cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 20, No. 1, Juni 2019" : 20 Documents clear
PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM PROF. MOCH. SHOLEH Y. A. ICHROM TENTANG SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH PROGRAM KHUSUS SURAKARTA Salam, Nur
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 1, Juni 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v0i0.8950

Abstract

This study was aimed at finding out: 1) describe the Islamic education thought of Prof. Moch. Sholeh Y. A. Ichrom; and 2) describe how the implementation of Islamic education thought of Prof. Moch. Sholeh Y. A. Ichrom in the Muhammadiyah Elementary School Special Program in Kottabarat Surakarta from 2003 ? 2008. This research belongs to quantitative research by focusing on the process of inductive analysis method. The type of this research is library research, with descriptive type whereas to describe the details of reality or phenomenon by giving the criticism base on the point of view used. In this study, the researcher is using philosophical approach which is used to observe the thought of the figure and to reveal behind all the visible substances. The result of the research show that; (1) The thought of education by Prof. Sholeh are about (a) the concept of education to maintain the purity of Tawhid (b) The system of interpreting al-Quran and Sunnah. It means the thought from al-Quran and Sunnah need to be implemented in the daily life (c) The Shariah Curriculum, which consist of five elements, there are al-Quran, Hadith, National Curriculum, Indonesia Nature, and International Development. (2) There are three stages of implementation of Islamic education thought by Prof. Sholeh in Muhammadiyah Elementary School Special Program in Surakarta. Unification of education vision (2003-2005) by conducting intensive training and developing the teachers of Muhammadiyah Elementary School Special Program in Surakarta. (b) Legalization (2005-2007), after got the second intellectual property rights, immediately making the learning device by publishing the book of Shariah Science 1. (c) Socialization and training (2007-2008). Besides the Shariah Science book 1, Muhammadiyah Elementary School Special Program in Surakarta also launched PRPIKS in charge of introducing Shariah Curriculum and did the training for how to use the Shariah Science text book 1 to the public.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendiskripsikan Pemikiran pendidikan Islam Prof. Moch. Sholeh Y. A. Ichrom, 2) mendiskripsi bagaimana implementasi pemikiran Pendidikan Islam Prof. Moch. Sholeh Y. A. Ichrom di SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta dari tahun 2003 ? 2008. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menitikberatkan pada proses metode analisis induktif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library Research) dengan tipe diskriptif yakni untuk mendiskripsikan secara terperinci realitas atau fenomena dengan memberikan kritik sesuai dengan sudut pandang yang digunakan. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan filosofis yakni digunakan untuk meneliti pemikiran tokoh dan mengungkap dibalik hakekat segala sesuatu yang nampak. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagai berikut. (1) pemikiran pendidikan Prof. Sholeh tentang (a) konsep pendidikan Islam menurut Prof. Sholeh kegiatan untuk menjaga kemurnian tauhid. (b) Tafsir sistem terhadap al-Quran dan sunnah.Maksudnya adalah ajaran yang terdapat di dalam ke dua pedoman hidup tersebut sangat perlu ditafsirkan dalam sistem kehidupan sehari-hari (c) Kurikulum Syariah, yang terdiri dari lima elemen yaitu al-Quran, Hadits, Kurikulum nasional, Alam Indonesia, dan Perkembangan Internasional. (2) implementasi pemikiran pendidikan Islam Prof. Sholeh di SD Muhammadiyah Program Khusus Surakarta dengan tiga tahap. (a) penyatuan visi Pendidikan (tahun 2003-2005). Dengan mengadakan pelatihan dan pembinaan secara intensif terhadap guru-guru SD Muh. PK. (b) legalisasi (tahun 2005-2007). Setelah HAKI kedua turun segara membuat perangkat pembelajaran dengan menerbitkan buku Sains Syariah 1. (c) Sosialisasi dan pelatihan (tahun 2007-2008). Selain sains syariah 1 SD Muhammadiyah Program Khusus Surakarta juga meluncurkan PRPIKS yang bertugas untuk mengenalkan kurikulum Syariah dan melakukan pelatihan cara penggunaan buku teks sains syariah 1 kepada khalayak umum.
KADERISASI MUHAMMADIYAH DALAM ASPEK SOSIAL DI AMBARAWA PRINGSEWU LAMPUNG Nihayati, Nihayati; Farid, Faza Miftakhul
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 1, Juni 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v0i0.8946

