cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi
ISSN : 08542880     EISSN : 2541450X     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi is a media for Psychology and other related disciplines which focus on the finding of indigenous research in Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 589 Documents
Perilaku Religiusitas dalam Ruwat Sunarno, Sunarno
Indigenous Vol. 11, No. 2, November 2009
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruwatan sebagai bentuk budaya lokal dengan dalang ruwat sebagai tokoh yang berperan utama dalam prosesi ritual ruwatan yang memiliki religiusitas dalam mengemban tugas ngruwat. Religiusitas dalang ruwat ini adalah religiusitas yang sangat sarat dan erat dengan Agami Jawi. Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mengetahui seperti apakah religiusitas dalang ruwat, dan bagaimanakah perilaku religiusitasnya. Pertanyaan penelitian ini secara operasional adalah Secara kognitif meliputi konsepsi keTuhanan, konsepsi tentang nabi, dan konsepsi kitab suci. Secara afektif, apakah ada pengalaman-pengalaman religiusitas, dan perasaan-perasaan religius. Sedangkan secara psikomotorik meliputi, seperti apakah bentuk ritual dalang ruwat, dan bagaimanakah perilaku religiusitas riil dalam hidup sehari-hari. Informan dalam penelitian ini adalah dalang ruwat berjumlah 2 orang, dengan karakteristik (a) mereka yang telah lanjut usia, atau setidak-tidaknya dalang yang telah mengawinkan anaknya dalam arti mereka yang telah matang pengetahuannya dalam hal ruwatan; (b) dalang yang keturunan Kyai Panjangmas. Tokoh ini merupakan dalang kenamaan pada zaman Sultan Agung di Mataram (1613-1643M); (c) mereka yang mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, dan (d) berdomisili di Surakarta. Pengumpulan data yang diperoleh dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode wawancara, observasi, catatan lapangan, angket data diri, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan peneliti adalah analisa induktif deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah pertama, konsep keTuhanan dalang ruwat adalah konsep penghayatan terhadap Tuhan dengan tanpa adanya perpisahan antara seluruh alam semesta (panteisme). Kedua, nabi bagi dalang ruwat merupakan sosok yang sempurna. Ia memiliki kualitas-kualitas personal yang sempurna. Ketiga, seluruh alam raya adalah kitab suci Tuhan, karena seluruh jagad raya ini adalah emanasi Tuhan. Keempat, meditasi, samadhi, wening atau pujo broto sebagai ritual. Sedangkan melayani kemanusiaan adalah perilaku riil dalam hidup sehari-hari. Kelima, dampak psikis secara afektif, di antaranya adalah perasaan pasrah total kepada Tuhan, di dalam menjalani hidup rasa tenang dan tenteram, mampu hidup secara apa adanya, bersahaja, ikhlas dan mampu bersyukur atas apa yang Tuhan tetapkan, sering sekali mendapatkan petunjuk petunjuk Tuhan, memiliki kemampuan memprediksi nasib seseorang atau memprediksi sesuatu yang belum terjadi.
KECEMASAN PADA PENGANGGURAN TERDIDIK LULUSAN UNIVERSITAS Isnaini, Nikmah Sari Nur; Lestari, Rini
Indigenous Vol. 13, No.1, Mei 2015
