cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
MAHKAMAH: Jurnal Kajian Hukum Islam
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2024)" : 10 Documents clear
PENDEKATAN FILSAFAT HUKUM ISLAM (URGENSITAS, APLIKASI, OPERASIONALISASI, DAN BENTUK SERTA KRITIK TERHADAP PERKEMBANGAN HUKUM ISLAM) Ansori, Saiful
Mahkamah : Jurnal Kajian Hukum Islam Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/mahkamah.v9i2.18505

Abstract

AbstractStudying Islamic law certainly cannot be separated from the philosophy of Islamic law. Islamic law, which has always struggled with the realities of the times, has now been able to grow legal products in accordance with the current developments of the times. The focus of study in this research is to try to explain the study of legal philosophy, starting from the understanding of Islamic legal philosophy, the scope of Islamic legal philosophy studies, the urgency of Islamic legal philosophy, the application and operationalization of Islamic legal philosophy, as well as forms or examples of Islamic legal philosophy studies, as well as critics.The research method used in this research is qualitative. The approach used in this research is the socio-legal approach. Then combined with empirical and normative legal approaches. The data collection method used was the literature study method which was then analyzed using the descriptive-analytic method.The Islamic legal philosophy approach is needed for a more in-depth study of Islamic law. In order to realize just law that is always in accordance with the conditions of the times, the study of the philosophy of Islamic law also allows for a thorough understanding of Islam (kaffah) with the linkages and relationships that exist with other religious sciences. Islamic law must be oriented towards maqasid syari'ah, namely human benefit. Any reason cannot be justified if maqasid syari'ah as a legal goal is neglected, even though it has departed from a relatively correct interpretation. Islamic law is not independent, but related to other sciences. Therefore, interdependent relationships in the study of Islamic law are absolutely necessary to produce human-responsive law (fiqh).
Implementasi Hukum Pencatatan Perkawinan (Pendekatan Kompilasi Hukum Islam dan Pembaharuan hukum kontemporer) Ulum, Miftahul
Mahkamah : Jurnal Kajian Hukum Islam Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/mahkamah.v9i2.16226

Abstract

Pencatatan perkawinan menjadi salah satu aturan yang dibuat oleh Negara untuk menjawab permasalahan yang terjadi di masyarakat, sehingga dengan adanya pencatatan perkawinan bisa menjadi landasan dasar hukum yang akan melindungi kehidupan dalam berkeluarga. Begitupun sebaliknya, jika tidak mendaftarkan pernikahan kepada pemerintah setempat maka status pernikahannya tidak akan diakui oleh Negara dan tidak dapat perlindungan jika suatu saat terdapat permasalahan dalam rumah tangganya.  Penelitian ini masuk ke dalam penelitian kualitatif dengan bentuk kajian pustaka, pengumpulan data yang diambil dibagi ke dalam beberapa bagian yaitu dari sumber primer dan sekunder, sumber primernya yaitu Undang-undang No 1 tahun 1974 tentang perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam (KHI), sedangkan sumber sekundernya dari kumpulan literatur ilmiah yang koprelatif sesuai dengan pokok pembahasan penelitian. Tujuan adanya penulisan ini yaitu untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya peraturan pencatatan perkawinan dalam sebuah pernikahan, karena status pencatatan perkawinan dianggap sebagai penentu dalam pernikahan sehingga bisa dibilang layak menjadi salah satu syarat sahnya pernikahan, penetapan ini yang akan menghasilkan perlindungan hukum yang kuat serta memiliki alat bukti otentik (akta nikah) jika suatu saat terjadi permasalahan dalam rumah tangganya.
PENETAPAN DISPENSASI NIKAH SEBAGAI ALTERNATIF PENYELESAIAN PERNIKAHAN USIA DINI KARENA KEHAMILAN DITINJAU DARI PERSPEKTIF MASLAHAT hanafi, sahrul
Mahkamah : Jurnal Kajian Hukum Islam Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/mahkamah.v9i2.18325