Abstract

An organization that want to exist needs qualified human resouces because it can strengthen the organiztion and become a leadership connector.  Muhammadiyah is an organization that needs qualified human resources called militant cadre. Muhammadiyh generation is necessary because without it, Muhammadiyah  will become weak organization. The problem happened is the difficulty in generating militant cadre in Muhammadiyah. From the beginning, Muhammadiyah  has Al Maun spirit and become one of the imlementations that Muhammadiyah is social movement. Based on the problem mentioned, it is necessary to disclose the extent to which Muhammadiyah genertion in social aspect. Then, this study used descriptive qualitative method and the data gained from branch leader and assembly chairman of LazisMu, Dikdasmen, and Tabligh. The result of this study is appropriate with social theory such social act, cooperation between assembly in social activities and be able to find social consensus / social agreement that generates  militan and less mlitant  Muhammadiyah cadre.Abstrak: Sebuah organisasi yang ingin terus eksis perlu memiki Sumber Daya Manusia berkualitas, karena SDM yang berkualitas akan memperkuat organisasi dan siap menjadi penyambung estafet kepemimpinan. Muhammadiyah merupakan sebuah organisasi yang memerlukan SDM berkualitas, ini disebut sebagai kader militan. Kaderisasi Muhammadiyah sebuah keniscayaan yang perlu dilakukan oleh Muhammadiyah, tanpa kaderisasi Muhammadiyah akan menjadi organisasi yang keropos. Permasalahan yang terjadi adalah sulitnya melahirkan kader-kader militan di Muhammadiyah. Muhammadiyah sejak awal berdirinya telah memiliki spirit al-Ma?un dan ini menjadi salah satu implementasi bahwa Muhammadiyah adalah gerakan sosial. Dari permasalahan tersebut, perlu diungkapkan sejauh mana kaderisasi Muhammadiyah dalam aspek sosial. Selanjutnya, dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengambil data dari Pimpinan Cabang dan Ketua Majelis LazisMu, Dikdasmen, dan Tabligh. Hasil dari penelitian ini sesuai dengan teori sosial yaitu tindakan sosial, bekersamanya antar Majelis dalam melakukan kegiatan sosial mampu menghasilkan konsensus sosial/kesepakatan sosial yaitu melahirkan kader muhammadiyah yang militan dan kurang militan.  
PEMIKIRAN ABDUL FATTAH ABU GHUDDAH TENTANG KONSEP KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN ISLAM DALAM KITAB AL RASULUL MU’ALLIM Asyrofi, Muhammad
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 1, Juni 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v0i0.8951

Abstract

Kompetensi guru adalah seperangkat kemampuan yang harus dimiliki oleh seroang guru dalam menjalankan fungsi dan tugasnya untuk mentransfer pengetahuan, mendidik, mengembangkan potensi peserta didik sehingga tercapai tujuan pendidikan. Keberadaan guru dalam dunia pendidikan sangat urgen dan signifikan. Keberhasilan atau kegagalan proses pendidikan sangat bergantung pada guru. Seorang guru yang berkompeten akan memberikan dampak yang signifikan terhadap  keberhasilan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep kompetensi guru pendidikan Islam dalam kitab al Rasulul mu?allim wa asaalibuhu fit ta?lim yang ditulis oleh Syeikh Abdul Fattah Abu Ghuddah. Pendidikan Islam telah melewati masa yang panjang dalam perjalanannya, diawali dengan diutusnya Nabi Muhammad shollallahu ?alaihi wa sallam sebagai seorang guru sejati yang telah berhasil melahirkan generasi terbaik dari umat Islam ini. Rasul adalah sosok guru yang harus dijadikan suri tauladan dan panutan bagi seluruh guru pendidikan Islam. Keberadaan Rasul sebagai seorang guru sejati dipaparkan oleh Syeikh Abdul Fattah dalam kitabnya al Rasulul mu?allim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi guru dalam pendidikan Islam itu ada enam yaitu kometensi pedagogik religus, kompetensi kepribadian religius , kompetensi professional religius, kompetensi sosial religius, kompetensi global religius dan kompetensi emosional religius. 
MODEL PENGEMBANGAN SEKOLAH MUHAMMADIYAH BERKUALITAS MELALUI TRANSFORMASI KURIKULUM AIK (AL-ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN) Aly, Abdullah
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 1, Juni 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v20i1.8947

