cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi
ISSN : 08542880     EISSN : 2541450X     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi is a media for Psychology and other related disciplines which focus on the finding of indigenous research in Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 589 Documents
PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENANGANAN TINDAK KEKERASAN DIKALANGAN PELAJAR Khisbiyah, Yayah
Indigenous Vol. 3, No. 2, November 1999
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4554

Abstract

     Kekerasan, menjadi fenomena yang selalu mengiringi dinamika kehidupan manusia. Namun eskalasi tindak kekerasan yang belakangan semakin marak memunculkan keprihatinan yang sangat dalam. Salah satu fenomena yang memprihatinkan adalah tradisi tawuran antara pelajar yang tidak jarang menimbulkan jatuhnya korban yang notabenya adalah anak-anak kita, generasi muda bangsa ini. Berbagai macam analisi sudah sering diberikan, namun sayangnya, ada ketidak seimbangan analisis karena sebagian besar melihat masalah dan kemudian menimpakan kesalahan pada pelajar itu sendiri. Padahal, perilaku pelajar, sebagian dari masyarakat akan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Oleh karena itu, tulisan ini bermaksud melihat masalah ini dan mencoba memberikan alternatif solusi dengan lebih komprehensif, mempertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhi pembentukan perilaku agresif pada pelajar.
Ibadah Haji sebagai Prediktor Pembeda Intensi Prososial Yuwono, Susatyo
Indigenous Vol. 6, No. 2, November 2002
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4632

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan intensi prososial antara muslim yang sudah menunaikan ibadah haji dan muslim yang belum menunaikan ibadah haji dengan mengendalikan faktor usia yaitu diatas 21 tahun dan bertempat tinggal di wilayah Kotamadya Yogyakarta. Hipotesis yang diajukan adalah ada perbedaan intensi prososial antara muslim yang sudah menunaikan ibadah haji dan muslim yang belum menunaikan ibadah haji, yaitu intensi prososial muslim yang sudah menunaikan ibadah haji lebih tinggi daripada muslim yang belum menunaikan ibadah haji. Alat ukur menggunakan skala intensi prososial dan skala religiutas. Analisis data menggunakan teknik Analisis Kovarians 2 jalan (AB) dengan 1 Kovariabel. Hasil analisis menunjukkan ada perbedaan intensi prososial dengan F = 30.505 dan p . 0,05 , dimana lebih tinggi intensi prososial pada muslim yang sudah menunaikan ibadah haji daripada yang belum menunaikan ibadah haji dengan rerata sesuaian 75.649 berbanding 72.508.
KONSEP DIRI ETNIS DAYAK YANG BERAGAMA ISLAM Al Hajir, Miftah; Karyani, Usmi
Indigenous Vol. 8, No. 1, Mei 2006
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4686

Abstract

Etnis Dayak atau orang Dayak merupakan sebutan untuk orang-orang yang hidup dipedalaman, yang masih memelihara adat-istiadat, hukum adat dan budaya yang khas. Selama ini etnis Dayak identik dengan penduduk lokal Kalimantan yang beragama Kristen atau yang beragama adat, padahal terdapat pula etnis Dayak yang memeluk agama Islam. Keberadaan etnis Dayak yang beragama Islam merupakan hal yang berkaitan dengan konsep diri, oleh karena itu dalam penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana konsep diri etnis Dayak yang memeluk Islam. Berdasarkan hasil penelitan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa etnis Dayak yang beragama Islam mempunyai konsep diri yang cukup bagus. Mereka dapat mengenal dirinya sendiri dan tidak malu lagi mengakui keberadaannya sebagai etnis Dayak yang beragama Islam. Konsep diri ini meliput: (1) Physical self, (2) Family Self, (3) Social Self, (4) Personal Self dan (5) Moral Ethical Self.   
KESEHATAN KERJA: PERSPEKTIF BUDAYA ORGANISASI Amir, Muhammad
Indigenous Vol. 4, No. 2, November 2000
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v4i2.4774

