cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi
ISSN : 2087085X     EISSN : 25495623     DOI : -
Core Subject : Social,
Komuniti : Jurnal Komuniti is a scientific journal that publishes scientific research papers/articles or reviews in the field of Communication and Media. The scope of this journal includes communication as social science, mass communication, technology communication, communication and networking, media and communication.
Arjuna Subject : -
Articles 234 Documents
IMPLEMENTASI DATA WAREHOUSE DAN DATA MINING UNTUK PENENTUAN RENCANA STRATEGIS PENJUALAN BATIK (STUDI KASUS BATIK MAHKOTA LAWEYAN) Fatah Yasin Al Irsyadi
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume VI, No. 1, Maret 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v6i1.2938

Abstract

Batik Mahkota Laweyan merupakan perusahaan batik yang sudah menyebar di berbagai daerah di Indonesia. Perusahaan ini telah memiliki data-data yang terakumulasi dan menumpuk tanpa adanya tindak lanjut terhadap data tersebut. Hal ini juga tidak didukung dengan pembuatan laporan akhir yang dilakukan dengan baik. Oleh karena itu perlu dibangun sebuah data warehouse yang bisa dijadikan sebagai sumber informasi bagi manajemen Batik Mahkota Laweyan terkait tren jeni motif batik berdasarkan kategori barang dan wilayah pemasarannya dari waktu ke waktu. Salah satu  proses penting yang harus dilakukan dalam pengoperasian data warehouse adalah proses penyalinandata dari basis data operasional. Sebelum data operasional masuk ke dalam data warehouse, terlebih dahulu dilakukan proses ETL (extract, transform, load) terhadap data tersebut. Proses tersebut dimaksudkan untuk standarisasi data yang digunakan dalam data warehouse. Sementara itu, skema  yang dirancang untuk pengembangan data warehouse di Batik Mahkota Laweyan menggunakanmodel Snowflake Schema. Hasil penelitian menunjukkan data warehouse Batik Mahkota Laweyan memiliki empat tabel dimensi (dimensi Produk, dimensi Wilayah, dimensi Waktu, dan dimensi Pelanggan), empat tabel sub dimensi (dimensi Kategori, dimensi Sub_Kategori, dimensi Pola dan dimensi Jenis Kelamin) dan satu tabel Fakta, yaitu Fakta Penjualan. Proses ekstraksi menghasilkantabel-tabel dimensi (dimensi Produk, dimensi Wilayah, dimensi Waktu dan dimensi Pelanggan) dan tabel-tabel sub dimensi (dimensi Kategori, dimensi Sub_Kategori, dimensi Pola dan dimensi Jenis Kelamin). Semua monitoring terhadap data-data penjualan produk Batik Mahkota Laweyan dilakukan menggunakan cube browser. Informasi yang ditampilkan oleh setiap dimensi dapat dilihat secara lebih rinci dengan proses drill down atau roll up sesuai dengan aturan hirarki field setiap dimensi.
Analisis Budaya Organisasi Pemerintah Daerah (Pemda) di Era Otonomi Daerah Gilang Pramudhietha
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume 9, No 1, Maret 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v9i1.4158

Abstract

Organization is a forum cooperation of a group  individuals to achieve a goal it has set the vision and mission of the organization. To achieve the desired results required a commitment and a good organizational culture so that it can have a positive impact for the members of the organization and also for the institution in question. Organizational culture is the glue between members, therefore, an organization must have a strong culture, and commitment in line with the collective confidence to improve its ability to compete globally. The purpose of this study was to determine and describe the organizational culture of the local government in regional autonomy. This study uses qualitative descriptive method using data analysis techniques model of Miles and Huberman. Data was obtained through interviews with five respondents who are employees in the public relations department of the Regional Secretariat Wonogiri. The results showed that organizational culture is a type of culture of the local government hierarchy which can not be separated from regulation, policy, law, and control of government agencies. Organizational culture in the public relations department is dynamic and the culture that appears is a work culture that requires employees to work in a professional manner.
Praktik Lobi dan Negosiasi oleh Legislator Sebagai Bentuk Komunikasi Politik Ardianto Ardianto; Guntur F Prisanto; Irwansyah Irwansyah; Niken Febrina Ernungtyas; Syahrul Hidayanto
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume 12, No. 1, Maret 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v12i1.10009