Abstract

This study aims to describe the development model of quality Muhammadiyah schools through the transformation of the Al-Islam and Kemuhammadiyahan curriculum. The research method used is descriptive qualitative with library research approach and field research, with document studies, observations and interviews as a method of data collection. The material object of this research is Muhammadiyah Junior High School (SMPM) 01 in Surakarta and Muhammadiyah Junior High School (SMPM) Plus in Klaten. The study produced two main conclusions. First, the efforts to develop quality of SMPM 01 in Surakarta and SMPM Plus in Klaten were carried out by means of AIK curriculum transformation. This method focuses on developing two standards, namely: content standards and process standards. In the context of content standards and process standards, both schools transform AIK curriculum by adding material on Islamic Religion that has been established by government regulations, and adding activities through strengthening AIK learning in the classroom, and increasing religious co-curricular and extra-curricular activities. Second, the AIK learning process has the potential to develop quality Muhammadiyah schools. Both schools use varied methods in developing classroom learning activities, and in religious co-curricular and extra-curricular activities. In this case, the teachers use learning methods in the form of: habituation, memorization, practice and repetition, question and answer, discussion, games, and practiceAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model pengembangan sekolah Muhammadiyah yang berkualitas melalui transformasi kurikulum Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan, dengan studi dokumen, pengamatan dan wawancara sebagai metode pengumpulan data. Objek material dari penelitian ini adalah Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah (SMPM) 01 Surakarta dan Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah (SMPM) Plus Klaten. Dari penelitian ini dapat dihasilkan dua kesimpulan pokok. Pertama, upaya pengembangan sekolah Muhammadiyah berkualitas di SMPM 01 Surakarta dan SMPM Plus Klaten dilakukan dengan cara transformasi kurikulum AIK. Cara ini difokuskan pada pengembangan dua standar, yaitu: standar isi dan standar proses. Dalam konteks standar isi dan standar proses, kedua sekolah melakukan transformasi kurikulum AIK dengan cara menambah materi Pendidikan Agama Islam yang telah ditetapkan oleh peraturan pemerintah, dan menambah kegiatan melalui penguatan pembelajaran AIK di kelas, dan menambah kegiatan ko-kurikuler dan ekstra-kurikuler keagamaan. Kedua, proses pembelajaran AIK sangat potensial untuk mengembangkan sekolah Muhammadiyah berkualitas. Kedua sekolah menggunakan metode yang bervariasi dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran di kelas, dan dalam kegiatan ko-kurikuler dan ekstra-kurikuler keagamaan. Dalam hal ini, para guru menggunakan metode pembelajaran berupa: pembiasaan, hafalan, latihan dan pengulangan, tanya jawab, diskusi, game, dan praktik.
قانون جنائي رقم 6 سنة 2014م بأتشيه في منظور الفقه الإسلامي (دراسة مقارنة في جريمة اللواط والمساحقة) Hamsen, Khairuddin; Sirajuddin, Sirajuddin
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 1, Juni 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v20i1.8952