Abstract

Tulisan ini merupakan respon dari rubrik “kronika” dalam media informasi “Etoss” yang diterbitkan oleh Biro Administrasi Umum (BAU) UMS. Dalam kronika tersebut yang mengetengahkan hasil penelitian mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta, dengan judul : PENGENDALIAN KERUGIAN- AKIBAT KEMANGKIRAN yang tampil-ulangkan (secara ringkas) oleh Sam (?). sebagaimana harapan dari Sam sendiri, bahwa UMS sebagai lembaga pendidikan masih perlu menerima masukan baik berupa kritik maupun saran, demi kebaikan UMS itu sendiri, tentunya. Hanya saja kritik dan saran diharapkan proporsional, bila tidak proporsional maka perlu diabaikan. Menurut editor, biasanya, kritik atau saran yang tidak proporsional tidak bisa mengambil solusi, tapi hanya asal kritik dan justru mengarah pada pencarian kesalahan atau kelemahan orang lain saja, demikian ungkapnya Penulis disini berusaha mendiskripsikan dari sudut pandang akademis semata, yaitu dari sudut pandang Psikologis, Psikologi Industri dan Organisasi dan terbatas pada budaya organisasi.
Peran Dukungan Sosial dan Kecerdasan Emosi Terhadap Kesejahteraan Subjektif pada Remaja Awal Putri, Dhian Riskiana
Indigenous Vol. 1 No. 1, Mei 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v1i1.1770

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kecerdasan emosi, dukungan sosial, dan kesejahteraan subjektif pada remaja awal. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kota S, berusia 12-15 tahun. Alat ukur menggunakan tiga skala: skala kesejahteraan subjektif, skala kecerdasan emosi, dan skala dukungan sosial. Uji hipotesis menggunakan analisis regresi berganda dengan variabel moderator yang disebut juga sebagai Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan nilai R2 pada model regresi ke-3 lebih tinggi, sebesar 0,667 dengan memasukkan interaksi variabel kecerdasan emosi dan variabel dukungan sosial (sebagai variabel moderator), sehingga terbukti variabel dukungan sosial tepat sebagai variabel moderator, mampu meningkatkan hubungan antara variabel kecerdasan emosi dengan variabel kesejahteraan subjektif.Kata Kunci: dukungan sosial, kecerdasan emosi, kesejahteraan subjektif
Strategi Pengajaran Interaksi Sosial pada Anak Autis Siwi, Aisti Rahayu Kharisma; Anganti, Nisa Rachmah Nur
Indigenous Vol. 2 No. 2, November 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v2i2.5703

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk memahami strategi orang tua dalam mengajarkan interaksi sosial pada anak penyandang autis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan malakukan studi kasus pada 5 orang informan yaitu 2 orang tua dari anak autis, serta salah satu terapis dari anak autis yang berada di Pusat Layanan Autis, Sragen. Berdasarkan hasil penelitian, analisis, serta pembahasan terdapat beberapa strategi orang tua dalam mengajarkan interaksi sosial yaitu menirukan apa yang diucapkan oleh informan, menempelkan tulisan di atas meja belajar, mengajak anak untuk bermain di luar rumah, mengenalkan anak kepada teman orang tua jika bertamu di rumah, mencoba untuk menitipkan anak pada neneknya jika informan ke luar rumah, menirukan apa yang dia lihat misalnya membuang sampah di tempatnya, mengajak anak untuk bermain di halaman rumah, mengajak jalan-jalan anaknya di alam bebas misalnya di sawah ataupun di kebun, tanya jawab antara informan dengan anak, melatih untuk tetap fokus pada apa yang diperintahkan oleh informan, mengulang-ulang apa yang diajarkan oleh informan, serta melatih disiplin dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Strategi tersebut dilakukan supaya anak mau berinteraksi dengan orang lain.Kata Kunci: autis, interaksi sosial, strategi pendampingan orang tua
HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DAN SIKAP SADAR GENDER DENGAN KEPUTUSAN KARIR PADA REMAJA AKHIR PEREMPUAN Priyanggaeni, Woro Ayu; Prasetyaningrum, Juliani; Hakim, Siti Nurina
Indigenous Vol. 6, No. 1, Mei 2002
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4622

