cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 371 Documents
FAKTOR YANG MENYEBABKAN SISWA TIDAK MENYELESAIKAN TUGAS DI KELAS III SD NEGERI 02 BANDA ACEH Astiara Astiara.; Hajidin Hajidin.; Nurhaidah Nurhaidah.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 1 (2017): MEI 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.853 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Faktor yang Menyebabkan Siswa Tidak Menyelesaikan  Tugas di Kelas III SD Negeri 02  Banda Aceh”. Penelitian ini bertujuan Untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan siswa tidak menyelesaikan tugas di kelas III SD Negeri 02  Banda Aceh dan untuk mendeskripsikan upaya yang dilakukan oleh guru untuk mengatasisiswa yang tidak menyelesaikan tugas di kelas III SD Negeri 02  Banda Aceh. Subjek penelitian adalah 1 orang guru dan 30 siswa kelas III yang dipilih dengan purpossive sampling. Data dikumpulkan dengan observasi dan wawancara. Analisis data dengan  logika induktif, yakni dari khusus ke umum.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan siswa tidak menyelesaikan tugas di kelas III SD Negeri 02  Banda Aceh, yaitu siswa tidak mendiskusikan tugas dengan teman sebangkunya, siswa tidak memanfaatkan waktu dengan baik agar tugas dapat diselesaikan, siswa tidak bertanya kepada teman mengenai tugas yang sulit dikerjakannya, siswa tidak serius dan sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas, penjelasan yang terlalu panjang sehingga siswa tidak memahaminya dan kurangnya motivasi dan konsentrasi siswa dalam belajar. Siswa juga kurang perhatian terhadap penilaian yang dilakukan guru dan tidak memanfaatkan waktu dengan baik sehingga pada akhirnya  tugas tidak terselesaikan. Selain itu, siswa lebih memilih menyelesaikan tugas yang mudah dan meninggalkan tugas yang sulit. Upaya yang dilakukan oleh guru untuk mengatasisiswa yang tidak menyelesaikan tugas di kelas III SD Negeri 02  Banda Aceh adalah menciptakan pembelajaran yang menyenangkan agar siswa dapat termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran dan mampu menyerap materi yang diajarkan. Guru menggunakan berbagai strategi seperti bernayanyi, bercerita. Guru juga menerapkan pendekatan saintifik untuk mengarahkan siswa belajar dengan sungguh-sungguh. Melalui pendekatan saintifik siswa diarahkan untuk mengamati, bertanya, mengkomunikasikan dan menyimpulkan materi pelajaran yang diajarkan oleh guru. 
KEMAMPUAN MENULIS SURAT RESMI SISWA KELAS V SD NEGERI GAROT ACEH BESAR Febri Andira; Adnan. Adnan.; M.Yamin. Yamin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.385 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “ Kemampuan Menulis Surat Resmi Siswa Kelas V SD Negeri Garot Aceh Besar ”. Yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah tingkat kemampuan menulis surat resmi siswa kelas V SD Negeri Garot Aceh Besar. Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitan ini adalah untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan menulis surat resmi siswa kelas V SD Negeri Garot Aceh Besar.Jenis penelitian ini digolongkan dalam penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi kelas V SD Negeri Garot Aceh Besar yang berjumlah 66, dan yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas VB SD Negeri Garot Aceh Besar tahun ajaran 2016/2017 sebanyak 32 siswa. Pengambilan sampel pada penelitian ini dengan menggunakan Purposive Sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes untuk mengukur kemampuan siswa terhadap materi yang telah dipelajari, nilai yang didapat dari tes inilah diambil sebagai data dan diolah dengan menggunakan rumus menghitung rata-rata M =. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa siswa yang memperoleh nilai  (86 – 100) dengan kategori sangat mampu sebanyak 23 orang siswa (71,87%), siswa yang memperoleh nilai (76 – 85) dengan kategori mampu  sebanyak 6 orang  (18,75%),siswa yang memperoleh nilai (66 – 75) dengan kategori cukup mampu sebanyak 2 orang  (6,25%),siswa yang memperoleh nilai (51 – 65) dengan kategori kurang mampu sebanyak 1 orang (3,12%), dan tidak ada siswa yang memperoleh nilai 50 kebawah dengan kategori tidak mampu. Nilai rata-rata kemampuan siswa kelas V SD Negeri Garot Aceh Besar adalah 88,86. Berdasarkan klasifikasi nilai diatas, maka nilai rata- rata siswa  berada pada kategori sangat mampu. Dengan demikian, siswa kelas V SD Negeri Garot Aceh Besar telah memiliki kemampuan yang sangat mampu dalam menulis surat resmi.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE TERHADAP HASIL BELAJAR PADA SUBTEMA INDONESIAKU, BANGSA YANG BERBUDAYA KELAS V BANDA ACEH. fatimah fatimah.; soewarno soewarno.; suci fitriani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 1, No 2 (2016): NOVEMBER 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.528 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Picture And Picture Terhadap Hasil Belajar Pada Subtema Indonesiaku, Bangsa Yang Berbudaya Kelas V Banda Aceh”. Rumusan Masalah dalam Penelitian ini adalah “Apakah dengan menggunakan pengeruh Model Pembelajaran Picture And Picture Terhadap Hasil Belajar Pada Subtema Indonesiaku, Bangsa Yang Berbudaya Kelas V Banda Aceh?”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Picture And Picture Terhadap Hasil Belajar Pada Subtema Indonesiaku, Bangsa Yang Berbudaya Kelas V Banda Aceh.Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, sedangkan jenis penelitian bersifat eksperimen semu. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas Va yang berjumlah 22 siswa dan kelas Vb yang berjumlah 23 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan test yang berbentuk uraian berjumah 10 soal. Data dianalisis dengan menggunakan statistik uji-t, pada taraf signifikan ᶐ=0,05.Dari analisis data, diperoleh thitung ttabel =2,004 1,68. Berdasarkan kriteria pengujian hipotesis, tolak H dan H diterima. Sehingga kesimpulan dalam penelitian ini adalah hasil belajar yang diajarkan dengan model pembelajaran picture and picture lebih baik daripada tampa menggunakan model pembelajaran picture and picture. Kata kunci: Model Picture and Picture, subtema Indonesiaku Bangsa yang                        Berbudaya, ketuntasan belajar.      
PELAKSANAAN KETERAMPILAN GURU DALAM KEGIATAN MEMBUKA DAN MENUTUP PELAJARAN DI KELAS IV SD NEGERI LAMPEUNEURUT ACEH BESAR Muhammad Sauki; M Hussen M. Hussen.; Hasmiana Hasan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.987 KB)

