cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi
ISSN : 2087085X     EISSN : 25495623     DOI : -
Core Subject : Social,
Komuniti : Jurnal Komuniti is a scientific journal that publishes scientific research papers/articles or reviews in the field of Communication and Media. The scope of this journal includes communication as social science, mass communication, technology communication, communication and networking, media and communication.
Arjuna Subject : -
Articles 234 Documents
HUBUNGAN KETERBUKAAN DIRI DALAM TA’ARUFDAN KEPUTUSAN MENIKAH KELOMPOK TARBIYAH PKS CABANG POLOKARTO Aji Anung Aryanto
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume VII, No 2, September 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v7i2.2462

Abstract

Salah satu sarana dalam perkenalan untuk menuju pernikahan adalah dengan Ta’aruf. Proses ini mengikutsertakan keterbukaan diri dengan saling memberi informasi data diri kepada calon pasangan. Pertemuan ini bertujuan untuk mengenal satu sama lain untuk membentuk keluarga. Dalam mengambil keputusan dalam menikah tergantung proses keterbukaan diri dalam Ta’aruf.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adakah hubungan antara keterbukaan diri dalam Ta’aruf dengan keputusan menikah pada kelompok TarbiyahPKS cabang Polokarto. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner atau angket kepada sampel. Dengan sampel 80 orang yang merupakan anggota TarbiyahPKS sudah mengalami proses Ta’aruf.Teknik pengambilan data dengan kuesioner dengan teknik analisis data studi korelasi. Hasil pengolahan data menunjukkan nilai r hitung r tabel (0,589 0,219) dan signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan hasil pengolahan data, maka dapat disimpulkan bahwa keterbukaan diri dalam Ta’aruf memiliki hubungan dengan keputusan untuk menikah. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,589 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang cukup kuat dan searah antara keterbukaan diri dalam Ta’aruf dengan keputusan menikah. Artinya, semakin tinggi keterbukaan diri dalam Ta’aruf maka semakin meningkat keputusan untuk menikah.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Community Development Program Posdaya (Pos Pemberdayaan Keluarga) Pt. Holcim Indonesia Tbk Pabrik Cilacap Agus Triyono
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume VI, No. 2, September 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v6i2.2949

Abstract

Pendekatan terbaru yang berkembang dalam mengkaji kehidupan perusahaan adalah bahwa perusahaan pada saat ini tidak hanya berorientasi pada pencarian keuntungan (profit) semata, akan tetapi mulai berpikir bagaimana perusahaan berkontribusi terhadap keseimbangan alam (planet) dan kesejahteraan masyarakat (people). PT. Holcim Indonesia Tbk Cilacap Plant adalah perusahaan yangbergerak dalam produksi semen yang mempunyai kecenderungan memberikan polusi udara dan suara yang dapat merugikan masyarakat sekitar perusahaan. Dengan metode kualitatif penelitian ini bermaksud untuk mencari bagaimanakah implementasi strategi pengelolaan CSR dengan program Posdaya yang telah dilakukan oleh PT. Holcim Indonesia Tbk Cilacap Plant dalam rangka memberdayakan masyarakat yang berada disekitar perusahaan tersebut. Metode pengumpulan data berupa FGD dan dokumentasi yang selanjutnya akan diolah dengan analisis interaktif Miles dan Huberman. Sedangkan untuk validitas penelitian, peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa PT Holcim berkonsentrasi pada pemberdayaan masyarakat berbasis 4 pilar, yaitu kesehatan, pendidikan, ekonomi dan lingkungan. Untuk tahapan dalam pelaksanaan Posdaya dilakukan dengan 2 tahapan, yakni analisa kebutuhan dan dilanjutkan sosialisasi kepada masyarakat yang akan menjadi subjek pelaksana Posdaya. Dalam melaksanakan kegiatan Posdaya tersebut dijalankan dengan kegiatan CSR, serta menjalin hubungan dengan komunitas, pemerintah dan LSM, berpusat pada community relation department. PT Holcim.
Model Literasi Media Berbasis Kearifan Lokal pada Masyarakat Kampung Dongkelan Kauman Daerah Istimewa Yogyakarta Rila Setyaningsih
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume 9 No 2, September 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v9i2.4520

