cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Vol. 21, No. 1, Special Issue 2020" : 28 Documents clear
KONSEP UANG DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM Ichsan, Muchammad
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Special Issue 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11646

Abstract

Manusia telah menggunakan uang sebagai alat untuk bertransaksi sejak lama sekali. Uang yang digunakan sebagai mata uang resmi sejak zaman Nabi Muhammad saw. dan diteruskan oleh para Khalifah setelahnya selama berabad-abad lamanya adalah uang dinar emas dan dirham perak. Makalah ini bertujuan untuk membentangkan konsep uang menurut perekonomian Islam. Untuk tujuan tersebut, metode kajian hukum normative dipakai dalam penulisannya. Data diambil dari sumber data primer dan sekunder. Di antara temuan kajian ini ialah bahwa dalam perspektif ekonomi Islam, uang adalah segala sesuatu yang diterima secara umum dan diterbitkan oleh lembaga keuangan yang berwenang sebagai media pertukaran dan pengukur serta penyimpan nilai. Selain itu, penggunaan uang dinar emas dan dirham perak bukan suatu kewajiban agama, tapi sejarah membuktikan bahwa dua mata uang tersebut sangat stabil dan tidak terkena inflasi sebagaimana uang kertas. Menurut perspektif ekonomi Islam, uang mempunyai tiga fungsi yaitu sebagai alat tukar, sebagai satuan hitung atau pengukur nilai, dan sebagai penyimpan nilai apabila uang terbuat dari emas dan perak. Dalam bidang keuangan, Islam mempunyai banyak ketentuan, antara lain seperti penggunaan uang sebagai alat pengukur nisab dan kadar zakat, mahar, kaffarah, nisab potong tangan bagi pencuri, diyat, dan jizyah
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DARI PERSPEKTIF H.M. RASJIDI Dianna, Danu Nur
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Special Issue 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11651

Abstract

This paper aims to study the concept of religious thought and tolerance according to Prof. H.M. Rasjidi which will be a fundamental discussion in the concept of multicultural education. The methodology in this research is a literature study of books by Prof. H.M. Rasjidi who has a discussion about the concepts of religion and tolerance. The primary source book in this study is "Empat Kuliah Agama Islam" and "Koreksi Terhadap Dr. Harun Nasution dalam Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya". Prof. H.M. Rasjidi, provides clear boundaries in the theological aspects of how Muslims have the concept of being able to live with followers of other religions. Muslims can live well together in social and economic aspects, but not in blending religion or equating all religions. According to him, religious pluralism in multiculturalism concept in the sense of equating to all of religion is something that needs to be avoided. Paper ini memiliki tujuan untuk mengkaji pemikiran konsep Agama dan toleransi menurut Prof. H.M. Rasjidi yang akan merupakan pembahasan asasi dalam pendidikan multikultural. Metodologi dalam penelitian ini adalah studi pustaka dari buku-buku karya Prof. H.M. Rasjidi yang memiliki pembahasan mengenai konsep agama dan toleransi. Buku sumber primer dalam penelitian ini adalah buku “Empat Kuliah Agama Islam”; dan “Koreksi Terhadap Dr. Harun Nasution dalam Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya”. Prof. H.M. Rasjidi, memberikan batas-batasan yang jelas dalam aspek teologis bagaimana umat Islam bisa hidup bersama penganut agama lain. Umat Islam dapat hidup besama dengan baik dalam aspek sosial dan ekonomi, namun tidak dalam pencapuradukan Agama atau menyamakan semua agama. Menurutnya, pluralisme agama pada konsep multikulturalisme yang dalam artian menyamakan adalah hal yang perlu dihindari.
قاعدة" اقتضاء النهي الفساد و البطلان " عند المذاهب الأربعة " و تطبيقاتها في المناكحات Suranto, Suranto; Rosyadi, Imron; Basri, Muinudinillah
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Special Issue 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11656