Abstract

Keterampilan guru dalam kegiatan membuka dan menutup pelajaran merupakan komponen terpenting dalam meningkatkan kualitas pendidikan pada proses pembelajaran agar menjadi optimal. Sebagai seorang guru hendaknya guru harus mampu menguasai keterampilan membuka dan menutup pelajaran baik secara teori maupun pelaksanaannya. Keterampilan tersebut nantinya akan sangat berpengaruh pada tingkat pemahaman siswa pada setiap proses pembelajaran. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini bagaimana pelaksanaan keterampilan guru dalam kegiatan membuka dan menutup pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan yang dilakukan guru dalam kegiatan membuka dan menutup pelajaran dan apa saja yang dilakukan guru dalam melaksanakan kegiatan tersebut pada kelas IV SD Negeri  Lampeuneurut Aceh Besar.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri  Lampeuneurut Aceh Besar dengan subjek penelitian 4 orang guru kelas IV. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi dan wawancara, data yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara diolah dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil analisis data dalam penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan yang dilakukan guru dalam kegiatan membuka dan menutup pelajaran masih memiliki kekurangan dalam beberapa komponen baik pada kegiatan membuka maupun kegiatan menutup pelajaran, dari pelaksanaan dalam keterampilan tersebut hanya satu orang guru yang hampir melaksanakan keseluruhan kegiatan membuka dan menutup pelajaran tersebut, sedangkan ketiga orang guru lainnya kurang mampu melaksanakan dengan baik pada keterampilan membuka dan menutup pelajaran tersebut.Simpulan penelitian ini yaitu pelaksanaan yang dilakukan guru dalam kegiatan membuka dan menutup pelajaran masih terbilang tidak baik. Maka masih diperlukannya banyak bimbingan dalam pelaksanaan kegiatan membuka dan menutup pelajaran. Disarankan kepada pihak sekolah agar lebih meningkatkan lagi pengadaan bimbingan mengenai keterampilan membuka dan menutup pelajaran melalui pelatihan, seminar, bahkan lokakarya, sehingga  pelaksanaan pada kegiatan membuka dan menutup pelajaran  lebih optimal pada proses pembelajaran di kelas.
PERSEPSI GURU SEKOLAH DASAR TERHADAP PELAKSANAAN UJI KOMPETENSI GURU (UKG) DI KABUPATEN ACEH UTARA (Suatu Penelitian di Kecamatan Lhoksukon) Rahmatillah ,; Ruslan ,; Hasmiana Hasan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.801 KB)

