cover
Contact Name
Gede Arda
Contact Email
ardagede@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.beta.tep@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25023012     EISSN : 25023012     DOI : -
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) memuat hasil penelitian di bidang teknik biosistem (biosystem engineering). Cakupan dari jurnal ini merentang dari aplikasi ilmu keteknikan untuk pertanian. Diantara bidang ilmu tersebut, yang menjadi fokus adalah Bidang Manajemen Keteknikan Pertanian, Teknologi Pascapanen khususnya produk Hortikultura, Rekayasa dan Ergonomika, Konservasi Sumber Daya Alam, serta khusus tentang aplikasi Instrumentasi dan Sistem kontrol dalam bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 344 Documents
Pengolahan Tanah Menggunakan Bajak Singkal Lebih Sedikit Memerlukan Air Irigasi dari pada Bajak Rotary Gusti Bagus Alit Budi Artawan; I Wayan Tika; I N. Sucipta
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 7 No 1 (2019): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.599 KB) | DOI: 10.24843/JBETA.2019.v07.i01.p01

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan kebutuhan air irigasi pada pengolahan tanah menggunakan bajak singkal dan bajak rotary. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi: volume solum, porositas tanah, kadar air awal tanah, kebutuhan air untuk penggenangan, volume genangan, dan lama waktu pengolahan tanah. Lokasi yang digunakan sebagai sampel lahan sawah sebanyak 15 titik sampel untuk masing-masing bajak yang di kelompokan menjadi tiga lokasi yaitu pada hulu, tengah, dan hilir. Pada setiap lokasi diambil lima sampel sawah untuk setiap perlakuan bajak. Volume solum pada sawah yang diolah menggunakan bajak singkal sebesar 2.122,00 m3/ha sedangkan volume solum menggunakan bajak rotary sebesar 2096,33 m3/ha. Kadar air awal tanah pada lahan sawah yang digunakan sebagai sampel untuk bajak singkal sebesar 52,98 % sedangkan pada bajak rotary sebesar 45,63 %. Kebutuhan air untuk penjenuhan lahan sawah yang diolah dengan bajak rotary lebih besar dari bajak singkal yaitu 505,97 m3/ha, sedangkan pada bajak singkal sebesar 377,11 m3/ha. Volume genangan pada bajak rotary lebih besar dari bajak singkal yaitu bajak rotary sebesar 401,33 m3/ha dan bajak singkal sebesar 141,00 m3/ha. Untuk lama waktu yang diperlukan untuk mengolah tanah, bajak singkal memerlukan waktu lebih lama yaitu 29,69 jam/ha, sedangkan bajak rotary memerlukan waktu 14,35 jam/ha. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pengolahan tanah menggunakan bajak singkal lebih sedikit memerlukan air dibandingkan dengan bajak rotary. Pada pengolahan tanah menggunakan bajak singkal air yang diperlukan yaitu 5,07 l/dt, sedangkan untuk bajak rotary memerlukan air sebanyak 17,69 l/dt. This research was conducted to know the difference of irrigation water requirement in the preparation of land using chisel plow and rotary plow. The variables observed in this study include: solum volume, soil porosity, initial moisture content of the soil, water requirements for inundation, puddle volume, and duration of soil tillage. Location used as sample of paddy field as much as 15 point sample for each plow which is grouped into three locations that is at upstream, middle, and downstream. At each location five rice samples were taken for each plow treatment. The volume of solum on the treated rice field using the chisel plow of 2122.00 m3 / ha while the volume of solum using rotary plow of 2096.33 m3 / ha. The initial soil moisture content in paddy field used as sample for chisel plow is 52,98% while rotary plow is 45,63%. The water requirement for the saturation of paddy field that is processed by rotary plow is bigger than the chisel plow is 505.97 m3 / ha, whereas in the chisel plow is 377,11 m3 / ha. The volume of inundation in the rotary plow is greater than the chisel plow rotary plow of 401.33 m3 / ha and chisel plow of 141.00 m3 / ha. For the length of time required to cultivate the soil, the chisel plow takes longer time of 29.69 hours / ha, while the rotary plow takes 14.35 hours / ha. The results of this study indicate that the processing of soil using plows of chisel requires less water than the rotary plow. In the processing of the soil using the plot of water chisel required is 5.07 l / dt , while for the rotary plow requires water as much as 17.69 l / dt .
Strategi Peningkatan Kinerja Manajemen Rantai Pasokan Jeruk Siam di Kelompok Tani Gunung Mekar Kabupaten Gianyar Demo I Made Sucipta; I Wayan Widia; I Made Supartha Utama
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 4 No 2 (2016): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.81 KB)

