cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi
ISSN : 08542880     EISSN : 2541450X     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi is a media for Psychology and other related disciplines which focus on the finding of indigenous research in Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 589 Documents
STRES PADA PENYINTAS GEMPA YANG MENGALAMI CACAT FISIK Urbayatun, Siti
Indigenous Vol. 13, No.1, Mei 2015
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah stress pada penyintas  yang mengalami cacat fisik. Subyek penelitian ini adalah dua penyintas gempa yang mengalamicacat fisik. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, yakni menggunakan pendekatan fenomenologis dengan thematic analysis. Sebagai pelengkap, data diuji lagi dengan triangulasi melalui FGD dengan kelompok penderita cacat.  FGD dilakukan 1 kali dengan 7 responden. Berdasarkan hasil wawancara, observasi dan FGD ditemukan beberapa stresor yang sekarang dihadapi penyandang cacat adalah: a) masalah fisik, antara lain badan masih sakit dan nyeri; b) masalah psikologis, seperti sedih, jengkel; c) mobilitas yang terganggu akibat kecacatannya; d) masalah pekerjaan, yakni terputusnya subyek dengan pekerjaan sebelumnya; dan e) kurangnya modal untuk kelanjutan hidup mereka.
PERBEDAAN KREATIVITAS PADA SISWA SEKOLAH DASAR (SD) DAN SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU (SDIT) Marfu’ah, Jauhariatun; Suparno, Suparno; Dewi, Rosana
Indigenous Vol. 9, No.1, Mei 2007
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kreativitas pada siswa SD dan SDIT dan untuk mengetahui perbedaan kreativitas pada siswa yang berinteligensi tinggi dan rendah. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu ada perbedaan kreativitas pada siswa SD dan SDIT dan ada perbedaan kreativitas pada siswa yang memiliki inteligensi tinggi dan rendah. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD dan SDIT di Salatiga. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan alat tes TKF dan CPM. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan teknik analisis dwivariat uji-t, menghasilkan t antar kelompok sebesar -2.887 dengan p = 0.005 atau p < 0.05 yang berarti ada perbedaan kreativitas yang signifikan pada siswa SD dan SDIT, dan sebesar 1.556 dengan p = 0.127 atau p > 0.05 yang berarti tidak ada perbedaan kreativitas yang signifikan pada siswa yang memiliki inteligensi tinggi dan rendah. Sistem pendidikan memberikan sumbangan efektif sebesar 1.14 % terhadap kreativitas siswa dan inteligensi memberikan sumbangan efektif sebesar 7.2 % terhadap kreativitas siswa
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI MINAT PEREMPUAN INDONESIA UNTUK MENIKAH DENGAN PRIA WARGA NEGARA ASING: STUDI KASUS DI YOGYAKARTA Perdana, Marita Putri; Nuryanti, Lusi
Indigenous Vol. 13, No.1, Mei 2015
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi minat perempuan Indonesia  menikah dengan pria warga Negara asing di Yogyakarta. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumen  pada 3 perempuan yang menjalin hubungan dengan Warga Negara Asing yang ditentukan dengan purposive sampling. Data dianalisis dengan menggunakan metode induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi memengaruhi minat subjek untuk menikah dengan pria warga negara asing dengan pria warga negara asing dibedakan menjadi dua faktor, yaitu faktor intrinstik dan faktor ekstrinsik. Faktor intrinsik merupakan faktor yang berasal dari dalam diri individu, yang meliputi kepribadian, pengetahuan (menghargai kesetaraan dan kebebasan kepada pasangan), keyakinan, persepsi, harga diri (rasa bangga), memiliki masa depan yang lebih baik, dan untuk memperbaiki keturunan. Adapun faktor ekstrinsik meliputi faktor ekonomi, keluarga, dan status sosial.
