cover
Contact Name
Indrya Mulyaningsih
Contact Email
indrya@syekhnurjati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
indrya@syekhnurjati.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Language Education and Literature
ISSN : -     EISSN : 25022261     DOI : -
Indonesian Language Education and Literature is a journal of research publication. The scopes of this research are Indonesian language and literature teaching, either as the first, second, or foreign language. The research can be conducted in elementary schools, junior high schools, senior high schools, and / or university. The journal is regularly published on July and December in collaboration with the cooperation Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia (ADOBSI) or The Association of Indonesian Language and Literature Lecturers and Ikatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) or The association of Indonesian Language and Literature Study Program.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2020)" : 10 Documents clear
Analisis Kesalahan Morfosemantik Pada Teks Terjemahan Siswa Madrasah Aliyah Darussalam Bogor Deni Maulana; Anwar Sanusi
Indonesian Language Education and Literature Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v5i2.3837

Abstract

This study aims to uncover morphosemantic errors in Indonesian-Arabic language text translations conducted by Bogor Darussalam Madrasah Aliyah (MA) students. This research uses descriptive qualitative method with a content analysis model. The data source in this study is the result of text translation from Indonesian to Arabic. Research shows that there are student errors in translating texts using past verbs (fi'il māḍi) 14 (11%), while non-pastoral verbs (fi'il muḍāri ') amounted to 111 (89%). Likewise, students are weak in choosing the appropriate meaning when translating from Indonesian to Arabic. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kesalahan morfosemantik pada teks terjemahan bahasa Indonesia-bahasa Arab yang dilakukan oleh siswa Madrasah Aliyah (MA) Darussalam Bogor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan model analisis isi (content analysis). Sumber data dalam penelitian ini adalah hasil teks terjemahan dari bahasa Indonesia ke bahasa Arab. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesalahan siswa dalam menerjemahkan teks menggunakan verba lampau (fi’il māḍi) 14 (11%), sedangkan kesalahan verba nonlampau (fi'il muḍāri') yang berjumlah 111 (89%). Begitu juga siswa lemah dalam memilih makna yang sesuai ketika menerjemahkan dari bahasa Indonesa ke bahasa Arab.
Nilai Pendidikan Antikorupsi dalam Puisi Karya Ahmad Mustofa Bisri Chafit Ulya; Nugraheni Eko Wardani
Indonesian Language Education and Literature Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v5i2.5302

Abstract

This research aims at describing and explaining: (1) anti-corruption values in A. Mustofa Bisri’s poetry; (2) the relevance of the anti-corruption values in A. Mustofa Bisri’s poetry as an anti-corruption literacy material in poetry appreciation lesson at the high school level. This research applies a descriptive qualitative method by collecting the data from a poetry collection ‘Aku Manusia’. There are 47 poetries in that book which nine of them are then chosen under thematic and semantic considerations. Based on the data analysis, it shows that (1) there are nine anti-corruption values implied in the poetries, those are honesty, true to self, responsibility, injustice, contemplation, sincerity, modesty, wealth, and self-control. (2) Those values in A. Mustofa Bisri’s poetry can be used as a learning material in enriching anti-corruption literacy in poetry appreciation lesson.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan: (1) nilai-nilai pendidikan antikorupsi yang terdapat dalam puisi karya A. Mustofa Bisri; (2) relevansi nilai antikorupsi dalam puisi karya A. Mustofa Bisri dalam pembelajaran apresiasi puisi di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa kumpulan puisi Aku Manusia. Ada 47 puisi dalam buku tersebut yang selanjutnya dipilih sembilan puisi dengan pertimbangan tematik dan makna yang dikandung. Berdasarkan hasil analisis yang sudah dilakukan, dapat ditarik simpulan bahwa (1) ada tujuh nilai pendidikan antikorupsi yang dapat dipetik dari puisi A. Mustofa Bisri, yaitu kejujuran, kemandirian, tanggung jawab, keadilan,  keikhlasan, kesederhanaan, dan pengendalian diri. (2) Nilai-nilai antikorupsi dalam puisi A. Mustofa Bisri dapat dijadikan sebagai materi untuk memperkaya literasi antikorupsi dalam pembelajaran apresiasi puisi.
Deiksis Persona dalam Buku Ajar BIPA Sahabatku Indonesia Tingkat B2 Durrah Nafisah; Liliana Muliastuti; Nuruddin Nuruddin
Indonesian Language Education and Literature Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v5i2.5336