Abstract

This research is motivated by the curiosity of the law of marriage of a pregnant adulter to cover up her shame and family disgrace, which sometimes occurs in the community, while the Prophet Muhammad “peace be upon him” has forbidden men to marry a pregnant woman until she gives birth.And many other forbidden marriages that occur in the community. The formulation of the problems of this research are: 1) What are the opinions of the four ideology of thought towards the rule of "iqtidhou annahyi alfasad wal butlan"? 2) How is the application of this rule in prohibited marriages, such as marriages of men with adulterers who are pregnant, mut'ah marriages, marriages of men who have been proposed by other men, marriages in ihrom conditions, syigor marriages, bid'iy marriages, marriages without marriages proxy, marriage without witnesses, marriage by combining women who still have mahrom relations. This research was conducted by the literature review method, collecting and studying various references, especially from the four ideology of thought, then conducting in-depth analysis. The conclusions of this study are 1) the four ideology of thought differ on the the rule of "iqtidhou annahyi alfasad wal butlan" in some circumstances annahyu, and have the same view of this Qoidah in several circumstances annahyu. 2) In applying this rule in the case of marriage, they agree on its validity or sleaze in some marital matters, but also differing opinions in several other issues. Usually, their opinions on the issue of marriage are in line with their opinions on the issue of the rule of ushul, but sometimes they don’t.Penelitian ini dilatarbelakangi keingintahuan hukum nikahnya pezina yang hamil untuk menutupi aibnya dan aib keluarganya, yang kadang terjadi di masyarakat, sedangkan Nabi Muhammad Sholallohu ‘alaihi wa salam telah melarang lelaki untuk menikahi perempuan yang hamil sampai dia melahirkan. Dan banyak pernikahan-pernikahan terlarang lainya yang terjadi di masyarakat. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah: 1) Apa pendapat empat madzhab terhadap qoidah “ iqtidhou annahyi alfasad wal butlan”? 2) Bagaimana penerapan qoidah ini dalam masalah pernikahan yang terlarang, seperti nikahnya lelaki dengan pezina yang hamil, nikah mut’ah, nikahnya lelaki atas perempuan yang sudah dilamar lelaki lain, nikah dalam kondisi ihrom, nikah syigor, tholak bid’iy, nikah tanpa wali, nikah tanpa saksi, nikah dengan menggabungkan perempuan yang masih ada hubungan mahrom. Penelitian ini dilakukan dengan metode kajian pustaka, dengan mengumpulkan dan mentelaah berbagai referensi terutama dari empat madzhab, dan menganalisanya. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah 1) empatmadzhab berbeda pendapat tentang qoidah “ iqtidhou annahyi alfasad wal butlan” di beberapa keadaan annahyu, dan sama pandanganya tentang kaidah ini dalam beberapa keadaan annahyu. 2) Dalam penerapan qoidah ini dalam masalah pernikahan, mereka sepakat tentang keabsahanya atau kebatilanya dalam beberapa masalah pernikahan, dan kadang mereka juga berbeda pendapat dalam beberapa masalah lainya. Biasanya pendapat mereka dalam masalah pernikahan ini selaras dengan pendapat mereka dalam masalah qoidah ushul tersebut, tapi kadang tidak selaras. الملخص: قاعدة" اقتضاء النهي الفساد و البطلان " عند المذاهب الأربعة و تطبيقاتها في المناكحات، رسالة مقدمة لاستيفاء أحد الشروط للحصول على درجة الماجستير في تخصص الفقه و أصوله، إعداد الطالب: سورا تنو، رقم القيد:O200170020  تحت إشراف: د.عمران رشادي و د.معين دين الله بصري، عام:1441 ه / 2019م. قامت فكرة البحث على معرفة حكم نكاح الحامل بسبب الزنى لستر عيبها و عيب عائلتها الواقع في المجتمع ، مع أن النبي – صلى الله عليه و سلم – نهى عن نكاح الحامل حتى تلد كي لا يختلط النسب. قد وقعت الأنكحة الممنوعة الأخرى في المجتمع. تدور مشكلة البحث حول الأمرين التاليين: 1) ما أقوال المذاهب الأربعة في قاعدة " اقتضاء النهي الفساد و البطلان"؟ 2)كيف تطبيق هذه القاعدة  في مسائل المناكحات؟ اتّبع الباحث في هذه الرسالة البحث المكتبي، و ينهج هذا البحث منهج استقرائي و تحليلي. و توصل الباحث إلى النتائج الآتية: 1) اختلف المذاهب الأربعة في القاعدة الأصولية " اقتضاء النهي الفساد و البطلان " في بعض أحوال النهي، و اتفق في بعضها. 2) تطبيقات هذه القاعدة في المناكحات المنهي عنها في نكاح الزانية الحامل، نكاح المتعة، الخطبة على الخطبة، نكاح المحرم، نكاح الشغار، الطلاق البدعي، النكاح بدون ولي، النكاح بدون الشهود، الجمع بين المحارم في النكاح، اتفق المذاهب الأربعة على صحة بعضها أو فساده، و اختلفوا في بعضها، غالبا أن رأيهم موافق لرأيهم في القاعدة " اقتضاء النهي الفساد و البطلان"، و أحيانا مخالف لرأيهم في هذه القاعدة.  
PEMBERIAN MUT’AH DAN NAFKAH IDDAH DALAM PERKARA CERAI GUGAT Heniyatun, Heniyatun; Sulistyaningsih, puji; Anisah, Siti
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Special Issue 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11647