Abstract

the obligation to apply Islamic law is an inseparable part of the obligation to carry out other Islamic Sharia, such as prayer, fasting, zakat and hajj, as has been applied by the Prophet, khulafaurrasyidin, Islamic daulah afterwards and in some Islamic countries nowadays. Aceh is one of the province that attempts to implement Islamic law after obtaining district autonomy, the Aceh governor has approved several Sharia laws, including Qonun jinayat of Aceh No. 6 of 2014 which regulates ten jarimah, including Jarimah liwath and musahaqoh which are both categorized as jarimah ta'ziriyah. This thesis aims to analyze the Qonun specifically about the essence and punishment for the perpetrators of jarimah liwath and musahaqoh and then compare it with Islamic fiqhi point of view. This type of research is literature study using a qualitative approach. Analytic method that is used here is deductive method, inductive and comparative descriptive. The results of the study, the author found a similarity between Aceh qonun jinayat regarding jarimah liwath and musahaqoh as jarimah ta?ziriyah and the punishment are 100 whips at most, or being jailed for 100 months at most, or 1000 gold bar as amercement at most. There are many similarity between Aceh qonun jinayat on jarimah liwath and musahaqoh with the Islamic fiqhi point of view in terms of the essence of liwaht and musahaqoh. Both of them define liwath as, ?An act of a man by inserting his testicle into the anal of another man voluntarily by both parties? and also define musahaqoh as, ?An act of two or more women by rubbing each other's limbs or vaginal to get sexual pleasure voluntarily by both parties? and  the punishment for perpetrators of musahaqoh, even though there are differences between types of punishment established for perpetrators of jarimah liwath in Aceh of qonun jinayat compared with opinion of jumhur ulama (Islamic scholars).Abstrak: Kewajiban menerapkan hukum Islam adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kewajiban menjalankan syariat Islam yang lain,  seperti sholat, puasa, zakat dan haji, sebagaimana yang telah diterapkan pada zaman Rasulullah, khulafaurrasyidin, daulah Islamiyah setelahnya dan di beberapa negara Islam saat ini. Aceh adalah salah satu daerah yang berusaha mejalankan hukum Islam setelah mendapatkan otonomi daerah, gubernur Aceh telah mengesahkan beberapa undang undang syariat, diantaranya adalah Qonun jinayat Aceh No 6 tahun 2014 yang mengatur sepuluh jarimah, diantaranya adalah Jarimah liwath dan musahaqoh yang keduanya dikategorikan sebagai jarimah ta?ziriyah. Tesis ini bertujuan untuk menganalisa Qonun tersebut khususnya tentang hakekat dan hukuman bagi pelaku jarimah liwath dan musahaqoh lalu membandingkannya dengan pandangan fiqhi Islam. Jenis penelitian ini adalah  penelitian kepustakaan  dengan menggunakan pendekatan kualitatif, adapun metode analisis data penulis menggunakan metode deduktif, Induktif dan Deskripsi Komparatif. Hasil dari penelitian ini adalah:  Qonun  jinayat Aceh menetapkan jarimah liwath dan musahaqoh sebagai jarimah ta?ziriyah dan menentukan kadar hukumannya maksimal cambuk 100  (seratus) kali atau penjara paling lama 100 (seratus) bulan atau denda maksimal 1000 (seribu) gram emas murni,  penulis menemukan adanya kesamaan antara qonun jinayat Aceh tentang jarimah liwath dan musahaqoh dengan pandangan fiqhi Islam dalam hal hakikat liwaht  dan musahaqoh yang keduanya mendefenisikan liwath yaitu ?perbuatan seorang laki laki dengan cara memasukkan zakarnya kedalam dubur laki-laki lain dengan kerelaan kedua belah pihak?  dan mendefenisikan musahaqoh ? perbuatan dua orang wanita atau lebih dengan cara saling menggosok-gosokkan anggota tubuh atau faraj untuk mendapatkan kenikmatan seksual dengan kerelaan kedua belah pihak? serta jenis  jarimah musahaqoh yaitu jarimah ta?ziriyah, meskipun terdapat berbedaan antara jenis hukuman yang ditetapkan dalam qonun jinayat Aceh untuk pelaku jarimah liwath dengan pendapat jumhur ulama yang menetapkan liwath sebagai jarimah hudud.   ??????: ?? ????? ?????? ???? ???? ?? ????? ????????? ???? ???? ?? ????? ?? ???? ???????? ??????? ??????? ??????? ?????? ??? ???? ?????? ???????? ???????? ?????? ????????? ????. ????? ????? ?? ???? ???????? ???? ????? ?? ????? ??????? ????????? ?????? ???? ????? ???? ?????? ??? ??????? ????? (OTONOMI DAERAH  ) ???? ???? ?? ????? ????? ??????? ???? ????? ????? ???? ?? ????? ???????? ??? ?????? ???? ????? ?? ????? ????? ??? 6 ??? 2014?  ????? ??? ???? ?????? ????? ????? ?????? ?????? ???????? ???? ???????? ????? ?????????. ???? ??? ??????? ???? ????? ????? ?????? ????????? ????????? ?? ??????? ????????  ??? ?? ???????? ?????? ????????. ??? ????? ????? ????? ??????? ???? ?? ??? ???????? (????? ???????) ???? ????? ??????  ????????? ?????? ????? ??????????? ???????????? ????????? ?? ????? ?????????. ??? ???? ?????? ????? ?????? ??? ?? ????? ??????? ????? ??? 6 ??? 2014?  ??? ??????? ?????? ????????? ?? ????? ?????????? ????? ??????? ????? ??? ???? ?????? 100(????) ???? ?? ????? ??? ???? ?????? 1000 (???) ????? ????? ?? ?????? ??? ???? ??????100 (????) ???. ??? ??? ?????? ??? ??????? ??? ????? ????? ????? ??? 6 ??? 2014? ?????? ????????? ???? ?? ????? ?????? ????????? ??????? ?? "????? ??? ???? ?? ??? ??? ??? ???? ?????" ???? ???????? ?? ??? ????? ?? ???? ?? ?????? ?? ???? ??? ????? ????? ?? ????? ?????? ??? ??????? ?????? (??????) ???? ??? ???????.  ??? ??? ????? ???????? ??? ????? ?????????? ??? ??? ?????? ??? ????? ????? ????? ?????? ??????? ?? ??? ????? ?????? ???????? ????? ???? ?? ????? ??????.
PEMIKIRAN SASMITANING SUKMA TENTANG PEMBAHARUAN TASAWUF DAN IMPLIKASINYA TERHADAP GERAKAN DAKWAH DI KULONPROGO Hasan, Moh. Abdul Kholiq; Abdurrohim, Abdurrohim
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 1, Juni 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v20i1.8948

