cover
Contact Name
Gede Arda
Contact Email
ardagede@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.beta.tep@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25023012     EISSN : 25023012     DOI : -
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) memuat hasil penelitian di bidang teknik biosistem (biosystem engineering). Cakupan dari jurnal ini merentang dari aplikasi ilmu keteknikan untuk pertanian. Diantara bidang ilmu tersebut, yang menjadi fokus adalah Bidang Manajemen Keteknikan Pertanian, Teknologi Pascapanen khususnya produk Hortikultura, Rekayasa dan Ergonomika, Konservasi Sumber Daya Alam, serta khusus tentang aplikasi Instrumentasi dan Sistem kontrol dalam bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 344 Documents
Pengaruh Jenis Kemasan Terhadap Karakteristik Teh Daun Bambu Tabah (Gigantochloa nigrociliata Buse-Kurz) Selama Penyimpanan Maria Elfira Semana; Pande Ketut Diah Kencana; I Gusti Ngurah Apriadi Aviantara
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 9 No 1 (2021): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2021.v09.i01.p10

Abstract

ABSTRAK Bambu tabah termasuk kingdom Plantae, divisi Magnoliophyta, kelas Monocotyledoneae, ordo Graminales, famili Gramineae, sub famili Bambusoideae genus Gigantochloa, spesies Gigantochloa nigrociliata Buse-Kurz. Bambu tabah merupakan varietas asli yang berasal dari Pupuan-Tabanan dan banyak dibudidayakan di desa Payangan Gianyar. Penelitian ini dilakukan degan tujuan untuk menentukan kemasan yang dapat mempertahankan karakteristik yang terdapat pada teh daun bambu tabah dengan perlakuan pengemasan menggunakan tiga jenis kemasan yang berbeda yang disimpan pada inkubator dengan suhu 30 °C ± 3 dengan lama penyimpanan enam minggu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor yaitu penggunaan jenis kemasan yang berbeda dan lama waktu penyimpanan. Faktor pertama terdiri dari tiga taraf yaitu, (K1) : Alumunium Foil, (K2) : Plastik Polipropilen (PP), dan (K3) : Paper Sack. Faktor kedua terdiri dari tiga taraf yaitu, (T1) : 14 hari penyimpanan, (T2) : 28 hari penyimpanan, dan (T3) : 42 hari penyimpanan. Parameter yang diamati dalam penelitian terdiri dari Kadar Air, Laju Pengeringan, pH, Total Asam, Total Fenol, Total Flavonoid, dan Uji Organoleptik terdiri dari warna, aroma, dan rasa pada daun teh bambu tabah yang diseduh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan fenol tertinggi terdapat pada perlakuan penggunaan jenis kemasan alumunium foil selama penyimpanan 42 hari yaitu 119.354 mg/100g dan total flavonoid yang tertinggi atau terbaik terdapat pada perlakuan penggunaan jenis kemasan alumunium foil selama penyimpanan 42 hari yaitu 27.419 mg/100g. ABSTRACT Rigid bamboos include kingdom Plantae, division Magnoliophyta, class Monocotyledoneae, order Graminales, family Gramineae, sub family Bambusoideae genus Gigantochloa, species Gigantochloa nigrociliata Buse-Kurz Tabah bamboo is a native variety originating from Pupuan-Tabanan and is widely cultivated in Payangan Gianyar village. This research was conducted with the aim of determining the packaging that can maintain the characteristics contained in tabah bamboo leaf tea with packaging treatment using three different types of packaging stored in an incubator at a temperature of 30 ° C ± 3 with a storage time of six weeks. This study used a completely randomized design (CRD) which consisted of two factors, namely the use of different types of packaging and storage time. The first factor consists of three levels, namely, (K1): Aluminum Foil, (K2): Polypropylene Plastic (PP), and (K3): Paper Sack. The second factor consists of three levels, namely, (T1): 14 days of storage, (T2): 28 days of storage, and (T3): 42 days of storage. The parameters observed in the study consisted of moisture content, drying rate, pH, total acid, total phenol, total flavonoids, and organoleptic tests consisting of color, aroma, and taste of brewed tabah bamboo tea leaves. The results showed that the highest phenol content was found in the treatment of using aluminum foil packaging for 42 days, which was 119,354 mg / 100g and the highest or best total flavonoids were found in the treatment of using aluminum foil packaging for 42 days, namely 27,419 mg / 100g.
Analisis Persentase Kekurangan Air Irigasi pada Subak di DAS Ho Saat Musim Kemarau Florianus Walbat; I Wayan Tika; Ida Ayu Bintang Madrini
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 10 No 1 (2022): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2022.v10.i01.p04

