cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari\'ah
ISSN : 23031573     EISSN : 25273876     DOI : -
Core Subject : Economy,
Al-Amwal: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah is a peer-reviewed journal published by the Department of Islamic Banking Syariah Faculty of Islamic Economics of IAIN Syekh Nurjati Cirebon. The journal publishes papers in the field of accounting and finance that give significant contribution to the development of economic and sharia banking profession in Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 253 Documents
Comparative Analysis Of Employee Engagement In Employees Generation X, Y, And Z Muhammad Qoes Atieq
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.468 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v11i2.4873

Abstract

A good organization is an organization that is able to increase employee engagement, in various innovative ways so that employees feel valued and appreciated. Employee engagement in this study refers to an explanation from Schaufeli (2002), which is a motivational condition of employees related to work, which is shown by vigor, dedication, and absorption. Every employee has a different level of engagement, including every employee of various generations. The purpose of this study is to find out and explain the comparison of employee engagement in employees of generation X, Y, and Z. This type of research is a comparative descriptive study with a quantitative approach. Retrieving data using questionnaires distributed online. The sample used by 170 people from various generations of respondents was obtained, namely generation X as much as 32, generation Y as many as 98, and while generation Z as many as 40. While in the data analysis using descriptive analysis, inferential analysis, and one way ANOVA to compare. The results showed that there was a significant difference in the level of employee engagement for employees of generation X, Y, and Z. Employee engagement between generations X and Y were not significantly different, while generation Z was significantly different from generation X and Y.Keywords : employee engagement, generation X, generation Y, dan generation Z.
Pembangunan Pariwisata Di Kabupaten Pangandaran Pasca Pemekaran Pahrul Fauzi; Syaeful Bakhri; Abdul Aziz Ahmad
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.656 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v11i1.4250

Abstract

Pariwisata menjadi salah satu sektor andalan pada pembangunan ekonomi Indonesia, hal tersebut dapat diketahui dari munculnya pariwisata sebagai salah satu sektor dari lima besar komoditas penyumbang devisa terbesar nasional. Wisata Pangandaran menjadi semakin berkembang seiring pemekaran wilayah pada tahun 2012. Dengan adanya pemekaran tersebut Kabupaten Pangandaran menjadi lebih fokus mengembangkan pariwisata. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa terdapat peningkatan dan penurunan kinerja pada sektor pariwisata di Kabupaten Pangandaran setelah pemekaran, hal tersebut dapat diketahui dari naik turunnya jumlah pengunjung. Namun disisi lain, setelah pemekaran terdapat beberapa pengoptimalan potensi wisata yang dikembangkan. Sedangkan berdasarkan hasil analisis SWOT, diketahui bahwa sektor pariwisata di Kabupaten Pangandaran berada pada posisi kuadran pertumbuhan dengan strategi pertumbuhan yang bersifat stabil. Banyaknya objek wisata potensial dan disahkan menjadi daerah otonom menjadi faktor utama pada sisi kekuatan, sedangkan faktor sarana dan prasarana serta manajemen pengelolaan menjadi titik lemahnya. Adapun pada sisi peluang, Kabupaten Pangandaran dinilai mempunyai peluang yang tinggi karena semakin berkembangnya sektor pariwisata di Indonesia maupun dunia, sedangkan dari sisi ancaman yang perlu diwaspadai adalah kondisi kelestarian alam yang perlu dijaga seiring pembangunan sektor pariwisata. Berdasarkan analisis hierarki proses, pada level pertama ditemukan bahwa sarana dan prasarana menjadi faktor dengan prioritas pertama dengan nilai 32,68 sedangkan pada posisi kedua yaitu faktor kelembagaan dengan nilai 29,99. Hal tersebut menandakan bahwa faktor sarana dan prasaran serta kelembagaan menjadi faktor yang perlu diprioritaskan pada pembangunan sektor pariwisata Kabupaten Pangandaran pasca pemekaran. Sedangkan pada level kedua diketahui bahwa lima faktor tertinggi diantaranya peraturan daerah menjadi prioritas pertama disusul oleh kualitas jalan, pengelolaan DTW, Koordinasi dengan masyarakat, dan fasilitas kesehatan.
Mekanisme Green Bond Di Indonesia Abdul Syukur At-Tibasiy; Fadly Mane; Indah Yuliana
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.724 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v11i2.4698