Abstract

Tasawuf (mysticism) is generally considered as deviation by most of Muslim community itself. One of religious figures who is active in preaching and interesting in Indonesia as well as having a big influence because of this thought is  Ki H SS. Ki H SS is able to present the tasawuf teaching based on al Quran verses and Hadist. An interesting thing to be analyzed is "What is Ki H SS' thought in the renewal of tasawuf and the implementation of his thought on the preaching movement and its influence on the society's religious experience?". This research is a field research focusing on the results of data collection from several results of observation and interview that have been determined. Besides, this research also uses references either from books or journals closely related to the research problems. The approach used in this research is historical-sociological approach. The results of this research are : 1) Ki H SS' thought  has much tendency to tasawuf. Ki H SS' thought also has much tendency to focus on the internal aspect than to external/physical aspect. Tasawuf he understood is an effort to be able to know Allah through purifying self in the matter of aqidah (Islamic creed), worship or behavior; 2) The implementation of Ki H SS' thought are, among other, the change in the society' thought pattern, from animism and dynamism to tauhid (the oneness of God), increasing harmony in the society, the removal of culture which trapped into polytheism act, bid?ah (heresy)  and khurufat (superstition), the emergence of awareness on education by the existence of formal school 'Muhammadiyah Elementary School' and Islamic Boarding School, the society had more understanding on the importance of obeying to God and to the leaders, change in vision and mission of life into knowing God closer, etc.Abstrak: Tasawuf pada umumnya dianggap sesat oleh sebagian besar dari kalangan muslim sendiri. Salah satu tokoh  agama yang giat berdakwah dan menarik di Indonesia serta memiliki pengaruh besar karena pemikiran dakwahnya di masyarakat yaitu Ki H. Sasmitaning Sukma (selanjutnya bisa disebut Ki H SS). Ki H SS ini mampu menampilkan ajaran tasawuf yang berlandaskan dari ayat-ayat al Quran dan Hadits. Hal yang menarik untuk dianalisis adalah apa pemikiran Ki H SS dalam pembaharuan pemikiran tasawuf dan implementasi dari pemikirannya terhadap gerakan dakwah dan pengaruhnya terhadap pengamalan agama masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research), penelitian ini memfokuskan pada hasil pengumpulan data dari beberapa hasil observasi dan wawancara yang telah ditentukan. Selain itu penelitan ini juga menggunakan referensi-referensi berupa buku maupun dari jurnal yang erat kaitannya dengan permasalahan penelitian. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan historis sosiologis. Hasil penelitian ini, yaitu: 1)Pemikiran Ki H SS ini  lebih cenderung kepada tasawuf. Pemikiran  Ki H SS ini juga lebih cenderung menekankan aspek batin atau jiwa daripada aspek jasmani.  Tasawuf yang ia fahami adalah usaha untuk bisa mengenal Allah dengan melalui pembersihan diri dalam masalah aqidah, ibadah maupun akhlaq.; 2) Implementasi dari pemikiran Ki H SS antara lain perubahan pola pikir masyarakat, dari animisme dinamisme kepada tauhid, kerukunan dalam masyarakat menjadi semakin tinggi, hilangnya budaya yang menjerumuskan kepada amalan syirik, bida?ah dan khurafat, timbulnya kesadaran tentang pendidikan dengan adanya sekolah formal SD Muhammadiyah dan Pondok Pesantren, masyarakat menjadi paham akan pentingnya ketaatan kepada Tuhan dan kepada pemimpin, perubahan visi misi hidup ke arah taqorrub ilallah, dan lain-lain.
وليمة الزواج في العرف البوغيسي في منظور الفقه الإسلامي (دراسة حول الهدية في الوليمة) Rosyadi, Imron; Indriani, Dewi
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 1, Juni 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v0i0.8953

