cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol. 19, No. 1, Juni 2018" : 24 Documents clear
MODEL PENDIDIKAN JIHAD PONDOK PESANTREN TA’MIRUL ISLAM SURAKARTA DAN PONDOK PESANTREN DARUSY SYAHADAH BOYOLALI Maksum, Muhammad Nur Rochim
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 19, No. 1, Juni 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v19i1.7750

Abstract

The purpose of this study was to know jihad meaning of Ta'mirul Islam boarding school leader and Darusy Shahadah boarding school leader, the model and the differences and similarities of education are applied at jihad in Ta'mirul Islam Boarding School and Darusy Syahadah boarding school 2015-2016. Type of research is a field research with qualitative methods with primary and secondary data sources, that obtained from informants in  Ta'mirul Islam Boarding School and Darusy Syahadah boarding school, this data collection techniques used interviews, observation and documentation. Data analysis technique used inductive method. These results indicate that: Ta'mirul Islam boarding school leader said that meaning of jihad in accordance with the theory of Yusuf Qordowi as seriusly form of doing things. Ta'mirul Islam boarding school avoids the sense of narrowing the meaning of jihad as war. Darusy Syahadah boarding school recognizes both the meaning of jihad, either in a general sense and still looks jihad with war that must be planted in deep inside a Muslim. Jihad educational model those are applied in Ta'mirul Islam boarding school  namely: Jaulah, mujahādah, education, social Jihad, economics Jihad, education organization, said the right words to despotic leaders, the devotion of one year after graduation. Darusy Syahadah applied namely: physical Jihad, passions jihad, faith jihad, social jihad, propaganda jihad, education jihad, media jihad. Similarities of jihad education model between both boarding are namely: propaganda jihad, second: passions and devils jihad, third: amar ma‘rūf nahī munkar, fourth: education jihad. The difference between them are Ta'mirul Islam boarding school used of economic jihad jihad and said the right words to  despotic leader, while Darusy Syahadah did not. Darusy Syahadah boarding school implemented physical education model while Ta'mirul Islam boarding school did not apply that model.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna jihad menurut Pimpinan Pondok Pesantren Ta’mirul Islam dan Pimpinan Pondok Pesantren Darusy Syahadah, model serta perbedaan dan persamaan pendidikan jihad yang diterapkan  Pondok Pesantren Ta’mirul Islam dan Pondok Pesantren Darusy Syahadah 2015-2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan metode kualitatif dengan sumber data primer dan sekunder, yang diperoleh dari informan di Pondok Pesantren Ta’mirul Islam dan Darusy Syahadah, Teknik pengumpulan data ini menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu metode induktif. Hasil penelitian yaitu: Pimpinan Pondok Pesantren Ta’mirul Islam dalam memaknai jihad sesuai dengan teori Yusuf Qordowi sebagai bentuk kesungguh-sungguhan dalam melakukan sesuatu,. Pondok pesantren Ta’mirul Islam menghindari pengertian dari penyempitan makna dari jihad itu yakni jihad yang bermakna perang. Pimpinan Pondok pesantren Darusy Syahadah mengakui kedua makna jihad, baik dalam makna umum dan tetap memamdang jihad dengan perang sebagai makna yang harus tetap di tanamkan secara mendalam dalam diri seorang muslim. Model pendidikan jihad yang di terapkan pondok pesantren Ta’mirul Islam yakni: Jaulah, mujāhadah, Pendidikan, Jihad sosial, Jihad ekonomi, Pendidikan organisasi, mengatakan perkataan yang benar kepada pemimpin yang zalim, pengabdian setahun pasca kelulusan. Model pendidikan jihad Darusy Syahadah yakni: Jihad fisik, jihad hawa nafsu, jihad aqidah, jihad sosial, jihad dakwah, jihad pendidikan, jihad media. Persamaan model pendidikan jihad antara keduanya yaitu: jihad dakwah, kedua: jihad hawa nafsu dan syaitan, ketiga: jihad amar ma‘rūf nahī munkar,keempat: jihad pendidikan. Perbedaan diantara keduanya yaitu Ta’mirul Islam menggunakan model jihad ekonomi dan model jihad dengan mengatakan perkataan yang benar dihadapan penguasa yang zalim, sedangkan Darusy Syahadah tidak menggunkannya. Darusy Syahadah menerapkan model pendidikan jihad fisik sedangkan Ta’mirul Islam sendiri tidak menerapakan model tersebut.
ترجيحات الإمام أبي عبيد القاسم بن سلاّم بن عبد الله الهروي في الزكاة من كتاب الأموال Muthoifin, Muthoifin; Humaidi, Sudarno
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 19, No. 1, Juni 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v19i1.7757