Abstract

Jeruk siam (Citrus nobilis var. microcarpa) merupakan salah satu komoditas unggulan provinsi Bali. Namun demikian, fakta menunjukan bahwa sistem agribisnis jeruk siam saat ini belum memberikan kemakmuran kepada petani skala kecil. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui struktur, mekanisme, dan kelembagaan rantai pasokan jeruk siam di Kelompok Tani Gunung Mekar Kabupaten Gianyar; dan (2) Mengetahui prioritas rekomendasi dalam rangka peningkatan kinerja sistem manajemen rantai pasokan jeruk siam. Penelitian ini terdiri dari dua tahap dan setiap tahap membutuhkan responden serta alat analisis yang berbeda-beda. Tahap pertama (mengetahui struktur, mekanisme, kelembagaan rantai pasokan) menggunakan analisis deskriptif kualitatif, dan tahap kedua (mengetahui prioritas rekomendasi) menggunakan metode Analitycal Hierarchy Process (AHP) sebagai alat analisisnya. Pengambilan sampel petani dilakukan secara purposive sampling dan sampel setelah petani ditentukan dengan metode bola salju (snowball sampling). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat tiga pola distribusi jeruk siam dengan mekanisme rantai pasokan yang bersifat tradisional. Dalam rangka meningkatkan kinerja manajemen rantai pasokan jeruk siam, kriteria meningkatkan akses informasi, alternatif reliabilitas, dan indikator kinerja kualitas produk menjadi prioritas yang paling berperan penting. Siam citrus (Citrus nobilis var. microcarpa) is one of Bali's main commodities. However, the fact showed that agribusiness system of Siam citrus is not profitable enough for small scale farmers group. This research aimed to; (1) acknowledge the structure, mechanisms, and the systematic supply chain of Siam citrus in the Gunung Mekar Farmers Group of Gianyar Regency; and (2) know the priorities recommendations in order to increased supply chains performance of Siam citrus. This research study consisted of two stages, and each process required different respondents and analysis tools as well. The first stage (to know the structure, mechanisms, and systematic of the supply chain) is using the descriptive qualitative analysis, and the second stage (to know the recommendation priorities) is using the Analytical Hierarchy Process method (AHP) as the analysis tool. The sampling on farmer levels conducted purposively and the next sampling level determined by snowball sampling method. The research resulted three distribution patterns of Siam citrus with traditional supply chain mechanism basic. The improvement of performance supply chain management on Siam citrus, information accessibility improvement, alternative reliability, and performance indicator of product quality became the most important priority.
Pendugaan Umur Simpan Ikan Kakap Putih Olahan dengan Pengaplikasian Asap Cair Bambu Tabah (Gigantochloa nigrociliata Buse-Kurz) dalam Pengemasan Vakum Stefani Sitanggang; Ida Ayu Rina; Ida Bagus Putu Gunadnya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 8 No 1 (2020): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.388 KB) | DOI: 10.24843/JBETA.2020.v08.i01.p06