Abstract

In the BIPA Sahabatku Indonesia textbook, competency mapping about personal deixis has been taught at the A1 level. However, in reality, BIPA level B2 learners still use person deixis incorrectly. In fact, persona deixis is closely used in daily life. This study aims to: (1) find out how person deixis in the BIPA Sahabatku Indonesia textbook level B2 and (2) find out how the deixis rhetoric in the BIPA Sahabatku Indonesia B2 level textbook. This research uses content analysis with a qualitative approach. The number of types of person deixis in the BIPA Sahabatku Indonesia textbook level B2 is 102 data. The data consists of 55 data (53.92%) first-person deixis, 4 data (3.92%) plural first person deixis, 29 data (28.43%) second persona single deixis, 0 (0%) person deixis second plural, 8 data (7.84%) third single person deixis, and 6 data (5.88%) plural third-person deixis. Meanwhile, deixis rhetoric in the B2 level Sahabatku textbooks has 71 data.Dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia, pemetaan kompetensi tentang deiksis persona sudah diajarkan pada tingkat A1. Namun, kenyataannya pemelajar BIPA tingkat B2 masih salah menggunakan deiksis persona. Padahal, deiksis persona erat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui bagaimana deiksis persona dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat B2 dan (2) mengetahui bagaimana retorika deiksis dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat B2. Penelitian ini menggunakan analisis isi dengan pendekatan kualitatif. Jumlah jenis-jenis deiksis persona dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat B2 adalah 102 data. Data tersebut terdiri atas 55 data (53,92%) deiksis persona pertama tunggal, 4 data (3,92%) deiksis persona pertama jamak, 29 data (28,43%) deiksis persona kedua tunggal, 0 (0%) deiksis persona kedua jamak, 8 data (7,84%) deiksis persona ketiga tunggal, dan 6 data (5,88%) deiksis persona ketiga jamak. Sementara itu, retorika deiksis dalam buku ajar Sahabatku Indonesia tingkat B2 ada 71 data.
Pengutamaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik Pada Nama Tempat Usaha di Jalan Perjuangan Kota Cirebon Itaristanti Itaristanti
Indonesian Language Education and Literature Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v5i2.6427

Abstract

Language can be used to communicate in one direction, for example names at the place of business. This study aims to describe the naming of business places in Jalan Perjuangan, Cirebon City, West Java and their relation to efforts to prioritize Indonesian in public spaces. Data collected by listening and documentation. The listening method is realized by a competent, independent listening technique followed by the note taking technique. Documentation is done by taking photos. Data analysis was carried out using the equivalent method with translational disaggregation and distribution methods or the distribution method. The distributional method is carried out using the reverse technique. Meanwhile, the presentation of the results of data analysis is done by the informal method or descriptive method, namely the presentation with ordinary words. The results showed that the naming of business places in the Struggle Street there are shaped: words, phrases, and compounds. Meanwhile, in terms of the language used, there are businesses that speak Indonesian, English, Javanese, Japanese, Chinese, a fusion of Indonesian and English, and a combination of Javanese and English. In addition, inappropriate words were also found, both in Indonesian and English.Bahasa dapat dilakukan untuk berkomunikasi satu arah, misalnya nama-nama pada tempat usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penamaan tempat-tempat usaha di Jalan Perjuangan, Kota Cirebon, Jawa Barat dan kaitannya dengan upaya pengutamaan bahasa Indonesia di ruang publik. Data dikumpulkan dengan metode simak dan dokumentasi. Metode simak direalisasikan dengan teknik simak bebas libat cakap yang dilanjutkan dengan teknik catat. Dokumentasi dilakukan dengan pengambilan foto. Analisis data dilakukan dengan metode padan dengan daya pilah translasional dan metode distribusional atau metode agih. Metode distribusional dilakukan dengan teknik balik. Sementara itu, penyajian hasil analisis data dilakukan dengan metode informal atau metode deskriptif, yaitu penyajian dengan kata-kata biasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penamaan tempat-tempat usaha di Jalan Perjuangan ada yang berbentuk: kata, frasa, dan majemuk. Sementara itu, dari segi bahasa yang digunakan, ada tempat usaha yang berbahasa Indonesia, Inggris, Jawa, Jepang, Cina, perpaduan antara bahasa Indonesia dan Inggris, serta perpaduan antara bahasa Jawa dan Inggris. Selain itu, ditemukan pula kata-kata yang tidak tepat, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.
Kecakapan Pengungsi dalam Berbahasa Indonesia Sri Hapsari Wijayanti
Indonesian Language Education and Literature Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v5i2.5983