Abstract

The needs of low income families hasn't been fulfilled as it should be. Even poverty issues hasn't been solved yet. Therefore, the writer willing to involve in solving the issue by presenting the results of Tarjih from Ulama who's mastered in so many religious disciplines. He lives in Imam Syafi'ie and imam Ahmad's era. He is famous with his ability in Arabic language. He is Qasim bin Salaam, which commonly known as Abu Ubaid. He states on his book (Kitabul Amwal) Varieties of sources of public wealth managed by the government. Some of them are taxes, Ghanimah, Fa'i, Zakat and so many more. Meanwhile the writer only picks Zakat as his research object. This is because all Muslims have the ability and freewill to manage it at the maximum level. The writer limits his research into two points: first: what is the results of Abu Ubaid's Tarjih. Second: what is the method of Abu Ubaid in his Tarjih. The main purpose of this research is to know his tarjeh and the basis of it. While providing benefits to Amil zakat, fatwa institutions, and alike. So that the result of this research serve as a reference in regulating the wealth allocation on Zakat and in issuing fatwa. The conclusions of the research is: That in general Abu ubaid uses the method (manhaj) of the majority of ulama in interact with Dalils that looks contradictive. First, he tried to colaborate (jam'u) two Dalils that contradictive. Then if it can't be collaborated, he chooses (tarjih) one of the two Dalils without using the others. He wasn't do Naskh because he was able to Tarjih the whole problem of zakat in his book. If there is two Dalils that contradictive, he'll choose the Shohih one. He put Dalil first rather than Atsar and Qiyas. However if the Dalil is Dhoif he will choose Atsar and Qiyas. He put Atsar of the shohabat first rather than the words of ulama after them. If there is two Qiyas that contradictive, he'll choose Qiyas that supported with Dalils or in accordance with the general rules of the religions.  Kebutuhan orang-orang yang berkekurangan belum terpenuhi sebagaimana mestinya. Bahkan kefakiran dan kemiskinan juga belum teratasi. penelitian ini sebagai wujud dari andil kami dalam menuntaskan masalah tersebut dengan cara mempersembahkan hasil Tarjih seorang ulama yang menguasai banyak disiplin ilmu Agama, hidup di masa imam Syafi’i dan imam Ahmad dan terkenal sebagai ahli bahasa Arab. Dia adalah Qosim bin Sallam yang biasa disebut Abu Ubaid. Dalam bukunya (Kitabul Amwal) ia menulis bermacam-macam sumber kekayaan umum yang dikelola olah Negara. Seperti pajak, Ghonimah, Fa’i’, Zakat dan lain sebagainya. Permasalahan Zakatlah yang kami pilih sebagai obyek penelitian karena umat Islam memiliki kemampuan dan kebebasan untuk mengelolanya secara maksimal. Penelitihan ini kami batasi pada dua point saja: Pertama : Apa saja hasil Tarjeh Abu Ubaid. Kedua : Sebab atau landasan beliau dalam mentarjih. Tujuan utama dari penelitihan ini adalah mengetahui hasil Tarjeh Abu Ubaid serta landasannya dan memberikannya kepada lembaga-lembaga amil Zakat, lembaga-lembaga fatwa, dan yang serupa dengan itu. Agar hasil penelitihan ini dijadikan sebagai bahan rujukan dan pertimbangan dalam mengatur