Abstract

                   Dunia perindustrian dimuka bumi semakin menggeliat tiap tahunnya, dimanapun negara itu berada,apapun negaranya, Indonesia khususnya, tidak mau ketinggalan dalam segi perekonomian, untuk itu mereka mempercepat pergerakan perekonomiannya dengan cara memperbanyak  perindustrian di NegaraNya. Tidak heran,banyak lahan-lahan menjadi lahan perindustrian,dari sebab itulah limbah-limbah yang dikeluarkan dari hasil olahan dia semakin tidak terkontrol. Untuk mengantisipasi lahan berjangka panjang dan merawat lingkungan dengan merehabilitasi peristiwa tersebut, lahirlah suatu obligasi yang berwawasan lingkungan yang disebut green bond,Dimana perusahaan yang mampu mengeluarkan lisensi pertama di Indonesia ditahun 2018 yaitu PT. SMI (sarana multi infrastruktur),padahal dinegara-negara maju sudah mulai berkembang 10 tahun terakhir.Dari kasus inilah yang membuat penulis menarik untuk meneliti dan melihat sejauh mana mekanisme green bond dalam merehabilitasi kasus tersebut.                   Tujuan dari penelitian ini adalah penulis ingin mengetahui dan melihat sejauh mana program pemerintah dalam mengatasi kerusakan lingkungan akibat dari banyaknya perindustrian maupun lainnya,juga bagaimana mekanisme yang dikerjakan dari program  green bond kelahiran PT.SMI tahun 2018 kemarin, yang merupakan perusahaan pertama penerbit obligasi berwawasan lingkungan.                   Data ini penulis kumpulkan dari data yang benar-benar validitasnya sangat akurat karena penulis langsung ambil dari situs perusahaan-perusahaan yang terkait dalam penelitian diatas khusunya situs PT. SMI atau  yang sering disebut data sekunder Juga ditunjang dari beberapa sumber lainnya baik media sosial sos ataupun berita seperti CNBC dan lain-lain. Penelitian ini berjenis kualitatif deskriptif yang mana menjelaskan suatu objek dari sudut mekanisme dan kinerja suatu obyek yang diteliti.                   Dari hasil penelitan tersebut, penulis menemukan hasil temuan tematik yang termasuk juga poin penting penelitian ini untuk diketahui, seperti membahas kota Jakarta termasuk kota yang didukung udaranya berlevel tertinggi se-Asia Tenggara, pemerintah yang bergerak maju di wilayah yang berbeda, kutip berbahaya untuk didiamkan, dan juga hasil obligasi hijau ini sangat membantu dalam rehabilitasi lingkungan juga membantu keuangan Negara.                   Dengan hasil penelitian ini, penulis berkeyakinan dapat membantu pemerintah dalam meminta persetujuan (obligasi hijau) ini, sehingga dapat menarik investor untuk menginstalasi modalnya dan meningkatkan perusahaan-perusahaan yang akan terbantu. Dengan demikian akan semakin maksimal dalam mencapai target rehabilitasi lingkungan di negaraNya, juga mampu menunjang keuangan negara dari hasil penjualan sebelumnya.Kata kunci: ikatan hijau, tujuan, Manfaat penelitian, hasil penelitian
Triple Helix Sebagai Model Bagi Inovasi Pendidikan Tinggi: Analisis Logika Kelembagaan Dalam Pengembangan Kewirausahaan Dan Ekonomi Aan Jaelani
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.627 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v11i1.4980

Abstract

AbstrakArtikel ini akan memaparkan tentang transformasi pendidikan tinggi yang mengalami perluasanm isi untuk memasukkan pembangunan ekonomi dan sosial serta kompetensi, reproduksi budaya dan penelitian dan pergeseran dari individu ke fokus organisasi. Dalam hal ini, model triple helix menegaskan hubungan antara universitas, industri, dan pemerintah sebagai strategi pengembangan untuk memenuhi modal sosialdankesenjanganteknologi, sehingga model iniinidapatmemberikankondisi yang optimal untukinovasiperguruantinggi. Dengananalisisteoriinstitusional yang memilikiempattahappengembangandalam proses pelembagaan model tersebut, makadapatdipahamibahwapolapraktik material yang dibangunsecarasosial, historis, asumsi, nilai-nilai, kepercayaan, danaturan-aturan yang dengannyaindividumenghasilkandanmereproduksisubsistensi material mereka, mengaturwaktudanruang, danmemberikanmaknapadarealitassosialmereka.Artikelinimenyimpulkanbahwalogikakelembagaan yang diharapkandapatbekerjameliputikepercayaandalaminovasisainsdanteknologisebagaikunciuntukpertumbuhankesejahteraanekonomi, orientasipasardalamkelulusanakademiktanpameninggalkanbudayalokal, peningkatandanperlindunganhakkekayaanintelektualdalamindustri, dankemampuanlembagadalampersainganpasar. Kata Kunci: pendidikantinggi, triple helix, logikakelembagaan, kewirausahaan  THE TRIPLE HELIX AS A MODEL FOR INNOVATION OF HIGHER EDUCATION:Analysis of Institutional Logic in Entrepreneurship and Economic Development AbstractThis article will describe the transformation of higher education which is undergoing an expanded mission to include economic and social development as well as competence, cultural reproduction, and research and the shift from the individual to the organizational focus. In this case, the triple helix model emphasizes the relationship between universities, industry, and government as a development strategy to meet social capital and technological gaps, so that this model can provide optimal conditions for university innovation. By analyzing the institutional theory that has four stages of development in the process of institutionalizing the model, it can be understood that the pattern of material practices that are built socially, historically, assumptions, values, beliefs and rules by which individuals produce and reproduce their material subsistence, managing time and space, and giving meaning to their social reality. This article concludes that the institutional logic that is expected to work includes trust in scientific and technological innovation as a key to growing economic prosperity, market orientation in academic graduation without leaving local culture, enhancing and protecting intellectual property rights in the industry, and the ability of institutions in market competition. Keywords: higher education, triple helix, institutional logic, entrepreneurship
Strategi Pengelolaan Pengumpulan Zakat Oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) DI Universitas Lancang Kuning Idel Waldelmi
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.504 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v11i1.4170