Abstract

ABSTRAK Kurangnya ketersediaan air irigasi yang disebabkan oleh debit air yang tidak mecukupi pada saat musim kemarau dan sifatnya tidak merata, dimana pada bagian hulu ketersediaan air cenderung berlebih dan di hilir cenderung kekurangan. Dengan adanya kondisi seperti itu maka perlu dilakukan penelitian mengenai kekurangan air irigasi pada saat musim kemarau agar dapat dilakukan pengelolaan air secara optimal pada DAS Ho. Penelitian dilakukan untuk mengetahui persentase kekurangan air irigasi yang ada pada setiap subak dan menentukan teknik pengelolaan air irigasi agar merata pada setiap bagian subak. Data primer diperoleh dengan metode wawancara, pengamatan, dan pengukuran sedangkan data sekunder diperoleh dari BMKG Wilayah III Denpasar. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis untuk mencari persentase kekurangan air irigasi yang terjadi pada saat musim kemarau dan untuk menentukan proporsi distribusi air irigasi. Hasil penelitian menunjukan persentase kekurangan air irigasi pada subak daerah hulu rata-rata sebesar -48,43%, pada subak daerah tengah rata-rata 21,99%, dan pada subak daerah hilir rata-rata sebesar 23,92% dan penentuan teknik proporsional pengelolaan air pada subak daerah hulu, tengah, hilir pada musim kemarau menggunakan Qt rekayasa pada Qt awal yaitu pada subak bagian hulu Qt awal sebesar 2,67 l/detik/ha direkayasa menjadi 1,73 l/detik/ha , pada subak bagian tangah dari Qt awal yaitu sebesar 1,32 l/detik/ha direkayasa menjadi 0,75 l/detik/ha, dan pada subak bagian hilir dari Qt awal 2,53 l/detik/ha direkayasa menjadi 3,21 l/detik/ha. ABSTRACT Irrigation water shortage is caused by insufficient water discharge during the dry season. The water is distributed unevenly; the upstream water tends to have a surplus water, whereas the downstream has the tendency of water deficit. Based on the situation, it is necessary to conduct research on the irrigation water shortage during the dry season, so that optimal water management can be achieved. The study was conducted to determine the percentage of irrigation water deficiency in each subak and determine irrigation water management techniques that ensuring the water distributed evenly to each subak. Primary data were obtained by interview, observation, and measurement methods, while secondary data were obtained from BMKG Region III Denpasar. The data obtained were analyzed to determine the percentage of irrigation water shortages that occurred during the dry season and to determine the proportion of irrigation water distribution. The results showed that the percentage of water shortage of irrigation water in the upstream subak was -48,43%, in the middle subak was 21,99%, and in the downstream subak 23,92%. The proportional water management techniques in the upstream subak, middle, downstream in the dry season using modified Qt, the upstream subak had the initial Qt of 2,67 l/sec/ha and the modified was 1,73 l/sec/ha, in the middle subak has the initial Qt of 1,32 l/sec/ha and the modified was 0,75 l/sec/ha, and in the downstream subak had initial Qt of 2,53 l/sec/ha and the modified one was 3,21 l/sec/ha.
Strategi Pengembangan Agrowisata di Soewan Garden dengan Menggunakan Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threads) Ida Bagus Made Adi Dharma Yuda Pramana; I Gusti Ngurah Apriadi Aviantara; I Nyoman Sucipta
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 9 No 2 (2021): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2021.v09.i02.p10

