cover
Contact Name
Verdinand Robertua
Contact Email
verdinand.robertua@gmail.com
Phone
+6221-8009190
Journal Mail Official
sp@uki.ac.id
Editorial Address
Sekretariat Fisipol UKI, Jl. Mayjen Sutoyo 2, Cawang, Jakarta 13630
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Sociae Polites: Majalah Ilmiah Sosial-Politik
ISSN : 14103745     EISSN : 26204975     DOI : https://doi.org/10.33541/sp.v21i3.2245
Core Subject : Social,
Sociae Polites has the vision to be the leading journal in the issue of Sustainable Development Goals
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 28 (2009): Juli-Desember" : 7 Documents clear
Menyambut Era SBY Kedua, Yang (Mudah-mudahan) Lebih Bersih dari Era SBY Pertama George Junus Aditjondro
Sociae Polites Vol. 10 No. 28 (2009): Juli-Desember
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/sp.v10i28.1074

Abstract

Dilantiknya Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Boediono sebagai Presiden dan Wakil Presiden untuk periode 2009-2014 membuat kalangan dunia usaha lega, tapi meninggalkan pekerjaan rumah yang tidak mudah dalam rangka menyusun Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II (KIB II). Sebab, kabinet mendatang harus mengkompromikan keinginan dunia bisnis untuk iklim usaha yang stabil, dengan ambisi elit partai-partai politik di luar Partai Demokrat, untuk ikut menikmati kekuasaan, dengan dalih ikut menciptakan kemaslahatan umum. Selain itu, bentuk kabinet baru yang dirancang juga harus cocok untuk menjalankan rencana kerja selama lima tahun mendatang. Itu tentu saja, dengan mempertimbangkan minimalisasi oposisi dalam parlemen. Pemerintah, parlemen, dan lembaga yudikatif mendatang perlu mengembalikan kepercayaan rakyat, dengan menjalankan transparansi kekayaan para pemangku jabatan umum, serta jaringan bisnis dari kerabat dan sahabat para pejabat. Hal ini semakin urgen, dengan adanya kemungkinan bahwa PDI Perjuangan tidak akan melakukan oposisi terhadap rencana kenaikan harga BBM, yang rencananya akan dilakukan oleh pemerintah mendatang, demi menutupi deficit APBN. Dugaan bahwa PDI Perjuangan tidak akan menentang rencana kenaikan harga BBM itu didasarkan pada kenyataan bahwa partai itu masih dikuasai oleh hegemoni keluarga besar Megawati Soekarnoputri dan Taufik Kiemas (TK), yang menguasai selusin SPBU di Jabodetabek, yang merupakan basis diversifikasi usaha keluarga besar itu bersama besannya, Bambang Sukmono Hadi (BSH), mertua politikus muda dan puteri pasangan itu, Puan Maharani. Transparansi kekayaan keluarga besar TK dan besannya, sepatutnya menyertai penetapan TK sebagai Ketua MPR RI yang baru.
Memerangi Terorisme Agama Pascatewasnya Noordin M. Top Victor Silaen
Sociae Polites Vol. 10 No. 28 (2009): Juli-Desember
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/sp.v10i28.1075

Abstract

Tewasnya Noordin M. Top tak serta-merta membuat ancaman dan bahaya terorisme mati bersamanya. Menjadi buronan hampir sewindu, pria asal Malaysia itu menyisakan sejumlah warisan: jaringan yang kuat, cair, menyebar, mampu menyerang, dan diduga sudah terkoneksi dengan jaringan internasional. Sosoknya bahkan telah menjadi pahlawan di mata para teroris muda yang telah berhasil direkrutnya selama ini. Itu sebabnya, gerakan terorisme agama masih harus terus diwaspadai. Untuk itulah kritisisme beragama harus dikembangkan dengan melibatkan elemen-elemen masyarakat sipil. Selain itu mungkin sudah saatnya menyambut positif gagasan pelibatan TNI dalam memerangi terorisme, dengan sebelumnya membuat pengaturan khusus agar aparat kepolisian tidak merasa diintervensi atau dilecehkan.
PERIHAL DEMOKRASI: Asal-Usul, Legitimasi, Konsensus dan Ciri-cirinya Antie Solaiman
Sociae Polites Vol. 10 No. 28 (2009): Juli-Desember
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/sp.v10i28.1076