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan yang dialami oleh lulusan universitas yang menganggur dan mengetahui kondisi pengangguran terdidik lulusan universitas. Metode kuantitatif deskriptif dipilih oleh peneliti untuk mencapai tujuan penelitian ini. Responden penelitian ini adalah lulusan universitas yang sedang aktif mencari pekerjaan di ACEC (Alumny Career & Employment Center) Universitas Muhammadiyah Surakarta, minimal 2 bulan dinyatakan lulus dan usia lebih dari 23 tahun. Penelitian ini menggunakan skala kecemasan TMAS dan menggunakan kuesioner terbuka tentang pengangguran terdidik lulusan universitas. Hasil menunjukkan bahwa pengangguran terdidik lulusan universitas tidak mengalami kecemasan dalam menghayati keadaannya sebagai pengangguran. Hal ini berdasarkan hasil prosentase yang menunjukkan bahwa 94% pengangguran terdidik lulusan universitas tidak mengalami kecemasan, 6% untuk kategori agak cemas, 0% cemas tinggi dan 0% sangat cemas. Pengangguran terdidik lulusan universitas yang aktif mencari lowongan pekerjaan 58% adalah laki-laki, 46% anak pertama dan 38% lulusan universitas yang jumlah penghasilan orang tuanya kurang dari 2,5 juta rupiah. Soft skill yang diperoleh sebagian besar lulusan universitas semasa kuliah, yaitu 94% memperoleh ketrampilan di bidang komputer dan Bahasa Inggris, 58% responden memperoleh pelatihan enterpreneurship, leadership dan ketenagakerjaan. Mayoritas lulusan universitas merasa cemas/khawatir saat saat melamar pekerjaan dengan prosentase 58%.
INTERAKSI SOSIAL DENGAN TEMAN SEBAYA PADA ANAK HOMESCHOOLING DAN ANAK SEKOLAH REGULER (Study Deskriptif Komparatif) Setiawati, Eka; Suparno, Suparno
Indigenous Vol. 12, No.1, Mei 2010
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran interaksi sosial dengan teman sebaya pada anak yang homeschooling dan anak yang sekolah reguler serta membandingkan interaksi antara keduanya. Pada penelitian ini digunakan 2 orang anak homeschooling dan 2 anak sekolah reguler dengan karakteristik yang telah ditentukan sebelumnya. Data diambil dengan cara melakukan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Interaksi sosial dengan teman sebaya pada anak homeschooling kurang berkembang bila dibandingkan dengan interaksi sosial dengan teman sebaya pada anak sekolah reguler. Hal ini dikarenakan anak homeschooling kurang memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan teman sebayanya, mereka lebih banyak berinteraksi dengan anggota keluarganya sendiri, dan lebih sering berinteraksi dengan orang-orang yang lebih tua, pada aspek tertentu mereka berkembang hampir sama meski tidak sebaik anak sekolah reguler tetapi dalam hal kerjasama, anak homeschooling kurang mampu, hal ini juga dikarenakan kesempatan mereka untuk belajar mengembangkan kemampuan kerjasama (mengemukkan pendapat, menyelesaikan perbedaan pendapat dalam kelompok, dll) memang kurang.
PERBEDAAN KETANGGUHAN PRIBADI (HARDINESS) ANTARA SISWA DAN SISWI DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DAERAH RAWAN ABRASI Mahmudah, Imroatul
Indigenous Vol. 11, No. 2, November 2009