harta Zakat dan mengeluarkan fatwa. Kesimpulan dari penelitihan ini bahwa secara umum Abu Ubaid menggunakan methode (Manhaj) mayoritas Ulama dalam berinteraksi dengan dalil-dalil yang kelihatannya bertentangan. Yaitu pertama-tama ia berusaha mengkolaborasi (Jam’u) dalil-dalil yang bertentangan. Jika tidak dapat dikolaborasikan, maka ia memilih (mentarjih) salah satu dari dalil-dalil tersebut. Ia tidak melakukan Naskh karena sanggup mentarjih seluruh permasalahan Zakat dalam bukunya. Jika ada dalil-dalil yang bertentangan, maka ia memilih (mentarjih) salah satu yang ia anggap Shohih. Jika ada Hadits, Atsar dan Qiyas saling bertentangan, maka ia mendahulukan Hadits dari pada Atsar dan Qiyas, jika Hadits tersebut Shohih. Jika Haditsnya Dhoif, ia lebih memilih Atsar dan Qiyas. Jika hanya terdapat satu Hadits dalam suatu masalah, jika Hadits tersebut dikuatkan oleh Atsar atau Qiyas, maka ia tetap mengambilnya meskipun Dhoif. Ia mengutamakan Atsar Sabahat dari pada perkataan ulama setelah mereka. Jika ada dua Qiyas yang bertentangan beliau memilih Qiyas yang didukung oleh dalil atau sesuai dengan kaidah-kaidah umum Agama.  الملخص: إن مما يدفع الباحث إلى اختيار هذا الموضوع ما يجري في واقع الحياة بمحتمعنا أن حوائج المحتاجين لم تسد على الوجه المطلوب والفقر والحرمان لم يمحا من الوجود . فأراد الباحث إسهام ما استطاع لأجل المشاركة في حل هذه القضية بتقديم ترجيحات أبي عبيد القاسم بن سلاّم الهروي في مسائل الزكاة . لأنه عالم متقن في كثير من الفنون الإسلامية ومن معاصري الإمامين الشافعي وأحمد وممن يقبله الناس. اختار الباحث مسائل الزكاة من كتابه لتكون موضوعا لبحثه لأن المسلمين لايزالون في سعة وقدرة في تنفيذها بخلاف المسائل الأخرى . وحدد الباحث نقطتين لبحثه . الأولى ترجيحاته والثانية أسباب ترجيحاته وتعليلاتها . مستهدفا معرفة ترجيحات أبي عبيد وأسبابها ، لتكون مرجعا للقائمين بجمع الزكاة وصرفها في مواضعها ، وليسترشدوا بها في تطبيقاتهم لأحكام الزكاة . كما استهدف إبراز جانب الفقه في شخصية أبي عبيد . والمنهج الذي أسير عليه في كتابة هذا البحث هو ذكر أقوال الفقهاء التي ذكرها أبو عبيد وأدلة كل قول بإيجاز ، ثم أذكر ترجيحاته مع بيان أسبابها وتعليلاتها . ثم أذكر موقفي من ترجيحاته موافقة أو مخالفة مع بيان أسباب ذلك. وقد توصل الباحث إلى التنيجة التي تتلخص فيما يلي : إن أبا عبيد قد نهج منهج الجمهور في التعامل بين النصوص الشرعية التي ظاهرها التعارض . حيث إنه حاول الجمع بينها أولا ، وإذا لم يمكنه ذلك قام بترجيحها . ولم يدخل أبو عبيد في النسخ لأنه استطاع ترجيح جميع مسائل الزكاة في كتابه . وعند التعارض بين النصوص قام بترجيح النص الصحيح . وعند التعارض بين النص والآثار والقياس فإنه رجح النص عليها إن كان صحيحا ، وإذا كان ضعيفا فإنه رجح الآثار والقياس عليه . وإذا لم يوجد في المسألة إلا حديث واحد فإنه أخذه بشرط أن تكون هناك آثار وقياس تشهد له وتؤيده ، وإن لم تكن هناك آثار وقياس تشهد له وتؤيده فإنه لا يأخذه . قدم أبو عبيد آثار الصحابة على أقوال من بعدهم . وعند التعارض بين الأقيسة رجح أبو عبيد قياسا صحيحا مؤيَّدا بالنص أو بالقواعد العامة في الدين على قياس فاسد عير معتبر . وقد يرجح بين أقوال الفقهاء بناء على مهارته في تفسير ألفاظ النصوص الشرعية.الكلمات الرئيسة: ترجيح، أبو عبيد، الزكاة، كتاب الأموال.
PENERAPAN METODE UMMI DALAM PEMBELAJARAN AL-QUR’AN Hernawan, Didik
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 19, No. 1, Juni 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v19i1.7751