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam pemberian mut’ah dan nafkah iddah dalam perkara cerai gugat dan bagaimana pelaksanaan isi putusan atas pemberian mut’ah dan nafkah iddah dalam perkara cerai gugat. Metode penelitian pustaka (library research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan yuridis normatif yaitu penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder. Teknik pengelolahan data yang digunakan yaitu teknik analisis data deskriptif normatif, dan penarikan kesimpulan dilakukan secara deduktif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa: 1) Pertimbangan hukum hakim dalam pemberian mut’ah dan nafkah iddah dalam perkara cerai gugat nomor 0076/Pdt.G/2017/PA.Mgl yaitu mendasarkan pada Pasal 41 huruf (c) UU Nomor 1 Tahun 1974 jo Pasal 149 huruf (a) dan (b) KHI serta Yurisprudensi Mahkamah Nomor 137 K/AG/2007 tanggal 6 Februari 2008 dan Nomor 02 K/AG/2002 tanggal 6 Desember 2003. Putusan tersebut menyimpangi ketentuan Pasal 149 KHI, namun demikian pertimbangan hukum hakim dalam perkara tersebut mengandung terobosan hukum dengan metode penemuan hukum dan berpedoman pada Pasal 10 ayat (1) dan Pasal 5 ayat (1) UU Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman dalam memberikan putusan berkaitan dengan nusyuz, sehingga meskipun perceraian diajukan oleh isteri (cerai gugat) tetapi isteri tidak terbukti nusyuz maka secara ex officio suami dapat dihukum untuk memberikan nafkah iddah kepada bekas isterinya. Putusan hakim tersebut mengakodomasi pendapat madzhab Hanafi. Penerapan hak ex officio hakim tersebut juga menyimpangi ketentuan Pasal 178 ayat (3) HIR/ Pasal 189 ayat (3) RBG yang menyatakan bahwa hakim dilarang menjatuhkan keputusan atas perkara yang tidak dituntut, atau memberikan  lebih daripada yang dituntut, namun demikian putusan tersebut tidak melanggar asas ultra petita.  2) Pelaksanaan isi putusan perkara nomor 0076/Pdt.G/2017/PA.Mgl adalah secara sukarela di luar persidangan, apabila tergugat tidak melaksanakan isi putusan secara sukarela maka penggugat dapat mengajukan permohonan eksekusi terhadap putusan tersebut dengan mengajukan permohonan eksekusi sejumlah uang. Kelemahan putusan ini yaitu tidak ada instrumen yang dapat memaksa tergugat untuk membayar mut’ah dan nafkah iddah yang telah diputuskan sebagaimana pada perkara cerai talak, instrumen pelaksanaan putusan dalam cerai talak dapat dilaksanakan melalui sidang ikrar talak.
APLIKASI PEMBELAJARAN PAI (PENDIDIKAN AGAMA ISLAM) METODE IBL (INQUIRY BASED LEARNING) BERBASIS ZONE ACTIVITY DI SEKOLAH DASAR LEBAH PUTIH SALATIGA Wahyu Budi Utomo
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Special Issue 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11652