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Sayung Kabupaten Demak merupakan salah satu daerah rawan abrasi. Banyak pelajar remaja kurang memiliki fasilitas belajar yang memadai karena kondisi ini. Tujuan daripenelitian ini untuk mengetahui perbedaan ketangguhan pribadi antara siswa dan siswi di Sekolah Menengah Pertama daerah rawan abrasi. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu adaperbedaan ketangguhan pribadi antara siswa dan siswi di Sekolah Menengah Pertama daerah rawan abrasi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII laki-laki dan perempuan di SMP N 1 Sayung, Demak. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling cluster. Skala yang digunakan adalah skala ketangguhan pribadi yang disusun oleh Munawarah(2008) dengan beberapa perubahan berdasarkan teori Kobasa (1979). Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan fasilitas SPSS 15 for windows, dengan teknik analisis t-tes, menghasilkan nilai t = 1.190 (p = 0.327) atau p < 0.05 yang berarti tidak ada perbedaan ketangguhan pribadi siswa dan siswi di sekolah menengah pertama daerah rawan abrasi. Akan tetapi hasil rerata menunjukkan rerata siswa laki-laki lebih rendah dibanding rerata siswa perempuan (62,89 < 64,24) artinya siswa perempuan mempunyai ketangguhan pribadi yang lebih tinggi.
BENTUK-BENTUK PRODUKTIVITAS ORANG LANJUT USIA (LANSIA) Sulandari, Santi; Martyastanti, Dicka; Mutaqwarohmah, Ridma
Indigenous Vol.11, No.1, Mei 2009
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usia tua dipandang sebagai masa kemunduran, masa dimana para orang lanjut usia (lansia) merasakan penurunan-penurunan yang terjadi pada dirinya baik secara fisik dan psikologis. Para lansia menjalani dan memaknai usia lanjut dengan cara yang berbeda-beda. Ada orang berusia lanjut yang mampu melihat arti penting usia tua dalam konteks eksistensi manusia, yaitu sebagai masa hidup yang memberi lansia kesempatan-kesempatan untuk tumbuh berkembang dan memiliki keinginan untuk melakukan sesuatu atau berarti untuk orang lain. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu mengkaji hal-hal yang dilakukan lansia sehingga mencapai kehidupan yang produktif dan memaparkan alasan-alasan lansia memilih untuk menjalani hidup yang aktif dan produktif. Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini maka digunakan angket dan wawancara. Berdasarkan hasil pengumpulan data menggunakan angket maka dapat diketahui bahwa sebesar 57,5% subjek penelitian menjalani hidup yang aktif dan produktif. 39,1% diantaranya perempuan dan 60,9% laki-laki. Lansia yang tergolong aktif dan produktif 100% dari mereka menyatakan bahwa mereka merasa senang dengan kehidupan yang dijalaninya saat ini. Sedangkan yang tergolong tidak atau kurang produktif, hanya 52% dari mereka yang menikmati hidupnya saat ini. Berdasarkan analisis data diperoleh kesimpulan bahwa 1. lansia mengikuti kegiatan di lingkungan tempat tinggalnya dan selalu aktif dengan kegiatan yang meningkatkan kesehatan fisik dan mentalnya, 2. alasan lansia masih melakukan kegiatan atau aktivitas tersebut adalah karena lansia menganggap bahwa dengan bekerja akan membuat dirinya sehat dan menyumbangkan pengalaman yang dimilikinya untuk memotivasi para generasi penerus agar mencapai prestasi yang membanggakan, serta ingin mengabdikan diri dengan sesama dan membantu sesama yang membutuhkan untuk memanfaatkan usianya yang sudah lanjut agar masih bermanfaat untuk orang lain.
HUBUNGAN WORK-FAMILY CONFLICT DENGAN KEPUASAN KERJA PADA KARYAWATI BERPERAN JENIS KELAMIN ANDROGINI DI PT. TIGA PUTRA ABADI PERKASA CABANG PURBALINGGA Prawitasari, Ammiriel Kusumoayu; Purwanto, Yadi; Yuwono, Susatyo
Indigenous Vol. 9, No. 2, Nopember 2007
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4708