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan dengan kajian analisis SWOT karena, mempermudah suatu perusahaan untuk mengkombinasikan strategi yang tepat dikembangkan untuk menjalankan perusahaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi internal dan eksternal serta menyusun dan merekomendasikan strategi pengembangan agrowisata di Soewan Garden Desa Pancasari. Penelitian ini mengambil data dari penyebaran kuisioner yang dibagi menjadi 2, yaitu kuisioner internal ( pemilik dan pengunjung agrowisata), dan kuisioner eksternal (Pakar dan usaha sejenis yang sudah berkembang). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 3 kekuatan, 6 kelemahan, 4 peluang, dan 3 ancaman. Hasil pembobotan dan rating menunjukan bahwa nilai terbobot untuk matriks Internal Factor Evaluation (IFE) adalah 3,02 dan matriks Eksternal Factor Evaluation (EFE) adalah 2.65. Nilai ini menunjukan posisi yang kuat pada matriks Internal Eksternal (IE) dengan strategi yang harus dilakukan adalah strategi intensif dan integratif. Sedangkan berdasarkan Analisis matriks SWOT terdapat 8 alternatif strategi yang dapat disusun untuk mengembangkan usaha agrowisata Soewan Garden. ABSTRACT This research was conducted with a SWOT analysis study for a decision-maker in a company to combine the right strategies to run the company. This study aims to analyze internal and external conditions and recommend development strategies in the agrotourism Soewan Garden at Pancasari village. This study took data from the distribution of questionnaires which were divided into 2, namely internal commissioners (agro-tourism owners and visitors) and external commissioners (experts and similar businesses that have developed). The results showed that there were 3 strengths, 6 weaknesses, 4 opportunities, and 3 threats. The weighting and assessment results show that the weighted value for the Internal Factor Evaluation matrix (IFE) is 3,02 and the External Factor Evaluation matrix (EFE) is 2,65. This value indicates a strong position in the Internal External Matrix (IE) with a strategy that must be done is an intensive and integrative strategy. Meanwhile, based on the SWOT matrix analysis there are 8 alternative strategies that can be developed to develop Soewan Gardenagro-tourism.
Karakteristik Pengeringan dan Sifat Fisik Bubuk Jahe Merah Kering (Zingiber Officinale Var.rubrum) dengan Variasi Ketebalan Irisan dan Suhu Pengeringan Ni luh Devi Widyanti; Ni Luh Yulianti; Yohanes Setiyo
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 9 No 2 (2021): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2021.v09.i02.p01