Abstract

The purpose of this study is to describe the application of Islamic religious education learning with zone based activity inquiry based learning methods implemented at SD Lebah Putih Salatiga. This research is a field research. The method used by researchers in compiling this research is a descriptive qualitative method, with a taxonomic analysis (classification) model based on focus on one domain, and only one characteristic in common. Data collected through observation, interviews, and documentation. The results of this study are applications of Islamic religious education learning with zone based activity inquiry based learning methods applied at SD Lebah Putih Salatiga, namely by making learning classified according to the abilities of each student, such as: the ability to read and write the Koran, the ability memorize short letters and the ability to understand the context of the teachings of the Koran in daily life (according to age level). Classification of abilities in understanding religion is prioritized not just in class level classification, as most schools present Islamic religious education normally. At SD Lebah Putih the learning is called Zone Activity which is a development of Morning Activity. The implementation of zone activity-based PAI learning is carried out with the following steps, such as: designing lesson plans, implementing and evaluating.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan Aplikasi pembelajaran pendidikan agama Islam dengan metode inquiry based learning berbasis zone activity yang diterapkan di SD Lebah Putih Salatiga. Penelitian ini adalah penelitian lapangan. Metode yang digunakan oleh peneliti dalam menyusun penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, dengan model analisis taksonomi (klasifikasi) yang didasarkan fokus terhadap salah satu domain, dan hanya satu karakteristik yang sama. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah aplikasi pembelajaran pendidikan agama Islam dengan metode inquiry based learning berbasis zone activity yang diterapkan di SD Lebah Putih Salatiga, yaitu dengan membuat pembelajarannya terklasifikasikan menurut kemampuannya masing-masing anak didik, seperti: kemampuan baca tulis al-Qur’an, kemampuan menghafal surat-surat pendek serta kemampuan memahami konteks ajaran al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari (sesuai tingkatan umurnya). Klasifikasi kemampuan dalam pemahaman agama lebih diprioritaskan bukan pada klasifikasi tingkat kelas saja, seperti kebanyakan sekoalah menyajikan pendidikan agama Islam biasanya. Di SD Lebah Putih pembelajaran tersebut dinamakan Zone Activity yang merupakan pengembangan dari Morning Activity. Pelaksanaan dalam pembelajaran PAI berbasis zone activity tersebut dilakukan dengan beberapa langkah berikut, seperti: perancangan RPP, pelaksanaan dan evaluasi.
PREMARITAL OF PRIVATE EDUCATION IN KANTOR URUSAN AGAMA (KUA) SEMARANG DISTRICT Amat Mulyoko
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Special Issue 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11643

Abstract

Guidance of adolescent before marriage is carried out by Islamic Religious Instructor, Head and KUA Head. Islamic religious leaders guide mosque adolescents, prayer rooms and teaching assembly through routine or weekly teaching activities. The headman and head of the KUA carry out coaching for the bride and groom before the marriage ceremony. The lack of funds received by the KUA resulted in the implementation of the bride and groom course which caused the implementation to be not carried out to all prospective brides and responded by the KUA of Semarang regency through the private coaching of the bride and groom who wanted to carry out the wedding. This research is a qualitative analytic research and is a type of field research. Primary data sources, namely data obtained from interviews with the Office of the Ministry of Religion in Semarang, KUA in all districts of Semarang, and participants in premarital sex education, and secondary data in the form of books on marriage. Data collection methods are done by interview, documentation, and observation.
IMPLEMENTASI MAQASID SYARIAH PADA ANNUAL REPORT BANK UMUM SYARIAH SEBAGAI MITRA UNIVERSITAS ISLAMI (STUDI KASUS PADA BANK SYARIAH MANDIRI) Frisztina Anisa; Veni Soraya Dewi; Ade Vira Agustina
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Special Issue 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11648