Abstract

Pengadilan agama dapat mengeluarkan dispensasi pernikahan kepada calon pengantin yang berada di bawah usia pernikahan yang sah karena alasan yang memaksa, seperti kehamilan yang tidak terduga. Metodologi kualitatif berdasarkan analisis deskriptif dan penilaian menyeluruh terhadap literatur yang relevan membentuk strategi penelitian penelitian ini. Berikut hasil penelitian tersebut: Berdasarkan Undang-Undang No. 1 tahun 1974 sampai dengan Undang-Undang No. 16 tahun 2019 tentang perubahan usia minimum perkawinan, calon pengantin harus berusia 19 tahun untuk menikah, menurut analisis hukum dari putusan perkara perkawinan. Namun demikian, menurut Pasal 7 (2), dalam keadaan darurat, pasangan tersebut dapat mengajukan permohonan pengabaian ke pengadilan dengan memberikan bukti yang cukup. Yang kedua adalah perlindungan jiwa dan anak-anak melalui dispensasi pernikahan bagi ibu hamil, yang didasarkan pada berkah dzaruriyah dan memastikan hak dan kehormatan anak ditegakkan.
Analisis Zodiac dan Horoscope dalam Kitab Abu Ma’syar Al Falaki; At-Thowali’ Al-Hadsiyyah Li Ar-Rijal Wa An-Nisa Perspektif Astronomis Ismail, Ismail Ismail
Mahkamah : Jurnal Kajian Hukum Islam Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/mahkamah.v9i2.18770

Abstract

Astrology can be defined as a science that studies the position of celestial bodies (zodiac) that is considered to have an effect on human life (horoscope). Astrology is a science whose validity or validity is still controversial because it has not been scientifically proven, even though there are several things that are references in Astrology, basically it is also not contrary to Astronomy. One of the books of Astronomy by Jafar ibn Muhammad ibn Umar Abu Mashar al-Balkhi is Abu Ma'syar Al Falak; At-Thowali' Al-Hadsiyyah Li Ar-Rijal Wa An-Nisa (Zodiac and Horoscope). The methodology uses descriptive qualitative, literature review and literature related to Astrology and makes the book of Abu Ma'syar the main object, with supporting references. The horoscope and horoscope as part of the study of Astrology, reviewed from the perspective of Abu Ma'syar Al Falaki and Astronomical. According to Abu Ma'syar, the Zodiac is divided into 12 types. While from an Astronomical perspective, there are 13 types of zodiac, there is an additional constellation of Ophichius (Snake holder). There are 7 celestial bodies that are used as standard horoscopes, namely: Sun (Syams), Moon (Qamar), Mercury (Utharid), Venus (Venus), Mars (Miriikh), Jupiter (Jupiter), and Saturn (Saturn). This, results in certain zodiac signs having the same horoscope. The disposition of the horoscope consists of 4 types, namely fire, earth, air, and water. Regarding the presentation and processing of data, the book of Abu Ma'syar uses Jumali numbers while astronomically uses observation data in units of degrees.Barbarslot adalah salah satu situs resmi slot deposit 5000, 5rb dan depo 5k terbaru dengan beragam permainan terbaik tahun 2025.
IMPLEMENTATION OF OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY TOWARDS DARMO WELDING WORKSHOP WORKERS POSITIVE LAW PERSPECTIVE AND MAQASHID SYARIAH Alim, Zainul
Mahkamah : Jurnal Kajian Hukum Islam Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/mahkamah.v9i2.19455

Abstract

Bengkel Las Darmo is a welding company in Cirebon that produces various popular products such as fences, canopies, and stairs. In its production process, there are occupational health and safety risks due to the use of heavy equipment that uses electricity and gas, as well as exposure to unhealthy work environments, such as noise, dust, and sparks, which can cause illness or work accidents. This study uses a qualitative method with a case study approach through interviews and direct observation to analyze the implementation of occupational health and safety (OHS) protection at Bengkel Las Darmo. The results of the study indicate that the company has provided personal protective equipment (PPE), first aid kits, fire extinguishers, and OHS training in accordance with Law No. 13 of 2003. However, the implementation of OHS has not been optimal due to the low awareness of workers in using complete PPE and the fact that workers have not been accommodated in BPJS Health and Employment. From the perspective of Maqashid asy-Syari'ah, these steps are in accordance with the principle of Hifdzu Nafs (life protection) to prevent work accidents, provide protection for workers, and guarantee job security for the company. Therefore, it is necessary to increase workers' awareness of K3 and the company's commitment to fulfilling workers' rights.Keywords: Occupational Safety, Maqashid Syariah, Workshop Industry
THE INTERFACE OF SHARIA AND INTERNATIONAL HUMAN RIGHTS: The Case of Women’s Right to Education Rofii, Ahmad
Mahkamah : Jurnal Kajian Hukum Islam Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/mahkamah.v9i2.19447