HUBUNGAN ANTARA EMOTIONAL BONDING DAN CITRA KUALITAS PRODUK DENGAN MINAT MEMBELI PADA KONSUMEN Puspitasari, Ika; Hidayat, Thulus; Yuwono, Susatyo
Indigenous Vol. 12, No.1, Mei 2010
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan, yaitu, (1) mengetahui hubungan antara emotional bonding dan citra kualitas produk dengan minat membeli pada konsumen; (2) mengetahui hubungan antara emotional bonding dengan minat membeli pada konsumen; (3) mengetahui hubungan antara kualitas produk dengan minat membeli pada konsumen; (4) seberapa tinggi tingkat minat membeli pada konsumen; (5) seberapa tinggi emotional bonding; (6) seberapa tinggi citra kualitas produk; dan (7) variabel yang dominan antara emotional bonding dan citra kualitas produk terhadap minat membeli pada konsumen. Populasi penelitian ini adalah seluruh warga di desa Suruh kecamata Suruh Kabupaten Semarang. Jumlah sampel dalam penelitian in iadalah 64 ibu-ibu yang ikut keg- iatan PKK. Adapun teknik sampling yang digunakan adalah teknik random Sampling. Analisis data menggunakan teknik korelasi anareg. Kesimpulan dari hasil analisis data yaitu, (1) ada hubungan positif yang signifi kan antara emotional bonding dan citra kualitas produk dengan minat membeli pada konsumen; (2) ada hubungan positif antara emotional bonding dengan minat membeli pada konsumen; (3) ada hubungan negatif antara citra kualitas produk dengan minat membeli pada konsumen; (4) minat membeli pada konsumen tergolong sedang; (5) emotional bonding tergolong sangat tinggi; (6) citra kualitas produksi tergolong sedang; (7) variabel emotional bonding mempu- nyai pengaruh lebih dominan dibandingkan variabel citra kualitas produk terhadap minat membeli pada konsumen.
NILAI BUDAYA JAWA DAN PERILAKU NAKAL REMAJA JAWA Rachim, Ryan L; Anshori, H Fuad
Indigenous Vol. 9, No.1, Mei 2007
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai budaya Jawa dengan perilaku nakal yang terjadi pada remaja Jawa.Dugaan awal yang dikemukakan pada penelitian ini adalah ada hubungan antara nilai budaya Jawa dengan perilaku nakal pada remaja Jawa. Mereka adalah siswa SMA TAMAN MADYA yang berada di jalan Taman Siswa Yogyakarta. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah remaja dengan rentang usia 17 sampai dengan 20 tahun dan berada pada tingkat 11 dalam jenjang pendidikan tingkat atas. Adapun jumlah subjek dalam penelitian ini berjumlah 95 orang. Teknik pengambilan sample yang digunakan adalah metode purposive sampling.Skala yang digunakan adalah skala nilai budaya Jawa yang disusun sendiri oleh penulis berdasarkan teori dari Taryati,dkk (1995) mengenai konsep nilai budaya Jawa yang ada dalam keluarga dan skala kenakalan remaja yang disusun berdasarkan teori Jansen (Sarwono, 2002). Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis product moment dari Pearson dengan menggunakan fasilitas SPSS versi 14.00 for windows. Hasil analisis menunjukkan rxy2 = -0.475 dengan p = 0.000 (p<0.05) yang artinya ada hubungan yang negatif antara nilai budaya Jawa dengan perilaku nakal pada remaja Jawa
Pengaruh Pelatihan Peduli Lingkungan terhadap Efikasi Diri Siswa Daerah Rawan Abrasi Setiawan, Nurmayadi
Indigenous Vol. 11, No. 2, November 2009
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki, serta besar dalam lingkungan yang mendukung secara kondusif merupakan harapan terciptanya generasigenerasi penerus yang berkualitas. Terjadinya bencana alam dan kerusakan alam yang semakin parah secara psikologis akan menyebabkan beberapa dampak negatif seperti kecemasan, stress, depresi dan ketidakberdayaan secara subjektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan peduli lingkungan terhadap efikasi diri siswa daerah rawan abrasi. Hipotesis yang diajukan adalah ada pengaruh pelatihan peduli lingkungan terhadap efikasi diri siswa daerah rawan abrasi, ada perbedaan efikasi diri siswa daerah rawan abrasi antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, efikasi diri kelompok eksperimen lebih baik dari pada kelompok kontrol. