanantarhasil belajarmatematikamuriddengan anak perempuanpada ruang III SDN Unggul Lampeuneurut. Penelitian bermaksud untuk melihat hasil belajar matematika siswadengan anak perempuan pada ruang III SDN Unggul Lampeuneurut, hipotesis penelitian adalah terdapat perbedaan antara hasil belajar matematika siswa dengan siswi di kelas III SDN Unggul Lampeuneurut.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jelas penelitian komparatif. Penelitian dilaksanakan pada ruang III SDN Unggul Lampeuneurut dengan sample penyelidikan bertotal 60 anak didik yang terdiri dari 30 pria dan30 wanita. pencarian data yang digunakan adalah dokumentasi hasil belajar matematika. Data yang diperoleh dari dokumentasi hasil belajar matematika kemudian dianalisis menggunakan tabel kategori kemampuan siswa, dalampengolahan hasildicari memakai cara t-test.dari perolehan pengolahan data dapatdigambarkan golongan amat baik dengan rerata 81 dan perolehan belajar matematika siswi pada kelompok sungguh-sungguh bagus dengan pukul rata 82. Dari rakitan analisis uji-t di peroleh sebesar 0,5dan sebesar 2,0. Dengan demikian, t hitung lebih kecil dari t tabel, maka dinyatakan ditolak dan dinyatakan diterima kebenarannya, artinya tidak terdapat perbedaan antara hasil belajar matematika siswa dengan siswidi kelas III SDN Unggul Lampeuneurut berada pada kategori sangat baik.
HASIL BELAJAR SISWA PADA OPERASI HITUNG PERKALIAN MENGGUNAKAN MEDIA TEKNIK JARIMATIKA DI KELAS III SD NEGERI 69 BANDA ACEH
Palma Munila;
Monawati Monawati.;
Fauzi Fauzi.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 3 (2018): JULI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (302.413 KB)
Konsep perkalian merupakan konsep abstrak yang sulit dipahami siswa tanpa adanya bantuan konteks dan alat peraga yang familiar. Sehubung dengan hal tersebut, maka diterapkan pembelajaran menggunakan media teknik jarimatika. Penelitian ini berupaya mengungkapkan bagaimana aktivitas belajar siswa dengan menggunakan media teknik jarimatika pada operasi hitung perkalian di kelas III SD Negeri 69 Banda Aceh dan bagaimana hasil belajar siswa dengan menggunakan media teknik jarimatika pada operasi hitung perkalian di kelas III SD Negeri 69 Banda Aceh? Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas belajar siswa menggunaan media teknik jarimatika pada operasi hitung perkalian di kelas III SD Negeri 69 Banda Aceh, dan untuk mengetahui hasil belajar siswa menggunakan media teknik jarimatika pada operasi hitung perkalian di kelas III SD Negeri 69 Banda Aceh. Menggunakan pendekatan kualitatif dengaan jenis deskriptif. Pengumpulan data dengan observasi, tes hasil belajar dan wawancara. Subjek penelitianya adalah 28 orang siswa kelas III SD Negeri 69 Banda Aceh. Selanjutnya data observasi, tes hasil belajar, dan wawancara diolah secara deskriptif dengan teknik persentase. kegiatan belajar peserta didik melalui media teknik jarimatika bisa dikatakan telah mengalami perubahan dari setiap perjumpaan. Hal ini dilihat dari adanya perubahan pada kegiatan peserta didik seperti bertanya, berdiskusi dengan kelompok, mengerjakan Lembar Kerja Siswa, dan mendengarkan presentasi hasil kelompok lain. Sedangkan hasil penelitian ini menyatakan bahwa dari data hasil post test peserta didik yang lulus dalam belajar melalui media teknik jarimatika adalah 85,7% sebanyak 24 orang sedangkan peserta yang tidak lulus 14,3% sebanyak 4 orang. Nilai rata-rata peserta didik meningkat menjadi 79,64 dari yang sebelumnya 54,28. Secara umum kelas sudah lulus secara klasikal
KEMAMPUAN SISWA DALAM MEMBEDAKAN KATA BAKU DAN KATA TIDAK BAKU DI KELAS V SDNEGERI 3 BANDA ACEH
Bengi Ruhamah;
Adnan Adnan.;
Hajidin Hajidin.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 3 (2018): JULI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (288.991 KB)
Kata baku adalah kata yang cara pengucapan atau penulisannya sesuai dengan kaedah-kaedah yang dibakukan dan kata tidak baku adalah kata yang sering digunakan saat bercakapan sehari-haria tau tidak sesuaidenganpedomanejaan yang benar (EYD). Penelitian ini berjudul “Kemampuan Siswa dalam membedakan Kata Baku dan Kata Tidak Baku di kelas V SD Negeri 3 Banda Aceh. Rumusan masalahnya bagaimanakah tingkat kemampuan Siswa dalam Membedakan Kata Baku dan Kata Tidak Baku. Bertujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Tingkat Kemampuan siswa dalam Membedakan Kata Baku dan Kata Tidak Baku di kelas V SDNegeri 3 Banda Aceh.Dengan pendekatan kuantitatif dan dengan jenis penelitian yaituDeskriptif. Jumlah populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas Lima SD Negeri 3 Banda Aceh yang jumlahnya sembilan puluh siswa. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Sampel di penelitian ini adalah murid kelas Lima A yang jumlahnya 30orang.Teknik dalam mengumpulan data penelitian ini adalah dengan memakai tes juga dokumentasi. Untuk mengetahui hasil data penelitian terhadap tingkat kemampuan siswa dengan menggunakan statistic sederhana dalam perhitungan persentase. Dengan demikian hasil penelitian kemampuan siswa dalam membedakan kata Baku dan Kata Tidak Baku tidaktuntas, karenanilai rata-rata kata bakuadalah 66,3 dengan kategori Baik dan nilai rata-rata kata tidak baku 48,3 dengan kategori kurang. Jadi hasil penelitian ini adalah kurangnya kemampuan siswa dalam membedakan kata bakudan kata tidak baku.