Abstract

Lobi dan negosiasi sebagai kegiatan komunikasi sampai saat ini masih dianggap memiliki asosiasi yang negatif. Padahal, dua kegiatan tersebut dapat berdampak positif misalnya membantu legislator meyakinkan pemangku kepentingan untuk mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami praktik dan lobi yang dilakukan anggota legislatif kepada pemangku kepentingan dalam proses pembahasan RUU Konsultan Pajak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, strategi penelitian studi kasus, dan pengumpulan data berupa wawancara terstruktur dan dokumentasi. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis tematik dan triangulasi penelitian berupa triangulasi teori dan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam melakukan praktik lobi dan negosiasi, legislator sebagai komunikator politik menempatkan posisi sebagai politisi partisan. Lima area dasar kegiatan lobi yang dilakukan yaitu menjalin koalisi dengan organisasi berpengaruh di luar DPR, melakukan riset dan laporan, menjalin komunikasi dengan individu di dalam parlemen, memilih pembicara dan saksi ahli, serta melakukan persiapan debat. Sementara, bentuk kegiatan komunikasi dalam proses negosiasi yaitu mengonstruksi narasi, menetapkan strategi negosiasi, dan mengelola hubungan dengan konstituen. Meskipun proses lobi dan negosiasi menemui gangguan, legislator ternyata berhasil meyakinkan para pemangku kepentingan untuk menyetujui RUU Konsultan Pajak masuk dalam daftar Prolegnas Prioritas tahun 2018
MODEL INFORMASI PUBLIK DI ERA MEDIA SOSIAL: KAJIAN GROUNDED TEORI DI PEMDA SUKOHARJO Dian Purworini
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume VI, No. 1, Maret 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v6i1.2929

Abstract

Model komunikasi yang diterapkan di instansi pemerintah daerah menarik untuk diteliti dari kajian public relations. Model komunikasi yang tampak dilakukan satu arah diyakini oleh banyak kalangan akan bergeser ke komunikasi dua arah seiring dengan maraknya perkembangan media sosial. Penelitian di bidang ini tentu sangat relevan mengingat humas secara ideal memiliki peran signifikan dalam mengelola komunikasi di instansi. Penelitian ini dilakukan di pemerintah daerah Sukoharjo. Penelitian dilakukan dengan yang teknik kualitatif dengan analisis data menggunakan grounded theory. Dari analisis yang dilakukan, dapat dijelaskan bahwa humas pemda Sukoharjo menganut model komunikasi satu arah, dimana model ini bertumpu pada diseminasi informasi kepada publik. Ini menjelaskan nilai utama yang melekat dalam komunikasi di humas pemda. Nilai utama termasuk pola komunikasi, tipe informasi dan media yang digunakan. Komunikasi satu arah terbentuk karena pengaruh SDM yang ada dan peraturan yang berlaku di instansi tersebut.
ADOPSI INOVASI BUDIDAYA KAMBING PERANAKAN ETAWA (PE) DI KABUPATEN KULON PROGO PROVINSI D.I. YOGYAKARTA puspo sasmito
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume 8, No 2, September 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v8i5.2142

Abstract

Tujuh puluh lima desa di Kabupaten Kulon Progo Provinsi D.I Yogyakarta termasuk kategori perdesaan, dimana 22 desa diantaranya berada pada lereng/punggung bukit. Ketiadaan lahan sawah pada wilayah desa yang terletak pada lereng bukit ini, membuat masyarakat hanya mengandalkan sektor perkebunan sebagai tumpuan pendapatan. Kakao dan cengkeh merupakan 2 (dua) komoditi utama yang banyak dibudidayakan masyarakat meskipun kedua komoditi ini memerlukan waktu yang relatif lama untuk bisa diperoleh hasilnya sehingga dapat belum mampu memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari, sehingga memaksa mereka baik itu sendiri maupun berkelompok berusaha mencari peluang usaha-usaha lain yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka. Kelompok tani Mantep Makaryo di Kecamatan  Kokap dan Mendasari di Kecamatan Samigaluh adalah sedikit contoh dari upaya masyarakat untuk melakukan usaha mendapatkan perbaikan pendapatan melalui budidaya kambing peranakan etawa (PE). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses difusi inovasi yang terjadi pada masing-masing kelompok ternak, dimana kedua kelompok ini mempunyai perbedaan karakteristik yang mendasar, tetapi secara bergantian mampu meraih penghargaan tingkat nasional pada tahun 2014 dan 2015. Kelompok ternak Mendasari secara swadaya mengadopsi budidaya kambing PE dan menjadi penopang perekonomian anggota kelompoknya sementara kelompok ternak Mantep Makaryo merupakan kelompok binaan Fakultas Kedokteran Hewan UGM Yogyakarta berusaha mengembangkan usaha agribisnis dari pembibitan, produksi pupuk hingga pengolahan susu. Proses adopsi inovasi: knowledge, persuasion, decision, implementation dan confirmation sangat ditentukan oleh inisiatif dan keinovatifan, sehingga dukungan dari luar kelompok bukan menjadi faktor utama sebuah inovasi mampu secara cepat diadopsi dan menghasilkan perbaikan kehidupan serta peningkatan status sosial ekonomi masyarakat. 
HUBUNGAN ROMANTIS DI MEDIA SOSIAL (Resepsi Pengguna terhadap Keterbukaan Hubungan Romantis yang Diunggah Selebgram di Instagram) Maya Puji Lestari
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume 11 No.1, Maret 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v10i3.5944