Abstract

The perfection of Islam as a guideline of human being appears in the instructions that cover all aspects of human life both personal and social; one of them is wedding ceremony and its procedure. However, the implementation of wedding ceremony is influenced by custom and culture of the local community which has been done from generation to generation. Bugis people have a habit of giving wedding gift to the bride or the bride's family which is called passolo. That habit is intended to share happiness and help to the bride's family in carrying out the wedding ceremony, which as time passed, that habit is develop like debt with recording and replying passolo to each other. Therefore, this paper aims to find out the essence of this habit according to the Bugis community, and then examine this habit from the side of the Sharia, so that the law can be concluded. To obtain the legal conclusions of this problem, the author uses a qualitative method with an inductive analysis approach. The results of the study show that the habit of Bugis people in giving passolo to the bride is not a debt agreement but more like unexpected gift, the law is permissible and not prohibited. Abstrak: Kesempurnaan Islam sebagai pedoman hidup manusia nampak dalam petunjuknya yang menyentuh segala aspek kehidupan manusia baik yang sifatnya pribadi maupun yang bersifat sosial,salah satu diantaranya adalah pernikahan dan tata caranya.Namun hal yang tidak dapat dipungkiri bahwa pelaksanaan pernikahan tidak lepas dari kebiasaan dan adat masyarakat setempat yang telah dilakukan secara turun temurun.Masyarakt suku Bugis memiliki kebiasaan memberikan hadiah pernikahan kepada mempelai atau keluarga mempelai yang mereka sebut dengan istilah passolo.Kebiasaan yang dimaksudkan untuk berbagi kebahagian dan membantu keluarga mempelai dalam pelaksanaan pesta pernikahan seiring waktu kemudian berkembang menjadi seperti layaknya hutang piutang dengan adanya pencatatan dan kebiasaan saling membalas passolo.Karena itu,makalah ini bertujuan untuk mengetahui hakikat kebiasaan ini menurut masyarakat Bugis untuk kemudian mengkaji kebiasaan ini dari sisi syariat sehingga dapat disimpulkan hukummya. Untuk memperoleh kesimpulan hukum masalah ini,penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis induktif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan masyarakat bugis memberikan passolo kepada mempelai bukan sebuah aqad hutang piutang melainkan hadiah yang tidak diharapkan balasannya,maka secara syariat hukumnya boleh dan tidak terlarang.??????: ?? ?? ????? ???? ??? ??????? ?? ??????? ????? ????? ???? ??????? ??? ????? ????? ?????? ?? ????? ????? ????? ???? ???????? ??? ??? ??????? ?? ?????? ??? ????? ?? ?? ???????.??????? ???? ?? ?????? ?? ???? ??? ??????? ????????? ??? ?????? ?????? ?????? ?????? ??? ??????? ???? ??? ???.??? ????? ??? ??????? ???????? ?? ?????? ?????? ?????? ??????? ?? ???? ??????? ?? ???????? ????? ??????? ?????(passolo). ???? ??? ????? ???? ??? ????? ??? ???????? ?? ???? ????? ??????? ?????? ????????? ??? ???????? ??? ????? ??????? ?????.??? ????? ????? ?? ????? ?????? ??? ??? ????? ??????? ??? ???? ??? ?? ?? ??? ???? ??????? ????? (passolo) ?? ???? ??? ??? ?????? ???? ??? ???? ??? ?????? ??????? ?????? ??? ?? ??????.????? ??? ???????????? ??????? ???? ??? ????? ????? ??? ????? ??? ??????? ???????? ?????? ??? ???? ?? ?????. ??? ????? ???? ?????? ??????? ??????? ??????????? ?? ??? ????????? ????? ???????? ????: ?? ??????? ???????? ??????? ???? ??????? ?????(passolo) ?? ???? ????? ????? ???? ??? ????? ?????????? ????? ?? ??? ????? ???? ??????? ????? ??? ????? ???? ????? ?? ????? ????? ???? ???? ???? ??? ?????? ????? ???????? ???? ??????? ????.
MODEL PENGEMBANGAN PARADIGMA INTEGRASI ILMU DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA DAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG Arbi, Arbi; Hanafi, Imam; Hitami, Munzir; Helmiati, Helmiati
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 1, Juni 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v20i1.8943