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengungkap hubungan antara work-family conflict dengan kepuasan kerja pada karyawati berperan jenis kelamin androgini di PT. Tiga Putra Abadi Perkasa cabang Purbalingga. Penelitian ini melibatkan 74 subjek karyawati PT. Tiga Putra Abadi Perkasa cabang Purbalingga yang memiliki peran jenis kelamin androgini. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah metode statistik dengan alat pengumpul data berupa skala work-family conflict dan skala kepuasan kerja serta skala peran jenis kelamin untuk membedakan subjek. Berdasarkan hasil analisis data dengan teknik analisis product moment maka hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan negatif yang signifikan antara work-family conflict dengan kepuasan kerja yang terlihat dari nilai-nilai rxy sebesar -0.621 dengan p<0.01. Hal ini dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi konflik antara keluarga pekerjaan maka akan semakin rendah kepuasan kerja yang dipersepsi oleh para karyawati ataupun sebaliknya.
HAPPINESS ORIENTATIONS AMONG ADOLESCENTS RAISED IN URBAN AND RURAL AREAS Anggraeny, Anisti; Yuniarti, Kwartarini Wahyu; moordiningsih, Moordiningsih; Kim, Uichol
Indigenous Vol. 13, No.1, Mei 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v13i1.2312

Abstract

Researcher takes particular interest to discover the respondents’ orientation towards happiness based on where the respondent was raised. The study involves 467 senior high school students with ages ranging from 14-17 years old. The data is analyzed using an adapted society psychological approach. The results shows that adolescents raised in rural areas are consider the family to be a factor that contributes to their happiness. Second, achievement is also a factor that leads to happiness. However for the category, to love and be loved, adolescents growing in urban areas place this as a factor that leads to happiness. Similar with spirituality, friends and leisure time are factors that make adolescents raised in urban areas to become happy. Nevertheless, the results of cross tabulation with Pearson chi square test scoring demonstrates that no correlations exist between adolescent happiness raised from urban or rural areas.
SUKSESI SEBAGAI WUJUD PERENCANAAN KARIR Yuwono, Susatyo
Indigenous Vol. 4, No. 2, November 2000
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v4i2.4779

Abstract

Kasus konflik yang muncul dalam beberapa kali pergantian jabatan (suksesi) menunjukkan kurang lancarnya proses suksesi. Proses suksesi harus dipahami sebagai salah satu wujud perencanaan karir yang akan dialami oleh setiap orang. Suksesi juga harus dipahami sebagai usaha untuk melakukan penyegaran terhadap iklim kerja. Untuk itu dibutuhkan sistem manajemen karir yang baku, terbuka  (transparan) dan konsistensi sehingga karyawan memiiki gambaran yang pasti tentang jalur karir dan dapat memahami bagaimana proses pengembangan karirinya. Sistem ini akan memacu motivasi kerja karyawan karena ia memiliki harapan untuk mampu mencapai puncak karirnya. Proses kaderisasi berjalan sesuai jalur karir dimana atasan membimbing bawahan sebagai kadernya dan bawahan juga harus bekerja sesuai bimbingan atasan agar mampu menggantikan posisinya. Selain itu juga akan memunculkan keikhlasan dari pejabat untuk diganti sebab prosesnya dapat dipahami. Dengan demikian kemulusan proses suksesi dapat dipertahankan. 
PEREMPUAN KARIER DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI DAN PERSPEKTIF TEOLOGI Purwandari, Eny
Indigenous Vol. 3, No. 1, Mei 1999
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4549

Abstract

Dewasa ini pembicaraan tentang perempuan semakin marak. Beberapa perempuan menjadi menteri dalam  Kabinet Indonesia Baru, menjadi anggota DPR/MPR RI, direkris, pegawai negeri, dan lain sebagainya. Posisi perempuan karier yang banyak disandang saat ini memang ada yang pro dan kontra. Perempuan karier ditinjau dari perspektif psikologi merupakan salah satu bentuk aktualisasi diri dan secara psikis kedudukan ganda perempuan saat ini membawa konsekuensi yang tidak ringan. Dalam tinjauan aspek teologi perempuan karier dari sejarah, ijtihat ulama sampai Al Quran memberikan kesempatan yang sama dengan laki-laki, walaupun keduanya secara spesifik mempunyai tugas dan tanggung jawab yang berbeda.
Peran Desensitisasi Sistematis dalam Pengaturan Reaksi Emosi Penderita Asma Aganthi, Nisa Rachmah Nur; Partosuwido, Sri Rahayu
Indigenous Vol. 6, No. 2, November 2002
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4627