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMP N 1 Sayung Kabupaten Demak Jawa Tengah. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala efikasi diri. Analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini menggunakan statistik parametrik uji t-Test. Diperoleh nilai efikasi diri sebesar 1,225; p= 0,223 (p< 0,05). Nilai rata-rata skala efikasi diri pada kelompok eksperimen 1,77 dan nilai rata-rata efikasi diri pada kelompok kontrol 1,54. Nilai rata-rata ini dapat diinterpretasi bahwa ada perbedaan atau selisih rata-rata pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, namunperbedaan tersebut tidak signifikan. Artinya tidak ada pengaruh antara pelatihan peduli lingkungan terhadap efikasi diri siswa daerah rawan abrasi dan kelompok eksperimen memiliki efikasi diri yang lebih baik daripada kelompok kontrol.
KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PADA PENYANDANG KANKER PAYUDARA Permanawati, Yustina; Hertinjung, Wisnu Sri
Indigenous Vol. 13, No.1, Mei 2015
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker payudara sangat ditakuti karena payudara bagi wanita bukan hanya  organ  yang  memiliki  fungsi  biologis  semata  melainkan  juga  memiliki fungsi psikologis danpsikososial. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan kesejahteraan subjektif pada penyandang kanker payudara. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu data yang diperoleh di lapangan  melalui  observasi  dan  wawancara.Informan dalam penelitian ini adalah 3 orang penyandang kanker payudara yang  telah  menjalani  operasi  pengangkatan.  Sedangkan  untuk  informan pendukung adalah 5 orang keluarga terdekat informan dan seorang perawat dari pihak  rumah  sakit.  Hasil  penelitian  ini menunjukkan  bahwa  sebagian kesejahteraan  subjektif  pada  penyandang  kanker  payudara  ditunjukkan   dengan kemampuan mengelola emosi negatif menjadi positif, dimana  penyandang kanker payudara  yang  menerima  keadaan  sebagai  penyandang  kanker  payudara  selaluberusaha  berpikir  positif  dan  berusaha  menjalani  kehidupan  sebagai  takdir  dari Yang  Maha  Kuasa. Kesejahteraan  subjektif dipengaruhi  oleh  beberapa  faktor,  diantaranya  penerimaan  diri,  dukungan  dari keluarga  dan  lingkungan  sosial,  keyakinan  agama,  tingkat  pendidikan,  serta  ciri kepribadian.
KELEKATAN (ATTACHMENT) PADA REMAJA KEMBAR Aji, Pranoto; Uyun, Zahrotul
Indigenous Vol. 12, No.1, Mei 2010
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelekatan (attachment) merupakan ikatan antara dua orang individu atau lebih berupa hubungan psikologis yang diskriminatif dan spesifi k, serta mengikat seseorang dengan orang lain dalam rentang waktu dan ruang tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami secara mendalam mengenai kelekatan pada remaja kembar. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara dan observasi. Informan dalam penelitian ini adalah 5 pasang remaja kembar yang berasal dari Surakarta dan Klaten. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fi gur lekat yang lebih banyak dipilih oleh informan adalah pasangan kembarnya, selain itu terdapat pula ayah, ibu dan kakak. Alasan pemilihan fi gur lekat karena intensitas interaksi yang sering dan kualitas hubungan yang saling perhatian dan adanya ikatan emosi diantara keduanya. Kedekatan yang terjadi pada remaja kembar pada umumnya baik, layaknya seorang adik dan kakak pada umum- nya, meskipun demikian didalam kedekatan tersebut masih terjadi pertengkaran meski dalam skala kecil. Terdapat dua model kelekatan yang muncul pada remaja kembar yaitu secure attachment dan insecure attachment. Remaja kembar yang mendapatkan secure attachment lebih nampak sebagai individu yang terbuka dan mudah dalam menjalin hubungan baru sedangkan remaja kembar yang mendapatkan insecure attachment terlihat sebagai individu yang tertutup dan kurang mampu ber- adaptasi dengan lingkungan yang baru.