Abstract

This study aims to describe and compare the implementation of Quran learning usingthe Ummi method, the results of student achievement in the application of Ummi method, the advantages and weakness of Ummi method in the ElementarySchool Daar El-Dzikir Sukoharjo and the Islamic Elementary School Integrated Insan Kamil Karanganyar. This research is included in qualitative research by describing the data collected as the scope of research and the field as a place of research (field research). The nature of this study is more in the direction of comparative study research with data collection techniques in the form of interviews that are validated by observation, and documentation. The results of research from this study are the application ofUmmi method in learning of the Quran at SDU Daar El-Dzikir and SDIT Insan Kamil by using ten pillars that have been formulated by the Ummi Foundation. The ten Pillars are goodwill management, teacher certification, stages of good and right, clear and measurable targets, consistent mastery learning, adequate time, proportional teacher and student ratios, internal and external controls, progress reports of each student and a reliable coordinator. The application of the ten pillars of Ummi method at SDU Daar El-Dzikir and SDIT Insan Kamil is different in determining targets, adding training time (driling), teacher and student ratios, student progress reports, and internal controls. The results of student achievement in the application of Ummi method are measured from students who have passed the exam by completing the reading material. Students are able to read Quran with tartil and fasahah. SDU Daar El-Dzikirhas graduated 89 students for three examinations. While SDIT Insan Kamil has passed 87 students for two examinations. The advantages of Ummi method are qualitybased systems, systematic stages, continuous material, and strict control. The weakness ofUmmi method is needed a lot of teachers, a long time and a large cost.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membandingkan pelaksanaan pembelajaran al-Qur’an dengan menggunakan metode Ummi, hasil pencapaian siswa dalam penerapan metode Ummi, kelebihan dan kekurangan metode Ummi di Sekolah Dasar Unggulan Daar El-Dzikir Sukoharjo dan Sekolah Dasar Islam Terpadu Insan Kamil Karanganyar. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif dengan menjabarkan data-data yang terkumpul sebagai ruang lingkup penelitiannya danlapangan sebagai tempat penelitiannya (field research).Sifat dari penelitian ini lebih ke arah pada penelitian studi komparasi dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara yang divalidasi dengan observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah penerapan metode Ummi dalam pembelajaran al-Qur’an di SDU Daar El-Dzikir dan SDIT Insan kamil dengan menggunakan sepuluh pilar yang telah dirumuskan oleh Ummi Foundation yaitu goodwill manajemen, sertifikasi guru, tahapan baik dan benar, target jelas dan terukur,mastery learning yang konsisten, waktu memadai , rasio guru dan siswa yang proporsional, kontrol internal dan eksternal, progress report setiap siswa dan koordinator yang handal.Penerapan sepuluh pilar metode Ummi di SDU Daar El-Dzikir dan SDIT Insan Kamil berbeda dalam penentuan target, penambahan waktu latihan (driling), rasio guru dan siswa, progress report siswa, dan kontrol internal. Hasil pencapaian siswa dalam penerapan metode Ummi diukur dari siswa yang telah dinyatakan lulus ujian dan melaksanakan khataman dengan menyelesaikan jilid 1 sampai jilid tajwid sehingga menguasai tartil dan fasahah. SDU Daar El-Dzikir telah meluluskan 89 siswa selama tiga kali khataman. Sedangkan SDIT Insan Kamil sudah meluluskan 87 siswa selama dua kali khataman. Kelebihan metode Ummi yaitu sistem yang berbasis mutu, tahapan yang sistematis, materi yang kontinu, dan kontrol yang ketat. Kelemahan metode Ummi yaitu membutuhkan guru yang banyak, waktu yang lama dan biaya yang besar.
دلالة أفعال الرسول على الأحكام والتأسي بها عند الإمام السمعاني: دراسة تحليلية أصولية على كتابه قواطع الأدلة في أصول الفقه Yani, Sirojul
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 19, No. 1, Juni 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v19i1.7758