Abstract

Islam has arranged all matters relating to human life in the world, including economic activities. In carrying out economic activities must be in accordance with the purpose of life of a Muslim with its implementation is mashlahah on the activities of maqasid syaria. Maqashid sharia has five factors, namely guarding religion, guarding the soul, guarding reason, guarding offspring, and protecting property. Sharia Commercial Bank as a supporter of the community's economy in carrying out all its activities must be based on sharia provisions. Annual Report reflects the activities of Sharia Commercial Banks both financial and non-financial. Maqasid Sharia as an indicator of the implementation of sharia principles must be reflected in the Sharia Commercial Bank Annual Report. This study aims to determine the implementation of the Maqasid Syaria in the Sharia Commercial Bank annual report. The sample in this study is Bank Syariah Mandiri Annual Report. The research method used in this study is qualitative research that is descriptive research and analysis based on theories and other supporting sources. The results of the study are Bank Syariah Mandiri has implemented all aspects of the maqasid syaria as reflected in the Annual Report.Islam sudah mengatur segala urusan yang berkaitan dengan kehidupan manusia di dunia, termasuk aktifitas ekonomi. Dalam melakukan aktivitas ekonomi harus sesuai dengan tujuan hidup seorang muslim dengan implementasinya adalah mashlahah pada aktivitas maqasid syariah. Maqashid syariah memiliki lima faktor, yaitu menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga akal, menjaga keturunan, dan menjaga harta. Bank Umum Syariah sebagai salah satu pendukung perekonomian masyarakat dalam menjalankan segala aktivitasnya harus berdasarkan ketentuan syariah. Annual Report mencerminkan dari aktifitas Bank Umum Syariah baik keuangan maupun non keuangan. Maqasid Syariah sebagai indikator terlaksananya prinsip syariah harus tercermin dalam Annual Report Bank Umum Syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi maqasid syariah pada annual report Bank Umum Syariah. Sampel pada penelitian ini adalah Annual Report Bank Syariah Mandiri. Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yaitu penelitian yang bersifat deskriptif dan analisis berdasarkan teori dan sumber-sumber lain yang mendukung. Hasil dari penelitian adalah Bank Syariah Mandiri telah mengimlementasikan seluruh aspek maqasid syariah yang tercermin pada Annual Report.
STRATEGI PEMBELAJARAN INOVATIF PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN MEDIA POWERPOINT DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SDIT MUHAMMADIYAH SINAR FAJAR CAWAS DAN SD MUHAMMADIYAH PK BAYAT Sigit Trihariyanto; Eko Supriyanto; Muthoifin Muthoifin; Zahrotul 'Uyun
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Special Issue 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11653

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengungkap, menganalisis dan menjelaskan strategi pembelajaran dan pemanfaatan media powerpoint yang diterapkan guru pendidikan agama Islam dalam menyampaikan materi pembelajaran di Sekolah Dasar Islam Terpadu Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas dan Sekolah Dasar Muhammadiyah Program Khusus Bayat. Jenis Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Adapun sumber data dan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa Sekolah Dasar Islam Terpadu Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas dan Sekolah Dasar Muhammadiyah Program Khusus Bayat telah menerapkan kurikulum 2013. Sehingga guru memiliki peranan yang sangat penting dalam pendidikan. Di antara peranan guru yang ditunjukkan di kedua sekolah tersebut adalah guru sebagai perencana, pengelola, pelaksana dan evaluator. Selain itu, guru juga berperan sebagai pentransfer ilmu, pembina akhlak mulia, mediator dan fasilitator. Dalam penerapan strategi pembelajaran pendidikan agama Islam dengan media powerpoint di kedua sekolah tersebut mampu memberikan motivasi dan meningkatkan semangat belajar peserta didik serta prestasi belajarnya. Dalam pemanfaatan strategi tersebut mampu menjadikan proses pembelajaran semakin lebih menarik, efektif, efisien dan dapat membantu dalam pengkondisian peserta didik dalam proses pembelajaran serta menambah rasa percaya diri bagi guru pendidikan agama Islam. Adapun untuk materi yang disampaikan dengan memanfaatkan strategi ini, maka lebih mudah dipahami dan penyimpanan filenya lebih praktis.  Faktor pendukung  dalam penerapan strategi pembelajaran pendidikan agama Islam dengan media powerpoint di Sekolah Dasar Islam Terpadu Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas dan Sekolah Dasar Muhammadiyah Program Khusus Bayat adalah kemampuan guru dalam mengoperasikan komputer, ketersediaan sumber media, sarana dan prasarana berbasis komputer di sekolah, dukungan dari kepala sekolah, dan kondisi lingkungan sekolah yang kondusif serta budaya saling tolong menolong yang terbangun cukup kuat. Adapun untuk faktor penghambatnya adalah kurang terbiasanya guru dalam menggunakan media powerpoint dalam proses pembelajaran, waktu persiapan yang masih terbatas, dan jumlah sarana dan prasarana berbasis komputer yang masih terbatas juga.
KOMODIFIKASI NILAI ISLAM DALAM FASHION MUSLIM DI INSTAGRAM Khairul Syafaruddin; Ni'matul Mahfiroh
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Special Issue 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11644