Abstract

Penggunaan media sosial di Indonesia menunjukkan angka yang semakin meningkat di setiap tahunnya. Kini, realitas yang terjadi dalam dunia nyata tidak lagi bisa dipisahkan dengan apa yang terjadi pada media sosial, begitu pula sebaliknya. Instagram sebagai salah satu media sosial yang banyak digunakan di Indonesia menjadi objek dalam penelitian ini. Dengan menggunakan analisis resepsi yang Stuart Hall, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resepsi pengguna mengenai keterbukaan hubungan romantis yang ada di instagram. Seluruh informan bergender perempuan dengan latar belakang usia dan profesi yang beragam. Setelah melakukan pengumpulan data melalui metode wawancara dan dokumentasi, didapatkan hasil jika norma agama dan adat budaya membentuk batasan pada postingan-postingan yang ditoleransi untuk disebarkan di instagram. Para informan menyetujui jika pernikahan merupakan cita-cita pada hubungan romantis dan menjadi institusi yang melegalkan segala keterbukaan hubungan romantis di instagram. Realitas di instagram menciptakan nilai dan konsep baru di dunia nyata, salah satunya adalah standarisasi pernikahan yang instagram-able. Di samping itu, sebagian besar informan tidak menyetujui apabila kemesraan diekspresikan secara berlebihan di instagram karena bertentangan dengan norma moral yang berlaku secara kolektif di masyarakat. Perbedaan resepsi terjadi pada informan yang memiliki latar belakang gaya hidup terbuka, postingan kemesraan yang diunggah di instagram ditoleransi selama pihak berwenang belum melakukan tindakan terkait postingan yang dianggap meresahkan di dunia maya.Kata Kunci: Analisis resepsi, hubungan romantis, cinta, instagram, selebgram.
Strategi Lobi dan Negosiasi Pembangunan Sekolah Di Utara, Kampung Baru Nelayan, Cilincing RT 07/ RW 08 Jakarta Utara Khairunnisa Rosdiani; Bimantara Krisna; Muhamad Ivan Hidayatullah; Dini Safitri
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume 13, No. 2, September 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v13i2.14753

Abstract

Terlepas dari latar belakang setiap orang, pendidikan merupakan hal yang penting bagi setiap insan. Pendidikan merupakan proses membina generasi yang maju dan berbudaya untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi lobi dan negosiasi pembangunan Sekolah Di Utara, Kampung Baru Nelayan, Cilincing RT 07/ RW 08 Jakarta Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengambilan data melalui wawancara dan observasi. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah dalam membuat suatu keputusan tentunya dalam lobi dan negosiasi perlu adanya kolaborasi antar pihak-pihak yang terkait sehingga pada hasilnya tercipta sebuah kesepakatan yang saling menguntungkan kedua pihak. Pembangunan Sekolah Di Utara menggunakan beberapa inisiatif untuk menciptakan solusi yang saling menguntungkan baik dari pihak kampung nelayan maupun dari pendiri sekolah. Lalu dalam melaksanakan negosiasi terdapat aspek paling penting yaitu rasa percaya dan juga ingin membantu satu sama lain, aspek ini menjadi landasan terbangunnya sekolah hebat di kawasan Kampung Nelayan
PENDUKUNG MATERI TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN MELALUI GAME EDUKASI UNTUK ANAK UMUR 6-10 TAHUN MENGGUNAKAN MACROMEDIA FLASH 8 Herman Kurniawan
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume II, No. 2, Januari 2011
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v2i2.2958