Abstract

ABSTRAK Pengolahan jahe merah dalam bentuk bubuk merupakan salah satu cara untuk mengawetkan hasil panen jahe merah yang memiliki kadar air yang tinggi. Pengolahan jahe merah dalam bentuk bubuk perlu dilakukannya pengeringan pada bahan sehingga mampu mengeluarkan kandungan air yang terdapat pada bahan. Dalam pengeringan suatu bahan suhu dan ketebalan merupakan hal berpengaruh pada pengeringan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik pengeringan, sifat fisik bubuk jahe merah serta perlakuan yang menghasilkan kualitas bubuk jahe kering yang paling baik dengan variasi suhu dan ketebalan irisan selama pengeringan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor dan tiga kali ulangan. Faktor yang pertama yaitu suhu pengeringan 50oC, 60oC, dan 70oC dan faktor kedua yaitu ketebalan irisan jahe merah 1 mm, 3 mm, 5 mm. Parameter yang diamati yaitu kadar air, kerapatan curah, sudut curah, indeks keseragaman, dan laju penurunan kadar air jahe merah. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antar perlakuan suhu dan ketebalan irisan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap parameter kadar air, kerapatan curah, sudut curah, dan laju penurunan kadar air jahe merah. Selanjutnya perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan (N3S5) dari jahe merah yang dikeringkan dengan ketebalan irisan 3 mm yang dikeringkan dengan suhu 50oC dengan nilai kadar air 10,05% bb, kerapatan curah 790Kg/m3, sudut curah 43,34o. ABSTRACT Processing red ginger in powder form is one way to preserve the red ginger crop, which has a high moisture content. Processing of red ginger in powder form requires drying of the material so it can remove the water content in the material. In drying a material, the temperature and thickness influence drying. The purpose of this study was to determine the drying characteristics, the physical properties of red ginger powder and the treatment that produced the best dry ginger powder quality with variations in temperature and slice thickness during drying. The design used in this study was a factorial randomized block design (RBD) with two factors and three replications. The first factor is the drying temperature of 50oC, 60oC, and 70oC and the second factor is the thickness of the red ginger slices 1 mm, 3 mm, 5 mm. The parameters observed were moisture content, bulk density, angle of bulk, uniformity index, and rate of reduction in water content of red ginger. The results showed that the interaction between the temperature treatments and the thickness of the slices had a significant effect on the parameters of moisture content, bulk density, angle of bulk, and the rate of reduction in water content of red ginger. The best treatment was obtained in treatment (N3S5) of dried red ginger with a thickness of 3 mm slices dried at a temperature of 50oC with a moisture content value of 10.05% bb, bulk density 790Kg/m3, angle of bulk 43.34o.
Rancang Bangun Sistem Informasi E-Commerce Penjualan Ayam Pedaging Berbasis Website di Kabupaten Manggarai Barat, NTT Kevin Imanto K. Resman; Ida Bagus Putu Gunadnya; I Putu Gede Budisanjaya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 9 No 1 (2021): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2021.v09.i01.p03

Abstract

ABSTRAK Penjualan ayam pedaging di Kabupaten Manggarai Barat masih dilakukan secara manual. Pemasaran ayam pedaging secara manual tersebut dinilai kurang efektif dilakukan pada era digitalisasi saat ini, karena banyak bisnis telah mengarah ke dunia digital salah satunya yaitu sistem penjualan secara online atau e-commerce. Tujuan dari penelitian ialah merancang sistem penjualan ayam pedaging secara daring, sehingga dapat menghubungkan antara peternak dan pembeli didalam dunia digital. Sistem e-commerce ayam pedaging dibangun dalam bentuk website untuk memudahkan pengguna mengakses sistem tanpa perlu menginstal aplikasi serta bebas biaya akses. Sistem dibangun menggunakan Laravel framework versi 5.8 dan aplikasi XAMPP sebagai database server. Pengujian sistem menggunakan black box testing dan user acceptance testing (UAT). Pengujian black box berfokus pada kebutuhan fungsional perangkat lunak sedangkan pengujian UAT berfokus pada kebutuhan nonfungsional yaitu tingkat penerimaan pengguna terhadap perangkat lunak yang telah dibuat. Hasil pengujian sistem menggunakan metode black box testing menunjukkan bahwa sistem telah berjalan sesuai dengan hasil yang diharapkan. Hasil pengujian UAT diperoleh nilai interpretasi skor sebesar 80,53%. Hal ini menunjukan bahwa persentase penerimaan pengguna terhadap sistem informasi penjualan ayam pedaging berbasis website di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur yang telah dibangun ini masuk dalam kategori sangat baik. ABSTRACT Broiler chicken sales in the West Manggarai Regency are still done traditionally. Traditional broiler chicken marketing is considered ineffective in the current digitalization era because many businesses have directed to the digital world, one of which is an online sales system or e-commerce. The purpose of this research was to design a system of selling broilers chicken online so that it can connect to farmers and buyers in the digital world. Broiler chicken e-commerce the system was built in the form of a website to facilitate users accessing the system without has to install applications and get free access. The system was built using Laravel framework version 5.8 and the XAMPP application as a database server. System testing used black-box testing and user acceptance testing (UAT). Black box testing focuses on the functional requirements of the software, while UAT testing focuses on non-functional requirements. Results of the UAT test revealed the percentage of user acceptance of software that had been made. The results of the system testing using the black box testing method indicated that the system met the expectations of the users. UAT tests result obtained score interpretation score which value of 80.53%. This showed that the percentage of user acceptance of website-based broiler chicken sales information system in West Manggarai Regency, East Nusa Tenggara that had been built got the very good category.
Efektivitas Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (Studi Kasus: Desa Sanur Kaja Kota Denpasar) Ni Putu Amelia Panida Dewi; Ida Ayu Gede Bintang Madrini; I Wayan Tika
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 9 No 2 (2021): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2021.v09.i02.p15