Abstract

Mencuatnya perbincangan persoalan integrasi ilmu ke permukaan, sebenarnya merupakan suatu upaya untuk mencermati dinamika kehidupan dan keilmuan yang dikotomik di dunia Islam. Upaya untuk mengintegrasikan dan menginterkoneksikan berbagai keilmuan Islam dengan sains adalah daya upaya dan sekaligus sebagai jawaban mendesak atas kelemahan dan kekurangan di kalangan umat Islam dibandingkan paradigma ilmu Barat. Telah berabad-abad kaum muslimin terpenjara dalam pemahaman keagamaan yang sempit dan tidak rasional. Seakan-akan mengkaji alam semesta bukan merupakan perbuatan agama. Terjadi pemisahan secara tegas antara urusan dunia dengan akhirat, antara sains dengan agama, antara ilmuwan dengan ulama. Konsekuensinya, dunia Islam tertinggal jauh dari kemajuan sains Barat. Sadar akan keterbatasan dari terpaan dan tamparan sains, ilmu pengetahuan dan teknologi Barat, PTAI Se-Indonesia berbenah diri, melakukan perombakan dan perubahan serius. Perubahan STAIN menjadi IAIN dan konversi IAIN menjadi UIN masih menyisakan problema besar, rumit dan pelik, terutama terletak pada persoalan pengembangan paradigma integrasi ilmu, pilar spritualitas dan model implementasinya. Model pengembangan paradigma integrasi ilmu yang dikembangkan di UIN Suka Yogyakarta terkonsentrasi pada simbol jaring laba-laba dan UIN Maliki Malang bersimbolkan pohon ilmu.
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU MUHAMMADIYAH JUMAPOLO KARANGANYAR Waston, Waston; Taryanto, Taryanto
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 1, Juni 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v0i0.8949

Abstract

: The way in improving the quality of education institution or a school is determined by the headmaster leadership in an effective management. The progress of school retreat is inseparable from the role of the principal, because the principal acts as a central force which is the driving force of school life. In order for schools to be able to compete, the principal must be committed to change by carrying out his role as the principal. The totality of the role of the principal must have a vision of the future and be able to actualize all existing potential into a synergistic force in order to achieve educational goals. The research objective is to describe the role of the principal in improving the quality of education in SDIT Muhammadiyah Jumapolo Karanganyar 2018/2019 academic year. This type of research is in the form of field research with qualitative descriptive analysis, and uses a sociological approach. Methods of collecting data through interviews, observation, and documentation. The results of this study indicate that, First, the role of principals in improving the quality of education in SDIT Muhmamadiyah Jumapolo is realized by: 1) Increasing teacher professionalism, 2) Improving the quality of learning, 3) Improving facilities and infrastructure, 4) Increasing student learning motivation. Second, the principal's strategy in improving the quality of education at SDIT Muhmamadiyah Jumapolo is done by: 1) Increasing teacher professionalism carried out with the OJT period (On Job Training) for new teachers and self-development for old teachers and intensive motivational development, 2) Improving the quality of learning done by integrating four curricula (DIKNAS, KEMENAG, PONPES GONTOR and ISMUBA) with a variety of learning methods approach 3) Improvement of facilities and infrastructure carried out by optimizing the utilization of existing SARPRAS and procurement of SARPRAS needed, 4) Increasing motivation for student learning by giving reward and punishman, giving praise and competition.The key word: visionary leadership, headmaster, quality of education. Third, the obstacles and solutions to the role of principals in improving the quality of education at SDIT Muhmamadiyah Jumapolo include: 1) Increasing teacher professionalism such as teacher recruitment that is not suitable for qualifications. The solution is to participate in self-development activities and re-study or further study, 2) Improving the quality of learning such as school status that is not ful day school. The solution is by organizing material and reducing material in the gontor curriculum, 3) Improving facilities and infrastructure such as funding problems. The solution is cooperation with student guardians and donors, 4) Increased learning motivation of students such as children lacking assistance at home. The solution is intense collaboration and communication between the teacher and parents of children through via cell phones, contact books and home visits.Abstrak: Upaya memperbaiki kualitas dalam suatu lembaga pendidikan atau sekolah sangat ditentukan oleh kepemimpinan kepala sekolah dalam manajemen yang efektif. Maju mundurnya sekolah tidak terlepas dari peran kepala sekolah, karena kepala sekolah berperan sebagai kekuatan sentral yang menjadi kekuatan penggerak kehidupan sekolah. Agar sekolah mampu bersaing, kepala sekolah harus memiliki komitmen dalam perubahan dengan menjalankan perannya sebagai kepala sekolah. Totalitas peran kepala sekolah harus mempunyai visi masa depan serta mampu mengaktualisasikan seluruh potensi yang ada menjadi sesuatu kekuatan yang bersinergi guna mencapai tujuan pendidikan. Tujuan penelitian adalah mendiskripsikan peran kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di SDIT Muhammadiyah Jumapolo Karanganyar tahun pelajaran 2018/2019. Jenis penelitian ini berupa penelitian lapangan dengan analisis deskriptif kualitatif, dan memakai pendekatan sosiologis. Metode pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, Pertama, peran kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di SDIT Muhmamadiyah Jumapolo diwujudkan dengan: 1)Peningkatan profesionalisme guru, 2)Peningkatan kualitas pembelajaran, 3)Peningkatan sarana dan prasarana, 4)Peningkatan motifasi belajar siswa. Kedua, strategi kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di SDIT Muhmamadiyah Jumapolo dilakukan dengan: 1)Peningkatan profesionalisme guru dilakukan dengan masa OJT (On Job Training) bagi guru baru dan pengembangan diri bagi guru lama serta pembinaan motivasi secara intensif, 2)Peningkatan kualitas pembelajaran dilakukan dengan mengintegrasikan empat kurikulum (DIKNAS, KEMENAG, PONPES GONTOR dan ISMUBA) dengan pendekatan berbagai metode pembelajaran 3)Peningkatan sarana dan prasarana dilakukan dengan cara optimalisasi pemanfaatan SARPRAS yang ada dan pengadaan SARPRAS yang dibutuhkan, 4)Peningkatan motifasi belajar siswa dilakukan dengan cara pemberian reward dan punishman, pemberian pujian dan kompetisi. Ketiga, kendala dan solusi peran kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di SDIT Muhmamadiyah Jumapolo diantaranya: 1)Peningkatan profesionalisme guru seperti rekruetmen guru yang tidak sesuai kualifikasi. Solusinya adalah dengan menguikutsertakan dalam kegiatan pengembangan diri dan studi ulang atau study lanjut, 2)Peningkatan kualitas pembelajaran seperti status sekolah yang bukan ful day school. Solusinya dengan pengorganisasian materi dan pengurangan materi di kurikulum gontor, 3)Peningkatan sarana dan prasarana seperti masalah pendanaan. Solusinya adalah kerja sama dengan wali murid dan pendonatur, 4)Peningkatan motifasi belajar siswa seperti anak kurang pendampingan di rumah. Solusinya adalah kerja sama dan komunikasi intens antara guru dan orang tua anak melalui via HP, buku penghubung dan home visit.
INTERNALISASI NILAI-NILAI KEISLAMAN TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK DI SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH KRIYAN JEPARA Rafsanjani, Toni Ardi; Razaq, Muhammad Abdur
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 1, Juni 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v20i1.8945