Abstract

Ikan kakap putih memiliki kadar air yang tinggi. Ikan segar mudah mengalami kerusakan. Sehingga diperlukan pengawetan. Salah satu metode pengawetan, yaitu dengan pengasapan. Pengasapan dengan asap cair lebih praktis. Asap cair mengandung senyawa fenol, karbonil dan asam rganic. Asap cair dapat diperoleh dari pirolisis batang bambu tabah (Gigantochloa nigrociliata Bush-Kurz). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui masa simpan ikan kakap putih olahan yang direndam dengan asap cair bamboo tabah dengan berbagai konsentrasi dan berbagai metode pengemasan disimpan pada suhu ruang. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi asap cair, terdiri dari 0%, 3% dan 6%. Faktor kedua adalah pengemasan, terdiri dari tanpa pengemasan, pengemasan non vakum dan vakum. Setiap perlakuan diulang dua kali. Kombinasi perlakuan terbaik adalah konsentrasi 6% dengan pengemasan vakum. Penelitian ini menggunakan metode ESS (Extended Storage Studies). Masa simpan ikan kakap putih olahan dengan pengaplikasian asap cair bambu tabah dan dikemas vakum adalah 24 jam, dengan kadar air 62,66%, nilai Ph 6,5, kadar protein 28,30%, nilai TPC 4,8 104 koloni/g, nilai kenampakan 6,73, aroma 6,47, rasa 6,60 dan tekstur 6,47. White snapper fish has a high moisture content. the fish may turn to damaged therefore need to preserved. One method for preservation by fumigation. the fumigation by liquid smoke most effective. Liquid smoke consist of phenol, carbonyl and organics acids. the liquid smoke comes from stem of tabah bamboo. (Gigantochloa nigrociliata Buse-Kurz). the purpose of this research is to know shelf life of processed white snapper soaked in liquid smoke with various concentrations and packaging where store at room temperature. the used method is complete random planning within two factors. the first factor is the concentration of liquid smoke, consisting og 0%, 3% and 6%. the second factor is packaging, consisting of without packaging, non-vacuum, and vacuum. Each treatment was repeated twice. the best combination of treatment is 6% concentration with vacuum packaging. This research uses the method ESS (Extended Storage Studies). the shelf life white snapper fish processd by application of tabah bamboo liquid smoke in vacuum packed 24 hour, with a moisture content of 62.66%, ph 6,5, protein 28.30%, TPC 4.8 104 colony/g, visibility 6.73, smell 6.47, taste 6.60, and texture 6.47.
Pengaruh Pencucian Kubis (Brassica oleracea var capitata) Menggunakan Larutan Klorin dan Pengemasan Individu Wrapping-Plastic Film Terhadap Kehilangan Berat dan Kualitas Selama Penyimpanan I Gusti Putu Umbara Yasa; Pande Ketut Diah Kencana; I Made Supartha Utama
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 1 No 1 (2013): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.183 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan konsentras iklorin yang optimum untuk mencuci kubis dan pengaruh kemasan wrapping plastic film. Percobaan melibatkan rancangan acak lengkap dengan dua faktor. Faktor pertama adalah desinfeksi kubis menggunakan konsentrasi yang berbeda dari larutan klorin dalam air yang terdiri dari 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm dan 150 ppm. Faktor kedua adalah plastik pembungkus dengan perlakuan yang terdiri dari a) membungkus kubis menggunakan plastic film LDPE ( low densitty polyethylene ) dan b) tanpa pembungkus. Percobaan diulang tiga kali dengan tiga kepalakubis (3,40-3,85 kg) untuk setiap unit eksperimen. Kontrol disiapkan tanpa perlakuan sebagai pembanding. Temuan signifikan dari percobaan adalah bahwa kubis didesinfeksi menggunakan 50 ppm larutan klorin dan pembungkus dengan peregangan film plastic memiliki susut berat lebih rendah, dan nilai terendah dari perubahan nilai Red Green Blue.dari penilaian kesegaran dan kerenyahan visual mendapatkan nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan 0, 100 dan 150 ppm, serta dari kubis kontrol. The aim of of this study was to determine the optimum concentration of chlorine to wash the cabbage and the effect of plastic film wrapping- for packing the cabbage. The experiment involved the completely randomized design with two factors. The first factor was disinfection of the cabbages using different concentrations of chlorine solution in water which was consisted of 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm and 150 ppm. The second factor was plastic-wrapping treatments which was consisted of a wrapping the cabbages using stretching plastic film LDPE, and b) without wrapping. The experiment was replicated three times with three heads of cabbages (3.40-3.85 kgs) for each experimental unit. Controls were prepared without any treatments as comparison. The significant finding of the experiment was that the cabbages disinfected using the 50 ppm chlorine solution and wrapping with stretching plastic film has lower weight loss, and the lowest change of value (indicated by the changes of Red, Green and Blue or RGB colors), and the highest score of freshness and crunchiness compared to the 0, 100 and 150 ppm, as well as to the control cabbages
Pengaruh Kadar Air Terhadap Proses Pengomposan Jerami Dicampur Kotoran Sapi Made Pila Putra; . Sumiyati; Yohanes Setiyo
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 6 No 1 (2018): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.722 KB)