Abstract

ABSTRAK Desa Sanur Kaja memiliki satu depo pengelolaan sampah khusus untuk menangani sampah yang dihasilkan oleh masyarakat desa yang bernama Depo Cemara. Berdasarkan penelitian sebelumnya diketahui bahwa kegiatan yang berjalan di Depo Cemara menjadi kurang efisien karena tidak semua masyarakat desa memilah dan menerapkan prinsip 3R (reduce, reuse, dan recycle) dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana efektivitas sistem pengelolaan sampah yang sudah dilakukan oleh masyarakat Desa Sanur Kaja dengan membandingkan jumlah sampah yang dikelola oleh rumah tangga dengan prinsip 3R dengan jumlah sampah yang terbuang sehingga diperoleh persentase reduksi sampah. Pengumpulan data diperoleh dengan menyebar kuesioner kepada responden yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh kemudian dihitung dengan analisis kesetimbangan massa sampah lalu dianalisis lebih lanjut dengan metode analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian terhadap 96 rumah tangga menunjukkan bahwa pengelolaan sampah berbasis masyarakat memiliki efektivitas yang rendah karena reduksi sampah yang terjadi hanya 22,5 persen dalam satu hari dan responden yang melakukan pemilahan sampah rumah tangga sebanyak 44 persen. Masyarakat menyatakan setuju terhadap rencana penerapan prinsip 3R dalam pengelolaan sampah rumah tangga serta menganggap penting ditambahkannya fasilitas-fasilitas pendukung pengelolaan sampah. ABSTRACT Sanur Kaja Village has a special waste management facility for processing waste produced by the village community, namely Depo Cemara. Based on previous research, it is known that activities that are running at Depo Cemara are less efficient because not all village communities sort waste and apply the 3R (reduce, reuse, and recycle) principle in household waste management. This study aims to identify the effectiveness of the waste management system that has been implemented by the people of Sanur Kaja Village by comparing the amount of waste managed by households with the 3R principle with the amount of waste wasted in order to obtain a percentage of waste reduction. Data collection was obtained by distributing questionnaires to respondents who were determined by purposive sampling technique. The data obtained were then calculated by analyzing the mass balance of waste and then further analyzed using descriptive statistical analysis methods. The results of research on 96 households show that community-based waste management is still not effective because the percentage of waste reduction that occurs in one day only 22,5 percent and respondents who sort household waste are 44 percent. The community agreed to the plan to implement the 3R principle in household waste management and considered it important to add supporting facilities for waste management.
Karakteristik Briket Biomassa dengan Variasi Geometri dan Jenis Bahan Baku yang Berbeda I Putu Dharma Putra Ritzada; Ni Luh Yulianti; Ida Bagus Putu Gunadnya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 9 No 2 (2021): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2021.v09.i02.p06