Abstract

ABSTRAKDalam konteks persepsi, antara guru yang satu dengan guru yang lainnya tentuberbeda. Penelitian ini berupaya mengungkapkan persepsi guru sekolah dasarterhadap pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) di Kabupaten Aceh Utara. Secarakhusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru terhadap UKG diAceh Utara, usaha-usaha yang dilakukan oleh guru ketika akan menghadapi UKG,dan untuk mengetahui kendala-kendala apa saja yang dialami oleh guru di AcehUtara. Pendekatan yang digunakan dalampenelitian ini adalah kualitatif dengan jenispenelitiannya yaitu deskriptif.Pengumpulan data dilakukan dengan teknikwawancara. Teknik wawancaranya adalah dengan cara mewawancarai 15 orang gurudi tiga sampel sekolah di Lhoksukon. Agar data hasil wawancara dapat terpercaya,peneliti menggunakan alat bantu perekaman berupa alat tulis dan media elektronikberupa HP. Selanjutnya seluruh data diolah dengan tahapan analisis data, model data(data display), dan penarikan/verifikasi kesimpulan.Berdasarkan hasilanalisis data,temuan peneliti ini dapat dikemukakan sebagai berikut. Pertama, persepsi guru diKabupaten Aceh Utara tentang pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) sudahberjalan baik, disiplin dan terarah. Kedua, usaha-usaha yang dilakukan guru yaitumempersiapkan diri menghadapi UKG melalui belajar, mengulang soal-soal yangdiunduh dari internet, mempersiapkan mental dan yang terpenting adalah haruspercaya diri. Ketiga, adapun kendala-kendalanya yaitu seperti kurangnya persiapan,bentuk soal yang rumit,keterbatasan waktu, lokasi ujian yang jauh, kurangnyasosialisasi yang dilakukan oleh dinas terkait, faktor usia lanjut dan kurangnyapenguasaan terhadap informasi teknologi (IT). Simpulan penelitian ini adalahpersepsi guru sekolah dasar terhadap pelaksanaan UKG di Aceh Utara sudah baikkarena bagi guru UKG ini sangat bermanfaat bagi mereka dalam meningkatkankualitasnya sebagai seorang guru. Walaupun ada beberapa guru yang kurang setujudengan UKG ini karena mereka menilai hasil UKG ini bukan menjadi patokan yangsesungguhnya tentang kompetensi dan kualitas mereka.Kata Kunci:Persepsi, Guru, Uji Kompetensi Guru
UPAYA MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA MELALUI LESSON STUDY DI KELAS V SD NEGERI LAMPAGEU ACEH BESAR Wihil Mina; Israwati. israwati; Linda Vitoria
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 2 (2017): AGUSTUS 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.385 KB)

Abstract

Dalam konteks interaksi belajar mengajar di kelas siswa kurag mandiri, penelitian ini berupaya mengungkapkan upaya peningkatan kemandirian belajar siswa melalui lesson study. Secara khusus penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui peningkatan kemandirian belajar siswa melalui lesson study di kelass V SD Negeri Lampageu Aceh Besar dan (2) untuk mengetahui aktifitas siswa dan guru dalam proses pembelajaran melalui lesson study di kelas V SD Negeri Lampageu Aceh Besar. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Lampageu Aceh Besar, sebanyak 15 siswa yang terdiri dari 6 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Pelaksanaan lesson study dimulai dari tanggal 05 september 2016 sampai 19 september 2016. Jenis penelitian ini deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi aktifitas siswa dan wawancara guru. Teknik pengumpulan data menggunakan statistic sederhana untuk melihat atau mencari nilai rata-rata jawaban responden. Berdasarkan hasil analisis data observasi belajar siswa memperoleh nilai rata-rata pada pertemuan pertama sebanyak 2,896, kedua 3,413, dan ketiga sebanyak 3,6928. Analisis nilai rata-rata sudah ada peningkatan kemandirian belajar siswa pada setiap pertemuan. Hasil wawancara menunjukkan bahwa siswa senang dan sangat bersemangat dengan kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa siswa kelas V SD Negeri Lampageu Aceh Besar sangat antusias dan bersemangat, sehingga interaksi proses belajar mengajar dapat berlangsung seperti yang diharapkan. Kata Kunci: Kemandirian Belajar Siswa, Lesson Study
PERAN GURU DALAM PELAKSANAAN MANAJEMEN KELAS DI GUGUS BUNGONG SEULANGAKECAMATAN SYIAH KUALAKOTA BANDA ACEH Mursalin. mursalin; Sulaiman. Sulaiman; Nurmasyitah. Nurmasyitah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 2 (2017): AGUSTUS 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.385 KB)