Abstract

Findings of the study showed that Imam Sam’ani had ushul opinions on the deeds of Prophet Muhammad, and the deeds can be divided into five types: First: Jibilliyah (deed that is suitable with the nature of human being) is mubah. Second: Al ‘Adiyyah (deed that is conforming with local habit and culture) is mubah at its origin, except the Prophet made it as routine one. Third: special law of deed for the Prophet Muhammad is not necessary to follow by his followers, but law of the deed was fardhu, haram and halal for Prophet Muhammad himself. Fourth: thedeed of Prophet Muhammad with sanction in nature was compulsory for his, and the laws following it will be depended on the cause. If the sanction was toward two persons, then Qadha’ law was in effect. Fifth: Deeds of Prophet Muhammad related to religious problems and worship were divided into three types: 1) affirmative deed, the law was according to what is affirmed. 2) Deed that was a realization or implementation, the law of the deed was according to what is ordered. 3) A deed that Prophet Muhammad just did it without any cause. The deed with no law consisted of two types: 1) the deed that was intended to worship, 2) the deed that was intended not to worship. The deed for worship had sunnah law according to the researcher and Imam Sam’ani did not made tarjih. The deed that was not intended to worship was mubah. According to law of At-Ta Assy (following) the deed of Prophet Muhammad, then there were 2 types: 1) It is obligated to follow the deed of Prophet Muhammad; 2) the law is according to types of laws contained in the deeds by considering Ta Assy prerequisites. If there was a conflict between what was said by the Prophet and his behavior, then Imam Sam’ani suggested to take opinion of equating of the two. However, researcher suggested to hold to what was said by the Prophet, and his behavior was just for him.Hasil dari penelitiannya ini, bahwasanya Imam Sam’any memiliki pendapat-pendapat ushul dalam hukum-hukum perbuatan Rasulullah, dan peneliti membagi perbuatan Rasulullah menjadi lima macam: yaitu; Pertama: Hukum perbuatan Rasulullah yang Jibilliyah (perbuatan yang sesuai fitrah manusia) adalah Mubah, adapun jika seseorang melakukannya karena cinta dengan Nabi, maka peneliti memandang untuk tidak disyariatkan mengikutinya, Kedua; Hukum perbuatan Rasulullah Al ‘Adiyyah (perbuatan yang sesuai kebiasaan dan adat setempat) adalah Mubah pada asalnya, kecuali kalau perbuatan tersebut terdapat dalil yang menunjukkan disyariatkannya dan Nabi merutinkannya Ketiga; Hukum perbuatan yang khusus bagi Rasulullah adalah tidak disyariatkan bagi ummatnya, adapun bagi Nabi sendiri hukumnya ada yang fardhu, haram dan halal, Keempat; Hukum perbuatan Rasulullah yang bersifat sanksi adalah Wajib atas Beliau, dan hukum mengikutinya tergantung dengan sebabnya, adapun jika sanksi terhadap dua orang maka berjalan seperti hukum Qadha’, Kelima; Hukum perbuatan Rasulullah yang berkaitan dengan masalah agama dan ibadah, ini dibagi menjadi 3 macam, 1. Perbuatan yang sifatnya sebagai penjelas, hukumnya sesuai dengan yang dijelaskan, 2. Perbuatan yang sifatnya realisasi atau pelaksanaan, hukumnya sesuai dengan kandungan perintah, 3. Perbuatan yang Nabi melakukannya begitu saja tanpa ada sebab, perbuatan-perbuatan yang tidak diketahui hukumnya maka ada 2 jenis, 1. Jenis yang dimaksudkan untuk ibadah, 2. Jenis yang tidak,  jenis yang dimaksudkan untuk ibadah maka hukumnya sunnah menurut peneliti dan Imam Sam’ani tidak mentarjihnya, adapun yang tidak dimaksudkan untuk ibadah maka hukumnya mubah, adapun hukum At-Ta Assy (mengikuti) perbuatan Rasulullah, maka ada 2 jenis; 1. Wajib mengikuti perbuatan Nabi, 2. Hukumnya sesuai jenis hukum yang terkandung dalam perbuatan-perbuatan tersebut dengan memperhatikan syarat-syarat Ta Assy, adapun jika ada pertentangan antara perkataan Nabi dengan perbuatannya maka Imam Sam’any mengambil pendapat penyamaan antara keduanya, adapun peniliti mengambil pendapat berpegang kepada perkataannya, adapun perbuatan Nabi menjadi kekhususan Beliau. الملخص: نتيجة هذا البحث أن الإمام السمعاني له آراء أصولية في أحكام أفعال الرسول، وقسم الباحث الأفعال إلى الخمسة وهي؛ الأول: حكم الأفعال الجبلية الإباحة، والثاني: حكم الأفعال العادية الإباحة في الأصل، إلا إذا ورد دليل أو قرينة تدل على القرب، والثالث: حكم الأفعال الخاصة به، فهي خاصة به، إما أن يكون فرضا أو حراما حلالا له، والرابع: حكم الأفعال الواقعة عقوبة له على غيره فهو واجب له وحكم التأسي به منوط بالسبب وأما إذا فعله بين شخصين متداعيين فيجري مجرى القضاء، الخامس: حكم الأفعال المتعلقة بالديانات والقرب، فهي ثلاثة، 1. ما تكون بيانا، فهذا حكمها حسب المبين، 2.ما تكون تنفيذا فهذا حكمها كالأمر، 3. ما يكون ابتداء من غير سبب، والأفعال التي لا يعلم حكمها، ,وهو نوعان؛ الأفعال التي ظهر فيها قصد القربة فحكمها الندبوالإمام السمعاني لم يصرح في الترجيح، والتي لم يظهر فحكمها الإباحة عند الباحث، وأما حكم التأسي بأفعاله ` فواجب باعتبار الأول، والثاني فهي تابعة لحكم أفعاله مع مراعات الشروط، وإذا تعارض الفعل مع القول أخذ الإمام السمعاني بالتسوية وأما الباحث أخذ القول بالتمسك بقوله وحمل الفعل إلى الخصوصية.الكلمات الرئيسة: أفعال الرسول, التأسي, الحكم الشرعي, الإجتهاد
PENYESUAIAN SOSIAL REMAJA DITINJAU DARI PERAN IBU AYAH DAN KEPERCAYAAN DIRI PADA REMAJA Ernawati, Ernawati; Fadillah, Galih Fajar
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 19, No. 1, Juni 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v19i1.7747