PRESTASI REMAJA DI DAERAH ABRASI Kurniawan, Andip
Indigenous Vol. 11, No. 2, November 2009
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prestasi menjadi hal yang sangat penting bagi remaja dan remaja mulai menyadari bahwa pada saat inilah mereka dituntut untuk menghadapi kehidupan yang sebenarnya. Meskipun tinggal di lingkungan yang kurang mendukung untuk berkembang, remaja yang tinggal di daerah Sayung tentu memiliki harapan untuk dapat menjadi yang terbaik dengan berprestasi karena dengan pengalaman prestasi yang diraih akan menentukan kesuksesan seseorang di masa yang berikutnya. Tujuan yang ingin diungkap dari penelitian ini adalah untuk memahami proses pencapaian prestasi pada remaja dan mendeskripsikan prestasi yang dimiliki remaja yang tinggal di lingkungan abrasi air laut. Informan dalam penelitian ini berjumlah 100 orang yang merupakan remaja awal dengan usia antara 13-15 tahun dan tinggal di lingkungan yang mengalami bencana abrasi di daerah Sayung, kabupaten Demak. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa remaja yang tinggal di daerah lingkungan abrasi memiliki pengalaman berprestasi yang membanggakan. Bentuk-bentuk prestasi yang pernah diraih adalah pengalaman meraih juara saat mengikuti perlombaan, pengalaman berprestasi dalam bidang akademik, dan pengalaman mewakili sekolah atau daerahnya untuk mengikuti lomba. Prestasi yang banyak diraih oleh remaja yang tinggal di daerah Sayung adalah prestasi di bidang non akademik, yaitu lebih pada jenis prestasi yang mengandalkan kekuatan dan keterampilan fisik individu. Prestasi yang diraih remaja tersebut dianggap sebagai sesuatu hal yang membanggakan karena prestasi tersebut diraih dengan usaha dan kerja keras serta didukung oleh keluarga dan orang-orang yang ada di dekatnya. Proses pencapaian prestasi pada remaja dimulai dari diri sendiri dengan adanya minat, rasa percaya diri, dukungan dari orang tua, keluarga, guru, dan sahabat baik dalam hal sarana dan prasarana, serta adanya bimbingan khusus dari guru, dukungan semangat dan do’a.
PERAN ORANGTUA DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS AGAMA (RELIGIOUS IDENTITY FORMATION) REMAJA Wahyuningsih, Hepi
Indigenous Vol.11, No.1, Mei 2009
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peran orangtua dalam pembentukan identitas agama remaja. Penelitian dilakukan dengan mewawancarai 10 subyek yang terbagi dalam 2 kelompok. Kelompok pertama terdiri dari 5 orang subyek yang memiliki identitas foreclosure dan kelompok kedua terdiri dari 5 orang subyek yang memiliki identitas achievement. Berdasarkan hasil analisis data pada kelompok subyek dengan identitas agama foreclosure, ditemukan bahwa kedua orangtua dari masing-masing subjek berusaha menerapkan ajaran agama secara total dan berusaha melaksanakan ibadah baik yang wajib maupun sunah. Kondisi keberagamaan kedua orangtua kemudian menyebabkan kedua orangtua berusaha menanamkan nilai-nilai agama pada anak (subyek). Pada kelompok dengan status identitas agama achievement memiliki kedua orangtua yang salah satu dari kedua orangtuanya yaitu ayah tidak/ kurang melaksanakan ajaran. Berkaitan dengan cara orangtua dalam menanamkan nilai agama pada anak (remaja), ditemukan bahwa orangtua pada subyek kelompok foreclosure menggunakan cara yang lebih beragam dibanding orangtua pada subyek kelompok achievement. Cara-cara yang digunakan orang tua pada kelompok foreclosure adalah pengajaran langsung, penerapan aturan, pemberian nasihat, pemberian hadiah ketika anak melaksanakan aturan atau perintah orangtua, pemberian hukuman, pemberian contoh, pemberian peringatan, diskusi, ajakan melaksanakan ibadah, dan menyediakan guru mengaji. Sedangkan cara yang digunakan orangtua pada kelompok achievement adalah mengajarkan hal– hal pokok dalam agama atau terkait peribadatan, memberikan contoh, memberikan peringatan, menyuruh anak melakukan ibadah, dan menyediakan guru agama.

