cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
JIM FKP Unsyiah terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 4 (2017): November 2017" : 15 Documents clear
Dugaan Serapan Karbon pada Vegetasi Mangrove di Kawasan Mangrove Gampong Iboih, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang Meivi Iswandar; Irma Dewiyanti; Viqqi Kurnianda
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.104 KB)

Abstract

Research on prediction of carbon uptake in mangrove vegetation has been done in mangrove area Gampong Iboih, Sukakarya sub-district, Sabang city. Mangrove forests have a similar role to other forests to absorb carbon dioxide (CO2) so that it can help in the prevention of climate change. The purpose of this study was to estimate carbon uptake (C) in Rhizophora sp. and Bruguiera sp. in Gampong Iboih, Sukakarya sub-district, Sabang city. This research was conducted in June 2017. The method used in this research was purposive sampling method to determine two observation station, the sample was taken once without repetition. The results of this study indicate that mangroves in Rhizophora sp. has a role in carbon uptake in amount 21,344,73 g/trees. The most carbon-absorbing part of the tree is the stem part in amount 9.729 g/tree. While Bruguiera sp. absorbing carbon dioxide of 2,890.12 g/tree. The part of the tree that absorbs the most carbon is the root part of 774.37 g/tree. The larger the biomass, the greater the potential for carbon uptake.       Telah dilakukan penelitian tentang dugaan serapan karbon pada vegetasi mangrove di kawasan mangrove Gampong Iboih, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang. Hutan mangrove memiliki peran yang sama dengan hutan yang lainya untuk menyerap karbon dioksida (CO2) sehingga dapat membantu dalam pencegahan perubahan iklim. Tujuan penelitian ini adalah untuk menduga serapan karbon (C) pada vegetasi mangrove jenis Rhizophora sp. dan Bruguiera sp. di kawasan mangrove Gampong Iboih, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Purposive sampling untuk menentukan dua stasiun pengamatan, sampel diambil sekali tanpa pengulangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mangrove pada jenis Rhizophora sp. memiliki peran dalam penyerapan karbon sebesar 21.344,73 g/pohon. Bagian pohon yang paling banyak menyerap karbon adalah bagian batang sebesar 9.729 g/pohon. Sedangkan Bruguiera sp. menyerap karbon dioksida sebesar 2.890,12 g/pohon. Bagian pohon yang paling banyak menyerap karbon adalah bagian akar sebesar 774,37 g/pohon. Semakin besar biomassa, maka akan semakin besar pula potensi serapan karbonnya. 
Komposisi Organisme Kriptik Brachyura (Krustasea) Pada Karang Mati Pocillopora di Perairan Sabang Muhammad Tawakkal; Cut N. Devira; Maria Ulfah; Andrianus Sembiring; Eka M. Kurniasih; Ambariyanto Ambariyanto; Christopher Meyer
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.722 KB)

Abstract

The purpose of this study was to Composition Brachyura cryptic organism (class crustacea) from genus Pocillopora that found on dead corals and to find out the environmental conditions of Sabang waters. The method used in this research was exploring method using Purposive Sampling. The data were collected in August 2016 in three observation stations: Seulako Island, Rubiah Island, and Sumur Tiga. All stations were categorized as deep waters (7-10 m) which have different types and substrate characters. The water quality parameters measured in this study were temperature (300C), salinity (29.5‰ - 32‰), and pH (7). The results of the study showed that there were five families found (Xanthidae, Portunidae, Majoidea, Pilumnidae dan Trapeziidae) with total of 142 individuals that spread into three stations. The most common individual was found in P. Seulako with dead coral volume of 3.2 liters, while the least was found at the site of Sumur Tiga with a dead coral volume of 1.2 liters. The range of dead coral volume found at the P.Seulako, P. Rubiah and Sumur Tiga was 1.2 - 3.2 liters.       Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui organisme kriptik Brachyura(krustasea) yang terdapat pada karang mati dari genus Pocillopora di Perairan Sabang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode explore dengan menggunakan penentuan lokasi secara Purposive Sampling.Pengambilan data dilakukan pada bulan Agustus 2016 di 3 lokasi pengamatan yaitu P. Seulako, P. Rubiah dan Sumur Tiga, yang dikategorikan sebagai perairan dalam (7-10 m). Setiap stasiun memiliki jenis dan karakter substrat yang berbeda. Parameter kualitas air yang diukur dalam penelitian ini adalah suhu (300C), salinitas (29.5‰ - 32‰), dan pH (7). Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 5 famili diantaranya famili Xanthidae, Portunidae, Majoidea, Pilumnidae dan Trapeziidae. Jumlah total organisme kriptik Brachyura pada karang mati yang ditemukan sebanyak 142 individu yang tersebar ke dalam 3 stasiun pengamatan. Individu yang paling banyak ditemukan pada P. Seulako, dengan volume karang mati sebesar 3.2 liter sedangkan jumlah individu yang sedikit ditemukan pada lokasi Sumur Tiga dengan volume karang mati 1.2 liter. Kisaran volume karang mati yang ditemukan pada lokasi penelitian P.Seulako, P. Rubiah dan Sumur Tiga adalah 1.2 – 3.2 liter. 
Hubungan Partisipasi Nelayan dan Peran Pemangku Kepentingan Dalam Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Daerah Pulau Tuan, Aceh Besar Zilvi A. Rahmi; Chaliluddin Marwan; Edy Miswar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.976 KB)