Abstract

This study aims to determine the relationship between mother's role, father's role and self-confidence with social adjustment in adolescents. The research subjects of class IX Muhammadiyah Middle School 1 Surakarta numbered 110 people. Data collection uses social adjustment scale, father's role scale, mother's role scale, self-confidence scale. Data analysis calculations used three predictor regression analysis techniques and cross tabulation analysis. From the results of data analysis, there is a significant relationship between father's role, mother's role and self-confidence with social adjustment, which correlates the role of father to social adjustment = 23.8%; mother's role in social adjustment = 16.1%; confidence in social adjustment = 18.1%. The total effective contribution of father's role, mother's role and confidence in social adjustment is 58%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peran ibu, peran ayah dan kepercayaan diri dengan penyesuaian sosial pada remaja. Subjek penelitian siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 1 Surakarta berjumlah 110 orang. Pengumpulan data menggunakan skala penyesuaian sosial, skala peran ayah, skala peran ibu, skala kepercayaan diri. Perhitungan analisis data menggunakan teknik analisis regresi tiga prediktor dan analisis tabulasi silang. Dari hasil analisis data menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara peran ayah, peran ibu dan kepercayaan diri dengan penyesuaian sosial yang nilai korelasi  peran ayah terhadap penyesuaian sosial = 23,8%; peran ibu terhadap penyesuaian sosial = 16,1%; kepercayaan diri terhadap penyesuaian sosial = 18,1%. Total sumbangan efektif peran ayah, peran ibu dan kepercayaan diri terhadap penyesuaian sosial sebesar 58%.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI SURAKARTA Shobron, Sudarno; Akhyar, Feri
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 19, No. 1, Juni 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v19i1.7752

Abstract

Principal as the leader of school must has good management. The success of school depends on the principal as a leader, if the principal has ideas, creativity, good management, and has a good strategy to improve the quality of school, of course the school will get the quality and demand by all society. The problem that formulated in this study is how the principal strategy of Muhammadiyah 1 Junior High School of Surakarta and Junior High School 1 of Surakarta in improving the quality of school and what the driving factors and inhibitors in improving the quality of school. This is a field research. The data is based on field. The objecst are the principal of Muhammadiyah 1 Junior High School of Surakarta and Junior High School 1 of Surakarta, the activities and those schools. The purpose of this study is to identify how the principal's strategy in improving the quality of school in Muhammadiyah 1 Junior High School of Surakarta and Junior High School 1 of Surakarta. The technique of collecting data is using three methods. The first is by using observation method that aims to get data about the condition of the school. The second is by using interviewing method that aims to get data about the principal's strategy on improving quality of school and the driving and inhibiting factors in implementing school’s improvement strategies. The third is documentation that aims to get secondary data of Muhammadiyah 1 Junior High School of Surakarta and Junior High School 1 of Surakarta. The data is analyzed using descriptive qualitative. The results of this study is in improving the quality of school, Principal of Muhammadiyah 1 Junior High School of Surakarta and Junior High School 1 Surakarta have their respective strategies, be able to carry out leadership tasks and teacher tasks in accordance with government regulations. From the management and the strategies used by each headmaster, it can be a good quality school in terms of academic as well as in terms of religious moral. It is characterized by the number of achievements, good accreditation, and public confidence.  Kepala sekolah selaku pimpinan dalam sekolah yang mana harus memiliki manajemen yang baik. Keberhasilan sekolah tergantung pada kepala sekolah sebagai pemimpin, jika kepala sekolah mempunyai ide, kreativitas, manajemen yang baik dan mempunyai strategi yang baik dalam meningkatkan kualitas sekolah, tentunya sekolah akan mendapatkan kualitas dan diminati oleh semua kalangan masyrakat. Permasalahan yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah Bagaimana strategi kepala sekolah SMP Muhammadiyah 1 Surakarta dan SMP Negeri 1 Surakarta dalam meningkatkan kualitas sekolah serta apa saja faktor pendorong dan penghambat dalam peningkatkan kualitas sekolah. Jenis penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research ) dan data yang diperoleh dalam penilitian ini adalah data yang bersumber dari lapangan, dandalam  penelitian ini yang menjadi objek ialah kepala sekolah SMP Muhammadiyah 1 Surakarta dan SMP Negeri 1 Surakarta, kegiatan dan  sekolah tersebut. Tujuan  dari penelitian ini ialah untuk mengidentifikasi bagaimana strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas sekolah di SMP Muhammadiyah 1 Surakarta dan SMP Negeri 1 Surakarta. Metode  pengumpulan  data yang digunakan adalah:  pertama dengan menggunakan metode Observasi yang bertujuan untuk memperoleh data tentangkeadaan sekolah.Kedua metode wawancara, bertujuan untuk memperoleh data tentang strategi yang dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas sekolah serta faktor pendorong dan penghambat dalam pelaksaan strategi peningkatan kualitas sekolah. Ketigadokumentasi, bertujuan untuk memperoleh data  sekunder SMP Muhammadiyah 1 dan SMP Negeri 1 Surakarta,  dan yang terakhir analis data, dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa  dalam meningkatkan kualitas sekolah, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 1 dan SMP Negeri 1 Surakarta mempunyai strategi masing-masing, mampu melaksanakan tugas kepemimpinan dan tugas guru yang sesuai dengan peraturan pemerintah. Dari manajemen dan strategi- strategi yang digunakan masing masing kepala sekolah tersebut maka dapat menjadikan sekolah yang berkualitas baik dari segi akademis maupun dari segi moral keagamaan, hal tersebut ditandai dengan banyaknya prestasi yang dimiliki, akreditasi yang baik dan kepercayaan masyarakat.
DAFTAR ISI Profetika, Redaksi
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 19, No. 1, Juni 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v19i1.7759