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa karakteristik briket biomassa dengan variasi geometri dan jenis bahan baku briket biomassa yang berbeda dan menentukan perlakuan manakah yang menghasilkan briket dengan kualitas yang paling baik. Penelitian ini menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) Faktorial menggunakan 2 faktorial dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah jenis bahan baku (A) yang terdiri dari tiga taraf yaitu bambu tabah (A1), sekam padi (A2) dan campuran bambu tabah sekam padi (A3). Faktor kedua yaitu bentuk geometri briket (B) yang terdiri dari dua taraf yaitu balok (B1) dan silinder (B2). Seluruh perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan sehingga didapatkan 18 data pengamatan. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan apabila terdapat pengaruh perlakuan yang signifikan, maka dilanjutkan dengan uji BNT terhadap rata-rata perlakuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Interaksi antar perlakuan jenis bahan baku dan bentuk geometri memberikan pengaruh yang signifikan terhadap parameter mutu briket yang dihasilkan, Perlakuan briket yang dibuat dari sekam padi dengan bentuk silinder (A2B2) merupakan perlakuan yang menghasilkan briket dengan kualitas paling baik dengan nilai kadar air sebesar 2,64% bb, kadar abu sebesar 6,60%, laju pembakaran sebesar 73,16 (gr/menit) dan volatille matter sebesar 13,86 %. ABSTRACT This study aims to analyze the characteristics of biomass briquettes with different geometry variations and types of biomass briquette raw materials and determine which treatment produces the best quality briquettes.This research uses block design (RAK) using 2 factorials and 3 replications.The first factor is the type of raw material (A) which consists of three levels, namely tabah bamboo (A1), rice husk (A2) and a mixture of tabah bamboo rice husk (A3). The second factor is the geometric shape of the briquette (B) which consists of two levels, namely beams (B1) and cylinders (B2). All treatments were repeated 3 times in order to obtain 18 observational data. The data obtained were analyzed by means of variance and if there was a significant treatment effect, then it was followed by the BNT test on the average treatment.The results showed that the interaction between treatments. Types of raw materials and geometric shapes had a significant effect on the quality parameters of the resulting briquettes.The treatment of briquettes made from rice husks in a cylindrical shape (A2B2) is a treatment that produces the best quality briquettes with a moisture content value of 2.64% bb.ash content was 6.60%, combustion rate was 73.16 (gr / minute) and volatile matter was 13.86%.
Efek Penambahan Kotoran Sapi terhadap Kualitas Kompos pada Pengomposan Batang Pisang I Kadek Aditya Pranata; Ida Ayu Gede Bintang Madrini; I Wayan Tika
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 10 No 1 (2022): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2022.v10.i01.p09

Abstract

ABSTRAK Pengomposan merupakan salah satu alternatif untuk meningkatan kegunaan dan nilai tambah dari limbah bahan organik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan kotoran sapi terhadap kualitas kompos. Pada proses pengomposan limbah batang pisang untuk menentukan komposisi campuran bahan yang terbaik dari penggunaan batang pisang dan kotoran sapi yang menghasilkan kualitas kompos sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 19-7030-20014. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah batang pisang dan kotoran sapi dengan perbandingan berat batang pisang dengan kotoran sapi yaitu: K1 (1:1), K2 (2:1), K3 (3:1), K.BP (hanya batang pisang). Proses pengomposan pada penelitian ini menggunakan Biokomposter Tahiron New Garden Bag 2. Pada proses pengomposan suhu diamati setiap hari, sedangkan kadar air C-organik, Nitrogen, rasio C/N dan pH diamati setiap 14 hari sekali. Suhu pada perlakuan K1, K2, K3dan K.BP yaitu masing-masing mencapai 43,6oC, 44,3 oC, 43,6 oC dan 38,6 oC. Parameter suhu, pH, dan kadar air tidak menunjukkan perbedaan secara signifikan antar perlakuan sedangkan rasio C/N pada pebandingan KBP dengan K1 (1:1), K2 (2:1), dan K3 (3:1) menunjukkan perbedaan. Perlakuan K2 menunjukkan komposisi campuran terbaik yang ditunjukkan oleh suhu pengomposan mendekati termofilik yaitu 44,3oC. Rasio C/N dari semua perlakuan belum memenuhi SNI 19/7030/2004, sedangkan pH, kadar air, bahan organik memenuhi standar tersebut. ABSTRACT Composting is an alternative means to increase the usefulness and added value of organic waste. The purpose of this study was to determine the effect of adding cow dung and banana stem. This study expected to obtain the best composition of the mixture of ingredients from the use of banana stalks and cow dung according to the Indonesian National Standard (SNI) 19-7030-20014. The materials used in this study were banana stalks and cow dung with a ratio of banana stalks to cow dung, namely: K1 (1: 1), K2 (2: 1), K3 (3: 1), K.BP (only banana stalks). ). The composting process in this study used Biocomposter Tahiron New Garden Bag 2. In the composting process, the temperature was observed every day, while the moisture content of C-organic, nitrogen, C / N ratio, and pH were observed once every 14 days. The temperatures in the K1, K2, K3, and K.BP treatments were respectively 43.6 oC, 44.3 oC, 43.6 oC, and 38.6 oC. Temperature, pH, and moisture content parameters did not show significant differences between treatments, while the C / N ratio in the comparison between KBP and K1 (1: 1), K2 (2: 1), and K3 (3: 1) showed differences. K2 treatment showed the best mixture composition with the composting temperature approaching thermophilic, namely 44.3oC. The C / N ratio of all treatments did not meet SNI 19/7030/2004, while pH, moisture content, the organic matter within the range as regulated in the standard.
Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan terhadap Karakteristik Teh Herbal Daun Bambu Tabah (Gigantochloa nigrociliata Buse-Kurz) dalam Kemasan Paper Sack Ni Made Dwi Lantari; Pande Ketut Diah Kencana; Ni Luh Yulianti
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 9 No 1 (2021): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2021.v09.i01.p12