Abstract

In the current era of education or education is an important foundation for promoting the young generation, but the learning process that saturate make young people lazy to learn, with advances in technology that now this game juaga made progress like playsation and computer games. Computer games in a wide range of not only games that make kids lazy learning, educational game now appears to mengukti technological developments that will make teaching and learning process become more active and interesting. One form of educational game is a safe material supporting the Education of Al-qur’an through educational game for children aged 6­10 years using macromedia falsh 8. This game has done the test, The test results can be concluded that the system created a program that has been going according to design purposes. 
Bingkai Berita Kemanusiaan dalam Harian Kompas dan Republika Terhadap Pengungsi Rohingnya (Analisis Framing Pada Berita Kompas dan Republika Edisi 6 – 11 September 2017 Mengenai Pengungsi Rohingnya) Fadila Prihandini; Fajar Junaedi
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume 10, No. 2, September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v10i2.6696

Abstract

Konflik berkepanjangan yang terjadi antara militer Myanmar dengan pengungsi Rohingnya kembali terulang. Pada tahun 2017, terjadinya krisis kemanusiaan Rohingnya dipicu oleh serangan kelompok militan Arakan Rohingnya Salvation Army (ARSA) yang menyerang pos penjagaan militer Myanmar pada 25 Agustus 2017. Adanya konflik ini  mengakibatkan warga sipil menjadi korban. Akibatnya, gelombang eksodus pengungsi Rohingnya terus berdatangan dari Rakhine State menuju Banglades. Pemberitaan mengenai krisis kemanusiaan Rohingnya menjadi kontroversi, pihak pemerintah Myanmar menyatakan adanya disinformasi, sementara jumlah pengungsi Rohingnya terus bertambah meninggalkan Myanmar. Ketidakberdayaan pengungsi Rohingnya dikemas secara berbeda oleh dua media, bingkai pemberitaan mengenai krisis kemanusiaan Rohingnya disajikan Kompas sebagai masalah kemanusiaan internasional Kompas banyak menyampaikan kinerja pemerintah dalam membantu menangani krisis kemanusiaan Rohingnya. Berbeda dengan Republika yang melihat permasalahan kemanusiaan Rohingnya sebagai masalah umat Islam. Republika begitu kuat dalam memperjuangkan keselamatan minoritas Muslim Rohingnya, keberpihakan Republika sudah jelas pada sejumlah berita yang ditampilkan. Sedanagkan Kompas terlihat berimbang dengan tidak terlalu memperlihatkan keberpihakannya kepada pengungsi Rohingnya. Namun, di balik itu semua, kedua media dengan latar belakang yang berbeda ini tidak bisa dilepaskan dari kepentingan organisasi. Melalui paradigma konstruksionisme, diketahui bahwa realitas dalam berita tidaklah tunggal melainkan jamak. Selain itu, adanya level organisasi dan level ekstramedia memiliki imbas yang signifikan dalam sebuah organisasi media yang mengikuti selera pasar, berita mengenai kemanusiaan memiliki nilai universal yang menjual.
Kekuasaan Antarpribadi Pengasuh kepada Santri Baru (Studi di Pondok Modern Sumber Daya At-Taqwa, Nganjuk, Jawa Timur) Bayu Aji Pamungkas; Palupi Palupi
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume 13, No. 1, Maret 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v13i1.13330

Abstract

Kekuasaan antarpribadi adalah kemampuan seseorang untuk memengaruhi pikiran dan tindakan orang lain yang secara tingkatan kekuasaan berada di bawahnya. Dalam lingkungan pondok pesantren, santri baru menempuh masa orientasi di bawah bimbingan pengasuh. Interaksi antara pengasuh dengan santri baru adalah interaksi yang dominan dilakukan sebagai sebuah metode pengasuhan dalam pondok pesantren yang dikoordinasi oleh Keluarga Santri Pomosda (KSP) SMA POMOSDA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kekuasaan antarpribadi yang dibangun dalam proses pendampingan yang dilakukan oleh pengasuh kepada santri baru, dalam hal ini adalah kewenangan pengasuh untuk memberikan arahan dan bimbingan kepada santri baru melalui kekuasaan hubungan, personal, dan pesan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan wawancara sebagai teknik pengumpulan data. Peneliti mewawancarai 5 orang informan kelas 12 yang pernah menjadi pengasuh. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya tiga faktor utama yang digunakan pengasuh dalam membangun kekuasaan antarpribadi, yaitu kedekatan, nasihat, serta apresiasi dan hukuman.