cover
Contact Name
Gede Arda
Contact Email
ardagede@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.beta.tep@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25023012     EISSN : 25023012     DOI : -
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) memuat hasil penelitian di bidang teknik biosistem (biosystem engineering). Cakupan dari jurnal ini merentang dari aplikasi ilmu keteknikan untuk pertanian. Diantara bidang ilmu tersebut, yang menjadi fokus adalah Bidang Manajemen Keteknikan Pertanian, Teknologi Pascapanen khususnya produk Hortikultura, Rekayasa dan Ergonomika, Konservasi Sumber Daya Alam, serta khusus tentang aplikasi Instrumentasi dan Sistem kontrol dalam bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 344 Documents
Air Teraktivasi Plasma: Mekanisme activasi dan Sifat Fisiko-kimia Shoodiqin, Dian Mart; Arda, Gede
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p23

Abstract

Teknologi plasma dikembangkan akhir-akhir ini karena sifatnya yang unik dan dapat dimanfaatkan dalam berbagai tujuan di berbagai bidang. Plasma merupakan gas yang molekul-molekul penyusunnya terdisosiasi sehingga mempunya sifat reaktif. Namun karena sifatnya itu pula plasma harus digunakan saat plasma dibangkitkan. Mengaktivasi air dengan plasma ternyata mengakibatkan perubahan air menjadi lebih reaktif sehingga dapat dimanfaatkan untuk tujuan yang serupa dengan plasma dalam bentuk gas. Kajian literatur ini menyajikan tentang teknologi aktivasi air dengan plasma dari sudut pandang mekanisme pembangkitan dan reaksi-reaksi yang menyertainya. Artikel ini disajikan untuk memperkenalkan teknologi plasma yang saat ini masih minim dikaji di Indonesia.
Dampak Jangka Pendek Pengelolaan Jerami Padi terhadap Karbon Organik dan Rasio CN Tanah Kusuma Tri Handayani, Ida Ayu; Sulastri, Ni Nyoman; Arthawan, I Gusti Ketut Arya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 13 No 1 (2025): IN PRESS
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siklus tanam padi tahunan menghasilkan 6,73 ton jerami kering per hektar. Jerami memiliki potensi unsur hara yang bermanfaat bagi tanaman. Untuk mengurangi limbah jerami dan meningkatkan kesuburan tanah, petani sering membakar jerami padi atau membenamkannya ke dalam tanah. Karena jerami padi sulit terdekomposisi, diperlukan tambahan dekomposer seperti bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak jangka pendek dari pengelolaan jerami padi terhadap C-organik dan C/N rasio pada tanah. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Nested Design. Tiga perlakuan dilakukan: pembakaran, pembenaman jerami tanpa EM4, dan pembenaman jerami dengan EM4. Analisis laboratorium dilakukan pada parameter C-organik dan C/N rasio. Perbedaan parameter tanah yang diamati antara sebelum dan sesudah perlakuan pengelolaan jerami menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil analisa menunjukkan C-organik sesudah perlakuan mengalami peningkatan, pada perlakuan pembakaran meningkat sebesar 29,7%, pada perlakuan pembenaman jerami meningkat sebesar 10,9%, dan pada perlakuan pembenaman jerami dengan EM4 meningkat sebesar 10,2%. Meningkatnya C-organik setelah perlakuan pengelolaan jerami disebabkan karena adanya mineralisasi bahan organik tanah. Mineralisasi bahan organik tanah ditunjukkan dengan nilai rata-rata C/N di bawah 20, walaupun nilai C/N rasio pada perlakuan setelah pembakaran meningkat sebesar 56% dan pada perlakuan pembenaman jerami dengan EM4 meningkat sebesar 0,35%, dimana nilai rata-rata C/N rasio yang didapat dari semua perlakuan berkisar antara 9,1 – 16,8. Dalam jangka pendek, ketiga perlakuan jerami dapat meningkatkan karbon organik dan menghasilkan nilai C/N rasio di bawah 20. The annual rice planting cycle produced 6.73 tons of dry straw per hectare. Rice straw had beneficial nutrients for plants, but to reduce waste and enhance soil fertility, farmers often burned or buried it. Because straw was hard to decompose, additional decomposers like bacteria were needed. This study aimed to investigate the short-term impact of rice straw management on soil organic carbon (C-organic) and the C/N ratio. The experimental design used was Nested Design. The study involved three straw management treatments: burning, straw incorporation without EM4 addition, and straw incorporation with EM4 addition. Laboratory analysis was conducted on the C-organic and C/N ratio parameters. Differences in soil parameters observed before and after straw management treatments were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The analysis results showed an increase in C-organic after treatment: 29.7% for burning, 10.9% for straw incorporation, and 10.2% for straw incorporation with EM4. The increase in C-organic after straw management treatments is due to the mineralization of soil organic matter. This mineralization is indicated by average C/N values below 20, although the C/N ratio after burning increased by 56% and after straw incorporation with EM4 increased by 0.35%. The average C/N ratios from all treatments ranged from 9.1 to 16.8. In the short term, all three straw treatments can increase organic carbon and result in C/N ratios below 20.
Efisiensi Kinerja Traktor Singkal dan Rotari pada Proses Nyacahin Di Subak Tika, I Wayan; Madrini, Ida Ayu Gede Bintang; Sumiyati, Sumiyati; Sulastri, Ni Nyoman; Kinasih, Mentari
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p17