Abstract

ABSTRAK Teh merupakan minuman yang populer serta banyak di minati masyarakat Indonesia maupun dunia. Salah satu jenis teh yaitu teh herbal, yang terbuat dari berbagai daun, biji maupun akar tanaman. Teh daun bambu tabah (Gigantochloa nigrociliata Buse-Kurz) merupakan salah satu contoh teh herbal yang diolah untuk memanfaatkan senyawa yang terkandung di dalam daun bambu tabah tersebut untuk menghasilkan karakter tersendiri. Penyimpanan pada suhu yang tepat dapat menjaga karakter yang dimiliki oleh teh daun bambu tabah (Gigantochloa nigrociliata Buse-Kurz). Penelitian ini dilaksanakan untuk menentukan suhu dan lama penyimpanan yang tepat dengan kemasan paper sack. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor, faktor pertama yang digunakan dalam rancangan penelitian ini adalah suhu penyimpanan dan faktor kedua yang digunakan yaitu lama penyimpanan. Faktor pertama terdiri dari dua jenis suhu yaitu (F1) : suhu 10°C dan (F2) : suhu 30°C. Faktor kedua terdiri dari 6 taraf yaitu (T1) : lama penyimpanan 1 minggu, (T2) : lama penyimpanan 2 minggu, (T3) : lama penyimpanan 3 minggu, (T4) : lama penyimpanan 4 minggu, (T5) : lama penyimpanan 5 minggu dan (T6) : lama penyimpanan 6 minggu. Parameter yang diamati dalam penelitian ini terdiri dari analisis kimia meliputi kadar air, pH, total asam, total fenol, flavonoid dan uji organoleptik terdiri dari warna air seduhan, aroma dan rasa pada daun teh yang telah di seduh. Hasil penelitian menunjukan bahwa suhu penyimpanan 10°C dapat mempertahankan karakteristik teh daun bambu selama waktu penyimpanan 6 minggu lebih baik yaitu dengan kandungan fenol sebesar 114,466 mg/100g dan kandungan flavonoid sebersar 27,675 mg/100g. ABSTRACT Tea is a popular drink and is in great demand by Indonesians as well as in the world. One type of tea is herbal tea, which is made from various leaves, seeds and plant roots. Tabah bamboo leaf tea (Gigantochloa nigrociliata Buse-Kurz) is an example of herbal tea that is processed to utilize the compounds contained in the tabah bamboo leaves to produce its own character. The storage at the right temperature can maintain the character of the tabah bamboo leaf tea (Gigantochloa nigrociliata Buse-Kurz). This research was carried out to determine the proper storage temperature of tabah bamboo leaf tea during storage with packs of papersack from different temperature treatments for 6 weeks. This study used a completely randomized design (CRD) which consisted of two factors, the first factor used was storage temperature and the second factor was storage time. The first factor consists of two types of temperature, namely : a temperature of 10°C and a temperature of 30°C. The second factor consists of 6 levels, namely 1 week storage time, 2 weeks storage time, 3 weeks storage time, 4 weeks storage time, 5 storage time weeks and 6 weeks of storage. The parameters observed in this study consisted of chemical analysis including moisture content, pH, total acid, total phenol, flavonoids and organoleptic tests consisting of the color of the brewed water, aroma and taste of the brewed tea leaves. The results showed that the storage temperature of 10°C could better maintain the characteristics of bamboo leaf tea during the storage time of 6 weeks, namely with a phenol content of 114.466 mg / 100g and a flavonoid content of 27.675 mg / 100g.
Rancang Bangun Sistem Pemantau Dan Pengendali Iklim Mikro Greenhouse Berbasis Android I Gusti Ayu Nadya Prasita Pasimpangan; I Wayan Widia; I Made Anom S. Wijaya; I Putu Gede Budisanjaya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 10 No 1 (2022): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2022.v10.i01.p05