Abstract

Dalam konteks persoalan manajemen kelas, yang dapat dilakukan oleh guru adalah pelaksanaan manajemen kelas. Penelitian ini berupaya mengungkapkan Peran Guru Dalam Pelaksanaan Manajemen KelasDi Gugus Bungong Seulanga  Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) peran guru dalam pelaksanaan manajemen kelas di Gugus Bungong Seulanga Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh terlaksana dengan baik, dan (2) cara mengatasi kendala-kendala dalam pelaksanaan manajemen kelas di (Gugus) SD Negeri Bungong Seulanga Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi danwawancara. Teknik observasi (pengamatan) dan didukung dengan teknik wawancara, teknik wawancara adalah dengan mewawancarai 8 (delapan) guru kelas. Selanjutnya seluruh datadiolah dengan tahapan anlisis data kualitatif yaitu mereduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan.            Dari Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa guru kelas di SD Gugus Bungong Seulanga Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh memiliki kemampuan yang baik dalam pelaksanaan manajemen kelas. Guru sangat berperan dalam merencanakan, mengorganisakan, meminpin, dan mengendalikan kelas, Guru membina dan membimbing peserta didik sesuai dengan berbagai latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individunya, membantu peserta didik belajar dan bekerja sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimilikinya, dan mengatasi hambatan-hambatan yang menghalangi terwujudnya interaksi dalam kegiatan belajar mengajar.            Kendala-kendala dalam manajemen kelas yang terjadi biasanya berkaitan dengan siswa. Kendalanya pada saat proses pembelajaran berlangsung ada siswa yang membuat keributan dikelas, tidak mau mendengar penjelasan dari gurunya dan ada siswa tidak mau belajar. Kendala tersebut juga sering terjadi karena kurang kesiapan guru dalam manajemen kelas dan kurangnya memusatkan perhatian kapada siswa.Guru harusselalu memberi motivasi kepada siswa untuk belajar dengan baik. Jika ada siswa yang berbuat tidak baik guru menegur, sehingga perilaku siswa yang tidak baik tersebut tidak berkelanjutan suasana kelas tidak menjadi kacau dan tidak kondusif. Kata Kunci: Manajemen Kelas, Peran Guru 
PENERAPAN KEGIATAN MANAJEMEN KELAS OLEH GURU DI KELAS IV SD NEGERI LAMREUNG KECAMATAN KRUENG BARONA JAYA ACEH BESAR Nuzul Wahyu Wulan dari; M.Husin Affan. M. Husian Affan; Nurmasyitah. Nurmasyitah.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.536 KB)

Abstract

Pendidikan merupakan suatu proses yang panjang dan berlangsung secara terus menerus. Untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan tersebut guru perlu menerapkan kegiatan manajemen kelas. Penelitian ini mengangkat masalah “Bagaimana Penerapan Kegiatan Manajemen Kelas Oleh Guru di Kelas IV SD Negeri Lamreung Kecamatan Krueng Barona Jaya Aceh Besar?”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan kegiatan manajemen kelas oleh guru di kelas IV SD Negeri Lamreung Kecamatan Krueng Barona Aceh Besar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini yang berjumlah 3 orang  guru kelas IV di SD Negeri Lamreung Kecamatan Krueng Barona Jaya Aceh Besar. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara yang dibantu dengan menggunakan alat bantu berupa perekam suara. Untuk mengolah data menggunakan rumus deskriptif persentase. Dari hasil penelitian dan analisis yang dilakukan dapat diketahui bahwa seluruh guru kelas IV di SD Negeri Lamreung Kecamatan Krueng Barona Jaya Aceh Besar sudah terlihat dalam melaksanakan penerapan manajemen kelas. Guru kelas memiliki beberapa kegiatan inti yang dapat diterapkan dalam manajemen kelas diantaranya, menciptakan iklim belajar yang kondusif dengan perolehan persentase sebesar 100%, mengatur ruang belajar dengan perolehan persentase sebesar 100%, dan mengelola interaksi kegiatan belajar mengajar dengan perolehan persentase sebesar 100%. 
PERBANDINGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWAANGKATAN 2013 PROGRAM STUDI PGSD FKIP UNSYIAH BERDASARKAN LATAR BELAKANG JURUSAN DI SMA Cut Nur Ramadani; M. Nasir Yusuf M. Nasir Yusuf.; Nurhaidah Nurhaidah.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 1 (2017): MEI 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.755 KB)