Abstract

The problem of refugees is not just an international problem, but also a national problem. Especially temporary countries, such as Indonesia. One of the main needs of refugees is being able to communicate with local people. However, due to language barriers, they often cannot communicate verbally with residents, even miscommunication occurs. This study aims to describe the Indonesian conditions pre-course learning, find out BIPA learning outcomes for refugees, and evaluate post-course learning. The respondents were 34 people who have been lived in more than two years in Indonesia. This study used a descriptive qualitative and quantitative approach. Data collection techniques are carried out through online questionnaires (g-form), direct observation, and interviews. The results of this study indicate that 100% of refugees cannot speak Indonesian when the first time arrived in Indonesia. They rely on English and non-verbal language skills. After taking of basic BIPA course, the tests show that the average refugees have good spoken and written Indonesian competency and can be further improved because they have higher learning motivation.Masalah pengungsi bukan masalah internasional saja, melainkan juga masalah nasional. Khususnya negara tempat tinggal sementara, seperti Indonesia. Salah satu kebutuhan utama pengungsi adalah berkomunikasi dengan masyarakat lokal. Namun, karena kendala bahasa, sering kali mereka tidak dapat berkomunikasi secara verbal dengan warga lokal, bahkan terjadi miskomunikasi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kondisi berbahasa Indonesia pengungsi prakursus BIPA, mengetahui hasil belajar BIPA bagi pengungsi, serta mengevaluasi pembelajaran pascakursus BIPA. Responden penelitian ini adalah 34 pengungsi yang telah tinggal lebih dari dua tahun di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner secara daring (g-form), observasi langsung, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 100% pengungsi tidak dapat berbicara dalam bahasa Indonesia saat kali pertama datang di Indonesia. Mereka mengandalkan kemampuan berbahasa Inggris dan berbahasa nonverbal. Setelah mengikuti kursus BIPA dasar, hasil tes memperlihatkan rata-rata pengungsi memiliki kompetensi bahasa Indonesia lisan dan tertulis yang tergolong baik dan dapat lebih ditingkatkan mengingat motivasi belajar mereka cukup tinggi. 
Kemampuan Penerapan Struktur Esai Pada Tulisan Mahasiswa Universitas Katolik Musi Charitas Katarina Retno Triwidayati; Tresiana Sari Diah Utami
Indonesian Language Education and Literature Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v5i2.5101

Abstract

Literacy must not only be mastered by school children, but also by students. This study aims to determine the level of student literacy. This article aims to describe the ability to apply essay writing, specifically the application of the structure of essays to the writings of students from the conversion of the Catholic University of Musi Charitas. This research This study uses a mixed-method (qualitative and quantitative). Also, this study refers to a descriptive approach. Data collection techniques used in this study are pen and paper-based text. This technique is done by giving written text to the students being studied. The research sample of 180 writings randomly. The data obtained were validated using the researcher triangulation mode. The results showed that categorized as low writings obtained scores ranging from 1.67-30 as many as 58 writings or 32.2%, categorized writings received a score of 50 as many as 100 writings or 55.5%, and capable categories were as many as 22 writings or 12.2% who received scores ranging from 88.3-100.Literasi tidak hanya harus dikuasai oleh anak sekolah, tetapi juga oleh mahasiswa. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat literasi menulis mahasiswa. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan penerapan penulisan esai, terkhusus penerapan struktur esai pada tulisan  hasil konversi mahasiswa Universitas Katolik Musi Charitas. Penelitian ini Penelitian ini menggunakan mix method (kualitatif dan kuantitatif). Selain itu, penelitian ini juga mengacu pada pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah pen and paper based teks. Teknik ini dilakukan dengan cara memberikan teks menulis pada mahasiswa yang diteliti. Sampel penelitian sebanyak 180 tulisan secara acak. Data yang diperoleh divalidasi dengan menggunakan modus triangulasi peneliti. Hasil penelitian menunjukkan tulisan yang dikategorikan rendah memperoleh skor bekisar 1.67—30 sebanyak 58 tulisan atau 32.2%, tulisan yang dikategorikan mendapatkan skor 50 sebanyak 100 tulisan atau 55.5%, dan kategori mampu sebanyak 22 tulisan atau 12.2% yang mendapatkan skor berkisar 88.3—100.
Women’s Life in Indonesian Contemporary Short Stories: A Study of Ecofeminism Transformative Aji Septiaji; Zuriyati Zuriyati; Aceng Rahmat
Indonesian Language Education and Literature Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v5i2.5195