Abstract

Varietas padi unggul yang dihasilkan dapat menghasilkan jerami padi dalam satu kali panen mencapai 25 ton / ha dapat digunakan sebagai bahan baku pupuk kompos. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kadar air pada proses pengomposan jerami dan kotoran sapi, dan mengetahui kadar air yang sesuai agar proses pengomposan jerami dan kotoran sapi lebih cepat. Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan yaitu: P1 (perlakuan kadar air 40%), P2 (perlakuan kadar air 45%), P3 (perlakuan kadar air 50%), P4 (perlakuan kadar air 55%), dan P5 (perlakuan kadar air 60%). Berat bahan untuk masing-masing perlakuan adalah 35 kg menggunakan perbandingan jerami dan kotoran sapi 3:4. Parameter yang diamati adalah suhu, kadar air, rendemen, pH, nitrogen, karbon dan rasio C/N. Suhu puncak maksimal dari 5 perlakuan adalah pada perlakuan kadar air 60% dengan suhu 49,8oC dan suhu puncak terendah adalah perlakuan kadar air 40% dengan suhu tertinggi 48,4 oC. Pengomposan awal, nilai pH berkisar 6,4-6,6 pada akhir proses pengomposan, nilai pH berkisar 6,9-7,2. Rasio C/N dari semua perlakuan memenuhi standar SNI yaitu rasio C/N berkisar 18,60-19,01. Kualitas kompos yang dihasilkan dari bahan baku jerami dan kotoran sapi pada kelima perlakuan sudah sesuai dengan standar SNI No. 19-70302004 digunakan sebagai acuan kualitas kompos. High yielding rice varieties can be produced the rice straw in one harvest reached 25 tons/ha can be used as raw material for compost fertilizer. The purpose of this study was to determine the influence of water content in the composting process of rice straw and cow dung, and to know the appropriate water content for the process of composting the form rice waste and cow dung more quickly. This study used 5 treatments: P1 (with water content of 40%), P2 (with water content of 45%), P3 (with water content of 50%), P4 (with water content of 55%), and P5 (with water content of 60%). The material weight for each treatment was 35 kg using comparison of rice straw and cow dung 3:4. The parameters observed were temperature, water content, yield, pH, nitrogen, carbon and C/N ratio. The maximum peak temperature of the 5 treatments is at 60% water content with temperature of 49.8oC and the lowest peak temperature is a 40% water content with a highest temperature of 48.4oC. Early composting, pH values ranged from 6,4-6,6 and at the end of the composting process, pH values ranged from 6,9-7,2. The C/N ratio of all treatments meets the SNI standard ie the C/N ratio ranged from 18,60-19,01. The quality of compost that been produced from the raw materials of straw and cow dung on the five treatments was in accordance with the SNI standard no. 19-70302004 is used as a reference of compost quality.
Pola Air Tersedia pada Beberapa Media Tanam untuk Tanaman Strawberry (Fragaria Virginiana) I Made Dwi Dharma Setiawan; Sumiyati Sumiyati; I Made Nada
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 5 No 1 (2017): maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.733 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola air tersedia pada berapa media tanam berbeda. Penelitian ini terdiri dari empat perlakuan yaitu P1 : media arang sekam, P2 : media cocopeat campur kompos dengan perbandingan 2 : 1, P3 : media tanah campur kompos dengan perbandingan 2 : 1 dan P4 : media tanah. Kapasitas lapang untuk seluruh perlakuan P1, P2, P3 dan P4 dari minggu ke-2 sampai dengan minggu ke-12 berturut-turut adalah 77,21% sampai 80,00%, 50,22% sampai 52,56%, 42,83% sampai 44,24%, dan 36,70% sampai 37,95%. Titik layu sementara untuk seluruh perlakuan P1, P2, P3 dan P4 dari minggu ke-2 sampai dengan minggu ke-12 berturut-turut adalah 36,59% sampai 18,99%, 29,09% sampai 10,63%, 10,83% sampai 5,27% dan 10,62% sampai 6,50%. Air tersedia bagi tanaman strawberry untuk seluruh perlakuan P1, P2, P3 dan P4 dari minggu ke-2 sampai dengan minggu ke-12 berturut-turut adalah 7,90 cm sampai dengan 10,93 cm, 4,27 cm sampai dengan 7,13 cm, 5,90 cm sampai dengan 6,84 cm dan 4,84 cm sampai dengan 5,44 cm. This study aims to determine water patterns available in different growing media. The study consisted of four treatments namely P1: rice husk charcoal media, P2: cocopeat and compost mix media with 2: 1 ratio, P3: soil and compost mix with 2: 1 ratio and P4: soil media. Field capacity for the entire treatment P1, P2, P3 and P4 from week 2 to week 12 in a row was 77,21% to 80,00%, 50,22% to 52,56%, 42,83% to 44,24%, and 36,70% to 37,95%. Temporary wilting point for all treatments P1, P2, P3 and P4 from week 2 to week 12 in a row was 36,59% to 18,99%, 29,09% and 10,63%, 10, 83% to 5,27% and 10,62% to 6,50%. Available water for strawberry plants for all treatments P1, P2, P3 and P4 from week 2 to week 12 in a row was 7,90 cm to 10,93 cm, 4,27 cm to 7,13 cm, 5,90 cm to 6,84 cm and 4,84 cm to 5,44 cm.
Pengaruh Konsentrasi Asap Cair Batang Bambu Tabah (Gigantochloa nigrociliata Buse-Kurz) terhadap Karakteristik Ikan Lele (Clarias Sp) Asap I Ketut Agus Sandi Andika; Pande Ketut Diah Kencana; Ida Bagus Putu Gunadnya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 8 No 2 (2020): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.847 KB) | DOI: 10.24843/JBETA.2020.v08.i02.p19