Abstract

Asma diidentifikasi sebagai gangguan disfungsi organik yang berkaitan dengan kondisi stres yang timbul sebagai hasil pengalaman masa lampau. Penelitian ini mencoba memahami desentisisasi sistematis dalam mengatur reaksi emosi penderita asma sebagai pendukung terhadap pengobatan medis. Desensitasi sistematis diharapkan dapat efektif untuk menurunkan aspek emosional dari penderita asma. Diasumsikan bahwa penderita asma memiliki reaksi emosi yang tinggi, terutama emosi negatif. Hal ini disebabkan adanya proses berpikir negatif yang muncul pada diri subjek dalam menilai relasi antara dirinya dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sejauhmana peran desensitisasi sistematis dalam mengatur reaksi emosi, dan menguji desensitisasi sistematis dalam mengatur reaksi emosi, dan menguji desensitisasi sistematis dalam menurunkan reaksi emosi penderita asma melalui kelompok eksperimen dan kontrol. Hasilnya kelompok eksperimen yang mendapat pelatihan desensitisasi sistematis lebih mampu  menurunkan reaksi emosi daripada kelompok control yang tidak mendapat pelatihan.

Page 5 of 59 | Total Record : 589


Filter by Year

1995 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 2 (2023): July Vol 8, No 1 (2023): March Vol 7, No 3 (2022): November Vol 7, No 2 (2022): July Vol 7, No 1 (2022): March Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6 No. 1, 2021 Vol 6, No 3 (2021): November Vol 6, No 2 (2021): July Vol 6, No 1 (2021): March Vol 5, No 2 (2020): November Vol. 5 No. 2, 2020 Vol. 5 No. 1, 2020 Vol 5, No 1 (2020): May Vol 4, No 2 (2019): November Vol. 4 No. 2, 2019 Vol. 4 No. 1, 2019 Vol 4, No 1 (2019): May Vol 3, No 2 (2018): November Vol. 3 No. 2, 2018 Vol 3, No 1 (2018): May Vol. 3 No. 1, Mei 2018 Vol 2, No 2 (2017): November Vol. 2 No. 2, November 2017 Vol 2, No 1 (2017): May Vol. 2 No. 1, Mei 2017 Vol. 1 No. 2, November 2016 Vol 1, No 2 (2016): November Vol. 1 No. 1, Mei 2016 Vol 1, No 1 (2016): May Vol. 13, No. 2, November 2015 Vol. 13, No. 2, November 2015 Vol. 13, No.1, Mei 2015 Vol. 13, No.1, Mei 2015 Vol. 12, No. 2, Nopember 2010 Vol. 12, No. 2, Nopember 2010 Vol. 12, No.1, Mei 2010 Vol. 12, No.1, Mei 2010 Vol. 11, No. 2, November 2009 Vol. 11, No. 2, November 2009 Vol.11, No.1, Mei 2009 Vol.11, No.1, Mei 2009 Vol. 9, No. 2, Nopember 2007 Vol. 9, No. 2, Nopember 2007 Vol. 9, No.1, Mei 2007 Vol. 9, No.1, Mei 2007 Vol. 8, No. 2, November 2006 Vol. 8, No. 2, November 2006 Vol. 8, No. 1, Mei 2006 Vol. 8, No. 1, Mei 2006 Vol. 7, No. 2, November 2005 Vol. 7, No. 2, November 2005 Vol. 7, No. 1, Mei 2005 Vol. 7, No. 1, Mei 2005 Vol. 6, No. 2, November 2002 Vol. 6, No. 2, November 2002 Vol. 6, No. 1, Mei 2002 Vol. 6, No. 1, Mei 2002 Vol. 4, No. 2, November 2000 Vol. 4, No. 2, November 2000 Vol. 4, No. 1, Mei 2000 Vol. 4, No. 1, Mei 2000 Vol. 3, No. 2, November 1999 Vol. 3, No. 2, November 1999 Vol. 3, No. 1, Mei 1999 Vol. 3, No. 1, Mei 1999 Vol. 2, No. 2, November 1995 Vol. 2, No. 2, November 1995 More Issue