Abstract

Different characteristics between men and women in solving problems in their life become the background of this study. Men are guided by logic in solving the problems. On the other hand, women are guided by feelings, rely on communication, or have a communicative attitude to get other people's responses and find solutions through actions that can decrease hurt feelings. The study aims are to investigate the lives of women from various cases such as discrimination, natural exploitation, and gender stereotypes.The objects of this study are Indonesian contemporary short stories published in Kompas from 2010 until 2015. The technique of collecting data through selective stages includes data reduction, data presentation, and conclusion or verification. Dealing with a large number of data sources, only the most adequate and relevant data are analyzed. The results of this study indicate that women in the stories not only tell about the role of women in general but also emphasizes morality. Women as the characters who are categorized as gentle, loving, and caring can be antagonistic figures caused by the treatment of others (men). Meanwhile, denial from women as a form of resistance to something that dangerous to express what has become the right.Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa perempuan memiliki karakteristik yang berbeda dengan laki-laki dalam menghadapi berbagai problematika kehidupan. Laki-laki dipandu oleh logika dalam memecahkan persoalan. Sementara itu, perempuan lebih dipandu oleh perasaan, mengandalkan komunikasi atau memiliki sikap komunikatif untuk memperoleh respons orang lain. Tujuan penelitian ialah mengungkap kehidupan perempuan-perempuan dari berbagai kasus seperti diskriminasi, eksploitasi alam, dan stereotip gender. Objek penelitian ialah cerpen-cerpen kontemporer Indonesia Kompas kurun waktu 2010-2015. Teknik pengumpulan data, meliputi: reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan dalam cerita tidak hanya menceritakan tentang peran perempuan pada umumnya, tetapi juga menekankan moralitas. Perempuan sebagai karakter yang dikategorikan lembut, penuh kasih, dan peduli bisa menjadi tokoh antagonis yang disebabkan oleh perlakuan orang lain (laki-laki). Sementara itu, penyangkalan dari perempuan sebagai bentuk perlawanan terhadap sesuatu yang berbahaya untuk mengekspresikan apa yang telah menjadi haknya.
Penerapan Think Pair Share dalam Menulis Teks Deskripsi di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Veni Nurpadillah; Tato Nuryanto
Indonesian Language Education and Literature Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v5i2.6369

Abstract

Writing description text is a language skill that students must master. This is in line with the implementation of the 2013 curriculum for seventh-grade junior high school. Based on the 2013 curriculum it is stated that the learning objectives in writing description text by adjusting core competencies and basic competencies. Core competencies are trying, processing, and serving, according to the material being studied. The core competencies are divided into several basic competencies including understanding verbal and written descriptive texts. The results of this study show, (1) The application of Think Pair Share learning models are effectively used in writing description texts in grade VII students. (2) Writing a description text using the Think Pair Share model can increase student activity. The research method used was a quasi-experimental method and the population of VII grade students of SMPN 1 Ciawigebang.Menulis teks deskripsi merupakan keterampilan bahasa yang harus dikuasai siswa. Hal tersebut sejalan dengan penerapan kurikulum 2013 SMP kelas VII.Berdasarkan Kurikulum 2013 disebutkan, bahwa tujuan pembelajaran dalam kegiatan menulis teks deskripsi dengan menyesuaikan kompetensi inti dan kompetensi dasar. Kompetensi inti yaitu mencoba, mengolah dan menyaji, sesuai materi yang dipelajari. Kompetensi inti tersebut terbagi dalam beberapa kompetensi dasar diantaranya yaitu memahami teks deskriptif secara lisan maupun tulisan. Hasil penelitian ini menunjukkan, (1) Penerapan model pembelajaran Think Pair Share efektif digunakan dalam menulis teks deskripsi pada siswa kelas VII. (2) Menulis teks deskripsi dengan menggunakan model Think Pair Share dapat membuat keaktifan siswa meningkat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen semu dan populasinya siswa kelas VII SMPN 1 Ciawigebang.
Kesantunan Berbahasa Mahasiswa Pada Pesan WhatsApp Kepada Dosen Sri Nur Yuliyawati
Indonesian Language Education and Literature Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v5i2.5297