Abstract

Ikan lele adalah makanan kesehatan yang mengandung nilai gizi yang baik. Oleh karena itu penting untuk menemukan metode untuk melestarikan ikan ini untuk meningkatkan konsumsi mereka. Asap cair batang bambu tabah dapat digunakan sebagai metode untuk membuat produk olahan lele. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan suhu pemasakan terhadap kualitas ikan lele yang direndam dalam larutan asap cair bambu yang tabah. Dan juga untuk mengetahui konsentrasi dan suhu terbaik untuk kualitas organoleptik terbaik dari lele asap yang direndam dalam larutan asap cair bambu tabah. Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi asap cair, yang terdiri dari 1%, 2%, dan 3%. Faktor kedua adalah suhu memasak, yang terdiri dari suhu 600C, 800C, dan 1000C. Kombinasi perawatan terbaik adalah konser bambu tabah 3% dan suhu pemanasan 1000C, pemanasan selama 4 jam menghasilkan nilai pH 5,61, kadar air 56,78%, kadar abu 2,17%, kadar protein 13,46% , kadar lemak 5,55%, warna 4,67 (coklat keemasan), aroma 4,80 (aroma cukup) rasa 4,93 (testeful), tekstur 4,53 (padat). Catfish is a health food that contains good nutritional value. It is therefore important to find methods to conserve these fish to increase their consumption. Liquid smoke of stoic bamboo stems can be used as a method for making processed catfish products. The purpose of this study was to determine the effect of cooking concentration and temperature on the quality of smoked catfish soaked in a stoic bamboo liquid smoke solution. And also to find out the best concentration and temperature for the best organoleptic quality of smoked catfish soaked in a stoic bamboo liquid smoke solution. The method used is a complete factorial randomized design with two factors. The first factor is the concentration of liquid smoke, consisting of 1%, 2%, and 3%. The second factor is the cooking temperature, consisting of 600C, 800C, and 1000C temperature. The best combination of treatments is a 3% stoic bamboo concert and a heating temperature of 1000C, heating for 4 hours produces a pH value of 5.61, a moisture content of 56.78%, an ash content of 2.17%, a protein content of 13.46%, a fat content of 5.55%, a color 4,67 (golden brown) ,aroma 4.80 (smells enough) taste 4.93 (testeful), texture 4.53 (solid).
Penentuan Umur Simpan Jajan Pia Nangka Menggunakan Metode ASLT (Accelerated Shelf Life Testing) Berdasarkan Model Kandungan Air Kritis Ni Made Juli Adiasih; I. B. Putu Gunadnya; Ni Luh Yulianti
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 5 No 1 (2017): maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.347 KB)