Abstract

Latarbelakang dari penelitian ini berdasarkan data yang berhasil dihimpun dari UPZ Unilak diperoleh data dari 304 orang dosen baru 61 orang atau 20,1% yang bersedia  menjadi muzakki tetap. Sisanya 79,9% masih ragu –ragu, belum bersedia dengan berbagai alas an dan tujuan dari penelitian untuk melihat Faktor Internal (Kekuatan dan Kelemahan) Pengelolaan Pengumpulan zakat oleh  Upz di Unilak, Kondisi Faktor Eksternal (Peluang Dan Ancaman) Pengelolaan Pengumpulan zakat oleh Upz di Unilak serta Merumuskan Strategi Pengelolaan Pengumpulan Dana Zakat di Unilak.                Starategi Pengelolaan Pengumpulan Zakat Pada Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Universitas Lancang Kuning. Dalam penelitian ini yang diteliti ialah Dosen Universitas Lancang Kuning. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 304 orang dosen dan diambil sebanyak 76 orang dosen. Dengan menggunakan rumus slovin dan teknik pengambilan sample dengan cara simple random sampling.Hasil penelitian bahwasannya  diketahui Menggunakan sumber daya manusia pengelola UPZ (Unit Pengumpul Zakat) layak dan profesional untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat sebagai muzakki memiliki kepercayaan yang tinggi kepada UPZ dalam menyalurkan dana zakat. Menggunakan Unit Pengelola Zakat (UPZ) memiliki sistem yang jelas dalam mengumpulkan dan menyalurkan dana zakat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Sadar akan kewajiban sebagai muslim untuk membayarkan zakat. Menyesuaikan Peruntukkan dana zakat sudah sesuai dengan yang seharusnya untuk meningkatkan kesadaran Masyarakat sudah memiliki kesadaran tentang makna Ke Islamaan khususnya tentang maqasid Syariah  yakni dalam menjaga Harta dan posisi pengelolaan pengumpulan dana zakat pada UPZ Universitas Lancang Kuning pada posisi SO (Strenght Opportunities) yang berarti mendukung strategi Agresif yakni dengan menggunakan kekuatan untuk menangkap peluang yang dimilki UPZ. Beberapa kebijakkan yang dapat di ambil dengan menerapkan strategi agresif.Keywords: Kata Kunci : Muzzaki, UPZ , SWOT STRATEGY OF ZAKAT COLLECTION MANAGEMENT BY UNIT COLLABORATIVE UNIT (UPZ) UNIVERSITY OF LANCANG KUNING ABSTRACKBackground of this research data collected from UPZ Unilak obtained data from 304 new lecturers 61 people or 20.1% who are willing to become muzakki fixed. The remaining 79.9% are still in doubt, not yet willing with the various reasons and objectives of the research to see the Internal Factors (Strengths and Weaknesses) Management of Zakat Collection by Upz in Unilak, External Factor Condition (Opportunities And Threats) Management of Zakat Collection by Upz in Unilak and formulate the Zakat Fund Management Strategy in Unilak.Strategi Management of Zakat Collection at Zakat Collection Unit (UPZ) at Lancang Kuning University. In this research which studied is Lecturer of University of Lancang Kuning. The number of population in this study as many as 304 lecturers and taken as many as 76 lecturers. By using slovin formula and sampling technique by simple random sampling.The result of the research is known to use human resources of UPZ (Zakat collecting unit) worthy and professional to increase public trust as muzakki have high trust to UPZ in channeling zakat fund. Using the Zakat Management Unit (UPZ) has a clear system in collecting and distributing zakat funds to raise public awareness Be aware of obligations as Muslims to pay zakat. Adjusting the Zakat Fund is in accordance with the right to increase awareness People already have an awareness of the meaning to the Islamic Islama especially about the maqasid in keeping the Treasures and management of zakat fundraising position at UPZ University of Lancang Kuning in SO position (Strenght Opportunities) which means support strategy Aggressive ie by using the power to capture opportunities owned UPZ. Some policies can be taken by applying aggressive strategies.Keywords: Muzzaki, UPZ and SWOT
Can the Efficiency of Islamic Banks in Indonesia Improve Their Competitiveness? Muhammad Iqbal; Dwi Yanti Yunianita
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v1i1.5862