Abstract

The district of Aceh Besar has 23 districts and 8 of them are in the coast. Peukan Bada district is a coastal area where the majority of people are fishermen. In Peukan Bada there are 211 fishermen’s who do fishing in Tuan Island waters conservation area. Marine Waters Conservation Area Tuan has been defined as a Water Conservation Area by Decree of the Regent of Aceh Besar Number 190 of 2011 on the Establishment of Regional Water Conservation Area of Aceh Besar Regency of Aceh Province. In this research, to conduct a study on the relationship of  fishermen participation and stakeholder role as a tool and reference in conducting activities of utilization in a water. The purpose of this research is to know the participation of fishermen and pemangku kepentingan role in the management of Tuan Island Watershed Conservation Area, and to know the relationship of fishermen participation and stakeholder role in the management of Tuan Island Watershed Conservation Area. The data used in this research include primary data and secondary data. The analytical method that used to find out the relationship of both using correlation formula. The results showed that the active participation of fishermen 81.94% and the role of are stakeholder were 77.78%. It can be concluded that the most of the fishermen in the category of active participation. Correlation value indicates there is relationship between two variables with value r = 0.839 and the relationship between fisherman participation and stakeholder role is very strong.       Kabupaten Aceh Besar mempunyai 23 Kecamatan dan 8 diantaranya berada di pesisir. Kecamatan Peukan Bada merupakan kawasan pesisir yang masyarakatnya sebahagian besar merupakan nelayan. Nelayan Peukan Bada berjumlah 211 nelayan yang melakukan penangkapan ikan di Kawasan konservasi perairan daerah Pulau Tuan. Kawasan Konservasi Perairan daerah Pulau Tuan Telah ditetapkan sebagai Kawasan Konservasi Perairan daerah dengan SK Bupati Aceh Besar  Nomor 190 tahun 2011 tentang Pembentukan Kawasan Konservasi Perairan daerah Daerah Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh. Pada penelitian ini, perlu dilakukan sebuah kajian mengenai hubungan partisipasi nelayan dan peran pemangku kepentingan sebagai alat dan acuan dalam melakukan kegiatan pemanfaatan di sebuah perairan daerah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui partisipasi nelayan dan peran pemangku kepentingan dalam pengelolaan kawasan konservasi perairan daerah Pulau Tuan, serta mengetahui hubungan partisipasi nelayan dan peran pemangku kepentingan dalam pengelolaan kawasan konservasi perairan daerah Pulau Tuan. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Metode analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan keduanya menggunakan rumus korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel partisipasi nelayan sangat tinggi sebesar 81,94% dan variabel peran pemangku kepentingan sangat tinggi sebesar 77,78%. Nilai korelasi menunjukkan terdapat hubungan antara kedua variabel dengan nilai r = 0,839 dan hubungan antara partisipasi nelayan dan peran pemangku kepentingan tinggi. 
Studi Kematangan Gonad Bulu Babi Di Kawasan Pantai Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar Nanda S. Putra; Widya Sari; Muhammadar Muhammadar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.186 KB)