Abstract

Penelitian ini berlatarbelakang dari permasalahan bagaimana masyarakat kampung Dongkelan Kauman Daerah Istimewa Yogyakarta masih mampu mempertahankan kearifan lokal dan budaya lokal ditengah gempuran terpaan media massa. Kearifan lokal yang masih terjaga mampu menangkal dampak negatif terpaan media massa sehingga dapat dijadikan sebuah model literasi media, baik melalui pendidikan literasi media maupun gerakan literasi media. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif kualitatif dengan pendekatan etnografi komunikasi. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dan observasi dari beberapa masyarakat Kampung Dongkelan Kauman Daerah Istimewa Yogyakarta dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, kesadaran masyarakat melalui kearifan lokal dalam literasi media belum mampu memaksimalkan potensinya sendiri disebabkan masyarakat masih menjadi pengguna media yang pasif akan tetapi terdapat Kelompok Penggiat Sekolah Masyarakat Desa yang menjadi pusat kegiatan masyarakat termasuk literasi media. Kedua, model literasi media yang digunakan masyarakat Kampung Dongkelan Kauman adalah Protectionist. Model berbasis kearifan local meliputi 4 elemen yaitu kemampuan mengakses, menganalisis, mengevaluasi dan memproduksi pesan. Ketiga, memaksimalkan peran Sekolah Masyarakat Desa untuk meningkatkan kemampuan literasi media msyarakat.
Pendampingan Ibu Bekerja (Working Mom) Terhadap Penggunaan Youtube pada Anak Fasiyah Noor; Restu Ayu Mumpuni; Anita Amaliyah; Indah Laksmiwati
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume 12, No. 1, Maret 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v12i1.10070

Abstract

Media sosial, terutama YouTube menjadi bagian utama dari kehidupan kita sehari-hari dan sebagian besar anak-anak di bawah umur (0-13 tahun). Di Indonesia, pengguna dibawah umur berada di peringkat kedua dan mereka menggunakannya secara teratur dengan perangkat orang tua, terutama para ibu. Bahaya untuk pengguna dibawah umur tanpa nasihat orang tua termasuk risiko terhadap: keselamatan pribadi, akses pada hal yang mengganggu, merugikan, konten tidak pantas, isolasi sosial, dan kurang tidur. Ini adalah risiko sebagai akibat dari pengawasan terbatas dari orang tua dan keluarga dewasa yang tidak cukup berpengalaman dalam prosedur keselamatan online.Penelitian ini menjelaskan tentang peran ibu saat bekerja pada apakah mereka mengontrol penggunaan media sosial oleh anak-anak mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan bagaimana ibu bekerja mengelola akses YouTube dan pola pendampingan anak-anak mereka yang masih dibawah umur di rumah terkait konten yang ditonton dan kebiasaan media mereka.Metode penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan jumlah 57 responden di Kota Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu bekerja memiliki peran yang besar dan positif. Para ibu pekerja memberikan akses YouTube pada anak mereka dengan tujuan hiburan, belajar dan agar anak tidak rewel. Akses YouTube diberikan para ibu pada hanya pada saat didampingi ibu, hanya saat hari libur dan sebagian memberikan akses setiap hari namun disertai pengawasan. Para ibu bekerja melakukan pendampingan berupa : 1) menentukan atau memilihkan channel yang akan ditonton; 2) mengawasi anak ketika mengakses YouTube; 3) memberikan instruksi atau batasan konten YouTube yang akan ditonton; dan 4) melakukan diskusi mengenai konten yang telah ditonton.
ANALISA HOTSPOT KAMPUS TERHADAP INDEK PRESTASI MAHASISWA STMIK SINAR NUSANTARA Kustanto Kustanto
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume VI, No. 1, Maret 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v6i1.2934

Abstract

Bagi masyarakat akademik di perguruan tinggi khususnya di STMIK Sinar Nusantara Surakarta, pembelajaran melalui internet sudah merupakan bagian dari kewajiban seorang dosen untuk melakukan atau mengimplementasikan pembelajaran secara online (e-learning). Untuk mendukung sistem pembelajaran tersebut, perlu adanya sarana atau fasilitas hotspot yang bisa di akses olehmahasiswa maupun dosen. Permasalahan yang diteliti dalam kegiatan ini adalah: (a) Sudah seberapa besar mahasiswa dalam memanfaatkan fasilitas hotspot untuk keperluan kuliah (seperti mencari literature skripsi atau tugas kuliah), (b) Seberapa besar pengaruh fasilitas hotspot di lingkungan kampus terhadap indek prestasi mahasiswa STMIK Sinar Nusantara Surakarta. Tujuan dari  penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fasilitas hotspot kampus yang telah disediakan oleh akademik terhadap indek prestasi mahasiswa STMIK Sinar Nusantara Surakarta dengan sebelum adanya sarana hotspot, sehingga akan diketahui sejauh mana mahasiswa STMIK Sinar Nusantara Surakarta dalam memanfaat sarana hotspot guna menunjang proses pembelajaran di kampus tercinta. Dalam kegiatan penelitian ini menggunakan metode: desain penelitian, pengambilan data,sampling, indikator penetapan hasil, pengolahan data. Metode Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan analisa Bivariate Correlations dan Linear Regression. Dari hasil analisa menunjukkan bahwa fasilitas hotspot di kampus mempunyai pengaruh terhadap indek prestasi mahasiswa dengan prosentase 41%, sedangkan 59% dipengaruhi oleh vaktor lain yang tidak diteliti.
PERAN IMC DALAM PEMILIHAN MOMMILK MANAHAN SOLO SEBAGAI PILIHAN KUNJUNGAN KONSUMEN Endang Sri Purwaningsih; Dian Purworini
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume 8, No 2, September 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v8i5.3620