Abstract

The development of Islamic banks today has contributed to the emergence of increasingly competitive competition between Islamic banks. Efficiency performance is believed to be a major factor in driving competitiveness among Islamic banks. This study aims to analyze the efficiency performance of Islamic banks in Indonesia and their effect on competitiveness. The sample used was 11 Islamic banks in Indonesia. The data used in this study were obtained from annual financial reports published from the OJK website and each bank during the period of 2012 - 2017. The approach used to measure efficiency performance uses the Data Envelopment Analysis (DEA) method, while the data analysis method uses One Way ANOVA and panel data regression. The results of measuring the efficiency performance of Islamic banks in Indonesia are still quite efficient, although during the study period several banks experienced a decrease in efficiency which resulted in differences in efficiency of performance among Islamic banks. Changes in efficiency performance do not have an impact on the competitiveness of Islamic banks themselves.
Human Resource Performance Improvement Based Upon Job Autonomy, Intrinsic Motivation and Job Demands Fatkhuri Fatkhuri; Ali Jufri; Tri Budi Prasetyo
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v1i1.5449

Abstract

ABSTRACT                         Many factors can improve the performance of HR in the organization. One of them is to give freedom to perform job duties and responsibilities of an employee (job autonomy). Study of  the need for the autonomy of   work  influence on job performance is still very rare, so it becomes very interesting to be studied. This study aimed to examine how to improve HR performance-based model of job autonomy and intrinsic motivation and willingness to meet the demands of work.                    The population in this study is the human resources at the Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Tegal as many as 97 respondents. Data obtained from questionnaires and analyzed with data analysis tools PLS. The results of data analysis showed that the job autonomy has positive and significant effect on the job performance, job autonomy has not significant effect on job demands. Intrinsic motivation has positive and  significant effect on the job  performance, intrinsic motivation significantly influence the job demands, and the job demands has not significant effect on job performance. The future research should include other variables as an intervening variable to provide solutions in improving human resource capacity to meet the job.  Key words      : job autonomy, job demand, intrinsic motivation, job performance.
A rational irrationality: Reviewing the Concept of Rationality in Conventional Economics and Islamic Economics Muhammad Hasyim Ibnu Abbas
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v1i1.6202

Abstract

In analyzing economic phenomena that occur in the midst of society, economists always use assumptions. Rationality is the most important assumption and becomes the main step in analyzing the phenomenon. Individuals in making decisions are assumed to be rational. Problems arise when rational human measurements for the economy of the classical generation are selfish and tend to be selfish. This article discusses how the assumption of rationality is debated among the three major streams of economics today. The three streams referred to are Classical-Neoclassical Economist, Behavioral Economist, and Islamic Economist. Neoclassical-Economist with the assumption that rational individuals are individuals who are concerned with personal desires, Economists of Behavior with the theory of Bounded-Rationality, and Islamic Economists with the argument that the main goal of humans is God.
Determinants of Net Asset Value of Islamic Mutual Funds in Indonesia Ficky Septiana; M. Nur Rianto Al Arif
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v1i1.5443

Abstract

Net asset value is one of the indicators used in measuring the performance of a mutual fund. This study aims to examine what factors determine the net asset value of Islamic mutual funds in Indonesia. By using the vector error correction model, this study found that in the short term all variables did not affect the net asset value. But the composite stock price index and the rate of return have a long-term effect. These results indicate that the company must strengthen the company's internal aspects to improve the performance of the Islamic mutual funds it manages.
How’s Prospect of Digital Banking in Indonesia? Notes From Islamic Views, Economic Value Added for Banking Industry, and Changing Costumer Behavior Myrna Anggarani; Mohamad Soleh Nurzaman
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v1i1.6411

Abstract

This study aims describe prospects of digital banking in Indonesia. Digital banking has prospect of being able to increase value added for banks, and also change consumer behavior. Moreover, this study also explain how Islamic views to technological developments, especially the use of digital banking for customer’s financial needs. The development of digital banking is important for banking industry. Digital banking has emerged to make transaction easier for customers and to get access to various financial information. This study uses descriptive qualitative analytic methods. Data collection uses documents in the form of literature which related to the theme of the study.