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri dan sikap sadar gender dengan keputusan karir pada remaja akhir perempuan. Subjek penelitian adalah mahasiswa Fakultas Psikologi. Mereka berjumlah 70 orang. Cluster random sampling digunakan untuk mendapatkan subjek penelitian ini.Untuk pengambilan data digunakan tiga skala, yaitu Skala Keputusan Karir, Skala Kepercayaan Diri, dan Skala Sikap Sadar Gender. Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis regresi dua predikator. Hasilnya menunjukkan (1) ada hubungan yang sangat signifikan antara kepercayaan diri dan sikap sadar gender dengan keputusan karir remaja akhir perempuan. (2) ada hubungan positif yang sangat signifikan antara kepercayaan diri dengan keputusan karir remaja akhir perempuan, (3) ada hubungan positif yang sangat signifikan antara sikap sadar gender dengan keputusan karir remaja akhir perempuan. 
Makna Religiusitas Pada Homoseksual Yulianto, Ary; Prihartanti, Nanik; Purwandari, Eny
Indigenous Vol. 8, No. 2, November 2006
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4649

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna religiusitas bagi kaum homoseks. Subjek penelitian berjumlah tiga orang yang diambil dengan menggunakan stategi purposif, yaitu berdasarkan pada kriteria-kriteria tetentu. Kriteria-kriteria tersebut antara lain: subjek harus memiliki sifat homoseksual, beragama islam, dan seorang laki-laki bukan waria. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu wawancara, observasi, dokumentasi, pemberian tes grafis, pemberian tes angket terbuka, dan mengarang tentang kehidupan subjek. Data yang didapat akan dianalisis dengan content alalysis atau analisis isi yang diharapkan bisa diperoleh derajat ekspresi perasaan dalam isi wawancara dan observasi yang dilakukan. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor yang menyebabkan subjek khirny meluturkan sistem religi yang sudah terinternalisasi sejak kecil adalah karena lingkungan tempat subjek bergaul memiliki pengaruh yang sangat besar dalam pembentukan perilaku homoseks, serta subjek sudah merasa kotor dan tidak pantas lagi mendekat Allah. 
FENOMENA ANAK KEMBAR: TELAAH SIBLING RIVALRY Waluyo, Yoga; purwandari, eny
Indigenous Vol. 12, No. 2, Nopember 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4754

Abstract

Sibling rivalry merupakan persaingan diantara anak-anak dalam satu keluarga yang teristimewa untuk mendapatkan afeksi atau cinta kasih dari orangtua. Tujuan dari penelitian ini adalah memahami secara mendalam mengenai dinamika sibling rivalry pada anak kembar dan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara dan observasi. Informan penelitian adalah 6 pasang anak kembar yang berasal dari Surakarta dan Boyolali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetisi pada anak kembar terjadi disebabkan karena dua faktor yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal disebabkan karena adanya keinginan untuk menjadi lebih baik dari apa yang dapat dilakukon saudaranya, sedangkan faktor eksternal karena adanya perbedaan penghargaan yang didapat oleh anak kembar dilingkungan sosial dan hal ini menyebabkan munculnya keinginan pada anak kembar untuk diakui oleh lingkungan sosial bahwa ia lebih baik clibandingkan saudaranya. Kompetisi pada anak kembar ini seringkali tampak pada perilaku bersaing dalam bidang akademik, penampilian, bertengkar secara fisik, tidak mau membantu saudara, tidak mau berbagi, perilaku saling ejek, tidak mau beraktivitas bersama, marah, mencubit, berebut mainan, dan perilaku mengganggu saudaranya. Dampak yang muncul akibat kompetisi pada anak kembar dapat dibagi rnenjadi dua yaitu positif dan negatif. Dampak positif muncul akibat persaingan adalah meningkatnya motivasi dan munculnya kasih sayang dan pengertian antar saudara kembar. Dampak negatif yang muncul adalah perilaku menyendiri dan menangis.
Pelatihan Berpikir Optimis untuk Meningkatkan Harga Diri pada Remaja di Panti Asuhan Marwati, Eka; Prihartanti, Nanik; Hertinjung, Wisnu Sri
Indigenous Vol. 1 No. 1, Mei 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v1i1.1790