Abstract

This study was conducted from November until December 2016. The location of the research implementation was in the beach area of Mesjid Raya District, Aceh Besar. The research method used was transect method. At each station, transect was made with the length of 25 meters and width of 10 meters. The transect rope was stretched with a5 meters distance from the perpendicular shoreline from the position of lowest tide point to the direction of the reef will. The measured parameters were the diameter of the shell body, the weight of the body, The Maturity Index of the Gonads (IKG) and The Maturity Level of the Gonads (TKG).TKG was determined based on the morphology of the gonads. Data were analyzed descriptively. The types of sea urchins found on the beach area ofMesjid Raya District in Aceh Besar Regency were Tripneutes gratilla, Echinothrix calamaris, Echinometra vanbrunti, Diadema setosum and Toxopneustes pileolus with a total of 66 individuals which comprised of 41 male urchin individuals and 25 female urchin individuals. All types of urchins can be found on theAhmad Rhangmanyang Beach with a total of 24 male individuals and 17 female individuals, whereas only three types of E. calamaris, E. vanbrunti, and D. Setosumcan be obtained from Lamreh Beach, with the total number of 17 male individuals and 8 female individuals. There was a diversity of gonads maturity between the individuals and the type of urchins that was found.       Penelitian ini dilaksanakan dari bulan November sampai bulan Desember 2016. Adapun lokasi pelaksanakan penelitian tersebut di kawasan Pantai Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode transek. Pada setiap stasiun dibuat transek dengan ukuran panjang 25 m dan lebar 10 m. Tali transek ditarik dengan jarak 5 meter dari bibir pantai yang tegak lurus dari posisi titik surut terendah ke arah tubir karang.Parameter yang diukur adalah diameter cangkang tubuh, bobot tubuh, Indeks Kematangan Gonad (IKG) dan Tingkat Kematangan Gonad (TKG).TKG ditetapkan berdasarkan morfologi gonad. Data dianalisis secara deskriptif.Jenis bulu babi yang ditemukan pada Kawasan Pantai Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar adalah Tripneutes gratilla, Echinothrix calamaris, Echinometra vanbrunti, Diadema setosum dan Toxopneustes pileolus dengan jumlah total 66 individu yang terdiri dari 41 individu bulu babi jantan dan 25 individu bulu babi betina. Seluruh jenis bulu babi tersebut dapat ditemukan di Pantai Ahmad Rhangmanyang dengan jumlah 24 individu jantan dan 17 individu betina,  sedangkan di Pantai Lamreh diperoleh hanya tiga jenis saja yaitu E. calamaris, E. vanbrunti, D. setosumdengan jumlah 17individu jantan dan 8 individu betina.Terdapat keragaman kematangan gonad antar individu maupun jenis bulu babi yang ditemukan. 
Produksi Serasah Hutan Mangrove di Kuala Langsa, Provinsi Aceh Ridha Hafizi; Irma Dewiyanti; Chitra Octavina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.534 KB)

Abstract

Mangrove forest often called mangal forests is tropical and subtropical beach vegetation communities, which are dominated by several types of mangrove trees that are capable of growing and developing in every tidal muddy coast. Litter production is was important part in of a conversion of organic matter from vegetation. This research used purposive sampling method to determine the research station consisting of 3 stations in which there were 3 plots placed litter trap or litter container. This research was conducted in February-March 2017 in the waters of Kuala Langsa, Langsa Barat Subdistrict, Langsa City, Aceh Province. The purpose of this research was to observed litter production on mangrove ecosystem and it was environmental factors influences thein Kuala Langsa. From the results showed the Station 1 level of litter production was 3.65 g / m² / day in which leaf litter component of 1.65 g / m² / day. There were 3 types of mangrove with total litter production for Rhizopora apiculata was 4.44 g / m² / day, Rhizopora mucronata of 2.63 g / m² / day and Rhizopora stylosa was 1.95 g / m² / day.       Hutan mangrove sering disebut hutan bakau adalah komunitas vegetasi pantai tropis dan subtropis, yang didominasi oleh beberapa jenis pohon mangrove yang mampu tumbuh dan berkembang pada setiap pasang surut pantai berlumpur. Produksi serasah merupakan bagian yang penting dalam mentransfer bahan organik dari vegetasi kedalam tanah. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling untuk menentukan stasiun penelitian yang terdiri dari 3 stasiun yang didalamnya terdapat 3 plot yang diletakkan litter trapatau penampungserasah. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Maret 2017 di Perairan Kuala Langsa, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa Provinsi Aceh.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui produksi serasah pada ekosistem mangrove di perairan Kuala langsa serta mengetahui faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi produksi serasah mangrove di Perairan Kuala Langsa. Hasil penelitian menunjukkanbahwa Stasiun 1 mendominasi produksi serasah sebesar 3,65 g/m²/hari dimana komponen yang mendominasi ialah komponen serasah daun sebesar 1,65 g/m²/hari. Stasiun ini terdapat 3 jenis mangrove dengan jumlah produksi serasah untuk Rhizopora apiculata sebanyak 4,44 g/m²/hari, Rhizopora mucronata sebanyak 2,63 g/m²/hari dan Rhizopora stylosa sebanyak 1,95 g/m²/hari.

Page 2 of 2 | Total Record : 15