Abstract

Faham demokrasi maupun ciri-cirinya berkembang terus. Demokrasi adalah bentuk kenegaraan yang tidak pernah – dan memang tidak mungkin akan pernah – selesai. Tidak mungkin memandang demokrasi secara hitam-putih. Tidak ada “demokrasi maksimal”. Selalu masih ada kemungkinan untuk meningkatkan atau mengoptimalkan kadar demokrasi sebuah negara, dan kemungkinan itu selalu relatif terhadap konteks masing-masing. Perealisasian ciri-ciri khas demokrasi dapat padat atau tipis, dapat formal dan lemah atau berisi dan kuat. Jadi, faham demokrasi bersifat dinamis karena perubahan masyarakat yang terus berjalan menuntut penyesuaian institusi-institusi demokrasi terus-menerus juga.
ORGANISASI INTERNASIONAL DAN BARGAINING THEORY (Studi Kasus Korea Utara dan Indonesia) Yohanes Sulaiman
Sociae Polites Vol. 10 No. 28 (2009): Juli-Desember
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/sp.v10i28.1077

Abstract

Tulisan singkat ini menekankan bahwa keluarnya satu negara dari organisasi internasional bukanlah merupakan hal yang aneh, jika kita mau mencoba mempelajari keputusan ini dari sisi negoisasi strategis (strategic bargaining). Dari dua kasus di atas, yakni Korea Utara dan Indonesia, dapat terlihat bahwa pada dasarnya walaupun organisasi internasional merupakan sesuatu yang penting dan bergua, namun organisasi internasional juga bisa menjadi alat untuk menekankan posisi negara agar bisa dianggap serius dalam kondisi internasional yang serba tidak pasti
Dilematika Layar Kaca Rose Emmaria Tarigan
Sociae Polites Vol. 10 No. 28 (2009): Juli-Desember
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/sp.v10i28.1078

Abstract

Media telivisi memiliki dua kekuatan yang bersifat konstruktif juga destruktif. Tergantung bagaimana si pengguna menyikapinya, sehingga lebih menghasilkan dampak yang berniali positif. Tetapi, dalam hal ini media tidak bisa melepaskan diri dari tanggungjawab sosialnya. Artinya, media tidak boleh hanya mengutamakan kepentingan profit, tetapi juga harus menyeimbangkannya dengan kepentingan khalayaknya, yakni dengan mematuhi rambu-rambu yang sudah tertera pada undang-undang penyiaran. Masyarakat sendiri harus cerdas dalam menggunakan media, agar terhindar dari dampak negatif yang mungkin ditumbulkannya
Pemberdayaan Karyawan Dalam Birokrasi M. Kadarisman
Sociae Polites Vol. 10 No. 28 (2009): Juli-Desember
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/sp.v10i28.1079

Abstract

Pemberdayaan adalah suatu peningkatan kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan serta berbagai potensi yang sesungguhnya dimiliki karyawan. Pemberdayaan karyawan secara umum dimaksudkan agar karyawan tersebut menjadi lebih berdaya. Manfaat pemberdayaan karyan adalah: a) pekeerjaan mereka (karyawan tersebut) merupakan milik mereka; b) mereka bertanggung jawab; c) mereka mengetahui di mana mereka berada; dan d) mereka memiliki beberapa kendali atas pekerjaan mereka. Kehendak untuk memberdayakan karyawan dari pihak pimpinan saja tidaklah cukup. Pimpinan perlu mengambil tindakan untuk memastikan bahwa staf dapat memainkan perannya sebaik mungkin dalam kemajuan dan perkembangan organisasi. Staf perlu mendapatkan dukungna sistem, strategi, dan teknik yang sesuai agar mereka, juga kita, mampu memanfaatkan secara optimal kecakapan-kecakapan dan pengetahuan mereka. Pemberdayaan karyawan pada hakekatnya merupakan perubahan budaya, juga merupakan salah satu strategi mewujudkan karyawan yang unggul dalam kinerjanya, dengan jalan mengembangkan dan memperbaharui kemampuan serta keahlian karyawan dalam menghadapi berbagai permasalahan organisasi.
Media Komunikasi Pilar Pekabaran Injil Kajian Atas Peran Majalah Immanuel HKBP, 1890-1940 Sahat P. Siburian
Sociae Polites Vol. 10 No. 28 (2009): Juli-Desember
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/sp.v10i28.1080

Abstract

Kini Gereja-gereja Protestan di Indonesia, secara umum, telah menerbitkan suatu media komunitas. Tapi kondisi pengelolaan maupun kualitas sajinnya masih jauh dari yang diharapkan. Fenomena sedemikian ini juga dialami Majalah Immanuel Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang terbit sejak 1 Januari 1980. Padahal pada masa Pekabaran Injil di Tanah Batak, 1890-1940, majalah Immanuel mengemban fungsi peran strategis. Termasuk dalam rangka menginseminasikan Injil, memperluas cakrawala berpikir dan mengembangkan intelektualisme Orang Batak. Esensi peran tersebut memeteraikan posisi majalah Immanuel sebagai pilar Pekabaran Injil di Tanah Batak.

Page 1 of 1 | Total Record : 7