Abstract

 Mahasiswa PGSD FKIP Unsyiah terdiri atas lulusan IPA dan IPS di SMA. Perbedaan ini diperkirakan akan mempengaruhi IPK pada mahasiswanya. IPK yaitu perhitungan indeks prestasi yang di gabungkan setiap matakuliah yang dicapai hingga semester tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan prestasi belajar seluruh mahasiswa angkatan 13 prodi PGSD FKIP Unsyiah berdasarkan latar belakang Jurusan IPA dan IPS di SMA. Hipotesis penelitian ini adalah terdapat perbandingan prestasi belajar mahasiswa angkatan 13 prodi PGSD FKIP Unsyiah berdasarkan latar belakang jurusan IPA dan IPS di SMA.Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian komparatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 76 mahasiswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui studi dokumentasi. Data yang dikumpulkan berupa IPK mahasiswa dengan latar belakang jurusan di SMA. mengolah file dengan rumus uji perbedaan.Berdasarkan keputusan pengolahan file dan pengujian terhadap hipotesis, maka diperoleh thitung = 4,34 dan t tabel dengan tahap signifikan α = 0,05 dan dk = 74 yaitu 1,992.Dengan demikian, hal tersebut diperoleh t hitung lebih besar dari t tabel, jadi H0 tidak diterima dan Ha diterima. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar mahasiswa angkatan 13 prodi PGSD FKIP Unsyiah berdasarkan latar belakang jurusan IPA dan IPS di SMA. Jadi, mahasiswa yang berasal dari jurusan IPA memiliki prestasi yang lebih baik dibandingkan
KEMAMPUAN SISWA MENYELESAIKAN PERMASALAHAN MATEMATIKA PADA MATERI KUBUS DAN BALOK DI KELAS V SD NEGERI 70 BANDA ACEH Reni Oktara; Fauzi fauzi.; Nurhaidah Nurhaidah.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 1 (2017): MEI 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.385 KB)

Abstract

Materi kubus dan balok merupakan salah satu materi ajar yang diajarkan di kelas V sekolah dasar. Penelitian ini berupaya mengungkapkan bagaimanakah kemampuan siswa menyelesaikan permasalahan matematika pada materi kubus dan balok di kelas V SD Negeri 70 Banda Aceh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa menyelesaikan permasalahan matematika pada materi kubus dan balok di kelas V SD Negeri 70 Banda Aceh.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dalam bentuk penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 70 Banda Aceh yang berjumlah 37 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling atau seluruh siswa kelas V SD Negeri 70 Banda Aceh yang berjumlah 37 siswa yang terdiri dari 19 orang laki-laki dan 18 orang perempuan.Pengumpulan data dilakukan dengan tes dan wawancara. Tes diberikan untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa dalam menyelesaikan permasalahan matematika pada materi kubus dan balok. Sedangkan wawancara bertujuan untuk mengetahui kesulitan yang dialami siswa saat menyelesaikan soal yang diberikan guru.Simpulan penelitian ini adalah siswa mampu menyelesaikan permasalahan matematika pada materi kubus dan balok di kelas V SD Negeri 70 Banda Aceh, diperoleh nilai thitung 6,09 dan nilai ttabel 1,70. Dari hasil yang telah diperoleh ternyata nilai thitung lebih besar dari pada nilai ttabel atau 6,09 1,70. Hal ini berarti nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel. Adapun hipotesis yang penulis kemukakan dalam penelitian adalah siswa mampu menyelesaikan permasalahan matematika pada materi kubus dan balok.

Page 11 of 38 | Total Record : 371