Abstract

DAFTAR ISI
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS MASYARAKAT DI TEMANGGUNG Malik, Abdul; Narimo, Sabar
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 19, No. 1, Juni 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v19i1.7748

Abstract

Community  Based  Education  is  an  educational  model  of  society,  by society, and for society that is education intended, implemented, developed and developed by the community. This research is intended to apply community-based Islamic  religious  education,  supported  factors  and  supporting  factors  and inhibiting the implementation of Islamic religious education that is community based in SMP Negeri 2 Candiroto and SMP Muhammadiyah 5 Kandangan presented in descriptive qualitative. The results of the analysis of the implementation of community-based religious  education  in  SMP  Negeri  2  Candiroto  and  SMP  Muhammadiyah  5 Kandangan in the planning, implementation, and evaluation of education is still dominated by the role of teachers and principals as Top Managers. Community involvement in educational planning is by providing input and suggestions of education implementation that emphasizes on the mastery of reading and writing al-Quran and prayer. In the implementation of society involved in certain events in learning and religious activities. And in the evaluation of education, conducted by teachers and principals who reported the implementation to the community. Impacts that arise in the implementation of community-based Islamic education in SMP Negeri 2 Candiroto and SMP Muhammadiyah 5 Kandangan Temanggung district intertwined symbiosis mutualism between schools with the community, and on the other the budget of education costs increased. Supporting factors: the culture of gotong-royong that is still strongly rooted in the community. Factors inhibiting Human Resources (HR) and the availability of funds for education. Pendidikan Berbasis Masyarakat merupakan model pendidikan dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat yaitu pendidikan yang direncanakan,   dilaksanakan,   dinilai   dan   dikembangkan   oleh   masyarakat.Penelitian ini bermaksud menganalisis bagaimanakah implementasi pendidikanagama Islam berbasis masyarakat, dampak-dampak yang ditimbulkan serta faktor- faktor pendukung dan penghambat implementasi pendidikan pendidikan agama Islam berbasis masyarakat di SMP Negeri 2 Candiroto dan SMP Muhammadiyah5 Kandangan yang disajikan secara deskriptif kualitatif. Hasil analisis implementasi pendidikan agama Islam berbasis masyarakat di SMP Negeri 2 Candiroto dan SMP Muhammadiyah 5 Kandangan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pendidikan masih di dominasi oleh peran guru dan kepala kepala sekolah sebagai Top Manager. Keterlibatan masyarakat dalam perencanaan pendidikan yaitu dengan memberikan masukan dan saran pelaksanaan pendidikan yang menekankan pada penguasaan baca-tulis al Quran dan  shalat.  Dalam  pelaksanaan  masyarakat  terlibat  pada  event-event  tertentu dalam pembelajaran maupun kegiatan bersifat keagamaan. Dan dalam evaluasi pendidikan, dilakukan oleh guru maupun kepala sekolah yang melaporkan pelaksanaan kepada masyarakat. Dampak yang muncul dalam implementasi pendidikan agama Islam berbasis masyarakat di SMP Negeri 2 Candiroto dan SMP  Muhammadiyah  5  Kandangan  kabupaten  Temanggung terjalin  simbiosis mutualisme antara sekolah dengan masyarakat,  dan disisi lain anggaran  biaya pendidikan semakin besar.  Faktor pendukung: kultur gotong-royong yang masih kuat mengakar dimasyarakat. Faktor penghambat Sumber Daya Manusia (SDM) dan ketersediaan dana untuk pendidikan.
METODE PENGAJARAN KECERDASAN EMOSIONAL MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PRAMUKA Fauzan, Muhammad Thoriq
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 19, No. 1, Juni 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v19i1.7754