Abstract

This study aims to analyze and describe the internalization of Islamic religious education values on the students? development at Muhammadiyah Elementary School of Kriyan Jepara. This is qualitative research, taking the background of Muhammadiyah Elementary School of Kriyan Jepara. The data collection methods are indept interviews, participant observation and documentation. Data analysis is carried out by descriptive data analysis techniques which included three concurrent activities, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study are 1) Internalizing the values of Islamic religious education by planting theory / knowledge is strengthened by the word of Allah SWT and the hadith of the Prophet Muhammad; 2) Internalization of the values of Islamic religious education is carried out with exemplary stories and wisdom of life; 3) Internalization of the values of Islamic religious education is carried out by learning religious and public materials that are interconnected through the synergy of the national education curriculum and Kemuhammadiyahan; 4) Internalization of the values of Islamic religious education is carried out through programs of intellectuality, spirituality and humanity. While the form of success is the habit of piety to shape students into progressive students. The students carry out the internalization effort because trusting and adhering to it as a provision brings to mind peace and remembrance. Internalization effort is successfully carried out not because of a hard emphasis on education, but an effort to habituate the values of Islamic religious education that are religious humanists and carried out as often as possible, both in the school environment and at home.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam terhadap perkembangan anak di SD Muhammadiyah Kriyan Jepara. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan mengambil latar SD Muhammadiyah Kriyan Jepara. Metode pengumpulan datanya adalah indept interviews, observasi partisipan dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis data diskriptif yang mencakup tiga kegiatan bersamaan, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah 1) Internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam dengan penanaman teori/ ilmu yang dikuatkan dengan firman Allah SWT dan hadis Nabi Muhammad SAW; 2) Internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam dilakukan dengan kisah-kisah teladan dan hikmah kehidupan; 3) Internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam dilakukan dengan pembelajaran materi agama dan umum yang saling terkoneksi melalui sinergitas kurikulum pendidikan nasional dan Kemuhammadiyahan; 4) Internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam dilakukan melalui program pembiasaan intelektualitas, spiritualitas dan humanitas. Sedangkan wujud keberhasilannya adalah pembiasaan kesalehan membentuk siswa menjadi pelajar yang berkemajuan. Para siswa melaksanakan upaya internalisasi itu karena memercayai dan menganutnya sebagai bekal membawa pada ketenangan pikir dan zikir. Upaya internalisasi berhasil dilakukan bukan karena penekanan pendidikan yang keras, melainkan usaha pembiasaan nilai-nilai pendidikan agama Islam yang humanis religius dan dilakukan sesering mungkin, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Page 1 of 2 | Total Record : 20