Abstract

This study is to explore the IMC activity conducted by Mommilk Manahan Solo in attracting consumen interest. The research was conducted in Mommilk restaurant, Surakarta city. The quantitative descriptive methodology arranged to support the study while the measurement scale used Likert scale. The sample of this study was Mommilk costumers. The questioners were distributed to gauge the IMC activity, which can be devided into three specific factors; promotion and direct sell, public relation, and advertisement. In the outline of factors are the variables that influence the customers in selecting Mommilk as a preference. The result shows that the IMC activity is positively influence costumers to choose Mommilk as a preference. This study finds that several actions taken by the restaurant management successfully influenced the customers to choose Mommilk instead of others restaurants. Those actions become refence for the management to develop the service in order to attract the costumers. 
ANALISIS PERILAKU MASYARAKAT PEDESAAN TERHADAP ASURANSI KESEHATAN NASIONAL DALAM PERSPEKTIF KOMUNIKASI KESEHATAN Yun Fitrahyati Laturrakhmi; Sinta Swastikawara; Nilam Wardasari
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume 11, No. 2, September 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v12i2.10040

Abstract

Di balik upaya mencapai Universal Health Coverage (UHC) di tahun 2019, Kabupaten Tulungagung termasuk wilayah dengan jumlah partisipasi masyarakat terendah pada Program JKN-KIS. Dalam konteks akademis, beberapa studi sebelumnya telah mengidentifikasi berbagai faktor yang mempengaruhi penggunaan asuransi kesehatan. Unaffordability dianggap sebagai faktor penyebab rendahnya penggunaan asuransi kesehatan di kalangan masyarakat. Di samping itu, beberapa studi lainnya menggarisbawahi faktor personal hingga prosedur administrasi sebagai faktor penentu rendahnya partisipasi masyarakat pada Program JKN-KIS. Menindaklanjuti berbagai studi tersebut, penelitian ini ditujukan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor determinan perilaku masyarakat di wilayah pedesaan Kabupaten Tulungagung terhadap asuransi kesehatan nasional. Kontribusi keilmuan yang diberikan berkaitan dengan analisis terhadap pengetahuan masyarakat atas produk layanan dan kaitannya dengan serangkaian faktor determinan penentu perilaku masyarakat di bawah kerangka Social Cognitive Theory. Di bawah desain penelitian studi kasus instrumental, data digali melalui wawancara dan FGD pada masyarakat, bidan desa serta aparatur desa. Untuk melengkapi data, digunakan pula data dokumentasi berkaitan dengan implementasi program JKN. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Desa Boro, Kabupaten Tulungagung terjebak pada informasi hoax terkait JKN-KIS yang membuat mereka enggan untuk ikut serta dalam kepesertaan JKN-KIS, utamanya Non PBI. Masyarakat lebih tertarik untuk mendapatkan JKN-KIS PBI karena menilai pengeluaran tiap bulan untuk JKN-KIS Non PBI menjadi percuma jika tidak digunakan. Mitos atas informasi hoax ini semakin besar karena rendahnya pemberian informasi kepada masyarakat. Rendahnya health literacy menjadi permasalahan kunci dari adanya misinformasi yang tercipta.   
CULTURE SHOCKSANTRI LUAR JAWA DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN DI JAWA (STUDI DESKRIPTIF KUALITATIF CULTURE SHOCKSANTRI ETNIS LUAR JAWA DENGAN SANTRI ETNIS JAWA DI PONDOK PESANTREN TINGKAT ALIYAH AL MUAYYAD MANGKUYUDAN SOLO) Sugeng Pramono
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume VII, No 2, September 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v7i2.2467