Abstract

Abstrak Kegiatan pengolahan tanah di subak dapat mengurangi perkembangan tanaman pengganggu (gulma), dapat menggemburkan tanah, dan mengondisikan sifat biofisik tanah. Pengolahan tanah pada kedalaman tertentu mampu memberikan hasil yang cocok bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Saat ini pengolahan tanah sawah pada subak di Bali umumnya menggunakan traktor tangan baik yang berkomplemen bajak singkal maupun bajak rotari. Jika menggunakan bajak singkal tahapan pengolahan tanah meliputi makal (pembalikan tanah), nyacahin (memperkecil ukuran bongkahan tanah), dan selanjutnya ngasahan (meratakan). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi pengolahan tanah pada pengolahan tanah tahap kedua di subak dengan menggunakan traktor singkal dan traktor rotari. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan pengukuran kapasitas keja riil (lapangan) dari traktor yang digunakan pada saat pengolahan tanah. Beberapa asumsi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kondisi teknis dari traktor-traktor yang digunakan, komplemen-komplemen traktor yang digunakan, dan keterampilan operator diasumsikan sama. Hasil penelitian menunjukkan kinerja teoritis dan kinerja riil diperoleh efisiensi kinerja traktor rotari pada proses nyacahin (pengolahan tanah tahap kedua) pada subak sebesar 41% dan efisiensi kinerja traktor singkal sebesar 17,8%. Salah satu penyebab rendahnya efisiensi kinerja traktor singkal pada proses nyacahin adalah olahan tanah dalam sekali lintasan mendapatkan hasil yang kurang halus, sedangkan olahan tanah dengan traktor rotari menghasilkan tanah yang halus. Topografi lahan dan ketersediaan air merupakan faktor yang juga besar pengaruhnya terhadap nilai efisiensi kinerja traktor, selain faktor alat dan operator. Abstract Land processing activities in Subak can reduce the development of weeds, loosen the soil, and condition the biophysical properties of the soil. Subak in Bali is generally processed using hand tractors (either equipped with singkal plows or rotary plows). If using a singkal plow, the stages of tillage include makal (turning the soil), nyacahin (reducing the size of the chunks of soil), and then ngasahan (leveling). This research aims to determine the efficiency of land processing in the second stage of land processing in Subak using singkal tractors and rotary tractors. This research uses the observation method and measures the real (field) working capacity of the tractor used during land processing. Some of the assumptions used in this research are that the technical condition of the tractors used, the tractor accessories used, and the operator's skills are assumed to be the same. The results showed that the performance efficiency of the rotary tractor in the nyacahin process (second stage of tillage) in Subak was 41% and the performance efficiency of the singkal tractor was 17.8%. The low-performance efficiency of single tractors in the nyacahin process causes processing the soil in one pass to produce results that are less than fine, whereas processing the soil with a rotary tractor produces fine soil. Land topography and water availability are factors that also influence the efficiency value of tractor performance, apart from equipment and operator factors.
RESPON KENTANG BIBIT AKIBAT DAMPAK DEFORMASI DENGAN BEBERAPA TINGKAT BEBAN MEKANIS Semaraputri, Jessica Heidy Tiku; Pudja, Ida Ayu Rina Pratiwi; Madrini, Ida Ayu Gede Bintang
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 13 No 1 (2025): IN PRESS
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kentang adalah tanaman pangan utama keempat dunia setelah gandum, padi, dan jagung. Deformasi adalah perubahan bentuk dari suatu benda akibat menerima gaya atau pada saat benda itu bekerja. Tension and Compression Testing Machine adalah Universal Testing Machine (UTM) dikonfigurasi secara khusus untuk menentukan kekuatan bahan dan perilaku deformasi di bawah beban tekan (menekan). Secara otomatis, alat tersebut akan menghasilkan nilai kekuatan pecah dan deformasi dari produk yang diuji yang ditampilkan dalam bentuk hubungan antara kekuatan pecah dan deformasi. Dalam penelitian ini, alat tersebut akan digunakan dengan kentang sebagai bahan ujinya. Dari digunakannya alat tersebut, kentang yang diuji akan dapat dilihat kemampuannya dalam menahan variasi beban yang diberikan. Setelah diuji, kentang akan disimpan dan selanjutnya akan ditanam untuk melihat perkembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi beban yang diberikan terhadap kentang, menentukan mampu atau tidaknya kentang yang dideformasi untuk tumbuh tunas selama masa penyimpanan, dan menentukan mampu atau tidaknya kentang bibit untuk tumbuh setelah ditanam. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) 1 faktorial. Variasi beban yang digunakan adalah beban 0 kg, 10 kg, 20 kg, 30 kg, 40 kg, dan 50 kg yang diulang sebanyak 3 kali. Parameter yang diukur adalah luas permukaan, jumlah tunas, kerusakan kentang bibit, tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, dan berat umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berat beban 0 kg mampu menghasilkan produktivitas terbaik dengan nilai rata-rata tinggi tanaman 8,06 cm, jumlah daun 28,3 cm, dan luas daun 8 cm.