Page 2 of 59 | Total Record : 589


Filter by Year

1995 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 2 (2023): July Vol 8, No 1 (2023): March Vol 7, No 3 (2022): November Vol 7, No 2 (2022): July Vol 7, No 1 (2022): March Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6 No. 1, 2021 Vol 6, No 3 (2021): November Vol 6, No 2 (2021): July Vol 6, No 1 (2021): March Vol. 5 No. 2, 2020 Vol 5, No 2 (2020): November Vol. 5 No. 1, 2020 Vol 5, No 1 (2020): May Vol 4, No 2 (2019): November Vol. 4 No. 2, 2019 Vol 4, No 1 (2019): May Vol. 4 No. 1, 2019 Vol. 3 No. 2, 2018 Vol 3, No 2 (2018): November Vol 3, No 1 (2018): May Vol. 3 No. 1, Mei 2018 Vol 2, No 2 (2017): November Vol. 2 No. 2, November 2017 Vol. 2 No. 1, Mei 2017 Vol 2, No 1 (2017): May Vol 1, No 2 (2016): November Vol. 1 No. 2, November 2016 Vol. 1 No. 1, Mei 2016 Vol 1, No 1 (2016): May Vol. 13, No. 2, November 2015 Vol. 13, No. 2, November 2015 Vol. 13, No.1, Mei 2015 Vol. 13, No.1, Mei 2015 Vol. 12, No. 2, Nopember 2010 Vol. 12, No. 2, Nopember 2010 Vol. 12, No.1, Mei 2010 Vol. 12, No.1, Mei 2010 Vol. 11, No. 2, November 2009 Vol. 11, No. 2, November 2009 Vol.11, No.1, Mei 2009 Vol.11, No.1, Mei 2009 Vol. 9, No. 2, Nopember 2007 Vol. 9, No. 2, Nopember 2007 Vol. 9, No.1, Mei 2007 Vol. 9, No.1, Mei 2007 Vol. 8, No. 2, November 2006 Vol. 8, No. 2, November 2006 Vol. 8, No. 1, Mei 2006 Vol. 8, No. 1, Mei 2006 Vol. 7, No. 2, November 2005 Vol. 7, No. 2, November 2005 Vol. 7, No. 1, Mei 2005 Vol. 7, No. 1, Mei 2005 Vol. 6, No. 2, November 2002 Vol. 6, No. 2, November 2002 Vol. 6, No. 1, Mei 2002 Vol. 6, No. 1, Mei 2002 Vol. 4, No. 2, November 2000 Vol. 4, No. 2, November 2000 Vol. 4, No. 1, Mei 2000 Vol. 4, No. 1, Mei 2000 Vol. 3, No. 2, November 1999 Vol. 3, No. 2, November 1999 Vol. 3, No. 1, Mei 1999 Vol. 3, No. 1, Mei 1999 Vol. 2, No. 2, November 1995 Vol. 2, No. 2, November 1995 More Issue