Abstract

Many Muslim countries have failed to fulfil their international obligations to endorse the standard of equality and non-discrimination in education. This has led some to assume that Islamic tradition constitutes an obstacle to the elimination of discrimination in education. This essay examines the relationship of international human rights and Islamic law, focusing on the problem of discrimination against women’s right to education. The article argues that the principle of equality and non-discrimination regarding women’s right to education constitutes a fundamental norm not only in international instruments of human rights but also in the Islamic traditions. In order to ensure the compatibility of Islamic law with international standards, a more liberal approach to understanding Islam is required. Banyak negara Muslim yang gagal dalam memenuhi kewajiban internasional mereka untuk mendukung standar kesetaraan dan nondiskriminasi dalam pendidikan. Hal ini menyebabkan sebagian orang berasumsi bahwa tradisi Islam merupakan hambatan bagi penghapusan diskriminasi dalam pendidikan. Tulisan ini mengkaji hubungan hak asasi manusia internasional dan hukum Islam, dengan fokus pada masalah diskriminasi terhadap hak perempuan untuk mendapatkan pendidikan. Artikel ini berargumen bahwa prinsip kesetaraan dan nondiskriminasi mengenai hak perempuan untuk mendapatkan pendidikan merupakan norma fundamental tidak hanya dalam instrumen internasional hak asasi manusia tetapi juga dalam tradisi Islam. Untuk memastikan kesesuaian hukum Islam dengan standar internasional, diperlukan pendekatan yang lebih liberal untuk memahami Islam.
FENOMENA MESJID JAMI DIDALAM PANTI ASUHAN DI KOTA PALANGKA RAYA Norhadi, Muhammad
Mahkamah : Jurnal Kajian Hukum Islam Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/mahkamah.v9i2.18891

Abstract

ABSCTRACTThis research is motivated by the establishment of a mosque in the orphanage complex, as well as carrying out Friday prayers. while in the area there is already a grand mosque that establishes Friday prayers. In fact, according to the majority, two Fridays are not allowed in one area. Because there will be Fridays that are not accepted. Therefore, the author aims to reveal the background of the establishment of the mosque and the implementation of Friday prayers in the orphanage complex. . This research is a type of empirical sociological juridical research with a socio-legal approach. This research uses observation, interview, and documentation data collection techniques. Data analysis techniques use data reduction and drawing conclusions, and data validity with triangulation. The results of the study are the establishment of the mosque and the implementation of Friday prayers in the orphanage complex are motivated by As one of the means of Fundraising for Orphanages, Maintaining Order in the Implementation of Friday Worship, Maintaining Order in the Implementation of Friday Worship, and Ease of Monitoring and Programs for Foster Children.Keywords: Jami Mosque, Taadud al Jumuah, Phenomenon, Orphanage AbstrakPenelitian ini dilatar belakangi oleh berdirinya Mesjid didalam komplek panti Asuhan, sekaligus melaksanakan ibadah jumat. sementara di Kawasan tersebut telah ada mesjid jami yang mendirikan sholat jumat. Padahal menurut jumhur bahwa dalam satu daerah tidak dibolehkan dilaksanakan dua jumat. Karena akan ada jumat yang tidak diterima. Oleh karena itu, penulis bertujuan mengungkap latar belakang pendirian mesjid dan pelaksaan jumat didalam komplek panti Asuhan. . Penelitian ini adalah jenis penelitian empiris yuridis sosiologi dengan pendekatan sosio-legal. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data dan penarikan kesimpulan, serta validitas data dengan triangulasi. Hasil Penelitian adalah pendirian mesjid dan pelaksanaan sholat jumat didalam komplek panti asuhan dilatar belakangi oleh Sebagai salah satu Sarana Fundrising Panti Asuhan, Menjaga Ketertiban Pelaksanaan Ibadah Jumat, Menjaga Ketertiban Pelaksanaan Ibadah Jumat, dan Kemudahan Monitoring dan Program terhadap Anak Asuh.Kata kunci: Mesjid Jami ,Taadud al Jumuah , Fenomena , Panti Asuhan
Metodologi Tarjih Dalil dalam Istinbath Hukum Islam Hafizd, Jefik Zulfikar; Aen, I. Nurol; Anwar, Syahrul
Mahkamah : Jurnal Kajian Hukum Islam Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/mahkamah.v9i2.18507