Abstract

Communication between lecturers and students is generally conducted through WhatsApp (WA). Student messages addressed to lecturers through WA apparently sometimes use impolite language. For this reason, an investigation of language politeness student WA messages addressed to lecturers was conducted. The purpose of this study is to investigate and assess language politeness contained in WA messages addressed by students to lecturers. The research method used was a descriptive method in which WA messages from 71 Politeknik Negeri Bandung students with a total of 446 speeches were used as data. Referring to politeness etiquette for students who want to contact lecturers through mobile phones established by Universitas Indonesia (UI) and Universitas Gajah Mada (UGM), it is known that language politeness in Polban student WA messages addressed to lecturers ranges from 51% to 75% or it is considered polite. It means that their WA messages consist of 5 to 6 politeness criteria: time consideration (delivery time does not interfere with breaks or worship), greeting, apology, introduction by name and department/study program, polite language use, and gratitude (saying thank you). Thus, the student WA messages addressed to lecturers have met the politeness etiquette established by UI and UGM.Komunikasi antara dosen dengan mahasiswa pada umumnya dilakukan melalui WA (WhatsApp). Penulisan pesan dari mahasiswa yang ditujukan kepada dosen melalui WA disinyalir kadang menggunakan bahasa yang tidak santun. Untuk itu, dilakukan “Investigasi Kesantunan Berbahasa Pesan Mahasiswa yang Ditujukan Kepada Dosen melalui Whatsapp”. Tujuan penelitian ini untuk menginvestigasi dan  menilai kesantunan yang terdapat pada pesan yang disampaikan mahasiswa kepada dosen melalui WA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan menggunakan data penelitian yang terdiri atas WA dari 71 mahasiswa Politeknik Negeri Bandung dengan tuturan berjumlah 446. Dengan merujuk kepada kesantunan/tatakrama untuk mahasiswa yang ingin menghubungi dosen melalui telepon genggam atau handphone yang ditetapkan  UI dan UGM diketahui secara umum nilai kesantunan bahasa WA mahasiswa berada di rentang 51%-75%. Artinya,  pada pesan yang disampaikan mahasiswa kepada dosen  melalui WA terdapat/tersurat 5 s.d. 6 kriteria kesantunan: pertimbangan waktu (waktu pengiriman tidak mengganggu istirahat atau ibadah), salam, permintaan maaf, pengungkapkan nama dan departemen/program studi, penggunaan bahasa yang sopan, dan ucapan terima kasih. Dengan demikian, pesan WA mahasiswa yang ditujukan kepada dosen telah memenuhi etika kesopanan seperti yang ditetapkan oleh UI dan UGM.
Eksploitasi Perempuan dalam Dwilogi Novel Kelir Slindet dan Telembuk Karya Kedung Darma Romansha Novi Ermawati; Nurhadi Nurhadi
Indonesian Language Education and Literature Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v5i2.3699

Abstract

Not a few literary works that contain the relationship between men and women. Women are exploited from various sides. This study aims to describe: (1) the form of female exploitation, (2) the causes of female exploitation, and (3) feminist ideas in the Kelir Slindet and Telembuk novels by Kedung Darma Romansha. This research is descriptive qualitative research. Data analysis is performed by classifying data, interpreting, discussing, and summarizing data. The results of this study indicate that: first, there are seven forms of female exploitation in the Kelir Slindet and Telembuk novels, namely prostitution, child labor, forced marriage, migrant workers, sexual harassment, rape, and premarital sex. Second, four factors causing the exploitation of women in the Kelir Slindet and Telembuk novels, namely poverty, living environment, divorce, and lifestyle. Third, there are four feminist ideas as a struggle against the exploitation of women in the Kelir Slindet and Telembuk novels, namely rejecting applications, defending self-esteem, severing relationships, and leaving the work of prostitutes.Tak sedikit karya sastra yang memuat hubungan antara laki-laki dan perempuan. Perempuan dieksploitasi dari berbagai sisi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) wujud eksploitasi perempuan, (2) faktor penyebab eksploitasi perempuan, dan (3) ide-ide feminis dalam dwilogi novel Kelir Slindet dan Telembuk karya Kedung Darma Romansha. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Analisis data dilakukan dengan mengklasifikasi data, menginterpretasi, membahas, dan menyimpulkan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, ada tujuh wujud eksploitasi perempuan dalam dwilogi novel Kelir Slindet dan Telembuk, yaitu prostitusi, pekerja anak, paksaan menikah, TKW, pelecehan seksual, perkosaan, dan hubungan seks pranikah. Kedua, faktor penyebab terjadinya eksploitasi perempuan dalam dwilogi novel Kelir Slindet dan Telembuk ada empat, yaitu kemiskinan, lingkungan tempat tinggal, perceraian, dan gaya hidup. Ketiga, ide-ide feminis sebagai perjuangan melawan ekploitasi perempuan dalam dwilogi novel Kelir Slindet dan Telembuk ada empat, yaitu menolak lamaran, membela harga diri, memutuskan hubungan, dan meninggalkan pekerjaan pelacur.

Page 1 of 1 | Total Record : 10