Abstract

Dengan berkembangnya teknologi pada bidang pertanian, semakin banyak penggunaan teknologi otomatisasi yang digunakan pada bidang pertanian, khususnya yang diterapkan pada greenhouse. Salah satunya adalah pemantau dan pengendalian iklim mikro dengan menggunakan sensor. Pemantauan dan pengendalian iklim mikro penting dilakukan untuk menjaga lingkungan tanaman agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Iklim mikro yang dipantau diantaranya adalah suhu, kelembaban udara, dan intensitas cahaya. Tujuan dari penelitian ini adalah membangun sistem pemantau dan pengendali iklim mikro pada greenhouse secara otomatis melalui android. Pada penelitian ini dibangun sistem pemantau dan pengendali iklim mikro yang dioperasikan melalui telephone android menggunakan aplikasi blynk, dan dihubungkan dengan internet melalui modul wifi. Arduino mega 2560 digunakan pada penelitian ini sebagai mikrokontroler yang terhubung dengan sensor DHT22 dan sensor BH1750 yang digunakan untuk mengukur iklim mikro secara otomatis, ESP8266 sebagai penghubung jaringan internet antara arduino dan android, serta relay untuk mengendalikan fan exhaust, LED grow light, dan pompa misting sebagai alat kendali. Pada sistem ini dilengkapi input setting point sehingga pengguna bisa mengatur masing-masing iklim mikro sesuai dengan kebutuhan tanaman dan mengendalikan alat kendali secara otomatis. Hasil dari penelitian ini adalah sistem pemantau dan kendali pada aplikasi blynk pada telepon android yang telah dirancang dan dihubungkan dengan board arduino yang dipasang pada greenhouse. Sistem yang dibangun berhasil memantau iklim mikro pada greenhouse dan ditampilkan pada menu aplikasi dan setting point yang diatur oleh pengguna berhasil mengatur sistem kendali iklim mikro secara otomatis yang berada pada greenhouse. As the growth of development technology in agriculture, more automation technologies are used especially those applied to greenhouses. One of the uses of technology is automatic mircroclimate monitoring and controlling using sensor. Microclimate monitoring and controlling is important to maintain the plant’s environment so that it can grow optimally. The mircroclimates that were monitored and control LED included temperature, humidity, and light intensity. The purpose of this research is to build an android based automatic microclimate monitoring and controlling system in the greenhouse. In this research, a microclimate monitoring and controlling system was built which is operated via an android using blynk application and connected to the internet via wifi module. Arduino Mega 2560 is used in this study as a microcontroller connected to DHT22 sensor and BH1750 sensor that are used to measure the mircroclimate automatically, ESP8266 as the wifi modul to link arduino and android via internet, as well as relay to control fan exhaust, LED grow light, and misting pumps as output control. This system is equipped with an input setting point so user can adjust each microclimate according to the plant needs and control the output device automatically. The result of this research is a monitoring and controlling system using blynk application on an android that has been designed and connected to the arduino board instal LED in the greenhouse. The system succesfully monitors the microclimate which displayed on the application and controls the microclimate automatically using output device with the input of setting point.