Abstract

Survei menunjukkan 46% remaja di panti asuhan mengarah pada ciri-ciri harga diri rendah. Perasaan dan keyakinan yang kurang menguntungkan menurut remaja di panti asuhan merupakan salah satu model persepsi umum individu untuk menginterpetasikan kejadian dalam hidupnya yang juga disebut dengan explanatory style. Seligman (1995) menyatakan bahwa explanatory style merupakan inti dari berpikir optimis, sehingga perubahan explanatory style dilakukan dengan memberikan latihan berpikir optimis model ABCDE. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pelatihan berpikir optimis untuk meningkatkan harga diri remaja di panti asuhan. Hipotesis yang diajukan adalah pelatihan berpikir optimis dapat meningkatkan harga diri remaja di panti asuhan. Metode penelitian ini menggunakan eksperimen dengan rancangan pretest-posttes control group design. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon untuk pretest dan posttest kelompok eksperimen diperoleh kesimpulan bahwa pelatihan berpikir optimis sangat signifikan untuk meningkatkan harga diri remaja di panti asuhan.Kata kunci: harga diri, pelatihan berpikir optimis, remaja panti asuhan

Filter by Year

1995 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 2 (2023): July Vol 8, No 1 (2023): March Vol 7, No 3 (2022): November Vol 7, No 2 (2022): July Vol 7, No 1 (2022): March Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6 No. 1, 2021 Vol 6, No 3 (2021): November Vol 6, No 2 (2021): July Vol 6, No 1 (2021): March Vol. 5 No. 2, 2020 Vol 5, No 2 (2020): November Vol. 5 No. 1, 2020 Vol 5, No 1 (2020): May Vol 4, No 2 (2019): November Vol. 4 No. 2, 2019 Vol 4, No 1 (2019): May Vol. 4 No. 1, 2019 Vol. 3 No. 2, 2018 Vol 3, No 2 (2018): November Vol 3, No 1 (2018): May Vol. 3 No. 1, Mei 2018 Vol 2, No 2 (2017): November Vol. 2 No. 2, November 2017 Vol. 2 No. 1, Mei 2017 Vol 2, No 1 (2017): May Vol 1, No 2 (2016): November Vol. 1 No. 2, November 2016 Vol. 1 No. 1, Mei 2016 Vol 1, No 1 (2016): May Vol. 13, No. 2, November 2015 Vol. 13, No. 2, November 2015 Vol. 13, No.1, Mei 2015 Vol. 13, No.1, Mei 2015 Vol. 12, No. 2, Nopember 2010 Vol. 12, No. 2, Nopember 2010 Vol. 12, No.1, Mei 2010 Vol. 12, No.1, Mei 2010 Vol. 11, No. 2, November 2009 Vol. 11, No. 2, November 2009 Vol.11, No.1, Mei 2009 Vol.11, No.1, Mei 2009 Vol. 9, No. 2, Nopember 2007 Vol. 9, No. 2, Nopember 2007 Vol. 9, No.1, Mei 2007 Vol. 9, No.1, Mei 2007 Vol. 8, No. 2, November 2006 Vol. 8, No. 2, November 2006 Vol. 8, No. 1, Mei 2006 Vol. 8, No. 1, Mei 2006 Vol. 7, No. 2, November 2005 Vol. 7, No. 2, November 2005 Vol. 7, No. 1, Mei 2005 Vol. 7, No. 1, Mei 2005 Vol. 6, No. 2, November 2002 Vol. 6, No. 2, November 2002 Vol. 6, No. 1, Mei 2002 Vol. 6, No. 1, Mei 2002 Vol. 4, No. 2, November 2000 Vol. 4, No. 2, November 2000 Vol. 4, No. 1, Mei 2000 Vol. 4, No. 1, Mei 2000 Vol. 3, No. 2, November 1999 Vol. 3, No. 2, November 1999 Vol. 3, No. 1, Mei 1999 Vol. 3, No. 1, Mei 1999 Vol. 2, No. 2, November 1995 Vol. 2, No. 2, November 1995 More Issue