Abstract

One effect of the development of internet technology is the birth of social media. Instagram is a social media that is currently used by more than 61 million people in Indonesia. The number shows that Instagram has become an effective tool for an industry in the context of political economy practices, one of which is in the Muslim fashion industry. One of the Muslim fashion industries engaged in the digital world is santun.inv. This account has compared him to being a producer of the hijrah shirt. Based on its branding and products sold through its Instagram account, it can be seen in this account that has carried out the commodification of Islamic values through commodity tools. That way it can be seen, now the value of Islam can not only be operated at the level of scientific review and da'wah. But the function has shifted to become an economic tool.Salah satu efek dari munculnya teknologi internet adalah lahirnya media sosial. Instagram menjadi media sosial yang hingga saat ini digunakan oleh lebih dari 61 juta orang di Indonesia. Angka tersebut menunjukkan  bahwa Instagram telah menjadi alat yang efektif bagi sebuah industri dalam rangka praktik ekonomi politik, salah satunya dalam industri fashion muslim.  Salah satu industri fashion muslim yang bergerak di dunia digital adalah santun.inv. Akun tersebut telah membranding dirinya sebagai produsen dari kaos hijrah. Berdasarkan brandingnya serta produk yang dijual melalui akun instagramnya, dapat dilihat bahwa akun tersebut telah melakukan komodifikasi nilai islam melalui alat komoditi fashion. Dengan begitu dapat dilihat, kini nilai islam tidak hanya beroperasi di tataran kajian keilmuan dan dakwah. Namun telah bergeser fungsi menjadi alat ekonomi.
REVOLUSI YAYASAN SOSIAL DAN KEMANUSIAAN TERINTEGRASI BAGI ANAK JALANAN DAN YATIM PIATU DALAM NILAI-NILAI ISLAM Imamul Arifin; Andika Adinul Yahya; Muhammad Thoriq Azzam
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Special Issue 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11649

Abstract

The Revolution of Human Resources (SDA) and Mental Nation is indeed important today to sustain the progress of the nation. But before that, it must be realized about the lack of attention to education for people who are not addressed, for example street children and orphans in need. All elements of the nation should be realize of the deficiency or something that needs to be improved from this. The government, educational institutions and humanitarian social bodies that form the nation's generation are very important for this.  But here, it is emphasized for the Social Foundation and humanity to be more able to pay attention to their future needs for the better, because this institution is a suitable place for them to get quality education, character, and morals that are in accordance with Islamic values, where the aim is to provide equitable justice for the people's and make a better national life.Revolusi Sumber Daya Manusia (SDA) dan Mental bangsa memanglah penting di era sekarang untuk menopang kemajuan bangsa. Namun sebelumnya, haruslah disadari tentang kurangnya perhatian terhadap pendidikan bagi masyarakat yang tidak diperhatikan, contohnya anak jalanan dan anak yatim piatu yang membutuhkan. Harusnya semua elemen bangsa  menyadari tentang kekurangan atau sesuatu hal yang perlu diperbaiki dari ini. Pemerintah, instansi/lembaga pendidikan dan badan sosial kemanusiaan pembentuk generasi bangsa  sangatlah berperan penting. Namun disini, ditekankan bagi Yayasan Sosial dan kemanusiaanlah untuk lebih bisa memperhatikan kebutuhan masa depan mereka menjadi lebih baik, karena instansi inilah sebagai tempat yang cocok bagi mereka untuk mendapat pendidikan, karakter, dan moral yang berkualitas dan sesuai dengan nilai-nilai keislaman, yang mana tujuannya adalah memberikan keadilan merata bagi masyarakat dan memajukan kehidupan bangsa yang lebih baik.

Page 2 of 3 | Total Record : 28