KENDALA GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN SIKAP JUJUR DI SD NEGERI UNGGUL LAMBADA KLIENG ACEH BESAR
Reliza Erwina;
Sulaiman Sulaiman.;
Nurhaidah Nurhaidah.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 3 (2018): JULI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (475.254 KB)
Penelitian ini berjudul “Kendala Guru dalam Mengimplementasikan Sikap Jujur di SD Negeri Unggul Lambada Klieng Aceh Besar”. Latar belakang dari penelitian ini adalah, guru sudah berusaha menanamkan nilai jujur melalui RPP dalam aspek penilaian sosial namun masih banyak siswa yang belum dapat bersikap jujur. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa saja kendala-kendala guru dalam mengimplementasikan sikap jujur siswa di SD Negeri Unggul Lambada Klieng Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kendala-kendala guru dalam mengimplementasikan sikap jujur siswa di SD Negeri Unggul Lambada Klieng Aceh Besar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru kelas I-VI dengan 6 guru. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara. Analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kendala-kendala guru dalam mengimplementasikan sikap jujur siswa terlihat saat mengkoreksi jawaban secara silang di kelas dikarenakan masih ada beberapa siswa yang mencontreng hasil jawaban yang salah dan menyilang hasil jawaban yang benar; belum ada inisiatif dari guru untuk membuat kantin kejujuran; seluruh guru mengalami kendala saat menepati janji; guru belum mampu dalam mengkoreksi tata cara penulisan, perkataan dalam konteks kejujuran dalam mengutip dan melaporkan bahan bacaan siswa terkait kendala bahasa, tanda baca, penggunaan huruf kapital dan huruf kecil; namun guru sudah mampu dalam mengkoreksi tata cara penulisan, perkataan dalam konteks kejujuran dalam menyadur bahan bacaan siswa terkait kendala bahasa, tanda baca, penggunaan huruf kapital dan huruf kecil; dan guru sudah dapat memberikan kesempatan merata dalam melaporkan proses kerja siswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah masih banyak guru yang mengalami kendala-kendala dalam mengimplementasikan sikap jujur siswa.Terlihat bahwa, belum sepenuhnya langkah-langkah dalam menumbuhkan sikap jujur diterapkan oleh guru.
KENDALA GURU DALAM MELAKSANAKAN PENILAIAN PORTOFOLIO PADA KURIKULUM 2013 DI SEKOLAH DASAR NEGERI 69 BANDA ACEH
Nisrina Nisrina.;
Israwati Israwati.;
M. Nasir Yusuf
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 3 (2018): JULI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (165.797 KB)
Salah satu teknik penilaian autentik dalam kurikulum 2013 adalah penilaian portofolio, yang merupakan teknik penilaian dengan cara menilai hasil karya siswa berupa kumpulan tugas yang dihasilkan siswa.Melaksanakan penilaian portofolio adalah banyak menyita waktu dikarenakan guru harus terlebih dahulu membuat kriteria/rubrik penilaian sesuai dengan tugas portofolio, dan siswa tidak secara cepat memahami tugas-tugas pottofolio serta banyak siswa yang tidak membawa bahan-bahan untuk tugas portofolio sehingga menjadi hambatan dalam penilaian . kemudian ada guru yang belum sepenuhnya mengerti tentang penilaian portofolio sehingga penilaian portofolio jadi jarang dilaksanakan. Dan solusi yang dilakukan guru harus bisa mengatur waktu dan mempersiapkan diri dalam menerapkan konsep penilaian sesuai kurikulum 2013, dengan mengikuti pelatihan dan mempelajari buku pedoman tentang K-13 sehingga implementasinya sesuai seperti yang diharapkan.