Abstract

Tarjih yang melibatkan penyelesaian konflik dalam dalil dan memberi prioritas pada ajaran Nabi menjadi kunci perkembangan hukum Islam. Penelitian dengan pendekatan kualitatif dan tinjauan literatur ini bertujuan untuk membahas metode, langkah-langkah, dan peran tarjih dalam menetapkan hukum Islam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  ketika terdapat dalil yang tampak saling bertentangan, para ulama dihadapkan pada kebutuhan untuk melakukan ijtihad. Tarjih dapat terjadi antara dalil nash dan antara sesama qiyas. Tarjih tidak terjadi jika tingkatan dalil berbeda. Tarjih ketika ada pertentangan antara Dalil Nash maka perlu memberikan prioritas atau dalam konteks ilmu ushul fiqh berarti memberikan penekanan dan keutamaan pada teks atau hukum yang jelas dan tegas dibandingkan dengan teks yang lebih umum, teks harfiah, atau teks yang memerlukan penjelasan lebih lanjut. Kemudian dalam pertentangan antara qiyas maka dapat ditempuh langkah-langkahnya sebagai berikut: 1) menguatkan qiyas dengan illat hakiki daripada illat sebatas pada pertimbangan; 2)  menguatkan pada illat qiyas yang ditetapkan dengan dalil yang tidak qath’ih dengan prioritas illat qiyas dengan dalil yang jelas daripada al-sabr wa al-Taqsim; 3) pentarjihan dalil al-Asl (pokok) rujukan qiyas mendahulukan dalil qath’ih; dan  4) pentarjihan al-Far’u (cabang) yang secara substansial terkait dengan nilai pokok atau memiliki nilai hukum dan illat yang sama.
ANALISIS YURIDIS TERHADAP PENOLAKAN CERAI GUGAT DI PENGADILAN AGAMA PASURUAN TAHUN 2024 ( Studi Kasus Pada Perkara Nomor 0151 Pdt G 2024 Pengadilan Agama Pasuruan ) Azizah, Fasya
Mahkamah : Jurnal Kajian Hukum Islam Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/mahkamah.v9i2.18594

Abstract

Abstrak:Masalah dalam rumah tangga merupakan fenomena kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti sosial, ekonomi, budaya, dan psikologis. Modernisasi dan globalisasi telah mengubah nilai dan norma dalam pernikahan, sehingga memicu konflik akibat perbedaan persepsi. Studi sosiologi keluarga dan penelitian mengenai dukungan sosial dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dinamika ini.Dalam konteks hukum, gugatan cerai seringkali didasarkan pada Undang-Undang Perkawinan. Namun, hubungan antara alasan gugatan dan putusan hakim bukanlah hubungan sebab-akibat yang sederhana. Putusan hakim merupakan hasil dari proses pertimbangan yang kompleks, melibatkan evaluasi bukti dan penerapan hukum. Kekuatan bukti dan kemampuan pihak penggugat dalam meyakinkan hakim menjadi faktor penentu dalam keberhasilan gugatan.
UJI AKURASI AZIMUT BANGUNAN DAN ARAH KIBLAT MASJID DI KELURAHAN KARYA MULYA KECAMATAN KESAMBI KOTA CIREBON Nadirin, Akhmad
Mahkamah : Jurnal Kajian Hukum Islam Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/mahkamah.v9i2.19636

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana azimuth arah bangunan dan arah kiblat masjid yang ada di Kel. Karyamulya Kec. Kesambi Kota Cirebon. Penelitian yang akan dilakukan dengan menggunakan metode penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data yang dipraktikkan dalam penelitian ini melibatkan metode dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif statistic. Adapun hasil penelitian adalah azimut arah kiblat dan bangunan masjid di kelurahan Karyamulya bervariasi. Kemelencengan terbesar terdapat pada masjid Masjid At-Taubah yaitu sebesar 20,990 ke arah selatan diikuti oleh masjid Sabilul Huda sebesar 20,990 ke arah Selatan. Sedangkan kemelencengan terkecil diperoleh pada masjid Al-Muhajirin sebesar 1°44"12” ke arah Utara diikuti oleh masjid Al-Maghfirah sebesar 6.99° ke arah selatan. Adapun apabila dibuat rata-rata maka akan diperoleh data kemelencengan sebesar 12.57310. Namun demikian, Pengurus masjid di kelurahan Karyamulya telah merubah azimut arah kiblat dengan tidak mengikuti azimut bangunan masjid, tapi sesuai dengan hasil pengukuran arah kiblat yang sebenarnya dengan merubah shof sholat miring ke kanan/kiri sesuai dengan hasil perhitungan.Rasakan keseruan bermain di om88 dengan peluang menang yang lebih besar. Nikmati pengalaman bermain yang seru, aman, dan penuh tantangan. Segera coba dan raih kemenangan besarmu!

Page 1 of 1 | Total Record : 10