Abstract

Merantau atau bermigrasi ke daerah yang memiliki latar belakang beda budaya merupakan hal yang wajar. Sebagian santri di Pondok Pesantren Al Muayyad Mangkuyudan Solo berasal dari etnis luar Jawa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui culture shockyang dialami para santri etnis luar Jawa dan cara mengatasinya. Menggunakan metode penelitian kualitatif, penelitian ini memilih teknik pengumpulan data dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan tahapan culture shock yang dialami oleh santri etnis luar Jawa terdiri dari empat tahap yaitu: fase optimis, fase kekecewaan, fase pemulihan, dan fase penyesuaian. Fase optimis santri menganggap Solo merupakan kota yang kental akan budayanya. Fase kekecewaan yaitu santri merasakan culture shock dari segi bahasa dan bentuk sopan santun Jawa. Fase pemulihannya adalah santri melakukan pembelajaran mengenai bahasa dan bentuk sopan santun melalui teman dekat di pondok. Fase penyesuaian dari culture shockyaitu santri sudah bisa menyesuaikan dan beradaptasi dengan lancar mengenai bahasa dan norma-norma yang berlaku di lingkungan pondok pesantren Al Muayyad Mangkuyudan Solo.
JURNALISME LINGKUNGAN YANG SADAR LINGKUNGAN Arief Fajar
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume III, No. 1, Juli 2011
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v3i1.2963

Abstract

In the principle, environmental journalism has same format to another journalism. However, the difference is a central issue in the news, coverage of environmental journalism focused on text production from the reality of environment such as the environmental damage caused of human error (pollution, flooding, landslides, and deforestation), local wisdom, conservation, waste, nature resource. According to categorization from Flournoy, environmental news consist of (Flournoy, 1989); Peristiwa yang ditampilkan dalam teks berita yang terkait dengan Bencana Alam, Perubahan Iklim, Global Warming, Penipisan Lapisan Ozon, dan lain-lainya seperti pengembangan teknologi serta kebijakan pemerintah terkait lingkungan. Most people know about environmental degradation such as deforestation, pollution industrial waste and the greenhouse effect through newspapers and television. But most environmentalists are not satisfied with the environmental news in newspapers and on television. They cite three mistakes that often appear in the news environment, such as: lack of information relevant to the background news, headlines are often misleading and lack of desire to think of risk coverage. (Abrar, 1993:59-60). The main discussion in this paper, invites critical discussion about the concept of environmental journalism. 
Khalayak Twitter Aksi “Reuni 212” 2018: Jaringan Virtual Community dan Digital Masquerading Ali Al Harkan
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume 10, No. 2, September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v10i2.7360

Abstract

Fenomena Reuni Akbar 212 yang dilaksanakan pada 2 Desember 2018 adalah fenomena yang menarik, sebab tingginya partisipasi kelompok Islam yang berjumlah puluhan hingga ratusan ribu tersebut bermula dari aksi 212 yang semula hanya diikuti oleh ribuan anggota FPI. Salah satu faktor yang mempengaruhi signifikannya peningkatan jumlah peserta aksi dari Aksi Bela Islam I hingga kemarin melakukan reuni yang kedua, adalah adanya aktivitas komunikasi Aksi 212 melalui media sosial. Penelitian ini memiliki rumusan masalah untuk mendalami bagaimana fenomena khalayak aksi Reuni 212 di media sosial Twitter sebagai sebuah komunitas virtual (virtual community) yang membangun jaringan komunikasi. Dengan menggunnakan konsep virtual community Howard Rheingold sebagai pendekatan analisis, serta metode analisis jaringan komunikasi untuk mengetahui pola struktur jaringan komunikasi komunitas yang terjadi, penulis menemukan bahwa 1000 pengguna Twitter yang termasuk dalam jaringan tagar #ReuniAkbar212 pada 2 Desember 2018 merupakan sebuah fenomena komunitas virtual sebagaimana konsepsi Rheingold.Analisis dengan pendekatan teori virtual community menemukan bahwa komunitas virtual pengguna Twitter dalam jaringan tagar #ReuniAkbar212 mencerminkan adanya aktivitas komunikasi yang dimediasi komputer dan jaringan internet di antara para pengguna yang direpresentasikan oleh akun Twitter; aktivitas komunikasi yang terjadi tersebut dalam terminologi Twitter antara lain berupa tweeting, mentioning, replying, dan retweeting; adanya etos berbagi informasi dalam komunitas yang ditunjukkan dengan tingginya jumlah tweet; dan juga terdapat fenomena kepatuhan netiquette komunitas virtual berupa menghindari penggunaan huruf-huruf kapital agar tidak mengesankan kalimat teriakan. Analisis jaringan komunikasi juga menemukan bahwa akun Twitter @prabowo adalah pusat konsentrasi jaringan komunikasi tagar #ReuniAkbar212. Di sisi lain, analisis digital masquerading menemukan bahwa 71,2% pesan-pesan di dalam komunitas bukanlah bernada politik, sementara 28,8% yang lain adalah komunikasi politik namun tidak adanya indikasi pelaksanaan taktik digital masquerading.