Abstract

The background of this research is the method of teaching in formal school in general less attention to emotional development. The problems seen in MTs N Tanon are, among others, many who like to play truant, less attention to school tasks, not focus on solving problems such as lack of discipline in dressing, smoking out of school during school hours and school time and no less respect to the teacher and the teacher in the school. Therefore, additional curriculum is needed to complement the curricular activities so that the students' emotional development becomes more holistic and comprehensive. Learning emotional intelligence will benefit the students themselves and the people around them. The purpose of this study is to describe the learning method in MTs N Tanon and also to know the impetus and impediment of emotional teaching in MTs N Tanon. The type of this research is by using descriptive qualitative, and using ethnography approach. Data method by interview, observation, and documentation. The results of this study indicate that: First, the method of teaching emotional intelligence is in accordance with the characteristics of teaching methods of emotional intelligence or called the five dimensional methods of teaching emotional intelligence, emotions in terms of morals, thinking skills EQ, problem solving, social skills, self motivation and ability to perform. Second there are supporters and obstacles in the method of teaching emotional intelligence through extracurricular scout activities in MTs N Tanon. Supporting teaching methods Supporting factors include intrinsic and extrinsic factors. The intrinsic factor is the motivation in students to commit themselves to extracurricular activities. Extrinsic factors that contribute to the success of extracurricular activities in MTs N Tanon include the dedication of extra pengampu, a conducive environment, the existence of competition and support from the school. The inhibiting factor inhibiting methods of extracurricular activities in MTs N Tanon is the number of children left behind by parents and lack of understanding from teachers at MTs N Tanon. Latar belakang penelitian ini adalah metode pengajaran disekolah formal pada umum  nya kurang memperhatikan pengembangan kecerdasan emsoional.  Permasalahan yang terlihat di MTs N Tanon antara lain masih banyak nya siswa yang suka membolos, kurang perhatian terhadap tugas-tugas sekolah,  tidak fokus pada penyelesaian masalah seperti kurang displin dalam berpakaian, merokok diluar sekolah sewaktu jam pelajaran maupun waktu pulang sekolah dan juga kurang hormat terhadap bapak dan ibu guru di lingkungan sekolah. Untuk itu diperlukan pengajaran pada ekstra kurikuler sebagai pelengkap pada kegiatan ko kurikuler, sehingga perkembangan  emosi siswa menjadi lebih holistik dan komprehensif. Memeliki kecerdasan emosi akan bermanfaat bagi siswa itu sendiri dan orang-orang yang disekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi metode pengajaran kecerdasan emosional di MTs N Tanon dan juga mengetahui pendorong dan penghambat pengajaran kecerdasan emosional di MTs N Tanon.  Jenis penelitian ini berupa penelitian lapangan dengan analisis deskriptif kualitatif, dan memakai pendekatan etnografi .Metode pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, Metode pengajaran kecerdasan emosional sudah sesuai dengan ciri-ciri metode pengajaran kecerdasan emosional atau disebut dengan lima dimensi metode pengajaran kecerdasan emosional yaitu emosi dari segi moral, ketrampilan berpikir EQ, pemecahan masalah, ketrampilan sosial, motivasi diri dan kemampuan berprestasi. Kedua terdapat pendukung dan penghambat dalam metode mengajarkan kecerdasan emosional melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka di MTs N Tanon. Pendukung metode pengajaran Faktor penunjang tersebut antara lain faktor intrinsik dan esktrinsik. Faktor instrinsik adalah motivasi dalam diri siswa untuk berkomitmen dalam kegaiatan ekstrakurikuler. Faktor ekstrinsik yang berperan terhadap kesuksesan kegiatan ekstrakurikuler di MTs N Tanon antara lain dedikasi pengampu ekstra, lingkungan yang kondusif, adanya kompetisi serta dukungan dari pihak sekolah. Adapun penghambat Faktor penghambat dalam metode mengajarkan kegiatan ekstrakurikuler di MTs N Tanon adalah banyak nya anak- anak yang ditinggal oleh orang tua dan kurang adanya kesepahaman dari guru di MTs N Tanon
PENGANTAR REDAKSI Profetika, Redaksi
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 19, No. 1, Juni 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v19i1.7760

Abstract

PENGANTAR REDAKSI

Page 1 of 3 | Total Record : 24