Abstract

The objectives of this research were to determine the shelf life of jackfruit pia use ASLT method (Accelerated Shelf Life Testing) based on critical moisture content model. Jackfruit pia was packed in two types of packaging, namely cellophane and LDPE packaging which were stored in three different storage humidity, such as 89,7%, 92,2% and 96,7%. Observation on each parameter was done every 2 days. Parameters were measured by organoleptic tests in some catagories such as visual parameters, color, aroma, texture, and flavor. Supporting parameters to determine the shelf life of jackfruit pia were initial moisture content (Ma) 0.12 g, critical moisture content (Mc) 0,15 g, packaging permeability (k/x) of cellophane 0,15gH2O/m2.day.mmHg and LDPE 0.09 gH2O/m2.day.mmHg, packaging area (A) of cellophane 0,015 m2 and LDPE was 0,021 m2, the weight of the samples per pack was (Ws) 25,71 g and ?P was 2,66 mmHg. The calculation of ASLT method showed that the shelf life of jackfruit pia which stored at RH 75% which was packed with cellophane packaging was 129 days (4,3 months), in addition shelf life pia with LDPE packaging was 153 days (5,1 months).
Kualitas Air pada Irigasi Subak di Bali I Gede Dumia Saputra; Sumiyati Sumiyati; I Nyoman Sucipta
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 8 No 2 (2020): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.483 KB) | DOI: 10.24843/JBETA.2020.v08.i02.p09

Abstract

Air irigasi sangat berpengaruh pada subak, oleh sebab itu perlu dilakukan pengukuran terhadap pencemaran yang terjadi agar kualitas air tersebut baik untuk subak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air pada irigasi subak di Bali dan dilaksanakan pada tanggal 09 April 2019 pada 9 Subak di 3 (tiga) kabupaten yang ada di Bali, yaitu Subak Air Sumbul, Yeh Anakan dan Air Satang berada di Kabupaten Jembrana, Subak Guama, Subak Selan Bawak dan Jatiluwih berada di Kabupaten Tabanan dan Subak Tegal Kauh Selat, Subak Tohpati dan Subak Bugbug berada di Kabupaten Karangasem. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dan laboratorium, dimana hasil yang didapatkan akan dibandingkan dengan baku mutu air Peraturan Gubernur Bali Nomor 16 tahun 2016 tanggal 14 maret 2016 kualitas air golongan IV. Pengambilan sampel dilakukan pada dua titik yaitu pada Saluran Inlet dan Outlet. Sempel diteliti berdasarkan parameter BOD, COD, DHL (Daya Hantar Listrik), pH, Nitrit (NO2), Fosfat (PO4), dan TDS (Total Padatan Terlarut). Hasil uji paling tinggi pada parameter BOD menunjukan angka 8,078 mg/L terdapat di saluran Inlet subak Selat, COD menunjukan angka 21,735 mg/L di saluran Inlet subak Selat, DHL menunjukan nilai 308 µmhos/cm ada pada saluran Inlet subak Guama dan Selan Bawak, pH menunjukan nilai pH 8,40 di saluran Inlet Subak Bugbug, Nitrit menunjukan angka 2,606 mg/L di saluran Outlet Subak Guama, Fosfat menunjukan nilai 0,214 mg/L disaluran Inlet Subak Guama, TDS menunjukan nilai 238 mg/L pada saluran Inlet dan Outlet Subak Guama. Hasil uji keseluruhan masih sesuai dengan baku mutu air irigasi golongan IV. Irrigation water is very influential on subaks, therefore it is necessary to measure the pollution that occurs so that the water quality is good for subaks. This study aims to determine the quality of water in subak irrigation in Bali and was carried out on April 9, 2019 on 9 subaks in 3 (three) districts in Bali, namely Subak Air Sumbul, Yeh Anakan and Air Satang located in Jembrana Regency, Subak Guama , Subak Selan Bawak and Jatiluwih are in Tabanan Regency and Tegal Kauh Strait Subak, Tohpati Subak and Bugbug Subak are in Karangasem Regency. This research is a field and laboratory research, where the results obtained will be compared with the water quality standard Bali Governor Regulation Number 16 of 2016 dated March 14, 2016 water quality group IV. Sampling is done at two points, namely the Inlet and Outlet Channels. Seals were examined based on the parameters of BOD, COD, DHL (Electrical Conductivity), pH, Nitrite (NO2), Phosphate (PO4), and TDS (Total Dissolved Solids). The highest test results on the BOD parameter showed the figure of 8.078 mg/L was found in the subak Strait Inlet channel, COD showed the number 21.735 mg/L in the Strait subak Inlet channel, DHL showed the value of 308 µmhos/cm in the Guama subak channel and the Selan bawak channel, pH shows a pH value of 8.40 in the Bugbug Subak Inlet channel, Nitrite shows 2.606 mg/L in the Subak Guama Outlet channel, Phosphate shows a value of 0.214 mg/L in the Guama Subak Inlet channel, TDS shows a value of 238 mg/L in the Inlet and Outlet channels Subak Guama. Overall test results are still in accordance with Group IV irrigation water quality standards.
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROWISATA BERBASIS ANALISIS SWOT DI UNIT USAHA AGRO MANDIRI Suwardhana Adyaksa Anak Agung Putra; I.G.N. Apriadi Aviantara; I Wayan Widia
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 3 No 2 (2015): Agustus
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.247 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kondisi internal dan eksternal untuk mengembangkan dan merekomendasikan strategi pengembangan bisnis di Agro Mandiri. Penelitian ini dilakukan di Agro Mandiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dan wawancara mendalam menggunakan bantuan kuesioner. Data hasil survei dan wawancara dianalisis untuk memperoleh rumusan strategi menggunakan analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threaths (SWOT). Penilaian bobot dan penilaian dilakukan oleh 5 ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 3 kekuatan, 6 kelemahan, 4 peluang, dan 3 ancaman. Hasil penilaian bobot dan peringkat adalah 3,65 untuk Evaluasi Faktor Internal (IFE) dan 3,29 untuk Evaluasi Faktor Eksternal (EFE). Nilai ini menunjukkan posisi yang kuat dalam matriks Internal Eksternal (IE) dengan strategi yang harus dilakukan adalah strategi intensif dan integratif. Berdasarkan matriks analisis SWOT, ada 4 strategi alternatif dengan 7 program yang akan digunakan untuk mengembangkan agrowisata Agro Mandiri. The aims of this research was analyze the internal and external conditions to develop and recommend business development strategies on Agro Mandiri. This research was conducted in Agro Mandiri. The method used in this research was survey and in-depth interviews using a questionaire assistance. The data of resulting from survey and interviews were analyzed to obtain the formulation of strategies using Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threaths (SWOT) analysis. Assessment weighting and rating done by 5 experts. The results showed that there were 3 strengths, 6 weaknesses, 4 opportunities, and 3 threats. The results of the weighting and rating assessment were 3,65 for Internal Factor Evaluation (IFE) and 3,29 for External Factor Evaluation (EFE). This value indicates a strong position in the matrix Internal External (IE) with the strategy that should be done were intensive and integrative strategies. Based on the SWOT analysis matrix, there were 4 alternative strategies with 7 programs that will be used to agrotourism develop Agro Mandiri